Banjir Bengawan Jero Meluas, 2.105 Rumah dan Puluhan Sekolah di Lamongan Terdampak

Banjir Bengawan Jero Meluas, 2.105 Rumah dan Puluhan Sekolah di Lamongan Terdampak

Lamongan (beritajatim.com) – Dampak banjir akibat luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan terus meluas. Ribuan rumah warga serta puluhan lembaga pendidikan dilaporkan tergenang air di sejumlah kecamatan yang berada di kawasan aliran sungai tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan per 11 Januari 2026, tercatat sebanyak 2.105 rumah warga terdampak banjir. Ribuan rumah tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.

Kecamatan Kalitengah menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup luas. Sebanyak 604 rumah di delapan desa terendam banjir, meliputi Desa Bojoasri, Blajo, Somosari, Jelakcatur, Pucangro, Pucangtelu, Gambuhan, dan Tiwet.

Di wilayah ini, ketinggian air di jalan poros tercatat mencapai 10–30 sentimeter, sementara genangan di jalan lingkungan berkisar antara 10–50 sentimeter.

Di Kecamatan Deket, banjir merendam 695 rumah warga yang tersebar di empat desa, yakni Desa Weduni, Tukkerto, Sidomulyo, dan Laladan.

Sementara itu, di Kecamatan Turi, sebanyak 525 rumah warga tergenang banjir. Rumah-rumah tersebut berada di enam desa, yaitu Kemlagigede, Kemlagilor, Pomahanjanggan, Bambang, Putatkumpul, dan Kepudibener.

Banjir juga melanda Kecamatan Karangbinangun dengan total 144 rumah terdampak di enam desa, meliputi Ketapangtelu, Somoeinangun, Sukorejo, Waruk, Karanganom, dan Blawi.

Sedangkan di Kecamatan Glagah, tercatat 137 rumah warga terdampak banjir yang tersebar di Desa Morocalan, Gempol Pendowo, Soko, dan Rayunggumuk.

Selain merendam permukiman, banjir luapan Bengawan Jero juga menggenangi lahan pertanian berupa sawah dan tambak dengan luasan mencapai hektare. Infrastruktur jalan turut terdampak, dengan genangan air menutup sepanjang 14.232 meter jalan poros dan 17.247 meter jalan lingkungan.

Sejumlah fasilitas umum juga tidak luput dari dampak banjir. BPBD Lamongan mencatat sedikitnya 18 unit TK/PAUD, 29 unit SD/MI, serta 13 unit masjid dan musala terendam air. Selain itu, beberapa fasilitas kesehatan dan balai desa turut terdampak.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Na’im, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan banjir di lapangan sekaligus menjalankan upaya penanganan.

“Upaya penanganan juga terus kami lakukan. Terutama mengurangi genangan dengan mengoptimalkan pompa air di Kuro dan beberapa titik lain,” kata Na’im, Selasa (13/1/2026).

BPBD Lamongan juga mulai mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak. Salah satunya dengan menyiagakan perahu karet sebagai sarana transportasi sementara, khususnya bagi para siswa yang tetap harus berangkat ke sekolah.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan menyediakan bantuan perahu bagi para siswa di titik-titik tertentu, agar mereka tetap bisa menjangkau sekolah,” ujar Na’im. [fak/beq]