Author: Voi.id

  • 8 Situasi Toksik yang Layak Ditinggalkan Menurut Psikologi

    8 Situasi Toksik yang Layak Ditinggalkan Menurut Psikologi

    YOGYAKARTA – Dalam hidup, terkadang kita merasa terjebak dalam situasi atau hubungan yang semakin lama justru membuat diri lelah dan tersakiti. Terus bertahan bukanlah tanda keberanian jika justru mengikis kesehatan mental, harga diri, atau kebahagiaan. Menurut psikologi, ada momen-momen tertentu di mana “melangkah pergi dan tak menoleh kembali” bukanlah kelemahan, melainkan bentuk perawatan terhadap diri sendiri. Berikut situasi toksik yang merupakan keputusan bijak untuk ditinggalkan.

    1. Saat nilai inti Anda selalu diabaikan atau diolok-olok

    Nilai-nilai inti, seperti kejujuran, integritas, keyakinan pribadi, adalah fondasi karakter seseorang. Jika orang di sekitar Anda terus meremehkan atau mengejek prinsip-prinsip itu, misalnya menganggapnya “terlalu idealistis” atau “tak realistis”, hal tersebut bisa jadi bentuk pelecehan psikologis. Lingkungan yang menghina nilai diri akan lama-kelamaan merusak rasa percaya diri dan membuat Anda ragu terhadap jati diri sendiri. Pada titik ini, meninggalkan hubungan atau situasi tersebut bisa dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dan batasan Anda.

    2. Ketika hubungan dibangun di atas manipulasi

    Beberapa hubungan baik persahabatan, asmara, maupun profesional berjalan dengan pola manipulatif. Dalam situasi toksik yang memaksa Anda melakukan hal-hal yang sebenarnya Anda tolak, membuat energi habis dan kesejahteraan mental akan terkikis. Melepaskan diri dari dinamika seperti ini adalah cara tegas menyatakan bahwa kedamaian batin Anda bukan barang tawar-menawar.

    Ilustrasi situasi toksik yang layak ditinggalkan menurut psikologi (Freepik)

    3. Saat pertumbuhan Anda selalu dipatahkan

    Idealnya, orang-orang di sekitar Anda mendukung keinginan untuk berkembang. Mereka harusnya memberi kesempatan Anda untuk belajar lebih, mencoba hal baru, menjadi versi lebih baik dari diri sendiri. Namun, bila setiap langkah peningkatan Anda justru dibalas dengan ejekan, sinisme, atau sabotase halus, lingkungan itu bukan tempat yang sehat. Dalam jangka panjang, bertahan hanya akan menahan potensi Anda. Di sinilah saatnya mempertimbangkan langkah mundur agar Anda bisa berada di lingkungan yang menghargai proses perkembangan Anda.

    4. Kepercayaan rusak secara berulang

    Semua hubungan memerlukan kepercayaan sebagai fondasi. Kesalahan dan konflik bisa terjadi, tetapi jika yang terjadi adalah pengkhianatan terus-menerus, kebohongan berkali-kali, dan minimnya rasa tanggung jawab, maka ruang untuk memperbaiki mungkin telah tertutup. Jika pihak lain tak mau berubah atau mengakui kesalahan, mempertahankan hubungan tersebut bisa jadi lebih merusak daripada melepaskannya.

    5. Saat kesejahteraan emosional atau fisik berada dalam bahaya

    Toksisitas tak selalu berupa kata-kata, bisa juga berupa intimidasi fisik, ancaman, atau tekanan emosional yang membuat Anda hidup dalam ketakutan. Ketika Anda merasa selalu “berjalan di atas kulit telur” atau takut menuangkan pendapat sendiri, itulah tanda bahwa situasinya telah membahayakan. Kesehatan mental dan fisik Anda jauh lebih penting daripada mempertahankan ikatan apapun. Mengundurkan diri dari situasi seperti ini adalah tindakan cinta terhadap diri sendiri.

