Author: Medcom.id

  • Rudy Mas’ud Terpilih sebagai Ketua APPSI Mewaliki Gubernur se-Indonesia

    Rudy Mas’ud Terpilih sebagai Ketua APPSI Mewaliki Gubernur se-Indonesia

    Jakarta: Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (biasa disapa Harum) resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) untuk masa bakti 2025–2029, dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII APPSI yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (23/10/2025).

    Kedatangan para Gubernur se-Indonesia di Jakarta untuk Musyawarah Nasional, utamanya adalah untuk estafet kepada ketua yang baru.

    Dalam sambutannya, Ketua terpilih, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk memajukan daerah-daerah di seluruh Indonesia dan memperkuat persatuan dalam bingkai NKRI.

    “APPSI harus menjadi wadah sinergi nasional — tempat bersatunya visi, misi, dan langkah antara daerah dan pemerintah pusat,” ujar Rudy Mas’ud.

    Baca Juga :

    Menkeu Purbaya Pastikan BLT Tambahan Segera Cair Pekan Ini

    Sebagai Gubernur Kaltim, Sosok yang disapa Harum ini menyatakan kesiapan daerahnya menjadi motor penggerak kolaborasi nasional, mengingat posisi strategis Kalimantan Timur sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). 

    Namun kenapa bisa Rudy Mas’ud? Apa spesialnya? Diantara seluruh Gubernur di Indonesia, Rudy Mas’ud begitu mencolok dan piawai dalam menjalankan program kerja nyata, satu diantaranya yaitu gratispol, mencakup pendidikan gratis dari S1 hingga S3, pelayanan kesehatan gratis dan bermutu, seragam sekolah gratis, biaya administrasi kepemilikan rumah gratis, internet gratis di setiap desa, dan umrah gratis untuk marbot masjid serta penjaga rumah ibadah. Seluruh program kerja ini nyata dan berjalan.

    Selain itu Rudy Mas’ud nyata mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara contohnya bergerak cepat mensukseskan membangun jalan sotek (jalan alternatif) menuju IKN, yang awalnya 500KM sedang proses pembangunan agar menjadi 105KM saja menuju IKN.

    Hal di atas yang mendasari para Gubernur se-Kalimantan Timur mengusung Rudy Mas’ud sebagai Ketua APPSIl, harapannya adalah bisa memberikan masukan terhadap kebijakan nasional, termasuk isu-isu penting seperti Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

    Jakarta: Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (biasa disapa Harum) resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) untuk masa bakti 2025–2029, dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII APPSI yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (23/10/2025).
     
    Kedatangan para Gubernur se-Indonesia di Jakarta untuk Musyawarah Nasional, utamanya adalah untuk estafet kepada ketua yang baru.
     
    Dalam sambutannya, Ketua terpilih, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk memajukan daerah-daerah di seluruh Indonesia dan memperkuat persatuan dalam bingkai NKRI.

    “APPSI harus menjadi wadah sinergi nasional — tempat bersatunya visi, misi, dan langkah antara daerah dan pemerintah pusat,” ujar Rudy Mas’ud.

    Sebagai Gubernur Kaltim, Sosok yang disapa Harum ini menyatakan kesiapan daerahnya menjadi motor penggerak kolaborasi nasional, mengingat posisi strategis Kalimantan Timur sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). 
     
    Namun kenapa bisa Rudy Mas’ud? Apa spesialnya? Diantara seluruh Gubernur di Indonesia, Rudy Mas’ud begitu mencolok dan piawai dalam menjalankan program kerja nyata, satu diantaranya yaitu gratispol, mencakup pendidikan gratis dari S1 hingga S3, pelayanan kesehatan gratis dan bermutu, seragam sekolah gratis, biaya administrasi kepemilikan rumah gratis, internet gratis di setiap desa, dan umrah gratis untuk marbot masjid serta penjaga rumah ibadah. Seluruh program kerja ini nyata dan berjalan.
     
    Selain itu Rudy Mas’ud nyata mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara contohnya bergerak cepat mensukseskan membangun jalan sotek (jalan alternatif) menuju IKN, yang awalnya 500KM sedang proses pembangunan agar menjadi 105KM saja menuju IKN.
     
    Hal di atas yang mendasari para Gubernur se-Kalimantan Timur mengusung Rudy Mas’ud sebagai Ketua APPSIl, harapannya adalah bisa memberikan masukan terhadap kebijakan nasional, termasuk isu-isu penting seperti Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Alokasi Umum (DAU).
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (ASM)

  • ​Wirausaha Sosial Indonesia Bersinar di ASEAN SEDP 4.0 Regional Workshop

    ​Wirausaha Sosial Indonesia Bersinar di ASEAN SEDP 4.0 Regional Workshop

    Jakarta: Wirausaha sosial Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah regional. Sebelas wirausaha sosial dari Indonesia menjadi delegasi terbanyak dalam ASEAN Social Enterprise Development Programme 4.0 (ASEAN SEDP 4.0) Regional Workshop yang diselenggarakan di Bangkok pada 20–22 Oktober 2025.

    Acara ini merupakan puncak dari fase keempat program pemberdayaan yang digagas oleh ASEAN Foundation, dengan dukungan penuh dari TikTok dan SAP, untuk 30 wirausaha sosial di Asia Tenggara.

    Tema yang diusung adalah “Empowering Social Enterprises to Drive Meaningful Change in ASEAN,” yang bertujuan untuk memperluas dampak positif dan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat di kawasan.

    ASEAN SEDP telah menjadi katalisator bagi para wirausahawan sosial, menyediakan bantuan dana awal (seed grant), pelatihan komprehensif, pendampingan intensif, dan jejaring yang luas untuk memperkuat serta memperluas jangkauan bisnis mereka.

    Tahun ini, para peserta telah menyelesaikan 16 sesi pelatihan virtual, mendapatkan bimbingan berharga dari para mentor industri dan SAP, serta menerima total dana hibah sebesar USD51.300 yang didistribusikan kepada 27 wirausaha sosial. Sejak diluncurkan, ASEAN SEDP telah berhasil mendukung 100 wirausaha sosial, memberdayakan 401 pengusaha—lebih dari dua pertiganya adalah perempuan—dan memberikan dampak positif bagi lebih dari 4,7 juta orang.

    Dr. Piti Srisangnam, Executive Director ASEAN Foundation, menegaskan bahwa ASEAN SEDP 4.0 lebih dari sekadar program pendanaan. Ia adalah wadah yang membekali wirausahawan sosial dengan keterampilan, koneksi, dan kepercayaan diri untuk mewujudkan ide-ide besar menjadi dampak nyata. Keberhasilan program ini juga diperkuat oleh komitmen para mitra utama.

    Ara Yoo, Global Head of Social Impact TikTok, menyatakan komitmennya untuk menyediakan platform dinamis yang memungkinkan wirausaha sosial terhubung dengan komunitas yang lebih luas dan memperkuat misi mereka.

    Kulwipa Piyawattanametha, Managing Director SAP Indochina, menambahkan bahwa SAP bangga dapat menyediakan alat dan pendampingan untuk membantu mereka mengubah ide berani menjadi dampak berkelanjutan, dengan melibatkan 96 mentor dalam empat tahun terakhir.

    Wittawat Lamsam, Chair of the ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME), dalam pidato utamanya menyoroti peran krusial ASEAN SEDP dalam memberdayakan UMKM dan wirausaha sosial melalui pendampingan, hibah, dan pelatihan guna mendorong pertumbuhan inklusif di kawasan.

    Pada tahun 2025, ASEAN SEDP 4.0 menerima 371 pendaftar dan memilih 30 wirausaha sosial dari berbagai negara di Asia Tenggara. Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, dengan 11 wirausaha sosial yang bergerak di bidang pendidikan, pengelolaan sampah, seni dan budaya, pertanian, perawatan kulit, serta ekonomi sirkular.

    Beberapa peserta unggulan dari Indonesia, seperti Yagi Forest Skincare, Duitin, su-re.co, dan WEWAW, berhasil meraih posisi terbaik pada Demo Day dan mendapatkan total hibah sebesar USD 21.000 untuk menjalankan proyek mereka dari September hingga November 2025.

    Jakarta: Wirausaha sosial Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah regional. Sebelas wirausaha sosial dari Indonesia menjadi delegasi terbanyak dalam ASEAN Social Enterprise Development Programme 4.0 (ASEAN SEDP 4.0) Regional Workshop yang diselenggarakan di Bangkok pada 20–22 Oktober 2025.
     
    Acara ini merupakan puncak dari fase keempat program pemberdayaan yang digagas oleh ASEAN Foundation, dengan dukungan penuh dari TikTok dan SAP, untuk 30 wirausaha sosial di Asia Tenggara.
     
    Tema yang diusung adalah “Empowering Social Enterprises to Drive Meaningful Change in ASEAN,” yang bertujuan untuk memperluas dampak positif dan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat di kawasan.

    ASEAN SEDP telah menjadi katalisator bagi para wirausahawan sosial, menyediakan bantuan dana awal (seed grant), pelatihan komprehensif, pendampingan intensif, dan jejaring yang luas untuk memperkuat serta memperluas jangkauan bisnis mereka.
     
    Tahun ini, para peserta telah menyelesaikan 16 sesi pelatihan virtual, mendapatkan bimbingan berharga dari para mentor industri dan SAP, serta menerima total dana hibah sebesar USD51.300 yang didistribusikan kepada 27 wirausaha sosial. Sejak diluncurkan, ASEAN SEDP telah berhasil mendukung 100 wirausaha sosial, memberdayakan 401 pengusaha—lebih dari dua pertiganya adalah perempuan—dan memberikan dampak positif bagi lebih dari 4,7 juta orang.
     
