Author: Voi.id

  • Saya Lihat yang Ilegal, Harus Ditertibkan

    Saya Lihat yang Ilegal, Harus Ditertibkan

    JAKARTA – Panglima TNI Agus Subiyanto menangapi soal keresahan publik soal penggunaan sirine dan strobo di jalan. Menurut Agus, saat ini memang banyak penyalahgunaan sirine dan strobo untuk kendaraan.

    Sehingga, menurutnya, wajar bila muncul gerakan warga menolak memberi jalan kepada kendaraan yang dikawal sirine dan strobo selain mobil ambulans dan pemadam kebakaran.

    “Ya mungkin ilegal yang harus, saya juga suka lihat, harus ditertibkan, lah, enggak boleh (dibiarkan),” tutur Agus ditemui di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu, 21 September.

    Agus mengaku sepakat bahwa pengawalan lampu strobo, sirine, dan rotator hanya diperuntukkan bagi kendaraan VVIP.

    Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), pengaturan mengenai kendaraan yang mendapatkan hak utama di jalan tercantum di Pasal 134.

    Di antaranya, kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan pimpinan lembaga negara, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, serta konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan Polri.

    “Saya rasakan untuk VVIP, dalam konvoi itu kan ada aturan, itu boleh, kalau untuk khusus VVIP itu ada aturan,” ujar Agus.

    Oleh sebab itu, Agus mengklaim dirinya telah memberi peringatan kepada Polisi Militer atau POM TNI untuk tidak menyalakan strobo dan sirine saat mengawal kendaraan yang ia tumpangi ketika jalanan kosong.

    “Saya sampaikan kepada satuan saya kalau ikuti aturan, kecuali ada hal yang memang membutuhkan kita urgensi cepat kita harus ada di suatu tempat, membutuhkan bantuan. Juga seperti ambulans, pemadam kebakaran, kita dahulukan,” jelasnya.

    Panglima TNI Agus Subiyanto. (Diah-VOI)

    Dalam beberapa waktu terakhir, publik diramaikan dengan gerakan yang menolak memberikan jalan kepada kendaraan-kendaraan yang menggunakan sirine. Gerakan itu kemudian dikenal dengan “Setop Tot, Tot, Wuk, Wuk” dan mendapatkan dukungan dari banyak warganet serta masyarakat.

    Soal gerakan itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho saat ditemui sejumlah wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, menyatakan Polri telah membekukan penggunaan rotator dan sirine mobil pengawalan (patwal).

    “Saya Kakorlantas, saya bekukan untuk pengawalan menggunakan suara-suara itu karena ini juga masyarakat terganggu, apalagi padat,” urai Agus Suryonugroho kepada wartawan.

    Agus juga berterima kasih atas masukan yang diberikan kepada masyarakat, terutama para pengendara yang terganggu dengan suara bising sirine mobil atau motor patwal.

    “Semua masukan masyarakat itu hal positif untuk kita, dan ini saya evaluasi. Biar pun ada ketentuannya pada saat kapan menggunakan sirine, termasuk tot tot, dan ini saya terima kasih kepada masyarakat, untuk Korlantas sementara kita (telah) bekukan,” tandasnya.

  • Sinopsis Film dan Serial Terbaru September 2025, dari Weapons hingga M3gan 2.0

    Sinopsis Film dan Serial Terbaru September 2025, dari Weapons hingga M3gan 2.0

    JAKARTA – Siapkan waktu nonton di CATCHPLAY+, dengan dinosaurus dalam Jurassic World Rebirth dan salah satu film horor terbaik di 2025 Weapons.

    Selain itu masih ada aksi boneka pembunuh M3gan 2.0, aksi kocak Liam Neeson di The Naked, romansa menggoda ala Andrew Garfield dan Florence Pugh, hingga serial yang dibintangi Sylvester Stallone dan Samuel L. Jackson.

    1. Jurassic World Rebirth

    Dinosaurus tak lagi cocok dengan ekologi bumi dan kini tim yang dipimpin Zora Benner (Scarlett Johansson) ditugaskan kembali ke pulau penelitian zaman Jurassic Park untuk mengumpulkan DNA tiga dinosaurus terbesar. Misi itu malah jadi berantakan karena mereka diserang dinosaurus dan terjebak di sana.

