Author: Voi.id

  • ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Aman di Tengah Erupsi Gunung Lewotobi

    ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Aman di Tengah Erupsi Gunung Lewotobi

    JAKARTA  – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan bahwa seluruh layanan penyeberangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan normal dan aman meski terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.

    Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa seluruh cabang operasional ASDP di kawasan NTT, termasuk Kupang dan Labuan Bajo, terus beroperasi dengan pengawasan ketat terhadap kondisi cuaca laut dan potensi dampak sebaran abu vulkanik.

    “ASDP siap siaga memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan efisien. Dalam situasi bencana sekalipun, kami tetap berkomitmen menjaga konektivitas dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 11 Oktober.

    Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi pada Jumat dini hari 10 Oktober, dengan letusan setinggi 600 meter, amplitudo 10,5 mm, dan durasi 140 detik. Meski demikian, ASDP memastikan bahwa jalur penyeberangan strategis tetap beroperasi, termasuk Lintasan Labuan Bajo–Sape (NTB), yang menjadi simpul vital pergerakan logistik dan mobilitas antarprovinsi di wilayah timur Indonesia.

    Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, mengatakan bahwa lintasan Labuan Bajo–Sape tetap melayani penyeberangan harian dengan jadwal keberangkatan pukul 10.00 WITA, menggunakan armada KMP Cakalang dan KMP Cucut.

    “Kami terus melakukan pemantauan terhadap arah sebaran abu vulkanik dan kondisi cuaca laut, serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar seluruh aktivitas penyeberangan berlangsung aman dan tepat waktu,” jelas Shelvy.

    Peran Penting Lintasan Strategis

    Berdasarkan data ASDP periode Januari hingga September 2025, lintasan Labuan Bajo–Sape telah melayani 24.964 penumpang dan 11.555 kendaraan, dengan mayoritas berupa kendaraan roda dua (5.482 unit) dan mobil pribadi (2.968 unit). Angka tersebut menunjukkan peran krusial rute ini dalam mendukung kegiatan ekonomi dan pariwisata di wilayah timur Indonesia.

    Selain lintasan tersebut, ASDP juga mengoperasikan sejumlah rute strategis lainnya dari Pelabuhan Labuan Bajo, yakni Labuan Bajo–Waingapu, Labuan Bajo–Pulau Rinca, dan Labuan Bajo–Jampea.

    “Keberlanjutan layanan ini memperkuat peran kami dalam menjaga stabilitas arus penumpang dan logistik di wilayah Nusa Tenggara dan sekitarnya,” tambah Shelvy.

    ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG, Basarnas, dan otoritas pelabuhan setempat untuk memastikan kesiapan kapal serta keamanan navigasi laut di seluruh lintasan operasional. Perusahaan juga telah menyiapkan skenario pengalihan rute bila diperlukan untuk memastikan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat tetap lancar.

    “Kami berharap situasi di Flores Timur segera pulih. ASDP akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik dan menjadi bagian dari upaya menjaga konektivitas Indonesia, terutama di saat masyarakat membutuhkan akses transportasi yang andal,” tutup Shelvy.

  • Mendag Dorong Negara Berkembang Percepat Industrialisasi di Forum G20

    Mendag Dorong Negara Berkembang Percepat Industrialisasi di Forum G20

    JAKARTA – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, mendorong negara-negara berkembang untuk mempercepat industrialisasi berkelanjutan dengan fokus pada pembangunan kapasitas, peningkatan nilai tambah industri, dan transisi menuju ekonomi hijau.

    Hal tersebut disampaikan Budi saat menghadiri sesi kedua G20 Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) yang digelar di Gqeberha, Afrika Selatan, pada Jumat 10 Oktober.

    Dalam forum tersebut, Budi menegaskan pentingnya mempercepat industrialisasi melalui tiga prioritas utama:

    Membangun dan memanfaatkan kapasitas produktif untuk mendorong transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi dan berbasis pengetahuan.

    Naik kelas dalam rantai nilai global, dengan memperluas basis manufaktur di sektor strategis seperti semikonduktor, baterai kendaraan listrik, dan farmasi.

    Mengembangkan industri hijau, sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkeadilan.

    “Negara berkembang harus fokus pada pembangunan industri masa depan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan. Industrialisasi yang terarah akan menjadi fondasi transformasi ekonomi jangka panjang,” ujar Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 11 Oktober.

    Budi juga menekankan pentingnya memperkuat sistem perdagangan multilateral yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa di tengah rivalitas geopolitik dan meningkatnya ketegangan perdagangan global, kolaborasi internasional menjadi semakin penting.

    Selain itu, ia mendorong negara berkembang untuk memperkuat fondasi domestik, agar strategi industri dan kebijakan ekonomi dapat menjawab tantangan global yang terus berubah dengan cepat.