    6. Bila kekacauan negatif mendominasi kenyamanan dan sukacita

    Semua orang bisa mengalami hari buruk atau stres sesekali, tetapi jika di sekeliling Anda setiap hari dipenuhi komplain, pesimisme, sinisme, atau energi negatif yang melelahkan, itu bukan “siklus wajar” melainkan pola beracun. Lingkungan semacam ini akan mengikis semangat dan ketenangan Anda. Berani menjauh dari situasi negatif kadang menjadi awal bagi perjalanan menuju suasana hidup yang lebih ringan dan berenergi.

    7. Ketika hubungan terasa sepihak

    Anda yang selalu mengusahakan, menjalin komunikasi, merencanakan pertemuan, memberi perhatian. Sementara pihak lain hanya merespons sesekali atau minimal. Ketika keseimbangan memberi dan menerima hilang, dan usaha hanya datang dari satu pihak, hubungan itu akan terasa seperti beban. Pada akhirnya, Anda bisa menyadari bahwa Anda menghabiskan energi untuk sesuatu yang tak pernah tumbuh bersama. Menyudahi hubungan seperti ini memberi ruang bagi interaksi yang lebih sehat dan setara.

    8. Jika batasan Anda telah dilanggar berulang kali

    Batas pribadi atau boundary adalah garis tak terlihat yang memberi tahu orang lain apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap Anda. Ketika batas itu diabaikan terus-menerus meskipun Anda sudah menyatakan dengan jelas, itu berarti pihak lain menganggap batas Anda tak memiliki bobot. Mengutip The Vessels, Minggu, 28 September, melanjutkan hubungan seperti itu hanya akan memperkuat pesan bahwa Anda boleh diinjak-injak. Dengan memilih pergi, Anda menegaskan bahwa Anda pantas dihormati dan diperlakukan dengan adil.

    Meninggalkan situasi toksik, bukan selalu berarti menyerah. Justru, dalam konteks delapan situasi di atas, menjauh bisa jadi jalan paling sehat untuk menjaga diri sendiri dan penghargaan atas kesejahteraan pribadi.

  • Synchronize Fest 2025 Lengkapi Line Up dengan Yovie and His Friends

    Synchronize Fest 2025 Lengkapi Line Up dengan Yovie and His Friends

    JAKARTA – Synchronize Fest 2025 yang digelar dengan tema “Saling Silang” kembali menghadirkan kejutan spesial dengan mengumumkan Yovie and His Friends sebagai line up tambahan.

    Seperti diketahui, Synchronize Fest tahun ini digelar selama tiga hari di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada 3-5 Oktober mendatang.

    Pada kesempatan kali ini, Yovie yang tampil dalam format Yovie and His Friends akan membawakan karya-karya pilihannya bersama talenta muda dari ajang pencarian bakat.

    Nantinya, pentolan Kahitna itu akan berkolaborasi dengan para finalis Indonesian Idol Season 13, yaitu Shabrina Leanor, Fajar Noor, Mesa Hira, Vanessa Zee, Angie Carvalho, Piche Kota, Kenriz, Rara Sudirman, Shakira Vier, dan Anjelia Dom.

    Pertemuan lintas generasi ini diharap menjadi sajian segar sekaligus perayaan atas perjalanan panjang karya-karya Yovie di industri musik Tanah Air.

    Kolaborasi ini bukan hanya mempertemukan generasi musik yang berbeda, tetapi juga menegaskan semangat #SalingSilang yang diusung Synchronize Fest 2025.

    Sebuah perjumpaan antara karya-karya maestro musik pop Yovie Widianto dengan interpretasi segar dari suara-suara baru industri musik.

    Selain Yovie and His Friends, Synchronize Fest 2025 juga menghadirkan beberapa pertunjukan spesial lain, antara lain Guruh Gipsy, Elvy Sukaesih x Tokyo Ska Paradise Orchestra, dan Jakarta Movin & RAPOT Present Putar Kembali.

