Author: Voi.id

  • Cegah Penularan Campak, Kemenkes Gencarkan Imunisasi Anak di Pengungsian Sumatera

    Cegah Penularan Campak, Kemenkes Gencarkan Imunisasi Anak di Pengungsian Sumatera

    SUMATERA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pelaksanaan imunisasi campak di sejumlah wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera sejak awal pekan ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit menular, khususnya pada anak-anak yang tinggal di lokasi pengungsian.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu, 7 Januari menjelaskan hasil pemantauan kesehatan di lapangan menunjukkan sejumlah penyakit yang paling banyak dialami pengungsi, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare. Untuk menangani kondisi tersebut, Kemenkes telah menyalurkan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah terdampak.

    “Penyakit menular yang kami awasi secara ketat adalah campak. Penyakit ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan COVID-19 dari sisi reproduction rate, campak termasuk yang paling mudah menular,” ujar Budi.

    Ia menambahkan, potensi penularan campak teridentifikasi di lima kabupaten. Menindaklanjuti temuan tersebut, Kemenkes langsung menjalankan program imunisasi khusus bagi anak-anak di wilayah tersebut sejak Senin (6/1). “Program imunisasi ini sudah berjalan di daerah-daerah yang kami identifikasi memiliki risiko atau kasus campak,” katanya.

    Selain campak, Kemenkes juga mencermati potensi munculnya penyakit menular lain seperti tuberkulosis (TBC) dan leptospirosis di kawasan pengungsian. Menurut Budi, pemberian imunisasi menjadi langkah penting untuk melindungi anak-anak dari risiko penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

    Dalam kesempatan yang sama, Menkes menyampaikan bahwa sekitar 4.000 relawan telah dikerahkan ke berbagai daerah terdampak bencana di Sumatera. Para relawan tersebut terdiri dari tenaga kesehatan yang bertugas menangani tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental para penyintas.

    Budi mencontohkan, sejumlah tenaga kesehatan dan psikolog mengadakan aktivitas bermain bersama anak-anak di pengungsian. “Setiap kali pengiriman, kami sertakan sekitar 30 hingga 35 psikolog klinis. Tugas mereka adalah mendampingi, bercerita, menghibur, dan membantu anak-anak agar tetap ceria, karena dampak bencana tidak selalu terlihat secara fisik,” ujarnya.

  • Rusia Kirim Kapal Selam Tempur Kawal Kapal Tankernya Coba Disita AS di Laut Venezuela

    Rusia Kirim Kapal Selam Tempur Kawal Kapal Tankernya Coba Disita AS di Laut Venezuela

    Rusia Kirim Kapal Selam Tempur Kawal Kapal Tankernya Coba Disita AS di Laut Venezuela

  • Ikuti Reformasi Global, BI Ungkap Alasan Penggantian JIBOR ke INDONIA

    Ikuti Reformasi Global, BI Ungkap Alasan Penggantian JIBOR ke INDONIA

    JAKARTA – Bank Indonesia (BI) secara resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) mulai 1 Januari 2026 dan sebagai penggantinya, pasar keuangan nasional kini menggunakan Indonesia Overnight Index Average (INDONIA), yakni suku bunga acuan rupiah yang disusun berdasarkan transaksi pinjam-meminjam antarbank yang benar-benar terjadi.

    Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Arief Rachman menjelaskan bahwa INDONIA dinilai lebih presisi, objektif, serta mampu merefleksikan kondisi likuiditas pasar yang sesungguhnya.

    Menurutnya penerapan INDONIA juga menjadi bagian dari reformasi suku bunga acuan yang mengikuti praktik terbaik internasional guna memperdalam dan memperkuat pasar keuangan Indonesia.

    Menurut Arief, INDONIA menawarkan tingkat transparansi dan kredibilitas yang lebih tinggi sehingga layak dijadikan referensi oleh pelaku pasar.

    “Jadi yang kita lakukan di Indonesia ini, ketika kita menghentikan JIBOR, memperkenalkan INDONIA, ini merupakan bagian dari global benchmark reform di dunia. Jadi bukan pandai-pandaian BI, tapi ini merupakan suatu reformasi di pasar keuangan global,” kata Arief dalam Taklimat Medi, Rabu, 7 Januari.