    Dr. Piti Srisangnam, Executive Director ASEAN Foundation, menegaskan bahwa ASEAN SEDP 4.0 lebih dari sekadar program pendanaan. Ia adalah wadah yang membekali wirausahawan sosial dengan keterampilan, koneksi, dan kepercayaan diri untuk mewujudkan ide-ide besar menjadi dampak nyata. Keberhasilan program ini juga diperkuat oleh komitmen para mitra utama.
     
    Ara Yoo, Global Head of Social Impact TikTok, menyatakan komitmennya untuk menyediakan platform dinamis yang memungkinkan wirausaha sosial terhubung dengan komunitas yang lebih luas dan memperkuat misi mereka.
     
    Kulwipa Piyawattanametha, Managing Director SAP Indochina, menambahkan bahwa SAP bangga dapat menyediakan alat dan pendampingan untuk membantu mereka mengubah ide berani menjadi dampak berkelanjutan, dengan melibatkan 96 mentor dalam empat tahun terakhir.
     
    Wittawat Lamsam, Chair of the ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME), dalam pidato utamanya menyoroti peran krusial ASEAN SEDP dalam memberdayakan UMKM dan wirausaha sosial melalui pendampingan, hibah, dan pelatihan guna mendorong pertumbuhan inklusif di kawasan.
     
    Pada tahun 2025, ASEAN SEDP 4.0 menerima 371 pendaftar dan memilih 30 wirausaha sosial dari berbagai negara di Asia Tenggara. Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, dengan 11 wirausaha sosial yang bergerak di bidang pendidikan, pengelolaan sampah, seni dan budaya, pertanian, perawatan kulit, serta ekonomi sirkular.
     
    Beberapa peserta unggulan dari Indonesia, seperti Yagi Forest Skincare, Duitin, su-re.co, dan WEWAW, berhasil meraih posisi terbaik pada Demo Day dan mendapatkan total hibah sebesar USD 21.000 untuk menjalankan proyek mereka dari September hingga November 2025.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (MMI)

  • Pameran Studi Arsip Mia Bustam dari Karya, Kehidupan hingga Pemikiran

    Pameran Studi Arsip Mia Bustam dari Karya, Kehidupan hingga Pemikiran

    Yogyakarta: Dalam sejarah seni rupa di Indonesia, nama Mia Bustam selama ini seringkali hanya dilihat sebagai mantan istri seorang maestro. 

    Kiprah Mia yang meliputi kerja-kerja perawatan dalam berbagai interaksi kerja kolektif seni rupa (Seniman Indonesia Muda/SIM, Lembaga Kebudayaan Rakyat/LEKRA, dan Sanggar Pelukis Rakyat) sekaligus proses keseniannya sebagai seorang ibu tunggal dari delapan anak seolah dilupakan begitu saja. 
     

    Lahir dengan nama Sasmiyati Sri Mojoretno, Mia Bustam (1920–2011) adalah seorang seniman, penyulam, penulis, dan penerjemah. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Van Deventer Surakarta dan lulus pada 1937. 

    Lalu Mia bergabung dengan Seniman Indonesia Muda (SIM) dan Lembaga Kebudajaan Rakjat (LEKRA), bahkan sempat memimpin LEKRA Yogyakarta (1963-1965).  Ia sempat belajar di Universitas Rakyat (UNRA) dan menjadi siswa terbaik pada 1963. Karyanya, Potret Diri (1959), pernah dipamerkan keliling Eropa Timur sebelum lenyap dalam prahara politik 1965.

    Studi arsip dari majalah Api Kartini Edisi 10 Tahun 1960 mengungkapkan cita-cita Mia Bustam mengadakan pameran tunggal. 

    Sayangnya, impian ini tak pernah terwujud selama ia hidup. Ia diciduk pada 23 November 1965 di hadapan anak-anaknya, kemudian ditahan tanpa proses peradilan selama tiga belas setengah tahun berikutnya hingga akhirnya dibebaskan pada 27 Juli 1978. 

    Temuan dalam Api Kartini tentang impian Mia Bustam mengadakan pameran tunggal inilah yang memantik tim riset dan pameran yang terdiri dari Astrid Reza, Dyah Soemarno, Sylvie Tanaga, Alfian Widi, dan Balqis Nabila menginisiasi pameran tunggal Mia Bustam di bawah payung Biennale Jogja 18 “KAWRUH: Tanah Lelaku” yang dikuratori oleh Alia Swastika. 

    Meski sebagian besar karya seni lenyap dan impian pameran tunggal tak pernah terwujud, sosok Mia Bustam tetap dikenang sebagai perupa dan penulis yang gigih berkarya di tengah represi dan stigma rezim Soeharto. 

    Mengingat sebagian besar karya visual Mia telah musnah, tim riset memilih pendekatan rekonstruksi dan interpretasi dari arsip-arsip yang ada, reproduksi dokumentasi karya yang tersisa, serta penggalian narasi biografis dan sejarah personal Mia Bustam. 

    Berangkat dari tesis Astrid Reza di jenjang Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma dengan topik Memoar Mia Bustam: Melampaui Melankolia Kaum Kiri (2025), tim riset menggodok pameran ini sebagai inisiatif solidaritas kebersamaan antar generasi lintas disiplin untuk menghadirkan narasi seniman masa lalu dan menemukan konteksnya pada generasi hari ini.

    Proses kesenian Mia Bustam sempat terhenti karena tragedi 1965 walaupun ia masih melukis dalam penjara sekalipun itu pesanan sipir. Ia menuangkan banyak energi kesenian dan proses meditatif yang sarat kerinduan pada anak-anaknya. 

    “Hari ini, Mia Bustam mengajarkan kita bahwa melankolia harus dilampaui. Keteguhan Mia menjadi pelajaran tentang daya tahan sekaligus semangat menggerakkan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan dan pembodohan,” papar Astrid Reza dalam pembukaan pameran yang berlangsung 6 Oktober 2025 petang di pelataran Benteng Vredeburg.

    Astrid pun menegaskan pameran ini mengimajinasikan kemungkinan utopis tentang sejarah seni rupa jika tragedi 1965 tidak terjadi, sekaligus menghadirkan ruang reflektif-interaktif untuk merenungkan kembali makna kehilangan, pelarangan, dan keterputusan dalam sejarah seni perempuan.

    Senada Astrid, St. Sunardi, dosen dari Universitas Sanata Dharma yang juga pembicara dalam acara pembukaan pameran menyerukan pentingnya menggarisbawahi daya hidup Mia yang jauh lebih besar daripada karya seninya itu sendiri. 

    “Daya hidup jauh lebih penting daripada ambisi diakui sebagai seniman sukses. Kehidupan Mia Bustam yang tercermin dalam memoarnya-lah yang seharusnya merevitalisasi dunia seni rupa di Indonesia, bukan sebaliknya,” ucap Sunardi. 

    Alia Swastika, kurator pameran arsip Mia Bustam, menjabarkan peran krusial Mia sebagai pendukung kiprah para seniman muda dalam gerakan internasionalisme. 

    “Merujuk pada majalah Api Kartini yang ditemukan oleh tim riset pameran, Mia terdaftar sebagai anggota Badan Hubungan Kebudayaan Indonesia dengan Uni Soviet. Ini menunjukkan  perempuan daerah seperti Mia pun bisa punya visi yang sangat besar dan sangat kosmopolitan,” kata Alia.  

    Enam anak Mia Bustam turut menghadiri pembukaan pameran tunggal ibundanya yang sangat bersejarah. 

    “Ini pertama kalinya dalam sejarah karya-karya ibu ditampilkan dalam pameran tunggal. Dari diskusi-diskusi terkait pameran ini, kami anak-anaknya baru sadar betapa istimewanya sosok ibu. Selama ini kami tak pernah berpikir sejauh itu. Kami hanya melihatnya sebagai seorang ibu,” terang Sri Nasti Rukmawati, anak kedua Mia Bustam yang juga didapuk sebagai pembicara. 

    Pameran Studi Arsip Mia Bustam berlangsung 6 Oktober hingga 20 November 2025 mendatang di Ruang Sultan Agung, Benteng Vredeburg, Yogyakarta. 
    Pameran masa perjalanan hidup Mia Bustam 
    Pameran antara lain menampilkan lini masa perjalanan hidup Mia Bustam, arsip, foto, tulisan tangan, dan karya-karya visual yang masih tersisa seperti lukisan, sketsa, dan sulaman. Tim juga berkolaborasi dengan lima seniman kontemporer Yogyakarta yakni Awanda B. Destia, Kemala Hayati, Nadya Hatta, Nessa Theo, dan Chandra Rossellini yang merespons jejak artistik Mia Bustam. 

    “Saya ‘menyelesaikan’ lukisan Mia yang tak selesai karena beliau keburu masuk penjara. Di sini, saya mencoba memahami bagaimana karya seni sebetulnya lekat sekali dengan kehilangan, tetapi kita juga tidak bisa mereduksi hidup sebagai kesedihan belaka. Saya bereksperimen dengan bentuk-bentuk tiga dimensi untuk merayakan perjuangan dan cita-cita mereka yang tak gentar berjuang bagi kita yang hidup hari ini,” jelas Nessa Theo yang menjuduli lukisannya The Other Side of Melancholia (2025).

    Pimpinan Produksi Pameran Mia Bustam, Dyah Soemarno, memaknai pameran ini sebagai pintu masuk mengenalkan Mia Bustam pada publik yang selama ini tidak pernah mendengar sosok Mia sebelumnya mengingat banyaknya babak sejarah yang luput dari narasi arus utama. 

    Bagi Dyah, pameran ini permulaan dari sebuah perjalanan panjang yang bahkan berkontribusi membantu keluarga penyintas seperti dirinya mengetahui apa yang sesungguhnya menimpa nenek-moyangnya. 