    Selain itu, ada juga Centil Era, A Tribute to Gusti Irwan Wibowo, Ost. Film Indonesia; OTW ONAR FEST, hingga kolaborasi Haddad Alwi dan Opick.

  • Dubai akan Miliki Infinity Pool Tertinggi di Dunia, Dibuka Bulan Depan

    Dubai akan Miliki Infinity Pool Tertinggi di Dunia, Dibuka Bulan Depan

    JAKARTA – Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) akan menambah rekor dunia baru ke dalam koleksinya saat infinity pool tertinggi dibuka bulan depan.

    Tattu Sky Pool akan berada di ketinggian 310 meter di atas tanah, melewati pemegang rekor saat ini di Address Beach Resort di dekatnya, yang memiliki ketinggian 294 meter, dan telah disertifikasi oleh Guinness World Records pada tahun 2021.

    Tattu Sky Pool akan berlokasi di lantai 76 Ciel Dubai Marina, yang juga akan menjadi hotel tertinggi di dunia saat dibuka akhir tahun ini.

    Kolam renang ini juga akan menampilkan 50 daybed mewah di samping restoran Jepang dengan menu fusion yang dirancang untuk santapan di tepi kolam renang.

    Kolam renang ini merupakan bagian dari Tattu Dubai, cabang internasional pertama dari restoran ternama di Manchester. Kolam renang ini dikelola oleh dua bersaudara, Adam dan Drew Jones, melalui Permanently Unique Group mereka mengoperasikan sejumlah restoran di Inggris.

    Tattu Dubai akan menempati tiga lantai Ciel Dubai Marina dengan restoran dan bar utama di lantai 74, Tattu Sky Pool di lantai 76, dan Tattu Sky Lounge and Terrace di lantai 81. Sky lounge dan teras ini akan menampilkan ruang terbuka 360 derajat yang akan menjadi “teras terbuka ber-AC tertinggi di dunia,” ujar Permanently Unique Group, dikutip dari The National 25 September.

    Restoran ini saat ini sedang menawarkan pratinjau peluncuran terbatas untuk fasilitasnya kepada para tamu antara 29 September dan 8 Oktober, menjelang pembukaan resminya pada 10 Oktober.

    Meskipun tanggal pembukaan resmi Ciel Dubai Marina belum diumumkan, reservasi sudah tersedia untuk menginap mulai 15 November.

    Sedangkan Tattu Restaurant and Bar yang berkapasitas 170 tempat duduk terinspirasi oleh mitologi Tiongkok dan Jepang dengan menu yang menampilkan hidangan Asia mulai dari pangsit ikan koi dan tempura terong garam dan merica, hingga Wagyu paprika merah dengan akar teratai dan lobster wasabi.

    Menu Tattu Sky Lounge & Terrace akan terinspirasi oleh sejarah Dubai sebagai pos perdagangan. Para tamu dapat menikmati layanan afternoon tea, koktail saat matahari terbenam dengan hidangan dari koki serta pada malam hari tempat ini akan berubah menjadi klub dengan musik pilihan dan set live DJ.

    Ciel Dubai Marina yang awalnya dijadwalkan dibuka tahun lalu, akan memiliki 82 lantai dan 1.004 kamar. Ini akan melampaui hotel tertinggi di dunia saat ini, Gevora Hotel setinggi 356 meter yang terletak di sepanjang Jalan Sheikh Zayed Dubai.

    Ciel akan dikelola oleh The First Group Hospitality di bawah merek Vignette Collection, yang dimiliki oleh IHG Hotels & Resorts.

  • Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Menko Zulhas Wajibkan Sertifikasi Higienis Dapur Sekolah

    Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Menko Zulhas Wajibkan Sertifikasi Higienis Dapur Sekolah

    JAKARTA – Kasus keracunan yang menimpa ribuan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam beberapa bulan terakhir membuat publik cemas sekaligus mempertanyakan standar keamanan pangan.

