Author: Voi.id

  • BPH Migas Perpanjang Relaksasi BBM untuk Percepat Pemulihan Energi di Aceh dan Sumatera

    BPH Migas Perpanjang Relaksasi BBM untuk Percepat Pemulihan Energi di Aceh dan Sumatera

    JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat langkah percepatan pemulihan akses energi di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, melalui sejumlah kebijakan strategis.

    Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, salah satu upaya utama yang dilakukan saat ini adalah memperpanjang relaksasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) di daerah terdampak.

    Kebijakan tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh BBM guna mendukung penanganan kebencanaan dan pemulihan aktivitas ekonomi.

    “Untuk Provinsi Aceh dan Sumatera Barat masih berlaku relaksasi, yang memberikan kemudahan bagi masyarakat mendapatkan BBM khusus penanganan kebencanaan,” ujar Wahyudi dilansir ANTARA, Rabu, 7 Januari.

    Dia menjelaskan, perpanjangan relaksasi untuk ketiga kalinya ini mencakup BBM jenis Solar dan Pertalite.

    Penyaluran dapat dilakukan secara manual tanpa menggunakan kode QR di wilayah tanggap darurat bencana, sehingga proses distribusi dapat berlangsung lebih cepat.

    Pelaksanaan kebijakan tersebut dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga selaku badan usaha pelaksana penugasan, yang terus memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di wilayah terdampak.

    “Relaksasi ini berlaku paling lambat hingga 8 Januari 2026. Kami sudah mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga untuk membantu percepatan pemulihan,” kata Wahyudi.

    Selain relaksasi BBM, BPH Migas juga menyalurkan bantuan pembangkit listrik tenaga diesel (genset) yang menggunakan Jenis BBM Tertentu (JBT/BBM subsidi) maupun Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP/BBM kompensasi). Bantuan tersebut diberikan selama 15 hari atau hingga distribusi listrik di wilayah terdampak kembali normal.

    “Kami memberikan dukungan selama masa transisi sampai kondisi kelistrikan pulih, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” ujarnya.

    Wahyudi berharap, rangkaian kebijakan ini mampu mempercepat pemulihan akses energi masyarakat pascabencana dan cuaca ekstrem, sehingga kegiatan sosial dan ekonomi dapat segera kembali normal.

    “Semoga setelah masa relaksasi berakhir, masyarakat sudah pulih dan mendapatkan akses energi yang memadai, baik BBM, LPG, maupun listrik, tanpa gangguan,” tutupnya.

  • Masir Pemburu 5 Burung Cendet di Baluran Divonis 5 Bulan, Besok Langsung Bebas

    Masir Pemburu 5 Burung Cendet di Baluran Divonis 5 Bulan, Besok Langsung Bebas

    JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Situbondo, Jawa Timur, menjatuhkan vonis lima bulan 20 hari terhadap terdakwa Masir (75) karena terbukti bersalah melakukan perburuan liar menangkap lima ekor burung cendet di kawasan Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

    “Pada intinya, Pak Masir ini bersalah, namun karena beliau usia lanjut dan menjadi tulang punggung keluarga serta kooperatif dalam persidangan, majelis hakim menjatuhkan vonis lebih rendah dari tuntutan,” kata Humas Pengadilan Negeri Situbondo Alto Antonio usai persidangan dilansir ANTARA, Rabu, 7 Januari.

    Menurut dia, putusan atau vonis majelis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Situbondo, yang disampaikan pada saat sidang dengan agenda replik yakni selama enam bulan.

    Ia menegaskan putusan majelis hakim ini tidak ada tekanan atau intervensi dari pihak manapun, namun surat dari Bupati Situbondo dan DPRD setempat menjadi pertimbangan putusan dalam sidang kasus perburuan liar itu.

    “Ini putusan seadil-adilnya, dan tidak ada tekanan atau intimidasi dari pihak manapun,” ucap dia.

    Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Masir, Hanif Fariyadi menyampaikan atas putusan majelis hakim 5 bulan 20 hari itu, terdakwa diperkirakan akan bebas pada 8 Januari 2026, karena telah menjalani masa hukuman selama 5 bulan 19 hari.

    “Kalau hitungan kami, besok sudah bebas, karena putusan hakim dihitung saat penangkapan ditambah masa tahanan,” ujarnya.

    Masir ditangkap petugas Taman Nasional Baluran pada tanggal 23 Juli 2025 dan mulai ditahan pada tanggal 24 Juli 2025, atau kasus perburuan liar atau pencurian lima ekor burung cendet di Taman Nasional Baluran.