    “Mia Bustam meninggalkan catatan-catatan yang seolah mewakili suara hati kakek-nenek lainnya yang juga mengalami hal serupa. Keluarga tercerai-berai karena pilihan politik dan anak-cucunya tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kalau korban langsungnya saja bingung, apalagi kita. Saya rasa pameran ini menjadi semacam jalan menuju rekonsiliasi. Catatan Mia yang sangat detail setidaknya bisa membantu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalu, yang selama ini tidak pernah bisa dijelaskan dengan baik dalam narasi sejarah mana pun,” tutur Dyah.

    Yogyakarta: Dalam sejarah seni rupa di Indonesia, nama Mia Bustam selama ini seringkali hanya dilihat sebagai mantan istri seorang maestro. 
     
    Kiprah Mia yang meliputi kerja-kerja perawatan dalam berbagai interaksi kerja kolektif seni rupa (Seniman Indonesia Muda/SIM, Lembaga Kebudayaan Rakyat/LEKRA, dan Sanggar Pelukis Rakyat) sekaligus proses keseniannya sebagai seorang ibu tunggal dari delapan anak seolah dilupakan begitu saja. 
     

    Lahir dengan nama Sasmiyati Sri Mojoretno, Mia Bustam (1920–2011) adalah seorang seniman, penyulam, penulis, dan penerjemah. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Van Deventer Surakarta dan lulus pada 1937. 
     
    Lalu Mia bergabung dengan Seniman Indonesia Muda (SIM) dan Lembaga Kebudajaan Rakjat (LEKRA), bahkan sempat memimpin LEKRA Yogyakarta (1963-1965).  Ia sempat belajar di Universitas Rakyat (UNRA) dan menjadi siswa terbaik pada 1963. Karyanya, Potret Diri (1959), pernah dipamerkan keliling Eropa Timur sebelum lenyap dalam prahara politik 1965.

    Studi arsip dari majalah Api Kartini Edisi 10 Tahun 1960 mengungkapkan cita-cita Mia Bustam mengadakan pameran tunggal. 
     
    Sayangnya, impian ini tak pernah terwujud selama ia hidup. Ia diciduk pada 23 November 1965 di hadapan anak-anaknya, kemudian ditahan tanpa proses peradilan selama tiga belas setengah tahun berikutnya hingga akhirnya dibebaskan pada 27 Juli 1978. 
     
    Temuan dalam Api Kartini tentang impian Mia Bustam mengadakan pameran tunggal inilah yang memantik tim riset dan pameran yang terdiri dari Astrid Reza, Dyah Soemarno, Sylvie Tanaga, Alfian Widi, dan Balqis Nabila menginisiasi pameran tunggal Mia Bustam di bawah payung Biennale Jogja 18 “KAWRUH: Tanah Lelaku” yang dikuratori oleh Alia Swastika. 
     
    Meski sebagian besar karya seni lenyap dan impian pameran tunggal tak pernah terwujud, sosok Mia Bustam tetap dikenang sebagai perupa dan penulis yang gigih berkarya di tengah represi dan stigma rezim Soeharto. 
     
    Mengingat sebagian besar karya visual Mia telah musnah, tim riset memilih pendekatan rekonstruksi dan interpretasi dari arsip-arsip yang ada, reproduksi dokumentasi karya yang tersisa, serta penggalian narasi biografis dan sejarah personal Mia Bustam. 
     
    Berangkat dari tesis Astrid Reza di jenjang Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma dengan topik Memoar Mia Bustam: Melampaui Melankolia Kaum Kiri (2025), tim riset menggodok pameran ini sebagai inisiatif solidaritas kebersamaan antar generasi lintas disiplin untuk menghadirkan narasi seniman masa lalu dan menemukan konteksnya pada generasi hari ini.
     
    Proses kesenian Mia Bustam sempat terhenti karena tragedi 1965 walaupun ia masih melukis dalam penjara sekalipun itu pesanan sipir. Ia menuangkan banyak energi kesenian dan proses meditatif yang sarat kerinduan pada anak-anaknya. 
     
    “Hari ini, Mia Bustam mengajarkan kita bahwa melankolia harus dilampaui. Keteguhan Mia menjadi pelajaran tentang daya tahan sekaligus semangat menggerakkan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan dan pembodohan,” papar Astrid Reza dalam pembukaan pameran yang berlangsung 6 Oktober 2025 petang di pelataran Benteng Vredeburg.
     
    Astrid pun menegaskan pameran ini mengimajinasikan kemungkinan utopis tentang sejarah seni rupa jika tragedi 1965 tidak terjadi, sekaligus menghadirkan ruang reflektif-interaktif untuk merenungkan kembali makna kehilangan, pelarangan, dan keterputusan dalam sejarah seni perempuan.
     
    Senada Astrid, St. Sunardi, dosen dari Universitas Sanata Dharma yang juga pembicara dalam acara pembukaan pameran menyerukan pentingnya menggarisbawahi daya hidup Mia yang jauh lebih besar daripada karya seninya itu sendiri. 
     
    “Daya hidup jauh lebih penting daripada ambisi diakui sebagai seniman sukses. Kehidupan Mia Bustam yang tercermin dalam memoarnya-lah yang seharusnya merevitalisasi dunia seni rupa di Indonesia, bukan sebaliknya,” ucap Sunardi. 
     
    Alia Swastika, kurator pameran arsip Mia Bustam, menjabarkan peran krusial Mia sebagai pendukung kiprah para seniman muda dalam gerakan internasionalisme. 
     
    “Merujuk pada majalah Api Kartini yang ditemukan oleh tim riset pameran, Mia terdaftar sebagai anggota Badan Hubungan Kebudayaan Indonesia dengan Uni Soviet. Ini menunjukkan  perempuan daerah seperti Mia pun bisa punya visi yang sangat besar dan sangat kosmopolitan,” kata Alia.  
     
    Enam anak Mia Bustam turut menghadiri pembukaan pameran tunggal ibundanya yang sangat bersejarah. 
     
    “Ini pertama kalinya dalam sejarah karya-karya ibu ditampilkan dalam pameran tunggal. Dari diskusi-diskusi terkait pameran ini, kami anak-anaknya baru sadar betapa istimewanya sosok ibu. Selama ini kami tak pernah berpikir sejauh itu. Kami hanya melihatnya sebagai seorang ibu,” terang Sri Nasti Rukmawati, anak kedua Mia Bustam yang juga didapuk sebagai pembicara. 
     
    Pameran Studi Arsip Mia Bustam berlangsung 6 Oktober hingga 20 November 2025 mendatang di Ruang Sultan Agung, Benteng Vredeburg, Yogyakarta. 

    Pameran masa perjalanan hidup Mia Bustam 
    Pameran antara lain menampilkan lini masa perjalanan hidup Mia Bustam, arsip, foto, tulisan tangan, dan karya-karya visual yang masih tersisa seperti lukisan, sketsa, dan sulaman. Tim juga berkolaborasi dengan lima seniman kontemporer Yogyakarta yakni Awanda B. Destia, Kemala Hayati, Nadya Hatta, Nessa Theo, dan Chandra Rossellini yang merespons jejak artistik Mia Bustam. 
     
    “Saya ‘menyelesaikan’ lukisan Mia yang tak selesai karena beliau keburu masuk penjara. Di sini, saya mencoba memahami bagaimana karya seni sebetulnya lekat sekali dengan kehilangan, tetapi kita juga tidak bisa mereduksi hidup sebagai kesedihan belaka. Saya bereksperimen dengan bentuk-bentuk tiga dimensi untuk merayakan perjuangan dan cita-cita mereka yang tak gentar berjuang bagi kita yang hidup hari ini,” jelas Nessa Theo yang menjuduli lukisannya The Other Side of Melancholia (2025).
     
    Pimpinan Produksi Pameran Mia Bustam, Dyah Soemarno, memaknai pameran ini sebagai pintu masuk mengenalkan Mia Bustam pada publik yang selama ini tidak pernah mendengar sosok Mia sebelumnya mengingat banyaknya babak sejarah yang luput dari narasi arus utama. 
     
    Bagi Dyah, pameran ini permulaan dari sebuah perjalanan panjang yang bahkan berkontribusi membantu keluarga penyintas seperti dirinya mengetahui apa yang sesungguhnya menimpa nenek-moyangnya. 
     
    “Mia Bustam meninggalkan catatan-catatan yang seolah mewakili suara hati kakek-nenek lainnya yang juga mengalami hal serupa. Keluarga tercerai-berai karena pilihan politik dan anak-cucunya tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kalau korban langsungnya saja bingung, apalagi kita. Saya rasa pameran ini menjadi semacam jalan menuju rekonsiliasi. Catatan Mia yang sangat detail setidaknya bisa membantu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalu, yang selama ini tidak pernah bisa dijelaskan dengan baik dalam narasi sejarah mana pun,” tutur Dyah.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (SAW)

  • QUADRA Gallery Signature Resmi Dibuka di Bali, Hadirkan Pengalaman Sintered Stone Memukau

    QUADRA Gallery Signature Resmi Dibuka di Bali, Hadirkan Pengalaman Sintered Stone Memukau

    Jakarta: QUADRA, pelopor sintered stone di Indonesia baru saja meresmikan QUADRA Gallery Signature di Kuta, Bali. Galeri yang memiliki luas 1.500 m2 ini menjadi galeri terbaru, terbesar, dan terlengkap.

    Flagship showroom ini dirancang untuk menjadi pusat pengalaman premium untuk menjadi pusat pengalaman premium bagi arsitek, desainer, dan pelanggan untuk berinteraksi langsung dengan material berkualitas tinggi dari QUADRA.

    “Peresmian QUADRA Gallery Signature di Bali adalah tonggak penting yang menandai sewindu perjalanan kami sebagai pelopor sintered stone di Indonesia,” ujar Chief Operating Officer QUADRA, Willie Low.