    Data Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, sejak Januari hingga September 2025 sudah terjadi 70 insiden keamanan pangan, dengan total 5.914 anak terdampak.

    Mayoritas kasus disebabkan oleh kontaminasi bakteri berbahaya seperti E-coli, staphylococcus aureus, salmonella, hingga bacillus cereus yang ditemukan pada air, nasi, tempe, ayam, hingga mie.

    Menanggapi situasi ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan langkah tegas. Ia mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pengelola dapur MBG memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).

    “Setiap dapur harus punya SLHS, tidak bisa ditawar lagi. Kalau tidak, kasus keracunan akan berulang,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, seperti dikutip Antara.

    Zulhas menekankan, sertifikasi ini menjadi syarat mutlak agar makanan yang disajikan untuk anak-anak benar-benar aman. Ia juga meminta Kementerian Kesehatan bersama puskesmas di seluruh Indonesia melakukan pengawasan rutin terhadap operasional dapur MBG.

    “Keselamatan anak-anak penerima MBG adalah prioritas utama. Semua langkah harus dilakukan terbuka agar masyarakat yakin makanan yang disajikan aman sekaligus bergizi,” tambahnya.

    Rincian BGN menunjukkan, 41 kasus terjadi di Pulau Jawa dengan 3.610 anak terdampak, menjadikannya wilayah dengan insiden terbanyak. Disusul Sumatera dengan 9 kasus dan 1.307 anak terdampak, termasuk di Kabupaten Lebong (Bengkulu) serta Kota Bandar Lampung. Sementara itu, 20 kasus lainnya tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara, dengan total 997 anak terdampak.

    Pemerintah menegaskan upaya penanggulangan tidak hanya berhenti pada penanganan kasus, tetapi juga pencegahan menyeluruh melalui standar sanitasi dapur, pengawasan bahan baku, hingga distribusi makanan. Harapannya, program MBG tetap dapat berjalan sesuai tujuan mulianya: menyediakan makanan sehat, aman, dan bergizi untuk seluruh anak Indonesia.

  • FWK, Dewan Pers, dan IJTI Kecam Pencabutan Identitas Pers Wartawan oleh Biro Pers Istana

    FWK, Dewan Pers, dan IJTI Kecam Pencabutan Identitas Pers Wartawan oleh Biro Pers Istana

    JAKARTA – Ketua Koordinator Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Raja Parlindungan Pane mengecam aksi pencabutan identitas pers milik jurnalis CNN Indonesia oleh Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden. 

    Ia menilai bahwa langkah tersebut tidak seharusnya dilakukan, karena bertentangan dengan prinsip kebebasan pers yang dijamin Undang-Undang Pokok Pers serta kode etik jurnalistik.

    Raja menegaskan bahwa pers memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan, karena menurutnya, pertanyaan tersebut dibutuhkan sebagai bahan klarifikasi. 

    “Kita kecam lah kalau pencabutan itu. Artinya, seharusnya tidak dicabut lah, dijelaskan. Pers kan berhak bertanya, justru pertanyaan itu dibutuhkan untuk klarifikasi kan gitu,” kata Raja saat dihubungi VOI pada Minggu, 28 September. 

    Menurutnya, jika suatu pertanyaan dinilai tidak sesuai dengan topik, seharusnya biro pers cukup memberikan penjelasan atau memilih untuk tidak menjawab, bukan dengan mencabut identitas wartawan. 

    “Jangan dicabut langsung, karena itu kan sama dengan membungkam pendapat seseorang kan. Jadi saya meminta, memohon, supaya biro pers istana itu segera mengklasifikasikan itu segera. Supaya tidak liar isunya,” tegasnya.

    Pernyataan Sikap Dewan Pers

    Pernyataan Raja juga selaras dengan pernyataan sikap Dewan Pers, yang meminta Biro Pers Istana untuk sebaiknya memberikan penjelasan, agar tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik di lingkungan Istana. 

