Author: Voi.id

  • Abaikan Perintah Penangkapan ICC, Presiden Polandia Ingin Netanyahu Hadiri Peringatan Holocaust di Auschwitz

    Abaikan Perintah Penangkapan ICC, Presiden Polandia Ingin Netanyahu Hadiri Peringatan Holocaust di Auschwitz

    JAKARTA – Presiden Polandia Andrzej Duda meminta jajarannya memastikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dapat menghadiri peringatan 80 tahun pembebasan kamp kematian Nazi Auschwitz tanpa takut ditangkap berdasarkan surat perintah ICC.

    Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November 2024 untuk Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam konflik Gaza antara Israel dan kelompok Islam Palestina.

    Bloomberg sebelumnya melaporkan Presiden Andrzej Duda telah menulis surat kepada Perdana Menteri Donald Tusk yang mengatakan Polandia harus memastikan Netanyahu dapat “tanpa hambatan” menghadiri peringatan Auschwitz pada 27 Januari mengingat sifat acara tersebut yang luar biasa.

    “Menurut pendapat presiden, karena ini adalah kamp Auschwitz, setiap orang dari Israel, setiap perwakilan otoritas negara ini harus memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam acara luar biasa ini,” kata ajudan presiden Polandia dilansir Reuters, Kamis, 9 Januari.

    Ketika ditanya oleh saluran berita TVP Info, apakah Netanyahu dapat mengandalkan jaminan dari Polandia, Wakil Perdana Menteri Krzysztof Gawkowski mengatakan, “tidak ada topik seperti itu, karena Netanyahu tidak akan datang ke Eropa”.

    Sementara Netanyahu belum berbicara apakah dirinya akan menghadiri peringatan Auschwitz. Dia sebelumnya menghadiri acara peringatan di Auschwitz.

    Lebih dari 1,1 juta orang, kebanyakan orang Yahudi, tewas di kamar gas atau karena kelaparan, kedinginan, dan penyakit di kamp Auschwitz, yang didirikan Nazi Jerman di Polandia yang diduduki selama Perang Dunia Kedua.

    Tercatat lebih dari tiga juta orang Yahudi di Polandia dibunuh oleh Nazi, atau sekitar setengah dari jumlah orang Yahudi yang terbunuh dalam Holocaust.

  • Anak Penderita Getah Bening di Aceh Diperkosa Modus Pengobatan Alternatif, Pelaku Terancam Cambuk atau 200 Bulan Penjara

    Anak Penderita Getah Bening di Aceh Diperkosa Modus Pengobatan Alternatif, Pelaku Terancam Cambuk atau 200 Bulan Penjara

    JAKARTA – Polresta Banda Aceh menangkap tersangka pelaku pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, yang melakukan perbuatan tersebut dengan modus pengobatan alternatif.

    “Hubungan antara korban dengan tersangka hanya sebatas orang yang dipercaya bisa mengobati sakit. Jadi modusnya itu pengobatan alternatif,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Fadillah Aditya Pratama dilansir ANTARA, Kamis, 9 Januari.

    Fadillah mengatakan kasus tersebut awalnya terjadi pada Juni 2024 di wilayah Banda Aceh.

    Saat itu korban yang masih berusia 15 tahun dibawa oleh orang tuanya ke rumah tersangka yang dipercaya bisa mengobati penyakit getah bening pada korban.

    Dalam proses pengobatan,pelaku melakukan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap korban sebanyak tiga kali di lokasi berbeda. Bahkan, tersangka juga sempat membawa korban ke Kabupaten Aceh Barat Daya. Pelecehan juga terjadi di sana.

    Tersangka, juga menyuruh korban menginap di tempatnya. Alasan yang disampaikan, korban baru bisa disembuhkan jika tinggal bersama. Hingga, korban beserta orang tuanya mengikuti arahan tersebut.

    “Tetapi, aksi tersangka itu baru dilakukan saat ayah korban keluar untuk pergi bekerja membuka toko,” ujarnya.

    Setelah melakukan aksinya, lanjut Fadillah, tersangka juga mengancam korban untuk tidak menceritakan kepada siapapun perbuatannya tersebut jika masih ingin diobati.