    “Dengan teknologi eksklusif dari Italia, kami telah mengubah lanskap industri material bangunan melalui inovasi dan solusi berkelanjutan, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga melalui ekspor ke beberapa negara. Sebagai wujud komitmen untuk terus memperkuat posisi terdepan, flagship showroom seluas 1.500 m2 ini kami hadirkan dengan konsep yang secara indah menggabungkan nilai estetika, kekayaan alam, dan interaksi manusia.”

    Galeri ini merupakan hasil kolaborasi dengan 2M Design Lab, sebuah studio arsitek lokal asal Bali yang telah meraih berbagai penghargaan baik Nasional maupun Internasional. Menggabungkan arsitektur modern kontemporer dengan sentuhan budaya Bali yang kental, desain galeri ini menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga artistik dan inspiratif.
    Pengalaman Desain yang menarik dan interaktif

    QUADRA Gallery Signature dirancang untuk memberikan pengalaman holistik, terbagi dalam lima area utama yang menyoroti keindahan dan fleksibilitas material:

    Fasad: Menampilkan permainan cahaya dan bayangan pada permukaan material, menyoroti keindahan dan tekstur unik dari sintered stone.

    Museum: Area ini menampilkan setiap lempengan (slab) material dengan narasi latar belakang, menciptakan pengalaman lebih dari sekadar pameran produk.

    Implementation: Pengunjung dapat melihat aplikasi nyata QUADRA pada ruang-ruang seperti kamar tidur, dapur, dan ruangan lain memberikan inspirasi desain yang konkret.

    Representative of a Villa: Area pengaplikasian Quadra dalam bentuk Villa, membantu pengunjung melihat visualisasi Quadra pada kamar mandi hingga kolam renang.

    Quadra Architect Studio: Ruang kolaboratif ini memfasilitasi diskusi antara desainer, klien, dan tim QUADRA untuk bertukar ide dan membahas detail teknis.

    Untuk melengkapi pengalaman ini, galeri berkolaborasi dengan merek internasional. Area dapur dilengkapi teknologi Invisible Cooker dari Hafele dan pintu geser Estica dengan lapisan QUADRA slab. Sementara area kamar mandi menawarkan pengalaman mewah layaknya hotel bintang enam dengan sanitary ware dari Roca. Selain itu, tersedia Selection Corner dengan lebih dari 200 motif, 7 tampilan desain, 5 ukuran, dan 8 jenis finishing.
    Peluncuran Produk Baru, Inovasi Ketebalan, Finishing Baru
    Bertepatan dengan momentum peresmian galeri, QUADRA tidak hanya menghadirkan showroom baru, tetapi juga meluncurkan serangkaian inovasi produk.

    Inovasi pertama adalah ketebalan baru 6mm. Varian yang lebih ringan dan fleksibel ini melengkapi ketebalan 12 mm dan 9 mm yang sudah tersedia, sehingga memungkinkan aplikasi material yang lebih luas dan beragam—mulai dari meja, lantai, pintu kabinet, hingga pintu tersembunyi (camouflage door).

    Selain itu, QUADRA memperkenalkan finishing terbaru: Grit Matte. Finishing ini memiliki fitur anti-slip superior dengan nilai uji R Rating 12. Uniknya, meskipun memiliki daya cengkeram tinggi (ideal untuk area basah seperti kamar mandi dan dapur), permukaan Grit Matte tetap terasa halus, sehingga tidak mengorbankan estetika desain.

    Melengkapi peluncuran ini, QUADRA juga meluncurkan koleksi terbaru “Dewata 2.0”, sebuah kolaborasi istimewa dengan 2M Design Lab. Koleksi ini secara khusus terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Bali, merefleksikan elemen-elemen ikonik seperti pesisir Amed, motif ukiran Batik Bali, lanskap vulkanik Gunung Batur, sawah terasering Jatiluwih, pasir hitam di Canggu, dan keindahan laut Nusa Lembongan.

    Jakarta: QUADRA, pelopor sintered stone di Indonesia baru saja meresmikan QUADRA Gallery Signature di Kuta, Bali. Galeri yang memiliki luas 1.500 m2 ini menjadi galeri terbaru, terbesar, dan terlengkap.
     
    Flagship showroom ini dirancang untuk menjadi pusat pengalaman premium untuk menjadi pusat pengalaman premium bagi arsitek, desainer, dan pelanggan untuk berinteraksi langsung dengan material berkualitas tinggi dari QUADRA.
     
    “Peresmian QUADRA Gallery Signature di Bali adalah tonggak penting yang menandai sewindu perjalanan kami sebagai pelopor sintered stone di Indonesia,” ujar Chief Operating Officer QUADRA, Willie Low.

    “Dengan teknologi eksklusif dari Italia, kami telah mengubah lanskap industri material bangunan melalui inovasi dan solusi berkelanjutan, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga melalui ekspor ke beberapa negara. Sebagai wujud komitmen untuk terus memperkuat posisi terdepan, flagship showroom seluas 1.500 m2 ini kami hadirkan dengan konsep yang secara indah menggabungkan nilai estetika, kekayaan alam, dan interaksi manusia.”
     
    Galeri ini merupakan hasil kolaborasi dengan 2M Design Lab, sebuah studio arsitek lokal asal Bali yang telah meraih berbagai penghargaan baik Nasional maupun Internasional. Menggabungkan arsitektur modern kontemporer dengan sentuhan budaya Bali yang kental, desain galeri ini menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga artistik dan inspiratif.

    Pengalaman Desain yang menarik dan interaktif

    QUADRA Gallery Signature dirancang untuk memberikan pengalaman holistik, terbagi dalam lima area utama yang menyoroti keindahan dan fleksibilitas material:
     
    Fasad: Menampilkan permainan cahaya dan bayangan pada permukaan material, menyoroti keindahan dan tekstur unik dari sintered stone.
     
    Museum: Area ini menampilkan setiap lempengan (slab) material dengan narasi latar belakang, menciptakan pengalaman lebih dari sekadar pameran produk.
     
    Implementation: Pengunjung dapat melihat aplikasi nyata QUADRA pada ruang-ruang seperti kamar tidur, dapur, dan ruangan lain memberikan inspirasi desain yang konkret.
     
    Representative of a Villa: Area pengaplikasian Quadra dalam bentuk Villa, membantu pengunjung melihat visualisasi Quadra pada kamar mandi hingga kolam renang.
     
    Quadra Architect Studio: Ruang kolaboratif ini memfasilitasi diskusi antara desainer, klien, dan tim QUADRA untuk bertukar ide dan membahas detail teknis.
     
    Untuk melengkapi pengalaman ini, galeri berkolaborasi dengan merek internasional. Area dapur dilengkapi teknologi Invisible Cooker dari Hafele dan pintu geser Estica dengan lapisan QUADRA slab. Sementara area kamar mandi menawarkan pengalaman mewah layaknya hotel bintang enam dengan sanitary ware dari Roca. Selain itu, tersedia Selection Corner dengan lebih dari 200 motif, 7 tampilan desain, 5 ukuran, dan 8 jenis finishing.
    Peluncuran Produk Baru, Inovasi Ketebalan, Finishing Baru
    Bertepatan dengan momentum peresmian galeri, QUADRA tidak hanya menghadirkan showroom baru, tetapi juga meluncurkan serangkaian inovasi produk.
     
    Inovasi pertama adalah ketebalan baru 6mm. Varian yang lebih ringan dan fleksibel ini melengkapi ketebalan 12 mm dan 9 mm yang sudah tersedia, sehingga memungkinkan aplikasi material yang lebih luas dan beragam—mulai dari meja, lantai, pintu kabinet, hingga pintu tersembunyi (camouflage door).
     
    Selain itu, QUADRA memperkenalkan finishing terbaru: Grit Matte. Finishing ini memiliki fitur anti-slip superior dengan nilai uji R Rating 12. Uniknya, meskipun memiliki daya cengkeram tinggi (ideal untuk area basah seperti kamar mandi dan dapur), permukaan Grit Matte tetap terasa halus, sehingga tidak mengorbankan estetika desain.
     
    Melengkapi peluncuran ini, QUADRA juga meluncurkan koleksi terbaru “Dewata 2.0”, sebuah kolaborasi istimewa dengan 2M Design Lab. Koleksi ini secara khusus terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Bali, merefleksikan elemen-elemen ikonik seperti pesisir Amed, motif ukiran Batik Bali, lanskap vulkanik Gunung Batur, sawah terasering Jatiluwih, pasir hitam di Canggu, dan keindahan laut Nusa Lembongan.
     

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (RUL)

  • HSN 2025, Bupati Serang Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

    HSN 2025, Bupati Serang Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

    Banten: Hari Santri Nasional (HSN) menjadi momentum refleksi atas peran besar santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan sejak masa perjuangan kemerdekaan. Hari santri juga menjadi ajang menyatukan dedikasi para santri dalam mengawal peradaban Islam di era digital.

    Hal itu diungkapkan Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah saat memimpin apel Hari Santri yang diikuti ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Pendopo Bupati Serang.

    “Hari Santri sebagai bukti bahwa pesantren dan santri adalah penjaga nilai keislaman sekaligus penggerak kemajuan bangsa. Santri memiliki peran strategis dalam mendorong Indonesia berkiprah di tingkat global,” kata Ratu Rahmatuzakiyah. 

    Rahmatuzakiyah mengajak seluruh santri selalu mengobarkan semangat juang dan keilmuan, mengingat sejarah HSN yang lahir dari Resolusi Jihad yang digagas oleh Kiai Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. 

    Dia menyebut pesantren sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam membangun generasi muda. Pesantren tempat mendidik anak bangsa agar memiliki akhlak mulia dan kecerdasan holistik.

