Author: Voi.id

  • Layar Super Tipis, Cerah, dan Tanpa Bezel

    Layar Super Tipis, Cerah, dan Tanpa Bezel

    JAKARTA – Menurut laporan industri terbaru, Apple berencana menghadirkan layar yang lebih tipis, lebih cerah, dan lebih hemat daya untuk iPhone dalam peringatan 20 tahun pada tahun 2027. Layar ini juga diklaim dapat meningkatkan daya tahan baterai.

    Layar baru ini merupakan pengembangan dari teknologi OLED yang telah dikembangkan oleh Apple dan perusahaan lain selama setidaknya tiga tahun. Teknologi ini menghilangkan lapisan polarisasi pada OLED, yang saat ini berfungsi mencegah kaburnya cahaya di layar.

    Menurut ET News, desain baru ini menggunakan teknologi Color Filter on Encapsulation (COE). Filter ini mengurangi pantulan cahaya dan menghilangkan kebutuhan akan lapisan polarisasi. Akibatnya, layar dengan COE akan lebih tipis dan lebih cerah. Lapisan polarisasi pada OLED saat ini cenderung meredupkan layar, sehingga membutuhkan lebih banyak daya baterai untuk mengimbanginya.

    Dengan teknologi ini, layar iPhone baru akan lebih tipis, lebih cerah, dan mengonsumsi daya lebih sedikit. Sebelumnya, Apple dikabarkan meneliti teknologi ini untuk iPhone Fold, namun laporan terbaru menyebutkan bahwa teknologi COE akan diterapkan pada iPhone non-lipat.

    “Seorang pejabat industri yang tidak disebutkan namanya mengatakan, ‘Apple berencana menerapkan COE pada ponsel pintar tipe bar pada tahun 2027 untuk merayakan ulang tahun ke-20 peluncuran iPhone,’” demikian laporan tersebut.

    Namun, sumber yang sama mengklaim bahwa Apple tidak akan menjadi yang pertama menggunakan teknologi layar ini. Sumber tersebut tampaknya berasal dari Samsung, karena mereka menyatakan, “Kami berusaha menerapkan teknologi baru ini pada model kelas atas untuk menegaskan bahwa Samsung menerapkannya sebelum Apple.”

    Samsung telah menggunakan COE pada Galaxy Z Fold 3 yang dirilis pada tahun 2021. Perusahaan ini juga dikabarkan akan memperluas penggunaan COE pada Samsung Galaxy S26 Ultra, yang diperkirakan rilis pada awal 2026.

    Sebelumnya, ada laporan bahwa iPhone Fold akan menggunakan layar tipis buatan Samsung. Namun, laporan tersebut menyebutkan bahwa teknologi tersebut adalah jenis baru yang belum digunakan oleh Samsung sendiri.

  • Perubahan Iklim Nyata, Bukan Tipuan

    Perubahan Iklim Nyata, Bukan Tipuan

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada sesi debat umum Sidang ke-80 Majelis Umum PBB di Markas PBB, New York, menegaskan dampak perubahan iklim (climate change) merupakan ancaman nyata yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia.

    Dari podium di General Assembly Hall, Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9) waktu setempat, Presiden Prabowo membantah dan tidak bersepakat dengan isi pidato Presiden AS Donald Trump yang tak menerima fakta adanya perubahan iklim, dan menyebutnya sebagai “greatest con job ever perpretarted on the world”.

    “Kami, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, di hadapan yang terhormat semua bersaksi, kami telah mengalami dampak langsung dari perubahan iklim, khususnya ancaman naiknya tinggi permukaan laut. Tinggi permukaan laut di pesisir utara ibu kota negara kami naik 5 centimeter tiap tahun. Dapat anda bayangkan berapa tingginya dalam 10 tahun? Dalam 20 tahun?” kata Presiden Prabowo di hadapan seratusan lebih kepala negara dan delegasi negara-negara anggota PBB saat Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Oleh karena itu, Prabowo melanjutkan Indonesia memilih untuk menghadapi ancaman dampak perubahan iklim itu secara langsung, tidak sekadar hanya dengan slogan, tetapi dengan aksi yang konkret, termasuk dengan membangun tanggul laut raksasa (giant sea wall) di sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa.

    “Kami terpaksa membangun tanggul laut raksasa, panjangnya 480 kilometer. Kami mungkin butuh 20 tahun untuk membangun itu, tetapi kami tidak punya pilihan lain. Kami harus mulai bertindak sekarang,” ujar Presiden.

