Author: Medcom.id

  • Arcstrike, Koleksi Terbaru Hadirkan Estetika Quiet Streetwear

    Arcstrike, Koleksi Terbaru Hadirkan Estetika Quiet Streetwear

    Jakarta: Merek streetwear lokal, BLEE, yang berada di bawah naungan PT Sroja Warna Indonesia (SWI), secara resmi meluncurkan koleksi terbarunya bertajuk “Arcstrike” pada ajang Urban Sneakers Society (USS) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 7 November 2025.

    Koleksi Arcstrike menjadi sebuah representasi visual dari energi urban yang tenang, namun memiliki daya dan karakter yang kuat, mencerminkan kehidupan kota yang terus bergerak dalam keheningan. Nama “Arcstrike” sendiri lahir dari dua kata dengan kontradiksi harmonis, di mana Arc melambangkan lintasan halus, dan Strike berarti hentakan atau keberanian, menggambarkan keseimbangan antara ketenangan dan kekuatan.

    “Kami ingin menangkap momen saat jalanan kota bersinar di bawah lampu malam yang tenang, tapi hidup. Arcstrike bukan tentang kebisingan, tapi tentang kekuatan yang muncul dari diam,” ujar Farizky Putra, Brand Manager SWI.

    Secara material, Arcstrike memadukan raw denim, genuine leather, cotton stripe canvas, twill, dan cotton fleece. Pemilihan bahan-bahan tersebut mencerminkan filosofi hidupnya kota, yang keras di luar namun hangat di dalam. Dari sisi desain, koleksi ini menonjolkan siluet yang tegas dan proporsional, didominasi warna gelap, detail pudar (faded look), serta sentuhan reflektif lembut yang sejalan dengan tren global quiet streetwear.

    Jeffry Jouw alias Jejouw, Founder Urban Sneakers Society, menyatakan kekagumannya. “Gue sangat suka dengan desain-desainnya Arcstrike, cuttingnya dan vibes dari artikel-artikelnya, terutama yang jaket kulitnya pas banget buat para dipakai rider untuk turing,”.

    Peluncuran eksklusif di USS 2025 ini menandai pergeseran BLEE menuju arah yang lebih matang, menjadikannya bukan sekadar streetwear biasa, melainkan bentuk ekspresi diri.

    Setelah peluncuran ini, BLEE berencana merilis lini kolaborasi terbatas dengan sejumlah seniman visual muda Indonesia, serta memperluas distribusi produknya ke pasar yang lebih luas. Tujuannya adalah membawa BLEE ke panggung internasional tanpa kehilangan akar lokalnya, menghadirkan energi yang tenang namun berdampak.

    Jakarta: Merek streetwear lokal, BLEE, yang berada di bawah naungan PT Sroja Warna Indonesia (SWI), secara resmi meluncurkan koleksi terbarunya bertajuk “Arcstrike” pada ajang Urban Sneakers Society (USS) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 7 November 2025.
     
    Koleksi Arcstrike menjadi sebuah representasi visual dari energi urban yang tenang, namun memiliki daya dan karakter yang kuat, mencerminkan kehidupan kota yang terus bergerak dalam keheningan. Nama “Arcstrike” sendiri lahir dari dua kata dengan kontradiksi harmonis, di mana Arc melambangkan lintasan halus, dan Strike berarti hentakan atau keberanian, menggambarkan keseimbangan antara ketenangan dan kekuatan.
     
    “Kami ingin menangkap momen saat jalanan kota bersinar di bawah lampu malam yang tenang, tapi hidup. Arcstrike bukan tentang kebisingan, tapi tentang kekuatan yang muncul dari diam,” ujar Farizky Putra, Brand Manager SWI.

    Secara material, Arcstrike memadukan raw denim, genuine leather, cotton stripe canvas, twill, dan cotton fleece. Pemilihan bahan-bahan tersebut mencerminkan filosofi hidupnya kota, yang keras di luar namun hangat di dalam. Dari sisi desain, koleksi ini menonjolkan siluet yang tegas dan proporsional, didominasi warna gelap, detail pudar (faded look), serta sentuhan reflektif lembut yang sejalan dengan tren global quiet streetwear.
     
    Jeffry Jouw alias Jejouw, Founder Urban Sneakers Society, menyatakan kekagumannya. “Gue sangat suka dengan desain-desainnya Arcstrike, cuttingnya dan vibes dari artikel-artikelnya, terutama yang jaket kulitnya pas banget buat para dipakai rider untuk turing,”.
     
    Peluncuran eksklusif di USS 2025 ini menandai pergeseran BLEE menuju arah yang lebih matang, menjadikannya bukan sekadar streetwear biasa, melainkan bentuk ekspresi diri.
     
    Setelah peluncuran ini, BLEE berencana merilis lini kolaborasi terbatas dengan sejumlah seniman visual muda Indonesia, serta memperluas distribusi produknya ke pasar yang lebih luas. Tujuannya adalah membawa BLEE ke panggung internasional tanpa kehilangan akar lokalnya, menghadirkan energi yang tenang namun berdampak.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (MMI)

  • Hidupkan Semangat Musim Panas di Kuta di Summer Sound Bali

    Hidupkan Semangat Musim Panas di Kuta di Summer Sound Bali

    Bali: Havaianas menghadirkan suasana santai khas musim panas melalui festival musik Summer Sound Bali yang digelar di Pantai Kuta. Acara ini diselenggarakan untuk mengajak masyarakat Bali beristirahat sejenak dari rutinitas padat dan menikmati momen relaksasi di tengah suasana pantai yang hangat. Festival ini didasari semangat untuk membawa kegembiraan dan keceriaan yang ditemani oleh musik.

    Summer Sound Bali menampilkan enam penampil dengan warna dan karakter musik yang beragam. Tiga band lokal Bali yang tengah naik daun turut memeriahkan panggung utama. Mereka adalah Nosstress, grup indie acoustic yang dikenal dengan lirik reflektif dan aransemen hangat yang menenangkan.

    Selain itu, tampil juga The Hydrant, band rockabilly sekaligus pelopor genre tersebut di Indonesia, yang membawakan energi retro penuh semangat. Tak kalah menarik, Manja, band alternative pop-rock, tampil memikat dengan karakter musik yang segar dan modern. Suasana semakin hidup hingga malam hari dengan penampilan DJ dari todaysrenaissance, daffabedamned, serta DJ Raissa Febriani, yang menghadirkan irama elektronik penuh energi.

    Inderpreet Singh, Vice President Footwear & Active Kanmo Group, menyampaikan bahwa melalui Summer Sound Bali, pihaknya ingin menghadirkan momen penuh semangat dan keceriaan bagi masyarakat Bali. “Acara ini menjadi wujud komitmen Havaianas dalam mendorong masyarakat untuk mengambil waktu sejenak dan bersantai di tengah kesibukan sehari-hari,” ungkapnya.

    Selain hiburan musik, pengunjung juga disuguhkan berbagai aktivitas khas Havaianas yang menambah keseruan. Area Make Your Own Havaianas (MYOH) menjadi area favorit, di mana pengunjung dapat berkreasi dan merancang sandal Havaianas versi mereka sendiri.

    Pengunjung dapat memilih kombinasi warna strap dan sole, menambahkan pin unik, hingga menggambar langsung pada sandal. Berbagai games seru, aktivitas hair braiding, area bersantai, serta minuman segar dan gelato gratis turut menambah semarak acara.

    Inderpreet menutup, “Summer Sound Bali bukan sekadar festival musik, tapi juga perayaan kebersamaan dan keceriaan yang menjadi inti dari semangat Havaianas,”. Ia juga mengingatkan bahwa waktu untuk bersantai dan menikmati hidup bisa ditemukan kapan saja, selama ada keinginan untuk berhenti sejenak dan menikmati momen.

    Bali: Havaianas menghadirkan suasana santai khas musim panas melalui festival musik Summer Sound Bali yang digelar di Pantai Kuta. Acara ini diselenggarakan untuk mengajak masyarakat Bali beristirahat sejenak dari rutinitas padat dan menikmati momen relaksasi di tengah suasana pantai yang hangat. Festival ini didasari semangat untuk membawa kegembiraan dan keceriaan yang ditemani oleh musik.
     
    Summer Sound Bali menampilkan enam penampil dengan warna dan karakter musik yang beragam. Tiga band lokal Bali yang tengah naik daun turut memeriahkan panggung utama. Mereka adalah Nosstress, grup indie acoustic yang dikenal dengan lirik reflektif dan aransemen hangat yang menenangkan.
     
