Author: Voi.id

  • KPK Sebut Penghitungan Kerugian Negara Dugaan Korupsi Kuota Haji Penting untuk Penuhi Syarat Penetapan Tersangka

    KPK Sebut Penghitungan Kerugian Negara Dugaan Korupsi Kuota Haji Penting untuk Penuhi Syarat Penetapan Tersangka

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penetapan tersangka dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024 menunggu penghitungan kerugian negara.

    Hal ini disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto yang disinggung soal dalih menunggu penghitungan kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menetapkan tersangka. Padahal, ada sejumlah kasus di KPK yang sudah ditetapkan tersangkanya meski proses tersebut belum selesai dilakukan oleh auditor yang berwenang.

    “Bukan menunggu secara final, gitu, ya. Bukan seperti itu. Tetapi ada hal-hal yang ingin memastikan bahwa segala sesuatunya itu secara pembuktian, secara pemeriksaan itu semuanya memang memenuhi syarat,” kata Setyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Januari.

    Setyo mengklaim pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan kasus korupsi kuota haji. “Ya, nanti kita tunggu saja lah,” tegasnya.

    “Nanti ada ada update, ada informasi yang akan disampaikan. Proses masih berjalan, tahapan-tahapan sedang dikerjakan.Penyidik pastinya melakukan kerjaan sesuai dengan apa yang menjadi tugas atau kewenangannya dan menurut saya itu tidak ada masalah waktu,” sambung Setyo yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK.

    Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menerangkang koordinasi dengan BPK sudah berjalan dan sudah ada kesepakatan penghitungan kerugian negara akan dihitung dengan metode tertentu. Tapi, dia tidak menjelaskan secara detail.

    “Yang pasti sudah ada komunikasi tim dengan tim BPK, yang insyaaallah, sudah ada kesepakatan bersama bahwa itu bisa dihitung. Itu saja,” tegas Fitroh di lokasi yang sama.

    Diberitakan sebelumnya, KPK telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) umum dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan haji periode 2023-2024 pada 7 Agustus 2025. Lembaga ini beralasan penerbitan itu dilakukan supaya mereka bisa melakukan upaya paksa permintaan keterangan maupun penggeledahan.

    Sprindik umum tersebut menggunakan Pasal 2 Ayat 1 dan/atau Pasal 3 UU nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2021 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Artinya, ada kerugian negara yang terjadi akibat praktik korupsi ini.

    KPK menyebut kerugian negara dalam kasus korupsi kuota dan penyelenggaraan haji periode 2023-2024 ini disebut mencapai Rp1 triliun lebih. Dugaan tersebut berawal dari pemberian 20.000 kuota haji tambahan dari pemerintah Arab Saudi bagi Indonesia untuk mengurangi antrean jamaah.

    Hanya saja, belakangan pembagiannya ternyata bermasalah karena dibagi sama rata, yakni 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus.

    Padahal, berdasarkan perundangan, pembagian seharusnya 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus.

    Dalam perjalanan kasus ini, sejumlah pihak sudah diperiksa. Di antaranya eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hingga agen travel atau travel agent penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), termasuk Fuad Hasan Masyhur selaku bos Maktour.

    Kemudian bukti juga sudah didapat penyidik setelah melakukan serangkaian penggeledahan di berbagai lokasi. Rumah Yaqut juga pernah ikut digeledah dan ditemukan dokumen.

  • Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi Pascabencana Diketuai Mendagri

    Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi Pascabencana Diketuai Mendagri

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua dan Richard Tampubolon sebagai Wakil Ketua.

    Pembentukan satgas sekaligus penunjukan Tito sebagai Ketua Satgas diputuskan Presiden Prabowo dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

    “Bapak Presiden telah memutuskan untuk membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Selasa, 6 Januari dilansir ANTARA.

    “Beliau menunjuk Bapak Tito Karnavian, Mendagri, sebagai Ketua Satgas yang didampingi Wakil Ketua Satgas Bapak Richard Tampubolon, kemudian dibantu Dewan Pengarah yang akan diketuai Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno),” imbuhnya

    Prasetyo menyampaikan pembentukan satgas tersebut bertujuanmempercepat penanganan dampak bencana yang terjadi di tiga provinsi dengan cakupan wilayah terdampak yang luas.