    “Kekuatan ekonomi sejati harus dibangun dari dalam negeri, melalui kebijakan yang sehat, konektivitas regional yang kuat, serta kolaborasi produktif lintas negara,” tegasnya.

    Peran Kawasan dan Integrasi Regional

    Dalam konteks regional, Budi menyebut bahwa integrasi perdagangan kawasan merupakan instrumen strategis untuk memperkuat rantai pasok, serta memperluas akses pasar internasional. Ia mencontohkan ASEAN sebagai jangkar stabilitas yang telah berfungsi sebagai basis produksi utama di berbagai sektor industri.

    “Kewaspadaan dan kebijakan yang tepat akan menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional dan global. Di tengah turbulensi ekonomi dunia, harapan bukanlah strategi—kesiapan adalah jawabannya,” tutupnya.

  • Motorola Resmi Rilis Pembaruan Android 16 untuk Seri Edge

    Motorola Resmi Rilis Pembaruan Android 16 untuk Seri Edge

    JAKARTA – Motorola mulai menggulirkan pembaruan Android 16 untuk ponsel seri Edge 60, membawa berbagai fitur baru seperti pengelompokan notifikasi otomatis, koneksi hotspot instan, serta wawasan baterai yang lebih mendetail. Saat ini, pembaruan tersebut masih terbatas untuk beberapa model Edge, sementara perangkat lain seperti seri lipat Razr dan Moto G akan segera menyusul.

    Pembaruan Android 16 menghadirkan berbagai peningkatan yang berfokus pada kesederhanaan, keamanan, dan konektivitas.

    Beberapa fitur utama yang dibawa antara lain:

    – Notification Auto Grouping, yang secara otomatis mengelompokkan notifikasi dari aplikasi yang sama agar tampilan panel pemberitahuan lebih rapi.

    – Instant Hotspot, memungkinkan pengguna mengaktifkan hotspot ponsel langsung dari tablet Android atau Chromebook yang terhubung dengan akun Google yang sama.

    – UI (User Interface) yang diperbarui, dengan tampilan menu dan pengaturan sistem yang lebih bersih serta modern.

    – Battery Insights yang lebih lengkap, menampilkan data kesehatan baterai, statistik penggunaan, hingga diagnostik perangkat.

    – Mode aktivitas seperti Sleeping, Driving, dan Working, yang memungkinkan pengguna menyesuaikan pengaturan ponsel sesuai aktivitas harian.

    – Advanced Protection Access, fitur keamanan baru untuk mengakses alat anti-pencurian dan verifikasi identitas langsung dari menu pengaturan.

    Untuk tahap awal, pembaruan Android 16 hanya tersedia bagi perangkat Motorola Edge 60 Pro, Edge 60 Fusion, dan Edge 50 Pro. Pengguna seri lainnya, termasuk Motorola Razr dan Moto G, masih harus menunggu giliran selanjutnya.

    Motorola belum mengumumkan jadwal pasti perluasan pembaruan ke model lain, namun perusahaan menegaskan komitmennya terhadap pembaruan perangkat lunak yang lebih cepat dan konsisten. Dengan tekanan kompetitif dari produsen Android lain, pembaruan untuk perangkat tambahan diperkirakan tidak akan lama lagi.

    Menariknya, peluncuran Android 16 kali ini dilakukan dua bulan lebih awal dibandingkan Android 15, yang baru dirilis pada Desember 2024 untuk seri Edge 50. Pengguna ponsel Motorola lain disarankan secara berkala memeriksa menu pembaruan perangkat lunak untuk memastikan ketersediaannya.

  • Polisi Minta Pertamina Atur Suplai Solar untuk Cegah Kemacetan di Banjarmasin

    Polisi Minta Pertamina Atur Suplai Solar untuk Cegah Kemacetan di Banjarmasin

    Bagikan:

    Banjarmasin– Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin, jajaran Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), meminta PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Banjarmasin untuk memperhatikan jadwal distribusi BBM jenis solar subsidi ke sejumlah SPBU guna mencegah kemacetan lalu lintas.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin, AKP Denny Maulana Saputra, menyatakan bahwa pengisian bahan bakar di SPBU sebaiknya tidak dilakukan pada pagi atau siang hari, terutama pada jam-jam sibuk. Hal ini untuk menghindari antrean panjang truk yang sering kali menyebabkan kemacetan di sekitar SPBU.

    “Kami minta pihak Pertamina bekerja sama menjaga kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas, terutama di SPBU yang sering terjadi antrean panjang kendaraan besar,” ujar Denny, Sabtu 11 Oktober.

