Author: Voi.id

  • Umumkan Tanggal Rilis Album Baru, Tate McRae Goda Fans dengan Single Sports Car

    Umumkan Tanggal Rilis Album Baru, Tate McRae Goda Fans dengan Single Sports Car

    JAKARTA – Artis pop multi-platinum Tate McRae sudah tak sabar membagikan album ketiganya bertajuk So Close To What pada 21 Februari mendatang via RCA Records. Album ini akan menggambarkan berbagai perjalanan melalui lirik yang apa adanya disertai emosi yang apa adanya.

    Selain itu So Close To What juga mengekspresikan cerita tentang bertumbuh dewasa ketika jalan yang akan dilalui di depan seakan tak terbatas dan tujuan akhir terasa semakin sulit dipahami. Ini adalah eksplorasi introspektif tentang penemuan diri, cinta, dan pencarian keseimbangan di saat-saat ketidakpastian. 

    Momen pengumuman ini dibarengi dengan peluncuran single barunya yang sangat mencuri perhatian yaitu Sports car yang dirilis bersama dengan video musik resminya, Jumat 24 Janauri. Lagu ini ditulis dan diproduksi bersama para pembuat lagu hits seperti Ryan Tedder (Taylor Swift, Beyoncé), Grant Boutin (Meghan Trainor, One Republic) dan Julia Michaels (Selena Gomez, Dua Lipa).

    Video ‘Sports car’ yang dapat dianggap provokatif ini disutradarai oleh Bardia Zeinali (Sabrina Carpenter, Troye Sivan) dan Styling wardrobe dari Tate Mcrae dilakukan oleh Brett Alan Nelson (Doja Cat, Karol G). Video ini mengikuti Tate yang berperan sebagai penonton ke dalam dunianya yang dinamis dimana ada interaksi antara momen dunia High Fashion dengan karakternya yang berbeda-beda.

    Hidup di tengah masyarakat yang terus-menerus mengawasi dan menghakimi, Tate menjadi pengamat dan mengambil kembali kendali atas hidupnya. Melalui perspektifnya, kita tenggelam dalam interaksi yang kuat antara gaya dan identitas, di mana Fashion menjadi lebih dari sekadar pakaian—itu adalah kanvas untuk identitasnya yang terus berkembang. Setiap tampilan menceritakan sebuah kisah, yang mencerminkan persona yang berbeda yang diwujudkannya.

    Single anyar ini diprediksi akan menyusul kesuksesan dua single sebelumnya yakni “2 hands” dan “It’s ok I’m ok” yang menduduki posisi #1 di tangga lagu Billboard’s Hot Dance/Pop Songs dan menjadikan sang bintang mendapatkan posisi tertinggi bagi sebuah lagu debut selama sepanjang kariernya di Billboard Hot 100.

    Maret mendatang, Tate akan memulai tur dunianya ‘Miss Possessive Tour’ yang mencakup Amerika Selatan, Eropa, Inggris, dan Amerika Utara. Diproduksi oleh Live Nation, tur ini akan dimulai pada tanggal 18 Maret di Pepsi Centre, Mexico City, dengan pertunjukan di São Paulo, London, Amsterdam, Praha, New York, Nashville, dan masih banyak lagi sebelum berakhir di Los Angeles di Kia Forum pada tanggal 26 September.

    Benee akan bergabung sebagai artis pendukung di semua tanggal di Eropa dan Inggris sementara Zara Larsson akan bergabung dengan Tate di semua tanggal di AS dan Kanada.

  • PPP Kaget Rumah Djan Faridz Digeledah KPK

    PPP Kaget Rumah Djan Faridz Digeledah KPK

    JAKARTA – Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi, merespons penggeledahan rumah mantan Ketua Umum PPP Djan Faridz oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 22 Januari, malam. Arwani mengaku terkejut dengan penggeledahan tersebut.

    “Kami terkejut dengan penggeledahan oleh KPK di kediaman Beliau,” ujar Arwani saat dihubungi, Sabtu, 25 Januari.

    Arwani mengaku belum berkomunikasi dengan Djan Faridz pasca penggeledahan tersebut. Namun, dia memastikan, PPP menghormati proses yang tengah dilakukan oleh KPK.

    “Kami menghormati sepenuhnya apa yang menjadi proses penegakan hukum oleh KPK,” katanya.