    Dia mengatakan penunjukan Tito sebagai Ketua Satgas karena Presiden Prabowo menilai koordinasi lintas daerah dan kementerian akan lebih efektif apabila berada di bawah kepemimpinan Mendagri.

    Prasetyo menuturkan prioritas awal satgas difokuskan pada pembangunan hunian sementara dan permanen bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian.

    Sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk kepolisian, telah melaporkan keterlibatan dalam bantuan dan pembangunan hunian, sementara Kementerian Pekerjaan Umum menyusun rencana penanganan berdasarkan rekap data kerusakan.

    “Tadi beberapa melaporkan hampir seluruh kementerian, selain Danantara, memberikan bantuan atau membangun hunian, kemudian juga kepolisian ikut membangun hunian, kemudian PU juga sudah merencanakan berdasarkan data rekap yang sudah diterima, baik yang rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat,” kata Prasetyo.

    Untuk rumah dengan kerusakan ringan dan sedang, pemerintah menyiapkan realisasi kompensasi dalam waktu secepatnya agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.

    Prasetyo mengatakan satgas tersebut ditarget untuk bekerja secepat-cepatnya dalam merehabilitasi dan merekonstruksi tiga wilayah terdampak bencana.

    “Kalau target secepat-cepatnya, tahapan sudah ada,” katanya.

  • Bassist Led Zeppelin Lelang Barang di Studio, Termasuk Koleksi Ikonik bersama Dave Grohl

    Bassist Led Zeppelin Lelang Barang di Studio, Termasuk Koleksi Ikonik bersama Dave Grohl

  • Jadwal 8 Wakil Indonesia pada Hari Kedua Malaysia Open 2026

    Jadwal 8 Wakil Indonesia pada Hari Kedua Malaysia Open 2026

    JAKARTA – Indonesia masih punya delapan wakil yang akan berjuang di babak pertama Malaysia Open 2026 setelah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang membuka perjuangan harus tersingkir paling awal.

    Pertandingan hari kedua di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Rabu, 7 Januari 2026, akan dimulai pada pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 08.00 WIB. Indonesia dipastikan sudah punya satu tiket babak kedua dari ajang berlevel Super 1000 BWF itu.

    Kepastian itu karena ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani saling berhadapan. Kedua pasangan ini akan membuka perjuangan wakil Indonesia pada hari kedua turnamen. Mereka turun pada partai keempat di Lapangan 3.

    Setelah itu, giliran ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang beraksi.

    Febriana/Meilysa bersua dengan Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela dari India, sementara Fajar/Fikri akan menghadapi pasangan China Taipei, yakni Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee.

    Pertandingan berikutnya menampilkan aksi dari ganda campuran Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Mereka bertemu dengan Julien Maio/Lea Palermo dari Perancis.

    Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie lalu turun setelahnya. Peraih medali emas Asian Games 2018 dan unggulan keempat tersebut berjumpa dengan Lee Chia Hao (China Taipei).

    Perjuangan wakil Indonesia lalu ditutup dengan penampilan Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani. Alwi akan mendapat ujian berat melawan unggulan ketujuh Alex Lanier (Perancis), sementara Putri bertemu dengan Manami Suizu (Jepang).

    Sementara itu, pada hari ini Indonesia telah kehilangan ganda campuran Jafar/Felisha. Pasangan itu tersingkir usai ditekuk oleh Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia).

    Jadwal Wakil Indonesia di Malaysia Open 2026

    Lapangan 1

    Match 5: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela (India)Match 10: Alwi Farhan vs Alex Lanier (Perancis)

    Lapangan 2

    Match 5: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee (China Taipei)

    Lapangan 3

    Match 4: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia)Match 8: Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata vs Julien Maio/Lea Palermo (Perancis)Match 9: Jonatan Christie vs Lee Chia Hao (China Taipei)Match 10: Putri Kusuma Wardani vs Manami Suizu (Jepang)

  • Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Tumbuhan di Muka Bumi? Ini Dampak Mengerikan bagi Kehidupan

    Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Tumbuhan di Muka Bumi? Ini Dampak Mengerikan bagi Kehidupan

    YOGYAKARTA – Tumbuhan merupakan fondasi utama kehidupan di muka Bumi. Hampir semua makhluk hidup, termasuk manusia, bergantung secara langsung maupun tidak langsung pada keberadaan tumbuhan. Sayangnya, peran vital tumbuhan sering kali dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari.