    Selain itu, tampil juga The Hydrant, band rockabilly sekaligus pelopor genre tersebut di Indonesia, yang membawakan energi retro penuh semangat. Tak kalah menarik, Manja, band alternative pop-rock, tampil memikat dengan karakter musik yang segar dan modern. Suasana semakin hidup hingga malam hari dengan penampilan DJ dari todaysrenaissance, daffabedamned, serta DJ Raissa Febriani, yang menghadirkan irama elektronik penuh energi.

    Inderpreet Singh, Vice President Footwear & Active Kanmo Group, menyampaikan bahwa melalui Summer Sound Bali, pihaknya ingin menghadirkan momen penuh semangat dan keceriaan bagi masyarakat Bali. “Acara ini menjadi wujud komitmen Havaianas dalam mendorong masyarakat untuk mengambil waktu sejenak dan bersantai di tengah kesibukan sehari-hari,” ungkapnya.
     
    Selain hiburan musik, pengunjung juga disuguhkan berbagai aktivitas khas Havaianas yang menambah keseruan. Area Make Your Own Havaianas (MYOH) menjadi area favorit, di mana pengunjung dapat berkreasi dan merancang sandal Havaianas versi mereka sendiri.
     
    Pengunjung dapat memilih kombinasi warna strap dan sole, menambahkan pin unik, hingga menggambar langsung pada sandal. Berbagai games seru, aktivitas hair braiding, area bersantai, serta minuman segar dan gelato gratis turut menambah semarak acara.
     
    Inderpreet menutup, “Summer Sound Bali bukan sekadar festival musik, tapi juga perayaan kebersamaan dan keceriaan yang menjadi inti dari semangat Havaianas,”. Ia juga mengingatkan bahwa waktu untuk bersantai dan menikmati hidup bisa ditemukan kapan saja, selama ada keinginan untuk berhenti sejenak dan menikmati momen.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (MMI)

  • Perkuat Diplomasi ke Tiongkok, NasDem Bahas Kerja Sama Digital hingga Kaderisasi

    Perkuat Diplomasi ke Tiongkok, NasDem Bahas Kerja Sama Digital hingga Kaderisasi

    Jakarta: Partai NasDem melanjutkan langkah diplomasi politik internasionalnya dengan melakukan pertemuan bersama Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta, Senin, 10 November 2025.

    Pertemuan yang berlangsung di Kedubes Tiongkok itu dipimpin oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Sondang Tarida Tampubolon dan diterima oleh Atase Politik Kedutaan Tiongkok, Mr. Zhang Ke.

    Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan keberangkatan delegasi Partai NasDem ke Tiongkok, yang akan melaksanakan serangkaian agenda di Beijing dan Yunnan selama delapan hari, 11 hingga 19 November. 

    Delegasi NasDem terdiri atas Rio Okto Mendrino Waas (Ketua DPP Bidang Digital dan Siber), Damianus Bilo (Staf Ahli Ketua Umum Partai NasDem), Nurdhian (Koordinator Media Center DPP NasDem), dan Laurentia Mellynda (Anggota DPRD NasDem Kota Cirebon, Jawa Barat).

    Dalam pertemuan tersebut, Sondang Tarida Tampubolon menekankan pentingnya kunjungan ini untuk mempererat hubungan politik antara Partai NasDem dan Partai Komunis Tiongkok (CPC), sekaligus memperkuat relasi bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.
     

    “Kami berharap para delegasi dapat menyerap berbagai agenda selama di Tiongkok. Pengalaman dan pembelajaran dari CPC akan menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan politik dan kerja sama strategis antara kedua negara,” ujar Sondang.

    Atase Politik Mr. Zhang Ke menyambut baik rencana keberangkatan tersebut dan memperkenalkan sejumlah agenda utama yang telah disusun oleh pihak Kedubes Tiongkok. Di antaranya, dialog politik antarpartai, kunjungan ke pusat riset ekonomi digital, dan pembelajaran strategi pengentasan kemiskinan berbasis teknologi yang menjadi keunggulan Tiongkok.

    Selain mempererat hubungan baik antara CPC dan Partai NasDem, Zhang Ke juga menyoroti pentingnya memperluas kolaborasi di bidang ekonomi digital dan transformasi teknologi, yang menjadi fokus utama Ketua DPP Bidang Digital dan Siber, Rio Okto Mendrino Waas.

    “China memiliki pengalaman panjang dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembangunan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Kami ingin berbagi pengetahuan itu kepada mitra kami di NasDem,” ungkap Zhang.

    Sebelumnya, pada 21 Oktober 2025, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, telah melakukan kunjungan ke Kantor DPP Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta. Dalam pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, kedua pihak membahas peluang kerja sama baru di bidang politik, pendidikan, dan pemberdayaan generasi muda, termasuk peluang beasiswa bagi kader NasDem untuk melanjutkan studi di Tiongkok.

    Kunjungan delegasi NasDem ke Tiongkok kali ini diharapkan menjadi kelanjutan nyata dari diplomasi politik yang telah terjalin erat selama beberapa tahun terakhir. Melalui agenda di Beijing dan Yunnan, NasDem berkomitmen memperkuat jejaring internasional partai politik, serta kolaborasi di bidang teknologi dan ekonomi hijau.

    “Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi upaya memperluas cakrawala politik dan membangun jembatan strategis antara dua kekuatan Asia,” tutup Sondang.

    Jakarta: Partai NasDem melanjutkan langkah diplomasi politik internasionalnya dengan melakukan pertemuan bersama Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta, Senin, 10 November 2025.
     
    Pertemuan yang berlangsung di Kedubes Tiongkok itu dipimpin oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Sondang Tarida Tampubolon dan diterima oleh Atase Politik Kedutaan Tiongkok, Mr. Zhang Ke.
     
    Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan keberangkatan delegasi Partai NasDem ke Tiongkok, yang akan melaksanakan serangkaian agenda di Beijing dan Yunnan selama delapan hari, 11 hingga 19 November. 

    Delegasi NasDem terdiri atas Rio Okto Mendrino Waas (Ketua DPP Bidang Digital dan Siber), Damianus Bilo (Staf Ahli Ketua Umum Partai NasDem), Nurdhian (Koordinator Media Center DPP NasDem), dan Laurentia Mellynda (Anggota DPRD NasDem Kota Cirebon, Jawa Barat).
     
    Dalam pertemuan tersebut, Sondang Tarida Tampubolon menekankan pentingnya kunjungan ini untuk mempererat hubungan politik antara Partai NasDem dan Partai Komunis Tiongkok (CPC), sekaligus memperkuat relasi bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.
     

     
    “Kami berharap para delegasi dapat menyerap berbagai agenda selama di Tiongkok. Pengalaman dan pembelajaran dari CPC akan menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan politik dan kerja sama strategis antara kedua negara,” ujar Sondang.
     
    Atase Politik Mr. Zhang Ke menyambut baik rencana keberangkatan tersebut dan memperkenalkan sejumlah agenda utama yang telah disusun oleh pihak Kedubes Tiongkok. Di antaranya, dialog politik antarpartai, kunjungan ke pusat riset ekonomi digital, dan pembelajaran strategi pengentasan kemiskinan berbasis teknologi yang menjadi keunggulan Tiongkok.
     
    Selain mempererat hubungan baik antara CPC dan Partai NasDem, Zhang Ke juga menyoroti pentingnya memperluas kolaborasi di bidang ekonomi digital dan transformasi teknologi, yang menjadi fokus utama Ketua DPP Bidang Digital dan Siber, Rio Okto Mendrino Waas.
     
    “China memiliki pengalaman panjang dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembangunan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Kami ingin berbagi pengetahuan itu kepada mitra kami di NasDem,” ungkap Zhang.
     
    Sebelumnya, pada 21 Oktober 2025, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, telah melakukan kunjungan ke Kantor DPP Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta. Dalam pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, kedua pihak membahas peluang kerja sama baru di bidang politik, pendidikan, dan pemberdayaan generasi muda, termasuk peluang beasiswa bagi kader NasDem untuk melanjutkan studi di Tiongkok.
     
    Kunjungan delegasi NasDem ke Tiongkok kali ini diharapkan menjadi kelanjutan nyata dari diplomasi politik yang telah terjalin erat selama beberapa tahun terakhir. Melalui agenda di Beijing dan Yunnan, NasDem berkomitmen memperkuat jejaring internasional partai politik, serta kolaborasi di bidang teknologi dan ekonomi hijau.
     
    “Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi upaya memperluas cakrawala politik dan membangun jembatan strategis antara dua kekuatan Asia,” tutup Sondang.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)

  • Syarat Utama Seseorang Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Soeharto Layak atau Tidak?

    Syarat Utama Seseorang Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Soeharto Layak atau Tidak?

