Author: Voi.id

  • Kalau Kemarin Salah Ngomong, Mohon Maaf

    Kalau Kemarin Salah Ngomong, Mohon Maaf

    JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memohon maaf, jika ada salah bicara saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Kemenkeu, Senin, 8 September.

    Menteri Purbaya berkomentar terkait tuntutan 17+8 yang masih digaungkan publik di media sosial.

    Saat itu, Menteri Purbaya menyebut bahwa 17+8 merupakan suara sebagian rakyat kecil yang dinilainya terganggu atas situasi saat ini. Namun pembicaraan Menteri Purbaya hanya dipotong di bagian tersebut di media sosial.

    Padahal jika menyaksikan video utuh, Menteri Purbaya yakin akan bisa memulihkan kondisi ekonomi sehingga masyarakat dapat mudah mencari pekerjaan. 

    Permohonan maaf itu disampaikan Menteri Purbaya usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 9 September.

    Selain menyampaikan permohonan maafnya, Menteri Purbaya juga menyampaikan hasil dari ratas. Salah satunya adalah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

  • Demonstran Pro Palestina Geruduk Pameran Alat Tempur di London Dihadiri Perusahaan Alutsista Israel

    Demonstran Pro Palestina Geruduk Pameran Alat Tempur di London Dihadiri Perusahaan Alutsista Israel

    JAKARTA – Demonstran peduli kemanusiaan Palestina menggeruduk pameran besar alat tempur atau alutsista yang digelar di London, Inggris pada Selasa 9 September waktu setempat.

    Polisi mengatakan sekitar 300 massa aksi mengibarkan bendera Palestina dan membentangkan poster berisi kritikan kepada negaranya.

    Salah satunya bertuliskan: “Inggris: Hentikan mempersenjatai Israel. Hentikan Genosida Gaza.”

    Inggris menolak kehadiran pejabat Pemerintah Israel dalam pembukaan pameran yang berlangsung selama empat hari tersebut akibat ketegangan dengan Israel terkait konflik di Gaza.

    Meski demikian, acara itu tetap dihadiri sebanyak 51 perusahaan pertahanan Israel, termasuk produsen senjata besar Elbit.

    Dalam pameran alutsista besar di Inggris itu, Israel menjadi kontingen terbesar kelima dalam pameran yang diselenggarakan di pusat pameran Excel London tersebut.

    Juru bicara massa demonstran menuntut perusahaan-perusahaan alat tempur Israel diadili atas dugaan terhadap kejahatan kemanusiaan.

    “Bukan justru diundang [dalam pameran alat tempur] untuk mengambil keuntungan dari kehancuran yang tak terbantahkan akibat perbuatan mereka di Gaza,” kata juru bicara Campaign Against Arms Trade, Emily Apple, dalam sebuah pernyataan.

    Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan pada akhir Agustus bahwa tidak ada delegasi pemerintah Israel yang diundang, dengan alasan “keputusan Israel untuk lebih meningkatkan operasi militernya di Gaza.”

    Israel menyebut pengecualian para pejabatnya dari pameran Peralatan Pertahanan dan Keamanan Internasional (DSEI) sebagai “diskriminasi.”

    Pada saat yang sama, Presiden Israel Isaac Herzog dijadwalkan berada di London pada hari ini untuk kunjungan resmi tiga hari.

  • Dito Ariotedjo Lengser dari Kursi Menpora, APO Desak Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 Segera Dicabut

    Dito Ariotedjo Lengser dari Kursi Menpora, APO Desak Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 Segera Dicabut

    JAKARTA – Aliansi Penyelamat Olahraga (APO) mendesak agar Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 segera dicabut.

    Tuntutan tersebut disampaikan massa aksi APO ketika menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, pada Selasa, 9 September 2025.

    Sekretaris Jenderal APO, La Ode Aindo, menegaskan aksi ini dilakukan demi menyelamatkan masa depan olahraga nasional. Dia mengatakan Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 bertentangan Piagam Olimpiade (Olympic Charter).

    “Kami datang melakukan demonstrasi damai meminta Kemenpora untuk mempertegas substansi di dalam Permenpora karena dari hasil eksaminasi, kami menemukan adanya norma yang saling bertentangan,” kata dia.

    Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi, ditandatangi oleh Menpora Dito Ariotedjo pada 18 Oktober 2024 dan mulai berlaku sejak 25 Oktober 2024.

    Dalam perjalanan, aturan ini menuai banyak kritik dari berbagai pihak. Selain karena bertentangan dengan Piagam Olimpiade, regulasi ini juga bentrok dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

    “Ini bahaya karena bisa berimplikasi pada pembekuan olahraga di Indonesia. Permenpora itu bertentangan dengan Piagam Olimpiade yang sudah diratifikasi menjadi peraturan perundang-undangan,” ujar La Ode.