    Tanpa disadari, tumbuhan tidak hanya menyediakan makanan dan oksigen, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem. Dari hutan hujan hingga tanaman kecil di pekarangan rumah, semuanya memiliki fungsi ekologis yang saling terhubung. Jika satu elemen ini hilang, dampaknya akan merembet ke seluruh sistem kehidupan.

    Lantas, apa yang terjadi jika tidak ada tumbuhan di muka Bumi? Dilansir dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

    Yang Terjadi Jika Tidak Ada Tumbuhan di Muka Bumi

    Hilangnya Sumber Oksigen di Bumi

    Jika tidak ada tumbuhan di muka Bumi, produksi oksigen akan berhenti sepenuhnya. Tumbuhan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis yang sangat penting bagi pernapasan manusia dan hewan. Tanpa oksigen yang cukup, kehidupan tidak akan dapat bertahan lama.

    Manusia dan hewan membutuhkan oksigen untuk menjalankan fungsi tubuhnya. Tanpa pasokan oksigen baru, kadar oksigen di atmosfer akan terus menurun. Pada akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan kematian massal makhluk hidup.

    Laut memang memiliki fitoplankton sebagai penghasil oksigen, tetapi jumlahnya tidak akan cukup tanpa dukungan ekosistem darat. Ketidakseimbangan ini akan mempercepat kehancuran sistem pernapasan global. Bumi akan berubah menjadi planet yang tidak layak huni.

    Runtuhnya Rantai Makanan

    Tumbuhan merupakan produsen utama dalam rantai makanan. Tanpa tumbuhan, hewan herbivora tidak akan memiliki sumber makanan. Akibatnya, populasi hewan pemakan tumbuhan akan punah terlebih dahulu.

    Kepunahan hewan herbivora akan berdampak langsung pada hewan karnivora. Predator tidak lagi memiliki mangsa untuk bertahan hidup. Rantai makanan pun runtuh secara total.

    Manusia sebagai bagian dari rantai makanan juga akan terdampak. Tanpa tumbuhan, sumber pangan utama seperti padi, gandum, buah, dan sayuran akan hilang. Kelaparan global tidak dapat dihindari.

    Dampak Besar terhadap Iklim Global

    Jika tidak ada tumbuhan di muka Bumi, kadar karbon dioksida di atmosfer akan meningkat drastis. Tumbuhan berperan sebagai penyerap karbon alami yang menahan laju pemanasan global. Tanpa mereka, gas rumah kaca akan terus menumpuk.

    Peningkatan karbon dioksida akan mempercepat perubahan iklim ekstrem. Suhu global akan naik lebih cepat dan tidak terkendali. Gelombang panas, badai besar, dan kekeringan akan semakin sering terjadi.

    Kondisi iklim yang tidak stabil akan menyulitkan kehidupan manusia. Sumber air bersih akan terganggu dan banyak wilayah menjadi tidak layak huni. Migrasi besar-besaran akibat iklim pun tidak terhindarkan.

    Kerusakan Tanah dan Siklus Air

    Tumbuhan memiliki peran penting dalam menjaga struktur tanah. Akar tanaman membantu menahan tanah agar tidak mudah tererosi oleh air dan angin. Tanpa tumbuhan, tanah akan menjadi tandus dan mudah rusak.

    Selain itu, tumbuhan berperan dalam siklus air melalui proses transpirasi. Proses ini membantu pembentukan awan dan hujan. Jika tumbuhan hilang, pola hujan akan berubah secara drastis.

    Akibatnya, beberapa wilayah akan mengalami kekeringan ekstrem, sementara wilayah lain rawan banjir. Ketidakseimbangan siklus air ini akan memperparah krisis lingkungan. Kehidupan manusia pun semakin terancam.

    Dampak Langsung bagi Kehidupan Manusia

    Kehidupan manusia sangat bergantung pada tumbuhan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tanpa tumbuhan, manusia akan kehilangan sumber pangan, oksigen, dan bahan baku industri. Kehidupan tidak akan dapat berjalan.

    Sektor pertanian akan runtuh sepenuhnya. Industri makanan, obat-obatan, dan tekstil juga akan terdampak besar. Perekonomian global akan mengalami kehancuran.