    Ia menjelaskan sebelum JIBOR digunakan, pasar keuangan global mengenal London Interbank Offered Rate (LIBOR) sebagai suku bunga acuan yang memiliki karakteristik serupa dengan JIBOR dan selama bertahun-tahun menjadi rujukan utama industri keuangan dunia, terutama untuk pinjaman jangka pendek antar lembaga keuangan dengan tenor mulai dari satu hari hingga satu tahun.

    Arief menambahkan dalam perkembangannya, LIBOR yang ditetapkan berdasarkan kuotasi bank kontributor terbukti rentan terhadap manipulasi.

    “Di 2012 ini terungkap bahwa memang kemudian ada yang namanya fraud, fraud terkait dengan LIBOR. Fraudnya bagaimana? Karena sifatnya ini merupakan suku bunga yang berdasarkan overtrade yang ditawarkan, jadi mereka bisa mengubah,” jelasnya.

    Ia menjelaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA), merespons dengan mengganti pengelola LIBOR dari British Bankers Association (BBA) ke Intercontinental Exchange Benchmark Administration (IBA) pada 2014.

    Kendati demikian, Arief menyampaikan upaya tersebut belum sepenuhnya memulihkan kepercayaan pasar dan hingga akhirnya FCA memutuskan bahwa bank-panel tidak lagi diwajibkan mendukung LIBOR setelah 31 Desember 2021.

    “Beberapa negara juga mulai memperkenalkan, negara-negara lain itu mulai memperkenalkan pengganti LIBOR. Posisinya dibandingkan negara lain, kita relatif tidak terlalu depan, tidak terlalu belakang. Kita posisinya nomor empat,” tuturnya.

    Sebagai respons atas kelemahan tersebut, Arief menambahkan bahwa BI memperkenalkan INDONIA, yaitu indeks suku bunga yang berasal dari transaksi pinjam-meminjam rupiah tanpa agunan antarbank untuk tenor overnight.

    Menurutnya seluruh transaksi tersebut dilaporkan oleh bank kepada BI, sehingga suku bunga yang terbentuk benar-benar mencerminkan mekanisme pasar.

    Adapun, INDONIA dihitung menggunakan metode rata-rata tertimbang berdasarkan nilai nominal transaksi (volume-weighted average) dari seluruh transaksi yang terjadi pada hari berjalan dan data transaksi dilaporkan melalui sistem laporan harian bank umum dalam rentang waktu pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, dengan fasilitas koreksi daring hingga pukul 19.00 WIB.

    Arief menyampaikan reformasi suku bunga acuan ini telah disiapkan BI sejak beberapa tahun lalu untuk memastikan transisi yang mulus dari JIBOR ke INDONIA.

    Adapun, publikasi operasional INDONIA telah dimulai sejak 1 Agustus 2018 dan berjalan paralel dengan JIBOR hingga pengakhiran JIBOR diumumkan secara resmi pada 27 September 2024.

    Selain itu, proses transisi ini turut dilengkapi dengan Panduan Transisi Pengakhiran JIBOR yang disusun oleh National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR).

    Disisi lain, pelaku pasar telah secara bertahap beralih menggunakan INDONIA dan Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai kontrak keuangan yang jatuh tempo sebelum 31 Desember 2025 dan masih menggunakan JIBOR sebagai acuan tercatat turun signifikan sebesar 67,7 persen, dari Rp140,37 triliun pada September 2024 menjadi Rp45,28 triliun pada September 2025.

    Sementara itu, nilai kontrak yang telah memiliki fallback rate yakni suku bunga pengganti yang disepakati apabila JIBOR dihentikan untuk kontrak yang jatuh tempo setelah 31 Desember 2025 justru meningkat 35,9 persen, dari Rp164,48 triliun menjadi Rp223,76 triliun pada periode yang sama.

    Sejalan dengan meningkatnya transparansi, kinerja Pasar Uang Antarbank (PUAB) juga menunjukkan tren positif yaitu hingga 19 Desember 2025, rata-rata transaksi pinjam-meminjam antarbank dalam rupiah mencapai sekitar Rp15,4 triliun per hari, atau setara dengan 63,5 persen dari total transaksi pasar uang.

  • KPK Sebut Penghitungan Kerugian Negara Dugaan Korupsi Kuota Haji Penting untuk Penuhi Syarat Penetapan Tersangka

    KPK Sebut Penghitungan Kerugian Negara Dugaan Korupsi Kuota Haji Penting untuk Penuhi Syarat Penetapan Tersangka

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penetapan tersangka dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024 menunggu penghitungan kerugian negara.