    Tiga SPBU Jadi Sorotan

    Denny menyebutkan tiga SPBU yang menjadi titik rawan kemacetan akibat antrean pengisian solar subsidi:

    SPBU 64.702.02 – Jalan A. Yani Km 6,5

    SPBU 64.702.01 – Jalan A. Yani Km 5,7

    SPBU 64.701.09 – Jalan H Hasan Basrie

    Menurutnya, antrean truk besar yang memadati sisi jalan saat menunggu pengisian solar berdampak langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jalur utama kota seperti Jalan A. Yani dan Jalan H Hasan Basrie.

    “Antrean panjang ini berdampak pada level of service jalan yang semakin menurun karena kendaraan besar mengganggu arus lalu lintas harian masyarakat,” jelasnya.

    Distribusi Malam 

    Sebagai solusi, Denny menyarankan agar suplai solar subsidi ke SPBU dilakukan pada malam hari, di luar jam sibuk. Berikut usulan jadwal ideal dari Satlantas Polresta Banjarmasin:

    SPBU Jalan A. Yani Km 6,5: pengisian pukul 21.00 WITA

    SPBU Jalan A. Yani Km 5,7: pengisian pukul 20.00 WITA

    SPBU Jalan H Hasan Basrie: pengisian pukul 20.00 WITA

    Denny berharap Pertamina segera menindaklanjuti saran tersebut guna menjaga Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) di wilayah Banjarmasin tetap kondusif.

    “Kami harap dengan pengaturan waktu distribusi yang lebih tepat, masyarakat bisa lebih nyaman dan lalu lintas kota Banjarmasin tetap lancar,” pungkasnya.

  • Brasil Akan Mulai Pembangunan Pusat Data TikTok dalam Enam Bulan, Kata Menteri

    Brasil Akan Mulai Pembangunan Pusat Data TikTok dalam Enam Bulan, Kata Menteri

    JAKARTA – Pemerintah Brasil akan memulai pembangunan pusat data TikTok dalam waktu enam bulan, menurut pernyataan resmi pada Jumat, 10 Oktober. Proyek ini diperkirakan akan menarik investasi senilai sekitar 50 miliar real Brasil (9,11 miliar dola AS atau sekitar Rp148,8 triliun).

    “Enam bulan dari sekarang, kami akan memulai pembangunan untuk menampung pusat data TikTok,” kata Menteri Pertambangan dan Energi Brasil Alexandre Silveira dalam sebuah pernyataan, dikutip VOI dari Reuters.

    Proyek ini diperkirakan akan berlokasi di negara bagian Ceara, wilayah timur laut Brasil. Rencana tersebut pertama kali diungkap oleh Reuters pada April 2025, ketika tiga sumber menyebut bahwa ByteDance, perusahaan induk asal China yang memiliki TikTok, tengah mempertimbangkan langkah tersebut.

    Fasilitas tersebut akan dibangun di kompleks pelabuhan Pecem di Ceara, sebagai bagian dari inisiatif bersama antara ByteDance dan pengembang pembangkit listrik tenaga angin Casa dos Ventos, menurut sumber terkait.

    Silveira mengatakan Brasil memiliki potensi besar untuk menarik investasi pusat data karena ketersediaan energi terbarukan yang melimpah. Ia juga menyoroti keputusan presiden Luiz Inacio Lula da Silva yang ditandatangani bulan lalu untuk memberikan insentif pajak federal guna menarik proyek-proyek serupa ke negara itu.

    Pada Mei 2025, Casa dos Ventos mengumumkan telah memperoleh dua izin utama untuk melanjutkan proyek pusat data berkapasitas 300 megawatt di kompleks pelabuhan Pecem.

  • Mengapa Lisosom Mampu Melakukan Pencernaan Intrasel? Simak Penjelasan Ilmiahnya

    Mengapa Lisosom Mampu Melakukan Pencernaan Intrasel? Simak Penjelasan Ilmiahnya

    YOGYAKARTA – Tahukah Anda mengapa lisosom mampu melakukan pencernaan intrasel? Lisosom merupakan salah satu organel penting dalam sel yang berperan besar dalam proses pencernaan internal. Selain berfungsi memperbaiki membran dan menghancurkan patogen, lisosom juga bertanggung jawab memecah berbagai zat kompleks di dalam sel agar menjadi lebih sederhana dan mudah dimanfaatkan.

    Kemampuan lisosom dalam melakukan pencernaan intrasel tidak muncul begitu saja. Organel ini memiliki struktur dan kandungan enzim khusus yang memungkinkannya menjalankan peran vital tersebut dengan efisien. Oleh karena itu, memahami fungsi dan cara kerja lisosom menjadi kunci untuk mengerti bagaimana sel mempertahankan keseimbangannya.

    Mengapa Lisosom Mampu Melakukan Pencernaan Intrasel?