    Pada akhirnya, manusia tidak akan mampu bertahan hidup dalam jangka panjang. Tanpa tumbuhan, Bumi bukan lagi rumah yang aman. Kehidupan seperti yang kita kenal saat ini akan berakhir.

    Karena itu, menjaga dan melestarikan tumbuhan adalah tanggung jawab bersama. Perlindungan hutan dan lingkungan bukan hanya demi alam, tetapi demi masa depan manusia. Tanpa tumbuhan, tidak akan ada kehidupan di muka Bumi.

    Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

  • PBSI Hapus Promosi dan Degradasi Atlet Pelatnas Cipayung

    PBSI Hapus Promosi dan Degradasi Atlet Pelatnas Cipayung

    JAKARTA — Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) secara resmi meniadakan promosi dan degradasi atlet di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung yang lazim dilakukan pada akhir tahun.

    Keputusan strategis terkait arah pembinaan tersebut dilakukan setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap struktur Pelatnas PBSI, performa atlet, beban kompetisi, dan efektivitas program jangka panjang.

    Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menyampaikan bahwa keputusan ini bukan berarti federasi menurunkan standar atau meniadakan evaluasi. Ia memastikan evaluasi seorang atlet ditentukan oleh key performance indicator (KPI) yang sudah ditentukan oleh pelatihnya masing-masing.

    “Jika seorang atlet tidak mencapai KPI yang telah ditetapkan maka akan terkena degradasi. Karena itu, jangka waktu degradasi setiap atlet akan berbeda tergantung dari KPI mereka masing-masing,” ujar dia dalam keterangan yang diterima.

    Adapun untuk sistem promosi akan dilakukan lewat mekanisme seleksi nasional (seleknas) PBSI yang akan dilaksanakan setiap awal tahun.

    Jumlah pengambilan pemain harus sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI dan disesuaikan dengan kebutuhan atlet di Pelatnas Cipayung.

    Keputusan ini merupakan bagian dari penataan ulang strategi pembinaan untuk memastikan seluruh atlet Pelatnas PBSI dapat memperkuat stabilitas pembinaan dan menjaga kesinambungan program latihan.

    PBSI sebelumnya telah menetapkan peraturan organisasi (PO) 012 Tahun 2025 yang mengatur ketentuan terkait mekanisme rekrutmen, promosi, dan degradasi atlet serta pelatih Pelatnas Cipayung.

    Aturan itu mengatur jumlah peserta seleknas terdiri dari 16 atlet tunggal dan 16 pasang atlet ganda. Peserta itu datang dari Kejurnas (Kejuaaan Nasional) Taruna, peringkat nasional terbaik, serta atlet hasil pemantauan tim pemandu bakat yang memenuhi syarat administrasi dan verifikasi usia.

    “Peraturan ini menjadi acuan bersama agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja, prestasi, dan evaluasi yang terukur sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi bulu tangkis Indonesia secara berkelanjutan,” kata Eng Hian.

  • AS Perketat Blokade Minyak, Belasan Kapal Tanker Tinggalkan Venezuela

    AS Perketat Blokade Minyak, Belasan Kapal Tanker Tinggalkan Venezuela

    AKARTA – Sebanyak 16 kapal tanker minyak yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dilaporkan telah meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Venezuela dalam beberapa hari terakhir.

    Anadolu mengutip laporan The New York Times, mengatakan langkah tersebut diduga sebagai upaya untuk menghindari blokade laut yang diberlakukan AS terhadap ekspor minyak Venezuela.

    Berdasarkan citra satelit, data pelayaran, serta informasi dari sumber industri, empat kapal terlacak berlayar di sebelah timur pantai Venezuela sambil menyamarkan identitas atau memalsukan lokasi mereka. Taktik ini dikenal sebagaispoofing.

    Selain itu, sebanyak 12 tanker lainnya dilaporkan berhenti menyiarkan sinyal pelacakan sama sekali dan tidak lagi terdeteksi dalam citra satelit berikutnya.

    Dilansir ANTARA, Selasa, 6 Januari, laporan itu menyebut 15 dari 16 kapal yang bergerak pada Sabtu (3/1) lalu telah dikenai sanksi AS karena sebelumnya mengangkut minyak dari Iran dan Rusia.

    Sumber industri mengungkapkan keempat kapal yang terlacak tersebut berangkat tanpa izin dari otoritas sementara Venezuela yang mengawasi sektor minyak.

