Author: Voi.id

  • Literasi AI ke Orang Tua dan Guru Penting untuk Cegah Brain Rot pada Anak

    Literasi AI ke Orang Tua dan Guru Penting untuk Cegah Brain Rot pada Anak

    JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pentingnya literasi terhadap orang tua dan guru untuk mencegah anak-anak mengalami ketergantungan pada kecerdasan buatan (AI). 

    Karena menurut Nezar, penggunaan AI yang tidak tepat bisa menimbulkan dampak negatif, contohnya anak-anak yang terbiasa menggunakan AI sejak usia dini dapat memiliki ketergantungan terhadap AI dan menurunkan kemampuan berpikir (brain rot). 

    “Yang kita takutkan, bukan anak-anak tambah cerdas dengan AI, yang terjadi adalah brain rot, otaknya enggak maksimal dipakai, semuanya tergantung sama AI,” kata Nezar dikutip Minggu, 9 November. 

    Lebih lanjut, Nezar juga menegaskan bahwa kemudahan masyarakat dalam mengakses platform AI saat ini mendorong pentingnya pendidikan literasi digital bagi masyarakat tentang cara menggunakan AI dengan bijak. 

    Maka dari itu, ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dengan Kementerian Komdigi, untuk memastikan Indonesia tidak hanya memiliki talenta-talenta digital di bidang AI, tetapi juga masyarakat yang mampu memanfaatkan AI dengan bijak.

    Saat ini, Nezar menambahkan, Komdigi memiliki beberapa program pengembangan AI, salah satunya adalah AI Talent Factory yang bertujuan mencetak talenta-talenta digital agar dapat bersaing di tingkat global. 

    Tidak hanya mencetak talenta digital, pemerintah juga menyiapkan regulasi agar adopsi AI di Indonesia dilakukan secara etis dan bertanggung jawab.

    Kemkomdigi telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial, yang nantinya akan diperkuat dengan Peta Jalan AI Nasional dan Perpres Etika AI. 

    “Tujuan kita menyiapkan AI talent yang global standard dan sekaligus menjadikan mereka developer, bukan cuma user saja, dan kita harus menyiapkan ekosistem juga yang dapat memanfaatkan kemampuan mereka,” tegasnya.

  • Jatuhan Batu Besar di Lembang karena Kondisi Geologi yang Labil

    Jatuhan Batu Besar di Lembang karena Kondisi Geologi yang Labil

    JAKARTA – Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan kejadian jatuhan tiga batu berukuran besar di Gunung Batu, Lembang, Bandung Barat, Sabtu, 8 November, merupakan fenomena alami akibat kondisi geologi lokasi setempat yang labil.

    “Ini fenomena alami akibat kondisi geologi yang labil. Kemungkinan dipicu oleh getaran kecil atau faktor internal batuan,” kata Kepala Badan Geologi M Wafid, ANTARA, Minggu, 9 November.

    Berdasarkan laporan yang diterima Badan Geologi, jatuhan batu berukuran besar dari tebing Gunung Batu, Lembang tersebut berlangsung tanpa adanya hujan lebat atau gempa signifikan yang tercatat di sekitar lokasi.

    Menurut pengamatan awal dari tim yang diturunkan, kata Wafid, lokasi jatuhan batu tersebut berada pada lereng terjal dengan kemiringan lebih dari 60 derajat, yang tersusun oleh batuan vulkanik yang telah mengalami retakan dan pelapukan.

    “Terdapat juga bidang rekahan yang memanjang sejajar lereng, dan menunjukkan potensi pelepasan blok batuan. Kondisi ini menandakan bahwa batuan berada pada keadaan mendekati batas kestabilan (limit equilibrium),” ujar Wafid.

    Berdasarkan analisis mekanisme, lanjut Wafid, fenomena ini termasuk dalam kategori gerakan massa batuan tipe jatuhan (rockfall) dengan pemicu utama kemungkinan kelemahan internal batuan akibat retakan dan pelapukan alami, getaran gempa mikro yang tak tercatat dalam sistem utama namun cukup untuk memicu pelepasan blok batuan yang telah rapuh, serta perubahan suhu dan pelapukan berulang yang kemungkinan juga dapat berkontribusi terhadap keretakan lebih lanjut.