    Dewan Pers menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati tugas dan fungsi pers yang mengemban amanah publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

    Selain itu, Dewan Pers juga meminta semua pihak untuk menghormati tugas dan fungsi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

    Dewan Pers berharap agar kasus serupa tidak terjadi di masa mendatang, dan meminta agar akses liputan wartawan CNN Indonesia yang dicabut segera dipulihkan.

    Pernyataan Sikap Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) 

    Sementara itu, IJTI juga telah menyatakan keprihatinannya atas apa yang terjadi. ITJI meminta penjelasan kepada Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden atas peristiwa ini. 

    “Dalam pandangan IJTI, pertanyaan yang diajukan saudari Diana Valencia masih dalam koridor etika jurnalistik dan relevan bagi kepentingan publik. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan jawaban yang informatif terkait Program Makanan Bergizi Gratis, yang semestinya menjadi bahan penting untuk diketahui masyarakat luas,” tulis IJTI dalam pernyataannya. 

    IJTI menilai pencabutan kartu identitas liputan dapat dipandang sebagai bentuk penghalangan kerja jurnalistik, yang justru berpotensi membatasi akses publik terhadap informasi.

    IJTI mengingatkan bahwa Pasal 18 ayat (1) UU Pers No. 40 Tahun 1999 menyebutkan: “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan yang melawan hukum yang menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00.”

  • Marak Kasus Keracunan MBG, Pemerintah Wajibkan Seluruh SPPG Punya SLHS

    Marak Kasus Keracunan MBG, Pemerintah Wajibkan Seluruh SPPG Punya SLHS

    JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Pangan mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SHLS).

    Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengatakan awalnya SHLS merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi SPPG. Namun, sambung dia, karena maraknya kasus keracunan menjadi perhatian khusus.

    Adapun berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), saat ini terdapat 9.533 SPPG yang tersebar di sejumlah daerah Indonesia. Meski begitu, belum diketahui berapa SPPG yang sudah memiliki SHLS tersebut.

    “Memang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi itu syarat, tapi setelah pasca-kejadian sekarang dapat perhatian khusus. Harus atau wajib hukumnya setiap SPPG harus punya SLHS,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu, 28 September.

    Pria yang akrab disapa Zulhas menekankan bahwa keselamatan anak-anak yang mengonsumsi MBG menjadi prioritas utama pemerintah. Karena itu, sambung Zulhas, seluruh SPPG wajib memiliki SLHS.

    “Akan dicek. Kalau enggak ada ini, akan kejadian lagi, kejadian lagi. Keselamatan anak kita adalah prioritas utama, SLHS wajib untuk seluruh SPPG,” ucapnya.

    Tak hanya itu, Zulhas juga meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mememerintahkan Puskesmas di seluruh daerah aktif memantau SPPG secara rutin.

    “Semua langkah diambil secara terbuka agar masyarakat yakin makanan yang disajikan aman, bergizi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.

  • SPPG Bermasalah Ditutup Sementara untuk Evaluasi dan Investigasi

    SPPG Bermasalah Ditutup Sementara untuk Evaluasi dan Investigasi

    JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan ditutup sementara.

    Zulhas sapaan akrab Zulkifli bilang penutupan ini dalam rangka evaluasi dan investigasi usai maraknya anak keracunan usai menyantap makanan dari program MBG.

    “SPPG yang bermasalah ditutup sementara dilakukan evaluasi dan investigasi. Jadi yang bermasalah tutup sementara evaluasi dan investigasi,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu, 28 September.

    Menurut Zulhas, evaluasi yang dilakukan terkait dengan kedisiplinan, kualitas, kemampuan juru masak serta aspek sanitasi. Selain itu, sterilisasi alat makan, perbaikan alur limbah, dan sanitasi juga akan menjadi bahan evaluasi.

    Ke depan, sambung Zulhas, evaluasi juga dilakukan di semua SPPG bukan hanya yang bermasalah.