    Alasan lisosom mampu melakukan pencernaan karena di dalamnya terdapat berbagai enzim pencernaan yang bekerja secara aktif. Terdapat sekitar 50 jenis enzim pencernaan di dalam membran lisosom yang bertugas memecah berbagai makromolekul seperti karbohidrat, protein, lipid, serta asam nukleat.

    Menurut Cooper dan Sunderland dalam The Cell: A Molecular Approach (2000), seluruh enzim dalam lisosom termasuk dalam kelompok hidrolase asam. Enzim-enzim ini hanya aktif pada kondisi asam, yakni pada pH sekitar 5. Hal ini berbeda dengan pH sitoplasma sel yang bersifat netral, yaitu sekitar 7,2. Kondisi asam inilah yang membuat lisosom menjadi tempat yang ideal untuk proses pencernaan internal sel.

    Ketika sel menyerap zat makanan dari luar, lisosom akan melepaskan enzim-enzimnya untuk memecah molekul kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana. Berdasarkan keterangan dari Medicine LibreTexts, proses ini membantu sel mendapatkan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

    Selain mencerna makanan, lisosom juga memiliki kemampuan untuk mencerna organel sel yang sudah tidak berfungsi atau rusak. Proses ini disebut autofagi, yaitu mekanisme daur ulang internal yang memastikan efisiensi kerja sel tetap terjaga. Jika sumber nutrisi eksternal tidak tersedia, lisosom bahkan bisa memecah organel lain dalam sel untuk memenuhi kebutuhan energi.

    Menariknya, lisosom juga berperan sebagai sistem pertahanan sel. Enzim pencernaannya dapat menghancurkan patogen seperti bakteri, virus, atau antigen yang masuk ke dalam tubuh. Dengan demikian, lisosom tidak hanya bertugas dalam metabolisme, tetapi juga melindungi sel dari ancaman infeksi.

    Apa Saja Fungsi Lisosom dalam Sel?

    Secara umum, fungsi lisosom dalam sel terbagi menjadi tiga kategori utama, di antaranya:

    Fungsi utama lisosom adalah melakukan pencernaan intraseluler. Organel ini bekerja dengan cara mencerna zat asing seperti bakteri yang masuk ke dalam sel melalui proses fagositosis. Setelah zat asing terperangkap, lisosom akan bergabung dengan fagosom membentuk fagolisosom, lalu enzim di dalamnya menghancurkan partikel tersebut.

    Menghancurkan Organel yang Sudah Rusak

    Dalam biologi, proses penghancuran organel yang sudah rusak dikenal sebagai autofagi. Proses ini dilakukan dengan menghancurkan atau mendaur ulang bagian sel yang sudah tidak berfungsi lagi.

    Lisosom bisa memicu kematian sel dengan cara menghancurkan dirinya sendiri saat sel tersebut rusak atau tidak lagi diperlukan.

    Secara lebih spesifik, peran lisosom di dalam sel mencakup:

    Menghancurkan sel sendiri dengan melepaskan seluruh enzim di dalamnya.Mencerna zat asing yang masuk ke dalam sel melalui fagositosis (zat padat) dan pinositosis (zat xair).Mengurangaikan cadangan makanan dalam sel.Menghancurkan organel sel yang sudah tua atau rusak sehingga tidak bisa lagi menjalankan fungsinya.Menghancurkan zat-zat berbahaya atau benda asing yang ada di luar sel.Menghilangkan partikel asing yang masuk ke dalam tubuh.

    Demikian penjelasan tentang mengapa lisosom mampu melakukan pencernaan intrasel. Semoga ulasan di atas bisa menambah wawasan pembaca. Untuk mendapatkan update berita pilihan lainnya, baca terus VOI.ID.

  • Wajib Tahu Transformasi iPhone dari Masa ke Masa, Sebelum Punya iPhone Terbaru

    Wajib Tahu Transformasi iPhone dari Masa ke Masa, Sebelum Punya iPhone Terbaru

    JAKARTA – Kemajuan iPhone adalah etalase bagaimana teknologi bergerak cepat sekaligus rapi. Setiap generasi membawa pembaruan yang, suka atau tidak, akhirnya jadi standar industri: dari layar sentuh kapasitif, App Store, Touch ID, Face ID, sampai USB-C.

    Di balik deretan inovasi itu, perilaku pengguna juga ikut bergeser. Studi Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) mencatat terjadi tren konsisten pengguna Android pindah ke iPhone pada kisaran 11–19 persen sepanjang 2019–2023, dengan lonjakan preferensi pada 2022 di sekitar 15 persen.

    Menariknya, banyak migran Android memilih model lama seperti SE 3, iPhone 12, atau 13, termasuk versi mini. Artinya, ekosistem iOS dan nilai pakai iPhone lintas tahun masih dianggap solid.