    Tim itu kini harus berjuang bertahan hidup menghadapi dinosaurus mutan D-Rex, mahkluk deformasi dari T-Rex, dan Mutadon, hibrida antara Pterosaurus dan Velociraptor. Apa lagi nih kejutan yang bakal tampil di film ini?

    2. Weapons

    Tak ada yang menduga saat film ini dirilis bisa meraih rating 94% di Rotten Tomatoes, meraup Rp3,9 triliun dari seluruh dunia, Rp42 milyar dari Indonesia dan jadi salah satu film horor terbaik 2025! Dibintangi peraih Emmy dari Ozark, Julia Garner, bersama Josh “Thanos” Brolin dan si Han Solo, Alden Ehrenreich, kisahnya dimulai pada suatu malam di Maybrook, Pennsylvania, saat 17 anak dari kelas 3 SD yang sama mendadak bangun dan berlari keluar rumah pada pukul 2:17 pagi, menghilang tanpa jejak. Hanya satu anak, Alex Lilly, yang tetap tinggal.

    Guru mereka dan ayah Alex mengungkap ritual sihir kuno yang mengubah anak-anak menjadi “senjata” yang dikendalikan oleh entitas jahat. Tonton dan buktikan kenapa film ini dijadikan salah satu yang terbaik 2025.

    3. M3gan 2.0

    Kembalinya robot pembunuh ini penuh dengan teknologi AI yang sedang viral dan sekaligus penghormatan untuk Knight Rider.

    4. The Naked Gun

    Liam Neeson lepaskan image dari Taken untuk perankan karakter komedi ikonik Leslie Nielsen bersama Pamela Anderson.

    5. We Live in Time

    Chemistry manis antara nomine Oscar Florence Pugh dan ex Spider-Man, Andrew Garfield.

    6. Maria

    Angelina Jolie harus les vokal selama 7 bulan penuh untuk biografi penyanyi soprano legendaris ini.

    Serial Wajib Ditonton:

    1. Tulsa King Musim 3

    Samuel L. Jackson bergabung dengan Sylvester Stallone menghadapi musuh baru yang diperankan mantan terminator, Robert Patrick.

    2. The Agency Musim 1

    Dibintangi nama-nama terkenal seperti Michael Fassbender, Jeffrey Wright, hingga Richard Gere, serial spionase ini bakal membuatmu nonton semua episodenya.

  • Cara Membantu Anak Mengatasi Rasa Malu di Lingkungan Sosialnya

    Cara Membantu Anak Mengatasi Rasa Malu di Lingkungan Sosialnya

    YOGYAKARTA – Beberapa anak memang dilahirkan dengan rasa malu yang cukup terlihat. Perasaan malu ini sebenarnya normal namun hanya pada kadar yang tidak berlebihan. Anak pemalu saat menghadapi situasi yang membutuhkan interaksi sosial sebaiknya dibantu agar lebih berani dan percaya diri. Artikel ini akan membahas cara membantu anak mengatasi rasa malu agar bisa cepat adaptasi di lingkungan sosialnya.

    Cara Membantu Anak Mengatasi Rasa Malu

    Dilansir dari Child Mind Institute, Rachel Busman, PsyD, seorang psikolog klinis menjelaskan bahwa anak akan mencari petunjuk bagaimana cara mengelola emosi, termasuk rasa malu, dari orang tuanya. Artinya orang tua harus memperlihatkan rasa percaya diri mereka di hadapan anak saat berada di lingkungan sosial.

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh orangtua untk membantu anak pemalu agar lebih berani. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut, dilansir dari raisingchildren.

    Beri waktu anak agar merasa nyaman

    Orang tua harus sadar bahwa anak tidak lagsung nyaman menghampiri orang yang tak mereka kenal. Kenyamana itu bisa datang seiring dengan berjalannya waktu. Cobalah untuk memancing kenyamanan antara anak dan orang lain misalnya dengan mainan yang dapat dimainkan berdua. Perasaan nyaman jadi salah satu cara mengatasi rasa malu pada anak-anak.

    Beri pendampingan

    Pendampingan sementara orang tua kepada anak perlu dilakukan dalam situasi sosial seperti dalam kelompok bermain. Tidak hanya mendampingi, orang tua perlu memberi dorongan kepada anak agar terus bereksplorasi. Dorongan itu akan membuat anak mencari kenyamanan dalam lingkungan sosialnya. Tetaplah beri pengawasan dari jauh.