    “Saya ingin santri selalu disiplin, cerdas secara spiritual dan intelektual, dikuatkan sosialnya hingga nantinya semua kecerdasan itu menjadikan santri penerus bangsa yang bisa dibanggakan,” katanya.

    Perubahan teknologi tidak boleh menyurutkan semangat santri untuk belajar. Justru, perubahan tersebut harus dijadikan peluang. Santri harus bisa mengikuti perkembangan yang ada dan tidak boleh patah semangat.

    “Saya yakin santri akan menjadi seorang yang ceras dan mampu mewujudkan Indonesia emas 2045,” katanya.

    Banten: Hari Santri Nasional (HSN) menjadi momentum refleksi atas peran besar santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan sejak masa perjuangan kemerdekaan. Hari santri juga menjadi ajang menyatukan dedikasi para santri dalam mengawal peradaban Islam di era digital.
     
    Hal itu diungkapkan Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah saat memimpin apel Hari Santri yang diikuti ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Pendopo Bupati Serang.
     
    “Hari Santri sebagai bukti bahwa pesantren dan santri adalah penjaga nilai keislaman sekaligus penggerak kemajuan bangsa. Santri memiliki peran strategis dalam mendorong Indonesia berkiprah di tingkat global,” kata Ratu Rahmatuzakiyah. 

    Rahmatuzakiyah mengajak seluruh santri selalu mengobarkan semangat juang dan keilmuan, mengingat sejarah HSN yang lahir dari Resolusi Jihad yang digagas oleh Kiai Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. 
     
    Dia menyebut pesantren sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam membangun generasi muda. Pesantren tempat mendidik anak bangsa agar memiliki akhlak mulia dan kecerdasan holistik.
     
    “Saya ingin santri selalu disiplin, cerdas secara spiritual dan intelektual, dikuatkan sosialnya hingga nantinya semua kecerdasan itu menjadikan santri penerus bangsa yang bisa dibanggakan,” katanya.
     
    Perubahan teknologi tidak boleh menyurutkan semangat santri untuk belajar. Justru, perubahan tersebut harus dijadikan peluang. Santri harus bisa mengikuti perkembangan yang ada dan tidak boleh patah semangat.
     
    “Saya yakin santri akan menjadi seorang yang ceras dan mampu mewujudkan Indonesia emas 2045,” katanya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (FZN)

  • Ada Kunjungan Presiden Brasil ke Jakarta, Warga Diimbau Hindari Sejumlah Ruas Jalan Ini

    Ada Kunjungan Presiden Brasil ke Jakarta, Warga Diimbau Hindari Sejumlah Ruas Jalan Ini

    Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar menghindari sejumlah ruas jalan di Jakarta selama kunjungan kenegaraan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva. Kunjungan ini dijadwalkan yang berlangsung pada Rabu-Jumat, 22-24 Oktober 2025.

    Kunjungan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva ini akan disertai rangkaian kegiatan resmi dan pengawalan kenegaraan di beberapa titik utama ibu kota. Untuk menjaga kelancaran dan keamanan, sejumlah ruas jalan akan mengalami penutupan sementara secara situasional.

    “Penutupan jalan hanya dilakukan saat rangkaian tamu kenegaraan melintas dan berlangsung singkat,” tulis akun resmi TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro), Rabu, 22 Oktober 2025.
    Jadwal Rangkaian Kegiatan

    – Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 15.00 WIB s.d. selesai

    – Kamis, 23 Oktober 2025 pukul 09.45 WIB s.d. selesai

    – Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 10.15 WIB s.d. selesai

    Selama periode tersebut, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan di sekitar lokasi pengamanan.
    Ruas Jalan yang Akan Dilalui
    Rangkaian pengawalan kenegaraan Presiden Brasil akan melintasi beberapa jalan utama di Jakarta, di antaranya:

    1. Jalan Rasuna Said
    2. Jalan Sudirman
    3. Jalan Thamrin
    4. Jalan Merdeka Barat
    5. Jalan Sisingamangaraja
     

     

    Penutupan Bersifat Situasional
    Pihak Ditlantas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan hanya akan dilakukan sesuai kebutuhan, tergantung situasi lapangan dan waktu melintasnya rombongan kenegaraan.

    Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mematuhi petunjuk petugas di lapangan, serta memantau akun resmi @tmcpoldametro untuk informasi terkini seputar kondisi lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

    “Pantau terus IG Story kami untuk update situasi lalu lintas terkini,” tulis TMC Polda Metro Jaya.

    Pengaturan lalu lintas dalam kunjungan kenegaraan ini merupakan wujud penghormatan Indonesia terhadap tamu negara. Diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan jadwal dan rute untuk meminimalkan dampak kemacetan di Ibu Kota.

    (Sheva Asyraful Fali)

    Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar menghindari sejumlah ruas jalan di Jakarta selama kunjungan kenegaraan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva. Kunjungan ini dijadwalkan yang berlangsung pada Rabu-Jumat, 22-24 Oktober 2025.
     
    Kunjungan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva ini akan disertai rangkaian kegiatan resmi dan pengawalan kenegaraan di beberapa titik utama ibu kota. Untuk menjaga kelancaran dan keamanan, sejumlah ruas jalan akan mengalami penutupan sementara secara situasional.
     
    “Penutupan jalan hanya dilakukan saat rangkaian tamu kenegaraan melintas dan berlangsung singkat,” tulis akun resmi TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro), Rabu, 22 Oktober 2025.
    Jadwal Rangkaian Kegiatan

    – Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 15.00 WIB s.d. selesai

    – Kamis, 23 Oktober 2025 pukul 09.45 WIB s.d. selesai
     
    – Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 10.15 WIB s.d. selesai
     
    Selama periode tersebut, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan di sekitar lokasi pengamanan.

    Ruas Jalan yang Akan Dilalui
    Rangkaian pengawalan kenegaraan Presiden Brasil akan melintasi beberapa jalan utama di Jakarta, di antaranya:
     
    1. Jalan Rasuna Said
    2. Jalan Sudirman
    3. Jalan Thamrin
    4. Jalan Merdeka Barat
    5. Jalan Sisingamangaraja
     

     

    Penutupan Bersifat Situasional
    Pihak Ditlantas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan hanya akan dilakukan sesuai kebutuhan, tergantung situasi lapangan dan waktu melintasnya rombongan kenegaraan.
     
    Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mematuhi petunjuk petugas di lapangan, serta memantau akun resmi @tmcpoldametro untuk informasi terkini seputar kondisi lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
     
    “Pantau terus IG Story kami untuk update situasi lalu lintas terkini,” tulis TMC Polda Metro Jaya.
     
    Pengaturan lalu lintas dalam kunjungan kenegaraan ini merupakan wujud penghormatan Indonesia terhadap tamu negara. Diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan jadwal dan rute untuk meminimalkan dampak kemacetan di Ibu Kota.
     
    (Sheva Asyraful Fali)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (RUL)

  • Isi Teks Sumpah Pemuda 28 Oktober dan Maknanya

    Isi Teks Sumpah Pemuda 28 Oktober dan Maknanya

    Jakarta: Hari Sumpah Pemuda jatuh setiap tanggal 28 Oktober. Peringatan ini menjadi momen penting yang mempersatukan pemuda-pemudi Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa.
     
    Pada masa sebelum kemerdekaan, pemuda Indonesia berasal dari berbagai suku, daerah, budaya, dan latar belakang seperti Jong Java, Jong Batak, Jong Sumatra, dan lainnya. Belum ada semangat nasional yang mengikat mereka.
     
    Para pemuda Indonesia kemudian berkumpul dalam Kongres Pemuda II yang diselenggarakan di Batavia (sekarang Jakarta), pada 27-28 Oktober 1928. Melalui kongres tersebut, lahirlah sebuah ikrar yang disebut Sumpah Pemuda.
     
    Mohammad Yamin merupakan perancang teks Sumpah Pemuda. Ikrar tersebut kemudian dibacakan oleh Soegondo Djojopoespito ketika Sunario memberikan pidato penutupan di Kongres Pemuda Jakarta, 28 Oktober 1928.
     
    Sumpah Pemuda menyimpan makna semangat persatuan dan kesatuan. Pada saat itu, bangsa Indonesia masih ada di bawah penjajahan, sehingga sangat membutuhkan semangat kolektif untuk memerangi ketertindasan.

     

     
    Teks Sumpah Pemuda
    Terdapat tiga poin utama dalam teks Sumpah Pemuda. Berikut bunyi Sumpah Pemuda:
     
    Pertama:
    Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
     
    Kedua:
    Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
     
     
    Ketiga:
    Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
     
    Sumpah Pemuda menjadi simbol dalam perjuangan melawan penjajahan dan keterbelakangan bangsa. Maknanya pun terus berkembang setelah Indonesia merdeka. Pemuda kini berperan melalui pendidikan, pengembangan karakter, hingga kontribusi dalam pembangunan bangsa.
     
    Berkaitan dengan momen sumpah pemuda, Metro TV menggelar Jong Festival yang diselenggarakan pada 30 Oktober 2025. Acara ini akan menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif seperti tokoh yang sukses membangun bisnis, tokoh yang berhasil sebagai perintis, hingga para pemimpin di Indonesia.
     
    Festival anak-anak muda yang merujuk dari semangat peristiwa Sumpah Pemuda ini nantinya juga akan dimeriahkan oleh penampilan musik dari musisi hingga hiburan dari Komika Tanah Air.

     

    Jakarta: Hari Sumpah Pemuda jatuh setiap tanggal 28 Oktober. Peringatan ini menjadi momen penting yang mempersatukan pemuda-pemudi Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa.
     
    Pada masa sebelum kemerdekaan, pemuda Indonesia berasal dari berbagai suku, daerah, budaya, dan latar belakang seperti Jong Java, Jong Batak, Jong Sumatra, dan lainnya. Belum ada semangat nasional yang mengikat mereka.
     