    Di samping itu, Presiden melanjutkan Indonesia juga berkomitmen memenuhi kewajibannya sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian Paris 2015, dan berupaya mencapai target bebas emisi (net-zero emission) pada 2060.

    “Kami menargetkan bebas emisi pada tahun 2060, tetapi kami yakin dapat lebih cepat mencapai itu,” kata Presiden.

    Prabowo melanjutkan pemerintahannya saat ini juga menanam lahan-lahan tandus seluas lebih dari 12 juta hektare, menekan kasus-kasus deforestasi, sekaligus memberdayakan masyarakat lokal sekitar hutan dengan menyediakan pekerjaan-pekerjaan yang berkelanjutan dan tidak merusak alam.

    “Indonesia saat ini juga tegas (dengan komitmennya, red.) berpindah dari pembangunan berbasis bahan bakar fosil menuju pembangunan yang berbasis energi baru dan terbarukan. Mulai tahun depan, sebagian besar tambahan kapasitas listrik kami diperoleh dari pembangkit-pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan,” ujar Presiden Prabowo.

    Sesi debat umum merupakan acara inti Sidang ke-80 Majelis Umum PBB.

    Presiden Prabowo naik podium pada urutan ketiga, setelah Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva pada urutan pertama, dan Presiden AS Donald Trump pada urutan kedua. Tradisinya, Brazil selalu berbicara pada urutan pertama dalam Sidang Majelis Umum PBB, dan AS selalu berbicara pada urutan kedua selaku tuan rumah.

    Kehadiran Presiden Prabowo secara langsung di Markas PBB pada Sidang Ke-80 Majelis Umum PBB pun menjadi kehadiran pertama kepala negara Indonesia setelah absen selama 10 tahun dalam forum tahunan PBB tersebut.

  • IHSG Rabu Bisa Catatkan Rekor Tertinggi Lagi, Simak Rekomendasi Sahamnya

    IHSG Rabu Bisa Catatkan Rekor Tertinggi Lagi, Simak Rekomendasi Sahamnya

    JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) lagi pada perdagangan hari ini, Rabu 24 September. Phintraco Sekuritas dalam risetnya memperkirakan indeks akan bergerak pada rentang resistance 8.200, pivot 8.150, dan support 8.050.

    Phintraco Sekuritas menjelaskan, IHSG ditutup menguat di level 8.125,2 (1,06 persen) pada perdagangan Selasa (23/9), yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa penutupan baru. Saham sektor basic material membukukan penguatan terbesar, sedangkan saham sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah.

    Phintraco Sekuritas menyebutkan, kenaikan harga komoditas seperti emas memicu berlanjutnya penguatan beberapa saham terkait. Upaya Menteri Keuangan untuk memberantas rokok ilegal mendorong penguatan pada saham-saham rokok.

    “Selain itu ekspektasi membaiknya ekonomi pada semester II juga menjadi faktor positif, meskipun pelemahan rupiah akhir-akhir ini menjadi faktor negatif. Ekspektasi akan berlanjutnya pemangkasan suku bunga The Fed juga menjadi faktor positif,” tulis Phintraco Sekuritas

    Phintraco Sekuritas menambahkan, Data M2 Money Supply bulan Agustus 2025 membukukan kenaikan sebesar 7.6 persen YoY dari 6.6 persen YoY di bulan Juli 2025 (23/9). Hal ini sejalan dengan pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI) dan stimulus dari pemerintah yang bertujuan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi domestik.

    Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memabahkan, histogram positif MACD menunjukkan kenaikan didukung oleh indikator volume beli yang kuat serta indikasi terjadinya akumulasi dari indikator accumulation/distribution.

    “Namun indikator Stochastic RSI berada di area overbought. IHSG berada di atas level MA5, MA20 dan MA200, yang mengindikasikan berada di area bullish dalam jangka pendek dan jangka panjang,” papar Phintraco Sekuritas.

    Dengan demikian, Phintraco Sekuritas memrediksi IHSG hari ini melanjutkan penguatan di area 8.150-8.200, selama ditutup di atas level MA5 di sekitar level 8.050.

    “Namun, karena kondisi IHSG hari ini di area overbought, waspadai potensi pullback minor di kisaran 8.050-8.070,” jelas Phintraco Sekuritas.

    Adapun saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas hari ini, yaitu ADRO, PGEO, DOID, DKFT dan ASII.