    “Tersangka mengancam korban untuk tidak bercerita kepada siapapun. Karena jika korban bercerita, maka tersangka tidak akan mengobati korban lagi,” kata Fadillah.

    Setelah dilakukan rangkaian penyelidikan atas laporan tersebut, pelaku berinisial TI ditangkap pada 7 Januari 2025 di wilayah Kabupaten Aceh Utara.

    Berdasarkan keterangan para saksi, tersangka sudah menekuni bidang pengobatan alternatif tersebut lebih kurang sekitar satu tahun. Untuk korban, sejauh ini satu orang.

    Terhadap perbuatannya, tersangka TI disangkakan dengan Pasal 50 Jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, atau hukuman cambuk.

    “Pelaku terancam dihukum dengan uqubat cambuk paling sedikit 150 kali, dan maksimal 200 kali, atau penjara maksimal 200 bulan, serta denda paling banyak 2.000 gram emas murni,”  demikian Kompol Fadillah.

     

  • Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Kunci Obrolan di WhatsApp

    Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Kunci Obrolan di WhatsApp

    JAKARTA – Di WhatsApp, Anda dapat mengunci obrolan untuk menambahkan lapisan privasi ekstra pada obrolan. Nantinya, obrolan yang dikunci akan disembunyikan dari daftar obrolan Anda di folder Obrolan Terkunci. 

    Untuk membaca atau mengirim pesan dalam obrolan yang terkunci, Anda harus membuka kunci obrolan menggunakan autentikasi perangkat, seperti kode sandi ponsel, Face ID, sidik jari, atau dengan kode rahasia pilihan Anda. 

    Mengaktifkan kunci obrolan

    Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan kunci obrolan untuk obrolan apa pun, termasuk obrolan grup atau obrolan pribadi. 

    Tapi, jika Anda belum menyiapkan autentikasi perangkat, seperti kode sandi ponsel atau sidik jari, Anda akan diminta untuk menyiapkannya terlebih dahulu sebelum mengunci obrolan.

    Jika Anda sudah menerapkan autentikasi perangkat, Anda hanya tinggal mengunci obrolan di WhatsApp saja. Untuk mengunci obrolan di WhatsApp, ikuti langkah-langkah berikut ini:

    Buka aplikasi WhatsApp di ponsel Ketuk dan tahan obrolan yang ingin Anda kunciPilih ikon tiga titik di pojok kanan atas, lalu pilih Kunci Chat atau Lock ChatDari sana, Anda akan diminta konfirmasi kunci obrolan dengan autentikasi perangkat. 

    Menonaktifkan kunci obrolan

    Untuk menonaktifkan kunci obrolan, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

    Buka aplikasi WhatsApp di ponsel Buka folder Locked Chat atau Chat Terkunci menggunakan autentikasi perangkat Ketuk dan tahan obrolan yang ingin Anda buka kuncinyaPilih ikon tiga titik di pojok kanan atas, lalu pilih Buka Kunci Chat atau Unlock ChatDari sana, Anda akan diminta konfirmasi lagi untuk membuka kunci obrolan dengan autentikasi perangkat.

  • Erick Thohir soal Pelita Air Gabung Garuda Indonesia: Integrasi Harus Terjadi

    Erick Thohir soal Pelita Air Gabung Garuda Indonesia: Integrasi Harus Terjadi

    JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara soal rencana konsolidasi atau merger maskapai pelat merah.

    Dia bilang, langkah ini dilakukan untuk pengembangan industri penerbangan dalam negeri.

    Adapun merger ini melibatkan maskapai Pelita Air yang saat ini di bawah PT Pertamina (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Rencananya, Pelita akan digabungkan dengan Garuda Indonesia.

    Erick bilang maskapai Garuda Indonesia akan melayani penerbangan kelas premium. Sementara, Pelita Air melayani penerbangan kelas ekonomi premium. Sedangkan, Citilink akan melayani penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC)

    “Ya kan memang kita konsolidasi. Kenapa? Garuda itu kan memang akan jadi premium, Pelita premium ekonomi dan tentu ada low cost,” ujarnya saat ditemui di The Energy Building, Jakarta, Kamis, 9 Januari.