    Beri tahu semua baik-baik saja

    Referensi anak dalam mencari kenyamanan tentu berasal dari orang tua. Untuk itu orang tua perlu tahu bahwa semua akan baik-baik saja. Bantulah anak untuk mengelola perasaannya secara langsung agar tumbuh keberanian. Jangan biarkan anak terkekang rasa malu dan penakut di lingkungan sosialnya.

    Jangan terlalu khawatir

    Kekhawatiran orang tua terhadap anak yang berlebihan akan menjadi sesuatu yang kurang baik. Sebaiknya orang tua tidak terlalu sering mengkhawatirkan dan menenangkan anak. Dua hal tersebut secara tidak langsung hanya membuat anak melegitimasi situasi yang menurut mereka menakutkan. Perlakuan itu juga akan mendorong perilaku malu mereka.

    Puji keberanian anak

    Jika anak berhasil mencoba hal baru, bermain dengan teman, atau menghadapi kesulitan sosialnya, orang tua perlu memberi pujian untuk anak. Pujian spesifik tentu sangat direkomendasikan untuk anak. Beri pujian positif dan kaitkan dengan perilaku berani mereka.

    Orang tua harus memberi contoh baik

    Sesekali bawalah anak Anda ke lingkungan sosial yang menuntut orang tua aktif berinteraksi. Reaksi sosial yang Anda tunjukan akan jadi referensi untuk anak Anda. Hindari memperlihatkan perilaku malu atau ketakukan karena akan dicontoh oleh anak-anak.

    Itulah beberapa cara membantu anak mengatasi rasa malu. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

  • Udara Labuan Bajo Sementara Bersih Sebaran Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki

    Udara Labuan Bajo Sementara Bersih Sebaran Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki

    JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan untuk sementara ruang udara Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), bebas dari sebaran abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang kembali erupsi sejak 19 September 2025.

    “Sebaran abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki sempat sampai di ruang udara Manggarai Barat, bahkan sampai tadi malam pukul 22.00 WITA masih menunjukkan wilayah udara kita masih masuk dalam poligon sebaran abu vulkanik,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran dihubungi di Labuan Bajo, Minggu, disitat Antara.

    Ia menambahkan, ruang udara Manggarai Barat dinyatakan bersih dari sebaran abu vulkanik berdasarkan pemantauan satelit dan laporan pilot dari penerbangan yang melintas di atas Labuan Bajo melaporkan secara visual tidak ada sebaran abu vulkanik.

    “Karena selain pantauan real time selain memakai satelit, juga berdasarkan laporan pilot yang melintasi area di sekitarnya, ini bukan berarti menuju ke area poligon, karena justru area yang sudah ditandai itu wajib dihindari dengan membuat rute baru,” kata Maria.

    Maria juga menjelaskan walaupun erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur kali ini tidak begitu mudah erupsi seperti pada erupsi di beberapa bulan lalu, namun erupsi terjadi secara kontinyu.

    “Erupsi tidak eksplosif tapi sebaran abu bisa sampai Manggarai Barat karena erupsi yang berlangsung terus-menerus (intermiten) dengan suplai abu vulkanik yang konsisten dan terakumulasi di udara dan jika didukung angin yang konsisten dari timur tenggara serta tanpa hujan, maka dapat meningkatkan juga peluang sebaran abu vulkanik sampai jauh,” kata Maria.

    Maria menambahkan berdasarkan pemantauan pada citra satelit abu vulkanik, tidak terdeteksi lagi sebaran abu vulkanik di ruang udara Manggarai Barat karena bisa saja tertutup awan atau sudah semakin halus terurai di udara sehingga dengan limitasinya, satelit tidak dapat mendeteksi lagi.

    “Laporan dari pos pengamatan darat menyebutkan erupsi masih berlangsung secara intermiten, namun dalam poligon sebaran abu vulkanik dari erupsi pagi tadi yang disertai prediksi hingga pukul 00.40 WITA nanti malam menunjukkan sebaran tidak sampai ke Manggarai Barat,” ungkap Maria.

    Maria juga mengungkapkan faktor utama yang mengakibatkan abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki bisa sampai ke Labuan Bajo di Manggarai Barat adalah pola angin di setiap lapisan atmosfer dan tinggi kolom abu erupsi.