    Seluruh kapal itu telah berlabuh di terminal ekspor selama berminggu-minggu sebelum meninggalkan pelabuhan pada akhir pekan.

    Amerika Serikat memberlakukan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi pada 16 Desember, dengan tujuan memutus aliran pendapatan negara tersebut.

    Pejabat AS mengatakan penegakan aturan difokuskan pada kapal-kapal armada bayangan yang terkena sanksi, sementara ekspor terbatas oleh perusahaan AS tetap diperbolehkan.

    Sejak blokade diberlakukan, pasukan AS telah menyita atau mencegat sejumlah kapal tanker yang mencoba mengangkut minyak mentah Venezuela.

    Venezuela sedang berada di bawah tekanan untuk segera menyalurkan minyak mentahnya karena fasilitas penyimpanan hampir mencapai kapasitas maksimum sejak blokade dimulai. Sementara itu, penghentian produksi berisiko merusak penyimpanan serta infrastruktur minyak negara itu.

  • Ciri-Ciri Anak Terkena Radang Tenggorokan yang Perlu Diwaspadai Orangtua

    Ciri-Ciri Anak Terkena Radang Tenggorokan yang Perlu Diwaspadai Orangtua

    YOGYAKARTA – Radang tenggorokan pada anak merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi pada anak, terutama pada musim hujan dan musim panas. Pada kedua musim ini, daya tahan tubuh anak cenderung menurun. Akibatnya, anak lebih mudah terserang penyakit, termasuk radang tenggorokan.

    Karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenali ciri-ciri anak terkena radang tenggorokan agar dapat ditangani dengan tepat sebelum kondisi anak semakin memburuk.

    Apa Itu Radang Tenggorokan?

    Dilansir dari Primaya Hospital, radang tenggorokan atau faringitis merupakan penyakit yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Virus penyebab flu, demam kelenjar, dan influenza sering menjadi pemicu utama munculnya radang tenggorokan pada anak. Infeksi ini menimbulkan rasa tidak nyaman di area tenggorokan.

    Selain virus, radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti streptokokus. Radang tenggorokan akibat bakteri biasanya menimbulkan nyeri yang lebih berat, terutama saat menelan. Karena itu, pengobatan yang tepat sangat diperlukan agar kondisi anak tidak semakin parah.

    Jika radang tenggorokan dibiarkan terlalu lama, anak berisiko mengalami penurunan berat badan. Rasa sakit saat menelan membuat anak malas makan dan minum. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi asupan nutrisi dan pertumbuhan anak.

    Ciri-Ciri Anak Terkena Radang Tenggorokan

    Ciri-ciri anak terkena radang tenggorokan di antaranya anak sering mengeluh tenggorokannya terasa sakit, terutama saat menelan makanan atau minuman, meskipun yang dikonsumsi adalah makanan lunak. Rasa nyeri ini menjadi tanda awal yang paling sering dirasakan.

    Gejala lain dan pembesaran kelenjar getah bening di leher. Orangtua biasanya melihat adanya tonjolan di sekitar leher anak. Selain itu, anak juga mudah merasa haus akibat tenggorokan yang terasa kering.

    Pada kondisi tertentu, radang tenggorokan menyebabkan perubahan pada rongga mulut, seperti muncul kemerahan di langit-langit mulut, pembesaran amandel atau muncul bercak putih hingga nanah. Suara anak juga bisa berubah menjadi serak dan terdengar tidak seperti biasanya.

    Jika anak mengalami salah satu atau beberapa dari gejala-gejala di atas, ada kemungkinan anak mengalami radang tenggorakan. Jika gejala tidak kunjung membaik atau semakin parah, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan dini akan mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.

    Penyebab Utama Munculnya Radang Tenggorokan

    Penyebab utama radang tenggorokan pada anak adalah bakteri Streptococcus dan virus mononukleosis. Selain itu, virus Covid-19 juga diketahui dapat menimbulkan gejala radang tenggorokan. Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan penderita.

    Selain infeksi, alergi juga dapat memicu radang tenggorokan. Anak yang terbiasa bernapas melalui mulut, terutama saat udara panas, lebih rentan mengalami radang tenggorokan. Jika kebiasaan ini tidak diubah, radang tenggorokan bisa terjadi berulang kali.