    “Wilayah tebing memiliki potensi terpapar jatuhan batu lanjutan, khususnya pada musim peralihan atau saat terjadi getaran ringan. Kemudian area jalan dan bangunan warga di bawah tebing berisiko tinggi terhadap bahaya serupa,” katanya.

    Oleh karena itu, Badan Geologi merekomendasikan agar dilakukan pemasangan jaring kawat pengaman (rock mesh) dan pagar penahan batu (rockfall barrier) di kaki tebing. Kemudian pembatasan aktivitas dan pembangunan di zona rawan jatuhan batu.

    Kemudian dilakukan monitoring mikro-seismik oleh instansi teknis untuk mengetahui potensi getaran pemicu di area sesar Lembang serta edukasi masyarakat mengenai tanda-tanda awal retakan baru dan pelapukan lereng.

    “Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kejadian serupa, terutama di sekitar tebing curam yang tersusun oleh batuan vulkanik terlapuk dan beretakan,” tutur Wafid.

    Warga Kampung Sukamulya, RT 01/10, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dikejutkan dengan sejumlah batu berukuran besar yang tiba-tiba berjatuhan dari atas Gunung Batu pada Sabtu (8/11).

    “Berdasarkan informasi, ada longsoran tiga batu dari Gunung Batu. Kejadiannya pukul 12.10 WIB,” ujar Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Asep Sehabudin saat dikonfirmasi.

    Tiga batu besar tiba-tiba jatuh dari tebing tanpa hujan, tanpa gempa, tanpa angin kencang. Asep memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja sebuah green house mengalami kerusakan usai terkena batu besar yang menggelinding dari atas Gunung Batu.

    “Satu batu paling besar bahkan menimpa dinding green house kaktus milik warga, membuat dinding green house sobek,” kata Asep.

  • Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta akan Dapat Rehabilitasi Medis dan Psikososial

    Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta akan Dapat Rehabilitasi Medis dan Psikososial

    JAKARTA – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap anak pascainsiden yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    “Kami bersama-sama dengan Kementerian dan Lembaga akan terus mendampingi anak dan mengawal kasus ini sampai mendapatkan keadilan seadil-adilnya,” kata Diyah, Minggu, 9 November 2025.

    Diyah juga mengapresiasi penanganan Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih yang sudah memberikan rehabilitasi medis pada anak-anak.

    “Nantinya akan ada rehabilitasi psikososial,” katanya.

    Sekedar diketahui, korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara mencapai 96 orang korban.

    Sebanyak 11 orang pelajar SMAN 72 Jakarta korban ledakan lainnya alami luka ringan dan sempat dievakuasi ke Pos Kamling atau ruang serba guna RT 07/02, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, usai kejadian.

    “Yang (dirawat) disini ada sekitar 11 orang. Kebanyakan matanya kabur terus pendengarannya kurang. Untuk luka kecil saya buka kan ke pos sini. Tadi anak-anak jalan kesini,” kata Ketua RT 07, Krissensiana Orol Hotmatua kepada VOI, Jumat, 7 November.

    Sementara korban yang alami luka parah, sambungnya, dibawa Balai Kesehatan Angkatan Laut di Kodamar.

    “Kemudian dirujuk ke RSI Cempaka Putih, RS Pertamina dan RS Yarsi,” ujarnya.

  • Mensos dan Gubernur DKI Beri Bantuan Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta

    Mensos dan Gubernur DKI Beri Bantuan Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta

    JAKARTA – Menteri Sosial Syaifullah Yusuf akan berkolaborasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memberikan bantuan baik pembiayaan sepenuhnya hingga pemulihan korban ledakan SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 7 November.

    “Kita (Mensos dengan Gubernur DKI) akan berbagi tugas,” kata dia usai meninjau korban ledakan di SMAN 72 Jakarta di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Minggu, 9 November.

    Setelah itu Kementerian Sosial (Kemensos) juga akan memberikan dukungan-dukungan yang diperlukan setelah nanti korban menjalani perawatan dari rumah sakit.

    Ia mengatakan bantuan yang diberikan mulai dari rehabilitasi para korban, masa-masa pemulihannya sampai nanti mungkin jika diperlukan dengan program-program pemberdayaan.

    “Jadi saya ingin menyampaikan bahwa kolaborasi sangat baik sekali,” kata dia.

    Ia mengatakan bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga memberikan pendampingan setiap hari di sini untuk mengawal proses-proses penanganan medis.