    Jakarta: Nama Presiden ke-2 RI Soeharto disebut kian dekat mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Pengusulan nama Soeharto sebagai Pahlawan Nasional sudah melalui proses cukup panjang.

    Nama Soeharto muncul dalam berkas yang diusulkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Kementerian Sosial. Pada akhir Oktober 2025, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan berkas 40 nama yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional.

    Dukungan Soeharto masuk dalam calon penerima gelar Pahlawan Nasional juga mengalir dari berbagai kalangan termasuk tokoh agama hingga akademisi yang menilai jasa besar Soeharto sudah sepatutnya mendapat penghargaan negara.

    Adapun syarat pemberian gelar pahlawan nasional tertuang dalam Pasal 24 hingga 26 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009. Terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi calon yang akan memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Berikut ini rinciannya:
     
    1. Warga Negara Indonesia yang berkontribusi besar

    Calon Pahlawan Nasional haruslah seorang WNI yang setia pada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Kesetiaan ini dibuktikan melalui perjuangan dan kontribusinya yang berkelanjutan, serta pengakuan di tingkat nasional atas dedikasinya.
     

     

    2. Memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara

    Calon harus memberikan kontribusi besar yang berdampak pada kemerdekaan, pembangunan, atau aspek lain yang menunjang kemajuan Indonesia. Jasa ini harus diakui oleh masyarakat dan memiliki manfaat bagi negara.
     
    3. Berakhlak mulia

    Selain kontribusi dan jasa yang diberikan, karakter mulia dan moral yang tinggi menjadi salah satu syarat utama. Calon harus memiliki integritas yang terpuji dalam kehidupan pribadi dan sosialnya.
     
    4. Tidak pernah melakukan atau terlibat pengkhianatan

    Calon Pahlawan Nasional harus bebas dari riwayat pengkhianatan terhadap bangsa, seperti tindakan yang mendukung penjajahan atau bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
     
    5. Diusulkan secara resmi oleh masyarakat atau pemerintah

    Pengajuan calon dilakukan melalui usulan resmi dari masyarakat atau pemerintah daerah, kemudian dikaji oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
     
    6. Tidak pernah dipidana penjara

    Calon penerima gelar pahlawan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun.
     
    7. Telah gugur atau meninggal dunia

    Pada umumnya, gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada mereka yang telah gugur atau meninggal. Pemberian ini menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka yang terus dikenang meski telah tiada.

    Jakarta: Nama Presiden ke-2 RI Soeharto disebut kian dekat mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Pengusulan nama Soeharto sebagai Pahlawan Nasional sudah melalui proses cukup panjang.
     
    Nama Soeharto muncul dalam berkas yang diusulkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Kementerian Sosial. Pada akhir Oktober 2025, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan berkas 40 nama yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional.
     
    Dukungan Soeharto masuk dalam calon penerima gelar Pahlawan Nasional juga mengalir dari berbagai kalangan termasuk tokoh agama hingga akademisi yang menilai jasa besar Soeharto sudah sepatutnya mendapat penghargaan negara.

    Adapun syarat pemberian gelar pahlawan nasional tertuang dalam Pasal 24 hingga 26 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009. Terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi calon yang akan memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Berikut ini rinciannya:
     

    1. Warga Negara Indonesia yang berkontribusi besar

    Calon Pahlawan Nasional haruslah seorang WNI yang setia pada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Kesetiaan ini dibuktikan melalui perjuangan dan kontribusinya yang berkelanjutan, serta pengakuan di tingkat nasional atas dedikasinya.
     

     

    2. Memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara

    Calon harus memberikan kontribusi besar yang berdampak pada kemerdekaan, pembangunan, atau aspek lain yang menunjang kemajuan Indonesia. Jasa ini harus diakui oleh masyarakat dan memiliki manfaat bagi negara.
     

    3. Berakhlak mulia

    Selain kontribusi dan jasa yang diberikan, karakter mulia dan moral yang tinggi menjadi salah satu syarat utama. Calon harus memiliki integritas yang terpuji dalam kehidupan pribadi dan sosialnya.
     

    4. Tidak pernah melakukan atau terlibat pengkhianatan

    Calon Pahlawan Nasional harus bebas dari riwayat pengkhianatan terhadap bangsa, seperti tindakan yang mendukung penjajahan atau bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
     

    5. Diusulkan secara resmi oleh masyarakat atau pemerintah

    Pengajuan calon dilakukan melalui usulan resmi dari masyarakat atau pemerintah daerah, kemudian dikaji oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
     

    6. Tidak pernah dipidana penjara

    Calon penerima gelar pahlawan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun.
     

    7. Telah gugur atau meninggal dunia

    Pada umumnya, gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada mereka yang telah gugur atau meninggal. Pemberian ini menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka yang terus dikenang meski telah tiada.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)

  • Jadi Pahlawan Nasional, Ini Perjalanan Soeharto 31 Tahun Membentuk Indonesia Modern

    Jadi Pahlawan Nasional, Ini Perjalanan Soeharto 31 Tahun Membentuk Indonesia Modern

    Jakarta: Setelah tiga kali diusulkan, Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto akhirnya resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Senin, 10 November 2025. 

    Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara di Istana Negara. Soeharto menjadi satu dari sepuluh tokoh yang mendapat penghargaan tersebut tahun ini.
     

    Lebih dari dua dekade setelah lengser, nama Soeharto tetap menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam sejarah Indonesia. 

    Ia dikenal sebagai pemimpin terlama dalam sejarah republik, memegang tampuk kekuasaan selama 31 tahun (1967–1998) sebuah periode yang membentuk wajah politik, ekonomi, dan sosial Indonesia hingga kini.
    Lahirnya Orde Baru: Dari Krisis ke Kekuasaan
    Kisah kebangkitan Soeharto bermula dari gejolak 1965, ketika peristiwa G30S mengguncang Indonesia dan menggiring negeri ini ke jurang perpecahan. Saat negara terbelah antara pendukung dan penentang PKI, Mayor Jenderal Soeharto, kala itu Panglima Kostrad, bergerak cepat mengambil alih kendali keamanan.

    Dengan Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar), Soeharto mendapat mandat dari Presiden Soekarno untuk memulihkan stabilitas nasional. Namun surat tersebut menjadi pintu masuk konsolidasi kekuasaan. Dalam waktu singkat, Soeharto membubarkan Partai Komunis Indonesia, menangkap tokoh-tokoh pro-Soekarno, dan membangun struktur politik baru yang disebut Orde Baru.

    Tahun 1967, MPRS secara resmi mencabut kekuasaan Soekarno dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat presiden, yang kemudian disahkan penuh setahun kemudian.
    Fokus utamanya sederhana: menyelamatkan ekonomi nasional yang kala itu terpuruk oleh inflasi hingga 600%. 

    Soeharto menunjuk kelompok ekonom muda lulusan Universitas California, yang kemudian dikenal sebagai Mafia Berkeley, untuk merumuskan kebijakan baru. Investasi asing dibuka, hubungan diplomatik dengan negara-negara Barat dipulihkan, dan kebijakan fiskal mulai diperketat.

    Di saat yang sama, Soeharto membangun kekuatan politik melalui Golongan Karya (Golkar). Dukungan militer, birokrasi, dan aparatur negara memastikan kemenangan Golkar dalam Pemilu 1971, sekaligus mengokohkan posisi Soeharto sebagai figur sentral negara.
    Dekade Kejayaan: Pembangunan dan Pengendalian
    Tahun 1970-an hingga pertengahan 1980-an menjadi masa keemasan Orde Baru. Lonjakan harga minyak dunia membuat kas negara berlimpah. Soeharto meluncurkan Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) untuk mengejar swasembada pangan dan pembangunan infrastruktur besar-besaran.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mencapai rata-rata 7% per tahun, inflasi menurun tajam, dan kemiskinan berhasil ditekan. Tahun 1984, Indonesia bahkan diakui FAO sebagai negara swasembada beras, pencapaian besar yang menegaskan citra Soeharto sebagai “Bapak Pembangunan.”

    Namun, di balik kemajuan ekonomi itu, kekuasaan politik semakin tersentralisasi.  Seluruh organisasi masyarakat diwajibkan mengadopsi asas tunggal Pancasila, media dibatasi, dan kritik terhadap pemerintah seringkali dianggap ancaman negara.

    Demonstrasi mahasiswa seperti Peristiwa Malari 1974 menjadi simbol perlawanan terhadap korupsi dan dominasi modal asing, namun berakhir dengan penangkapan dan pembredelan media.