    Semakin tinggi kolom abu, lanjut dia, maka semakin besar pula peluang abu vulkanik tersebar kemana-mana karena angin di tiap lapisan yang berbeda arah dan kecepatannya,

    “Sehingga keterangan dalam berita sigmet volcanic ash (VA) pasti dibedakan level sebarannya,” kata Maria.

    Sementara itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 27 kali gempa letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur pada periode 19-20 September 2025.

    Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam laporan khusus perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Level IV (Awas) tanggal 20 September 2025 pukul 21.00 WITA.

    Dalam laporan tersebut, tercatat juga dua kali gempa guguran, sembilan kali gempa hembusan, satu kali gempa harmonik, 23 kali gempa tremor non-harmonik, 18 kali gempa low frekuensi, tiga kali gempa vulkanik dalam, lima kali gempa tektonik jauh, dan satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 2.9 – 22 mm, dominan 14.8 mm.

    “Aktivitas visual menunjukkan letusan masih terjadi dengan kolom abu yang fluktuatif antara 800-6000 meter. Asap juga terlihat keluar dari rekahan di sisi barat laut, yang mengindikasikan adanya zona lemah dan berpotensi menjadi jalur erupsi baru,” kata Muhammad Wafid.

  • KAI Dukung UMKM Kembangkan Pasar dengan Fasilitas Sertifikasi

    KAI Dukung UMKM Kembangkan Pasar dengan Fasilitas Sertifikasi

    JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.

    Executive Vice President of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji menjelaskan bahwa Hampir 200 UMKM binaan kini difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi halal, BPOM, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui kegiatan Kick Off Sertifikasi UMKM

    Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis KAI dalam mendukung UMKM agar memiliki paspor menuju pasar modern, ritel nasional, hingga peluang ekspor.

    “Dengan sertifikasi resmi, UMKM diharapkan semakin tangguh, kompetitif, dan siap menembus pasar internasional sebagai UMKM kelas dunia,” ungkapnya dalam keterangannya, Minggu, 21 September.

    Agus menjelaskan di era perdagangan modern, sertifikasi memiliki peran vital yaitu sertifikat halal meningkatkan kepercayaan konsumen, izin edar BPOM menjamin mutu dan keamanan produk, sementara perlindungan HKI menjaga karya UMKM agar bernilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan.

    Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa fasilitas sertifikasi ini merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang TJSL dan CSR KAI.

    “Sertifikasi halal, BPOM, dan HKI bukan sekadar syarat administratif, melainkan gerbang masa depan. Dengan legalitas yang kuat, branding kokoh, dan inovasi digital, UMKM binaan KAI siap menjadi bagian dari rantai ekonomi global dan melangkah menuju UMKM kelas dunia,” jelasnya.

    Agus juga menekankan pentingnya sinergi untuk memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional.

    “KAI percaya UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Melalui sertifikasi, pendampingan, dan inovasi, KAI berkomitmen mencetak UMKM yang tidak hanya berdaya saing di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Ini adalah bagian dari perjalanan KAI menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

    Adapun, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KAI dengan Rumah BUMN Bandung, Rumah BUMN Pertamina Palangka Raya, dan Purbalingga.

    Agus menyampaikan sinergi ini mencerminkan kekuatan kolektif antar-BUMN dalam menjadikan UMKM sebagai pilar ekonomi bangsa, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan.

    Sebagai BUMN transportasi dan logistik, ia menyampaikan bahwa KAI tidak hanya berfokus pada layanan utama, tetapi juga konsisten menjadi katalisator ekonomi kerakyatan.

    Menurutnya melalui pembinaan UMKM, fasilitasi sertifikasi, hingga dukungan inovasi digital, KAI memperkuat peranannya dalam menghadirkan manfaat nyata serta membawa UMKM Indonesia naik kelas menuju UMKM kelas dunia.

  • Jangan Salah Pakai, Ini Perbedaan Lada dan Ketumbar dalam Masakan

    Jangan Salah Pakai, Ini Perbedaan Lada dan Ketumbar dalam Masakan

    YOGYAKARTA – Lada dan letumbar merupakan dua jenis bahan dapur yang tidak pernah absen dalam sajian kuliner nusantara. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui perbedaan lada dan ketumbar agar tidak salah pakai ketika membuat masakan.