    “Tentu nanti akan sampai kepada tahap-tahap selanjutnya,” kata dia.

    Pihaknya juga mengapresiasi pelayanan di RSIJ Cempaka Putih ini sangat bagus dan ditangani secara profesional. “Dokter-dokter juga telah berbagi tugas dengan baik dan kami apresiasi,” kata dia.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan seluruh biaya rumah sakit korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

    “Seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemprov dimana saja rumah sakitnya,” kata dia di Jakarta, Jumat, 7 November.

    Ia mengatakan langkah ini sebagai bentuk pemerintah provinsi hadir dengan menanggung seluruh biaya perawatan korban di rumah sakit. “Semua akan menjadi tanggung jawab kami,” kata dia.

    Dia telah meminta Kepala Dinas Pendidikan, Kepada Dinas Kesehatan dan Wali Kota untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

    “Untuk pelaku dan penyebab itu merupakan kewenangan kepolisian,” kata dia.

  • Sal Priadi Meradang, Namanya Dicatut Sebagai Line Up Pala Timur Fest 2025 yang Digelar di Ternate

    Sal Priadi Meradang, Namanya Dicatut Sebagai Line Up Pala Timur Fest 2025 yang Digelar di Ternate

    JAKARTA – Sal Priadi mengungkapkan kekesalannya setelah namanya diumumkan sebagai line up penampil Pala Timur Fest 2025, gelaran musik yang digelar di Ternate, Maluku Utara.

    Adapun, Pala Timur Fest melalui Instagram, mengumumkan Sal sebagai artis utama yang akan mereka hadirkan.

    Merasa tidak ada kesepakatan untuk tampil dalam gelaran tersebut, Sal melalui unggahan Instagram Story menjelaskan, pihaknya belum berkomunikasi dengan penyelenggara acara.

    “Banyak yang menghubungi saya soal kabar penampilan di Ternate,” tulis Sal dalam keterangannya, Minggu, 9 November.

    “Sampai hari ini, pihak manajemen belum menerima komunikasi atau kesepakatan apapun dari penyelenggara acara tersebut,” lanjutnya. “Namun, nama saya sudah dicantumkan sebagai bagian dari line-up tanpa konfirmasi sebelumnya.”

    Karena kekecewaannya, penyanyi-penulis lagu 33 tahun itu pun memastikan untuk tidak akan tampil dalam Pala Timur Fest 2025.

    “Dengan ini saya tegaskan bahwa saya tidak terlibat dan tidak akan tampil dalam acara tersebut,” katanya.

    Pada unggahan selanjutnya, pelantun “Gala Bunga Matahari” itu menjelaskan alasan di balik kekecewaannya. Ia merasa pihak penyelenggara sudah mengambil langkah salah saat mengumumkan dirinya sebagai line up.

    “Mencantumkan nama seorang talent sebagai bagian dari line-up hanya dapat dilakukan setelah seluruh proses booking dan konfirmasi resmi selesai,” tutur Sal.

    “Jika dalam proses promosi penyelenggara perlu mengumumkan line-up lebih awal, izin dari pihak talent tetap wajib diperoleh terlebih dahulu. Sangat dapat dipahami bila ada bentuk content yang sifatnya survei minat audiens, namun cara komunikasinya, terutama melalui caption dan tautan, harus dijaga agar tidak menimbulkan miskonsepsi, terlebih jika sudah disertai tautan pembelian tiket,” imbuhnya.

    Baginya, apa yang dilakukan penyelenggara Pala Timur Fest 2025 berpotensi merugikan banyak pihak.

    “Hal seperti ini berpotensi menyesatkan publik dan merugikan banyak pihak,” katanya. “Berbahaya kali itu kawan. Kita saling jaga.”

    Adapun, informasi pada akun Instagram Pala Timur Fest 2025 menyebut gelaran akan dilangsungkan di Lapangan Ngaralamo, Ternate pada 27 dan 28 Desember.

    Selain Sal, Lyodra juga telah diumumkan sebagai jajaran line up penampil.

    Di samping itu, penjualan tiket presale sudah diumumkan, dengan kategori Festival senilai Rp140.000 dan VIP senilai Rp200.000.

    VOI mencoba menghubungi pihak penyelenggara, namun belum ada respon yang diberikan sampai artikel ini ditulis.