    Pada periode ini pula keluarga Cendana sebutan untuk lingkaran inti keluarga Soeharto mulai membangun kerajaan bisnis di berbagai sektor strategis: dari kehutanan, tambang, hingga telekomunikasi.
    Menjelang Runtuhnya Rezim: Krisis dan Reformasi
    Memasuki akhir 1980-an, harga minyak anjlok. Soeharto merespons dengan mendorong industrialisasi dan membuka sektor keuangan. Namun liberalisasi ini justru memperlebar jurang ketimpangan dan memperkuat jaringan bisnis kroni.

    Di era 1990-an, Soeharto semakin bergantung pada keluarga dan para konglomerat dekatnya. Anak-anaknya menguasai berbagai sektor ekonomi, sementara partai oposisi dan media tetap dikontrol ketat.
     
    MPR secara rutin memilihnya kembali sebagai presiden tanpa pesaing berarti. Semua berubah ketika krisis moneter Asia 1997 menghantam Indonesia. Nilai tukar rupiah jatuh bebas  dari Rp 2.400 menjadi Rp 17.000 per dolar AS  dan inflasi menembus dua digit. Gelombang PHK massal dan kemiskinan membuat kepercayaan publik runtuh.

    Desakan reformasi datang dari segala arah: mahasiswa, tokoh masyarakat, dan bahkan sebagian elite militer.  Tragedi Trisakti (12 Mei 1998) yang menewaskan empat mahasiswa mempercepat kejatuhan rezim.

    Akhirnya, pada 21 Mei 1998, Soeharto resmi mengundurkan diri setelah tiga dekade berkuasa, mengakhiri satu bab besar dalam sejarah politik Indonesia.

    Soeharto wafat pada 27 Januari 2008, meninggalkan warisan yang terus diperdebatkan hingga kini. Bagi sebagian warga, ia adalah pembangun ekonomi dan pencipta stabilitas. Namun bagi korban represi politik dan pelanggaran HAM, Soeharto adalah simbol otoritarianisme dan korupsi sistemik.

    Warisan Orde Baru masih terasa dalam birokrasi, politik, dan budaya ekonomi Indonesia modern.  Banyak struktur kekuasaan, praktik patronase, dan cara pandang terhadap stabilitas nasional yang terbentuk pada masa pemerintahannya, masih memengaruhi cara negara ini dijalankan.

    Kini, dua puluh tujuh tahun setelah lengser, nama Soeharto kembali muncul di ruang publik bukan hanya sebagai tokoh sejarah, tapi juga sebagai pengingat betapa panjang bayangan Orde Baru membentuk Indonesia hari ini.

    Jakarta: Setelah tiga kali diusulkan, Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto akhirnya resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Senin, 10 November 2025. 
     
    Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara di Istana Negara. Soeharto menjadi satu dari sepuluh tokoh yang mendapat penghargaan tersebut tahun ini.
     

    Lebih dari dua dekade setelah lengser, nama Soeharto tetap menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam sejarah Indonesia. 
     
    Ia dikenal sebagai pemimpin terlama dalam sejarah republik, memegang tampuk kekuasaan selama 31 tahun (1967–1998) sebuah periode yang membentuk wajah politik, ekonomi, dan sosial Indonesia hingga kini.
    Lahirnya Orde Baru: Dari Krisis ke Kekuasaan
    Kisah kebangkitan Soeharto bermula dari gejolak 1965, ketika peristiwa G30S mengguncang Indonesia dan menggiring negeri ini ke jurang perpecahan. Saat negara terbelah antara pendukung dan penentang PKI, Mayor Jenderal Soeharto, kala itu Panglima Kostrad, bergerak cepat mengambil alih kendali keamanan.

    Dengan Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar), Soeharto mendapat mandat dari Presiden Soekarno untuk memulihkan stabilitas nasional. Namun surat tersebut menjadi pintu masuk konsolidasi kekuasaan. Dalam waktu singkat, Soeharto membubarkan Partai Komunis Indonesia, menangkap tokoh-tokoh pro-Soekarno, dan membangun struktur politik baru yang disebut Orde Baru.
     
    Tahun 1967, MPRS secara resmi mencabut kekuasaan Soekarno dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat presiden, yang kemudian disahkan penuh setahun kemudian.
    Fokus utamanya sederhana: menyelamatkan ekonomi nasional yang kala itu terpuruk oleh inflasi hingga 600%. 
     
    Soeharto menunjuk kelompok ekonom muda lulusan Universitas California, yang kemudian dikenal sebagai Mafia Berkeley, untuk merumuskan kebijakan baru. Investasi asing dibuka, hubungan diplomatik dengan negara-negara Barat dipulihkan, dan kebijakan fiskal mulai diperketat.
     
    Di saat yang sama, Soeharto membangun kekuatan politik melalui Golongan Karya (Golkar). Dukungan militer, birokrasi, dan aparatur negara memastikan kemenangan Golkar dalam Pemilu 1971, sekaligus mengokohkan posisi Soeharto sebagai figur sentral negara.

    Dekade Kejayaan: Pembangunan dan Pengendalian
    Tahun 1970-an hingga pertengahan 1980-an menjadi masa keemasan Orde Baru. Lonjakan harga minyak dunia membuat kas negara berlimpah. Soeharto meluncurkan Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) untuk mengejar swasembada pangan dan pembangunan infrastruktur besar-besaran.
     
    Pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mencapai rata-rata 7% per tahun, inflasi menurun tajam, dan kemiskinan berhasil ditekan. Tahun 1984, Indonesia bahkan diakui FAO sebagai negara swasembada beras, pencapaian besar yang menegaskan citra Soeharto sebagai “Bapak Pembangunan.”
     
    Namun, di balik kemajuan ekonomi itu, kekuasaan politik semakin tersentralisasi.  Seluruh organisasi masyarakat diwajibkan mengadopsi asas tunggal Pancasila, media dibatasi, dan kritik terhadap pemerintah seringkali dianggap ancaman negara.
     
    Demonstrasi mahasiswa seperti Peristiwa Malari 1974 menjadi simbol perlawanan terhadap korupsi dan dominasi modal asing, namun berakhir dengan penangkapan dan pembredelan media.
     
    Pada periode ini pula keluarga Cendana sebutan untuk lingkaran inti keluarga Soeharto mulai membangun kerajaan bisnis di berbagai sektor strategis: dari kehutanan, tambang, hingga telekomunikasi.
    Menjelang Runtuhnya Rezim: Krisis dan Reformasi
    Memasuki akhir 1980-an, harga minyak anjlok. Soeharto merespons dengan mendorong industrialisasi dan membuka sektor keuangan. Namun liberalisasi ini justru memperlebar jurang ketimpangan dan memperkuat jaringan bisnis kroni.
     
    Di era 1990-an, Soeharto semakin bergantung pada keluarga dan para konglomerat dekatnya. Anak-anaknya menguasai berbagai sektor ekonomi, sementara partai oposisi dan media tetap dikontrol ketat.
     
    MPR secara rutin memilihnya kembali sebagai presiden tanpa pesaing berarti. Semua berubah ketika krisis moneter Asia 1997 menghantam Indonesia. Nilai tukar rupiah jatuh bebas  dari Rp 2.400 menjadi Rp 17.000 per dolar AS  dan inflasi menembus dua digit. Gelombang PHK massal dan kemiskinan membuat kepercayaan publik runtuh.
     
    Desakan reformasi datang dari segala arah: mahasiswa, tokoh masyarakat, dan bahkan sebagian elite militer.  Tragedi Trisakti (12 Mei 1998) yang menewaskan empat mahasiswa mempercepat kejatuhan rezim.
     
    Akhirnya, pada 21 Mei 1998, Soeharto resmi mengundurkan diri setelah tiga dekade berkuasa, mengakhiri satu bab besar dalam sejarah politik Indonesia.
     
    Soeharto wafat pada 27 Januari 2008, meninggalkan warisan yang terus diperdebatkan hingga kini. Bagi sebagian warga, ia adalah pembangun ekonomi dan pencipta stabilitas. Namun bagi korban represi politik dan pelanggaran HAM, Soeharto adalah simbol otoritarianisme dan korupsi sistemik.
     
    Warisan Orde Baru masih terasa dalam birokrasi, politik, dan budaya ekonomi Indonesia modern.  Banyak struktur kekuasaan, praktik patronase, dan cara pandang terhadap stabilitas nasional yang terbentuk pada masa pemerintahannya, masih memengaruhi cara negara ini dijalankan.
     