    Menurut Erick, integrasi maskapai pelat merah ini memang harus terjadi. Tujuannya, untuk mendorong pengembangan industri penerbangan. Apalagi, kata dia, saat ini Indonesia juga mengalami kekurangan armada.

    “Nah ini memang integrasi ini harus terjadi. Dan memang kan jumlah pesawat kita enggak cukup,” ucapnya.

    Saat ditanya target pelaksanaan merger maskapai pelat merah ini, Erick belum ingin mengungkapkan. Meski begitu, dia menekankan bahwa rencana merger ini masih dalam proses kajian.

    “Masih kajian,” katanya.

    Sebelumnya, Erick mengaku akan mendahulukan merger Pelita Air ke dalam grup Garuda Indonesia dari wacana penggabungan Garuda Indonesia ke Holding BUMN aviasi dan pariwisata (InJourney).

    Meski begitu, Erick mengatakan bahwa wacana menggabungkan Garuda Indonesia ke Holding BUMN Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia atau InJourney juga tetap dikaji.

    “Loh kajiannya kan semuanya. Yang penting intinya kan solusi buat efisiensi penerbangan nasional,” tuturnya dikutip Jumat, 3 Januari.

  • Susul Taeyeon, Wendy Red Velvet Absen dari Konser SMTOWN LIVE 2025

    Susul Taeyeon, Wendy Red Velvet Absen dari Konser SMTOWN LIVE 2025

    JAKARTA – Dua penyanyi wanita Taeyeon dan Wendy diumumkan absen dari konser tahunan agensi SM Entertainment, SMTOWN LIVE 2025 di Seoul. Konser ini akan digelar selama dua hari yaitu 11 dan 12 Januari mendatang di Gocheok Sky Dome, Seoul.

    Kabar ini diumumkan pihak agensi melalui situs resmi penjualan tiketnya. Taeyeon pertama kali diumumkan sebagai salah satu idol yang tidak hadir dalam konser tersebut.

    “Taeyeon Girls’ Generation tidak tampil di SMTOWN LIVE 2025 di Seoul. Kami minta maaf atas perubahan line up ini,” kata SM Entertainment.

    Mereka juga menyediakan pilihan untuk para penggemar yang ingin membatalkan tiket mereka tanpa biaya tambahan.

    Menyusul Taeyeon, Wendy dari Red Velvet juga dinyatakan absen dalam perayaan 30 tahun SM Entertainment itu. Mereka tidak menjelaskan alasan Taeyeon maupun Wendy tidak hadir di konser tahunan ini.

    “Wendy Red Velvet tidak akan tampil di SMTOWN LIVE 2025 di Seoul karena alasan pribadi. Kami minta maaf atas perubahan line up ini,” kata agensi.

    Agensi juga menyediakan opsi untuk membatalkan tiket kepada penggemar dengan menghubungi pihak terkait.

    Dengan pengumuman ini, Red Velvet dipastikan tampil dengan empat member yaitu Seulgi, Irene, Yeri, dan Joy. Taeyeon yang merupakan member Girls’ Generation lebih banyak tampil secara solois.

    Di sisi lain, Taeyeon baru mengumumkan tur terbarunya bertajuk the TENSE yang digelar di beberapa negara Asia, salah satunya Indonesia.

  • Nelayan Saksikan Puluhan Orang Pasang Pagar Laut Tangerang

    Nelayan Saksikan Puluhan Orang Pasang Pagar Laut Tangerang

    TANGERANG – Heru, nelayan di Pulau Cangkir, Kronjo, kembali menceritakan momen sekelompok orang memasang pagar laut Tangerang. Berdasarkan apa yang Heru sampaikan kepada VOI, bahwa dirinya melihat 3 kapal saat itu.

    Tiga kapal berada di perairan tersebut, setiap satu kapal Heru melihat ada 10 orang. Mereka itu yang memasang pagar laut Tangerang pada November 2024 lalu.

    Kejadian itu bermula saat dirinya masuk ke dalam bibir pantai Pulau Cangkir, Kronjo, Kabupaten Tangerang, November 2024, lalu. Saat itu melihat lima unit mobil truk di lokasi tersebut.

    “Malam-malam tuh ada bambu banyak, 5 unit mobil truk. 5 unit tuh, ada apa nih? Jangan-jangan ada proyek nih kan,” kata Heru saat ditemui di lokasi, Kamis, 9 Januari.