    Di bawah ini, rangkuman evolusi iPhone dari generasi ke generasi. Fokusnya pada tonggak fitur, bukan sekadar angka megapiksel. Karena sejarah teknologi itu singkat: yang berguna bertahan, yang ribut di awal tapi tak relevan akan dilupakan.

    Gelombang Pertama: Layar Sentuh Masuk Akal (2007–2011)

    Generasi pembuka. Layar 3,5 inci, antarmuka multi-touch, dan pendekatan “komunikator internet” yang memindahkan ponsel dari tombol ke gestur. Prosesor ARM 412 MHz dan kamera 2 MP terdengar kecil hari ini, tapi UI yang intuitif menghancurkan paradigma lama. Harga rilis yang premium tidak menghalangi adopsi; pengalaman pakai yang simpel justru jadi pembeda.

    Masuk jaringan 3G dan membuka jalan ke App Store. GPS terintegrasi mengubah ponsel jadi alat navigasi sehari-hari. Penjualan melejit, mengafirmasi bahwa ekosistem aplikasi adalah masa depan.

    Penyegaran performa yang signifikan. Rekam video 480p, kontrol suara dasar, memori hingga 32 GB. Ini fase “cepat dan praktis” sebelum loncatan desain besar berikutnya.

    Desain kaca dan rangka logam dengan layar “Retina” tajam 960×480 piksel. Kamera depan hadir, FaceTime muncul. Smartphone bukan cuma alat komunikasi, tapi perangkat visual yang sedap dipandang.

    Siri, iCloud, dan iMessage memperkuat rasa “ekosistem.” Data, pesan, dan perangkat mulai terhubung mulus. Sehari setelah pengumuman, Steve Jobs berpulang. Secara simbolik, ini menutup satu bab dan membuka bab baru Apple.

    Layar Membesar, Keamanan Modern (2012–2016)

    Layar memanjang, bodi lebih tipis, 4G LTE hadir. Konektor Lightning diperkenalkan, menandai era aksesori baru yang ringkas dan tahan pakai.

    5c: opsi warna-warni ekonomis, eksperimen yang tak panjang umur.

    5s: lompatan besar. Touch ID dan arsitektur 64-bit di ponsel. Dua hal ini menjadi fondasi iOS modern dan standar autentikasi industri.

    Ukuran layar 4,7 dan 5,5 inci menjawab selera pasar. Apple Pay ikut lahir, merapikan transaksi nirsentuh di ekosistem Apple.

    iPhone 6s & 6s Plus (2015)

    Chip A9, peningkatan kamera ke 12 MP, perekaman 4K, dan 3D Touch. Performa CPU dan grafis melesat, pengalaman harian lebih responsif.

    “Mesin baru dalam bodi klasik.” Nuansa iPhone 5s dengan tenaga setara 6s, harga lebih masuk akal. Pas untuk pengguna yang menginginkan ponsel kecil tanpa kompromi performa.

    Sertifikasi tahan air menyapa. Jack audio 3,5 mm dihapus, menggeser kebiasaan industri ke audio nirkabel. Varian Plus memperkenalkan kamera ganda dan 2x optical zoom, membuka jalan fotografi komputasional di iPhone.

    Selamat Tinggal Tombol Home, Halo Face ID (2017–2019)

    Wireless charging hadir, True Tone menyesuaikan tampilan layar dengan lingkungan. Model ini menjadi jembatan nyaman sebelum lompatan desain radikal.

    Satu dekade iPhone dirayakan dengan desain layar penuh, notch, dan Face ID. Tombol Home menghilang di lini flagship. Ini bukan sekadar muka baru, melainkan cara baru berinteraksi: gestur sebagai bahasa utama.

    iPhone Xs & Xs Max (2018)

    Penyempurnaan: chip A12 Bionic, opsi memori sampai 512 GB. Semua terasa lebih cepat, lebih efisien.

    Satu kamera, banyak warna. Paket “value” yang dipoles software sehingga tetap powerful. Strategi ini terbukti ampuh menjaga daya tarik iPhone ke segmen lebih luas.

    iPhone 11, 11 Pro, 11 Pro Max (2019)

    Tiga model sekaligus, perbedaan di kamera dan ukuran. Varian Pro memperkenalkan tiga lensa yang kemudian jadi identitas visual iPhone modern.

    5G, MagSafe, dan USB-C (2020–2023)

    Kembalinya tombol Home untuk yang rindu form factor compact. Kamera membaik, pengisian nirkabel ada, harga tetap ramah.

    iPhone 12, 12 mini, 12 Pro, 12 Pro Max (2020)

    Masuk era 5G, MagSafe hadir sebagai ekosistem aksesori magnetis yang ringkas dan praktis. Pilihan penyimpanan hingga 512 GB untuk Pro, sementara 12 mini menawarkan alternatif ringkas dengan kompromi fitur terukur.