    Diberitakan sebelumnya, KPK menggeledah rumah Djan Faridz yang beralamat di Jalan Borobudur Nomor 26, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu malam, 22 Januari. Penyidik berada di sana kurang lebih selama lima jam atau hingga Kamis, 23 Januari pukul 01.05 WIB.

    Usai melakukan upaya paksa, penyidik bergegas dengan membawa lima koper. Rinciannya adalah dua koper berukuran sedang, satu koper kecil, satu kardus, dan sebuah tas jinjing (totebag).

    Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika mengatakan, pihaknya menyita sejumlah barang yang diduga terkait kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dengan tersangka Harun Masiku.

    “Bahwa tadi malam ada kegiatan penggeledahan di rumah saksi atas nama  Inisial DF. Informasi yang kami dapatkan dari penyidik, ditemukan dan disita dokumen serta barang bukti elektronik,” kata Tessa kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Januari.

    Tessa belum bisa memerinci lebih lanjut soal temuan itu. Termasuk juga barang bukti elektronik yang ditemukan penyidik dalam upaya paksa tersebut.

    “Belum ada informasi tambahan apakah bentuknya hard disk, laptop atau hp,” ujar juru bicara berlatar belakang penyidik tersebut.

    Dia juga belum bisa mengungkap peran Djan dalam kasus Harun Masiku. Kata Tessa, informasi belum diberikan penyidik.

    Termasuk juga soal kemungkinan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pernah menyewa rumah eks Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). “Belum terkonfirmasi sama penyidik,” tegasnya.

  • KPK Ungkap Proses Penahanan Sementara Paulus Tannos di Singapura Lewat Perjanjian Ekstradisi

    KPK Ungkap Proses Penahanan Sementara Paulus Tannos di Singapura Lewat Perjanjian Ekstradisi

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap penahanan sementara buronannya, Paulus Tannos oleh otoritas Singapura dilakukan atas permintaan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri. Proses ini disebut sesuai aturan perjanjian ekstradisi.

    “Pengajuan penahanan sementara atau provisional arrest dilakukan oleh KPK melalui jalur police to police berdasarkan perjanjian ekstradisi, yaitu melalui jalur Interpol dalam hal ini melalui Divisi Hubinter Mabes Polri. Kami mengirim permohonan dengan melampirkan kelengkapan persyaratan penahanan tersebut,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika kepada VOI, Sabtu, 25 Januari.

    Divhubinter Polri, sambung Tessa, kemudian menyurati Interpol Singapura. Mereka juga menginstruksikan atase kepolisian Indonesia di Singapura melakukan monitoring dan berkoordinasi lebih lanjut.

    Surat ini diteruskan ke Singapore Police Force (SPF) yang kemudian menghubungi Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura. Sebab, perkara yang ditangani menyangkut dugaan pidana korupsi.

    Selanjutnya, kejaksaan Indonesia di Singapura berkoordinasi dengan CPIB, Attorney General Chambers, dan pengadilan Singapura. Langkah ini dilakukan karena penahanan harus melalui proses kejaksaan dan pengadilan.

    “Pemenuhan syarat penahanan dilakukan melalui komunikasi email antara atase kepolisian, atase kejaksaan dan penyidik,” jelas Tessa.

    Setelah syarat terpenuhi, buronan kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) itu kemudian ditahan sementara di Singapura. Upaya paksa ini berlaku selama 45 hari.

    “(Berproses, red) sampai adanya putusan pengadilan tanggal 17 Januari 2025 untuk penahanan sementara PT,” tegas juru bicara berlatar belakang penyidik tersebut.

    Adapun dalam persidangan pada 23 Januari, dilansir dari surat kabar The Straits Times, Paulus Tannos melalui kuasa hukumnya mengklaim kebal dari penuntutan. Ia berdalih mengantongi paspor diplomat Guinea-Bissau yang merupakan negara di Afrika Barat.

    Namun, otoritas setempat justru mengatakan sebaliknya. Paspor diplomatik itu tidak terakreditasi oleh Kementerian Luar Negeri Singapura.

    Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Paulus Tannos yang merupakan Direktur Utama PT Sandipala Arthapura sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pada 2019.

    Ia diumumkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya, yakni Isnu Edhi Wijaya selaku mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI); anggota DPR RI 2014-2019 Miryam S Haryani; dan mantan Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan e-KTP Husni Fahmi.

    Paulus kemudian buron dan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) pada 2021. Ia sempat nyaris tertangkap tapi karena berganti nama dan paspor akhirnya upaya itu gagal.

