Author: Medcom.id

  • ESG Bukan Sekadar Komitmen, PGN Buktikan Lewat Aksi Nyata

    ESG Bukan Sekadar Komitmen, PGN Buktikan Lewat Aksi Nyata

    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina kembali mendapatkan penghargaan atas komitmennya dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) demi mendorong transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Kali ini PGN memperoleh apresiasi dalam acara Energi dan Mineral Festival 2025 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama B Universe pada kategori Inisiatif Bidang ESG.

    Salah satunya ialah inisiatif PGN di bidang lingkungan hidup melalui program Tani Siaga, yakni kegiatan replanting karet, optimalisasi penggunaan pupuk ramah lingkungan, serta pelaksanaan program mitigasi risiko kebakaran hutan. Program ini telah memberikan dampak signifikan di wilayah Pagardewa, Sumatera Selatan, di mana perkebunan karet yang didampingi PGN mampu menyerap karbon hingga 4,56 ton CO? per hektare per tahun.

    “Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan lingkungan masyarakat sekitar, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap upaya dekarbonisasi nasional,” ucap Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari.
     

    PGN secara konsisten mendukung pengembangan energi berbasis komunitas melalui keterlibatannya dalam program Desa Energi Berdikari (DEB). DEB sendiri merupakan inisiatif Pertamina yang hingga 2025 telah melibatkan lebih dari 200 desa di seluruh Indonesia, guna mendorong kemandirian energi lokal. Pemanfaatan energi terbarukan oleh masyarakat desa melalui DEB mampu menurunkan emisi karbon sebesar 729.493 ton CO? ekuivalen.

    Tidak hanya itu, sebagai komitmen ESG yang menyeluruh, PGN menempatkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sebagai fondasi utama dalam setiap proses bisnis dan pengambilan keputusan strategis. PGN meyakini bahwa penerapan prinsip tata kelola yang kuat dan berintegritas merupakan faktor penting dalam membangun nilai berkelanjutan yang bermanfaat bagi perusahaan, pemegang saham, masyarakat, mitra usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
     

    Lebih lanjut, Rosa menjelaskan bahwa keberhasilan PGN dalam agenda ESG juga tidak terlepas dari peran utama gas bumi sebagai komoditas inti perusahaan.

    “Gas bumi sebagai komoditas utama dalam bisnis PGN memegang peranan penting dalam menurunkan emisi karbon, karena karakteristiknya yang lebih bersih dibanding sumber energi fosil lain seperti batu bara dan minyak bumi. Karena itu, salah satu bentuk nyata kontribusi kami adalah melalui pembangunan jaringan gas (Jargas) yang memperluas akses masyarakat terhadap energi bersih,” tambahnya.

    Penerimaan apresiasi ESG ini mempertegas peran PGN sebagai penggerak utama dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam seluruh lini operasional, PGN berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi menuju masa depan energi yang bersih, inklusif, dan berkelanjutan.

    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina kembali mendapatkan penghargaan atas komitmennya dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) demi mendorong transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Kali ini PGN memperoleh apresiasi dalam acara Energi dan Mineral Festival 2025 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama B Universe pada kategori Inisiatif Bidang ESG.
     
    Salah satunya ialah inisiatif PGN di bidang lingkungan hidup melalui program Tani Siaga, yakni kegiatan replanting karet, optimalisasi penggunaan pupuk ramah lingkungan, serta pelaksanaan program mitigasi risiko kebakaran hutan. Program ini telah memberikan dampak signifikan di wilayah Pagardewa, Sumatera Selatan, di mana perkebunan karet yang didampingi PGN mampu menyerap karbon hingga 4,56 ton CO? per hektare per tahun.
     
    “Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan lingkungan masyarakat sekitar, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap upaya dekarbonisasi nasional,” ucap Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari.
     

    PGN secara konsisten mendukung pengembangan energi berbasis komunitas melalui keterlibatannya dalam program Desa Energi Berdikari (DEB). DEB sendiri merupakan inisiatif Pertamina yang hingga 2025 telah melibatkan lebih dari 200 desa di seluruh Indonesia, guna mendorong kemandirian energi lokal. Pemanfaatan energi terbarukan oleh masyarakat desa melalui DEB mampu menurunkan emisi karbon sebesar 729.493 ton CO? ekuivalen.
     
    Tidak hanya itu, sebagai komitmen ESG yang menyeluruh, PGN menempatkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sebagai fondasi utama dalam setiap proses bisnis dan pengambilan keputusan strategis. PGN meyakini bahwa penerapan prinsip tata kelola yang kuat dan berintegritas merupakan faktor penting dalam membangun nilai berkelanjutan yang bermanfaat bagi perusahaan, pemegang saham, masyarakat, mitra usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
     

     
    Lebih lanjut, Rosa menjelaskan bahwa keberhasilan PGN dalam agenda ESG juga tidak terlepas dari peran utama gas bumi sebagai komoditas inti perusahaan.
     
    “Gas bumi sebagai komoditas utama dalam bisnis PGN memegang peranan penting dalam menurunkan emisi karbon, karena karakteristiknya yang lebih bersih dibanding sumber energi fosil lain seperti batu bara dan minyak bumi. Karena itu, salah satu bentuk nyata kontribusi kami adalah melalui pembangunan jaringan gas (Jargas) yang memperluas akses masyarakat terhadap energi bersih,” tambahnya.
     
    Penerimaan apresiasi ESG ini mempertegas peran PGN sebagai penggerak utama dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam seluruh lini operasional, PGN berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi menuju masa depan energi yang bersih, inklusif, dan berkelanjutan.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (PRI)

  • Jakarta Bidik Posisi Pusat Ekonomi Kreatif Berbasis IP Lewat Festival Kekayaan Intelektual 2025

    Jakarta Bidik Posisi Pusat Ekonomi Kreatif Berbasis IP Lewat Festival Kekayaan Intelektual 2025

    Jakarta: Jakarta memperkuat komitmennya untuk menjadi pusat kreativitas dan inovasi ekonomi berbasis kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) di Asia Tenggara melalui Festival Kekayaan Intelektual (FKI) 2025 yang digelar di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada 1-2 Agustus 2025
     
    Didukung oleh Komite Ekonomi Kreatif Jakarta (KE JKT) dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, FKI 2025 mempertemukan pelaku industri kreatif, regulator, akademisi, investor, komunitas kreator, hingga pembuat kebijakan guna merumuskan arah baru ekosistem IP Jakarta dan memperkuat posisinya di tingkat global menjelang perayaan 500 tahun kota ini pada 2027.
     
    Ketua Umum KE JKT, Robby Wahyudi, menyebut Jakarta memiliki energi kreatif besar yang memerlukan ekosistem sehat untuk menjadi nilai ekonomi berkelanjutan.
     