    Keesokan harinya, Heru melihat 3 kapal yang berisikan 10 orang memasang pagar di laut Tangerang. Mereka turun di bibir pantai Pulau Cangkir, Kronjo, Kabupaten Tangerang.

    “Banyak 10 orang. 3 perahu kalau enggak salah,” katanya.

    Karena penasaran, Heru bertanya kepada salah satu tukang, pelaku pemasangan pagar tersebut.

    “Buat apa bang?,” tanya Heru

    “Mau masang pagar,” jawab si tukang

    “Sett…gede kali bosnya. Laut di pager-pager. Dari mana emang bang yang nyuruh? ” ucapnya.

    “Agung Sedayu Grup,” ucap si tukang.

    Sementara itu, Udin, salah satu nelayan laut Tangerang, mengaku melihat bambu-bambu pagar itu pada November 2024. Katanya, pagar itu dibuat oleh banyak orang berjumlah puluhan. Namun, ketika itu dirinya hanya bisa melihat dan tidak dapat berbuat apa-apa.

    “Yang bikin puluhan orang ada. Tapi tidak ada polisi sama TNI-nya. Pas itu cuma ngeliatin saja. Mau ngapain bingung,” kata Udin saat ditemui di lokasi, Kamis, 9 Januari.

    Udin mengaku merasa terganggu dengan adanya pagar bambu di Pulau Cangkir.

    “Jadi susah, pas masang jaring narik, ada bambu-bambu jadi susah,” ujarnya.

  • Tantangan Besar Menanti Patrick Kluivert

    Tantangan Besar Menanti Patrick Kluivert

    JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pelatih terbaru. Mantan penggawa AC Milan dan Barcelona ini diikat kontrak dua tahun sampai 2027 dengan opsi perpanjangan.

    Kluivert juga akan dibantu oleh sejumlah asisten pelatih dari Belanda, yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Selain itu, PSSI juga menegaskan akan ada dua pelatih lokal Indonesia yang menjadi asisten pelatih.

    Namun penunjukkan Patrick Kluivert sebagai pengganti Shin Tae-yong (STY) mengundang pro dan kontra. Tak sedikit suporter Tim Nasional Indonesia kecewa dengan pergantian pelatih mendekati pertandingan krusial putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan) memerhatikan pergerakan para pemainnya pada laga lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Timnas Irak di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (ANTARA/Muhammad Adimaja/aww)

    Tapi di sisi lain, kinerja STY selama lima tahun terakhir juga dipertanyakan. Pengamat sepak bola mengkritik gaya kepelatihan STY yang kerap ‘coba-coba’ taktik saat pertandingan penting.

    Antusias Besut Indonesia

    Ketua PSSI Erick Thohir mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong dalam konferensi pers yang digelar di Menara Danareksa, Jakarta, Senin (6/1/2025). Dalam kesempatan itu, PSSI mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Korea Selatan tersebut demi kebaikan Timnas Indonesia.

    “Tentu kita ucapkan terima kasih kepada kinerja coach Shin Tae-yong selama ini dan hubungan saya sangat baik,” kata Erick.

    Ia tidak menjelaskan secara rinci soal alasan PSSI memutus kerja sama dengan STY. Namun Erick Thohir menegaskan pemecatan ini tidak dilakukan secara mendadak. Keputusan ini, menurut PSSI, sudah dipikirkan sejak Oktober 2024 ketika Indonesia melawat ke China dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Tak butuh waktu lama bagi PSSI untuk kemudian menunjuk suksesor STY. Pilihan tersebut jatuh kepada Patrick Kluivert, pria asal Belanda yang memiliki karier cemerlang sebagai pemain.

    Patrick Kluivert saat membela timnas Belanda. (Transfermarkt)

    Kluivert mengawali karier bermainnya bersama Ajax Amsterdam, di mana ia menyabet berbagai gelar mayor mulai dari Eredivisie, Liga Champions, Piala Super UEFA, hingga Piala Interkontinental. Ia kemudian berseragam AC Milan, Barcelona, Newcastle United, Valencia, PSV Eindhoven, dan terakhir Lille sebelum gantung sepatu pada 2008.