    Penangkapan ini lantas berhasil dilaksanakan oleh Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura pada 17 Januari. Meski begitu, belum disampaikan mengenai lokasi penangkapan Paulus Tannos.

    “Iya, betul (penangkapan pada 17 Januari, red). Kami dikabari oleh attorney general Singapore, yang bersangkutan berhasil diamankan oleh CPIB Singapore,” ujar Kadiv Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, Irjen Krishna Murti kepada VOI, Jumat, 24 Januari.

  • Ini Alasan Banyak Orang Tak Suka Pesan Tiket Pesawat Lewat Ponsel

    Ini Alasan Banyak Orang Tak Suka Pesan Tiket Pesawat Lewat Ponsel

    JAKARTA – Di era modern, sebagian besar orang memesan tiket pesawat secara online. Namun, cara mereka melakukannya terus berkembang. Ada yang menggunakan komputer.

    Sementara yang lain lebih suka memesan tiket lewat ponsel atau tablet. Menariknya, menurut media sosial, pilihan perangkat ini sering kali mencerminkan perbedaan generasi. Memesan lewat ponsel? Bagi sebagian milenial, itu hal yang tak terpikirkan.

    Dengan kehadiran internet 5G dan desain aplikasi yang ramah pengguna, berbelanja melalui ponsel kini lebih mudah dari sebelumnya. Data dari maskapai penerbangan menunjukkan semakin banyak konsumen yang beralih ke ponsel. Namun, sejumlah orang masih enggan melakukan pembelian tiket melalui layar kecil.

    United Airlines melaporkan bahwa lebih dari 8 juta pelanggan memesan tiket melalui aplikasi mereka pada tahun lalu, meningkat 15% dibandingkan tahun 2023. Sekitar sepertiga pelanggan milenial United memesan tiket melalui aplikasi pada tahun 2024.

    Kim Cisek, Wakil Presiden Customer Experience di American Airlines, mengungkapkan pelancong dari generasi milenial dan Gen Z lebih sering memesan lewat aplikasi dibandingkan Gen X atau baby boomer. Meski begitu, beberapa orang tetap merasa lebih nyaman menggunakan laptop untuk pembelian besar, seperti tiket pesawat.

    “Saya lebih percaya keamanan laptop saya untuk pembelian besar,” ujar Jason Frye (47), Penulis Travel, dikutip VOI dari laman NZ Herald pada Jumat, 24 Januari.

    Scott Keyes (38), pendiri layanan tiket murah Going, mengaku bahwa 90 persen ia menggunakan komputer untuk memesan tiket pesawat selama ini.

    “Rasa takut salah ketik. Salah ketik saat memesan tiket bisa jadi masalah besar,” beber Keyes.

    Salah mengeja nama atau salah memasukkan tanggal bisa membuat Anda batal terbang. Dengan layar dan keyboard yang lebih besar, kesalahan seperti ini lebih mudah dihindari. Bagi sebagian orang, alasannya bersifat psikologis.

    “Ponsel itu untuk scrolling, bukan untuk keputusan transportasi bernilai ratusan dolar,” kata seorang responden.

    Dalam survei informal di Instagram, banyak pelancong mengaku lebih memilih komputer, karena layar besar lebih cocok untuk pembelian besar.

    Meski demikian, aplikasi maskapai yang semakin canggih membuat pengalaman memesan lewat ponsel jadi lebih mudah. Banyak pengguna kini memanfaatkan aplikasi untuk memesan tiket, mengatur perjalanan, hingga mengklaim kompensasi keterlambatan.

    Namun, ketika menyangkut keputusan besar seperti memilih penerbangan dengan berbagai data, dari koneksi hingga preferensi kursi, banyak pelancong tetap merasa lebih nyaman menggunakan keyboard dan mouse.

    Salah satu kekhawatiran terbesar adalah apakah perangkat yang digunakan memengaruhi harga tiket. Pendiri dua layanan tiket murah, Scott Keyes (Going) dan Aktarer Zaman (Skiplagged), memastikan tidak ada perbedaan harga berdasarkan perangkat.

    Keyes bahkan membandingkan harga tiket di Google Flights, Expedia, dan Delta, baik di komputer maupun ponsel, dan hasilnya sama. Ia juga menepis mitos bahwa perangkat yang lebih mahal menunjukkan harga tiket lebih tinggi.

    Keyes menjelaskan, perubahan harga yang sering terjadi lebih disebabkan oleh volatilitas tiket pesawat daripada perangkat atau riwayat pencarian Anda.