    Hal ini disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto yang disinggung soal dalih menunggu penghitungan kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menetapkan tersangka. Padahal, ada sejumlah kasus di KPK yang sudah ditetapkan tersangkanya meski proses tersebut belum selesai dilakukan oleh auditor yang berwenang.

    “Bukan menunggu secara final, gitu, ya. Bukan seperti itu. Tetapi ada hal-hal yang ingin memastikan bahwa segala sesuatunya itu secara pembuktian, secara pemeriksaan itu semuanya memang memenuhi syarat,” kata Setyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Januari.

    Setyo mengklaim pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan kasus korupsi kuota haji. “Ya, nanti kita tunggu saja lah,” tegasnya.

    “Nanti ada ada update, ada informasi yang akan disampaikan. Proses masih berjalan, tahapan-tahapan sedang dikerjakan.Penyidik pastinya melakukan kerjaan sesuai dengan apa yang menjadi tugas atau kewenangannya dan menurut saya itu tidak ada masalah waktu,” sambung Setyo yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK.

    Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menerangkang koordinasi dengan BPK sudah berjalan dan sudah ada kesepakatan penghitungan kerugian negara akan dihitung dengan metode tertentu. Tapi, dia tidak menjelaskan secara detail.

    “Yang pasti sudah ada komunikasi tim dengan tim BPK, yang insyaaallah, sudah ada kesepakatan bersama bahwa itu bisa dihitung. Itu saja,” tegas Fitroh di lokasi yang sama.

    Diberitakan sebelumnya, KPK telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) umum dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan haji periode 2023-2024 pada 7 Agustus 2025. Lembaga ini beralasan penerbitan itu dilakukan supaya mereka bisa melakukan upaya paksa permintaan keterangan maupun penggeledahan.

    Sprindik umum tersebut menggunakan Pasal 2 Ayat 1 dan/atau Pasal 3 UU nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2021 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Artinya, ada kerugian negara yang terjadi akibat praktik korupsi ini.

    KPK menyebut kerugian negara dalam kasus korupsi kuota dan penyelenggaraan haji periode 2023-2024 ini disebut mencapai Rp1 triliun lebih. Dugaan tersebut berawal dari pemberian 20.000 kuota haji tambahan dari pemerintah Arab Saudi bagi Indonesia untuk mengurangi antrean jamaah.

    Hanya saja, belakangan pembagiannya ternyata bermasalah karena dibagi sama rata, yakni 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus.

    Padahal, berdasarkan perundangan, pembagian seharusnya 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus.

    Dalam perjalanan kasus ini, sejumlah pihak sudah diperiksa. Di antaranya eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hingga agen travel atau travel agent penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), termasuk Fuad Hasan Masyhur selaku bos Maktour.

    Kemudian bukti juga sudah didapat penyidik setelah melakukan serangkaian penggeledahan di berbagai lokasi. Rumah Yaqut juga pernah ikut digeledah dan ditemukan dokumen.

  • Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi Pascabencana Diketuai Mendagri

    Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi Pascabencana Diketuai Mendagri

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua dan Richard Tampubolon sebagai Wakil Ketua.

    Pembentukan satgas sekaligus penunjukan Tito sebagai Ketua Satgas diputuskan Presiden Prabowo dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

    “Bapak Presiden telah memutuskan untuk membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Selasa, 6 Januari dilansir ANTARA.

    “Beliau menunjuk Bapak Tito Karnavian, Mendagri, sebagai Ketua Satgas yang didampingi Wakil Ketua Satgas Bapak Richard Tampubolon, kemudian dibantu Dewan Pengarah yang akan diketuai Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno),” imbuhnya

    Prasetyo menyampaikan pembentukan satgas tersebut bertujuanmempercepat penanganan dampak bencana yang terjadi di tiga provinsi dengan cakupan wilayah terdampak yang luas.

    Dia mengatakan penunjukan Tito sebagai Ketua Satgas karena Presiden Prabowo menilai koordinasi lintas daerah dan kementerian akan lebih efektif apabila berada di bawah kepemimpinan Mendagri.

    Prasetyo menuturkan prioritas awal satgas difokuskan pada pembangunan hunian sementara dan permanen bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian.

    Sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk kepolisian, telah melaporkan keterlibatan dalam bantuan dan pembangunan hunian, sementara Kementerian Pekerjaan Umum menyusun rencana penanganan berdasarkan rekap data kerusakan.