    Kini, dua puluh tujuh tahun setelah lengser, nama Soeharto kembali muncul di ruang publik bukan hanya sebagai tokoh sejarah, tapi juga sebagai pengingat betapa panjang bayangan Orde Baru membentuk Indonesia hari ini.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (SAW)

  • Cocok Buat Liburan Nyaman! Ini Daftar Hotel Bintang 5 Surabaya Fasilitas Lengkap

    Cocok Buat Liburan Nyaman! Ini Daftar Hotel Bintang 5 Surabaya Fasilitas Lengkap

    Surabaya, sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, menawarkan berbagai pilihan akomodasi mewah yang cocok untuk liburan maupun perjalanan bisnis. Jika Anda menginginkan pengalaman menginap yang nyaman, mewah, dan lengkap, hotel bintang 5 adalah pilihan terbaik.

    Di Traveloka, Anda bisa pesan hotel Surabaya dengan mudah dan berbagai promo menarik. Berikut ini adalah daftar hotel bintang 5 Surabaya yang menawarkan fasilitas lengkap untuk kenyamanan maksimal selama menginap.
     
    1. Wyndham Surabaya
    Wyndham Surabaya merupakan pilihan tepat untuk Anda yang mencari akomodasi strategis di pusat kota. Hotel ini berada di Jalan Basuki Rahmat, hanya beberapa menit dari pusat perbelanjaan dan tempat ikonik seperti Tunjungan Plaza dan Patung Joko Dolog.

    Fasilitas hotel mencakup kolam renang outdoor, pusat kebugaran, spa dan sauna, serta layanan concierge dan antar jemput bandara. WiFi berkecepatan tinggi juga tersedia di seluruh area hotel. Wyndham Surabaya juga menyediakan ruang pertemuan dan fasilitas bisnis yang ideal untuk tamu korporat.

    Kamar di Wyndham dilengkapi dengan HDTV layar datar, minibar, pembuat kopi atau teh, serta kamar mandi dengan bathtub atau shower. Kenyamanan Anda semakin lengkap dengan tempat tidur king atau twin dan tirai kedap cahaya.

    Dengan harga mulai dari Rp800 ribuan per malam di luar hari libur, Wyndham Surabaya menjadi opsi yang menarik untuk pelancong yang menginginkan kemewahan dengan harga terjangkau.
     
    2. DoubleTree by Hilton Surabaya
    DoubleTree by Hilton Surabaya berada di Jalan Tunjungan dan menawarkan pengalaman menginap modern dengan sentuhan elegan. Lokasinya sangat strategis, hanya beberapa langkah dari Tunjungan Plaza dan dekat dengan Stasiun Gubeng, Monumen Kapal Selam, dan Pasar Genteng.

    Fasilitas hotel yang tersedia meliputi kolam renang outdoor, pusat kebugaran, spa, restoran, bar, dan layanan kamar 24 jam. Selain itu, ada juga area parkir luas, concierge, dan fasilitas rapat.
    Setiap kamar dilengkapi dengan AC, minibar, pembuat kopi/teh, dan kamar mandi pribadi lengkap dengan bathtub dan shower. Perlengkapan mandi gratis dan pengering rambut juga disediakan untuk kenyamanan Anda.

    Dengan tarif mulai dari Rp1,2 jutaan per malam, hotel ini sangat ideal untuk Anda yang ingin menginap dekat pusat kota dengan fasilitas premium.
     
    3. JW Marriott Hotel Surabaya
    Terletak di kawasan bisnis Tegalsari, JW Marriott Hotel Surabaya merupakan pilihan hotel mewah dengan pelayanan kelas atas. Lokasinya juga dekat dengan pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza dan hanya sekitar 30 km dari Bandara Juanda.

    Hotel ini menawarkan berbagai fasilitas seperti restoran dengan ragam kuliner, kolam renang outdoor, spa, ruang pertemuan besar, hingga check-in digital. Tamu juga bisa menikmati layanan concierge dan area parkir yang luas.

    Kamar-kamarnya dirancang dengan kenyamanan maksimal, mulai dari tempat tidur pillow-top, kamar mandi marmer dengan shower hujan, hingga akses ke Executive Lounge untuk tipe kamar tertentu. WiFi dan TV layar datar juga tersedia di setiap kamar.

    Harga menginap mulai dari Rp1,7 juta per malam, menjadikan JW Marriott pilihan favorit bagi tamu yang mengutamakan kenyamanan dan pelayanan eksklusif.
     
    4. Sheraton Surabaya Hotel and Towers
    Sheraton Surabaya Hotel and Towers adalah hotel bintang 5 yang terhubung langsung dengan Tunjungan Plaza. Lokasinya sangat strategis dan cocok bagi Anda yang ingin mengeksplor pusat kota Surabaya dengan mudah.

    Hotel ini dilengkapi berbagai fasilitas premium seperti kolam renang outdoor, spa, sauna, pusat kebugaran, hingga lapangan tenis. Tersedia juga beberapa pilihan restoran, bar, dan layanan kamar 24 jam.

    Kamar-kamar di Sheraton dilengkapi dengan tempat tidur premium, minibar, kamar mandi lengkap, serta akses Wi-Fi gratis. Beberapa kamar juga menawarkan area duduk dan ruang kerja tambahan.

    Dengan harga mulai dari Rp1,7 jutaan per malam, hotel ini cocok untuk Anda yang menginginkan kemewahan di pusat kota. Jika Anda sedang mencari hotel di Bandung, standar kenyamanan seperti ini juga bisa dijadikan perbandingan dalam memilih.
     
    5. The Westin Surabaya
    The Westin Surabaya merupakan pilihan tepat bagi Anda yang ingin menginap di kawasan barat Surabaya. Berlokasi di Pakuwon Mall, hotel ini sangat cocok untuk Anda yang ingin belanja sekaligus menikmati liburan dengan tenang.

    Fasilitas hotel meliputi kolam renang outdoor, spa, pusat kebugaran, ballroom, lounge, dan layanan antar-jemput bandara. Restoran di The Westin juga menyajikan hidangan internasional kelas atas.

    Setiap kamar menawarkan kenyamanan modern seperti tempat tidur besar, area duduk, jendela dengan pemandangan kota, serta kamar mandi dengan bathtub dan shower terpisah. Anda juga akan mendapatkan perlengkapan mandi premium dan layanan kamar 24 jam.

    Harga mulai dari Rp2,2 jutaan per malam sebanding dengan fasilitas dan kenyamanan yang ditawarkan, terutama jika Anda ingin pengalaman menginap yang mewah dan eksklusif.

    Deretan hotel bintang 5 di Surabaya ini menawarkan fasilitas lengkap dan lokasi strategis, ideal untuk liburan maupun perjalanan bisnis Anda. Mulai dari Wyndham yang ramah di kantong hingga The Westin dengan kemewahan kelas dunia, Anda bisa memilih sesuai kebutuhan dan anggaran.

    Jangan lewatkan juga Promo 11.11 Super Sale dari Traveloka yang berlangsung mulai 5 hingga 14 November. Manfaatkan cicilan 0% hingga 12 bulan, tiket pesawat luar negeri hanya Rp300 ribu, serta promo Buy 1 Get 1 untuk Hotel & Xperience. Lebih hemat jika Anda memesan lewat aplikasi Traveloka dan login terlebih dahulu. S&K berlaku.

    Jadikan liburan Anda lebih menyenangkan dengan pilihan hotel terbaik hanya di Traveloka!

    Surabaya, sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, menawarkan berbagai pilihan akomodasi mewah yang cocok untuk liburan maupun perjalanan bisnis. Jika Anda menginginkan pengalaman menginap yang nyaman, mewah, dan lengkap, hotel bintang 5 adalah pilihan terbaik.
     
    Di Traveloka, Anda bisa pesan hotel Surabaya dengan mudah dan berbagai promo menarik. Berikut ini adalah daftar hotel bintang 5 Surabaya yang menawarkan fasilitas lengkap untuk kenyamanan maksimal selama menginap.
     
    1. Wyndham Surabaya
    Wyndham Surabaya merupakan pilihan tepat untuk Anda yang mencari akomodasi strategis di pusat kota. Hotel ini berada di Jalan Basuki Rahmat, hanya beberapa menit dari pusat perbelanjaan dan tempat ikonik seperti Tunjungan Plaza dan Patung Joko Dolog.
     
    Fasilitas hotel mencakup kolam renang outdoor, pusat kebugaran, spa dan sauna, serta layanan concierge dan antar jemput bandara. WiFi berkecepatan tinggi juga tersedia di seluruh area hotel. Wyndham Surabaya juga menyediakan ruang pertemuan dan fasilitas bisnis yang ideal untuk tamu korporat.

    Kamar di Wyndham dilengkapi dengan HDTV layar datar, minibar, pembuat kopi atau teh, serta kamar mandi dengan bathtub atau shower. Kenyamanan Anda semakin lengkap dengan tempat tidur king atau twin dan tirai kedap cahaya.
     