     
    “Kekayaan intelektual bukan sekadar perlindungan hukum, tapi fondasi pertumbuhan ekonomi kreatif kota. Harapannya, FKI memicu kolaborasi antar-kreator, industri, dan pemerintah agar Jakarta menempati peta IP global,” jelasnya.
     
    Sejalan dengan itu, Andhika Permata selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, menekankan pentingnya mengubah ide kreatif menjadi aset yang terlindungi. Ia juga memperkenalkan Filminginjakarta.co.id sebagai langkah menuju “Kota Sinema” untuk memudahkan perizinan, lokasi, dan produksi film di Jakarta.
     
    Sementara itu, Atika Nur Rahmania, Kepala Bappeda DKI Jakarta, menilai momentum Jakarta 500 tahun sebagai kesempatan emas untuk mengintegrasikan pengelolaan IP dalam perencanaan kota.
     

     
    “IP adalah bagian dari identitas dan daya saing kota modern. FKI menjadi forum penting untuk mensinergikan kebijakan perencanaan kota dengan aspirasi para kreator, sehingga visi Jakarta sebagai kota global yang kreatif dan berkelanjutan dapat terwujud,” ujarnya.
     
    FKI 2025 menghadirkan diskusi panel, paparan kebijakan, dan sesi inspiratif bersama tokoh industri kreatif serta perwakilan pemerintah. Topiknya meliputi inovasi regulasi, strategi perlindungan hak cipta dan merek, hingga peluang komersialisasi karya.
     
    Festival ini diharapkan menjadi tonggak kolaborasi jangka panjang, membangun ekosistem IP Jakarta yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif di panggung dunia.

    Jakarta: Jakarta memperkuat komitmennya untuk menjadi pusat kreativitas dan inovasi ekonomi berbasis kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) di Asia Tenggara melalui Festival Kekayaan Intelektual (FKI) 2025 yang digelar di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada 1-2 Agustus 2025
     
    Didukung oleh Komite Ekonomi Kreatif Jakarta (KE JKT) dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, FKI 2025 mempertemukan pelaku industri kreatif, regulator, akademisi, investor, komunitas kreator, hingga pembuat kebijakan guna merumuskan arah baru ekosistem IP Jakarta dan memperkuat posisinya di tingkat global menjelang perayaan 500 tahun kota ini pada 2027.
     
    Ketua Umum KE JKT, Robby Wahyudi, menyebut Jakarta memiliki energi kreatif besar yang memerlukan ekosistem sehat untuk menjadi nilai ekonomi berkelanjutan.
     

     
    “Kekayaan intelektual bukan sekadar perlindungan hukum, tapi fondasi pertumbuhan ekonomi kreatif kota. Harapannya, FKI memicu kolaborasi antar-kreator, industri, dan pemerintah agar Jakarta menempati peta IP global,” jelasnya.
     
    Sejalan dengan itu, Andhika Permata selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, menekankan pentingnya mengubah ide kreatif menjadi aset yang terlindungi. Ia juga memperkenalkan Filminginjakarta.co.id sebagai langkah menuju “Kota Sinema” untuk memudahkan perizinan, lokasi, dan produksi film di Jakarta.
     
    Sementara itu, Atika Nur Rahmania, Kepala Bappeda DKI Jakarta, menilai momentum Jakarta 500 tahun sebagai kesempatan emas untuk mengintegrasikan pengelolaan IP dalam perencanaan kota.
     

     
    “IP adalah bagian dari identitas dan daya saing kota modern. FKI menjadi forum penting untuk mensinergikan kebijakan perencanaan kota dengan aspirasi para kreator, sehingga visi Jakarta sebagai kota global yang kreatif dan berkelanjutan dapat terwujud,” ujarnya.
     
    FKI 2025 menghadirkan diskusi panel, paparan kebijakan, dan sesi inspiratif bersama tokoh industri kreatif serta perwakilan pemerintah. Topiknya meliputi inovasi regulasi, strategi perlindungan hak cipta dan merek, hingga peluang komersialisasi karya.
     
    Festival ini diharapkan menjadi tonggak kolaborasi jangka panjang, membangun ekosistem IP Jakarta yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif di panggung dunia.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (PRI)

  • NFA Percepat Penyaluran Beras SPHP

    NFA Percepat Penyaluran Beras SPHP

    Jakarta: Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) mengoptimalkan penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui berbagai jalur distribusi. Hal itu untuk memperkuat upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, khususnya komoditas beras.

    Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA, I Gusti Ketut Astawa, seusai menghadiri  konferensi pers terkait temuan beras tidak sesuai mutu, bersama sejumlah instansi terkait di Gedung Mabes Polri, Jakarta.

    “Kami sudah menugaskan Bulog untuk mempercepat penyaluran beras SPHP ke berbagai jalur Mitra Perum Bulog. Pemerintah Daerah, unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian, kita dorong untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta menjamin akses masyarakat terhadap pangan pokok strategis,” kata Ketut.

    Menurut Ketut, NFA terus memantau kondisi lapangan secara intensif dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dengan harga yang wajar. 

    Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir, pemerintah telah mengantisipasi dan memastikan kecukupan pangan bagi masyarakat di tengah kondisi ini. 

    “Kami sudah memastikan kepada Aprindo, ritel modern, pasar tradisional, serta Satgas Pangan Daerah maupun Pusat, minta agar mereka tetap mengisi, dengan catatan perbaikan produksi dilakukan,” kata Helfi.

    Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan pasokan beras di pasaran. Arief menegaskan, stok beras di Bulog aman dan cukup, distribusi beras SPHP menjadi instrumen stabilisasi yang terus dipercepat.

    Arief juga mengimbau pelaku usaha mematuhi standar mutu dan melakukan perbaikan terhadap praktik produksi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

    “Kami imbau kepada para pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian harga dengan kualitas aktual produknya, serta memperbaiki proses produksinya. Tidak ada larangan untuk menjual beras tersebut, asalkan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Arief dalam kunjungan kerja di Kota Kupang, NTT.

    Jakarta: Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) mengoptimalkan penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui berbagai jalur distribusi. Hal itu untuk memperkuat upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, khususnya komoditas beras.
     
    Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA, I Gusti Ketut Astawa, seusai menghadiri  konferensi pers terkait temuan beras tidak sesuai mutu, bersama sejumlah instansi terkait di Gedung Mabes Polri, Jakarta.
     
    “Kami sudah menugaskan Bulog untuk mempercepat penyaluran beras SPHP ke berbagai jalur Mitra Perum Bulog. Pemerintah Daerah, unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian, kita dorong untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta menjamin akses masyarakat terhadap pangan pokok strategis,” kata Ketut.

    Menurut Ketut, NFA terus memantau kondisi lapangan secara intensif dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dengan harga yang wajar. 
     
    Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir, pemerintah telah mengantisipasi dan memastikan kecukupan pangan bagi masyarakat di tengah kondisi ini. 
     