    “Tadi beberapa melaporkan hampir seluruh kementerian, selain Danantara, memberikan bantuan atau membangun hunian, kemudian juga kepolisian ikut membangun hunian, kemudian PU juga sudah merencanakan berdasarkan data rekap yang sudah diterima, baik yang rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat,” kata Prasetyo.

    Untuk rumah dengan kerusakan ringan dan sedang, pemerintah menyiapkan realisasi kompensasi dalam waktu secepatnya agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.

    Prasetyo mengatakan satgas tersebut ditarget untuk bekerja secepat-cepatnya dalam merehabilitasi dan merekonstruksi tiga wilayah terdampak bencana.

    “Kalau target secepat-cepatnya, tahapan sudah ada,” katanya.

  • Bassist Led Zeppelin Lelang Barang di Studio, Termasuk Koleksi Ikonik bersama Dave Grohl

    Bassist Led Zeppelin Lelang Barang di Studio, Termasuk Koleksi Ikonik bersama Dave Grohl

  • Jadwal 8 Wakil Indonesia pada Hari Kedua Malaysia Open 2026

    Jadwal 8 Wakil Indonesia pada Hari Kedua Malaysia Open 2026

    JAKARTA – Indonesia masih punya delapan wakil yang akan berjuang di babak pertama Malaysia Open 2026 setelah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang membuka perjuangan harus tersingkir paling awal.

    Pertandingan hari kedua di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Rabu, 7 Januari 2026, akan dimulai pada pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 08.00 WIB. Indonesia dipastikan sudah punya satu tiket babak kedua dari ajang berlevel Super 1000 BWF itu.

    Kepastian itu karena ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani saling berhadapan. Kedua pasangan ini akan membuka perjuangan wakil Indonesia pada hari kedua turnamen. Mereka turun pada partai keempat di Lapangan 3.

    Setelah itu, giliran ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang beraksi.

    Febriana/Meilysa bersua dengan Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela dari India, sementara Fajar/Fikri akan menghadapi pasangan China Taipei, yakni Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee.

    Pertandingan berikutnya menampilkan aksi dari ganda campuran Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Mereka bertemu dengan Julien Maio/Lea Palermo dari Perancis.

    Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie lalu turun setelahnya. Peraih medali emas Asian Games 2018 dan unggulan keempat tersebut berjumpa dengan Lee Chia Hao (China Taipei).

    Perjuangan wakil Indonesia lalu ditutup dengan penampilan Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani. Alwi akan mendapat ujian berat melawan unggulan ketujuh Alex Lanier (Perancis), sementara Putri bertemu dengan Manami Suizu (Jepang).

    Sementara itu, pada hari ini Indonesia telah kehilangan ganda campuran Jafar/Felisha. Pasangan itu tersingkir usai ditekuk oleh Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia).

    Jadwal Wakil Indonesia di Malaysia Open 2026

    Lapangan 1

    Match 5: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela (India)Match 10: Alwi Farhan vs Alex Lanier (Perancis)

    Lapangan 2

    Match 5: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee (China Taipei)

    Lapangan 3

    Match 4: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia)Match 8: Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata vs Julien Maio/Lea Palermo (Perancis)Match 9: Jonatan Christie vs Lee Chia Hao (China Taipei)Match 10: Putri Kusuma Wardani vs Manami Suizu (Jepang)

  • Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Tumbuhan di Muka Bumi? Ini Dampak Mengerikan bagi Kehidupan

    Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Tumbuhan di Muka Bumi? Ini Dampak Mengerikan bagi Kehidupan

    YOGYAKARTA – Tumbuhan merupakan fondasi utama kehidupan di muka Bumi. Hampir semua makhluk hidup, termasuk manusia, bergantung secara langsung maupun tidak langsung pada keberadaan tumbuhan. Sayangnya, peran vital tumbuhan sering kali dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari.

    Tanpa disadari, tumbuhan tidak hanya menyediakan makanan dan oksigen, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem. Dari hutan hujan hingga tanaman kecil di pekarangan rumah, semuanya memiliki fungsi ekologis yang saling terhubung. Jika satu elemen ini hilang, dampaknya akan merembet ke seluruh sistem kehidupan.

    Lantas, apa yang terjadi jika tidak ada tumbuhan di muka Bumi? Dilansir dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

    Yang Terjadi Jika Tidak Ada Tumbuhan di Muka Bumi

    Hilangnya Sumber Oksigen di Bumi

    Jika tidak ada tumbuhan di muka Bumi, produksi oksigen akan berhenti sepenuhnya. Tumbuhan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis yang sangat penting bagi pernapasan manusia dan hewan. Tanpa oksigen yang cukup, kehidupan tidak akan dapat bertahan lama.