    Dengan harga mulai dari Rp800 ribuan per malam di luar hari libur, Wyndham Surabaya menjadi opsi yang menarik untuk pelancong yang menginginkan kemewahan dengan harga terjangkau.
     

    2. DoubleTree by Hilton Surabaya
    DoubleTree by Hilton Surabaya berada di Jalan Tunjungan dan menawarkan pengalaman menginap modern dengan sentuhan elegan. Lokasinya sangat strategis, hanya beberapa langkah dari Tunjungan Plaza dan dekat dengan Stasiun Gubeng, Monumen Kapal Selam, dan Pasar Genteng.
     
    Fasilitas hotel yang tersedia meliputi kolam renang outdoor, pusat kebugaran, spa, restoran, bar, dan layanan kamar 24 jam. Selain itu, ada juga area parkir luas, concierge, dan fasilitas rapat.
    Setiap kamar dilengkapi dengan AC, minibar, pembuat kopi/teh, dan kamar mandi pribadi lengkap dengan bathtub dan shower. Perlengkapan mandi gratis dan pengering rambut juga disediakan untuk kenyamanan Anda.
     
    Dengan tarif mulai dari Rp1,2 jutaan per malam, hotel ini sangat ideal untuk Anda yang ingin menginap dekat pusat kota dengan fasilitas premium.
     
    3. JW Marriott Hotel Surabaya
    Terletak di kawasan bisnis Tegalsari, JW Marriott Hotel Surabaya merupakan pilihan hotel mewah dengan pelayanan kelas atas. Lokasinya juga dekat dengan pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza dan hanya sekitar 30 km dari Bandara Juanda.
     
    Hotel ini menawarkan berbagai fasilitas seperti restoran dengan ragam kuliner, kolam renang outdoor, spa, ruang pertemuan besar, hingga check-in digital. Tamu juga bisa menikmati layanan concierge dan area parkir yang luas.
     
    Kamar-kamarnya dirancang dengan kenyamanan maksimal, mulai dari tempat tidur pillow-top, kamar mandi marmer dengan shower hujan, hingga akses ke Executive Lounge untuk tipe kamar tertentu. WiFi dan TV layar datar juga tersedia di setiap kamar.
     
    Harga menginap mulai dari Rp1,7 juta per malam, menjadikan JW Marriott pilihan favorit bagi tamu yang mengutamakan kenyamanan dan pelayanan eksklusif.
     
    4. Sheraton Surabaya Hotel and Towers
    Sheraton Surabaya Hotel and Towers adalah hotel bintang 5 yang terhubung langsung dengan Tunjungan Plaza. Lokasinya sangat strategis dan cocok bagi Anda yang ingin mengeksplor pusat kota Surabaya dengan mudah.
     
    Hotel ini dilengkapi berbagai fasilitas premium seperti kolam renang outdoor, spa, sauna, pusat kebugaran, hingga lapangan tenis. Tersedia juga beberapa pilihan restoran, bar, dan layanan kamar 24 jam.
     
    Kamar-kamar di Sheraton dilengkapi dengan tempat tidur premium, minibar, kamar mandi lengkap, serta akses Wi-Fi gratis. Beberapa kamar juga menawarkan area duduk dan ruang kerja tambahan.
     
    Dengan harga mulai dari Rp1,7 jutaan per malam, hotel ini cocok untuk Anda yang menginginkan kemewahan di pusat kota. Jika Anda sedang mencari hotel di Bandung, standar kenyamanan seperti ini juga bisa dijadikan perbandingan dalam memilih.
     
    5. The Westin Surabaya
    The Westin Surabaya merupakan pilihan tepat bagi Anda yang ingin menginap di kawasan barat Surabaya. Berlokasi di Pakuwon Mall, hotel ini sangat cocok untuk Anda yang ingin belanja sekaligus menikmati liburan dengan tenang.
     
    Fasilitas hotel meliputi kolam renang outdoor, spa, pusat kebugaran, ballroom, lounge, dan layanan antar-jemput bandara. Restoran di The Westin juga menyajikan hidangan internasional kelas atas.
     
    Setiap kamar menawarkan kenyamanan modern seperti tempat tidur besar, area duduk, jendela dengan pemandangan kota, serta kamar mandi dengan bathtub dan shower terpisah. Anda juga akan mendapatkan perlengkapan mandi premium dan layanan kamar 24 jam.
     
    Harga mulai dari Rp2,2 jutaan per malam sebanding dengan fasilitas dan kenyamanan yang ditawarkan, terutama jika Anda ingin pengalaman menginap yang mewah dan eksklusif.
     
    Deretan hotel bintang 5 di Surabaya ini menawarkan fasilitas lengkap dan lokasi strategis, ideal untuk liburan maupun perjalanan bisnis Anda. Mulai dari Wyndham yang ramah di kantong hingga The Westin dengan kemewahan kelas dunia, Anda bisa memilih sesuai kebutuhan dan anggaran.
     
    Jangan lewatkan juga Promo 11.11 Super Sale dari Traveloka yang berlangsung mulai 5 hingga 14 November. Manfaatkan cicilan 0% hingga 12 bulan, tiket pesawat luar negeri hanya Rp300 ribu, serta promo Buy 1 Get 1 untuk Hotel & Xperience. Lebih hemat jika Anda memesan lewat aplikasi Traveloka dan login terlebih dahulu. S&K berlaku.
     
    Jadikan liburan Anda lebih menyenangkan dengan pilihan hotel terbaik hanya di Traveloka!
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (MMI)

  • Mengenal 6 Jenis Gelar Pahlawan Nasional di Indonesia

    Mengenal 6 Jenis Gelar Pahlawan Nasional di Indonesia

    Jakarta: Setiap tanggal 10 November, rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Hari Pahlawan menjadi momentum untuk kembali mengenang dan menghargai jasa para pejuang bangsa yang telah berkorban demi kemerdekaan dan kemajuan negara. 

    Momen ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk Indonesia tidak berhenti pada masa perang, tetapi juga terus berlanjut dalam membangun negeri menuju masa depan yang lebih baik.

    Dalam sejarahnya, negara memberikan penghargaan khusus kepada tokoh-tokoh yang berjasa besar melalui berbagai gelar kehormatan, mulai dari Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Pahlawan Revolusi, hingga Pahlawan Kebangkitan Nasional.

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Pahlawan Nasional menjadi bentuk penghormatan tertinggi yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang terbukti memberikan kontribusi luar biasa bagi bangsa. 
     

    Gelar ini bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi juga wujud penghormatan yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dan inspirasi bagi generasi penerus.

    Setidaknya ada beberapa jenis gelar pahlawan nasional yang dianugerahkan oleh pemerintah Indonesia, antara lain:
     
    1. Pahlawan Kemerdekaan Nasional

    Gelar ini diberikan kepada tokoh yang berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan, baik melalui perlawanan fisik, diplomasi, maupun penyebaran gagasan nasionalisme.

    Mereka dikenal sebagai pelopor perlawanan dan simbol kebangkitan nasional, yang menginspirasi rakyat Indonesia untuk bersatu melawan penjajahan. Gelar ini menjadi bentuk penghargaan bagi perjuangan mereka dalam memperjuangkan, mempertahankan, dan mengembangkan nilai-nilai kemerdekaan bangsa.
     
    2. Pahlawan Revolusi

    Pahlawan Revolusi merupakan gelar yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang gugur saat mempertahankan kemerdekaan dari ancaman pemberontakan, seperti peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).

    Sebagian besar penerima gelar ini berasal dari kalangan militer yang rela berkorban demi menjaga ideologi dan kedaulatan Indonesia di tengah ancaman yang mengguncang stabilitas negara.
     
    3. Pahlawan Perintis Kemerdekaan

    Gelar ini dianugerahkan kepada tokoh-tokoh yang berjuang di masa awal kebangkitan nasional. Mereka memelopori perlawanan terhadap penjajahan dan menjadi penggerak dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga sosial budaya.

    Kontribusi mereka menjadi pondasi awal bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia di masa selanjutnya.
     
    4. Pahlawan Proklamator

    Pahlawan Proklamator diberikan kepada tokoh yang memiliki peran langsung dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

    Gelar ini dianugerahkan secara khusus kepada Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Dwitunggal Proklamator. Keduanya membacakan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945, yang menandai lahirnya Republik Indonesia.
     
    5. Pahlawan Kebangkitan Nasional

    Gelar ini diberikan kepada tokoh yang berperan besar dalam membangkitkan kesadaran nasionalisme dan membentuk organisasi pergerakan nasional.