  • Publik Patut Skeptis Terhadap Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri

    Publik Patut Skeptis Terhadap Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri

    JAKARTA – Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri patut diapresiasi, namun di sisi lain harus dipandang skeptis. Karena hanya berisi nama-nama perwira tinggi yang semuanya berasal dari kepolisian, sulit mengharapkan agenda Reformasi Polri akan bermakna besar bagi masyarakat.

    Desakan Reformasi Polri kian menguat belakangan ini, setelah terjadinya aksi demonstrasi besar-besaran di sejumlah daerah di Indonesia pada akhir Agustus silam. Saat itu, tuntutan supaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur menggema setelah kasus meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis Brimob.

    Merespons tuntutan publik, Presiden Prabowo Subianto pun mengungkapkan rencana membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Sebagai langkah awal, Prabowo melantik pensiunan Wakapolri Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian pada 17 September.

    Namun yang menjadi perhatian luas sekarang ini justru langkah Kapolri Listyo yang membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri yang diumumkan lebih dulu dibanding rencana reformasi kepolisian yang tengah disiapkan Presiden Prabowo.

    Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui selepas menghadiri upacara pelantikan menteri, wakil menteri, dan pimpinan lembaga hasil “reshuffle” jilid ke-3 Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi/aa)

    Keputusan ini memicu perdebatan luas di ruang publik. Mereka mempertanyakan tentang koordinasi, arah kebijakan, dan potensi dinamika politik di baliknya. Bahkan tak sedikit yang menyebut langkah Kapolri membentuk Tim Transformasi Reformasi sebagai tindakan yang melangkahi presiden.

    Bias Kepentingan

    Instruksi pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri bentukan Kapolri jenderal Listyo Sigit Prabowo berisi 52 perwira Polri, terdiri dari 47 perwira tinggi dan lima perwira menengah. Listyo didapuk sebagai pelindung, sedangkan Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo menjadi penasihat. Ketua tim ini diemban oleh Komjen Chryshnanda Dwilaksana. Perwira bintang tiga Polri ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Diklat Polri.

    Melalui surat perintah itu, Kapolri menugaskan para personel di dalamnya untuk melaksanakan koordinasi dan kerja sama sebaik-baiknya dengan unsur terkait dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas sebagai Tim Transformasi Reformasi Polri. Tim juga diminta menyusun rencana kegiatan dan kebutuhan anggaran yang diperlukan serta melaksanakan perintah dari Kapolri dengan saksama dan penuh rasa tanggung jawab.

    Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri layak didukung, tapi juga harus dilihat dengan skeptis.

    Ia juga mewanti-wanti agar pembentukan tim ini jangan sebatas gimik atas desakan publik terhadap institusi kepolisian. Pasalnya, tim serupa sudah sering dibentuk Polri, namun jarang yang akhirnya memenuhi harapan masyarakat.

    “Sebagai sebuah upaya perbaikan ya layak didukung. Namun tetap saja kita sebagai masyarakat tentu harus melihatnya dengan skeptis,” ujar Bambang.

    Caption

    Bambang juga mempertanyakan penggunaan istilan “transformasi” dan “reformasi” secara bersamaan dalam nama tim. Menurut dia, kedua kata itu memiliki makna berbeda. Transformasi bermakna perubahan fundamental, sementara reformasi hanya sebatas perbaikan.

    “Ini tim tugasnya untuk melakukan transformasi atau reformasi?” ujarnya.

    Lebih jauh, Bambang mempertanyakan efektivias tim internal dalam membenahi Polri. Meski maksudnya baik, tim ini juga berpotensi menemui kendala subyektivitas dan konflik kepentingan mengingat seluruh anggota tim berasal dari lingkungan Polri itu sendiri.

    “Analoginya tidak mungkin dokter melakukan operasi dirinya sendiri. Ada kendala subyektivitas dan bias kepentingan di internal, belum lagi resistensi dari kelompok pro-status quo. Apakah mungkin tim internal tersebut memetakan penyakitnya sendiri?” tutur Bambang.

    Dengan kendala-kendala seperti itu, wajar jika publik kemudian skeptis. Pembentukan tim internal ini terkesan hanya gimik untuk mengalihkan desakan masyarakat.

    “Bila Tim Transformasi Reformasi Polri ini tidak tepat sesuai harapan masyarakat, risikonya malah blunder, bahkan tambahan legitimasi mempercepat pergantian Kapolri,” Bambang melanjutkan.

    Perlu Keragaman Latar Belakang

    Sementara itu peneliti Public Virtue Research Institute (PVRI) Muhammad Naziful Haq memandang pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri yang semua anggotanya berlatar polisi tidak saja problematik, tapi juga membawa konflik kepentingan.