    Salah satu pasal Permenpora yang bermasalah ialah ketentuan bahwa kongres atau musyawarah organisasi olahraga kini hanya dapat diselenggarakan setelah memperoleh rekomendasi kementerian, termasuk perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

    Selain itu, aturan ini juga menyatakan bahwa menteri berwenang memberikan rekomendasi kepada kementerian terkait untuk membatalkan hasil kepengurusan jika terjadi sengeketa serta dapat membentuk tim transisi apabila konflik menghambat pembinaan atlet.

    Kepala Bagian Hukum APO, Rian Hidayat, menyoroti peran Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat dalam mendukung regulasi bermasalah tersebut. Oleh karena itu, ia mendesak agar Taufik sebaiknya mundur juga.

    “Ya tentu (dia harus mundur) karena menurut kami dia adalah representasi Menpora. Kita ketahui beliau mantan atlet, tetapi ketika berada di posisi strategis justru mendukung peraturan ini,” katanya.

    Desakan APO muncul di tengah kekosongan jabatan Menpora setelah Dito Ariotedjo terkena reshuffle (perombakan) dalam Kabinet Merah Putih pada Senin, 8 September 2025.

    Walaupun kursi Menpora masih kosong, massa aksi APO meminta agar Wamenpora Taufik Hidayat sebaiknya mengambil langkah konkret dengan mencabut Permenpora No.14/2024 atau bahkan melepaskan jabatannya.

    Desakan ini karena Permenpora dinilai membesar ruang intervensi pemerintah terhadap urusan internal organisasi olahraga. Padahal, Olympic Charter menekankan pentingnya otonomi federasi olahraga dari campur tangan negara.

    Jika hal ini dibiarkan, Indonesia bisa terancam mendapat teguran hingga sanksi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).

    Selain itu, Permenpora 14/2024 juga dianggap menimbulkan dualisme kewenangan antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), dan Kemenpora.

    Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu konflik internal dan menghambat pembinaan atlet. Selain itu, sejumlah pasal dalam regulasi ini dinilai multitafsir sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum.

  • Pemberontak Kongo Teraifiliasi ISIS Bunuh 50 Warga Saat Upacara Pemakaman

    Pemberontak Kongo Teraifiliasi ISIS Bunuh 50 Warga Saat Upacara Pemakaman

  • Bikin Heboh, Celana Dalam Jadi Ikat Rambut Mewah Dijual Seharga Rp2 Juta

    Bikin Heboh, Celana Dalam Jadi Ikat Rambut Mewah Dijual Seharga Rp2 Juta

    JAKARTA – Brand fashion asal Jepang, JennyFax tengah menjadi perbincangan publik setelah meluncurkan koleksi aksesori rambut unik, yakni celana dalam wanita yang disematkan jepit rambut.

    Biasanya orang hanya akan mengenakan celana dalam di kepala untuk lelucon atau taruhan, tapi JennyFax justru mencoba menjadikannya sebagai tren baru. Dengan menempelkan jepit logam pada celana dalam berbahan sutra, lahirlah sebuah aksesori bernama ‘panty ribbon bow’.

    Dilansir dari laman Oddity Central, jepit rambut ini tersedia dalam tiga pilihan warna, hitam, pink, dan biru dengan harga yang cukup fantastis, yakni 17.600 yen atau hampir seharga Rp2 juta.

    Pendiri JennyFax, Jen-Fang memang dikenal dengan desain-desain nyentrik dan anti-mainstream. Produk terbarunya ini seakan menegaskan karakter mereknya yang selalu berani keluar dari pakem.

    Foto-foto ‘panty ribbon bow’ pun sempat viral di media sosial China. Hal ini memicu perdebatan sengit soal batas kreativitas dalam dunia fashion. Banyak yang menganggap ide tersebut terlalu ekstrem, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai bentuk inovasi seni.

    Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru di industri mode. Beberapa brand besar seperti Balenciaga kerap memicu kontroversi dengan desain nyeleneh mereka. Selain itu, merek-merek lain seperti ZNWR dan Felissimo juga tak jarang merilis produk-produk yang mengundang reaksi beragam dari publik.

  • Menhan Sjafrie Bakal Jabat Menko Polkam Ad Interim Berbulan-bulan 

    Menhan Sjafrie Bakal Jabat Menko Polkam Ad Interim Berbulan-bulan 

    JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Sjafrie mengaku akan menjabat Menko Polkam selama beberapa bulan.