    Tokoh seperti Dr. Soetomo dan Wahidin Soedirohoesodo menjadi ikon kategori ini lewat pendirian Budi Utomo pada tahun 1908, yang dikenal sebagai tonggak awal kebangkitan nasional Indonesia.
     
    6. Pahlawan Ampera

    Pahlawan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) merupakan gelar yang diberikan kepada mereka yang berjuang pada masa transisi pasca peristiwa G30S/PKI, khususnya dalam menjaga persatuan dan stabilitas bangsa.

    Para tokoh ini berperan penting dalam menegakkan kembali semangat kebangsaan di tengah situasi politik yang tidak menentu pada masa Orde Lama menuju masa Orde Baru.

    Jakarta: Setiap tanggal 10 November, rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Hari Pahlawan menjadi momentum untuk kembali mengenang dan menghargai jasa para pejuang bangsa yang telah berkorban demi kemerdekaan dan kemajuan negara. 
     
    Momen ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk Indonesia tidak berhenti pada masa perang, tetapi juga terus berlanjut dalam membangun negeri menuju masa depan yang lebih baik.
     
    Dalam sejarahnya, negara memberikan penghargaan khusus kepada tokoh-tokoh yang berjasa besar melalui berbagai gelar kehormatan, mulai dari Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Pahlawan Revolusi, hingga Pahlawan Kebangkitan Nasional.

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Pahlawan Nasional menjadi bentuk penghormatan tertinggi yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang terbukti memberikan kontribusi luar biasa bagi bangsa. 
     

     
    Gelar ini bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi juga wujud penghormatan yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dan inspirasi bagi generasi penerus.
     
    Setidaknya ada beberapa jenis gelar pahlawan nasional yang dianugerahkan oleh pemerintah Indonesia, antara lain:
     

    1. Pahlawan Kemerdekaan Nasional

    Gelar ini diberikan kepada tokoh yang berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan, baik melalui perlawanan fisik, diplomasi, maupun penyebaran gagasan nasionalisme.
     
    Mereka dikenal sebagai pelopor perlawanan dan simbol kebangkitan nasional, yang menginspirasi rakyat Indonesia untuk bersatu melawan penjajahan. Gelar ini menjadi bentuk penghargaan bagi perjuangan mereka dalam memperjuangkan, mempertahankan, dan mengembangkan nilai-nilai kemerdekaan bangsa.
     

    2. Pahlawan Revolusi

    Pahlawan Revolusi merupakan gelar yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang gugur saat mempertahankan kemerdekaan dari ancaman pemberontakan, seperti peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).
     
    Sebagian besar penerima gelar ini berasal dari kalangan militer yang rela berkorban demi menjaga ideologi dan kedaulatan Indonesia di tengah ancaman yang mengguncang stabilitas negara.
     

    3. Pahlawan Perintis Kemerdekaan

    Gelar ini dianugerahkan kepada tokoh-tokoh yang berjuang di masa awal kebangkitan nasional. Mereka memelopori perlawanan terhadap penjajahan dan menjadi penggerak dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga sosial budaya.
     
    Kontribusi mereka menjadi pondasi awal bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia di masa selanjutnya.
     

    4. Pahlawan Proklamator

    Pahlawan Proklamator diberikan kepada tokoh yang memiliki peran langsung dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
     
    Gelar ini dianugerahkan secara khusus kepada Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Dwitunggal Proklamator. Keduanya membacakan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945, yang menandai lahirnya Republik Indonesia.
     

    5. Pahlawan Kebangkitan Nasional

    Gelar ini diberikan kepada tokoh yang berperan besar dalam membangkitkan kesadaran nasionalisme dan membentuk organisasi pergerakan nasional.
     
    Tokoh seperti Dr. Soetomo dan Wahidin Soedirohoesodo menjadi ikon kategori ini lewat pendirian Budi Utomo pada tahun 1908, yang dikenal sebagai tonggak awal kebangkitan nasional Indonesia.
     

    6. Pahlawan Ampera

    Pahlawan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) merupakan gelar yang diberikan kepada mereka yang berjuang pada masa transisi pasca peristiwa G30S/PKI, khususnya dalam menjaga persatuan dan stabilitas bangsa.
     
    Para tokoh ini berperan penting dalam menegakkan kembali semangat kebangsaan di tengah situasi politik yang tidak menentu pada masa Orde Lama menuju masa Orde Baru.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)

  • ​​Menteri PKP Tinjau Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Binaan Astra di Banyumas

    ​​Menteri PKP Tinjau Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Binaan Astra di Banyumas

    Banyumas: Astra menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ke Desa Tunjung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/11).

    Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung progres pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) oleh Astra serta menghadiri prosesi penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada sejumlah penerima manfaat program.

    Kunjungan diterima langsung oleh Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto yang turut serta mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maruarar Sirait dalam menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada penerima manfaat RLH untuk binaan Astra atas nama Sakam Hendro Raharjo dan Anwar Mualif. Dalam kunjungan tersebut hadir pula Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

    “Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat langsung progres pembangunan yang telah kami mulai sejak peletakan batu pertama pada Agustus lalu. Astra berharap, setiap rumah yang dibangun dapat menjadi tempat yang layak dan nyaman bagi keluarga untuk bertumbuh serta membangun masa depan yang lebih baik. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi mendukung pembangunan Rumah Layak Huni ini agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.
     

    Pelaksanaan groundbreaking pembangunan Rumah Layak Huni oleh Astra dilaksanakan pada 20 Agustus 2025 yang menjadi tanda dimulainya pembangunan 250 unit rumah layak huni gratis di dua wilayah binaan Desa Sejahtera Astra yang juga menjadi lokasi hutan karbon Astra, yaitu 165 unit di Banyumas, Jawa Tengah dan 85 unit di Garut, Jawa Barat. Program ini menjadi langkah nyata komitmen Astra untuk turut serta membangun Indonesia ke berbagai penjuru negeri.

    Selain memberikan dukungan pembangunan fisik, Astra juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam proses pembangunan. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat rasa memiliki dan gotong royong, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan tempat tinggal secara berkelanjutan.

    Astra adalah salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 302 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung lebih dari 190.000 karyawan. Dipimpin oleh Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, Astra memiliki rekam jejak kontribusi publik dan sosial yang baik melalui empat pilar, yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan serta sembilan yayasan yang turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera.

    Semangat Astra dalam mendukung program Rumah Layak Huni ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

    Banyumas: Astra menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ke Desa Tunjung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/11).
     
    Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung progres pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) oleh Astra serta menghadiri prosesi penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada sejumlah penerima manfaat program.
     
    Kunjungan diterima langsung oleh Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto yang turut serta mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maruarar Sirait dalam menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada penerima manfaat RLH untuk binaan Astra atas nama Sakam Hendro Raharjo dan Anwar Mualif. Dalam kunjungan tersebut hadir pula Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

    “Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat langsung progres pembangunan yang telah kami mulai sejak peletakan batu pertama pada Agustus lalu. Astra berharap, setiap rumah yang dibangun dapat menjadi tempat yang layak dan nyaman bagi keluarga untuk bertumbuh serta membangun masa depan yang lebih baik. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi mendukung pembangunan Rumah Layak Huni ini agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.
     

     
    Pelaksanaan groundbreaking pembangunan Rumah Layak Huni oleh Astra dilaksanakan pada 20 Agustus 2025 yang menjadi tanda dimulainya pembangunan 250 unit rumah layak huni gratis di dua wilayah binaan Desa Sejahtera Astra yang juga menjadi lokasi hutan karbon Astra, yaitu 165 unit di Banyumas, Jawa Tengah dan 85 unit di Garut, Jawa Barat. Program ini menjadi langkah nyata komitmen Astra untuk turut serta membangun Indonesia ke berbagai penjuru negeri.
     
    Selain memberikan dukungan pembangunan fisik, Astra juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam proses pembangunan. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat rasa memiliki dan gotong royong, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan tempat tinggal secara berkelanjutan.
     

     
    Astra adalah salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 302 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung lebih dari 190.000 karyawan. Dipimpin oleh Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, Astra memiliki rekam jejak kontribusi publik dan sosial yang baik melalui empat pilar, yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan serta sembilan yayasan yang turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera.
     
    Semangat Astra dalam mendukung program Rumah Layak Huni ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)

  • Partai Demokrat Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur dan Soeharto

    Partai Demokrat Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur dan Soeharto

    Jakarta: Partai Demokrat menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas keputusan pemerintah Republik Indonesia yang berencana menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh pendahulu bangsa, termasuk Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden ke-2 Soeharto.

    Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut keputusan ini sebagai langkah penting untuk menyatukan sejarah dan menghormati semua kontribusi besar dalam perjalanan bangsa.