    “Kami sudah memastikan kepada Aprindo, ritel modern, pasar tradisional, serta Satgas Pangan Daerah maupun Pusat, minta agar mereka tetap mengisi, dengan catatan perbaikan produksi dilakukan,” kata Helfi.
     
    Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan pasokan beras di pasaran. Arief menegaskan, stok beras di Bulog aman dan cukup, distribusi beras SPHP menjadi instrumen stabilisasi yang terus dipercepat.
     
    Arief juga mengimbau pelaku usaha mematuhi standar mutu dan melakukan perbaikan terhadap praktik produksi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
     
    “Kami imbau kepada para pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian harga dengan kualitas aktual produknya, serta memperbaiki proses produksinya. Tidak ada larangan untuk menjual beras tersebut, asalkan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Arief dalam kunjungan kerja di Kota Kupang, NTT.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (FZN)

  • Siap-siap War! Ini Link Pendaftaran Peserta Upacara 17 Agustus 2025 di Istana

    Siap-siap War! Ini Link Pendaftaran Peserta Upacara 17 Agustus 2025 di Istana

    Jakarta: Buat kamu yang ingin ikutan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2025 siap-siap untuk war. Nantinya bakal ada sekitar 8 ribu undangan yang 80 persennya diperuntukkan untuk masyarakat umum.

    “Undangan yang akan kami sebar sebagian besar kami alokasian menurut arahan Presiden (Prabowo Subianto) untuk masyarakat umum. Dari 8 ribu undangan atau 8 ribu peserta upacara, 80 persennya adalah masyarakat umum,” kata Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jumat, 1 Agustus 2025.
     
    Tahun ini memang pemerintah akan menambah alokasi undangan untuk masyarakat umum dan mengurangi jumlah pejabat yang diundang. Juri menyebut hal ini menunjukkan bahwa acara ini benar-benar bersifat inklusif.

    Nah, buat Sobat Medcom yang ingin merasakan pengalaman mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka bisa melakukan pendaftaran secara daring. Pendaftaran dibuka mulai 4 Agutus 2025 melalui website pandang.istanapresiden.go.id.

    “Jadi kepada masyarakat umum, kami ingin mengimbau jika berminat menjadi peserta Upacara Detik-Detik Proklamasi Ke-80, nanti siap-siap untuk war undangan HUT ke-80 RI mulai tanggal 4 Agustus 2025,” katanya. 

    Jadi pastikan kamu mencatat link pendaftaran serta jadwalnya agar tidak ketinggalan untuk war undangan upacara di Istana Negara pada 17 Agustus 2025 nanti.
     

    Upacara peringatan detik-detik Proklamasi akan diramaikan dengan kirab bendera dan teks proklamasi dari Monas ke Istana Merdeka menggunakan kereta kencana yang dikawal oleh pasukan berkuda mulai pukul 08.00 WIB.
    Syarat mengikuti Upacara 17 Agustus di Istana

    Berikut syarat Upacara 17 Agustus di Istana Negara pada 2024 lalu yang bisa jadi acuan buat kamu yang ingin ikutan di tahun ini:

    Mengisi formulir di laman pandang.istanapresiden.go.id
    Mengunggah foto diri
    Undangan hanya berlaku untuk satu orang
    Berusia minimal 18 tahun dan tidak diperkenankan membawa anak balita
    Membawa undangan resmi saat upacara (undangan resmi diambil langsung di Gedung Krida Bhakti sesuai dengan jadwal pengambilan yang diinformasikan melalui e-mail dan WhatsApp, serta tidak dapat diwakilkan)
    Telah melakukan vaksin Covid-19 ke-3 atau booster
    Disarankan memakai pakaian nasional atau baju adat
    Membawa identitas diri (KTP/Paspor/SIM/Lainnya) saat mengambil undangan dan hadir saat upacara
    Menempati tempat duduk sesuai dengan blok yang tertera pada undangan
    Tidak membawa makanan dan minuman dari luar
    Menjaga suasana kondusif saat upacara HUT RI berlangsung.

    Jakarta: Buat kamu yang ingin ikutan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2025 siap-siap untuk war. Nantinya bakal ada sekitar 8 ribu undangan yang 80 persennya diperuntukkan untuk masyarakat umum.
     
    “Undangan yang akan kami sebar sebagian besar kami alokasian menurut arahan Presiden (Prabowo Subianto) untuk masyarakat umum. Dari 8 ribu undangan atau 8 ribu peserta upacara, 80 persennya adalah masyarakat umum,” kata Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jumat, 1 Agustus 2025.
     
    Tahun ini memang pemerintah akan menambah alokasi undangan untuk masyarakat umum dan mengurangi jumlah pejabat yang diundang. Juri menyebut hal ini menunjukkan bahwa acara ini benar-benar bersifat inklusif.
     
    Nah, buat Sobat Medcom yang ingin merasakan pengalaman mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka bisa melakukan pendaftaran secara daring. Pendaftaran dibuka mulai 4 Agutus 2025 melalui website pandang.istanapresiden.go.id.

    “Jadi kepada masyarakat umum, kami ingin mengimbau jika berminat menjadi peserta Upacara Detik-Detik Proklamasi Ke-80, nanti siap-siap untuk war undangan HUT ke-80 RI mulai tanggal 4 Agustus 2025,” katanya. 
     
    Jadi pastikan kamu mencatat link pendaftaran serta jadwalnya agar tidak ketinggalan untuk war undangan upacara di Istana Negara pada 17 Agustus 2025 nanti.
     

     
    Upacara peringatan detik-detik Proklamasi akan diramaikan dengan kirab bendera dan teks proklamasi dari Monas ke Istana Merdeka menggunakan kereta kencana yang dikawal oleh pasukan berkuda mulai pukul 08.00 WIB.
    Syarat mengikuti Upacara 17 Agustus di Istana

    Berikut syarat Upacara 17 Agustus di Istana Negara pada 2024 lalu yang bisa jadi acuan buat kamu yang ingin ikutan di tahun ini:

    Mengisi formulir di laman pandang.istanapresiden.go.id
    Mengunggah foto diri
    Undangan hanya berlaku untuk satu orang
    Berusia minimal 18 tahun dan tidak diperkenankan membawa anak balita
    Membawa undangan resmi saat upacara (undangan resmi diambil langsung di Gedung Krida Bhakti sesuai dengan jadwal pengambilan yang diinformasikan melalui e-mail dan WhatsApp, serta tidak dapat diwakilkan)
    Telah melakukan vaksin Covid-19 ke-3 atau booster
    Disarankan memakai pakaian nasional atau baju adat
    Membawa identitas diri (KTP/Paspor/SIM/Lainnya) saat mengambil undangan dan hadir saat upacara
    Menempati tempat duduk sesuai dengan blok yang tertera pada undangan
    Tidak membawa makanan dan minuman dari luar
    Menjaga suasana kondusif saat upacara HUT RI berlangsung.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (RUL)

  • Tekan Lonjakan Kecelakaan Roda Dua, Pijar Foundation dan Kemenhub Dorong Regulasi Keselamatan Adaptif

    Tekan Lonjakan Kecelakaan Roda Dua, Pijar Foundation dan Kemenhub Dorong Regulasi Keselamatan Adaptif

    Jakarta: Pijar Foundation bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan program Road Safety Fellowship 2025 bertema “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Sistem Keselamatan Roda Dua yang Inovatif dan Adaptif”.