    Meski mentereng saat masih aktif bermain, karier Kluivert sebagai pelatih bisa dibilang biasa-biasa saja. Ia mengawali karier kepelatihannya sebagai asisten Louis van Gaal di Timnas Belanda pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

    Pada 2015, ia menukangi Timnas Curacao untuk kualifikasi Piala Dunia 2018 dan kualifikasi Piala Karibia 2017. Pengalaman lainnya termasuk menjabat direktur olahraga di Paris Saint-Germain dan akademi Barcelona, melatih tim Ajax U-19, dan menjadi asisten Clarence Seedorf di Timnas  Kamerun.

    Sebelum setuju menukangi Indonesia, Patrick Kluivert melatih klub Turki, Adana Demirspor. Ia juga pernah menjabat sebagai direktur akademi Barcelona.

    Patrick Kluivert saat menjadi asisten pelatih Louis Van Gaal yang menukangi timnas Belanda. (KNVB)

    Sesaat setelah diumumkan sebagai pelatih Indonesia menggantikan STY, Kluivert mengaku sangat antusias dengan pekerjaan barunya.

    “Perasaannya tentu luar biasa dan tentu sangat menginspirasi. Semua orang tahu Indonesia memiliki budaya sepak bola yang sangat bersemangat dan passion luar biasa untuk permainan ini,” kata Kluivert di akun media sosial Fabrizio Romano.

    “Menjadi bagian dari negara ini dengan aspirasi yang sangat besar adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar bagi saya,” lanjut pria kelahiran 1 Juli 1976 tersebut.

    Tantangan Besar

    Patrick Kluivert dihadapkan pada tantangan berat bersama Tim Garuda. Jay Idzes dan kolega akan menghadapi laga krusial putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Skuad Garuda telah melakoni enam pertandingan dan menempati peringkat tiga dengan enam poin di Grup C. Masih ada empat laga tersisa yang akan menjadi penentu kelolosan timnas ke ajang sepak bola terbesar ini.

    Indonesia akan bertandang ke markas Australia pada 20 Maret 2025, kemudian menghadapi Bahrain dan China di Jakarta, serta terakhir menghadapi Jepang pada 10 Juni.

    Ini bisa dikatakan target jangka pendek bagi Kluivert, sekaligus menjadi momen untuk membuktikan kepada para peragu soal kemampuannya menukangi timnas.

    Pertandingan tandang ke Sydney menghadapi Australia pada 20 Maret 2025 dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 akan menjadi tantangan pertama Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia. (ANTARA/Hafidz Mubarak)

    “Tentu saya sangat bersemangat memberikan kontribusi untuk kemajuan serta kesuksesan tim ini dan saya menantikan untuk bekerja sama dengan semua orang untuk tujuan kami,” ucap Kluivert.

    “Misi kami tentu saja lolos ke Piala Dunia tahun depan. Saya pikir kami memiliki kemampuan dan kekuatan dan gairah untuk mencapainya,” kata Kluivert lagi.

    Namun tantangan Patrick Kluivert tentu saja bukan sekadar bagaimana memenangkan pertandingan di lapangan. Ia masih harus memenangkan hati suporter timnas yang sejauh ini masih memandang sebelah mata kehadirannya.

    Dan yang pasti, Patrick Kluivert mesti lebih dulu membangun chemistry dengan para pemain. Adanya friksi di ruang ganti antara sejumlah pemain dan STY disebut menjadi salah satu penyebab ketidakharmonisan tim.

    Erick Thohir sendiri mengungkapkan setidaknya ada dua penyebab pemecatan STY dari jabatan pelatih timnas. Pertama komunikasi, kedua taktik.

    STY hanya bisa berbahasa Korea Selatan meski sudah lima tahun membesut Timnas Indonesia. Tanpa bahasa Inggris, yang merupakan bahasa internasional, padahal penggawa timnas diisi mayoritas pemain diaspora yang bermain di luar negeri membuat komunikasi pemain dan pelatih menjadi sedikit terhambat.

    Bahasa dan Taktik

    Meski menyebut pergantian pelatih di 2,5 bulan sebelum melawan Australia adalah sebuah perjudian, pengamat sepak bola Anton Sanjoyo mendukung PSSI memilih pelatih berbahasa Belanda.