    Sesuai Undang Undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, pelaku terancam hukumannya minimal minimal tahun.

    Namun, pada 18 Desember 2025, JPU memperbaiki tuntutan dua tahun penjara menjadi enam bulan kepada terdakwa.

    Revisi tuntutan enambulan terhadap terdakwa warga DesaSumberanyar, KecamatanBanyuputih, itu disampaikan oleh JPU pada persidangan dengan agenda replik menanggapi pledoi kuasa hukum terdakwa.

  • Patut Dihindari, Ini Kebiasaan yang Bikin Lelah Meski Sudah Tidur Cukup

    Patut Dihindari, Ini Kebiasaan yang Bikin Lelah Meski Sudah Tidur Cukup

    JAKARTA – Pernahkah Anda merasa lelah saat bangun pagi, meskipun sudah istirahat dengan tidur cukup selama 7 sampai 9 jam? Kondisi ini dialami banyak orang, yang tidur cukup tapi masih lelah tanpa tahu penyebab pastinya.

    Secara medis, rasa lelah bukan hanyak tentang durasi tidur. Lelah bisa juga muncul karena kualitas tidur yang buruk, gaya hidup tidak seimbang, faktor mental, hingga kebiasaan sehari-hari.

    Dikutip dari Verywell Health, pada Rabu, 7 Januari 2026, terdapat beberapa kebiasaan yang membuat tubuh lelah meski sudah tidur cukup. Berikut beberapa kebiasaan tersebut yang sepatutnya dihindari agar tubuh tetap bugar.

    1. Bermain gadget jelang tidur

    Menggunakan gadget untuk mengakses media sosial, nonton film, atau balas pesan sebelum tidur memang terkesan santai. Namun, cahaya biru dari layar gadget bisa menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh tidur nyenyak.

    Hal tersebut membuat meskipun Anda tidur durasi cukup, kualitas tidurnya buruk. Tubuh tidak masuk ke fase tidur dalam yang berperan penting untuk memulihkan energi.

    Oleh karena itu, biasanya menjauh dari layar setidaknya 30 sampai 60 menit sebelum tidur. Anda bisa menggantinya dengan aktivitas lain, seperti membaca buku, atau melakukan peregangan ringan.

    2. Jam tidur yang tidak konsisten

    Banyak orang yang tidur singkat saat hari kerja, dan kemudian tidur lama saat akhir pekan tiba. Kebiasaan ini mengacaukan jam biologis tubuh.

    Saat jadwal tidur tidak konsisten, tubuh akan bingung dan kualitas tidur menurun. Ini adalah alasan Anda bisa merasa tidur cukup tapi masih lelah. Dengan demikian, usahakan untuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, agar ritme tubuh lebih stabil dan energi terasa lebih terjaga.

    3. Mengabaikan sinyal kesehatan tubuh

    Jika Anda sudah tidur dengan cukup, makan teratur, dan mengelola stres, tapi tetap merasa lelah, maka bisa jadi ada faktor kesehatan yang patut diperhatikan. Misalnya ada gangguan anemia, gangguan tiroid, hingga efek samping obat tertentu.

    Kondisi tersebut sering membuat tubuh merasa lemas meski baik-baik saja dari luar. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan sinyal dari tubuh, dan jika lelah sudah berkepanjangan maka sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis.

  • Kejari Batam Belum Eksekusi Kompol Satria Nanda dkk Penjual Barbuk Sabu

    Kejari Batam Belum Eksekusi Kompol Satria Nanda dkk Penjual Barbuk Sabu

    BATAM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Kepulauan. Riau belum melaksanakan eksekusi terhadap mantan Kasatresnarkoba Polresta Barelang Kompol Satria Nanda dan kawan-kawan atas permohonan kasasinyayang diputus oleh Mahkamah Agung pada Oktober 2025.

    Kasi Intelijen Kejari Batam Priandi Firdaus mengatakan dasar untuk melakukan eksekusi adalah sudah diterimanya surat salinan putusan dari Pengadilan Negeri Batam.

    “Belum (dieksekusi), salinan putusannya belum turun,” kata Priandi dilansir ANTARA, Rabu, 7 Januari.

    Priandi menyebut, pihaknya masih menunggu putusan salinan dari Mahkamah Agung untuk bisa melakukan eksekusi atas putusan kasasi tersebut.