    Inisiatif ini berfungsi sebagai platform strategis yang mempertemukan lebih dari 30 aparatur sipil negara dari 12 Kementerian dan Lembaga untuk merumuskan solusi nyata terhadap tingginya jumlah kecelakaan sepeda motor terutama pada kelompok usia produktif demi tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

    “Bonus demografi akan jadi sia-sia jika generasi produktif meninggal di jalan. Kecelakaan roda dua tak boleh lagi dianggap hal biasa. Tanpa regulasi yang tegas dan sistem keselamatan yang memadai, ini akan menjadi ancaman mematikan bagi masa depan bangsa,” ujar Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Muhammad Taufiq, DEA

    Data dari Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri mencatat lonjakan kecelakaan kendaraan roda dua meningkat lebih dari 50 persen dalam lima tahun terakhir. Sepanjang 2024, tercatat lebih dari 150.000 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua, sebanyak 26.893 korban jiwa mayoritas berasal dari kelompok usia produktif 15 – 24 tahun.

    “Data menunjukkan ada tiga korban jiwa setiap jam akibat kecelakaan jalan. Ini bukan sekadar angka, ini adalah peringatan bahwa tanpa intervensi kebijakan yang kuat, Indonesia bisa kehilangan aset terpentingnya untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Cazadira F. Tamzil, Executive Director Pijar Foundation.
    Teknologi dan Regulasi sebagai Kunci Menurunkan Fatalitas
    Salah satu poin utama dalam diskusi ini adalah pentingnya penguatan regulasi untuk teknologi keselamatan aktif seperti Anti-Lock Braking System (ABS). Teknologi ini dinilai dapat menurunkan resiko kecelakaan fatal dengan mencegah penguncian roda saat pengereman mendadak dan  memberikan waktu bagi pengendara untuk beraksi, sehingga risiko kecelakaan fatal dapat ditekan.

    “Data menunjukkan bahwa pengendara rata-rata hanya memiliki 0,75 detik untuk bereaksi sebelum kecelakaan. Ironisnya, hampir 50% pengendara tidak merespons sama sekali. Hal ini dapat diminimalkan jika kendaraan dilengkapi dengan teknologi keselamatan yang tepat seperti ABS” ungkap Pakar Transportasi ITB/Perwakilan Tim Pakar Economic Impact of Road Safety Research ITB, Ir. R. Sony Sulaksono Wibowo, M.T, Ph.D.

    Tak hanya berdampak pada keselamatan jiwa, kecelakaan roda dua juga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Hasil riset dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia menunjukkan bahwa kerugian ekonomi akibat kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua diperkirakan mencapai 2,9–3,1% dari total Produk Domestik Bruto (PDB).
    Belajar dari Negara Tetangga

    Negara-negara di Asean seperti Malaysia telah lebih dahulu mengadopsi teknologi keselamatan aktif untuk kendaraan roda dua. Setelah melalui kajian selama dua tahun, pemerintah Malaysia mengharuskan pemasangan sistem pengereman ABS pada sepeda motor baru yang terbukti menurunkan angka kecelakaan dan kematian hingga 30 persen. 

    “Inovasi teknologi kendaraan saat ini semakin pesat membawa banyak manfaat bagi kita semua. Antara lain dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, pengurangan emisi gas buang, dan juga sistem pengereman yang berdampak pada peningkatan keselamatan jalan,” jelas Aan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, melalui pidatonya yang disampaikan oleh Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Jalan. 

    Dalam menghadapi tantangan keselamatan jalan yang semakin kompleks, kolaborasi lintas sektor serta adopsi teknologi keselamatan menjadi penting. Regulasi perlu dikembangkan secara responsif terhadap inovasi. Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendorong kebijakan keselamatan berkendara yang lebih progresif dan adaptif.
     

     

    Menuju Regulasi yang Inklusif dan Adaptif

    Sebagai output utama, Road Safety Fellowship 2025 menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan strategis antara lain:

    Peninjauan dan penguatan regulasi melalui peninjauan UU LLAJ 2009, Permenhub 12/2019, dan PP 55/2012
    Pembentukan Task Force atau Pokja lintas K/L
    Studi kelayakan dan uji coba teknologi di proving ground untuk pengujian implementasi teknologi pengereman seperti ABS, disertai pilot project dan roadmap 5–10 tahun
    Integrasi kurikulum keselamatan di sekolah menengah
    Kewajiban produsen kendaraan menyediakan edukasi keselamatan berbasis teknologi kepada konsumen. 

     
    Kombes Pol Arief Bahtiar dari Korlantas Polri menegaskan pentingnya untuk melindungi kelompok usia produktif dari risiko kecelakaan.

    “Jika kita gagal melindungi kelompok usia produktif dari risiko kecelakaan, Indonesia akan kehilangan daya saingnya. Kecelakaan lalu lintas bukan sekedar membawa kerugian ekonomi, tetapi luka batin bagi bangsa.” 

    Dengan target global dari WHO untuk menurunkan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas hingga 50%, Indonesia tidak bisa lagi menunda. Langkah konkret dari lintas kementerian atau lembaga kini menjadi landasan penting untuk menciptakan sistem keselamatan jalan yang modern, adaptif, dan berpihak pada perlindungan nyawa.

    Jakarta: Pijar Foundation bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan program Road Safety Fellowship 2025 bertema “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Sistem Keselamatan Roda Dua yang Inovatif dan Adaptif”.
     
    Inisiatif ini berfungsi sebagai platform strategis yang mempertemukan lebih dari 30 aparatur sipil negara dari 12 Kementerian dan Lembaga untuk merumuskan solusi nyata terhadap tingginya jumlah kecelakaan sepeda motor terutama pada kelompok usia produktif demi tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
     
    “Bonus demografi akan jadi sia-sia jika generasi produktif meninggal di jalan. Kecelakaan roda dua tak boleh lagi dianggap hal biasa. Tanpa regulasi yang tegas dan sistem keselamatan yang memadai, ini akan menjadi ancaman mematikan bagi masa depan bangsa,” ujar Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Muhammad Taufiq, DEA

    Data dari Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri mencatat lonjakan kecelakaan kendaraan roda dua meningkat lebih dari 50 persen dalam lima tahun terakhir. Sepanjang 2024, tercatat lebih dari 150.000 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua, sebanyak 26.893 korban jiwa mayoritas berasal dari kelompok usia produktif 15 – 24 tahun.
     