    Menurut dia, seharusnya ada keragaman latar belakang di tim ini, misalnya melibatkan akademisi, perwakilan masyarakat sipil, atau tokoh yang berintegritas. Dengan demikian, upaya ini membawa penyegaran struktural ataupun kultural.

    “Reformasi Polri bukan saja harus mengarah pada agenda penguatan akuntabilitas, transparansi, maupun pembenahan struktur dan kultur di lingkungan Polri. Tapi juga di lingkungan pembuat keputusan dan juga kebijakan publik. Komitmen ini bisa kita lihat dari seberapa terbuka pemerintah dan juga jajaran Polri bagi masukan masyarakat,” kata Nazif. 

    Reformasi Polri, Nazif menambahkan, juga diukur dari ada tidaknya perubahan kebijakan pemerintah dan kepolisian yang dituntut independen. Keseriusan itu tidak hanya terletak pada jargon atau kampanye media sosial masif melalui penggalangan dukungan kalangan tertentu.

    “Tugas negara adalah melayani hak-hak sipil, dan sosial ekonomi rakyat. Jika penyelenggara negara hanya melayani elite, maka mustahil Polri dapat benar-benar melindungi dan mengayomi rakyat. Reformasi Polri wajib melibatkan masyarakat jika ingin membawa dampak positif bagi demokrasi,” sambungnya.

    Senada, Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyebut partispasi masyarakat harus dikedepankan dalam kebijakan reformasi Polri yang kini diwacanakan pemerintah, termasuk oleh jajaran Polri melalui pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri.

    Jika tim itu hanya diisi nama-nama perwira tinggi yang semuanya dari kepolisian, maka sulit berharap bahwa agenda reformasi Polri akan bermakna besar bagi masyarakat. Apalagi, akar permasalahan di tubuh kepolisian juga sebenarnya bersumber dari kebijakan pemerintahan, yang di mata masyarakat dirasa tidak adil.

  • Berani jadi Pemimpin? Inilah Kunci Role Model Leadership yang Harus Dimiliki

    Berani jadi Pemimpin? Inilah Kunci Role Model Leadership yang Harus Dimiliki

    YOGYAKARTA – Role model leadership adalah gaya kepemimpinan yang menekankan keteladanan sebagai fondasi utama.

    Seorang pemimpin tak cukup hanya memberi instruksi, tetapi harus menjadi contoh nyata agar tim termotivasi, percaya, dan bersemangat mengikuti arahan. Nah, dalam dunia kerja modern, pemimpin yang sukses bukan sekadar memiliki jabatan tinggi, melainkan mampu menumbuhkan budaya positif.

    Dengan memberi teladan, seorang pemimpin dapat menciptakan lingkungan kerja produktif sekaligus menginspirasi orang di sekitarnya. Apakah bos Anda sudah demikian?

    Memahami Role Model Leadership

    Beberapa waktu lalu, muncul perbincangan menarik tentang disruption yang bukanlah strategi karier. Dalam diskusi tersebut, nama Steve Jobs ikut disebut. Bagi sebagian orang, Jobs adalah sosok inspiratif. Namun, tidak sedikit pula yang menilai dirinya sulit diajak bekerja sama.

    Berdasarkan kasus Steve Job tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan: “mengapa seorang CEO visioner yang memimpin lebih dari 60 ribu karyawan sekaligus membawa perubahan besar bagi dunia, tidak selalu dianggap sebagai role model leadership?”

    Meskipun demikian,  tidak dapat dipungkiri jika Steve Jobs adalah seorang visioner. Persoalannya, menjadi visioner tidak serta-merta menjadikan seseorang pemimpin teladan.

    Gaya kepemimpinan Jobs, yang kerap dinilai keras, bisa saja dibutuhkan dalam situasi tertentu. Namun, ketika membahas role model leadership, banyak pakar kepemimpinan justru menekankan konsep servant leadership, yaitu kepemimpinan yang berfokus pada pelayanan terhadap orang lain.

    Apa Itu Servant Leadership?

    Dilansir dari laman HR Bartender, servant leadership menekankan bahwa pemimpin perlu menyesuaikan diri dengan situasi dan kebutuhan tim, bukan memaksa orang lain menyesuaikan diri dengan dirinya.

    Konsep ini pernah ditegaskan oleh Kareem Abdul-Jabbar, legenda NBA sekaligus pencetak poin terbanyak sepanjang masa. Ia menulis ulasan tentang serial Girls dan sempat mendapat kritik.