    Terpisah, Juru Bicara Pengadilan Negeri Batam Vaviennes Stuart Wattimena mengatakan pihak perlu melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait salinan putusan kasasi Kompol Satria Nanda.

    Wattimena membenarkan, proses eksekusi belum bisa dilaksanakan apabila surat salinan putusan belum diterima para pihak, termasuk para terdakwa dan Kejaksaan.

    “Nanti kami cek lagi (suratnya), kalau belum dieksekusi berarti belum turun salinannya,” katanya.

    Sementara itu, putusan kasasi terhadap Kompol Satria Nanda dan sembilan mantan anggota Satresnarkoba Polresta Barelang itu telah diputus oleh Mahkamah Agung pada 24 Oktober 2025.

    Putusan itu tertuang dalam SIPP Pengadilan Negeri Batam. Dalam putusannya Mahkamah Agung memvonis Kompol Satrian Nanda dan Shigit Sarwo Edhi (eks Kasubnit I Satresnarkoba Polresta Barelang) pidana seumur hidup.

    Sementara, delapan mantan anggota Satresnarkoba Polresta Barelang lainnya divonis 20 tahun penjara yakni Fadhillah, Ibnu Ma’ruf Rambe, Junaidi, Rahmadi, Jaka Surya, Arianto, Alex Chandra, dan Wan Rahmat Kurniawan.

    Kompol Satria Nanda beserta sembilan mantan anggotanya dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan menyisihkan barang bukti sabu seberat lebih dari 5 kg untuk dijual kembali kepada pengedar Aziz Martua Siregar dan Zulkarnain Harahap, guna kepentingan penyidikan dan ungkap kasus besar tangkapan narkoba.

    Saat ini Kompol Satria Nanda beserta sembilan mantan anggotanya masih menjalani penahanan di Rutan Kelas II A Batam dengan status terdakwa.

  • Tumpahan Minyak Cemari Perairan Teluk Sasah-Bintan

    Tumpahan Minyak Cemari Perairan Teluk Sasah-Bintan

    TANJUNGPINANG- Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban menyampaikan tumpahan minyak mencemari kawasan pesisir di Kampung Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

    Plt Kepala Pangkalan PLP Tanjung Uban Alfaizul melaporkandari keterangan RT setempat, tumpahan minyak tersebut mulai terlihat sejak tanggal 2 Januari 2026, sekira pukul 07.00 WIB.

    “Tumpahan minyak di sekitar pantai dan disertai bau menyengat, hingga mengganggu kenyamanan warga sekitar,” kata Alfaizul di Bintan, Rabu, 7 Januari dilansir ANTARA.

    Ia mengatakan telah menurunkan TimRescuePangkalan PLP Tanjung Uban guna memantau langsung lokasi tumpahan minyak di Desa Teluk Sasah.

    Dari hasil pemantauan di lapangan, kata dia, tumpahan minyak masih terjadi di lokasi kejadian meskipun volumenyasudah mulai berkurang.

    Pihaknya belum mengetahui sumber tumpahan minyak yang diduga solar itu. Upaya koordinasi telah dilakukan bersama pihak-pihak terkait guna mencari asal-usul tumpahan minyak tersebut.

    “Kami danstakeholderterkait akan menyusun langkah-langkah mitigasi sekaligus penanganan pencemaran minyak di perairan Bintan, karena dampaknya dapat merugikan masyarakat pesisir,” ucap Alfaizul.

    Senada, Kepala Dusun Desa Teluk Sasah, Wahyudi menyebut tumpahan minyak berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga pesisir, karena hasil tangkapan mereka sehari-hari ikut tercemar minyak, seperti rumput laut, kerang hingga kepiting.

    Selain itu, alat tangkap ikan nelayan semisal jaring dan bubu kelong juga menjadi kotor terkena minyak tersebut. Dampaknya ikan enggan mendekat karena berbau minyak.

    “Harapan kami, pemerintah terkait segera menangani tumpahan minyak itu agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal, termasuk mencari sumber minyak tersebut,” ucap Wahyudi.

  • Ayahanda Venna Melinda Meninggal Dunia Saat Hendak Pijat, Sempat Pingsan

    Ayahanda Venna Melinda Meninggal Dunia Saat Hendak Pijat, Sempat Pingsan

    JAKARTA – Kabar duka datang dari aktris senior sekaligus politisi, Venna Melinda. Sang ayah tercinta, Jimmy Rekartono, telah menghembuskan napas terakhirnya di usia 73 tahun.