    Para pemuda Indonesia kemudian berkumpul dalam Kongres Pemuda II yang diselenggarakan di Batavia (sekarang Jakarta), pada 27-28 Oktober 1928. Melalui kongres tersebut, lahirlah sebuah ikrar yang disebut Sumpah Pemuda.
     
    Mohammad Yamin merupakan perancang teks Sumpah Pemuda. Ikrar tersebut kemudian dibacakan oleh Soegondo Djojopoespito ketika Sunario memberikan pidato penutupan di Kongres Pemuda Jakarta, 28 Oktober 1928.
     
    Sumpah Pemuda menyimpan makna semangat persatuan dan kesatuan. Pada saat itu, bangsa Indonesia masih ada di bawah penjajahan, sehingga sangat membutuhkan semangat kolektif untuk memerangi ketertindasan.
     
     

     

    Teks Sumpah Pemuda

    Terdapat tiga poin utama dalam teks Sumpah Pemuda. Berikut bunyi Sumpah Pemuda:
     
    Pertama:
    Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
     
    Kedua:
    Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
     
     
    Ketiga:
    Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
     
    Sumpah Pemuda menjadi simbol dalam perjuangan melawan penjajahan dan keterbelakangan bangsa. Maknanya pun terus berkembang setelah Indonesia merdeka. Pemuda kini berperan melalui pendidikan, pengembangan karakter, hingga kontribusi dalam pembangunan bangsa.
     
    Berkaitan dengan momen sumpah pemuda, Metro TV menggelar Jong Festival yang diselenggarakan pada 30 Oktober 2025. Acara ini akan menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif seperti tokoh yang sukses membangun bisnis, tokoh yang berhasil sebagai perintis, hingga para pemimpin di Indonesia.
     
    Festival anak-anak muda yang merujuk dari semangat peristiwa Sumpah Pemuda ini nantinya juga akan dimeriahkan oleh penampilan musik dari musisi hingga hiburan dari Komika Tanah Air.
     
     

    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)

  • Festival Russia in the Heart of Indonesia Dibuka di Jakarta

    Festival Russia in the Heart of Indonesia Dibuka di Jakarta

    Jakarta: Festival “Russia in the Heart of Indonesia” resmi dibuka di Jakarta, mempertemukan para pelajar, pendidik, dan tamu undangan dalam rangkaian kegiatan budaya dan edukasi. Festival ini berlangsung selama beberapa hari di Universitas Krisnadwipayana dan Madrasah Aliyah Negeri.
     
    “Russia in the Heart of Indonesia” diselenggarakan oleh Ural State Pedagogical University yang bekerja sama dengan My History Foundation for the Support of Humanitarian Studies, serta didukung oleh Kementerian Pendidikan Federasi Rusia.
     
    Festival ini menjadi ajang spesial bagi para guru, mahasiswa, dan pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap Rusia, bahasa, dan budayanya. Acara ini mempertemukan perwakilan institusi pendidikan, organisasi budaya, serta lembaga publik, sehingga menciptakan ruang dialog terbuka dan persahabatan antara Rusia dan Indonesia.
     
    Upacara pembukaan berlangsung hangat, penuh senyuman dan antusiasme.
    Para siswa Madrasah Aliyah Negeri menampilkan pertunjukan penuh warna dengan lagu dan tarian tradisional, menyambut para tamu dari Rusia dengan keramahan dan energi positif.

     
    Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Veronika Novoseltseva, Minister-Counsellor Kedutaan Besar Federasi Rusia di Republik Indonesia; Maria Hionaki, Wakil Direktur Russian House di Jakarta; Dr. Ade Reza Hariyadi, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana; serta Pramesti Indraningsih, Kepala Madrasah.
     
    Mewakili Penjabat Rektor USPU, Dr. Yuri Biktuganov, sambutan disampaikan oleh Sergey Porkhachev selaku Penasihat Rektor Bidang Kerja Sama Internasional. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah penting dalam memperkuat dialog budaya dan pendidikan antara kedua negara.
     
    Momen hangat tercipta ketika Veronika Novoseltseva mengajak seluruh hadirin menyanyikan lagu Rusia terkenal “Ochi Chornye” (Dark Eyes). Para pelajar dan tamu Indonesia ikut menyanyikan lagu secara bergantian dalam bahasa Rusia dan Indonesia. Suasana menjadi penuh tepuk tangan dan senyuman, menciptakan rasa persatuan, kegembiraan, dan inspirasi bersama.
     
    Usai pembukaan, para pendidik dari Rusia menggelar serangkaian lokakarya interaktif yang mengajak peserta mengenal keindahan dan karakter unik bahasa Rusia.
     

     
    Sesi pertama berjudul “False Friends in the Russian Alphabet” dipandu Anastasia Petukhova, membantu peserta mengenal dan mengingat huruf-huruf Sirilik dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Dilanjutkan sesi “Cyrillic for Beginners” oleh Dr. Daria Starkova, yang mengupas sejarah dan asal-usul aksara Sirilik.
     
    Peserta paling aktif mendapatkan suvenir dan hadiah kecil bernuansa Rusia, yang semakin menambah kenangan manis dari pertemuan budaya tersebut.
     
    Sebuah pameran budaya turut menyedot perhatian banyak pengunjung. Mereka melihat langsung pakaian tradisional, literatur, simbol, dan suvenir khas Rusia. Pameran ini segera menjadi area favorit untuk berfoto, bertanya, dan berbagi pengalaman.

     
    Salah satu sudut yang paling diminati adalah bagian pakaian tradisional Rusia. Staf USPU membantu menjelaskan sejarah dan tradisi di balik busana tersebut, sekaligus membantu pengunjung berfoto dan merasakan pengalaman menjadi bagian dari budaya Rusia.
     
    Hari pertama festival ditutup dengan coffee break yang tetap menghadirkan suasana ramah dan akrab. Para tamu menikmati makanan ringan, teh, kopi, dan susu manis—minuman kesukaan pelajar Indonesia. Percakapan mengalir santai dipenuhi tawa, menutup hari dengan hangat dan penuh kebersamaan.
     
    Festival “Russia in the Heart of Indonesia” menjadi contoh nyata bagaimana budaya mampu menyatukan manusia melampaui jarak dan bahasa. Senyuman, tawa, dan rasa ingin tahu memenuhi seluruh ruangan. Bagi banyak warga Indonesia, Rusia tetap menjadi negara yang menarik dan penuh misteri, dan festival ini mempererat hubungan kedua bangsa melalui bahasa, musik, tradisi, dan kedekatan antarmanusia yang tulus.
     
    Bahkan setelah acara selesai, para peserta enggan berpisah. Banyak yang menghampiri tim dari Rusia untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan berfoto bersama. Sejenak, para pendidik Rusia merasa seperti selebritas, bukan karena ketenaran, tetapi karena sambutan hangat dan penghormatan yang mereka terima. Para tamu dari Rusia pun turut merasa terinspirasi dan tersentuh oleh keterbukaan serta keramahan sahabat baru mereka di Indonesia.

     

    Jakarta: Festival “Russia in the Heart of Indonesia” resmi dibuka di Jakarta, mempertemukan para pelajar, pendidik, dan tamu undangan dalam rangkaian kegiatan budaya dan edukasi. Festival ini berlangsung selama beberapa hari di Universitas Krisnadwipayana dan Madrasah Aliyah Negeri.
     
    “Russia in the Heart of Indonesia” diselenggarakan oleh Ural State Pedagogical University yang bekerja sama dengan My History Foundation for the Support of Humanitarian Studies, serta didukung oleh Kementerian Pendidikan Federasi Rusia.
     
    Festival ini menjadi ajang spesial bagi para guru, mahasiswa, dan pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap Rusia, bahasa, dan budayanya. Acara ini mempertemukan perwakilan institusi pendidikan, organisasi budaya, serta lembaga publik, sehingga menciptakan ruang dialog terbuka dan persahabatan antara Rusia dan Indonesia.
     
    Upacara pembukaan berlangsung hangat, penuh senyuman dan antusiasme.
    Para siswa Madrasah Aliyah Negeri menampilkan pertunjukan penuh warna dengan lagu dan tarian tradisional, menyambut para tamu dari Rusia dengan keramahan dan energi positif.
     

     
    Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Veronika Novoseltseva, Minister-Counsellor Kedutaan Besar Federasi Rusia di Republik Indonesia; Maria Hionaki, Wakil Direktur Russian House di Jakarta; Dr. Ade Reza Hariyadi, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana; serta Pramesti Indraningsih, Kepala Madrasah.
     
    Mewakili Penjabat Rektor USPU, Dr. Yuri Biktuganov, sambutan disampaikan oleh Sergey Porkhachev selaku Penasihat Rektor Bidang Kerja Sama Internasional. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah penting dalam memperkuat dialog budaya dan pendidikan antara kedua negara.
     
    Momen hangat tercipta ketika Veronika Novoseltseva mengajak seluruh hadirin menyanyikan lagu Rusia terkenal “Ochi Chornye” (Dark Eyes). Para pelajar dan tamu Indonesia ikut menyanyikan lagu secara bergantian dalam bahasa Rusia dan Indonesia. Suasana menjadi penuh tepuk tangan dan senyuman, menciptakan rasa persatuan, kegembiraan, dan inspirasi bersama.
     
    Usai pembukaan, para pendidik dari Rusia menggelar serangkaian lokakarya interaktif yang mengajak peserta mengenal keindahan dan karakter unik bahasa Rusia.
     

     
    Sesi pertama berjudul “False Friends in the Russian Alphabet” dipandu Anastasia Petukhova, membantu peserta mengenal dan mengingat huruf-huruf Sirilik dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Dilanjutkan sesi “Cyrillic for Beginners” oleh Dr. Daria Starkova, yang mengupas sejarah dan asal-usul aksara Sirilik.
     