    Abdul-Jabbar pun menjawab dengan menekankan pentingnya mendengarkan suara generasi muda dan membantu mereka menyampaikan gagasan dengan lebih baik. Menurutnya, itulah salah satu kelebihan orang yang lebih tua dalam masyarakat modern yang serba berpusat pada anak muda.

    Gagasan Abdul-Jabbar tersebut sejalan dengan pemikiran Robert Greenleaf, tokoh yang memperkenalkan servant leadership pada tahun 1970-an. Greenleaf terinspirasi dari novel Journey to the East karya Hermann Hesse.

    Baca juga artikel seputar karir dan pekerjaan lainnya berjudul: Nyaman Membunuh, Ketika Job Hugging Jadi Perangkap Manis Pekerjaan

    Journey to the East menceritakan sekelompok orang yang melakukan perjalanan panjang ditemani seorang pelayan bernama Leo. Ketika Leo menghilang, kelompok itu kacau dan akhirnya bubar. Bertahun-tahun kemudian, terungkap bahwa Leo sebenarnya adalah pemimpin sejati mereka. Dari kisah inilah Greenleaf menyimpulkan bahwa inti kepemimpinan adalah melayani terlebih dahulu.

    Greenleaf kemudian merumuskan sejumlah kualitas penting dalam servant leadership yang hingga kini masih relevan dalam diskusi kepemimpinan:

    Awareness (Kesadaran): Pemimpin harus berani membuka mata pada kenyataan, meski kadang menyakitkan.Commitment to Developing People (Komitmen Mengembangkan Orang Lain): Pemimpin sejati membentuk pemimpin baru.Empathy (Empati): Mampu memahami sekaligus menghargai kontribusi orang lain, bahkan di tengah ketidaksempurnaan.Foresight (Pandangan ke Depan): Kepekaan membaca masa depan yang tak pasti, ditopang kemampuan mengambil keputusan etis.Listening (Mendengar): Pemimpin yang baik mendengarkan dulu sebelum bertindak.Persuasion (Kemampuan Membujuk): Menggerakkan orang lain dengan keteladanan, bukan paksaan.

    Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan jika Steve Jobs memang seorang pemimpin, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Namun, sejatinya setiap orang memiliki kemampuan untuk memimpin. Yang membedakan hanyalah bagaimana kemampuan tersebut digunakan, apakah hanya sebatas memimpin, atau benar-benar menjadi role model leadership yang mampu menginspirasi banyak orang.

    Selain pembahasan mengenai role model leadership , ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami! 

  • Di PBB, Prabowo Ungkap Kepedihan Bangsa Indonesia di Bawah Kolonialisme

    Di PBB, Prabowo Ungkap Kepedihan Bangsa Indonesia di Bawah Kolonialisme

    JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kepedihan yang dirasakan bangsa Indonesia karena hidup di bawah dominasi kolonial selama berabad-abad, yang disampaikannya pada Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa waktu setempat.

    Presiden Prabowo yang menyampaikan pidatonya dalam bahasa Inggris, menyoroti soal rasisme, kebencian, penindasan dan apartheid yang mengancam masa depan sehingga menyebabkan ketidakpastian dunia.

    “Kebodohan manusia, yang dipicu oleh rasa takut, rasisme, kebencian, penindasan, dan apartheid, mengancam masa depan kita bersama. Negara saya merasakan kepedihan ini. Selama berabad-abad, bangsa Indonesia hidup di bawah dominasi kolonial, penindasan, dan perbudakan,” kata Presiden Prabowo di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa 23 September siang waktu setempat.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengatakan bahwa selama berabad-abad di bawah kolonialisme, bangsa Indonesia telah diperlakukan lebih rendah di Tanah Airnya sendiri.

    Selama berabad-abad karena penjajahan, bangsa Indonesia mengetahui arti keadilan yang diabaikan, hidup dalam diskriminasi atau apartheid, hidup dalam kemiskinan dan diabaikan untuk mendapatkan kesempatan yang setara, kata Presiden.

    Pernyataan Prabowo tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap bencana kemanusiaan yang dialami oleh warga Palestina saat ini.

    Sementara itu di saat Indonesia berjuang meraih kemerdekaan, solidaritas negara di dunia melalui PBB telah membantu Indonesia mengatasi kelaparan, penyakit dan kemiskinan.

    “Dalam perjuangan kami untuk kemerdekaan, dalam perjuangan kami untuk mengatasi kelaparan, penyakit, dan kemiskinan, Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri bersama Indonesia dan memberi kami bantuan penting,” kata Prabowo.