    “Data menunjukkan ada tiga korban jiwa setiap jam akibat kecelakaan jalan. Ini bukan sekadar angka, ini adalah peringatan bahwa tanpa intervensi kebijakan yang kuat, Indonesia bisa kehilangan aset terpentingnya untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Cazadira F. Tamzil, Executive Director Pijar Foundation.

    Teknologi dan Regulasi sebagai Kunci Menurunkan Fatalitas
    Salah satu poin utama dalam diskusi ini adalah pentingnya penguatan regulasi untuk teknologi keselamatan aktif seperti Anti-Lock Braking System (ABS). Teknologi ini dinilai dapat menurunkan resiko kecelakaan fatal dengan mencegah penguncian roda saat pengereman mendadak dan  memberikan waktu bagi pengendara untuk beraksi, sehingga risiko kecelakaan fatal dapat ditekan.
     
    “Data menunjukkan bahwa pengendara rata-rata hanya memiliki 0,75 detik untuk bereaksi sebelum kecelakaan. Ironisnya, hampir 50% pengendara tidak merespons sama sekali. Hal ini dapat diminimalkan jika kendaraan dilengkapi dengan teknologi keselamatan yang tepat seperti ABS” ungkap Pakar Transportasi ITB/Perwakilan Tim Pakar Economic Impact of Road Safety Research ITB, Ir. R. Sony Sulaksono Wibowo, M.T, Ph.D.
     
    Tak hanya berdampak pada keselamatan jiwa, kecelakaan roda dua juga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Hasil riset dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia menunjukkan bahwa kerugian ekonomi akibat kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua diperkirakan mencapai 2,9–3,1% dari total Produk Domestik Bruto (PDB).
    Belajar dari Negara Tetangga

    Negara-negara di Asean seperti Malaysia telah lebih dahulu mengadopsi teknologi keselamatan aktif untuk kendaraan roda dua. Setelah melalui kajian selama dua tahun, pemerintah Malaysia mengharuskan pemasangan sistem pengereman ABS pada sepeda motor baru yang terbukti menurunkan angka kecelakaan dan kematian hingga 30 persen. 
     
    “Inovasi teknologi kendaraan saat ini semakin pesat membawa banyak manfaat bagi kita semua. Antara lain dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, pengurangan emisi gas buang, dan juga sistem pengereman yang berdampak pada peningkatan keselamatan jalan,” jelas Aan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, melalui pidatonya yang disampaikan oleh Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Jalan. 
     
    Dalam menghadapi tantangan keselamatan jalan yang semakin kompleks, kolaborasi lintas sektor serta adopsi teknologi keselamatan menjadi penting. Regulasi perlu dikembangkan secara responsif terhadap inovasi. Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendorong kebijakan keselamatan berkendara yang lebih progresif dan adaptif.
     

     

    Menuju Regulasi yang Inklusif dan Adaptif

    Sebagai output utama, Road Safety Fellowship 2025 menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan strategis antara lain:

    Peninjauan dan penguatan regulasi melalui peninjauan UU LLAJ 2009, Permenhub 12/2019, dan PP 55/2012
    Pembentukan Task Force atau Pokja lintas K/L
    Studi kelayakan dan uji coba teknologi di proving ground untuk pengujian implementasi teknologi pengereman seperti ABS, disertai pilot project dan roadmap 5–10 tahun
    Integrasi kurikulum keselamatan di sekolah menengah
    Kewajiban produsen kendaraan menyediakan edukasi keselamatan berbasis teknologi kepada konsumen. 

     
    Kombes Pol Arief Bahtiar dari Korlantas Polri menegaskan pentingnya untuk melindungi kelompok usia produktif dari risiko kecelakaan.
     
    “Jika kita gagal melindungi kelompok usia produktif dari risiko kecelakaan, Indonesia akan kehilangan daya saingnya. Kecelakaan lalu lintas bukan sekedar membawa kerugian ekonomi, tetapi luka batin bagi bangsa.” 
     
    Dengan target global dari WHO untuk menurunkan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas hingga 50%, Indonesia tidak bisa lagi menunda. Langkah konkret dari lintas kementerian atau lembaga kini menjadi landasan penting untuk menciptakan sistem keselamatan jalan yang modern, adaptif, dan berpihak pada perlindungan nyawa.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (RUL)

  • 13 Lomba 17 Agustus untuk Anak yang Seru, Lucu, dan Bikin Ketawa Bareng!

    13 Lomba 17 Agustus untuk Anak yang Seru, Lucu, dan Bikin Ketawa Bareng!

    Jakarta: Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia tiap 17 Agustus rasanya belum lengkap tanpa lomba seru yang bikin suasana makin hidup. 

    Nah, biar anak-anak makin semangat ikut perayaan, berikut ini ide lomba 17-an paling seru, murah meriah, dan pastinya bikin happy!

    1. Fashion show pakaian adat
    Lomba ini nggak cuma seru tapi juga edukatif! Anak-anak bisa tampil anggun dan gagah dalam balutan pakaian adat dari berbagai daerah Indonesia. 

    Tema bisa disesuaikan, mulai dari nuansa merah putih, kebaya, pakaian daerah, hingga kostum vintage 1945. Bisa dinilai juri atau pakai sistem voting.
    2. Lompat tali
    Permainan klasik yang nggak pernah gagal bikin seru. Cocok untuk anak-anak usia sekolah dasar. Cukup sediakan tali, area aman, dan semangat tinggi. Bisa lomba individu atau tim, tergantung usia peserta.
     

    3. Tiup balon sampai pecah
    Tantangan tiup balon ini mudah, murah, dan super seru! Siapa paling cepat bikin balonnya meledak, dialah pemenangnya. Anak-anak pasti senang karena bisa sambil tertawa bareng teman-teman.

    4. Memasukkan pensil ke botol
    Mirip dengan lomba memasukkan paku, tapi kali ini pakai pensil! Tantangannya terletak pada keseimbangan dan konsentrasi anak. Seru banget buat lomba individu dengan hadiah kecil yang menarik.

    5. Memindahkan karet dengan sedotan
    Lomba ini butuh kecepatan, ketelitian, dan napas panjang. Anak-anak harus memindahkan karet gelang dari satu sedotan ke sedotan lain, bisa secara individu atau estafet. Yang paling cepat, menang!

    6. Estafet air dengan spons
    Siap-siap basah! Anak-anak berlomba memindahkan air pakai spons dan mengisi ember di ujung lintasan. Tim dengan air terbanyak di ember dinyatakan sebagai juara. Dijamin seru dan heboh!