    Lada sering kali disamakan dengn ketumbar, lantaran bentuk dan tampilannya yang mirip. Padahal, jika diamati dengan seksama, ada perbedaan dari segi warna, bentuk, aroma, dan rasa. Untuk mengetahui perbedaan keduanya, simak penjelasan di bawah ini.

    Perbedaan Lada dan Ketumbar

    Menyadur buku Bumbu Penyedap, dan Penyerta Masakan Indonesia karya Murdjiati Gadjito, berikut beberapa perbedaan lada dan ketumbar yang perlu Anda ketahui:

    Warna dan Bentuk

    Secara sekilas, lada memang terlihat mirip dengan ketumbar. Akan tetapi jika diamati dengan seksama, lada memiliki tampilan yang berbeda dengan ketumbar,

    jika diamati dari ukurannya, lada akan terlihat lebih besar daripada ketumbar. Sementara dari segi warna, lada memiliki warna yang lebih beragam, ada lada merah, lada hijau, dan lada hitam. Hal ini berbeda dengan ketumbar yang hanya mempunyai satu warna, yakni coklat muda.

    Rasa

    Perbedaan lada dan ketumbar yang lainnya dapat diamati dari segi rasa. Pada masakan, penggunaan lada bisa memberikan sensasi pedas. Sedangkan ketumbar digunakan untuk menambah rasa gurih pada hidangan. Penggunaan ketumbar dalam masakan juga membuat rasanya lebih ‘nyata’.

    Aroma

    Tak hanya memberikan sensasi pedas, lada juga dapat memberikan aroma pedas yang cukup kuat pada makanan. Bahkan, saat dibaui, aroma tersebut bisa saja menuruk hidung.

    Sementara ketumbar mengeluarkan aroma yang lebih harum, tetapi aroma tersebut tidak pedas seperti merica.

    Penggunaan dalam Masakan

    Perbedaan lada dan ketumbar yang terakhir dapat dilihat dari segi penggunaan dalam masakan. Untuk lada, cara menggunakannya adalah dengan cara digiling atau dihaluskan, lalu ditaburkan pada proses akhir memasak. Dengan menambahkan lada, rasa dan aroma masakan akan semakin kuat.

    Sedangkan biji ketumbar harus disangrai terlebih dulu, baru kemudian dihaluskan bersama bumbu lainnya. proses ini bisa membuat aroma masakan lebih harum.

    Demikian informasi tentang perbedaan lada dan ketumbar. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.

  • Peneliti Peru Ungkap Fosil Mirip Lumba-lumba Berusia 8-12 Juta Tahun

    Peneliti Peru Ungkap Fosil Mirip Lumba-lumba Berusia 8-12 Juta Tahun

    JAKARTA – Para ahli paleontologi di Peru pada Hari Rabu mengungkap kerangka fosil makhluk purba mirip lumba-lumba yang diperkirakan berusia antara 8 dan 12 juta tahun.

    Sisa-sisa fosil tersebut ditemukan pada Bulan Juli di Gurun Ocucaje, Peru, wilayah di selatan ibu kota Lima yang dulunya merupakan bagian dari Samudra Pasifik.

    Ahli paleontologi Mario Urbina, yang terlibat dalam penemuan tersebut, menyebut situs kuno tersebut sebagai “hotel besar”, menjelaskan pegunungan pesisir menciptakan penghalang dari arus kuat, menjadikannya tempat yang ideal dan tenang bagi hewan laut untuk bereproduksi, dikutip dari Reuters 18 September.

    Dikatakan, wilayah tersebut merupakan laut selama kurang lebih 45 juta tahun.

    “Hewan-hewan pergi ke sana karena di bagian pantai ini terdapat pegunungan yang sejajar dengan pantai dan berfungsi sebagai penghalang arus laut,” ujarnya seperti dikutip dari BBC.

    Para peneliti dari Institut Geologi, Pertambangan, dan Metalurgi (INGEMET) Peru mencatat, penemuan ini membantu mereka memahami geografi masa lalu dan bagaimana garis pantai telah berubah selama ribuan tahun.

    Gurun-gurun Peru dianggap sebagai kuburan yang kaya bagi spesies laut purba, dengan fosil kerabat hiu putih besar berusia 9 juta tahun yang ditemukan awal tahun ini.