    Peserta paling aktif mendapatkan suvenir dan hadiah kecil bernuansa Rusia, yang semakin menambah kenangan manis dari pertemuan budaya tersebut.
     
    Sebuah pameran budaya turut menyedot perhatian banyak pengunjung. Mereka melihat langsung pakaian tradisional, literatur, simbol, dan suvenir khas Rusia. Pameran ini segera menjadi area favorit untuk berfoto, bertanya, dan berbagi pengalaman.
     

     
    Salah satu sudut yang paling diminati adalah bagian pakaian tradisional Rusia. Staf USPU membantu menjelaskan sejarah dan tradisi di balik busana tersebut, sekaligus membantu pengunjung berfoto dan merasakan pengalaman menjadi bagian dari budaya Rusia.
     
    Hari pertama festival ditutup dengan coffee break yang tetap menghadirkan suasana ramah dan akrab. Para tamu menikmati makanan ringan, teh, kopi, dan susu manis—minuman kesukaan pelajar Indonesia. Percakapan mengalir santai dipenuhi tawa, menutup hari dengan hangat dan penuh kebersamaan.
     
    Festival “Russia in the Heart of Indonesia” menjadi contoh nyata bagaimana budaya mampu menyatukan manusia melampaui jarak dan bahasa. Senyuman, tawa, dan rasa ingin tahu memenuhi seluruh ruangan. Bagi banyak warga Indonesia, Rusia tetap menjadi negara yang menarik dan penuh misteri, dan festival ini mempererat hubungan kedua bangsa melalui bahasa, musik, tradisi, dan kedekatan antarmanusia yang tulus.
     
    Bahkan setelah acara selesai, para peserta enggan berpisah. Banyak yang menghampiri tim dari Rusia untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan berfoto bersama. Sejenak, para pendidik Rusia merasa seperti selebritas, bukan karena ketenaran, tetapi karena sambutan hangat dan penghormatan yang mereka terima. Para tamu dari Rusia pun turut merasa terinspirasi dan tersentuh oleh keterbukaan serta keramahan sahabat baru mereka di Indonesia.

     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)

  • SING OUT LOUD 2025 Sukses Digelar, Siap Kembali Hadir Tahun Depan

    SING OUT LOUD 2025 Sukses Digelar, Siap Kembali Hadir Tahun Depan

    Jakarta: SING OUT LOUD 2025 sukses digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, pada 9-11 Oktober 2025. Ajang kompetisi vokal ini menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara PRO AVL Indonesia 2025.

    SING OUT LOUD 2025 menampilkan talenta vokal terbaik dan juri profesional seperti Titi DJ, David Klein,  Kristanto Pantioso, Chandra Darusman, Lita Zen, Tamam Husein, dan Yuyu Koswara. Ratusan peserta beradu kemampuan dalam tiga kategori, yaitu Musical, Classic, dan Pop.

    “Acara seperti ini menjadi wadah bagi mereka yang memiliki bakat dan minat di bidang musik, khususnya dalam bernyanyi,“ ujar Titi DJ, dalam pernyataan resmi, Rabu, 22 Oktober 2025.

    Dari seluruh peserta yang mengikuti proses audisi, terpilih 33 finalis terbaik. Dalam kategori Musical, gelar juara diraih oleh Shasyelfa Setyaning, disusul Abraham Ewaldo sebagai juara kedua dan Vanessa Nicole Kamaruddin di posisi ketiga. Sementara itu, penghargaan Favorite Performer kategori ini diberikan kepada Alejandra Loemongga Sukoco.

    Untuk kategori Classic, Oswin Wilke berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh Eveline sebagai juara kedua dan Sesilia di posisi ketiga. Penghargaan Favorite Performer kembali jatuh kepada Eveline.

    Sedangkan pada kategori Pop, Janella Liora Leamor tampil memukau dan membawa pulang gelar juara pertama. Gracelyn Jessica Christie menempati posisi kedua, disusul Zoe Alexandra Sturtevant di posisi ketiga. Penghargaan Favorite Performer untuk kategori ini diberikan kepada Kenisha Elice Setiawan.

    Pemenang SING OUT LOUD 2025. Foto: Krista Exhibitions

    David Klein, juri SING OUT LOUD 2025, menyebut bahwa PRO AVL Indonesia merupakan ajang yang menampilkan beragam inovasi mulai dari peralatan musik, panggung utama, ruang seminar, hingga area pertemuan bisnis semuanya terselenggara dengan sangat baik. 

    Daud D. salim, yang merupakan CEO Krista Exhibitions, dan Kristanto Pantioso selaku juri, lantas berharap acara serupa dapat kembali digelar di tahun-tahun berikutnya.

    “Ajang kompetisi SING OUT LOUD 2025 ini menjadi bukti bahwa industri AVL tidak hanya mendukung dunia hiburan dari sisi teknologi, tetapi juga mendorong lahirnya generasi baru di bidang musik dan pertunjukan,” kata Daud D. Salim.

    “Saya berharap acara seperti ini semakin banyak peminatnya dan semakin ramai dikunjungi, seperti halnya pameran PRO AVL Expo yang juga luar biasa,” ungkap Kristanto Pantioso.

    Sementara itu, Lita Zen melihat acara tersebut sangat penting terutama bagi para pelaku industri panggung. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan ajang kompetisi vokal tersebut. 

    “Kompetisi ini luar biasa dan menjadi wadah besar bagi generasi muda untuk berkreasi di panggung profesional.” Pungkas Lita Zen.

    Dengan berakhirnya kompetisi SING OUT LOUD 2025, para talenta muda Indonesia diharapkan terus mengasah kemampuan dan memperluas kreativitas mereka di dunia musik. Sampai jumpa di SING OUT LOUD 2026!

    Jakarta: SING OUT LOUD 2025 sukses digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, pada 9-11 Oktober 2025. Ajang kompetisi vokal ini menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara PRO AVL Indonesia 2025.
     
    SING OUT LOUD 2025 menampilkan talenta vokal terbaik dan juri profesional seperti Titi DJ, David Klein,  Kristanto Pantioso, Chandra Darusman, Lita Zen, Tamam Husein, dan Yuyu Koswara. Ratusan peserta beradu kemampuan dalam tiga kategori, yaitu Musical, Classic, dan Pop.
     
    “Acara seperti ini menjadi wadah bagi mereka yang memiliki bakat dan minat di bidang musik, khususnya dalam bernyanyi,“ ujar Titi DJ, dalam pernyataan resmi, Rabu, 22 Oktober 2025.

    Dari seluruh peserta yang mengikuti proses audisi, terpilih 33 finalis terbaik. Dalam kategori Musical, gelar juara diraih oleh Shasyelfa Setyaning, disusul Abraham Ewaldo sebagai juara kedua dan Vanessa Nicole Kamaruddin di posisi ketiga. Sementara itu, penghargaan Favorite Performer kategori ini diberikan kepada Alejandra Loemongga Sukoco.
     
    Untuk kategori Classic, Oswin Wilke berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh Eveline sebagai juara kedua dan Sesilia di posisi ketiga. Penghargaan Favorite Performer kembali jatuh kepada Eveline.
     
    Sedangkan pada kategori Pop, Janella Liora Leamor tampil memukau dan membawa pulang gelar juara pertama. Gracelyn Jessica Christie menempati posisi kedua, disusul Zoe Alexandra Sturtevant di posisi ketiga. Penghargaan Favorite Performer untuk kategori ini diberikan kepada Kenisha Elice Setiawan.
     

    Pemenang SING OUT LOUD 2025. Foto: Krista Exhibitions
     
    David Klein, juri SING OUT LOUD 2025, menyebut bahwa PRO AVL Indonesia merupakan ajang yang menampilkan beragam inovasi mulai dari peralatan musik, panggung utama, ruang seminar, hingga area pertemuan bisnis semuanya terselenggara dengan sangat baik. 
     
    Daud D. salim, yang merupakan CEO Krista Exhibitions, dan Kristanto Pantioso selaku juri, lantas berharap acara serupa dapat kembali digelar di tahun-tahun berikutnya.
     
    “Ajang kompetisi SING OUT LOUD 2025 ini menjadi bukti bahwa industri AVL tidak hanya mendukung dunia hiburan dari sisi teknologi, tetapi juga mendorong lahirnya generasi baru di bidang musik dan pertunjukan,” kata Daud D. Salim.
     
    “Saya berharap acara seperti ini semakin banyak peminatnya dan semakin ramai dikunjungi, seperti halnya pameran PRO AVL Expo yang juga luar biasa,” ungkap Kristanto Pantioso.
     
    Sementara itu, Lita Zen melihat acara tersebut sangat penting terutama bagi para pelaku industri panggung. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan ajang kompetisi vokal tersebut. 
     
    “Kompetisi ini luar biasa dan menjadi wadah besar bagi generasi muda untuk berkreasi di panggung profesional.” Pungkas Lita Zen.
     
    Dengan berakhirnya kompetisi SING OUT LOUD 2025, para talenta muda Indonesia diharapkan terus mengasah kemampuan dan memperluas kreativitas mereka di dunia musik. Sampai jumpa di SING OUT LOUD 2026!