    “Harga tiket memang sering naik setiap kali Anda mencari, tapi itu bukan karena perangkat, melainkan karena harga tiket yang terus berubah,” katanya.

  • Tiga Kepala Daerah di Kaltara Dilantik 6 Februari 

    Tiga Kepala Daerah di Kaltara Dilantik 6 Februari 

    TANJUNG SELOR – Tiga pasangan kepala daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) dipastikan Pemilihan Umum (KPU) Kaltara akan dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 6 Februari.

    Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kaltara Chairulliza menyebutkan ketiga paslon yang telah ditetapkan tersebut yakni pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Zainal Arifin Paliwang– Ingkong Ala,  Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bulungan, Sarwani – Kilat. Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malinau, Wempi W Mawa – Jakaria. 

    ‘’Ketiga pasang kepala daerah ini telah ditetapkan KPU Kaltara dan sudah kita kirim ke DPRD Bulungan dan Malinau. Untuk Gubernur dan Wakilnya juga sudah kita serahkan ke DPRD Provinsi. Semuanya juga sudah diajukan ke Kemendagri,’’ kata pria yang akrab disapa Rully ini, Jumat, 24 Januari.

    Saat ini masih ada 3 pasangan kepala daerah yang tidak masuk dalam daftar pelantikan di tanggal 6 Februari 2025 mendatang. 

    “Yakni Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung (Ibrahim Ali–Sabri), Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan (Khairul – Ibnu Saud) serta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, (Irwan Sabri–Hermanus),” jelasnya.

    ‘’Ini kepala daerah yang masih menghadapi gugatan di MK (Mahkamah Konstitusi) sehingga mereka belum dilantik hingga pengumuman hasil sidang putusan sela pada 11 Februari 2025,’’ sambung dia. 

    Rully mengatakan, jika MK memutuskan dismissal, maka perkara dihentikan, dan diterbitkan surat ketetapan untuk menjadi dasar KPU melakukan penetapan dan pelantikan. 

    Sebaliknya, jika MK memutuskan prosesnya lanjut, maka perkara akan masuk pada pembuktian termohon dan pemohon. 

    ‘’KPU Kaltara juga masih menunggu semua putusan sela MK,” ujar dia.

  • Manchester United Selidiki Penggemar Rangers di Area Kandang Old Trafford

    Manchester United Selidiki Penggemar Rangers di Area Kandang Old Trafford

    JAKARTA – Manchester United akan memulai penyelidikan setelah sejumlah penggemar Rangers dapat menonton pertandingan Liga Europa pada Jumat, 24 Januari 2025, dari area kandang di Old Trafford.

    Lebih dari 3.500 pendukung Rangers secara resmi hadir di tribun tandang untuk pertandingan tersebut–yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.

    Namun, rekaman televisi menunjukkan lebih banyak lagi yang tampak berada di area kandang di samping penggemar ManchesterUnited.

    Video penggemar tandang yang bernyanyi di area kandang juga beredar di media sosial.

    Manchester United mengatakan mereka menerapkan aturan tidak seketat mungkin untuk mengantisipasi keadaan seperti itu. Namun, penjualan tiket tanpa izin tidak dapat sepenuhnya dihilangkan.

    Klub telah berjanji untuk melakukan penyelidikan dengan sanksi sekeras mungkin terhadap pemegang tiket terdaftar yang mungkin telah menjual tiket mereka.

    “Untuk mengantisipasi risiko di sekitar pertandingan malam ini, kami mengambil tindakan seketat mungkin demi mencegah penjualan kepada penggemar tandang di area kandang,” kata juru bicara klub.

    “Tiket hanya diberikan kepada orang-orang yang ada di basis data kami sebelum pengundian dilakukan pada Agustus. Tiket keramahtamahan memiliki batasan yang sama.”

    “Tiket yang diteruskan oleh pemegang tiket musiman dan anggota juga memiliki batasan yang sama (yaitu, tiket hanya dapat diteruskan kepada penggemar di basis data kami sebelum pengundian).”

    “Meskipun penjualan tiket tanpa izin menjadi lebih sulit sejak diperkenalkannya tiket digital dalam aplikasi, hal itu tidak dapat dihilangkan sepenuhnya.”

    “Semua contoh penggemar tandang di area kandang akan diselidiki selama beberapa hari mendatang, dengan sanksi seberat mungkin diberikan kepada pemegang tiket yang terdaftar,” bunyi pernyataan klub lagi.