    Hal ini diungkapkan Sjafrie usai memimpin rapat perdana secara tertutup bersama Wakil Menko Polkam Lodewijk F. Paulus, Sekretaris Menko Polkam Letjen M. Hasan, serta deputi Kementerian Koordinator Polkam.

    “Saya memberikan pengarahan pertama kepada para pejabat utama yang selama beberapa bulan ke depan, mereka akan membantu saya sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan ad interim selama beberapa bulan lamanya,” kata Sjafrie di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Selasa, 9 September.

    Sejalan dengan itu, Sjafrie akan berkantor secara bergantian di kantor Kemenko Polkam dan Kementerian Pertahanan. Sjafrie juga masih menjalankan tugasnya sebagai Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional, serta Ketua Tim Pengarah Penertiban Kawasan Hutan.

    Sjafrie kemudian berbicara kewenangan yang diberikan Prabowo selama menjabat Menko Polkam. Sjafrie akan menjalankan tugas kementerian yang efisien, efektif, agar agar semua pekerjaan bisa berjalan lancar.

    “Itulah sebabnya saya datang ke sini untuk memberikan pengarahan. Arahan saya adalah revitalisasi organisasi di Kementerian Koordinator Polkam,” tutur Sjafrie.

    Sjafri menekankan akan meningkatkan peran, tugas, dan fungsi para deputi Kemenko Polkam. Sehingga, para deputi lah yang akan menjalankan tugas melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

    “Saya mengutamakan bahwa hal-hal yang menyangkut permasalahan kementerian dan lembaga sebaiknya diselesaikan di lingkungan kementerian dan lembaga,” ujar Sjafrie.

    “Namun, apabila ada hal-hal yang memerlukan jembatan koordinasi, sinkronisasi di antara kementerian dan lembaga, maka Kementerian Koordinator Polkam akan menjalankan tugasnya sambil mengikuti perkembangan-perkembangan yang berlaku,” tambahnya.

  • Terjaganya SPBU, Bukti Kepercayaan Masyarakat kepada Pertamina

    Terjaganya SPBU, Bukti Kepercayaan Masyarakat kepada Pertamina

    JAKARTA – Terjaganya seluruh infrastruktur rantai pasok BBM Pertamina, termasuk SPBU, mendapat penilaian positif. Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah berpendapat, tetap kondusifnya SPBU di tengah unjuk rasa beberapa waktu lalu, merupakan bukti bahwa kepercayaan masyarakat kepada BUMN energi itu terus menguat.

    Dalam kondisi yang tetap terjaga itulah, Trubus sekaligus memberi apresiasi kepada masyarakat, Pertamina, dan juga aparat.

    “Kondisi SPBU yang aman, bukan saja karena kemajuan pengawasan dan perlindungan dari Pertamina. Selain itu, juga berkat peningkatan pelayanan yang membuat masyarakat puas dan percaya,” ujar Trubus kepada media hari ini, Selasa, 9 September.

    Menurut Trubus, kepuasan masyarakat terhadap Pertamina tak lepas dari peningkatan pelayanan SPBU-SPBU sebagai salah satu ujung tombak layanan masyarakat bidang energi. Kepuasan yang dirasakan masyarakat terhadap layanan SPBU tersebut, menurut Trubus, tidak hanya terkait kualitas, harga yang kompetitif, namun juga pelayanan yang sigap. Bahkan, di saat aksi unjuk rasa pun, distribusi Pertamina tetap berjalan lancar.

    ”Saat ini, pelayanan SPBU-SPBU tersebut cenderung cepat dan disiplin sehingga memuaskan serta tidak merugikan masyarakat. Makanya, selama aksi kemarin, SPBU dan fasilitas energi Pertamina tetap aman,” kata dia.

    Trubus menyebut, pelayanan Pertamina yang terus meningkat, antara lain karena penerapan teknologi digital. Apalagi, imbuhnya, digitalisasi tersebut sudah terintegrasi dengan berbagai sistem operasional.

    ”Digitalisasi terintegrasi inilah yang saya garis bawahi, yang membuat masyarakat puas. Dan rasa puas tersebut, saat ini tampaknya sudah menjelma menjadi rasa memiliki. Tak heran, jika masyarakat dengan sadar ikut membantu menjaga fasilitas rantai pasok BBM Pertamina,” urai Trubus.

    Begitupun Trubus mengatakan, kesadaran masyarakat tersebut harus terus dijaga dan ditumbuhkan. Termasuk pemahaman mengenai pentingnya energi seperti BBM, sebagai kebutuhan dasar.

