Bondowoso (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Minggu, 11 Januari 2026 malam, menyebabkan banjir luapan yang merendam sejumlah desa.
Meski ratusan rumah warga terdampak genangan air, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kristianto, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan dilaporkan ke BPBD setengah jam kemudian melalui pesan WhatsApp.
“Banjir berupa genangan air akibat luapan sungai. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan saat ini kondisi berangsur surut,” ujar Kristianto saat dikonfirmasi, Minggu malam.
Berdasarkan data sementara BPBD, banjir melanda lima desa di Kecamatan Cermee, yakni Desa Cermee, Suling Kulon, Ramban Kulon, Ramban Wetan, dan Desa Grujugan.
Di Desa Cermee, genangan air merendam sedikitnya 875 kepala keluarga, tersebar di Dusun Kota, Kampung Baru, Madya, dan Gebang. Meski tergenang, BPBD memastikan tidak ditemukan kerusakan rumah maupun kerugian material signifikan.
Sementara itu, di Desa Ramban Kulon, genangan air berdampak pada RT 08, 09, 10, dan 11. Selain itu, tanggul air di RT 13 dilaporkan jebol, sehingga memperbesar aliran air ke permukiman warga dan badan jalan.
Di Desa Suling Kulon, banjir menggenangi Dusun Ambunten. Sedangkan di Desa Ramban Wetan, genangan terjadi di Dusun Krajan 1 dan 2. Adapun di Desa Grujugan, banjir merendam Dusun Krajan 1 RT 3 dan menyebabkan pagar Madrasah Ibtidaiyah (MI) roboh.
Kristianto menjelaskan, BPBD Bondowoso bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian. Tim Pusdalops melakukan asesmen, sementara Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) melakukan evakuasi pohon tumbang menggunakan gergaji mesin serta penyedotan air di rumah warga dan fasilitas pendidikan.
“Penanganan dilakukan bersama Muspika, PMI, relawan, BP 13.11, dan masyarakat setempat. Hingga saat ini tidak ada kendala berarti di lapangan,” jelasnya.
BPBD memastikan kondisi wilayah Bondowoso secara umum terpantau aman dan terkendali. Pihaknya tetap melakukan pemantauan lanjutan sembari menyiapkan laporan lengkap untuk tindak lanjut.
“Kami terus siaga, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi. Masyarakat kami imbau tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” pungkas Kristianto. (awi/ted)