    7. Memindahkan bendera
    Dalam lomba ini, peserta harus memindahkan bendera kecil dari titik A ke titik B secepat mungkin. Bisa sambil lari, jalan, atau merangkak—tergantung tantangan yang dibuat. Si paling cepat, jadi juara!
     

    9. Balap karung mini
    Balap karung versi mini ini dirancang khusus untuk anak-anak atau balita. Ukuran karung disesuaikan agar anak mudah melompat dan tetap aman. Peserta akan melompat di dalam karung dari garis start menuju garis finish.

    10. Makan kerupuk
    Lomba klasik yang selalu dinanti! Kerupuk digantung menggunakan tali, dan peserta harus memakan kerupuk tanpa menggunakan tangan. Pemenangnya adalah yang paling cepat menghabiskan kerupuk.

    11. Tarik tambang anak
    Versi mini dari tarik tambang dewasa. Dua tim anak-anak akan berusaha menarik tambang ke sisi masing-masing. Kemenangan ditentukan dari tim yang berhasil menarik lawan melewati garis tengah.

    12. Estafet bendera merah putih
    Lomba estafet unik yang penuh makna kebangsaan. Peserta dalam satu tim harus membawa bendera merah putih secara bergantian dari titik start ke finish menggunakan alat bantu (misalnya sumpit, sendok, atau tangan di atas kepala) tanpa menjatuhkan bendera.

    13. Rebutan kursi
    Lomba rebutan kursi dengan iringan musik ini wajib masuk daftar! Saat musik berhenti, semua berebut duduk. Siapa yang kalah, keluar. Sampai tersisa satu pemenang.

    Lomba 17 Agustus bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga ajang mengasah kreativitas, kekompakan, dan semangat kebangsaan sejak dini. Jadi, yuk, semarakkan kemerdekaan dengan lomba-lomba seru yang bikin anak-anak (dan orang tuanya) makin cinta Indonesia!

    Jakarta: Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia tiap 17 Agustus rasanya belum lengkap tanpa lomba seru yang bikin suasana makin hidup. 
     
    Nah, biar anak-anak makin semangat ikut perayaan, berikut ini ide lomba 17-an paling seru, murah meriah, dan pastinya bikin happy!

    1. Fashion show pakaian adat
    Lomba ini nggak cuma seru tapi juga edukatif! Anak-anak bisa tampil anggun dan gagah dalam balutan pakaian adat dari berbagai daerah Indonesia. 
     
    Tema bisa disesuaikan, mulai dari nuansa merah putih, kebaya, pakaian daerah, hingga kostum vintage 1945. Bisa dinilai juri atau pakai sistem voting.
    2. Lompat tali
    Permainan klasik yang nggak pernah gagal bikin seru. Cocok untuk anak-anak usia sekolah dasar. Cukup sediakan tali, area aman, dan semangat tinggi. Bisa lomba individu atau tim, tergantung usia peserta.
     

    3. Tiup balon sampai pecah
    Tantangan tiup balon ini mudah, murah, dan super seru! Siapa paling cepat bikin balonnya meledak, dialah pemenangnya. Anak-anak pasti senang karena bisa sambil tertawa bareng teman-teman.

    4. Memasukkan pensil ke botol
    Mirip dengan lomba memasukkan paku, tapi kali ini pakai pensil! Tantangannya terletak pada keseimbangan dan konsentrasi anak. Seru banget buat lomba individu dengan hadiah kecil yang menarik.

    5. Memindahkan karet dengan sedotan
    Lomba ini butuh kecepatan, ketelitian, dan napas panjang. Anak-anak harus memindahkan karet gelang dari satu sedotan ke sedotan lain, bisa secara individu atau estafet. Yang paling cepat, menang!

    6. Estafet air dengan spons
    Siap-siap basah! Anak-anak berlomba memindahkan air pakai spons dan mengisi ember di ujung lintasan. Tim dengan air terbanyak di ember dinyatakan sebagai juara. Dijamin seru dan heboh!

    7. Memindahkan bendera
    Dalam lomba ini, peserta harus memindahkan bendera kecil dari titik A ke titik B secepat mungkin. Bisa sambil lari, jalan, atau merangkak—tergantung tantangan yang dibuat. Si paling cepat, jadi juara!
     

    9. Balap karung mini
    Balap karung versi mini ini dirancang khusus untuk anak-anak atau balita. Ukuran karung disesuaikan agar anak mudah melompat dan tetap aman. Peserta akan melompat di dalam karung dari garis start menuju garis finish.

    10. Makan kerupuk
    Lomba klasik yang selalu dinanti! Kerupuk digantung menggunakan tali, dan peserta harus memakan kerupuk tanpa menggunakan tangan. Pemenangnya adalah yang paling cepat menghabiskan kerupuk.

    11. Tarik tambang anak
    Versi mini dari tarik tambang dewasa. Dua tim anak-anak akan berusaha menarik tambang ke sisi masing-masing. Kemenangan ditentukan dari tim yang berhasil menarik lawan melewati garis tengah.

    12. Estafet bendera merah putih
    Lomba estafet unik yang penuh makna kebangsaan. Peserta dalam satu tim harus membawa bendera merah putih secara bergantian dari titik start ke finish menggunakan alat bantu (misalnya sumpit, sendok, atau tangan di atas kepala) tanpa menjatuhkan bendera.

    13. Rebutan kursi
    Lomba rebutan kursi dengan iringan musik ini wajib masuk daftar! Saat musik berhenti, semua berebut duduk. Siapa yang kalah, keluar. Sampai tersisa satu pemenang.

    Lomba 17 Agustus bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga ajang mengasah kreativitas, kekompakan, dan semangat kebangsaan sejak dini. Jadi, yuk, semarakkan kemerdekaan dengan lomba-lomba seru yang bikin anak-anak (dan orang tuanya) makin cinta Indonesia!
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (ANN)

  • Mulai 1 Agustus, Ini Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke-80 RI

    Mulai 1 Agustus, Ini Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke-80 RI

    Jakarta: Pemerintah resmi meluncurkan rangkaian agenda Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun 2025. Dimulai hari ini Jumat, 1 Agustus bulan kemerdekaan menghadrikan berbagai kegiatan nasional yang penuh kegembiraan, kemeriahan, dan semangat persatuan. 

    Doa kebangsaan menjadi acara pembuka rangkaikan bulan kemerdekaan tahun ini. Acara ini digelar di Kawasan Tugu Proklamasi pada Jumat malam.