  • Hadir di Indonesia, Intip Spesifikasi Redmi Pad 2 Pro Harga Mulai Rp4,5 Jutaan

    Hadir di Indonesia, Intip Spesifikasi Redmi Pad 2 Pro Harga Mulai Rp4,5 Jutaan

    JAKARTA – Diperkenalkan pertama kali pada awal November lalu, Xiaomi kini telah resmi meluncurkan Redmi Pad 2 Pro bisa di Indonesia, untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang semakin dinamis.

    “Kita sadar anak muda Indonesia kini semakin peduli terhadap konsep work-life balance. Redmi Pad 2 Pro dirancang untuk membantu mereka mewujudkan hal itu,” ujar Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng.

    Redmi Pad 2 Pro hadir dengan layar 12,1 inci 2.5K Crystal-Clear Display dengan refresh rate 120Hz. Suara dari empat speaker dengan teknologi Dolby Atmos juga menambah kesan hidup, membuat setiap momen hiburan terasa begitu nyata dan imersif.

    Dari sisi daya tahan, Redmi Pad 2 Pro dirancang dengan baterai jumbo 12.000 mAh memungkinkan aktivitas hingga dua hari penuh. Saat perlu mengisi ulang, fitur 33W turbo charging siap mempercepat proses, pengisian baterai.

    Seluruh performa tersebut dibungkus dalam desain metal unibody premium dengan perlindungan IP53 dan Gorilla Glass 3, menggabungkan ketahanan dan gaya dalam satu perangkat yang siap dibawa ke mana saja.

    Di balik tampilannya yang elegan, Redmi Pad 2 Pro diperkuat oleh Snapdragon 7s Gen 4 yang memberikan kinerja cepat dan efisien untuk berbagai kebutuhan dari mencatat ide kreatif, mengedit video, hingga menjalankan banyak aplikasi sekaligus dengan lancar.

    Melalui sistem operasi Xiaomi HyperOS 2, pengalaman lintas perangkat terasa makin intuitif. Pengguna bisa dengan mudah berpindah dari ponsel ke tablet untuk melanjutkan pekerjaan, melalui fitur Wireless Display Extension.

    Selain itu, Redmi Pad 2 Pro juga menawarkan kepastian berupa 7 tahun security patches dan 5 kali update OS besar. Menjadikannya perangkat andalan bagi generasi muda yang ingin tetap produktif dan Always Ready di setiap kesempatan.

    Redmi Pad 2 Pro mulai dijual di Indonesia pada 7 November 2025 dengan tiga pilihan warna, yaitu Graphite Gray, Lavender Purple, and Silver. Dengan RAM 8+8/256GB, Redmi Pad 2 Pro dijual mulai harga Rp4.499.000.

  • Belajar dari Pengalaman Semasa SMA, Ernest Prakasa Pilih Sekolah yang Dukung Bakat Seni Anaknya

    Belajar dari Pengalaman Semasa SMA, Ernest Prakasa Pilih Sekolah yang Dukung Bakat Seni Anaknya

    JAKARTA – Ernest Prakasa punya pertimbangan lebih ketika bicara urusan pendidikan anak. Sutradara dan produser berusia 43 tahun itu meyakini, sekolah tidak selamanya urusan akademik, namun juga hal-hal yang bersifat nonakademik.

    Keyakinannya didasarkan pada pengalamannya sendiri pada masa SMA. Saat itu, Ernest mengatakan, kehidupan remajanya menjadi kurang berwarna karena hanya berfokus pada pencapaian nilai akademik tanpa adanya ruang untuk pengembangan diri di bidang lain.

    “Buat saya, masa SMA itu tidak membahagiakan,” kata Ernest kepada awak media di Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 November.

    “Karena (hanya) belajar, belajar, belajar. Dikejar harus punya nilai, tidak di-encourage atau difasilitasi untuk kegiatan nonakademik,” lanjutnya. “Ekskulnya juga asal ada aja gitu. Jadi, masa sekolah tuh memorinya buruk.”

    Pengalaman tersebut membuat Ernest dan sang istri, Meira Anastasia, lebih selektif dalam memilih sekolah untuk putri mereka, Sky, yang disebut punya bakat besar di bidang seni.

    Keduanya berusaha mencari sekolah yang dapat memberi wadah bagi Sky untuk berkembang tanpa merasa tertekan oleh tuntutan akademik.