    Infeksi jamur juga menjadi salah satu penyebab yang perlu diwaspadai. Kondisi ini sering menyerang anak dengan sistem imun lemah atau yang menggunakan antibiotik dan steroid dalam jangka panjang. Selain itu, iritasi akibat GERD pada anak remaja juga dapat memicu radang tenggorokan.

    Pencegahan Radang Tenggorokan pada Anak

    Mencegah radang tenggorokan pada anak sebenarnya tidak sulit dan tidak selalu membutuhkan biaya besar. Orangtua dapat mulai dengan mengajarkan anak rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif mencegah penyebaran virus dan bakteri.

    Selain itu, anak perlu dibiasakan untuk tidak sering menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut. Orangtua juga harus memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh. Kebersihan barang-barang yang sering disentuh anak juga perlu diperhatikan.

    Penggunaan hand sanitizer dapat menjadi alternatif saat air bersih tidak tersedia. Terapkan etika batuk dengan menutup mulut agar cairan tidak menyebar ke udara. Membersihkan rumah secara rutin dengan disinfektan juga membantu mengurangi risiko infeksi.

    Demikian pembahasan ciri-ciri anak terkena radang tenggorokan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

  • Apa yang Terjadi Jika Makhluk Hidup Tidak Berkembang Biak? Begini Penjelasan Ilmiahnya

    Apa yang Terjadi Jika Makhluk Hidup Tidak Berkembang Biak? Begini Penjelasan Ilmiahnya

    YOGYAKARTA – Setiap makhluk hidup di dunia ini memiliki kemampuan untuk berkembang biak. Berkembang biak adalah salah satu aspek terpenting dalam siklus kehidupan, yang memastikan kelangsungan spesies di alam.

    Namun, apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak? Artikel ini akan membahas dampak dari tidak adanya reproduksi pada makhluk hidup dan implikasi yang mungkin timbul dari situasi tersebut.

    Fungsi dan Pentingnya Proses Berkembang Biak

    Proses berkembang biak, baik secara seksual maupun aseksual, memungkinkan individu dari suatu spesies untuk menghasilkan keturunan yang dapat melanjutkan kehidupan mereka. Berkembang biak merupakan salah satu mekanisme alamiah untuk mempertahankan spesies dalam jangka panjang. Tanpa proses ini, keberadaan spesies di dunia akan terganggu, bahkan bisa punah.

    Apa yang Terjadi Jika Makhluk Hidup Tidak Berkembang Biak?

    1. Punahnya Spesies

    Salah satu dampak utama dari apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak adalah punahnya spesies tersebut. Jika makhluk hidup tidak mampu menghasilkan keturunan, populasi spesies tersebut akan berkurang dan akhirnya menghilang. Reproduksi adalah kunci untuk menggantikan individu yang mati atau terluka. Tanpa reproduksi, spesies tidak dapat bertahan dalam waktu lama, karena tidak ada individu baru yang menggantikan yang telah tiada.

    Contoh nyata dari fenomena ini adalah banyaknya spesies langka dan terancam punah. Banyak spesies, seperti harimau Sumatra, panda, atau badak, yang populasi mereka terus menurun karena rendahnya angka kelahiran atau masalah dalam kemampuan berkembang biak.

    2. Gangguan Ekosistem

    Setiap spesies memainkan peran penting dalam ekosistem mereka. Jika suatu makhluk hidup tidak berkembang biak, jumlah individu dalam spesies tersebut akan menurun, yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Misalnya, jika predator tidak berkembang biak, jumlah mangsa mereka akan meningkat pesat, menyebabkan ketidakseimbangan dalam rantai makanan.

    Sebaliknya, jika spesies tumbuhan tidak dapat berkembang biak, maka penyerbukan yang bergantung pada mereka akan terganggu. Ini dapat menyebabkan kelangkaan makanan bagi hewan pemakan tumbuhan dan akhirnya mempengaruhi seluruh ekosistem. Tanpa reproduksi, semua hubungan simbiosis yang ada di alam bisa terancam.

    3. Mengurangi Keanekaragaman Hayati

    Keanekaragaman hayati merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas ekosistem. Apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak adalah berkurangnya

    keanekaragaman spesies. Semakin sedikit spesies yang mampu berkembang biak, semakin berkurang pula variasi dalam dunia fauna dan flora. Keanekaragaman hayati yang rendah dapat menyebabkan ekosistem yang kurang sehat, rentan terhadap penyakit, dan mudah rusak karena ketergantungan pada sedikit spesies.