    “Semua dievaluasi dan diinvestigasi, tapi ada tadi beberapa yang saya sampaikan mendapatkan perhatian kualitas air dan alur limbah,” jelasnya.

    Selain itu, kata Zulhas, seluruh SPPG yang menyediakan MBG juga diwajibkan untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SHLS).

    Adapun berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), saat ini terdapat 9.533 SPPG yang tersebar di sejumlah daerah Indonesia. Meski begitu, belum diketahui berapa SPPG yang sudah memiliki SHLS tersebut.

    “Memang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi itu syarat, tapi setelah pasca-kejadian sekarang dapat perhatian khusus. Harus atau wajib hukumnya setiap SPPG harus punya SLHS,” kata Zulhas

    Zulhas menekankan bahwa keselamatan anak-anak yang mengonsumsi MBG menjadi prioritas utama pemerintah. Karena itu, sambung Zulhas, seluruh SPPG wajib memiliki SLHS.

    “Akan dicek. Kalau enggak ada ini, akan kejadian lagi, kejadian lagi. Keselamatan anak kita adalah prioritas utama, SLHS wajib untuk seluruh SPPG,”ucapnya.

  • SPPG Bermasalah Ditutup Sementara untuk Evaluasi dan Investigasi

    SPPG Bermasalah Ditutup Sementara untuk Evaluasi dan Investigasi

    JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan ditutup sementara.

    Zulhas sapaan akrab Zulkifli bilang penutupan ini dalam rangka evaluasi dan investigasi usai maraknya anak keracunan usai menyantap makanan dari program MBG.

    “SPPG yang bermasalah ditutup sementara dilakukan evaluasi dan investigasi. Jadi yang bermasalah tutup sementara evaluasi dan investigasi,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu, 28 September.

    Menurut Zulhas, evaluasi yang dilakukan terkait dengan kedisiplinan, kualitas, kemampuan juru masak serta aspek sanitasi. Selain itu, sterilisasi alat makan, perbaikan alur limbah, dan sanitasi juga akan menjadi bahan evaluasi.

    Ke depan, sambung Zulhas, evaluasi juga dilakukan di semua SPPG bukan hanya yang bermasalah.

    “Semua dievaluasi dan diinvestigasi, tapi ada tadi beberapa yang saya sampaikan mendapatkan perhatian kualitas air dan alur limbah,” jelasnya.

    Selain itu, kata Zulhas, seluruh SPPG yang menyediakan MBG juga diwajibkan untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SHLS).

    Adapun berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), saat ini terdapat 9.533 SPPG yang tersebar di sejumlah daerah Indonesia. Meski begitu, belum diketahui berapa SPPG yang sudah memiliki SHLS tersebut.

    “Memang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi itu syarat, tapi setelah pasca-kejadian sekarang dapat perhatian khusus. Harus atau wajib hukumnya setiap SPPG harus punya SLHS,” kata Zulhas

    Zulhas menekankan bahwa keselamatan anak-anak yang mengonsumsi MBG menjadi prioritas utama pemerintah. Karena itu, sambung Zulhas, seluruh SPPG wajib memiliki SLHS.

    “Akan dicek. Kalau enggak ada ini, akan kejadian lagi, kejadian lagi. Keselamatan anak kita adalah prioritas utama, SLHS wajib untuk seluruh SPPG,”ucapnya.

  • Festival Mandi Safar, Tradisi Pesisir Gorontalo yang Didorong Jadi Agenda Nasional

    Festival Mandi Safar, Tradisi Pesisir Gorontalo yang Didorong Jadi Agenda Nasional

    JAKARTA – Mandi Safar merupakan tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat pesisir di berbagai daerah Nusantara. Biasanya dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah, kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai ritual tolak bala, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari warisan budaya yang mengikat kebersamaan masyarakat.

    Di beberapa daerah, tradisi tersebut bahkan dikemas lebih meriah menjadi sebuah festival yang melibatkan seni, kuliner, hingga atraksi wisata bahari.

