Bahlil Blak-Blakan Banyak Drama saat Bangun RDMP Balikpapan

Bahlil Blak-Blakan Banyak Drama saat Bangun RDMP Balikpapan

Liputan6.com, Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan tidak berjalan mulus sejak awal. Proyek strategis nasional ini bahkan sempat mengalami keterlambatan signifikan dari target awal yang seharusnya rampung pada Mei 2024.

Bahlil secara terbuka menyebut, RDMP “banyak dramanya”. “Proyek RDMP ini bahwa Presiden banyak dramanya. Saya harus jujur katakan banyak dramanya, kenapa? Seharusnya sudah jadi tahun awal bulan, awal Mei 2024,” kata Bahlil saat Peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Salah satu peristiwa paling krusial adalah insiden kebakaran yang terjadi pada fasilitas proyek. Namun, Bahlil menegaskan kejadian tersebut tidak serta-merta dianggap sebagai musibah biasa.

“Tapi ini terbakar. Ada bagian yang dibakar. Saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar atau dibakar karena ada faktor lain,” ujarnya.

Ia pun mencium adanya kejanggalan yang mendorong dilakukannya investigasi mendalam oleh inspektorat internal Kementerian ESDM bersama jajaran komisaris Pertamina. Hasil penelusuran awal mengindikasikan adanya kepentingan tertentu “Ada udang di balik batu”.

“Bulan Agustus, saya memerintahkan tim saya dari Irjen yang sekarang masih komisaris Bapak Irjen kami, komisaris di Pertamina, Pak Bambang, kami minta untuk investigasi, Pak. Ternyata barang ini, Pak, ada udang dibalik batu,” ujarnya.

Perlawanan Terhadap Mafia Impor

Bahlil secara gamblang menyebut masih ada pihak-pihak yang tidak rela Indonesia memiliki cadangan dan kemampuan swasembada energi. Menurut dia, kelompok tersebut selama ini diuntungkan oleh skema impor BBM dan produk kilang, sehingga setiap upaya peningkatan kapasitas produksi dalam negeri kerap mendapat hambatan.

“Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan dan swasembada energi agar impor terus, impor terus, impor terus. Kita harus hadapi dan kita selesaikan dalam waktu yang tidak lama lagi,” ujar dia.

Pemerintah, lanjut Bahlil, tidak akan mundur menghadapi tekanan tersebut. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, negara berkomitmen menyelesaikan seluruh hambatan RDMP dalam waktu singkat.