Banjir Ulasan Negatif, Peringkat Warung Prima Rasa Sarangan Magetan di Google Review Bintang 1,1

Banjir Ulasan Negatif, Peringkat Warung Prima Rasa Sarangan Magetan di Google Review Bintang 1,1

Magetan (beritajatim.com) – Warung Prima Rasa Sarangan yang berlokasi di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, menjadi perhatian wisatawan setelah dibanjiri ulasan negatif di Google Review. Rentetan keluhan pengunjung membuat peringkat tempat makan tersebut kini berada di angka 1,1 bintang.

Sejumlah pengalaman kurang menyenangkan disampaikan pelanggan melalui kolom ulasan Google. Keluhan mencakup rasa makanan, kebersihan, pelayanan, hingga harga menu yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas yang diterima.

Salah satu ulasan datang dari akun nextmaxlevel_. Pengunjung tersebut menyebut pengalaman makan di Warung Prima Rasa Sarangan sangat mengecewakan. Ia menilai rasa makanan hambar, bahkan beberapa menu disebut belum matang sempurna.

Dalam ulasannya, akun tersebut juga menyoroti kondisi kebersihan tempat makan. Meja disebut kotor, lantai lengket, serta peralatan makan yang dinilai kurang higienis. Pelayanan juga disebut tidak ramah dan membingungkan.

Pengunjung tersebut mengaku diminta mengambil sendiri pesanan tanpa penjelasan yang jelas. Bahkan, minuman es yang dipesan justru disajikan dalam kondisi panas. Ia menegaskan tidak merekomendasikan warung tersebut kepada pengunjung lain.

Keluhan serupa disampaikan akun Nabella Kharisma Zakaria, seorang Local Guide. Ia mengaku memilih makan di Warung Prima Rasa Sarangan tanpa terlebih dahulu mengecek rating dan ulasan.

Dalam pengalamannya, Nabella memesan sup buntut seharga Rp45 ribu dan nasi putih seharga Rp10 ribu. Namun, harga tersebut dinilai tidak sebanding dengan kualitas makanan yang disajikan.

Menurut Nabella, kuah sup buntut terasa hambar seperti air tanpa kaldu, sayuran tampak kurang segar, sementara nasi disajikan dalam kondisi kering dan tidak hangat. Ia bahkan harus meminta garam dan lada secara terpisah agar makanan bisa dinikmati.

Selain itu, minuman yang dipesan disebut tidak kunjung datang hingga ia selesai makan. Nabella akhirnya memilih langsung membayar dan meninggalkan warung tanpa menerima minuman pesanannya.

Masalah harga juga disoroti akun syah marta. Dalam ulasannya, ia menilai harga menu di Warung Prima Rasa Sarangan terlalu mahal untuk ukuran warung di kawasan wisata.

Ia menyebut ayam geprek dibanderol Rp35 ribu dengan tepung terlalu tebal dan sambal yang dinilai asin. Sementara nasi goreng seharga Rp30 ribu disebut tidak otomatis disajikan dengan telur.

Menurutnya, tambahan telur harus dibayar kembali tanpa penjelasan di awal. Untuk makan sederhana dua orang, hanya memesan ayam geprek, nasi goreng telur, dan satu botol air putih, total yang harus dibayar mencapai Rp92 ribu.

Tak hanya soal makanan, fasilitas pendukung juga menuai kritik. Akun Heny Retno Wulandari mengeluhkan tarif toilet di belakang warung yang dinilai lebih mahal dibandingkan toilet lain di kawasan Telaga Sarangan.

Dalam ulasannya, Heny menyebut tarif buang air kecil dipatok Rp5 ribu, sementara di lokasi lain di sekitar Sarangan hanya Rp3 ribu. Ia juga menyoroti pelayanan penjaga toilet yang dinilai kurang ramah.

Sementara itu, akun arie gunadi menilai rasa makanan di warung tersebut biasa saja, namun harga dinilai terlalu tinggi. Ia mengaku membeli soto, nasi putih, jus mangga, dan satu bungkus camilan dengan total mencapai Rp90 ribu.

Meski mengakui lokasi Warung Prima Rasa Sarangan cukup strategis karena berada di pertigaan kawasan Telaga Sarangan, ia menilai pengalaman makan di tempat tersebut tidak sepadan dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Deretan ulasan tersebut kini menjadi perhatian wisatawan yang hendak berkunjung ke Telaga Sarangan. Sejumlah pengunjung berharap pengalaman yang dibagikan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi wisatawan lain sebelum memilih tempat makan di kawasan wisata tersebut. [fiq/beq]