    Chip A15 Bionic memberi lompatan performa, opsi penyimpanan sampai 1 TB di varian Pro. Kamera makin serius, stabilisasi dan pemrosesan gambar kian matang. Untuk pengguna, hasilnya sederhana: ambil foto, jadi bagus, tanpa ribet.

    Touch ID tetap dipertahankan, baterai meningkat, video makin solid. Produk ini memelihara jalur upgrade hemat bagi yang nyaman dengan desain klasik.

    Emergency SOS via satelit dan Crash Detection memperluas definisi “fitur penting.” Dynamic Island memperbarui cara interaksi dengan notifikasi dan aktivitas latar. Di beberapa pasar, eSIM mendorong pengalaman serba digital.

    Transisi ke USB-C mengakhiri era Lightning. Bukan hanya ganti kabel, tetapi membuka opsi konektivitas dan alur kerja yang lebih fleksibel, terutama untuk kreator konten dan pengguna multi-perangkat.

    Kenapa Banyak Migran Android Memilih iPhone “Lama”?

    Ada tiga alasan yang sering muncul. Pertama, akses ke iOS dan layanan Apple tanpa harus membayar harga flagship terbaru. Kedua, umur pakai panjang berkat dukungan pembaruan iOS yang disiplin. Ketiga, kamera dan kestabilan sistem yang dari generasi ke generasi relatif konsisten. SE 3, iPhone 12, dan 13 menjadi sweet spot: masih relevan, harga lebih bersahabat, dan pengalaman iOS yang utuh.

    Membaca Pola: Evolusi yang Konsisten

    Jika ditarik benang merah, setiap lompatan iPhone mengunci satu pilar:

    Antarmuka: dari tombol ke gestur, dari Touch ID ke Face ID. Tujuannya sama: interaksi tanpa beban.Silikon & efisiensi: performa tiap generasi bukan sekadar angka benchmark, melainkan efisiensi energi dan kestabilan jangka panjang.Kamera komputasional: jumlah lensa penting, tapi kunci sebenarnya ada di pemrosesan gambar dan integrasi sensor-software.Ekosistem & keselamatan: dari Apple Pay dan MagSafe sampai SOS satelit. Nilai tambahnya terasa di momen yang jarang, tapi krusial.Konektor & kompatibilitas: USB-C menyederhanakan hidup lintas perangkat, menutup lingkaran integrasi yang sudah lama ditunggu.

    Dari 2007 sampai hari ini, iPhone berubah dari ikon gaya hidup menjadi infrastruktur personal yang diam-diam mengatur ritme harian: komunikasi, navigasi, transaksi, fotografi, bahkan keselamatan. Setiap generasi tidak selalu revolusioner, tetapi konsistensi arahnya jelas. Dan itu mungkin alasan kenapa angka migrasi dari Android ke iPhone tetap stabil, sementara model-model lama masih diburu.

    Ekosistem yang rapi, software yang panjang umur, dan pengalaman pakai yang jarang bikin drama. Pada akhirnya, evolusi iPhone bukan sekadar daftar spesifikasi. Ini cerita tentang bagaimana desain yang disiplin bisa membentuk kebiasaan, serta bagaimana ponsel pelan-pelan menjadi alat bantu yang tak kita sadari mengurus hal-hal penting di sekitar kita.

  • Harga Bitcoin Anjlok Imbas Ancaman Tarif Baru AS ke China: Kesempatan atau Ancaman?

    Harga Bitcoin Anjlok Imbas Ancaman Tarif Baru AS ke China: Kesempatan atau Ancaman?

    JAKARTA – Harga Bitcoin mengalami tekanan tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif besar terhadap produk China. Pengumuman ini memicu gelombang risiko global yang memukul pasar ekuitas, komoditas, dan aset kripto. Bitcoin sempat merosot hingga USD105.000 dalam satu jam, sebelum kembali di atas USD111.000.

    Penurunan ini bersamaan dengan ancaman baru dari Gedung Putih, di mana Trump menyatakan Amerika Serikat akan menaikkan tarif impor dari China menjadi 100% serta memberlakukan pembatasan ekspor pada perangkat lunak penting. China merespons dengan mengenakan biaya baru untuk kapal terkait AS mulai 14 Oktober, meniru langkah AS, yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan jalur pengiriman global.

    Data dari CoinGlass menunjukkan dalam waktu kurang dari satu jam, lebih dari USD8 miliar posisi long terlikuidasi, termasuk Bitcoin senilai USD1,83 miliar dan Ethereum USD1,68 miliar. Selama 24 jam terakhir, total posisi yang dilikuidasi mencapai lebih dari USD9 miliar dan melibatkan sekitar 1,4 juta investor, dengan transaksi terbesar mencapai USD87,53 juta di pasangan BTC/USDT.