    Setelah pertandingan, Kepolisian Greater Manchester mengatakan 39 penangkapan dilakukan sepanjang malam, sebagian besar di pusat kota.

    Manchester United memenangi pertandingan Liga Europa kontra Rangers setelah gol telat dari Bruno Fernandes dengan skor akhir 2-1.

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gagalkan Pengiriman 5 CPMI Ilegal di Pelabuhan Aji Putri Nunukan 

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gagalkan Pengiriman 5 CPMI Ilegal di Pelabuhan Aji Putri Nunukan 

    NUNUKAN – Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonarmed 11 Kostrad Pos Kotis menggagalkan upaya pengiriman lima orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Non prosedural atau ilegal yang hendak berangkat menuju Malaysia melalui Pelabuhan Aji Putri, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). 

    Kepala penerangan Korem (Kapenrem) 092 Maharajalila, Kapten Chk Supriadi SH mengatakan, penggagalan ini berawal dari informasi yang diterima oleh personel Satgas Intelijen Kodam VI/Mulawarman, Sertu Ahmad, yang mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya upaya penyelundupan pekerja migran secara ilegal melalui Dermaga Aji Putri, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan. 

    “Setelah menerima informasi tersebut, Sertu Ahmad segera berkoordinasi dengan Dankima Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad (Lettu Arm Aan Budhi Harsad),” kata Supriadi, Jumat, 24 Januari.

    “Kemudian,  personel Pos Kotis segera melakukan penyekatan di dermaga dan melaksanakan pemeriksaan terhadap lima orang yang dicurigai sebagai CPMI Ilegal,” sambung dia. 

    Dalam proses pemeriksaan, kelima orang tersebut  mengaku akan diterima di Dermaga Bambangan desa  Bambangan Kecamatan Sebatik Barat, Nunukan.  Selanjutnya akan menyeberang ke Malaysia melalui Dermaga Sei Nyamuk desa Pancang. 

    “Karena tidak dapat menunjukkan dokumen administrasi yang lengkap sesuai ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan dan keimigrasian. Para CPMI ilegal ini diserahkan ke Kantor Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI),”jelasnya. 

    Sementara itu  Dansatgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra menegaskan,  pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan guna mencegah tindakan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara. 

    “Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperketat pengawasan, terutama di jalur-jalur yang rawan digunakan sebagai jalur ilegal menuju Malaysia,” ujarnya. 

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait penyelundupan manusia di perbatasan. 

    “Dengan adanya penggagalan ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus perdagangan manusia dan pelanggaran hukum lainnya di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia,” katanya.

  • Topi ‘Canada Is Not For Sale’ Jadi Tren di Tengah Agresifnya Trump Mengancam

    Topi ‘Canada Is Not For Sale’ Jadi Tren di Tengah Agresifnya Trump Mengancam

    JAKARTA – Ancaman verbal Donald Trump terhadap Kanada berdampak positif bagi seorang pengusaha, setelah pendekatan agresif presiden baru AS itu memberinya ide.

    Liam Mooney, pendiri perusahaan desain yang berbasis di Ottawa, membuat topi bertuliskan “Canada Is Not For Sale” sebagai respons terhadap ancaman tarif Trump dan saran agar Kanada menjadi negara bagian AS ke-51.

    Topi tersebut mendapat perhatian setelah Perdana Menteri Ontario Doug Ford mengenakannya saat pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan perdana menteri lainnya di Ottawa pekan lalu untuk membahas ancaman Trump untuk mengenakan tarif pada impor dari Kanada

    Menurut Mooney, puluhan ribu topi telah dipesan secara online sejak saat itu.

    Mooney mengatakan kepada Reuters, dia merancang topi tersebut sebagai bantahan kreatif terhadap retorika Presiden Trump, yang bertujuan untuk memotong wacana politik dengan pesan nasionalisme dan persatuan.

    “Ini adalah kesempatan untuk menyatukan orang-orang dari seluruh masyarakat sipil, apa pun keyakinan politiknya,” kata Mooney dilansir Reuters, Jumat, 24 Januari.

    Ancaman tarif akan melumpuhkan perekonomian Kanada dan juga menaikkan harga minyak dan barang-barang lainnya di Amerika Serikat.

    Trump mengancam akan menerapkan tarif tinggi pada saat terjadi kekacauan politik di Kanada, di mana pemimpin Partai Liberal Trudeau akan mengundurkan diri pada Maret setelah hampir satu dekade berkuasa.