    Sisa-sisa prasejarah juga telah ditemukan di tempat lain di Peru, di wilayah yang jauh dari pantai. Pada April 2024, para ahli mempresentasikan tengkorak fosil lumba-lumba sungai terbesar yang diketahui, yang menghuni wilayah yang sekarang dikenal sebagai Amazon sekitar 16 juta tahun yang lalu.

  • Hari Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Muntahkan 3 Kali Abu Vulkanik

    Hari Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Muntahkan 3 Kali Abu Vulkanik

    JAKARTA – Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi sebanyak tiga kali hari ini Minggu 21 September.

    Berdasarkan keterangan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikutip dari Antara, menyatakan erupsi pada hari Minggu itu terjadi pada pukul 07.22 WITA, pukul 08.23 WITA, dan pukul 09.01 WITA.  

    Pada erupsi pertama tinggi kolom abu teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak atau sekitar 2.384 mdpl. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat daya.

    Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi kurang lebih satu menit 36 detik.

    Lebih lanjut, pada erupsi kedua tinggi kolom abu teramati juga kurang lebih 800 meter di atas puncak atau sekitar 2.384 mdpl.

    Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis condong ke arah barat daya.

    Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 44.4 mm dan durasi kurang lebih satu menit 17 detik.

    Pada erupsi ketiga, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak atau sekitar 2.284 mdpl.

    Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat daya dan barat.

    Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 44. 4 mm dan durasi kurang lebih satu menit 16 detik.

    Sementara itu, saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV (Awas). Oleh karena itu masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius enam km dan sektoral barat daya-timur laut tujuh km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Masyarakat juga diimbau agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

    Selanjutnya, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

    Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

  • Akui Minta Pengawalnya Matikan Sirine-Strobo di Jalan, Panglima TNI: Ganggu Saya Juga

    Akui Minta Pengawalnya Matikan Sirine-Strobo di Jalan, Panglima TNI: Ganggu Saya Juga

    JAKARTA – Panglima TNI Agus Subiyanto mengaku dirinya juga terganggu dengan bisingnya suara sirine dan lampu strobo pengawalan kendaraan di jalan, seperti yang dikeluhkan masyarakat belakangan ini.

    Bahkan, Agus mengklaim dirinya telah memerintahkan kepada jajarannya untuk mematikan perangkat tersebut ketika mengawal kendaraan yang ia tumpangi. Sebab, Agus juga merasa terganggu.

    “Saya juga mengarah kepada pengawal saya untuk tak bunyikan strobo karena ganggu kita juga. Ganggu saya juga. Saya kan pengen nyaman juga,” ucap Agus ditemui di kawasan Monumen Nasional (Monas), Minggu, 21 September.

    Agus juga mengklaim tak mau menggunakan sirine dan strobo untuk menerobos lampu lalu lintas. Hal itu juga ia tekankan kepada pejabat TNI lainnya.

    “Lihat aja kalau saya juga jarang pakai strobo. Saya kalau lampu merah saya berhenti. Kasad, semua berhenti. Saya sampaikan kepada satuan saya kalau ikuti aturan,” ungkap Agus.

    Agus mengaku sepakat bahwa pengawalan lampu strobo, sirine, dan rotator hanya diperuntukkan bagi kendaraan VVIP.

    Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), pengaturan mengenai kendaraan yang mendapatkan hak utama di jalan tercantum di Pasal 134.

    Di antaranya, kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan pimpinan lembaga negara, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, serta konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan Polri.

    “Saya rasakan untuk VVIP, dalam konvoi itu kan ada aturan, itu boleh, kalau untuk khusus VVIP itu ada aturan,” ujar Agus.

    Oleh sebab itu, Agus mengklaim dirinya telah memberi peringatan kepada Polisi Militer atau POM TNI untuk tidak menyalakan strobo dan sirine saat mengawal kendaraan yang ia tumpangi ketika jalanan kosong.

    “Saya sampaikan kepada satuan saya kalau ikuti aturan, kecuali ada hal yang memang membutuhkan kita urgensi cepat kita harus ada di suatu tempat, membutuhkan bantuan. Juga seperti ambulans, pemadam kebakaran, kita dahulukan,” jelasnya.

    Dalam beberapa waktu terakhir, publik diramaikan dengan gerakan yang menolak memberikan jalan kepada kendaraan-kendaraan yang menggunakan sirine. Gerakan itu kemudian dikenal dengan “Setop Tot, Tot, Wuk, Wuk” dan mendapatkan dukungan dari banyak warganet serta masyarakat.