    ”Jika sebelumnya kebutuhan dasar itu adalah makan, minum dan perumahan. Sekarang, tanpa BBM masyarakat tidak bisa beraktivitas. Itu sudah menjadi pemahaman yang tertanam di kesadaran masyarakat masa kini,” pungkas Trubus.

    Berbagai jaringan distribusi BBM Pertamina, termasuk SPBU sepanjang unjuk rasa beberapa waktu lalu, memang terbilang kondusif. PT Pertamina (Persero) memastikan operasional distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan normal. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Agen, Pangkalan, Sub Pangkalan, serta Outlet penjualan LPG Subsidi dan Non Subsidi tetap menjalankan kegiatannya dalam melayani kebutuhan energi masyarakat dengan optimal.

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso saat itu mengatakan, Pertamina Group terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar. Selain pemantauan langsung di lokasi operasi, Pertamina juga melakukan pemantauan secara digital untuk seluruh rantai pasok energi mulai dari hulu hingga hilir melalui Pertamina Digital Hub, yakni fasilitas pusat data terintegrasi Pertamina yang dapat dimonitor secara real-time.

  • Arahan Presiden Prabowo, Semua Program Dipercepat, Tidak Boleh Ada Hambatan

    Arahan Presiden Prabowo, Semua Program Dipercepat, Tidak Boleh Ada Hambatan

    JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara, Jakarta, Selasa, 9 September.

    Usai mengikuti rapat terbatas (ratas), Zulhas memberikan keterangan kepada wartawan. Salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto adalah semua program harus dipercepat pelaksanaannya dan tidak boleh ada hambatan terkait aturan.

    Terkait kementeriannya, Zulhas diminta Presiden Prabowo untuk optimalisasi produksi pangan dan membangun lahan yang baru, seperti sawah di kawasan Wanan, Sumatera Selatan dan Kalimantan.

    Selain itu, menurut Zulhas, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan arahan yang menunjang percepatan pembangunan dan pemanfaatan lahan baru untuk pangan.

  • Fotografi Jadi Jembatan Diplomasi Budaya Indonesia–Amerika Latin

    Fotografi Jadi Jembatan Diplomasi Budaya Indonesia–Amerika Latin

    JAKARTA – Kementerian Kebudayaan RI bersama delapan kedutaan besar Amerika Latin menghadirkan pameran fotografi kolektif Tierra Viva; Cultures and Colors of Latin America di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin, 8 September. Pameran yang berlangsung hingga 28 September ini bukan sekadar suguhan visual, tetapi simbol kuat kolaborasi lintas negara dalam memperkuat diplomasi budaya.

    Tierra Viva yang berarti “tanah yang hidup” menghadirkan potret keragaman budaya dari Argentina, Kolombia, Ekuador, Guatemala, Meksiko, Panama, Peru, dan Uruguay. Setiap foto merekam jejak kehidupan, dari alam hingga tradisi, yang tak hanya merepresentasikan identitas, tetapi juga menyatukan nilai universal manusia.

    Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang membuka pameran ini, menegaskan dukungan pemerintah terhadap diplomasi budaya yang konkret. “Dengan bangga kami mendukung penyelenggaraan Tierra Viva di Galeri Nasional, salah satu landmark budaya di bawah Indonesian Heritage Agency. Pameran ini jembatan yang mendekatkan kita sekaligus membuka ruang kolaborasi baru,” ujarnya.

    Dubes Peru untuk Indonesia, Luis Tsuboyama, menyebut fotografi mampu menjadi bahasa kolektif. “Kita menuntaskan milestone penting, menghadirkan narasi budaya yang tak hanya unik, tapi juga menghubungkan satu sama lain,” katanya.

    Kurator pameran, Ayos Purwoaji, menambahkan adanya benang merah antara Indonesia dan Amerika Latin. “Baik di sini maupun di sana, kita menemukan kesamaan: tekstil, masyarakat adat, hingga kisah hidup sehari-hari,” jelasnya.

    Delapan fotografer lintas negara berpartisipasi, di antaranya Angela Rincon (Kolombia), Luis Fabini (Uruguay), hingga Nora Iniesta (Argentina). Karya-karya mereka menampilkan wajah Amerika Latin: dari gauchos Uruguay yang digambarkan sebagai pengembara bebas, hingga Kota Cuenca di Ekuador yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

    Selain pameran foto, rangkaian diskusi dan pemutaran film Amerika Latin turut digelar tiap akhir pekan. Kehadiran para duta besar negara sahabat di pembukaan memperkuat pesan bahwa budaya bisa melampaui sekat politik dan geografi.