    Menurut keterangan dari adik almarhum, keluarga pertama kali mendapatkan kabar pada Selasa sore. Salah satu kerabat di Bandung menerima telepon yang mengabarkan bahwa Jimmy pingsan di sebuah tempat pijat di kawasan Grand Wijaya.

    “Kabar itu dari salah satu adik Papa Jimmy… Dia kirim berita di grup bahwa Papa Jimmy pingsan di Grand Wijaya dan badannya kaku,” ujar sang tante, Maya di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Januari.

    Saat itu, Venna Melinda yang sedang berlibur di Bali tidak bisa langsung dihubungi. Panggilan telepon dari petugas tempat pijat tidak ia dengar karena sedang berada di pantai.

    Setelah melihat lima panggilan tak terjawab dan sebuah pesan WhatsApp, barulah Venna merasa panik.

    “Bapaknya tadi waktu saya mau pijat tiba-tiba pingsan kaku. Denyut nadinya lemah,” kata Venna, menirukan ucapan sang petugas.

    Pihak keluarga pun langsung bergerak cepat mengirimkan ambulans ke lokasi. Namun, saat keluarga terdekat tiba di sana, denyut nadi almarhum disebut sudah tidak ada.

    “Keluarga terdekat… Dia tanya jujur ke resepsionis di sana, dan dikatakan memang denyutnya sudah tidak ada,” cerita Maya.

    Jimmy Rekartono diketahui memang memiliki riwayat penyakit jantung. “Papa sudah pasang ring, ada tiga ring,” ungkap Venna.

  • Pemprov Bali Lanjutkan Titik 9 dan 10 Shortcut Singaraja-Mengwitani

    Pemprov Bali Lanjutkan Titik 9 dan 10 Shortcut Singaraja-Mengwitani

    DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menggelar upacara Ngeruak sebagai penandaberlanjutnya pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani.

    Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Rabu, mengatakan tahun ini mereka melanjutkan titik 9 dan 10 atau paket satu dan dua.

    Proyek jalan pintas penghubung Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Badung ini bisa berjalan melalui kerja sama Pemprov Bali dengan Kementerian Pekerjaan Umum, dimana sejak 2025 lalu Gubernur Koster sudah meminta dukungan pusat.

    “Pembangunan shortcut ini kebutuhannya sangat mendesak, baik untuk pelayanan transportasi penumpang maupun logistik, karena itu saya mohon agar pembangunan titik 9 dan 10 dapat segera dilanjutkan, dan sekarang sudah berjalan,” kata dia, Rabu, 7 Januari.

    Dalam kelanjutan Shortcut Singaraja-Mengwitani ini Kementerian PU menyalurkan anggaran pembangunan sementara Pemprov Bali andil dalam pembebasan lahan hingga 316 bidang tanah senilai Rp193 miliar.

    Sebelumnya, pembangunan jalan pintas ini telah rampung dan dimanfaatkan masyarakat pada titik 3, 4, 5, 6, 7 (A, B, C, D, E), dan 8, sehingga setelah kini memulai titik 9 dan 10 ada harapan agar titik 11 dan 12 juga dapat dikerjakan 2027.

    “Masih harus lanjut titik 11, 12, 1, dan 2, jadi saya mohon Pak Menteri PU agar pembangunan ini berlanjut karena kebutuhannya mendesak untuk mengatasi layanan transportasi penumpang, logistik, maupun pariwisata,” ujar Gubernur Koster.

    Pemprov Bali memandang kelanjutan Shortcut Singaraja-Mengwitani dan sejumlah pembangunan infrastruktur jalan sangat penting untuk keberlanjutan Bali sebagai destinasi pariwisata dan pusat usaha kelas dunia.

    Pariwisata memberi kontribusi 66 persen terhadap perekonomian Bali, bahkan sepanjang 2025 lalu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,05 juta.

    Menurut Gubernur Bali tak tepat rasanya jika Bali tak dibantu dalam hal pemenuhan fasilitas pendukung wisatawan, sebab Bali tak bisa bekerja sendirian dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.

    “Masalahnya, daerah tidak punya anggaran cukup besar untuk menyelesaikan persoalan kemacetan ini sendirian, kalau tidak segera ditangani Bali bisa merosot daya saingnya karena isu kemacetan terus-menerus,” kata Koster.

    Oleh karena itu ia berterima kasih atas dukungan Kementerian PU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis ini agar bisa semakin bermanfaat untuk masyarakat.

    Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU Asep Syarif Hidayat sendiri menyampaikan pembangunan titik 9 dan 10 ini panjangnya mencapai 3,90 kilometer, terdiri dari jalan sepanjang 2,95 kilometer dan jembatan sepanjang 942 meter.

    “Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp290,84 miliar dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender, pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 0,93 kilometer dan tiga jembatan dengan total panjang 593 meter, yang dikerjakan oleh Waskita–Sinarbali KSO dengan pendanaan dari SBSN Tahun Anggaran 2025–2027,” kata dia.

    Sedangkan selanjutnya untuk pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani titik 10 atau paket dua dengan nilai kontrak sebesar Rp187 miliar.

    Kementerian PU melihat kondisi ruas jalan Singaraja–Mengwitani sendiri berisiko tinggi, dengan kelandaian mencapai 27 persen dan tercatat sekitar 140 kecelakaan per tahun dan 16 korban meninggal dunia.

    Melalui perbaikan geometrik jalan ini, waktu tempuh dapat dipangkas dari 21,22 menit menjadi 8,61 menit, jumlah tikungan berkurang drastis, serta tingkat kelandaian diturunkan hingga maksimal 10 persen.

    “Manfaatnya sangat signifikan, mulai dari peningkatan keselamatan, efisiensi perjalanan, hingga pengurangan emisi karbon kendaraan sekitar 10 persen,” ujar Asep.

  • Kementerian PU Intensifkan Pembangunan Sumur Bor di Aceh Tamiang

    Kementerian PU Intensifkan Pembangunan Sumur Bor di Aceh Tamiang

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan pembangunan sumur bor air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana banjir bandang.

    Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencanakarena berkaitan langsung dengan kesehatan, kenyamanan, serta keberlangsungan aktivitas sosial masyarakat.

    “Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan layak,” kata Dody dalam keterangan dilansir ANTARA, Rabu, 7 Januari.

    Hingga 5 Januari 2026, kegiatan pengeboran menunjukkan progres signifikan dengan rata-rata kedalaman pengeboran telah mencapai elevasi 70 hingga 105 meter, menyesuaikan kondisi geologi setempat yang memang membutuhkan target kedalaman relatif dalam, yakni 100 hingga 150 meter.

    Di Kecamatan Manyak Payed, pengeboran sumur bor di Masjid Simpang Lhee telah mencapai kedalaman 82 meter dan saat ini sudah memasuki tahap konstruksi serta mulai beroperasi untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat sekitar. Sementara itu, di Desa Meurandeh, proses pengeboranpilot holetelah mencapai kedalaman 88 meter dari rencana 90 meter dan sedang dipersiapkan untuk tahapreamingsebagai bagian dari konstruksi sumur permanen.

    Di Kantor Camat Kuala Simpang, pengeboran telah mencapai kedalaman 77 meter dari rencana 80 meter. Berdasarkan hasil kajian hidrogeologi, lokasi ini memiliki potensi akuifer pada kedalaman 23–35 meter serta di atas 150 meter, sehingga pekerjaan dilanjutkan secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan sumber air. Lokasi ini termasuk dalam daftar prioritas yang dipersiapkan menuju tahap konstruksi.

    Di Kecamatan Banda Mulia, pengeboran di Masjid Al Ikhlas Gampong Sukajadi telah mencapai kedalaman 72 meter dari target 100 meter, dengan potensi akuifer berada pada rentang 39–78 meter.

    Sementara itu, pengeboran di TK Nurul Ikhlas Telaga Meuku II, Sidomulyo telah mencapaipilot holesedalam 82 meter dari rencana 100 meter dan menunjukkan indikasi akuifer pada kedalaman yang sama, sehingga diproyeksikan segera memasuki tahapan konstruksi.

    Adapun di Kecamatan Karang Baru, pengeboran di Kantor Datok Gampong Menanggini baru mencapaipilot holesedalam 25 meter dari rencana 60 meter dan sementara terkendala akibat kerusakan alat bor.

    Untuk memastikan ketepatan titik dan kedalaman pengeboran, Kementerian PU telah melaksanakan kegiatan survei geolistrik di sejumlah lokasi, meliputi Desa Gelung Kecamatan Seruway, Desa Meurandeh Kecamatan ManyakV Payed, Kecamatan Tenggulun (dua lokasi), Padang Linggis, Pante Cempa, Bandar Khalifah Hulu, dan Ronggoh.

    Selain itu, pada hari ini juga telah dilaksanakan survei geolistrik tambahan untuk beberapa lokasi usulan, termasuk di Manyak Payed dan Kantor Kejaksaan Negeri, serta penambahan dua lokasi cadangan sebagai langkah antisipasi.