    Soal gerakan itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho saat ditemui sejumlah wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, menyatakan Polri telah membekukan penggunaan rotator dan sirine mobil pengawalan (patwal).

    “Saya Kakorlantas, saya bekukan untuk pengawalan menggunakan suara-suara itu karena ini juga masyarakat terganggu, apalagi padat,” urai Agus Suryonugroho kepada wartawan.

    Agus juga berterima kasih atas masukan yang diberikan kepada masyarakat, terutama para pengendara yang terganggu dengan suara bising sirine mobil atau motor patwal.

    “Semua masukan masyarakat itu hal positif untuk kita, dan ini saya evaluasi. Biar pun ada ketentuannya pada saat kapan menggunakan sirine, termasuk tot tot, dan ini saya terima kasih kepada masyarakat, untuk Korlantas sementara kita (telah) bekukan,” imbuhnya.

  • Prabowo Pidato di PBB, Mengakhiri Tren Ketidakhadiran Era Jokowi

    Prabowo Pidato di PBB, Mengakhiri Tren Ketidakhadiran Era Jokowi

    JAKARTA – Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali digelar di New York, Amerika Serikat, pada September ini.

    Dengan mengusung tema “Better together: 80 years and more for peace, development and human rights”, sesi pembukaan sudah dimulai sejak 9 September di Markas Besar PBB, Manhattan.

    Indonesia akan hadir dengan Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala delegasi—menandai kembalinya kepala negara Indonesia di forum PBB setelah absen 10 tahun.

    Kehadiran ini menjadi sorotan, sebab dalam 16 tahun terakhir, hanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang relatif konsisten hadir dan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB.

    Sementara itu, Presiden Joko Widodo lebih memilih mengirim wakil, baik Menteri Luar Negeri maupun Wakil Presiden, sehingga Indonesia jarang tampil lewat pidato langsung kepala negara.

    Prabowo dijadwalkan berbicara pada sesi Debat Umum Tingkat Tinggi tanggal 23 September, dengan nomor urut ketiga setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Posisi strategis ini menempatkan Indonesia di barisan awal pemimpin dunia yang menentukan arah pembahasan global.

    Sidang tahun ini juga menjadi momen krusial terkait isu Palestina. Sejumlah negara seperti Prancis, Kanada, Australia, hingga Portugal telah menyatakan niat mengakui kedaulatan Palestina di forum ini. Indonesia, yang konsisten vokal memperjuangkan Palestina, diperkirakan menjadikan isu tersebut sebagai prioritas utama dalam pidato Prabowo.

    Bagi Indonesia, kehadiran langsung presiden di forum PBB tidak hanya menyangkut simbol diplomasi, melainkan juga menyuarakan posisi bangsa di tengah krisis global—mulai dari perang, perubahan iklim, hingga perjuangan kemerdekaan Palestina.

    Dengan tampilnya Prabowo di podium PBB setelah satu dekade vakum, publik menantikan apakah Indonesia akan kembali memainkan peran diplomasi aktif di level tertinggi, seperti era SBY, sekaligus menandai perbedaan gaya kepemimpinan luar negeri dibandingkan Jokowi yang lebih menekankan diplomasi bilateral dan kerja sama ekonomi regional.

    Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum

    Sesi ke-80 pertemuan tingkat tinggi Sidang Majelis Umum PBB akan dimulai pada 20-26 September. Tema Better together: 80 years and more for peace, development and human rights, bertujuan untuk memperbaharui komitmen global terhadap multilateralisme, solidaritas, dan aksi bersama untuk masyarakat dan juga planet.

    Kementerian Luar Negeri, per 11 September, mencatat 145 dari total 193 negara anggota telah mengonfirmasi kehadiran pada Sidang Majelis Umum PBB. Secara rinci, 137 negara diwakili oleh kepala negara pemerintahan, 5 wakil presiden dan 3 wakil perdana menteri.

    Presiden Prabowo akan berbicara pada sesi Debat Umum Tingkat Tinggi pada 23 September dengan nomor urut ketiga setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.

    Sidang Majelis Umum PBB biasanya menghasilkan resolusi yang bukan bersifat mengikat secara hukum tetapi memiliki pengaruh moral yang kuat. Resolusi bersifat hukum jika berkaitan dengan hal-hal tertentu seperti pengakuan negara.