    Manusia dan hewan membutuhkan oksigen untuk menjalankan fungsi tubuhnya. Tanpa pasokan oksigen baru, kadar oksigen di atmosfer akan terus menurun. Pada akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan kematian massal makhluk hidup.

    Laut memang memiliki fitoplankton sebagai penghasil oksigen, tetapi jumlahnya tidak akan cukup tanpa dukungan ekosistem darat. Ketidakseimbangan ini akan mempercepat kehancuran sistem pernapasan global. Bumi akan berubah menjadi planet yang tidak layak huni.

    Runtuhnya Rantai Makanan

    Tumbuhan merupakan produsen utama dalam rantai makanan. Tanpa tumbuhan, hewan herbivora tidak akan memiliki sumber makanan. Akibatnya, populasi hewan pemakan tumbuhan akan punah terlebih dahulu.

    Kepunahan hewan herbivora akan berdampak langsung pada hewan karnivora. Predator tidak lagi memiliki mangsa untuk bertahan hidup. Rantai makanan pun runtuh secara total.

    Manusia sebagai bagian dari rantai makanan juga akan terdampak. Tanpa tumbuhan, sumber pangan utama seperti padi, gandum, buah, dan sayuran akan hilang. Kelaparan global tidak dapat dihindari.

    Dampak Besar terhadap Iklim Global

    Jika tidak ada tumbuhan di muka Bumi, kadar karbon dioksida di atmosfer akan meningkat drastis. Tumbuhan berperan sebagai penyerap karbon alami yang menahan laju pemanasan global. Tanpa mereka, gas rumah kaca akan terus menumpuk.

    Peningkatan karbon dioksida akan mempercepat perubahan iklim ekstrem. Suhu global akan naik lebih cepat dan tidak terkendali. Gelombang panas, badai besar, dan kekeringan akan semakin sering terjadi.

    Kondisi iklim yang tidak stabil akan menyulitkan kehidupan manusia. Sumber air bersih akan terganggu dan banyak wilayah menjadi tidak layak huni. Migrasi besar-besaran akibat iklim pun tidak terhindarkan.

    Kerusakan Tanah dan Siklus Air

    Tumbuhan memiliki peran penting dalam menjaga struktur tanah. Akar tanaman membantu menahan tanah agar tidak mudah tererosi oleh air dan angin. Tanpa tumbuhan, tanah akan menjadi tandus dan mudah rusak.

    Selain itu, tumbuhan berperan dalam siklus air melalui proses transpirasi. Proses ini membantu pembentukan awan dan hujan. Jika tumbuhan hilang, pola hujan akan berubah secara drastis.

    Akibatnya, beberapa wilayah akan mengalami kekeringan ekstrem, sementara wilayah lain rawan banjir. Ketidakseimbangan siklus air ini akan memperparah krisis lingkungan. Kehidupan manusia pun semakin terancam.

    Dampak Langsung bagi Kehidupan Manusia

    Kehidupan manusia sangat bergantung pada tumbuhan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tanpa tumbuhan, manusia akan kehilangan sumber pangan, oksigen, dan bahan baku industri. Kehidupan tidak akan dapat berjalan.

    Sektor pertanian akan runtuh sepenuhnya. Industri makanan, obat-obatan, dan tekstil juga akan terdampak besar. Perekonomian global akan mengalami kehancuran.

    Pada akhirnya, manusia tidak akan mampu bertahan hidup dalam jangka panjang. Tanpa tumbuhan, Bumi bukan lagi rumah yang aman. Kehidupan seperti yang kita kenal saat ini akan berakhir.

    Karena itu, menjaga dan melestarikan tumbuhan adalah tanggung jawab bersama. Perlindungan hutan dan lingkungan bukan hanya demi alam, tetapi demi masa depan manusia. Tanpa tumbuhan, tidak akan ada kehidupan di muka Bumi.

    Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

  • PBSI Hapus Promosi dan Degradasi Atlet Pelatnas Cipayung

    PBSI Hapus Promosi dan Degradasi Atlet Pelatnas Cipayung

    JAKARTA — Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) secara resmi meniadakan promosi dan degradasi atlet di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung yang lazim dilakukan pada akhir tahun.