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)

  • Siap Hadirkan Inovasi Industri Kemasan Global

    Siap Hadirkan Inovasi Industri Kemasan Global

    Jakarta: Krista Exhibitions secara resmi membuka penyelenggaraan pameran internasional terbesar di Asia Tenggara, ALLPACK INDONESIA 2025. Pameran internasional yang kini memasuki memasuki tahun ke-24 ini menampilkan beragam inovasi lintas sektor dalam industri kemasan, plastik, pengolahan, percetakan, daur ulang, dan farmasi

    ALLPACK INDONESIA 2025 yang berlangsung pada 21–24 Oktober 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran ini menampilkan lebih dari 1.500 peserta pameran dari 30 negara. Gelaran ini juga menargetkan lebih dari 50.000 pengunjung profesional dari 54 negara. Pameran ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku industri, produsen, distributor, asosiasi, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai belahan dunia menciptakan sinergi nyata dalam memperkuat rantai pasok industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

    CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyampaikan bahwa ALLPACK INDONESIA 2025 telah menjadi platform penting bagi industri untuk memperkenalkan inovasi terbaru dan menjalin kemitraan strategis. “Tahun ini, jumlah peserta pameran meningkat hingga 22% dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun 2024, mencerminkan optimisme tinggi para pelaku industri terhadap potensi pasar Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” ujar Daud.

    Lebih lanjut, Daud menegaskan bahwa penyelenggaraan ALLPACK INDONESIA 2025 juga mencerminkan komitmen Krista Exhibitions untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di sektor kemasan, plastik, pengolahan, daur ulang, dan farmasi, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. 

    “Kami ingin memastikan bahwa inovasi dan teknologi yang dihadirkan dalam pameran ini tidak hanya memberikan nilai bisnis, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,”ungkap Daud D Salim.

    Rangkaian acara ALLPACK INDONESIA 2025 menghadirkan beragam diskusi inspiratif yang memperkaya wawasan para pelaku industri kemasan, plastik, pengolahan, dan farmasi. Seminar “Packaging Trend & Innovation Towards Sustainability: The Future of Responsible Business Practices” oleh Asosiasi Indonesia Packaging Federation, yang menyoroti arah masa depan industri kemasan berkelanjutan dan pentingnya penerapan tanggung jawab lingkungan. 

    Diskusi berlanjut dengan paparan dari Asia Pacific Food Industry bersama Mr. Kenneth Tan membahas perkembangan tren dan teknologi automasi (automation) terkini yang mendorong efisiensi dan inovasi di sektor pangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar “Shaping a Sustainable Future for Plastics” oleh INAPLAS, serta Seminar Rieckermann yang menampilkan berbagai solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dalam proses manufaktur. Sejumlah asosiasi seperti IPR, ARPI, GAPMMI, dan perusahaan Uhlmann juga menggelar member gathering yang menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi bisnis di antara para profesional industri.

    Beragam seminar tematik kembali digelar dengan topik-topik relevan dan aplikatif. Rieckermann melanjutkan program seminar industrinya, diikuti oleh PDF yang mengangkat tema “Packaging Innovation for Enhanced Efficiency and Cost Reduction.” Sesi “The Evolution of Packaging Design: Turning Ideas Into Reality”. INAPLAS membuka sesi dengan topik “Technical Issues: The Production Process for PE, PP & PVC Products,” yang membahas tantangan teknis dalam proses produksi bahan plastik. 

    ALLPACK INDONESIA 2025 juga menghadirkan Program Business Matching yang mempertemukan produsen, distributor, dan pembeli potensial dari berbagai negara. Program ini menjadi agenda unggulan yang difasilitasi oleh Krista Exhibitions untuk mendorong kolaborasi bisnis, memperluas jaringan distribusi, serta membuka peluang investasi dan ekspor di sektor manufaktur dan teknologi industri.
     

    Kesuksesan pameran ALLPACK INDONESIA 2025 tidak lepas dari dukungan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Indonesian Packaging Federation (IPF), Indonesian Olefin, Aromatic, and Plastic Industry Association (INAPLAS), Indonesian Plastics Recyclers (IPR), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi Indonesia), Pharma Materials Management Club (PMMC), Gabungan Industri Aneka Tenun dan Plastik Indonesia (GIATPI), Asian Packaging Federation (APF), Asosiasi Produsen Kemas Kaleng Indonesia (APKKI), Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia, Gabungan Pengusaha Jamu & Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu).

    Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI), Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Asosiasi Produsen Kimia Dasar Anorganik (APKIDA), Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (AKIDA), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (NAMPA), Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (GAKESLAB), Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Packaging Development Federation (PDF), Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Asosiasi Industri Kimia Khusus Indonesia (AIKKI), The Japan Food Machinery Manufacturers’ Association (FOOMA), Development Bureau, Ministry of Commerce P.R China.

    ALLPACK INDONESIA 2025 mengundang para pelaku industri untuk berpartisipasi dan menjadi bagian dari transformasi menuju masa depan manufaktur yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan di sektor kemasan, plastik, pengolahan, daur ulang, dan farmasi.
    Segera lakukan pendaftaran online melalui tautan resmi https://register.kristaonline.com/visitor/allpackindonesia atau kunjungi langsung pameran ALLPACK INDONESIA 2025 pada pukul 10.00–19.00 WIB di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.

    Jakarta: Krista Exhibitions secara resmi membuka penyelenggaraan pameran internasional terbesar di Asia Tenggara, ALLPACK INDONESIA 2025. Pameran internasional yang kini memasuki memasuki tahun ke-24 ini menampilkan beragam inovasi lintas sektor dalam industri kemasan, plastik, pengolahan, percetakan, daur ulang, dan farmasi
     
    ALLPACK INDONESIA 2025 yang berlangsung pada 21–24 Oktober 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran ini menampilkan lebih dari 1.500 peserta pameran dari 30 negara. Gelaran ini juga menargetkan lebih dari 50.000 pengunjung profesional dari 54 negara. Pameran ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku industri, produsen, distributor, asosiasi, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai belahan dunia menciptakan sinergi nyata dalam memperkuat rantai pasok industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
     
    CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyampaikan bahwa ALLPACK INDONESIA 2025 telah menjadi platform penting bagi industri untuk memperkenalkan inovasi terbaru dan menjalin kemitraan strategis. “Tahun ini, jumlah peserta pameran meningkat hingga 22% dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun 2024, mencerminkan optimisme tinggi para pelaku industri terhadap potensi pasar Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” ujar Daud.

    Lebih lanjut, Daud menegaskan bahwa penyelenggaraan ALLPACK INDONESIA 2025 juga mencerminkan komitmen Krista Exhibitions untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di sektor kemasan, plastik, pengolahan, daur ulang, dan farmasi, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. 
     
    “Kami ingin memastikan bahwa inovasi dan teknologi yang dihadirkan dalam pameran ini tidak hanya memberikan nilai bisnis, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,”ungkap Daud D Salim.
     
    Rangkaian acara ALLPACK INDONESIA 2025 menghadirkan beragam diskusi inspiratif yang memperkaya wawasan para pelaku industri kemasan, plastik, pengolahan, dan farmasi. Seminar “Packaging Trend & Innovation Towards Sustainability: The Future of Responsible Business Practices” oleh Asosiasi Indonesia Packaging Federation, yang menyoroti arah masa depan industri kemasan berkelanjutan dan pentingnya penerapan tanggung jawab lingkungan. 
     
    Diskusi berlanjut dengan paparan dari Asia Pacific Food Industry bersama Mr. Kenneth Tan membahas perkembangan tren dan teknologi automasi (automation) terkini yang mendorong efisiensi dan inovasi di sektor pangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar “Shaping a Sustainable Future for Plastics” oleh INAPLAS, serta Seminar Rieckermann yang menampilkan berbagai solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dalam proses manufaktur. Sejumlah asosiasi seperti IPR, ARPI, GAPMMI, dan perusahaan Uhlmann juga menggelar member gathering yang menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi bisnis di antara para profesional industri.
     
    Beragam seminar tematik kembali digelar dengan topik-topik relevan dan aplikatif. Rieckermann melanjutkan program seminar industrinya, diikuti oleh PDF yang mengangkat tema “Packaging Innovation for Enhanced Efficiency and Cost Reduction.” Sesi “The Evolution of Packaging Design: Turning Ideas Into Reality”. INAPLAS membuka sesi dengan topik “Technical Issues: The Production Process for PE, PP & PVC Products,” yang membahas tantangan teknis dalam proses produksi bahan plastik. 
     
    ALLPACK INDONESIA 2025 juga menghadirkan Program Business Matching yang mempertemukan produsen, distributor, dan pembeli potensial dari berbagai negara. Program ini menjadi agenda unggulan yang difasilitasi oleh Krista Exhibitions untuk mendorong kolaborasi bisnis, memperluas jaringan distribusi, serta membuka peluang investasi dan ekspor di sektor manufaktur dan teknologi industri.
     

     
    Kesuksesan pameran ALLPACK INDONESIA 2025 tidak lepas dari dukungan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Indonesian Packaging Federation (IPF), Indonesian Olefin, Aromatic, and Plastic Industry Association (INAPLAS), Indonesian Plastics Recyclers (IPR), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi Indonesia), Pharma Materials Management Club (PMMC), Gabungan Industri Aneka Tenun dan Plastik Indonesia (GIATPI), Asian Packaging Federation (APF), Asosiasi Produsen Kemas Kaleng Indonesia (APKKI), Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia, Gabungan Pengusaha Jamu & Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu).
     
    Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI), Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Asosiasi Produsen Kimia Dasar Anorganik (APKIDA), Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (AKIDA), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (NAMPA), Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (GAKESLAB), Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Packaging Development Federation (PDF), Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Asosiasi Industri Kimia Khusus Indonesia (AIKKI), The Japan Food Machinery Manufacturers’ Association (FOOMA), Development Bureau, Ministry of Commerce P.R China.
     
    ALLPACK INDONESIA 2025 mengundang para pelaku industri untuk berpartisipasi dan menjadi bagian dari transformasi menuju masa depan manufaktur yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan di sektor kemasan, plastik, pengolahan, daur ulang, dan farmasi.
    Segera lakukan pendaftaran online melalui tautan resmi https://register.kristaonline.com/visitor/allpackindonesia atau kunjungi langsung pameran ALLPACK INDONESIA 2025 pada pukul 10.00–19.00 WIB di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
     

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (RUL)