    4. Penurunan Sumber Daya Alam

    Sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup juga akan terpengaruh jika spesies tidak berkembang biak. Banyak produk alam, seperti buah-buahan, biji-bijian, kayu, dan hasil laut, bergantung pada kelangsungan spesies yang memproduksi atau mengumpulkan sumber daya tersebut. Jika makhluk hidup tidak berkembang biak, maka pasokan sumber daya alam ini akan berkurang, yang dapat berdampak pada ekonomi global dan ketahanan pangan.

    Efek pada Penelitian dan Kemajuan Ilmu Pengetahuan

    Selain dampak terhadap alam, apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak juga bisa memengaruhi penelitian ilmiah. Banyak riset dalam bidang biologi, kedokteran, dan genetika dilakukan dengan mempelajari pola reproduksi makhluk hidup. Jika tidak ada perkembangan biak, kita kehilangan kesempatan untuk lebih memahami proses kehidupan, genetika, dan kemungkinan perbaikan dalam bidang kesehatan. Penelitian pada reproduksi juga penting untuk memperbaiki metode pengobatan atau konservasi spesies yang terancam punah.

    Faktor yang Menyebabkan Makhluk Hidup Tidak Berkembang Biak

    Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan makhluk hidup tidak berkembang biak. Salah satunya adalah faktor lingkungan, seperti polusi, perubahan iklim, atau kerusakan habitat alami yang mengganggu proses reproduksi. Misalnya, suhu yang meningkat dapat mempengaruhi masa bertelur beberapa spesies reptil. Penyakit juga bisa menjadi faktor yang memengaruhi kemampuan berkembang biak, baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan.

    Selain itu, perubahan genetik atau mutasi juga dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk berkembang biak. Pada hewan atau tumbuhan yang telah melalui perubahan lingkungan atau proses evolusi, beberapa individu mungkin kehilangan kemampuan untuk berkembang biak secara alami.

    Berkembang biak adalah proses vital bagi kelangsungan hidup setiap spesies di dunia ini. Apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak sangat berdampak pada kehidupan di Bumi. Dari punahnya spesies hingga ketidakseimbangan ekosistem, dampak dari ketidakmampuan berkembang biak sangat luas dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, menjaga keberagaman hayati, menjaga lingkungan, serta memahami proses-proses biologis yang terlibat dalam reproduksi adalah hal yang penting untuk memastikan bahwa kehidupan di planet ini tetap lestari. Selain itu, tahukah Anda Mengapa Makhluk Hidup Perlu Diklasifikasikan?

    Jadi setelah mengetahui apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!

  • Mengenal Pengaruh Gaya Pegas terhadap Gerak Benda dalam Fisika

    Mengenal Pengaruh Gaya Pegas terhadap Gerak Benda dalam Fisika

    YOGYAKARTA – Apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda? Pertanyaan ini sering muncul dalam pembelajaran fisika, terutama yang berkaitan dengan dinamika benda dan hukum gerak Newton. Gaya pegas adalah salah satu gaya elastis yang muncul ketika sebuah benda atau material, seperti pegas, ditekan, ditarik, atau diberi gaya untuk mengubah bentuknya.

    Ketika benda tersebut kembali ke bentuk semula, gaya pegas bekerja dengan cara yang dapat memengaruhi gerak benda tersebut. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana gaya pegas berperan dalam gerak benda dan prinsip-prinsip fisika yang terkait.

    Apa Itu Gaya Pegas?

    Gaya pegas adalah gaya yang dihasilkan oleh pegas atau benda elastis lainnya ketika diberi tekanan atau tarikan. Gaya ini bersifat elastis, artinya, benda akan kembali ke bentuk semula setelah gaya yang diberikan dihilangkan. Hukum Hooke menjelaskan hubungan antara gaya pegas dan perubahan panjang pegas tersebut. Secara matematis, hukum Hooke dituliskan sebagai:

    Dimana:

    ( F ) adalah gaya pegas,

    ( k ) adalah konstanta pegas,

    ( Δx) adalah perubahan panjang pegas (perpindahan dari posisi keseimbangan).

    Hukum ini menyatakan bahwa gaya yang diterapkan pada pegas berbanding lurus dengan perubahan panjangnya dan berlawanan arah dengan perubahan tersebut.