    Keputusan strategis terkait arah pembinaan tersebut dilakukan setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap struktur Pelatnas PBSI, performa atlet, beban kompetisi, dan efektivitas program jangka panjang.

    Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menyampaikan bahwa keputusan ini bukan berarti federasi menurunkan standar atau meniadakan evaluasi. Ia memastikan evaluasi seorang atlet ditentukan oleh key performance indicator (KPI) yang sudah ditentukan oleh pelatihnya masing-masing.

    “Jika seorang atlet tidak mencapai KPI yang telah ditetapkan maka akan terkena degradasi. Karena itu, jangka waktu degradasi setiap atlet akan berbeda tergantung dari KPI mereka masing-masing,” ujar dia dalam keterangan yang diterima.

    Adapun untuk sistem promosi akan dilakukan lewat mekanisme seleksi nasional (seleknas) PBSI yang akan dilaksanakan setiap awal tahun.

    Jumlah pengambilan pemain harus sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI dan disesuaikan dengan kebutuhan atlet di Pelatnas Cipayung.

    Keputusan ini merupakan bagian dari penataan ulang strategi pembinaan untuk memastikan seluruh atlet Pelatnas PBSI dapat memperkuat stabilitas pembinaan dan menjaga kesinambungan program latihan.

    PBSI sebelumnya telah menetapkan peraturan organisasi (PO) 012 Tahun 2025 yang mengatur ketentuan terkait mekanisme rekrutmen, promosi, dan degradasi atlet serta pelatih Pelatnas Cipayung.

    Aturan itu mengatur jumlah peserta seleknas terdiri dari 16 atlet tunggal dan 16 pasang atlet ganda. Peserta itu datang dari Kejurnas (Kejuaaan Nasional) Taruna, peringkat nasional terbaik, serta atlet hasil pemantauan tim pemandu bakat yang memenuhi syarat administrasi dan verifikasi usia.

    “Peraturan ini menjadi acuan bersama agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja, prestasi, dan evaluasi yang terukur sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi bulu tangkis Indonesia secara berkelanjutan,” kata Eng Hian.

  • AS Perketat Blokade Minyak, Belasan Kapal Tanker Tinggalkan Venezuela

    AS Perketat Blokade Minyak, Belasan Kapal Tanker Tinggalkan Venezuela

    AKARTA – Sebanyak 16 kapal tanker minyak yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dilaporkan telah meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Venezuela dalam beberapa hari terakhir.

    Anadolu mengutip laporan The New York Times, mengatakan langkah tersebut diduga sebagai upaya untuk menghindari blokade laut yang diberlakukan AS terhadap ekspor minyak Venezuela.

    Berdasarkan citra satelit, data pelayaran, serta informasi dari sumber industri, empat kapal terlacak berlayar di sebelah timur pantai Venezuela sambil menyamarkan identitas atau memalsukan lokasi mereka. Taktik ini dikenal sebagaispoofing.

    Selain itu, sebanyak 12 tanker lainnya dilaporkan berhenti menyiarkan sinyal pelacakan sama sekali dan tidak lagi terdeteksi dalam citra satelit berikutnya.

    Dilansir ANTARA, Selasa, 6 Januari, laporan itu menyebut 15 dari 16 kapal yang bergerak pada Sabtu (3/1) lalu telah dikenai sanksi AS karena sebelumnya mengangkut minyak dari Iran dan Rusia.

    Sumber industri mengungkapkan keempat kapal yang terlacak tersebut berangkat tanpa izin dari otoritas sementara Venezuela yang mengawasi sektor minyak.

    Seluruh kapal itu telah berlabuh di terminal ekspor selama berminggu-minggu sebelum meninggalkan pelabuhan pada akhir pekan.

    Amerika Serikat memberlakukan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi pada 16 Desember, dengan tujuan memutus aliran pendapatan negara tersebut.

    Pejabat AS mengatakan penegakan aturan difokuskan pada kapal-kapal armada bayangan yang terkena sanksi, sementara ekspor terbatas oleh perusahaan AS tetap diperbolehkan.

    Sejak blokade diberlakukan, pasukan AS telah menyita atau mencegat sejumlah kapal tanker yang mencoba mengangkut minyak mentah Venezuela.

    Venezuela sedang berada di bawah tekanan untuk segera menyalurkan minyak mentahnya karena fasilitas penyimpanan hampir mencapai kapasitas maksimum sejak blokade dimulai. Sementara itu, penghentian produksi berisiko merusak penyimpanan serta infrastruktur minyak negara itu.