    Atas bantuan dari PBB dan sejumlah organisasi naungan PBB lainnya, seperti UNICEF, FAO dan WHO, Indonesia saat ini berada pada kemakmuran bersama, kesetaraan dan martabat yang lebih besar.

    Dan karena itu, Indonesia saat ini berada di ambang kemakmuran bersama dan kesetaraan serta martabat yang lebih besar.

    Adapun Presiden Prabowo menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) pada urutan ketiga setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Menteri Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya memyebut kehadiran Presiden menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan peran aktif di forum multilateral tertinggi dunia.

  • 5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Tidak Minum dari Botol Tembaga

    5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Tidak Minum dari Botol Tembaga

    JAKARTA – Belakangan ini, botol tembaga semakin populer karena dianggap memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti sifat antimikroba dan membantu pencernaan.

    Namun tidak semua orang cocok menggunakannya. Ada sebagian orang justru berisiko mengalami kelebihan tembaga dalam tubuh, yang bisa menimbulkan masalah kesehatan serius.

    Maka dari itu, penting untuk mengetahui siapa saja yang sebaiknya tidak menggunakan botol tembaga untuk minum air sehari-hari.

    Terutama bagi mereka yang punya kondisi medis tertentu, alergi atau sensitivitas tubuh yang masih berkembang. Berikut 5 kelompok orang yang sebaiknya berpikir dua kali sebelum menggunakan botol tembaga, seperti dilansir dari laman Times of India.

    1. Penderita Penyakit Ginjal

    Orang dengan penyakit ginjal biasanya kesulitan mengatur kadar mineral dan unsur mikro dalam tubuh, termasuk tembaga. Jika kadar tembaga menumpuk, fungsi ginjal bisa makin memburuk dan menimbulkan komplikasi lain.

    Sebuah penelitian dalam Journal of the American Society of Nephrology menunjukkan bahwa semakin menurun fungsi ginjal, kadar tembaga dalam darah cenderung meningkat. Penumpukan ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal lebih lanjut.

    Bagi penderita penyakit ginjal kronis, membatasi asupan tembaga sangat penting. Menggunakan botol tembaga justru bisa memperburuk kondisi. Lebih aman memilih botol kaca atau plastik BPA-free. Konsultasi rutin dengan dokter dan pemeriksaan darah juga sangat disarankan untuk mencegah ketidakseimbangan mineral.

    2. Penderita Penyakit Wilson

    Penyakit Wilson adalah kelainan genetik langka yang membuat tubuh tidak bisa mengatur kadar tembaga dengan baik. Akibatnya, tembaga menumpuk di hati, otak dan organ lain yang bisa berbahaya bila tidak ditangani.

    Orang dengan penyakit ini jelas harus menghindari botol tembaga karena bisa menambah asupan tembaga dan memperparah kondisi. Dokter biasanya menyarankan pemantauan ketat asupan tembaga, penggunaan obat untuk membuang kelebihan tembaga serta pemeriksaan rutin fungsi hati.

    3. Alergi atau Sensitivitas terhadap Tembaga

    Meskipun jarang, ada orang yang alergi atau sensitif terhadap tembaga. Kontak dengan tembaga, termasuk dari air yang disimpan di botol tembaga bisa memicu reaksi seperti ruam, gatal atau masalah pencernaan.

    Kalau gejala tersebut muncul setelah menggunakan botol tembaga, sebaiknya segera berhenti dan konsultasi dengan tenaga medis. Sebab, tingkat sensitivitas berbeda-beda, lebih aman memilih alternatif lain seperti botol stainless steel.

    4. Ibu Hamil atau Menyusui

    Bagi ibu hamil dan menyusui, konsumsi tembaga berlebihan bisa berdampak pada ibu maupun bayi. Memang tubuh tetap membutuhkan tembaga dalam jumlah kecil, tapi asupan berlebihan tanpa pengawasan dokter bisa berisiko.

    Sebelum menggunakan botol tembaga secara rutin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kebutuhan tercukupi tanpa berlebihan.

    5. Anak-anak dan Bayi

    Tubuh anak-anak dan bayi masih berkembang sehingga lebih sensitif terhadap zat tertentu, termasuk tembaga. Jika asupannya terlalu banyak, bisa menyebabkan keracunan tembaga dengan gejala seperti mual, muntah, sakit perut hingga kerusakan hati pada kasus yang berat.