    Apa Pengaruh Gaya Pegas Terhadap Gerak Benda

    Apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda? Gaya pegas memiliki dampak langsung terhadap gerakan benda, baik itu dalam bentuk osilasi, percepatan, maupun kecepatan. Gaya ini berperan penting dalam beberapa jenis gerakan, seperti gerak harmonik sederhana (GHS), yang banyak ditemukan pada sistem pegas dan massa.

    Gerak Harmonik Sederhana

    Salah satu contoh paling sederhana tentang pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda adalah gerak harmonik sederhana (GHS). Ketika sebuah benda yang terhubung dengan pegas digeser dari posisi keseimbangannya, gaya pegas akan bekerja untuk mengembalikannya ke posisi semula. Gerakan ini bersifat periodik, dengan kecepatan dan percepatan yang bergantung pada konstanta pegas ( k ) dan massa benda.

    Sebagai contoh, jika sebuah massa digantung pada pegas dan ditarik ke bawah, maka massa tersebut akan bergerak naik turun secara berulang, membentuk gerak osilasi. Frekuensi dari gerakan ini dipengaruhi oleh massa dan konstanta pegas, yang dapat dihitung dengan rumus:

    Di mana:

    ( f ) adalah frekuensi osilasi,

    ( k ) adalah konstanta pegas,

    ( m ) adalah massa benda yang digantung.

    Percepatan dan Gaya

    Selain itu, gaya pegas terhadap gerak benda dapat memengaruhi percepatan benda. Ketika gaya pegas diterapkan pada benda yang lebih ringan atau lebih berat, percepatannya akan berbeda. Benda yang lebih ringan akan mengalami percepatan yang lebih besar dibandingkan benda yang lebih berat, karena gaya yang sama bekerja pada massa yang berbeda. Hal ini sesuai dengan hukum kedua Newton, yang menyatakan bahwa percepatan benda berbanding terbalik dengan massa benda.

    Sebagai contoh, pada sistem pegas dan massa, ketika gaya pegas diberikan, benda yang lebih ringan akan bergerak lebih cepat menuju posisi keseimbangannya, sementara benda yang lebih berat akan bergerak lebih lambat.

    Energi Potensial Pegas

    Gaya pegas juga mempengaruhi energi potensial yang disimpan dalam sistem pegas. Ketika pegas ditekan atau ditarik dari posisi keseimbangannya, energi potensial elastis akan tersimpan. Energi potensial ini dapat dihitung dengan rumus:Dimana:

    ( E_p ) adalah energi potensial,

    ( k ) adalah konstanta pegas,

    ( Δx)adalah perubahan panjang pegas.

    Energi potensial ini kemudian akan diubah menjadi energi kinetik saat benda bergerak kembali ke posisi keseimbangan. Proses ini mengarah pada gerakan osilasi yang terus berlangsung sampai gaya gesekan atau hambatan lainnya mengurangi energi sistem.

    Contoh Kasus Gaya Pegas dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda dapat dijelaskan lebih lanjut melalui beberapa contoh nyata. Salah satunya adalah sistem suspensi pada mobil. Suspensi mobil menggunakan pegas untuk meredam guncangan yang dihasilkan oleh permukaan jalan yang tidak rata. Ketika mobil melaju melalui jalan berlubang, pegas akan terkompresi dan kemudian kembali ke bentuk semula, mengurangi dampak guncangan pada kendaraan dan penumpang.

    Contoh lain adalah pada jam mekanik, di mana pegas digunakan untuk menggerakkan roda gigi yang memungkinkan jam berjalan. Dalam hal ini, gaya pegas mengatur gerakan osilasi yang menggerakkan jarum jam dengan akurat.

    Apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda? Gaya pegas berperan penting dalam gerakan benda, baik dalam sistem osilasi seperti gerak harmonik sederhana maupun dalam fenomena fisika lainnya. Gaya ini tidak hanya mempengaruhi percepatan benda, tetapi juga menyimpan energi potensial yang akan berubah menjadi energi kinetik saat benda bergerak. Dengan pemahaman tentang gaya pegas dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat lebih memahami bagaimana fisika bekerja dalam berbagai sistem mekanik. Selain itu, tahukah Anda Apa Itu Konversi Energi?

    Jadi setelah mengetahui apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!