    “Karena 80-90 persen pemain Indonesia sekarang yang ada di tim senior adalah diaspora Belanda,” kata Anton.

    Dengan pelatih berbahasa Belanda dan menggunakan Inggris sebagai bahasa keduanya, Anton yakin tidak ada kesulitan dalam transfer of knowledge. Ia juga yakin pelatih baru yang berbahasa Belanda juga bisa membuka komunikasi awal demi membangun tim yang kondusif.

    Sedangkan soal taktik, Erick menilai ada dinamika yang cukup kompleks dan sudah muncul sebelum laga kontra China pada pertengahan Oktober tahun lalu. Indonesia yang diprediksi bisa membawa pulang tiga angka malah menyerah 1-2 di kendang China.

    STY kala itu mengganti tiga pemain di awal babak kedua, yaitu Mees Hilgers, Shyane Pattynama, dan Witan Sulaeman. Ia mengklaim pergantian dilakukan karena ada pemain cedera dan juga masalah kebugaran.

    Pesepak bola Timnas Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum melawan Timnas Jepang pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2024). (ANTARA/Aprillio Akbar/am)

    Pengamat sepakbola lainnya, Kesit Handoyo, mengkritik STY yang dinilai sering melakukan bongkar pasang pemain sehingga merugikan tim. Kesit menilai perlu ada kerangka tim yang pasti agar para pemain bisa membangun chemistry dan rasa percaya diri dengan baik.

    “Kalau hasilnya positif oke ya, tapi kan lebih banyak negatifnya daripada positifnya ketika perombakan itu dilakukan dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Ini yang menurut saya jadi kebiasaan buruk Shin Tae-yong,” kata Kesit.

    Namun terlepas dari segala tantangan yang dihadapi, Patrick Kluivert mengaku butuh dukungan seluruh bangsa Indonesia di belakang ia dan timnas.

    “Dan saya pikir, bersama-sama kami bisa meraih banyak hal besar,” pungkas Kluivert.

  • Marc Klok Sebut Shin Tae-yong Diktator

    Marc Klok Sebut Shin Tae-yong Diktator

    JAKARTA – Pemain Tim Nasional Indonesia senior, Marc Klok, menyampaikan pandangannya soal eks pelatih Skuad Garuda, Shin Tae-yong. Sempat menjalani masa bersama, Klok mengakui pelatih asal Korea Selatan itu adalah sosok pelatih diktator.

    Dalam wawancaranya dengan media Belanda, ESPN NL, Klok mengakui dirinya memiliki konflik dengan sang mantan pelatih. Apalagi, ia mengakui bahwa Shin Tae-yong merupakan pelatih yang keras.

    “Dia (Shin Tae-yong) benar-benar diktator dan dia merasa di atas tim,” ujar Klok dikutip pada Kamis, 9 Januari 2025.

    Pada era Timnas Indonesia tahun 2023 asuhan Shin Tae-yong, Marc Klok sempat menjadi pemain andalan. Namun, sejak Piala Asia 2023, gelandang 31 tahun itu lebih sering dicadangkan.

    Klok terakhir kali dipercaya tampil bagi Timnas Indonesia saat melawan Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, 21 Maret 2024. Setelah itu, ia tak lagi menjadi pilihan pelatih.

    Klok mengaku memiliki konflik dengan Shin Tae-yong setelah berusaha berdiskusi strategi permainan yang diterapkan pelatih asal Korea Selatan itu.

    Ia juga mengaku ada keterbatasan bahasa yang terjadi saat ia di bawah arahan Shin Tae-yong.

    “Kendala bahasa menjadi masalah dengan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya (Shin Tae-yong), yang membuat banyak pemain jengkel. Itu yang menyebabkan friksi,” ujarnya.

    “Saya punya konflik dengan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya. Kalau Anda coba berdiskusi dengan dia, nama Anda bisa dicoret. Itu yang membuat saya keluar,” ucap Klok lagi.

    Klok juga menitikberatkan bahwa komunikasi menjadi aspek yang cukup menyulitkan saat diasuh Shin Tae-yong.