    Maka dari itu, botol tembaga sebaiknya tidak diberikan pada bayi dan anak kecil. Lebih baik gunakan botol kaca atau stainless steel yang lebih aman sampai tubuh anak cukup kuat untuk mengatur unsur mikro seperti tembaga.

  • Paripurna DPR Sahkan 9 Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc HAM MA 2025

    Paripurna DPR Sahkan 9 Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc HAM MA 2025

    JAKARTA – DPR RI mengesahkan persetujuan terhadap 9 Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc HAM pada Mahkamah Agung Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan I Tahun 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 September. 

    Pengesahan tersebut diputuskan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai pimpinan Rapat Paripurna atas laporan Komisi III DPR RI terhadap hasil uji kelayakan (fit and proper test) Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc HAM pada Mahkamah Agung Tahun 2025, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan. 

    “Kepada Pimpinan Komisi III DPR RI, yang terhormat Saudara Dede Indra Permana Soediro, S.H., M.H., kami persilakan untuk menyampaikan Laporan terhadap hasil uji kelayakan (fit and proper test) Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc HAM pada Mahkamah Agung Tahun 2025,” ujar Puan dalam rapat paripurna. 

    Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Dede Indra Permana mengatakan bahwa pada 11 Agustus 2025 ada usulan nama calon hakim agung dan hakim ad hoc HAM pada Mahkamah Agung dari Komisi Yudisial. Kemudian ditindaklanjuti oleh Badan Musyawarah (Bamus) pada 25 Agustus 2025. 

    Lalu pada 3 September 2025, Komisi III DPR RI telah melaksanakan rapat pleno tahapan uji kelayakan dan kepatutan diantaranya membahas rancangan, mekanisme dan tata tertib, rancangan jadwal, rancangan pengumuman di media cetak dan rancangan judul makalah dalam melaksanakan persiapan tahapan uji kelayakan.

    Pada 18 September 2025, Komisi III DPR RI telah melaksanakan rapat dengar pendapat dengan panitia seleksi atau pansel Komisi Yudisial calon hakim agung dan hakim ad hoc HAM MA tahun 2025 untuk mendapatkan pelaksanaan terkait proses seleksi. Selanjutnya Komisi III DPR RI memulai uji kelayakan dengan pengambilan nomor urut dan para calon hakim dan dilanjutkan dengan pembuatan makalah yang ditujukan untuk mengetahui visi dan misi calon apabila terpilih sebagai Hakim Agung dan hakim ad hoc HAM pada Mahkamah Agung tahun 2025.  

    Komisi III DPR RI telah selesai melaksanakan sesi wawancara uji kelayakan terhadap calon hakim agung dan hakim ad hoc HAM MA pada 15 September 2025. 

    “Selanjutnya Komisi III DPR RI menggelar rapat pleno pada tanggal 16 September 2025 dengan agenda mengambil keputusan atau memberikan persetujuan terhadap calon hakim agung dan ad hoc HAM pada Mahkamah Agung,” kata Dede Indra. 

    Setelah mendengar pandangan 8 fraksi yang ada di Parlemen, komisi III DPR RI kemudian menyetujui 9 calon hakim agung dan 1 calon hakim ad hoc HAM pada Mahkamah Agung tahun 2025. 

    “Sidang Dewan yang kami hormati, Sekarang kami menanyakan kepada Sidang Dewan yang terhormat, apakah Laporan Komisi III DPR RI atas Hasil Uji Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc HAM pada Mahkamah Agung Tahun 2025 tersebut dapat disetujui?,” tanya Puan diikuti persetujuan seluruh anggota dewan yang hadir. 

    Berikut nama Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc HAM pada Mahkamah Agung Tahun 2025:

    1. Suradi, S.H., S.Sos., M.H. sebagai Hakim Agung Kamar Pidana

    2. Ennid Hasanuddin, S.H., C.N., M.H. sebagai Hakim Agung Kamar Perdata

    3. Dr. Heru Pramono, S.H., M.Hum. sebagai Hakim Agung Kamar Perdata

    4. Dr. Hj. Lailatul Arofah, M.H. sebagai Hakim Agung Kamar Agama

    5. Dra. Hj. Muhayah, S.H., M.H. sebagai Hakim Agung Kamar Agama

    6. Dr. Hari Sugiharto, S.H., M.H. sebagai Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara

    7. Dr. Budi Nugroho, S.H., S.E., M.Hum. sebagai Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara (Khusus Pajak)

    8.  Dr. Diana Malemita Ginting, Ak., S.H., M.Si., M.H. sebagai Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara (Khusus Pajak)

    9. Dr. Agustinus Purnomo Hadi, S.H., M.H. sebagai Hakim Agung Kamar Militer

    10.  Dr. Moh. Puguh Haryogi, S.H. Sp.N., M.H. sebagai Hakim Ad Hoc HAM

    “Pimpinan Dewan mengucapkan selamat kepada Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc HAM pada Mahkamah Agung Tahun 2025 semoga Saudara-Saudari dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, profesional, berintegritas, dan amanah,” tutup Puan. 