    “Gimana caranya anak kami yang sejak kecil sudah kelihatan bakatnya di seni, bukan di akademik, bisa punya tempat di mana dia bisa berkembang dan enggak stres,” ujar Ernest.

    Beruntungnya, mereka menemukan SMA Kolese Gonzaga, sekolah yang dianggap ideal dan berlokasi tidak jauh dari rumah, serta mampu mendukung para siswanya untuk menyalurkan potensi nonakademik.

    “Tadi saya dengar pemaparan ketua senat yang bilang nilai bare minimum. Istilah itu kan keren, dari ‘Ya yang penting enggak busuk-busuk amat.’ Tapi tetap berprestasi,” kata Ernest sambil tersenyum.

    “Menurut saya, sekolah ini mendukung penuh kegiatan nonakademik. Jadi, itu bukan cuma pelengkap, tapi bagian penting dari kehidupan siswa. Anak SMA kan punya banyak energi yang perlu diluapkan demi mengejar kegembiraan,” sambungnya.

    Di samping itu, Pater Eduard Calistus selaku Kepala Sekolah SMA Kolese Gonzaga menegaskan, visi sekolah mereka memang berfokus pada pembentukan karakter dan keseimbangan antara akademik dan kreativitas.

    “Calon-calon siswa yang datang ke sini diseleksi sesuai dengan jiwa dan karakter yang kami butuhkan di Kolese, dengan kekhasannya masing-masing,” kata Pater Eduard.

    “Kami mencari anak-anak yang hidup, punya kreativitas, potensi untuk berkembang, dan siap dibentuk agar sesuai dengan cita-cita kami—to be men or women with and for others,” tambahnya.

    Salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan siswa terlihat dari acara tahunan Gonzaga Festival, yang kembali digelar pada 8–15 November 2025. Ajang ini menghadirkan berbagai perlombaan antar sekolah di Jakarta, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga seni dan olahraga.

    “Acara diisi dua bidang utama, yaitu olahraga—seperti basket, mini soccer, voli, tenis meja—dan seni, mulai dari musik, tari, debat, sampai story telling,” papar Pater Eduard.

    “Sekolah-sekolah yang berpartisipasi tidak hanya dari Jakarta, tapi juga dari Bandung dan Yogyakarta, seperti Kolese De Britto, SMA Santa Angela, dan lainnya,” pungkasnya.

  • Buruh Tolak Formula Kenaikan Upah Minimum 2026 Versi Pemerintah dan Pengusaha

    Buruh Tolak Formula Kenaikan Upah Minimum 2026 Versi Pemerintah dan Pengusaha

    JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh dengan tegas menolak usulan kenaikan upah minimum tahun 2026 yang diajukan oleh Menteri Ketenagakerjaan dan kalangan pengusaha. Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa sikap buruh di seluruh Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kenaikan upah di kisaran 8,5 persen hingga 10,5 persen.

    “Angka itu menjadi acuan bagi seluruh serikat buruh di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam pembahasan Dewan Pengupahan. Selain itu, kami juga menuntut agar upah minimum sektoral diberlakukan, dan nilainya harus lebih tinggi dibanding UMK,” ujar Said Iqbal dalam keterangan yang diterima, Minggu, 9 November.

    Ia menyoroti rencana pemerintah yang melalui Kementerian Ketenagakerjaan berencana menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan tanpa terlebih dahulu membahasnya bersama serikat pekerja. “PP ini belum pernah dikonsultasikan dengan serikat buruh. Kalau tiba-tiba diterbitkan menjelang penetapan upah minimum, itu tindakan yang ngawur dan tidak transparan,” tegasnya.

    Said Iqbal juga membantah klaim Ketua Dewan Pengupahan Nasional (DEN) yang menyebut Presiden telah menyetujui formula baru upah minimum. “Kami meyakini pernyataan itu menyesatkan. Tidak benar Presiden Prabowo telah menyetujui formula baru tersebut,” katanya.

    Menurut Iqbal, sikap pemerintah yang seolah-olah ingin menyusun kebijakan tanpa melibatkan buruh justru bertentangan dengan semangat dialog sosial dan keadilan industrial. “Bagaimana mungkin kebijakan yang menyangkut kehidupan buruh dibuat tanpa mendengar suara buruh? Itu jelas tidak adil,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Iqbal mengingatkan bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023, kenaikan upah minimum harus mengacu pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indeks tertentu. Ia menyebut inflasi periode Oktober 2024–September 2025 berada di angka 2,65 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12 persen. “Indeks tertentu itu merupakan kewenangan Presiden, bukan ditentukan sepihak oleh pihak lain,” jelasnya.