    Kapitalisasi pasar kripto menyusut sekitar 13% menjadi USD3,78 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai USD333,8 miliar, tertinggi sejak Agustus.

    Vice President INDODAX, Antony Kusuma mengatakan koreksi Bitcoin menunjukkan bagaimana aset digital bereaksi terhadap ketegangan geopolitik dan sentimen risiko global.

    “Bitcoin sering disebut sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan moneter, tetapi dalam kondisi ekstrem, ia bergerak layaknya aset berisiko tinggi. Pasar global yang terguncang, likuiditas tipis, dan aksi jual berantai pada posisi leverage memicu penurunan cepat yang kemudian diikuti aksi beli algoritmik,” jelas Antony.

    Ia menambahkan, situasi ini memperlihatkan pentingnya pemahaman konteks makro bagi investor kripto.

    “Para investor harus melihat lebih dari sekadar harga saat ini. Koreksi ini bukan pertanda fundamental Bitcoin melemah, melainkan reaksi pasar terhadap eskalasi ketegangan dagang dan risiko makro. Mereka yang mampu menjaga perspektif jangka panjang dapat memanfaatkan momen volatilitas ini untuk membangun posisi strategis,” ujar Antony.

    Antony menekankan, meskipun pasar bergejolak, skenario jangka menengah tetap positif bagi Bitcoin.

    “Jika ketegangan AS-China mereda atau pembicaraan baru muncul, Bitcoin bisa berkonsolidasi di kisaran USD112.000–118.000. Namun jika isu perdagangan terus mendominasi, harga bisa bergerak diantara USD105.000–120.000. Penurunan di bawah USD105.000 membuka peluang bagi pembeli jangka panjang,” paparnya.

    Ia menambahkan, volatilitas global juga menjadi momentum bagi investor untuk menegakkan disiplin dan strategi portofolio yang matang.

    “Pasar yang sehat tidak hanya naik, tetapi mampu bertahan dalam gejolak. Mereka yang memahami mekanisme likuidasi, level support psikologis, dan perilaku pasar global akan menemukan peluang yang tersembunyi saat sebagian pelaku investasi kripto panik,” tutup Antony.

    Dengan demikian, meski ancaman tarif AS memicu likuidasi besar-besaran, pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan. Di Indonesia, ekosistem perdagangan kripto kini semakin matang, didukung pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diyakini mampu menjaga stabilitas pertumbuhan industri aset digital di tengah ketidakpastian global.

    Terakhir, Antony menambahkan, “Fenomena ini juga menjadi pelajaran bagi industri kripto di Indonesia untuk semakin memperkuat edukasi dan perlindungan konsumen.

    “Platform seperti INDODAX berfokus pada transparansi dan keamanan, memastikan investor memiliki informasi yang seimbang tentang risiko dan peluang,” tutupnya.

  • OpenAI dan Sur Energy Pertimbangkan Proyek Pusat Data Senilai 25 Miliar Dolar di Argentina

    OpenAI dan Sur Energy Pertimbangkan Proyek Pusat Data Senilai 25 Miliar Dolar di Argentina

    JAKARTA – OpenAI dan perusahaan energi Argentina, Sur Energy, telah menandatangani surat pernyataan minat (letter of intent) untuk membangun proyek pusat data raksasa di Argentina dengan nilai investasi hingga 25 miliar dolar AS (sekitar Rp408,25 triliun). Informasi ini diumumkan oleh pemerintah Argentina pada Jumat 10 Oktober.

    Menurut pernyataan resmi, proyek tersebut akan mencakup fasilitas berkapasitas hingga 500 megawatt yang dirancang untuk mendukung komputasi kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut.

    Proyek ini akan dijalankan di bawah skema insentif pajak RIGI yang diberlakukan pemerintah Argentina sejak tahun lalu. Jika terealisasi, pemerintah menyebut proyek tersebut akan menjadi salah satu inisiatif teknologi dan infrastruktur energi terbesar dalam sejarah negara itu.

    OpenAI, yang kini memiliki lebih dari 800 juta pengguna ChatGPT setiap minggu, baru saja menjadi startup paling bernilai di dunia dengan valuasi mencapai 500 miliar dolar AS (sekitar Rp8.165 triliun) setelah penjualan saham sekunder yang rampung pekan lalu.

    “Kami bangga mengumumkan rencana peluncuran Stargate Argentina, sebuah proyek infrastruktur baru yang menarik bekerja sama dengan salah satu perusahaan energi terkemuka di negara ini, Sur Energy,” kata CEO OpenAI, Sam Altman melalui media sosial.

    Altman menambahkan bahwa proyek tersebut merupakan proyek Stargate pertama di Amerika Latin, wilayah yang ia sebut “penuh dengan talenta, kreativitas, dan ambisi.”

