Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir genangan akibat meluapnya Anak Sungai Lamong merendam permukiman warga di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (10/1/2026) dini hari. Air masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 02.00 WIB.
Ini setelah wilayah Kabupaten Mojokerto diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat secara merata sejak Jumat (9/1/2026) hingga malam hari. Berdasarkan pantauan cuaca melalui aplikasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, hujan berkepanjangan menyebabkan peningkatan debit Sungai Lamong.
Akibatnya, air sungai meluap dan merendam area persawahan hingga menggenangi permukiman warga di Dusun Balong RT 01 RW 09. Sedikitnya 13 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai sekitar 15 hingga 30 sentimeter. Sementara itu, ketinggian air di jalan desa berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter.
“Selain permukiman, banjir juga berdampak pada lahan pertanian warga. Tercatat sekitar 2,5 hektare lahan persawahan terendam air. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim.
Pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemantauan perkembangan situasi. Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto dan instansi terkait ke lokasi untuk melakukan pemantauan perkembangan banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong.
“Hingga saat ini, kondisi masih terus dilakukan pantauan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan, mengingat potensi hujan masih dapat terjadi di wilayah hulu Sungai Lamong,” tegasnya. [tin/ian]