    Iqbal juga menyinggung keputusan Presiden Prabowo pada tahun sebelumnya yang menetapkan indeks tertentu mendekati 0,9 dengan kondisi ekonomi yang serupa. “Kalau tahun ini indeksnya diturunkan menjadi 0,2–0,7, artinya Menaker justru berpihak pada pengusaha yang ingin membayar upah murah,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa pesan Presiden Prabowo jelas: upah layak akan mendorong daya beli dan pertumbuhan ekonomi nasional. “Kalau indeks diturunkan, berarti kebijakan itu justru berlawanan dengan visi kerakyatan Presiden. Ini kebijakan kapitalistik yang tidak berpihak pada rakyat pekerja,” tambahnya.

    KSPI dan Partai Buruh juga mengecam usulan Apindo yang hanya menginginkan indeks tertentu di kisaran 0,1–0,5, karena menurut mereka hal itu hanya akan menghasilkan kenaikan upah yang sangat kecil, bahkan di bawah kebutuhan hidup layak.

    Menutup pernyataannya, Said Iqbal menegaskan bahwa perjuangan buruh akan terus berlanjut untuk menuntut kenaikan upah minimum sebesar 8,5 hingga 10,5 persen, sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap keadilan ekonomi dan kesejahteraan kelas pekerja.

  • Sebanyak 306 Atlet Ikuti Pelatnas ASEAN Para Games XIII 2026

    Sebanyak 306 Atlet Ikuti Pelatnas ASEAN Para Games XIII 2026

    JAKARTA – Sebanyak 306 atlet dari 18 cabang olahraga mulai menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak 1 November sebagai persiapan menuju ASEAN Para Games XIII di Nakhon Ratchasima, Thailand pada 20–26 Januari 2026.

    Dari total 306 atlet tersebut, sebanyak 291 atlet dari 17 cabang berlatih di Kota Solo dan sekitarnya, sementara 15 atlet tenpin bowling menjalani pelatnas di Jakarta Utara. Program latihan ini dikawal 95 pelatih, 91 tenaga pendukung, dan 18 manajer.

    “Kami berharap semua atlet bisa memaksimalkan kemampuan dengan waktu yang tinggal 2,5 bulan. Konsentrasi penuh kita arahkan untuk bisa berjaya di Thailand,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto dalam keterangan resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu.

    Persiapan seluruh cabang olahraga dipantau langsung oleh Chef de Mission (CdM) Indonesia Reda Manthovani. Sejak Jumat (7/11), ia meninjau satu per satu arena latihan, bahkan memilih bermalam di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar untuk melihat langsung kondisi para atlet.

    Di hadapan ratusan atlet, Reda mengingatkan pentingnya menjaga semangat menjelang pesta olahraga terbesar penyandang disabilitas di Asia Tenggara itu.

    “Waktu tinggal 2,5 bulan. Walaupun singkat, saya yakin bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan mengeluh, karena itu membuat kita lemah. Fokus pada prestasi terbaik demi Indonesia dan keluarga,” ujarnya.

    Pria yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen itu mengatakan fasilitas PPPI Delingan semakin memadai.

    “Saya lihat dari sisi kebersihan oke, fasilitas lengkap, kasur empuk, bahkan ada wireless charging. Sudah seperti hotel,” katanya.

    Sementara itu, pemain para tenis meja Komet Akbar menyebut persiapan awal berjalan baik. “Para pelatih sudah memberikan program yang bagus. Setiap hari kita dipantau. Semoga hasilnya maksimal dan Indonesia bisa kembali menjadi juara umum,” ujarnya.