    Mooney mengatakan dia dan rekan bisnisnya merancang topi tersebut setelah melihat salah satu wawancara Ford baru-baru ini di Fox News.

    Dalam wawanara, Ford diminta mempertimbangkan aneksasi, dengan menyebut akan menjadi “hak istimewa” bagi Kanada untuk bergabung dengan AS.

    Ford menjawab Kanada tidak untuk dijual.

    Sementara Trump, yang berbicara melalui video di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Kamis, mengatakan dia menuntut rasa hormat dari Kanada. Dia sebelumnya menyebut Trudeau sebagai “Gubernur”.

    “Kedaulatan kami terancam ketika martabat kami tidak dihormati,” kata Mooney. “Kami mempunyai sekutu dan teman-teman di seluruh dunia yang siap untuk menjawab panggilan dan membela kami serta bergabung.”

  • Tak Kalah dengan Pejabat Tinggi Pemerintah, Kades Kohod Juga Dikawal Belasan Jaro saat Bertemu Menteri Nusron

    Tak Kalah dengan Pejabat Tinggi Pemerintah, Kades Kohod Juga Dikawal Belasan Jaro saat Bertemu Menteri Nusron

    TANGERANG – Menteri ATR/ BPN Nusron Wahid mendatangi Pantai Tanjung Burung, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang untuk meresmikan pembatalan puluhan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Perusahaan di pesisir laut Tangerang.

    Dalam kesempatan itu Menteri Nusron didampingi Kades Kohod, Arsin selaku Lurah di wilayah tersebut.

    Tidak seperti Menteri Nusron yang berkenan memberikan pernyataan terkait laut Tangerang, Arsin justru malah menghindari awak media.

    Datang menemui Menteri Nusron, Asrin nampak dikawal sejumlah pria yang diduga sebagai Jaro di Desa Kohod.

    Dalam kesempatan itu, sejumlah wartawan pun berusaha meminta pernyataan Arsin. Namun, sang Kades menolaknya dengan alasan ingin ibadah.

    “Salat-salat,” teriak Kades saat di Pantai Tanjung Burung, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Jumat, 24 Januari.

    Sejumlah pria berbadan besar yang mengawal Kades Arsin diperkirakan berjumlah belasan orang dengan pakaian bebas. Mereka menunggu Kades Arsin salat dengan Menteri Nusron, sedangkan pengawal Arsin berdiri menunggu di depan masjid.

    Usai melaksanakan salat dengan Menteri Nusron, Kades Arsin kembali dijaga oleh belasan pengawalnya. Para pengawal berusaha menutupi awak media agar tidak mendekati Kades Arsin.

    Kades Kohod itu langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi acara.

    Seperti disampaikan sebelumnya, Menteri ATR/ BPN Nusron Wahid datang ke Pantai Tanjung Burung, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Jumat, 24 Januari.

    Kehadiran Nusron di Tanjung Burung untuk memastikan dan meresmikan pembatalan SHGB dan SHM di Laut Tangerang.

    Menteri Nusron mengatakan, bahwa ia tidak mau berdebat dengan Kades Kohod Arsin mengenai lokasi yang diterbitkan HGB dan SHM. Terlepas dari apapun Nusron mengaku tidak mau debat dengan Kades Arsin karena wilayah ini adalah kampungnya. Nusron khawatir tidak bisa pulang.

    “Saya tidak mau debat sama Pak Lurah (Kades Kohod Arsin). Ini kampung dia. Kalau saya debat, saya tidak bisa pulang nanti,” kelakarnya.

  • Prabowo Minta Pagar Laut Tangerang Diduga Milik Pensiunan Jenderal TNI Dibongkar

    Prabowo Minta Pagar Laut Tangerang Diduga Milik Pensiunan Jenderal TNI Dibongkar

    JAKARTA – Presiden Prabowo memberi instruksi untuk membongkar pagar laut di Tangerang. Diduga ada pensiunan jenderal bintang tiga di perusahaan yang memiliki sertifikat hak milik dan hak guna bangunan area pagar laut Tangerang. SHM dan SHGB itu diketahui ilegal, karena bertentangan dengan UUD Negara Tahun 1945. Siapa sosok petinggi TNI itu? Bagaimana kelanjutan polemik pagar laut ini? Simak informasi selengkapnya di VOI.ID.