    Fenomena ini juga terlihat di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yang setiap tahunnya menggelar Festival Mandi Safar sebagai agenda rutin. Tradisi lokal ini dinilai memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan, baik karena nilai budayanya maupun daya tarik wisata alam yang menjadi latar pelaksanaannya.

    “Saya telah bertatap muka langsung dengan Sekretaris Menteri Pariwisata untuk mengusulkan kegiatan Festival Mandi Safar tersebut dalam kegiatan bertaraf nasional yang akan digelar Tahun 2026 mendatang,” kata Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu di Gorontalo, seperti dikutip ANTARA.

    Pemerintah daerah berharap Festival Mandi Safar dapat masuk ke dalam kalender Kharisma Event Nusantara milik Kementerian Pariwisata. Menurutnya, selain sebagai atraksi budaya, kegiatan ini bisa membuka peluang pertukaran bisnis, menghadirkan pelaku pariwisata dari berbagai daerah, dan memperluas promosi lewat jejaring yang lebih besar.

    Melalui festival tersebut, pemerintah daerah menargetkan kehadiran para investor yang dapat melihat peluang bisnis di sektor pariwisata. Dengan begitu, kegiatan ekonomi lokal bisa tumbuh, sementara daerah memperoleh tambahan sumber pendapatan.

    Thariq menekankan, pengembangan wisata daerah harus mengoptimalkan kekayaan alam, budaya, serta potensi laut yang dimiliki Gorontalo Utara. Karena itu, ia juga membuka ruang untuk masukan dalam penyusunan konsep pengembangan pariwisata, agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.

    Selain itu, ia menilai pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan hal tersebut. “Dengan melibatkan lima jenis pemangku kepentingan yaitu, akademisi, komunitas, bisnis (ekonomi), pemerintah dan media, kita menargetkan pariwisata daerah ini dapat maju dan berkembang khususnya meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke daerah ini,” imbuhnya.

  • Kasus Keracunan MBG Melonjak, Zulhas Ingatkan: Jangan Anggap Hanya Statistik

    Kasus Keracunan MBG Melonjak, Zulhas Ingatkan: Jangan Anggap Hanya Statistik

    JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa insiden keracunan yang terjadi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dianggap hanya sebagai angka statistik.

    “Ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut keselamatan generasi penerus,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu, 28 September.

    Zulhas sapaan akrab Zulkifli menekankan bahwa keselamatan anak-anak sebagai generasi penerus adalah prioritas utama pemerintah. Dia bilang Presiden Prabowo Subianto juga menaruh perhatian serius terkait kasus keracunan MBG ini.

    Lebih lanjut, Zulhas bilang instruksi Presiden Prabowo Subianto ini ditindaklanjuti dengan rapat koordinator sejumlah kementerian/lembaga hari ini.

    Adapun rapat tersebut dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkes Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri PPPA Arifah Fauzi.

    Selain para menteri, hadir pula sejumlah pimpinan lembaga, antara lain Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari, dan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

    “Siang ini atas instruksi presiden kami rapat koordinasi dengan kementerian/lembaga. Jadi betapa serius perhatian  Bapak Presiden terhadap masalah ini,” katanya.

    Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana melaporkan pada periode 6 Januari hingga 31 Juli 2025, sambung Dadan, terbentuk 2.391 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan 24 kasus kejadian. Sementara pada 1 Agustus hingga 27 September 2025 bertambah 7.244 SPPG dengan 47 kasus kejadian.

    Adapun jumlah SPPG yang telah beroperasi hingga saat ini mencapai 9.615 unit dan telah melayani kurang lebih sebanyak 31 juta penerima.

    “Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi karena SDM masih membutuhkan jam terbang,” ujar Dadan dalam keterangan resmi, Minggu, 28 September.

    Dadan juga mengungkapkan faktor lain yang memicu insiden tersebut yakni kualitas bahan baku, kondisi air, serta pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP).