Akhirnya Kami Tahu Cara Tarot Bantu Masalah Banyak Orang
Author: Voi.id
-

Harry Styles Daulat Watermelon Sugar Sebagai Single Kedua
JAKARTA – Kurang dari sebulan, album kedua Harry Styles akan segera dilepas untuk publik. Album yang diberi judul Fine Line ini merupakan hasil brainstroming Harry sejak ia memulai tur konser pertamanya, Harry Styles Live on Tour. Setelah merilis single bertajuk Lights Up pada Oktober, kini Harry kembali memberi penggemar sebuah lagu berjudul Watermelon Sugar.
Sebelumnya, Harry sempat berkicau di Twitter pribadinya. Ia menulis, “Kiwi berjalan sehingga Watermelon Sugar bisa berlari.”. Ini adalah sebuah idiom dari berjalan sebelum Anda berlari, karena Anda perlu mempelajari dasarnya sebelum bisa maju. Dari kicauan Harry tersebut bisa dipastikan Watermelon Sugar akan mengikuti kesuksesan single Kiwi yang sudah lebih dulu berjalan dari album debutnya.
Kiwi walked so Watermelon Sugar could run.
— Harry Styles. (@Harry_Styles) October 22, 2019
Melalui sebuah audio yang dirilis secara resmi, lagu berdurasi hampir tiga menit ini bercerita tentang perasaan yang terjadi pada musim panas. Kemungkinan besar, Watermelon Sugar erat hubungannya dengan mantan pacar Harry sekaligus model, Camille Rowe. Pada 2017, Camille mengatakan kepada majalah Elle, buku favoritnya adalah In Watermelon Sugar. Di tahun berikutnya, Harry kepada Rolling Stone menjelaskan ia sempat menjalani hubungan dengan seseorang yang suka membaca buku.
Setelah Watermelon Sugar dirilis secara publik, Harry yang menjadi tamu musikal dalam acara komedi Saturday Night Live menampilkan lagu ini untuk publik untuk pertama kalinya dengan band. Berbeda dengan single Lights Up, lagu ini kental dengan elemen-elemen rock seperti yang Harry inginkan.
Harry Styles akan merilis album Fine Line pada 13 Desember mendatang, bersamaan dengan penampilan perayaan album di The Forum, Los Angeles, California. Sebuah tur dunia juga dipersiapkan Harry dimulai dari negara Eropa dan Amerika Utara pada tahun depan. Diberi judul Love on Tour, Harry akan menggandeng musisi seperti King Princess, Jenny Lewis, dan Koffee.
-

Tak Ada Masalah Antara Ronaldo dan Sarri, Juventus Baik-Baik Saja
LUXEMBOURG – Cristiano Ronaldo akhirnya buka suara tentang kontroversi seputar pergantian pemain Juventus beberapa waktu lalu. Ia membenarkan pernyataan Maurizio Sarri yang mengatakan dirinya bermain dalam kondisi cedera.
Ada pembahasan tentang keretakan di antara kedua sosok penting Juventus ini sejak Ronaldo diganti Paulo Dybala pada menit 55 dalam pertandingan melawan Milan pekan lalu. Saat itu Ronaldo langsung masuk terowongan ruang ganti dan pulang sebelum pertandingan berakhir.
Sebelumnya, dia juga digantikan Dybala pada pertandingan Liga Champions melawan Lokomotiv Moscow. Di kedua laga itu, Ronaldo tidak mencetak gol.
Namun, berbicara kepada surat kabar Portugal A Bola setelah Portugal mengalahkan Luksemburg 2-0 dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020. Striker yang mencetak satu gol itu mengakui tindakan Sarri tepat saat menggantinya.
“Dalam tiga pekan terakhir (waktu bermain) saya dibatasi. Semua orang tahu saya tidak suka diganti, tetapi tidak ada masalah dalam gestur saya setelah pergantian pemain itu. Saya mencoba membantu Juventus dengan bermain meski cedera,” kata Ronaldo. Melansir Football Italia, Senin, 18 November.
“Tidak ada yang suka diganti, tapi saya memahaminya, karena saya tidak dalam kondisi baik dalam dua pertandingan itu. Saya tidak 100 persen.”
Pernyataan Ronaldo ini membenarkan penjelasan Sarri tentang mengapa dia mengganti Ronaldo terlalu dini. Sang pelatih mengatakan kepada media usai laga yang dimenangi Juventus 1-0 itu bahwa Ronaldo bermain dalam kondisi cedera dan sang striker memiliki masalah lutut sejak bulan lalu.
Jadi, tidak ada apa-apa ya anatara Ronaldo dengan Sarri. Mereka baik-baik saja dan Juventus dalam kondisi aman dan nyaman.
-

Tentang Keberadaan Skuter Listrik di Jakarta
JAKARTA – Unggahan foto bergambar sejumlah orang yang menggunakan skuter listrik yang disewakan jasa transportasi online sudah sering tersebar di media sosial. Namun, penggunaan skuter listrik di jembatan penyeberangan orang (JPO) sedang jadi sorotan publik, terutama di JPO kawasan Sudirman.
Bagaimana lengkapnya? Klik tombol ‘Dengarkan’ untuk menyimaknya!
-

Menanti Kesiapan Pemerintah dan DPR untuk Melahirkan Omnibus Law
JAKARTA – Presiden Jokowi dalam pidato pertamanya setelah dilantik sebagai Presiden RI 2019-2024 menyebut akan membuat konsep hukum perundang-undangan yang disebut Omnibus Law. Menurut Jokowi, melalui konsep itu akan menyederhanakan kendala regulasi yang saat ini berbelit dan panjang.
Namun, sayangnya saat rapat dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR hari ini pemerintah terlihat belum siap terkait dengan konsep dari omnibus law tersebut.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menjelaskan, pembahasan mengenai konsep masih dalam tahap awal dan belum tergambarkan akan seperti apa arahnya.
“Itu baru ratas pertama yang memberi arahan jelas langkah-langkah apa yang harus kami tindaklanjuti. Prosesnya masih berlangsung, kami belum kumpulkan semua teman-teman kementerian lembaga. Ini masih tahap awal sekali dan masih dinamis,” katanya, dalam rapat di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
Susiwijono juga mengatakan, masih akan ada perubahan lagi. Sebab, pihaknya masih akan melakukan pembahasan beberapa kelompok substansi secara terbatas dengan beberapa kementerian teknis terkait.
“Paling tidak kami laporkan beberapa kelompok subtansi yang masih akan didiskusikan. Akan kami siapkan rapat koordinasi tingkat menteri awal minggu depan,” tuturnya.
Pertama, terkait dengan masalah penyederhanaan perizinan berusaha, kata Susiwijono, kondisi perizinan yang sekarang masih harus mengajukan perizinan sedangkan pemerintah ingin mengubahnya.
“Kedua, terkait persyaratan investasi. Sebagai salah satu kendala berinvestasi. Kita masih ada 515 bidang usaha yang masuk daftar negatif investasi,” ucapnya.
Ketiga, terkait dengan masalah ketenagakerjaan. Menurut Susiwijono, hal ini masih cukup sensitif. Pihaknya masih hati-hati, karena itu belum menggariskan arahnya akan ke mana. Namun, akan pihaknya intensifkan beberapa hari ke depan.
“Kami dengan beberapa eselon I Kemenaker dalam kluster ketenagarkerjaan ini, apa yang mau kita rumuskan bersama. Dalam konsep awal, ada beberapa catatan. Namun posisinya apakah UU Ketenagekerjaan mau diamandemen atau tidak. Itu belum ada keputusan masih diskusi panjang,” tuturnya.
Kemudian, lanjutnya, keempat perlu ada khusus kluster pembahasan untuk kemudahan dan perlindungan UMKM. “Terkait ini masih ada beberapa hal dalam peraturan UMKM yang berbeda. Kelima, kemudahan berusaha. Baik terkait isu insentif sampai jaminan produk halal mau seperti apa,” jelasnya.
“Keenam, masukan baru dari Kemenristek, pentingnya kluster terkait masalah riset dan inovasi karena ke depan ekonomi kita harus mengandalkan riset. Ketujuh, terkait administrasi pemerintahan, terkait pemetaan kewenangan. Ada dua UU yang kita sedang bahas: UU Administrasi Pemerintahan dan UU Pemda,” lanjutnya.
Sedangkan, soal pengenaan sanksi pidana terkait investasi. Menurut dia, akan mendiskusikan kalau sanksinya ke arah sanksi perdata. Kesembilan, terkait masalah lahan. Ada usulan supaya, ada satu kelompok pembahasan khusus mengenai masalah pengadaan lahan.
“Sepuluh, kemudahan proyek pemerintah. Dibandingkan negara lain, betapa proyek pemerintah dimudahkan termasuk untuk urusan lahan. Sebelas, terkait kawasan ekonomi,” tuturnya.
“Kami belum plenokan ini dengan seluruh kementerian dan lembaga. Ini memang masih betul-betul di tahap awal. Karena memang baru selasa kemarin kami mulai,” lanjutnya.
Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan, alasan perlunya ada omnibus law. Menurut dia, karena banyaknya hambatan terhadap investasi di pemerintahan.
“Investasi terhambat aturan ini aturan itu. Di pemerintahan tadi muncul juga di bidang penegakan hukum juga, ada masalah-masalah karena perbedaan peran yang diberikan oleh berbagai peraturan perundang-undangan yang berbeda,” tuturnya.
Menurut dia, setelah pihaknya meneliti memang ada dua masalah yang menghambat jalannya investasi dan penegakan hukum. Karena itu, pihaknya mencontoh model pembangunan hukum di negara-negara Anglo Saxon yang mengenalkan omnibus law. Di mana satu undang-undang bisa menyelesaikan berbagai masalah yang isinya sama di dalam satu pintu.
“Jadi kita punya satu aturan yang bisa membabat semuanya di satu pintu, sehingga semuanya selesai di satu pintu. Nah itulah kesepahaman kita tentang omnibus law itu,” ucapnya
Mengenal Omnibus Law
Dalam dunia hukum, Omnibus Law dikenal sebagai undang-undang ‘sapu jagat’ atau satu payung hukum yang dibuat untuk beberapa peraturan sekaligus. Sejatinya penerapan Omnibus law, dapat digunakan untuk mengganti beberapa norma hukum dalam beberapa UU. Mekanisme ini dianggap lebih efektif dan efisien dalam proses pembuatan dan revisi UU.
Mengutip laman Tempo, Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menjelaskan Omnibus Law memang telah dipraktikkan di beberapa negara di antaranya Irlandia, Kanada, dan Amerika Serikat. “Irlandia berhasil memegang rekor dunia dalam praktik omnibus law hanya lewat satu UU berhasil menghapus atau merampingkan sekitar 3.225 UU.”
Kendati demikian, Bivitri mengatakan konsep ini asing ini tak bisa diberlakukan di Indonesia lantaran belum pernah dipraktikkan. “Sangat sulit sebenarnya. Karena kita beda konteks. Bukannya mustahil, tapi penuh tantangan,” kata pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera itu.
Gagasan untuk perampingan aturan memang bukan sekali dua kali digaungkan, setidaknya Kementerian Hukum dan HAM pernah menyampaikan rencananya soal Omnibus Law pada 2015. Jika memang pemerintah berencana melakukan Omnibus Law, Bivitri berharap DPR siap untuk bekerja keras.
“Model pembahasan di mana banyak isu dibahas di satu UU itu enggak lazim di DPR, belum pernah. Jadi model pembahasannya di DPR juga mesti siap, staf di DPR juga mesti siap. Yang kedua di level politiknya. saya kira akan banyak tantangan di level politik dari anggota DPR sendiri,” ujar Bivitri.
-

BLACKPINK, Satu-satunya Grup K-Pop di TIME 100 Next
JAKARTA – Majalah TIME kembali merilis daftar tahunan bertajuk TIME 100 Next. Daftar ini merupakan pilihan TIME untuk para figur yang membawa pengaruh dalam karier secara publik. Sejak memulai daftar TIME 100 Next 15 tahun lalu, daftar ini didominasi oleh individual yang bersinar lewat struktur kekuatan tradisional; kepala negara, CEO, aktor produksi blockbuster, pemimpin yayasan.
Tetapi, seiring waktu berjalan, TIME sadar daftar ini harus dikembangkan lebih luas. Karena nyatanya, menjadi seseorang yang memiliki pengaruh tidak melulu dibuat oleh mereka yang sudah memiliki karier yang stabil. Semua orang dari semua aspek bisa memiliki kesempatan untuk membuat perubahan dan pengaruh besar.
Karena itu, pada tahun ini, TIME merilis daftar TIME 100 Next yang dibagi kepada 100 bintang yang membentuk masa depan industri bisnis, hiburan, politik, olahraga, ilmu pengetahuan, kesehatan, dan lainnya. Meskipun daftar ini lebih banyak berfokus kepada anak-anak muda, tetapi TIME mengiyakan bahwa sebuah atensi bisa diraih pada usia berapa pun.
Dalam daftar TIME 100 Next, bintang termuda dimiliki oleh Alysa Liu, anak berumur 14 tahun yang menjadi perempuan pertama yang memenangkan Lutz keempat kalinya dalam kompetisi skating. Untuk yang tertua diraih oleh Ayman Odeh, politisi 44 tahun yang hadir sebagai calon raja dalam politik Israel.
Setelah terpilihnya solois Rain pada TIME 100 Next tahun 2011, belum ada lagi penyanyi dari negeri ginseng yang masuk ke dalam daftar. Namun, di tahun ini, nama BLACKPINK bertengger di bagian Fenom bersama rapper Lil Nas X, aktris Keke Palmer, dan youtuber Emma Chamberlain serta publik figur lainnya. Lagi-lagi prestasi yang membanggakan untuk BLACKPINK dan Blink (sebutan penggemar BLACKPINK).
Sebuah deskripsi muncul bersamaan dengan terpilihnya BLACKPINK. TIME menuliskan “Bintang Blackpink mungkin masih bersinar di Amerika, tetapi di YouTube, mereka berkuasa: foursome— aka Jisoo, Jennie, Rosé dan Lisa— memiliki 31 juta pelanggan, lebih dari grup apa pun di dunia. Tahun ini, Blackpink juga menjadi grup perempuan K-pop pertama yang tampil di Coachella, menggambarkan era lakon Korea melewati hambatan bahasa untuk bermain di panggung global.
Kesuksesan Blackpink sebagian didukung oleh banyak penggemar setia digital— dalam hal ini, Blinks— yang antara lain membantu video musik Ddu-Du Ddu-Du mencapai 1 miliar streaming. Tujuan grup, mereka bilang, untuk membuat musik membantu pendengarnya mendapatkan “kepercayaan diri dan keberanian.”
.@ygofficialblink has 31 million YouTube subscribers, more than any other music group. The first K-pop girl group to perform at Coachella, they’re “heralding a new era of Korean acts stepping past language barriers to play global stages” #TIME100Next https://t.co/XsBlDnqHGQ pic.twitter.com/1WRkyHfa1G
— TIME (@TIME) November 13, 2019
Sejujurnya, kita perlu akui bahwa kesuksesan BLACKPINK sudah mereka dapatkan sejak merilis lagu Whistle sebagai debut. Ddu-Du-Ddu-Du hanya menjadi langkah baru dalam karier mereka. Lirik serta lagu yang catchy menunjukkan kenyamanan mereka meraih kesuksesan ini dan mereka paham, tidak ada yang bisa mengambil ‘sinar’ yang mereka miliki.
Minimnya promosi oleh agensi membuat BLACKPINK jarang menghibur penggemar di panggung musik. Tetapi, penggemar digital mereka memang kuat. Sebabnya, sembilan bulan setelah Ddu-Du-Ddu-Du, BLACKPINK merilis sebuah lagu berjudul Kill This Love. Video musik yang sudah ditonton mencapai 600 juta penonton ini bercerita soal cinta yang membuat orang bahagia tetapi cinta yang bisa membuat Anda patah hati. Lewat gebukan snare dan electro pop, lagu Kill This Love mudah dicintai oleh banyak orang.
Para member yaitu Jisoo, Jennie, Rosé dan Lisa mempunyai basis penggemar solo yang besar (di samping penggemar BLACKPINK itu sendiri). Lihat saja, jumlah pengikut Instagram pribadi mereka yang terbilang besar dan ramainya like dan view untuk semua unggahan mereka.
Kharisma berbeda yang ditampilkan para anggota BLACKPINK juga tidak segan mengundang high brand fashion untuk bekerja sama dengan keempat personel; Jennie dengan Chanel, Rosé dengan Valentino, Lisa dengan Celine, serta Jisoo yang langganan menjadi tamu Burberry.
Dengan diumumkannya BLACKPINK ke dalam daftar TIME 100 Next, hal ini semakin mengukuhkan kepopuleran BLACKPINK yang tidak akan meredup dalam waktu dekat. Selamat untuk BLACKPINK!
-

KRAS Sentil Oknum Aparat Penganiaya Mahasiswa Lewat Pro-Attack!
JAKARTA – Aksi demo mahasiswa di depan Gedung Parlemen yang menolak RUU KPK dan RKUHP beberapa waktu lalu mengguggah sisi sosial pasukan berdistorsi level tinggi asal Jakarta, KRAS. Melalui video single-nya yang bertajuk Pro-Attack!, band yang digawangi Bobby (vokal), Eben (gitar), Donny (gitar) dan Gahara (drum) menyentil oknum aparat yang bertindak sewenang-wenang.
“Alasan lagu Pro-Attack! dirilis video klipnya adalah sebagai bentuk protes mengkritisi aparat yang kerap bertindak represif kepada masyarakat dan segenap sikap mereka yang kurang menyenangkan, terlebih saat dampak chaos soal RUU KUHP,” kata Bobby kepada VOI, Kamis, 14 November.
“Gue dan drumer gue melihat langsung di lapangan subuh-subuh pasca-bentrokan gerombolan aparat menggebuki warga sipil tanpa ampun (terlepas dari siapa yang salah dan benar), bahkan sempat menyerang kampus sambil mengeluarkan kata-kata kotor menghina mahasiswa,” sambung dia.
Meski demikian, sesungguhnya lirik lagu ini dibuat Bobby sebagai curahan hatinya yang pernah mengalami hal tidak menyenangkan dengan aparat. Lagu ini dibuat sejak 2017 dan diceploskan ke dalam album terakhir KRAS, Mad Maniac yang dirilis November tahun lalu.
“Pro-Attack! adalah tentang disfungsi suatu sistem negara yang sudah menggerogoti sampai ke akar-akarnya,” Eben menambahkan.
Perekaman video musik ‘Pro-Attack’ mengambil lokasi di Basement Studio, Jakarta dan disutradarai langsung oleh dua personel anyar KRAS, Donny dan Gahara. Video musik ini menampilkan perpaduan footage dari aksi kekerasan dalam demo akhir September kemarin dengan para personel KRAS yang tidak perihatkan wajahnya. Tonton videonya di bawah:
Dari 10 trek yang bersemayam dalam album Mad Maniac, rencananya cuma trek paling buncit – ‘Serangan Terakhir – yang tidak akan dirilis dalam format video musik. Sebelumnya, KRAS telah melepas video dari One Shot One Kill dan video lirik dari Metal Maniac dan ‘Bobby Jahat’.
-

Memandang Keindahan Pulau Dewata dari Kacamata Darryl Wezy
JAKARTA – Tujuh tahun setelah merilis video musik Automatic High, penyanyi dan pencipta lagu asal Jakarta, Darryl Wezy kembali dengan visualisasi dari Kemarau Terakhir. Lagu ini dicomot dari album mini (EP) bertajuk sama yang diluncurkan tahun lalu.
Konsep video musik ini adalah beauty shot dan menangkap beberapa pemandangan khas di Bali seperti pantai-pantai, kebun bunga gemitir, dan bukit berbatu vulkanik. Disutradarai oleh videografer Mankjay Dananjaya, video musik ini memakan waktu syuting selama dua hari dan proses editing 25 hari.
“Kami mencoba ngasih liat scenery alam yang berkaitan dengan semesta itu sendiri,” Darryl Wezy menjelaskan konsep pengambilan gambar dalam video musik Kemarau Terakhir dalam keterangan tertulis yang diterima VOI, Kamis, 14 November.
Lagu Kemarau Terakhir bercerita tentang bagaimana memberdayakan diri dan menikmati momen hidup baik suka maupun duka dengan karakteristik Darryl Wezy yang cenderung memberikan sentuhan tema kebebasan dalam setiap lagunya dengan musik pop berbalut folk.
“Melodinya ditulis sekitar tahun 2007 waktu masih SMA, tapi dirampungkannya justru sekitar tahun 2015 di tengah berkarier di dunia advertising,” kisah Darryl.
Dan kali ini, Darryl juga melengkapi musiknya dengan bebunyian harpsichord ’70-an, flute, dan perkusi ke dalam lorong musik folk. Usut punya usut, referensinya dari musik chamber pop atau sunshine pop seperti The Free Design, Mama Cass, dan The Decemberists.
Lagu ini merupakan bagian besar EP Kemarau Terakhir yang terdiri dari 6 lagu, antara lain Tomorrow (single mix), Northern Star dan Wolfie (keduanya dari album pertama Maze of Fears), By the Great Universe (Kemarau Terakhir – versi adaptasi bahasa Inggris), dan Tomorrow (Shibuya-Gawa mix).
Kemarau Terakhir sendiri merupakan lagu pertama Darryl Wezy yang berbahasa Indonesia dan dinilai mampu mendongkrak jumlah streaming di beberapa penyedia layanan musik digital seperti Spotify dan Apple Music. Video musik lagu ini sudah tersedia di kanal YouTube Darryl Wezy sejak 27 September 2019.
Rekam jejak Darryl Wezy kali pertama dikenal saat album debutnya, Maze of Fears yang dirilis Oktober 2012 di bawah label Ivy League Music dan Rooftop Sound menjangkau pasar musik Jepang.
Pria lulusan The London School of Public Relations Jakarta ini kini sedang menyiapkan album penuh keduanya, di mana Tomorrow, Kemarau Terakhir dan single ketiga Silver Lining yang dirilis Februari kemarin akan disertakan di dalamnya.