    Berikut daftar cabang olahraga dan jumlah atlet yang mengikuti Pelatnas ASEAN Para Games 2025:

    Para Atletik (56)Para Panahan (10)Para Bulu Tangkis (21)Boccia (11)Para Catur (18)Para Balap Sepeda (8)Sepak Bola CP (16)Goalball (6)Para Judo (20)Para Angkat Berat (14)Para Menembak (9)Voli Duduk (16)Para Renang (27)Para Tenis Meja (36)Tenpin Bowling (15)Anggar Kursi Roda (8)Tenis Kursi Roda (4)Basket Kursi Roda (11)

  • Padi Reborn Tunjukkan Kematangan Bermusik lewat Single Baru “Ego”

    Padi Reborn Tunjukkan Kematangan Bermusik lewat Single Baru “Ego”

    JAKARTA – Padi Reborn akhirnya secara resmi merilis single terbaru mereka yang berjudul “Ego”. Lagu ini membawa makna penting dalam perjalanan Fadly (vokal), Piyu ( gitar), Ari (gitar), Rindra (bass), dan Yoyo (drum) sebagai sebuah unit yang hampir tiga dekade bersama.

    Piyu, yang menulis lirik lagu ini, menjelaskan bahwa “Ego” mengangkat sisi kemanusiaan yang sering kali terjerat dalam gengsi dan hasrat untuk selalu merasa benar. Menurutnya, ego adalah permasalahan universal yang hampir dialami setiap orang, baik dalam hubungan romantis maupun interaksi sehari-hari.

    “Ego itu seringkali kita lihat pada orang lain, tapi tidak pada diri kita sendiri,” kata Piyu dalam keterangannya, Minggu, 9 November.

    Secara musikal, “Ego” seolah membawa Padi Reborn pada akar musiknya. Setelah merilis dua single sebelumnya, “Kau Malaikatku” dan “Langit Biru”, mereka mengembalikan gaya musik awal namun lebih matang.

    “Dengan melodi yang kuat, karakter vokal Fadly yang semakin matang, dan harmoni yang khas, ‘Ego’ adalah bentuk kematangan musikal kami di era sekarang. Meskipun bereksperimen, kami merasa ini adalah musik yang Padi inginkan,” ujar Rindra.

    “Setelah dua single terakhir, kami kembali ke gaya Padi yang lebih akustik. Kami merindukan musik Padi yang seperti ini,” tambah sang bassis.

    Single kali ini memang menyajikan perpaduan menarik antara sentuhan pop-rock dan warna musik autentik yang telah melekat pada Padi sejak awal karier. Kekuatan aransemen semakin megah dan emosional berkat kolaborasi dengan Budapest Scoring Orchestra.

    Fadly menambahkan, porsi orkestra pada single “Ego” jauh lebih dominan dibanding karya-karya Padi sebelumnya. Ia mengaku sangat terkesan bekerja sama dengan Budapest Scoring Orchestra, terutama karena proses rekaman secara live recording yang menghasilkan kualitas maksimal.

    “Pengalaman bekerja dengan orkestra ini luar biasa. Mereka sangat presisi, efisien, dan mampu menjaga keseimbangan musik dengan sangat baik. Ini adalah pengalaman pertama kami bekerja dengan orkestra dalam skala besar dan sangat memperkaya proses pembuatan musik kami,” papar Fadly.

    Di samping itu, Ari menyebut single ini sekaligus sebagai jawaban dan hadiah bagi Sobat Padi—sebutan untuk penggemar—yang tak pernah lelah memberikan dukungan kepada Padi Reborn.

    “’Ego’ adalah hadiah dari kami untuk Sobat Padi yang selalu ada, dari panggung ke panggung, dari album ke album. Kami tumbuh bersama mereka, dan lagu ini kami persembahkan sebagai ungkapan rasa terima kasih,” kata Ari.

    Single ini juga menjadi pembuka pembuka jalan menuju “Dua Delapan”, album pertama padi sejak terakhir kali merilis album “Indera Keenam” pada tahun 2019.

    Tidak hanya itu, “Ego” juga menjadi langkah awal Padi Reborn menuju perayaan besar “Konser Dua Delapan” yang akan digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat pada 31 Januari 2026. Konser ini menjadi puncak selebrasi 28 tahun perjalanan Padi Reborn di dunia musik.

    “Dua delapan bagi kami adalah simbol perjalanan panjang yang kami lewati bersama sebagai band. Kami sudah melewati banyak hal, dan rasa kebersamaan kami semakin kuat. Kami berharap energi ini bisa bertahan selama 28 tahun lagi,” ujar Yoyo.

    “Dan 28 juga menandakan semangat kami untuk terus tumbuh bersama penggemar. Dan dalam waktu dekat, kami akan merayakan perjalanan panjang ini dengan konser besar yang istimewa,” pungkas sang drumer.