  • KKB Elkius Kobak Kembali Tebar Teror, Tembak Warga Sipil Hingga Bakar Rumah

    KKB Elkius Kobak Kembali Tebar Teror, Tembak Warga Sipil Hingga Bakar Rumah

    JAKARTA – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak kembali menebar teror. Mereka menembak seorang warga sipil di Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat.

    Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani menyebut korban aksi penembakan bernama Indra Guru Wardana. Aksi teror KKB terjadi pada Minggu, 21 September.

    “Setelah penembakan, para pelaku juga membakar rumah korban hingga rata dengan tanah,” ujar Faizal dalam keterangannya, Selasa, 23 September.

    Kendati demikian, mengenai rangkaian atau kronologi penembakan hingga pembakaran belum bisa disampaikan secara rinci. Sebab, hingga kini masih dalam pendataan karena akses menuju lokasi cukup sulit.

    “TKP berjarak cukup jauh dari Polsek Suator dan komunikasi juga tidak terlalu baik, sehingga kami masih terus mengumpulkan data lengkap terkait kejadian ini,” ucapnya.

    Menambahkan, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga menuturkan dari pendalaman sementara pelaku penembakan diperkirakan lebih dari tiga orang.

    “Jumlah pelaku diperkirakan enam orang, salah satunya membawa senjata panjang dengan teleskop,” ungkap Adarma.

    Satgas Damai Cartenz saat ini terus melakukan upaya pengamanan dan penyelidikan lanjutan. Polri menegaskan bahwa negara tidak akan kalah dengan aksi kejahatan bersenjata, dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

  • Tak Cuma Marbot, Pramono Diminta Berikan Juga Kartu Transportasi Umum Gratis untuk Pengurus Rumah Ibadah Lain

    Tak Cuma Marbot, Pramono Diminta Berikan Juga Kartu Transportasi Umum Gratis untuk Pengurus Rumah Ibadah Lain

    JAKARTA – Anggota DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo menyoroti program kartu layanan transportasi umum gratis yang telah diberikan kepada 15 golongan masyarakat.

    Salah satu sasaran penerima kartu layanan gratis ini adalah pengurus masjid atau marbot. Menurut Francine, semestinya program ini juga menyasar pengurus rumah ibadah lain seperti gereja, wihara, klenteng, hingga pura.

    “Kami menerima beberapa aspirasi warga Jakarta bahwa layanan gratis transportasi publik seharusnya tidak hanya berlaku untuk pengurus rumah ibadah tertentu tapi juga untuk pengurus rumah ibadah lainnya,” kata Francine, Selasa, 23 September.

    Francine mengaku permintaan ini telah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia berharap, pengurus rumah ibadah semua agama bisa menikmati layanan Transjakarta, MRT Jakarta, hingga LRT Jakarta secara gratis dengan kartu layanan tersebut.

    “Kemudahan 15 golongan tertentu menikmati layanan gratis transportasi publik patut diapresiasi. Karena sebelumnya hanya 1 moda transportasi, sekarang menjadi 3 moda transportasi, yang ke depannya semuanya akan semakin terhubung dan mudah diakses,” urai dia.

    Pada Mei 2025, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan program penggratisan layanan transportasi umum Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta untuk 15 golongan.

    Adapun 15 golongan masyarakat penerima manfaat tersebut terdiri atas PNS Pemprov DKI Jakarta, pensiunan PNS, tenaga kontrak Pemprov DKI Jakarta, siswa penerima KJP Plus, penghuni rusunawa, Tim Penggerak PKK, dan karyawan bergaji setara UMP.

    Kemudian, penduduk ber-KTP Kepulauan Seribu, penerima raskin domisili Jabodetabek, anggota TNI/Polri, veteran Republik Indonesia, penyandang disabilitas, lansia di atas 60 tahun, pengurus masjid/musala, pendidik PAUD, serta golongan jumantik, pengurus karang taruna, dasawisma, dan kader posyandu.

    “Integrasi layanan angkutan umum massal gratis kepada 15 golongan masyarakat secara resmi saya nyatakan dicanangkan,” kata Pramono di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Mei.