    “Pada tahun 2025 ini lokasi yang dipilih adalah Kawasan Tugu Proklamasi, tempat yang bersejarah bagi perjuangan kemerdekaan, sekaligus sebagai simbol rasa syukur kita atas perjuangan para pendiri dan pahlawan bangsa. Acara akan dihadiri sekitar 1.500 umat beragama,” jelas Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro dalam konferensi pers Jumat, 1 Agustus 2025.
    Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke-80 RI
    Berikut rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 RI yang dikemas dalam kegiatan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun 2025:

    Doa Kebangsaan, 1 Agustus 2025
    Lokasi: Tugu Proklamasi, Jakarta

    Penganugerahan Tanda Kehormatan RI, 13 Agustus 2025
    Lokasi: Istana Negara, Jakarta

    Pengukuhan Paskibraka , 13 Agustus 2025
    Lokasi: Istana Kepresidenan, Jakarta

    Pidato Kenegaraan, 15 Agustus 2025
    Lokasi: Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta
     

    Ziarah Nasional dan Renungan Suci, 16 Agustus 2025
    Lokasi: Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta. Apel Renungan Suci juga dilaksanakan di TMP-TMP Provinsi dan Kabupaten/Kota

    Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 2025
    Lokasi: Istana Merdeka, Jakarta (didahului dengan Kirab Bendera dan Teks Proklamasi dari Monas ke Istana Merdeka Pukul 08.00 WIB)

    Pesta Rakyat, 17 Agustus 2025
    Lokasi: Kawasan Monas dan Istana Kepresidenan, Jakarta

    Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka, 17 Agustus 2025
    Lokasi: Kawasan Monas dan Istana Kepresidenan, Jakarta

    Jakarta Karnaval Kemerdekaan yang melibatkan perwakilan seluruh kementerian/lembaga /TNI/Polri/Danantara (BUMN), 17 Agustus 2025
    Lokasi: Kawasan Monas dan Istana Kepresidenan, Jakarta

    Merdeka Run 8.0 K, 24 Agustus 2025

    Itu tadi kegiatan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun 2025, catat jadwalnya biar tidak ketinggalan ya!

    Jakarta: Pemerintah resmi meluncurkan rangkaian agenda Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun 2025. Dimulai hari ini Jumat, 1 Agustus bulan kemerdekaan menghadrikan berbagai kegiatan nasional yang penuh kegembiraan, kemeriahan, dan semangat persatuan. 
     
    Doa kebangsaan menjadi acara pembuka rangkaikan bulan kemerdekaan tahun ini. Acara ini digelar di Kawasan Tugu Proklamasi pada Jumat malam.
     
    “Pada tahun 2025 ini lokasi yang dipilih adalah Kawasan Tugu Proklamasi, tempat yang bersejarah bagi perjuangan kemerdekaan, sekaligus sebagai simbol rasa syukur kita atas perjuangan para pendiri dan pahlawan bangsa. Acara akan dihadiri sekitar 1.500 umat beragama,” jelas Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro dalam konferensi pers Jumat, 1 Agustus 2025.
    Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke-80 RI
    Berikut rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 RI yang dikemas dalam kegiatan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun 2025:

    Doa Kebangsaan, 1 Agustus 2025
    Lokasi: Tugu Proklamasi, Jakarta
     
    Penganugerahan Tanda Kehormatan RI, 13 Agustus 2025
    Lokasi: Istana Negara, Jakarta
     
    Pengukuhan Paskibraka , 13 Agustus 2025
    Lokasi: Istana Kepresidenan, Jakarta
     
    Pidato Kenegaraan, 15 Agustus 2025
    Lokasi: Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta
     

     
    Ziarah Nasional dan Renungan Suci, 16 Agustus 2025
    Lokasi: Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta. Apel Renungan Suci juga dilaksanakan di TMP-TMP Provinsi dan Kabupaten/Kota
     
    Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 2025
    Lokasi: Istana Merdeka, Jakarta (didahului dengan Kirab Bendera dan Teks Proklamasi dari Monas ke Istana Merdeka Pukul 08.00 WIB)
     
    Pesta Rakyat, 17 Agustus 2025
    Lokasi: Kawasan Monas dan Istana Kepresidenan, Jakarta
     
    Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka, 17 Agustus 2025
    Lokasi: Kawasan Monas dan Istana Kepresidenan, Jakarta
     
    Jakarta Karnaval Kemerdekaan yang melibatkan perwakilan seluruh kementerian/lembaga /TNI/Polri/Danantara (BUMN), 17 Agustus 2025
    Lokasi: Kawasan Monas dan Istana Kepresidenan, Jakarta
     
    Merdeka Run 8.0 K, 24 Agustus 2025
     
    Itu tadi kegiatan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun 2025, catat jadwalnya biar tidak ketinggalan ya!
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (RUL)

  • Upaya Perlindungan terhadap Korban TPPO Harus Dikedepankan

    Upaya Perlindungan terhadap Korban TPPO Harus Dikedepankan

    Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap korban dalam tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kerap melibatkan perempuan harus dikedepankan, sebagai bagian perlindungan negara kepada setiap warganya. 

    “Pada kasus-kasus TPPO yang kerap menyasar perempuan seringkali terjadi praktik kriminalisasi terhadap korban. Kondisi ini harus segera diatasi dengan mengedepankan langkah perlindungan bagi korban,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat 1 Agustus 2025.

    Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan 2020–2024 mengungkapkan 267 kasus TPPO  melibatkan perempuan sebagai korban.

    Komnas Perempuan juga menyoroti masih terjadinya praktik kriminalisasi terhadap korban TPPO, antara lain perempuan korban justru dipermasalahkan dokumennya, dideportasi, atau dikriminalisasi akibat situasi eksploitasi yang dialaminya.

    Menurut Lestari, kondisi tersebut harus segera diatasi agar upaya perlindungan menyeluruh bagi setiap warga negara, termasuk perempuan, dapat diwujudkan. 
     

    Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat, respons terkait perkembangan sejumlah modus dan tujuan  TPPO yang terjadi saat ini harus mampu diantisipasi dengan langkah-langkah sistematis. 

    Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI menilai, langkah antisipasi tersebut membutuhkan dukungan sejumlah pihak, mengingat modus baru TPPO berkembang dengan cepat memanfaatkan teknologi digital. 

    Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap negara tidak abai dengan perkembangan kasus-kasus TPPO yang mengancam perempuan, anak, dan kelompok masyarakat marjinal. 

    Menurut Rerie, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, menjamin hak-hak dasar setiap warga negara dan memberikan dasar hukum bagi perlindungan HAM.

    Karena itu, tegas dia, negara wajib melindungi setiap warga negara dari berbagai ancaman terhadap hak-hak dasar mereka

    Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap korban dalam tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kerap melibatkan perempuan harus dikedepankan, sebagai bagian perlindungan negara kepada setiap warganya. 
     
    “Pada kasus-kasus TPPO yang kerap menyasar perempuan seringkali terjadi praktik kriminalisasi terhadap korban. Kondisi ini harus segera diatasi dengan mengedepankan langkah perlindungan bagi korban,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat 1 Agustus 2025.
     
    Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan 2020–2024 mengungkapkan 267 kasus TPPO  melibatkan perempuan sebagai korban.