    Melalui Tierra Viva, Indonesia bersama Amerika Latin menegaskan bahwa fotografi bukan sekadar seni, melainkan bahasa diplomasi yang menyatukan peradaban.

  • Mulai dari Manajer Penyanyi dan Band Ternama, hingga Promotor Pestapora

    Mulai dari Manajer Penyanyi dan Band Ternama, hingga Promotor Pestapora

    YOGYAKARTA – Profil Kiki Ucup menjadi pusat perhatian netizen yang hendak mengetahui sepak terjang promotor Pestapora tersebut dalam industri musik. Pestapora adalah salah satu festival musik terbesar di Indonesia yang diselenggarakan sejak tahun 2022 oleh promotor Boss Creator.

    Selain menjadi promotor festival musik, Kiki Ucup juga sempat menjalani karier sebagai manajer untuk beberapa musisi dan penyanyi ternama. Beberapa nama yang pernah dimanajeri Kiki Ucup di antaranya adalah Danilla, Barasuara, dan Adhitia Sofyan.

    Profil Kiki Ucup

    Rizky Aulia atau Kiki Ucup memulai kariernya di industri musik Indoensia pada tahun 2008. Ketika itu, Kiki bergabung dengan perusahaan rekaman independen bernama Demajors sebagai event manager dan talent coordinator.

    Pada tahun 2010, Kiki mengawali kariernya dalam bidang manajemen artis. Musisi pertama yang sempat ia tangani yaitu penyanyi dan pencipta lagu Adhitia Sofyan. Kiki menjalin kerja sama dengan Adhitia Sofyan selama tiga tahun.

    Selanjutnya, pada tahun 2015, Kiki menjadi manajer dari penyanyi dan pencipta lagu Danilla Riyadi. Pada kesempatan berikutnya, Kiki kemudian menjadi manajer band Barasuara yang dibentuk oleh kawannya, Iga Massardi. Kiki menjadi manajer Barasuara hingga tahun 2020.

    Pada tahun 2019, Kiki juga sempat menjadi manajer Andika Mahesa atau Andika Kangen Band. Selain sebagai manajer musisi, Kiki Ucup juga menjadi penggagas dan promotor banyak festival musik dalam negeri.

    Bersama David Karto, pendiri Demajors, Kiki menggagas Synchronize Fest. Synchronize Fest adalah festival musik multi genre dalam skala nasional dengan line up musisi dan penyanyi kenamaan dari berbagai generasi di Indonesia.

    Ucup merintis Sinkronis yang kemudian berkembang menjadi Synchronize Fest, sebuah festival musik dengan skala besar yang sejak 2016 konsisten menampilkan lintas genre dan generasi, mulai dari musisi senior hingga band pendatang baru.

    Ia populer sebagai sosok yang jeli membidik potensi musisi. Sebagai contoh, pada Synchronize Fest edisi pertama, Ucup memberi panggung untuk band seperti Fourtwnty, Silampukau, Jason Ranti, hingga Giggs yang kini tumbuh menjadi nama besar. 

    Dalam Synchronize Fest, Kiki Ucup memegang peran sebagai direktur program. Pada tahun ini, Synchronize Festival akan diselenggarakan pada tanggal 3, 4, dan 5 Oktober 2025.

    Pestapora dan Keriuhannya Belakangan

    Kiki Ucup selanjutnya mendirikan perusahaan promotor musik bernama Boss Creator bersama Riandika Winandatama dan Adi Praja. Promotor tersebut adalah penyelenggara festival musik dengan skala nasional yang disebut Pestapora yang pada tahun 2025 ini digelar pada tanggal 5, 6, dan 7 September 2025.

    Pada penyelenggaraan Pestapora 2025, nama Kiki Ucup ikut disebut dalam kontroversi besar setelah banyak musisi memutuskan mundur sebab festival tersebut sempat menjadikan perusahaan tambang sebagai sponsor.

    Menanggapi hal tersebut, Ucup mengunggah video permintaan maaf. Ia menegaskan bahwa tidak ada suntikan dana dari perusahaan tambang yang masuk ke gelaran Pestapora 2025, sekaligus memastikan kontrak kerja sama sudah diputuskan. Ucup juga mengungkapkan penyesalan kepada lebih dari 30 musisi yang batal tampil dan juga kepada penonton yang terdampak.

    Meski menerima kritik, dedikasi Ucup terhadap musik Indonesia tentu tidak dapat dipandang sebelah mata. Baginya, festival musik menjadi ruang perayaan yang harus terbuka untuk semua generasi, tempat musisi baru dapat bertumbuh dan musisi lama kembali mendulang apresiasi.

    Demikianlah ulasan mengenai profil Kiki Ucup. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.