    Soalnya, pelatih 54 tahun itu tidak bisa bahasa Inggris atau Indonesia.

    “Dia (Shin Tae-yong) bekerja dalam hierarki yang cukup ketat dan komunikasi dilakukan melalui seorang penerjemah. Itu sedikit menjadi masalah.”

    “Banyak pemain asal Belanda bergabung dan bagi mereka hierarkinya sangat berbeda,” kata Klok.

    Shin Tae-yong kini tak lagi menjadi juru taktik Timnas Indonesia. Statusnya dilepas setelah dipecat PSSI pada Senin, 6 Januari 2025.

    PSSI kemudian menunjuk Patrick Kluivert dari Belanda sebagai pelatih baru Timnas Indonesia yang akan diperkenalkan ke publik pada 12 Januari 2025.

  • Menag Tekankan Pentingnya Efisiensi Penggunaan Biaya Haji

    Menag Tekankan Pentingnya Efisiensi Penggunaan Biaya Haji

    JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya efisiensi dalam proses penggunaan biaya haji 1446 Hijriah/2025 Masehi, sehingga pada akhirnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bisa diturunkan dari usulan awal.

    “Saya rasa ini sebuah capaian yang kita sepakati, bukan memaksakan sampai ada hasil seperti itu. Itu hasil penyisiran atas hal-hal apa yang bisa dikurangi,” ujarnya dilansir ANTARA, Kamis, 9 Januari.

    Rapat antara Komisi VIII DPR dan Kemenag menghasilkan kesepakatan besaran BPIH untuk setiap peserta haji reguler rata-rata sebesar Rp89.410.258,79 dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp16.000 dan 1 SAR sebesar Rp4.266,67. Biaya ini turun dibanding rerata BPIH 2024 yang mencapai Rp93.410.286,00.

    Sementara Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jamaah, rata-rata sebesar Rp55.431.750,78 atau 62 persen dari total BPIH 2025. Sisanya yang sebesar 38 persen atau rata-rata sebesar Rp33.978.508,01 dialokasikan dari nilai manfaat.

    Ia menegaskan akan tetap menyisir penggunaan biaya haji 2025 ini agar tetap efisien pada saat digunakan.

    “Saya rasa bisa dilakukan juga penyisirannya. Sambil jalan, bisa sambil push. Saya rasa tahun ini bisa efisiensi. Saya rasa angka yang muncul saat ini termasuk juga dialokasikan untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di luar perencanaan, dan ini juga di negara orang,” kata dia.

    Ia berjanji berusaha sebaik mungkin untuk melayani jamaah calon haji tahun ini. Ia akan bernegosiasi dengan pihak syarikah (pihak ketiga yang akan melayani jamaah) agar mampu memberikan yang terbaik bagi jamaah.

    “Kita akan berusaha sebaik mungkin untuk melobi para syarikah untuk melayani jamaah sebaik-baiknya,” kata dia.

  • Aliran Air di Kali Baru Hek kembali Meluap Akibat Perbaikan Tanggul Belum Rampung

    Aliran Air di Kali Baru Hek kembali Meluap Akibat Perbaikan Tanggul Belum Rampung

    JAKARTA – Aliran air di Kali Baru kawasan Hek, RW 10, Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali meluap pada Kamis, 9 Januari 2025.

    Luapan air Kali Baru tersebut melimpas hingga ke permukiman warga yang berada di Jalan Jaabah, RT 01/10, Kelurahan Tengah, Kramat Jati. Ketinggian air mencapai 10 sampai 30 cm.

    Namun BPBD DKI Jakarta memastikan, air tersebut tidak tergenang dan masih mengalir ke saluran air yang ada di sekitar.

    “Akibat luapan dari Kali Baru, namun air tidak tergenang dan masih mengalir. Jadi tidak termasuk kategori genangan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan saat dikonfirmasi VOI, Kamis, 9 Januari, pagi.

    Luapan yang terjadi akibat adanya proses pembuatan turap yang ada di lokasi. Namun karena tingginya debit air kiriman dari wilayah Depok sehingga volume air akhirnya melimpas ke jalan.

    “Ada proyek perbaikan tanggul Kali Baru. Air kemudian meluap, tapi mengalir tidak terjadi genangan,” ujarnya.