    Sebelumnya pada pekan ini, OpenAI juga mengumumkan sejumlah kemitraan baru dalam konferensi pengembangnya, termasuk kerja sama dengan Spotify, Zillow, dan Mattel, serta meluncurkan berbagai alat baru untuk membantu pengembang menciptakan aplikasi berbasis AI.

  • Profil Muki Tan, CEO Rodamas yang Borong Rp0,3 Triliun Patriot Bonds Danantara

    Profil Muki Tan, CEO Rodamas yang Borong Rp0,3 Triliun Patriot Bonds Danantara

    YOGYAKARTA – Beberapa hari belakangan viral daftar 46 konglomerat yang menjadi investor Patriot Bonds – obligasi yang diterbitkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Dalam daftar tersebut, Muki Tan yang merupakan CEO Rodamas Group. Dia menjadi salah satu investor dengan membeli Rp0,3 triliun obligasi Danantara. Lantas, seperti apa sosoknya? Simak profl Muki Tan dalam artikel berikut ini.

    Perlu diketahui, pada Selasa, 30 September 2025, BPI Danantara memberikan klarifikasi soal viralnya dokumen yang memuat daftar daftar konglomerat yang menjadi investor Patriot Bonds.

    Pihak Danantara menyatakan bahwa informasi terkait obligasi Patriot Bond yang viral bukan informasi resmi.

    “Perlu kami tegaskan bahwa informasi tersebut bukan informasi resmi dan hingga saat ini tidak ada pengumuman yang dikeluarkan,” ujar MD Global Relations and Governance Mohammad Al-Arief dalam keterangan tertulis, dikutip VOI.

    Dia menambahkan, terkait skema penerbitan Patriot Bonds saat ini masih dipersiapkan dalam bentuk private placement dan tidak untuk ditawarkan bagi publik, serta partisipasinya sepenuhnya bersifat sukarela.

    Profil Muki Tan

    Profil Muki Tan merupakan Presiden Direktur Rodamas Group. Perlu diketahi, Rodamas Group merupakan salah satu konglomerasi besar di Indonesia yang bergerak di bidang manufaktur bahan konstruksi, bahan konsumen (FCMG/Fast-Moving Consumer Goods), farmasi, dan bahan kimia.

    Perusahaan ini dirikan pada tahun 1951 oleh kakek Muki Tan, Tan Siong Kie. Rodamas awalnya berperan sebagai mitra lokal bagi perusahaan multinasional Jepang.

    Muki Tan diketahui baru bergabung dengan bisnis keluarga pada 2010. Setelah sembilan tahun membantu bisnis yang didirikan kakeknya, ia diangkat menjadi presiden direktur.

    Di bawah kepemimpinannya, Muki Tan membawa perubahan besar di Rodamas. Untuk meningkatkan daya tawar perusahaan, ia memperkuat unit bisnis Rodamas yang bergerak di sektor distribusi yakni PT Tumbakmas Niagasakti dan merek bumbu makanan Indonesia Sasa Inti (Sasa).

    Melalui strategi ini, Muki Tan berharap perusahaannya menjadi lebih mandiri. Dia meyakini bahwa prusahaan harus mampu menentukan nasibnya sendiri tanpa bergantung pada pihak asing. Meski tidak menutup kemungkinan menjalin kerja sama di masa depan, Muki lebih memilih mengarahkan sumber daya ke pengembangan bisnis lokal yang dapat dikendalikan sepenuhnya, dikutip dari laman The CEO Magazine.

    Strategi yang dijalankan Muki Tan terbukti berhasil memperkuat posisi Sasa sebagai merek penyedap dan bumbu masak andalan masyarakat Indonesia.

    Selain itu, dia juga berhasil memperluas operasi perusahaan secara perusahaan, dari hanya satu pabrik MSG, kini Sasa memiliki tiga pabrik utama yang memproduksi penyedap rasa, santan, serta bumbu dan saus. Perusahaan juga memperluas lini produknya ke berbagai kategori seperti tepung bumbu, kaldu, saus, garam, dan sambal khas Indonesia.

    Selama menjabat sebagai Presiden Direktur Rodamas, Muki Tan menekankan pentingnya integritas dan nilai-nilai perusahaan sebagai fondasi utama.

    “Kami berpegang pada prinsip melakukan hal yang benar dan menjadi mitra yang dapat dipercaya,” kata Muki Tan kepada The CEO Magazine.

    Nilai-nilai inilah yang terus menjadi kompas bagi dirinya dan seluruh anggota Grup Rodamas untuk mempertahankan reputasi sebagai perusahaan lokal yang berdaya saing tinggi.

    Demikian informasi tentang profil Muki Tan. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.