    Sejumlah titik yang telah direncanakan untuk memasuki tahap persiapan konstruksi sumur meliputi Desa Meurandeh, Kantor Camat Kuala Simpang, TK Nurul Ikhlas Banda Mulia, dan Desa Matang Teupah, sembari menunggu kesiapan timlogging, reaming, dan penyempurnaan konstruksi sumur.

  • Kementerian PU Intensifkan Pembangunan Sumur Bor di Aceh Tamiang

    Kementerian PU Intensifkan Pembangunan Sumur Bor di Aceh Tamiang

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan pembangunan sumur bor air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana banjir bandang.

    Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencanakarena berkaitan langsung dengan kesehatan, kenyamanan, serta keberlangsungan aktivitas sosial masyarakat.

    “Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan layak,” kata Dody dalam keterangan dilansir ANTARA, Rabu, 7 Januari.

    Hingga 5 Januari 2026, kegiatan pengeboran menunjukkan progres signifikan dengan rata-rata kedalaman pengeboran telah mencapai elevasi 70 hingga 105 meter, menyesuaikan kondisi geologi setempat yang memang membutuhkan target kedalaman relatif dalam, yakni 100 hingga 150 meter.

    Di Kecamatan Manyak Payed, pengeboran sumur bor di Masjid Simpang Lhee telah mencapai kedalaman 82 meter dan saat ini sudah memasuki tahap konstruksi serta mulai beroperasi untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat sekitar. Sementara itu, di Desa Meurandeh, proses pengeboranpilot holetelah mencapai kedalaman 88 meter dari rencana 90 meter dan sedang dipersiapkan untuk tahapreamingsebagai bagian dari konstruksi sumur permanen.

    Di Kantor Camat Kuala Simpang, pengeboran telah mencapai kedalaman 77 meter dari rencana 80 meter. Berdasarkan hasil kajian hidrogeologi, lokasi ini memiliki potensi akuifer pada kedalaman 23–35 meter serta di atas 150 meter, sehingga pekerjaan dilanjutkan secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan sumber air. Lokasi ini termasuk dalam daftar prioritas yang dipersiapkan menuju tahap konstruksi.

    Di Kecamatan Banda Mulia, pengeboran di Masjid Al Ikhlas Gampong Sukajadi telah mencapai kedalaman 72 meter dari target 100 meter, dengan potensi akuifer berada pada rentang 39–78 meter.

    Sementara itu, pengeboran di TK Nurul Ikhlas Telaga Meuku II, Sidomulyo telah mencapaipilot holesedalam 82 meter dari rencana 100 meter dan menunjukkan indikasi akuifer pada kedalaman yang sama, sehingga diproyeksikan segera memasuki tahapan konstruksi.

    Adapun di Kecamatan Karang Baru, pengeboran di Kantor Datok Gampong Menanggini baru mencapaipilot holesedalam 25 meter dari rencana 60 meter dan sementara terkendala akibat kerusakan alat bor.

    Untuk memastikan ketepatan titik dan kedalaman pengeboran, Kementerian PU telah melaksanakan kegiatan survei geolistrik di sejumlah lokasi, meliputi Desa Gelung Kecamatan Seruway, Desa Meurandeh Kecamatan ManyakV Payed, Kecamatan Tenggulun (dua lokasi), Padang Linggis, Pante Cempa, Bandar Khalifah Hulu, dan Ronggoh.

    Selain itu, pada hari ini juga telah dilaksanakan survei geolistrik tambahan untuk beberapa lokasi usulan, termasuk di Manyak Payed dan Kantor Kejaksaan Negeri, serta penambahan dua lokasi cadangan sebagai langkah antisipasi.

    Sejumlah titik yang telah direncanakan untuk memasuki tahap persiapan konstruksi sumur meliputi Desa Meurandeh, Kantor Camat Kuala Simpang, TK Nurul Ikhlas Banda Mulia, dan Desa Matang Teupah, sembari menunggu kesiapan timlogging, reaming, dan penyempurnaan konstruksi sumur.

  • Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada Petani dan Tokoh Pertanian

    Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada Petani dan Tokoh Pertanian

    Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya diberikan kepada lima penerima, dengan dua penerima yang hadir mewakili yaitu Bobby, Penyuluh Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, serta Winarto, petani pada Kelompok Tani Sri Sedhono, Kabupaten Ngawi. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)