    “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pendahulunya. Gus Dur dan Pak Harto, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, telah memberikan sumbangsih luar biasa bagi Indonesia semasa hidupnya,” ujar AHY dalam keterangan resminya, Minggu, 9 November 2025.

    Menurut AHY, pengakuan negara terhadap jasa para presiden terdahulu merupakan tanda kedewasaan bangsa dalam melihat sejarah secara utuh dan adil, tanpa terjebak pada perbedaan politik masa lalu.
     

    “Setiap era memiliki tantangan dan konteksnya sendiri. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan mereka, memperkuat persatuan, menegakkan keadilan, dan memastikan rakyat hidup sejahtera,” lanjut AHY.

    AHY mencontohkan, ketika pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjabat sebagai Presiden RI, beliau juga memberikan gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soekarno, pada tahun 2012.

    “Tentu ada pro dan kontra, tetapi Bapak SBY ketika itu melihatnya secara komprehensif melalui mekanisme yang berlaku. Sebagai manusia biasa, Bung Karno pasti ada kekurangan juga, tetapi kontribusinya kepada negara, tidak mungkin dilupakan. Itulah yang membuat Pak SBY yakin untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Karno,” imbuh AHY.

    Partai Demokrat menilai bahwa keputusan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi kebangsaan di tengah dinamika politik yang terus berkembang.

    Semangat rekonsiliasi dan penghargaan terhadap jasa para pemimpin bangsa akan memperkokoh fondasi kebangsaan dan memperkuat optimisme menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.

    Jakarta: Partai Demokrat menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas keputusan pemerintah Republik Indonesia yang berencana menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh pendahulu bangsa, termasuk Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden ke-2 Soeharto.
     
    Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut keputusan ini sebagai langkah penting untuk menyatukan sejarah dan menghormati semua kontribusi besar dalam perjalanan bangsa.
     
    “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pendahulunya. Gus Dur dan Pak Harto, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, telah memberikan sumbangsih luar biasa bagi Indonesia semasa hidupnya,” ujar AHY dalam keterangan resminya, Minggu, 9 November 2025.

    Menurut AHY, pengakuan negara terhadap jasa para presiden terdahulu merupakan tanda kedewasaan bangsa dalam melihat sejarah secara utuh dan adil, tanpa terjebak pada perbedaan politik masa lalu.
     

     
    “Setiap era memiliki tantangan dan konteksnya sendiri. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan mereka, memperkuat persatuan, menegakkan keadilan, dan memastikan rakyat hidup sejahtera,” lanjut AHY.
     
    AHY mencontohkan, ketika pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjabat sebagai Presiden RI, beliau juga memberikan gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soekarno, pada tahun 2012.
     
    “Tentu ada pro dan kontra, tetapi Bapak SBY ketika itu melihatnya secara komprehensif melalui mekanisme yang berlaku. Sebagai manusia biasa, Bung Karno pasti ada kekurangan juga, tetapi kontribusinya kepada negara, tidak mungkin dilupakan. Itulah yang membuat Pak SBY yakin untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Karno,” imbuh AHY.
     
    Partai Demokrat menilai bahwa keputusan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi kebangsaan di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
     
    Semangat rekonsiliasi dan penghargaan terhadap jasa para pemimpin bangsa akan memperkokoh fondasi kebangsaan dan memperkuat optimisme menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)

  • Komdigi Resmikan 92 Kantor Pos LPU, Dorong Pemerataan Ekonomi Nasional

    Komdigi Resmikan 92 Kantor Pos LPU, Dorong Pemerataan Ekonomi Nasional

    Medan: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meresmikan 92 Kantor Cabang Pelayanan (KCP) Layanan Pos Universal (LPU) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
     
    Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di bawah 30 kantor. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan pos dan mendukung program pemerintah dalam pemerataan ekonomi nasional.
     
    Sebagian besar KCP LPU baru berlokasi di kawasan Indonesia Timur, dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak yakni 14 kantor. Disusul Kalimantan Timur dengan 9 kantor, dan beberapa lainnya termasuk Sumatra Utara.

     

     

    Meningkatkan Akses Layanan dan Pemerataan Ekonomi Nasional
    Menkomdigi menyampaikan pembangunan 92 KCP LPU merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat di seluruh negeri memiliki akses terhadap layanan pengiriman surat hingga paket.
     
    “Untuk dapat mengirimkan paket, menerima paket itu adalah hak masyarakat,” ujar Meutya Hafid dalam acara Peresmian 92 Kantor Pos LPU di Medan, Minggu, 9 November.
     
    Peresmian 92 KCP LPU ini juga diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tertinggal. Masyarakat kini dapat lebih mudah mengirimkan hasil produksi, dagangan, maupun uang melalui layanan PT Pos Indonesia.
     
    “Kami harapkan di daerah-daerah yang jauh dan cukup tertinggal ini ekonominya juga bisa tumbuh. Mereka yang ingin mengirimkan dagangannya atau hasil usahanya kini punya akses yang lebih mudah, dibantu oleh PT Pos,” kata Meutya.

     

     

    Mendukung Program Pemerintah
    Selain itu, pembukaan kantor cabang baru ini mendukung pelaksanaan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu.
     
    “Sehingga tidak hnya untuk menjalankan amanah presiden untuk memberikan Bansos atau BLT tapi juga di saat yang sama juga untuk menumbuhkan ekonomi di wilayah tersebut,” lanjut Menteri Komunikasi dan Digital.
     
    Program tersebut menargetkan 35 juta keluarga penerima manfaat, atau sekitar 140 juta warga Indonesia.
     
    Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, mengungkapkan bahwa PT Pos Indonesia telah menyiapkan berbagai dukungan teknis, mulai dari penyediaan sarana untuk menjual produk masyarakat di kantor pos hingga memastikan kelancaran proses pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia.
     
    “Kegiatan ekonomi masyarakat du daerah yang hadir bisa kita jembatani khususnya untuk pengiriman barang-barang dan komunitas yang ada di daerah ini. Nanti dari sisi pengiriman, kami Pos yang melakukan itu,” tutur Haris.

     

    Medan: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meresmikan 92 Kantor Cabang Pelayanan (KCP) Layanan Pos Universal (LPU) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
     
    Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di bawah 30 kantor. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan pos dan mendukung program pemerintah dalam pemerataan ekonomi nasional.
     
    Sebagian besar KCP LPU baru berlokasi di kawasan Indonesia Timur, dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak yakni 14 kantor. Disusul Kalimantan Timur dengan 9 kantor, dan beberapa lainnya termasuk Sumatra Utara.
     
     

     

    Meningkatkan Akses Layanan dan Pemerataan Ekonomi Nasional

    Menkomdigi menyampaikan pembangunan 92 KCP LPU merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat di seluruh negeri memiliki akses terhadap layanan pengiriman surat hingga paket.
     
    “Untuk dapat mengirimkan paket, menerima paket itu adalah hak masyarakat,” ujar Meutya Hafid dalam acara Peresmian 92 Kantor Pos LPU di Medan, Minggu, 9 November.
     
    Peresmian 92 KCP LPU ini juga diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tertinggal. Masyarakat kini dapat lebih mudah mengirimkan hasil produksi, dagangan, maupun uang melalui layanan PT Pos Indonesia.
     
    “Kami harapkan di daerah-daerah yang jauh dan cukup tertinggal ini ekonominya juga bisa tumbuh. Mereka yang ingin mengirimkan dagangannya atau hasil usahanya kini punya akses yang lebih mudah, dibantu oleh PT Pos,” kata Meutya.
     
     

     

    Mendukung Program Pemerintah

    Selain itu, pembukaan kantor cabang baru ini mendukung pelaksanaan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu.
     
    “Sehingga tidak hnya untuk menjalankan amanah presiden untuk memberikan Bansos atau BLT tapi juga di saat yang sama juga untuk menumbuhkan ekonomi di wilayah tersebut,” lanjut Menteri Komunikasi dan Digital.
     
    Program tersebut menargetkan 35 juta keluarga penerima manfaat, atau sekitar 140 juta warga Indonesia.
     
    Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, mengungkapkan bahwa PT Pos Indonesia telah menyiapkan berbagai dukungan teknis, mulai dari penyediaan sarana untuk menjual produk masyarakat di kantor pos hingga memastikan kelancaran proses pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia.
     
    “Kegiatan ekonomi masyarakat du daerah yang hadir bisa kita jembatani khususnya untuk pengiriman barang-barang dan komunitas yang ada di daerah ini. Nanti dari sisi pengiriman, kami Pos yang melakukan itu,” tutur Haris.

     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)