    Komnas Perempuan juga menyoroti masih terjadinya praktik kriminalisasi terhadap korban TPPO, antara lain perempuan korban justru dipermasalahkan dokumennya, dideportasi, atau dikriminalisasi akibat situasi eksploitasi yang dialaminya.
     
    Menurut Lestari, kondisi tersebut harus segera diatasi agar upaya perlindungan menyeluruh bagi setiap warga negara, termasuk perempuan, dapat diwujudkan. 
     

     
    Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat, respons terkait perkembangan sejumlah modus dan tujuan  TPPO yang terjadi saat ini harus mampu diantisipasi dengan langkah-langkah sistematis. 
     
    Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI menilai, langkah antisipasi tersebut membutuhkan dukungan sejumlah pihak, mengingat modus baru TPPO berkembang dengan cepat memanfaatkan teknologi digital. 
     
    Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap negara tidak abai dengan perkembangan kasus-kasus TPPO yang mengancam perempuan, anak, dan kelompok masyarakat marjinal. 
     
    Menurut Rerie, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, menjamin hak-hak dasar setiap warga negara dan memberikan dasar hukum bagi perlindungan HAM.
     
    Karena itu, tegas dia, negara wajib melindungi setiap warga negara dari berbagai ancaman terhadap hak-hak dasar mereka
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (RUL)

  • Berapa Tinggi Tiang Bendera yang Ideal untuk 17 Agustus? Ini Panduannya!

    Berapa Tinggi Tiang Bendera yang Ideal untuk 17 Agustus? Ini Panduannya!

    Jakarta: Memasuki awal Agustus yang merupakan bulan HUT ke-80 RI banyak masyarakat mulai memasang bendera Merah Putih di rumah, kantor, hingga ruang publik. Tapi, tahukah kamu bahwa tinggi tiang bendera juga punya ukuran ideal agar bendera terlihat rapi dan proporsional?

    Merangkum berbagai sumber, berikut panduan lengkap tinggi tiang bendera yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi pemasangan!
    Tiang bendera untuk luar ruangan
    Kalau kamu ingin memasang tiang bendera di luar ruangan seperti halaman rumah, kantor, sekolah, atau lapangan, tinggi tiang yang disarankan adalah minimal 10 meter hingga maksimal 17 meter.

    Untuk tiang setinggi 17 meter, ukuran bendera yang ideal adalah 3 meter (panjang) x 2 meter (lebar).
    Tiang bendera di dalam ruangan
    Kalau pemasangannya di dalam ruangan seperti aula, kantor, atau ruang serbaguna, tinggi tiang yang direkomendasikan adalah antara 2 hingga 2,5 meter.

    Umumnya, tiang bendera dalam ruangan terbuat dari kayu dan dilapisi warna cokelat muda.

    Ukuran benderanya tentu menyesuaikan tinggi tiang agar tetap proporsional dan tidak menyentuh lantai.
     

    Tiang bendera untuk rumah
    Untuk pemilik rumah yang ingin memasang tiang bendera, berikut panduan tingginya:

    Rumah satu lantai: Tiang setinggi 4,5 hingga 6 meter sudah cukup.

    Rumah dua lantai: Gunakan tiang antara 6 hingga 8 meter agar terlihat seimbang.

    Ukuran tiang bendera rumah idealnya 6-8 meter, menyesuaikan ketinggian bangunan dan lingkungan sekitar.
    Tips memilih ukuran tiang bendera
    Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih tinggi tiang bendera:

    • Tinggi rumah
    Pilih tiang yang sesuai dengan jumlah lantai rumah agar tampilan bendera tetap proporsional.

    • Ukuran bendera
    Pastikan ukuran bendera sebanding dengan tinggi tiang. Jangan terlalu kecil atau terlalu besar.

    • Proporsi
    Tiang yang terlalu tinggi atau pendek bisa merusak estetika. Perhatikan keselarasan dengan bangunan.

    • Lingkungan sekitar
    Kalau di sekeliling rumah banyak pepohonan atau bangunan tinggi, sebaiknya gunakan tiang yang lebih tinggi agar bendera tetap terlihat.

    Memasang bendera Merah Putih untuk menyambut HUT RI adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan bangsa. Tapi agar lebih tertib dan menarik, jangan asal pasang! Gunakan ukuran tiang bendera yang sesuai dengan tempat pemasangan.

    Dengan tinggi tiang yang tepat, momen 17 Agustus di rumah, kantor, atau lingkungan kamu akan terasa lebih semarak dan bermakna.

    Jakarta: Memasuki awal Agustus yang merupakan bulan HUT ke-80 RI banyak masyarakat mulai memasang bendera Merah Putih di rumah, kantor, hingga ruang publik. Tapi, tahukah kamu bahwa tinggi tiang bendera juga punya ukuran ideal agar bendera terlihat rapi dan proporsional?
     
    Merangkum berbagai sumber, berikut panduan lengkap tinggi tiang bendera yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi pemasangan!
    Tiang bendera untuk luar ruangan
    Kalau kamu ingin memasang tiang bendera di luar ruangan seperti halaman rumah, kantor, sekolah, atau lapangan, tinggi tiang yang disarankan adalah minimal 10 meter hingga maksimal 17 meter.
     
    Untuk tiang setinggi 17 meter, ukuran bendera yang ideal adalah 3 meter (panjang) x 2 meter (lebar).
    Tiang bendera di dalam ruangan
    Kalau pemasangannya di dalam ruangan seperti aula, kantor, atau ruang serbaguna, tinggi tiang yang direkomendasikan adalah antara 2 hingga 2,5 meter.

    Umumnya, tiang bendera dalam ruangan terbuat dari kayu dan dilapisi warna cokelat muda.
     
    Ukuran benderanya tentu menyesuaikan tinggi tiang agar tetap proporsional dan tidak menyentuh lantai.
     

    Tiang bendera untuk rumah
    Untuk pemilik rumah yang ingin memasang tiang bendera, berikut panduan tingginya:
     
    Rumah satu lantai: Tiang setinggi 4,5 hingga 6 meter sudah cukup.
     
    Rumah dua lantai: Gunakan tiang antara 6 hingga 8 meter agar terlihat seimbang.
     
    Ukuran tiang bendera rumah idealnya 6-8 meter, menyesuaikan ketinggian bangunan dan lingkungan sekitar.

    Tips memilih ukuran tiang bendera

    Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih tinggi tiang bendera:
     
    • Tinggi rumah
    Pilih tiang yang sesuai dengan jumlah lantai rumah agar tampilan bendera tetap proporsional.
     
    • Ukuran bendera
    Pastikan ukuran bendera sebanding dengan tinggi tiang. Jangan terlalu kecil atau terlalu besar.
     
    • Proporsi
    Tiang yang terlalu tinggi atau pendek bisa merusak estetika. Perhatikan keselarasan dengan bangunan.
     
    • Lingkungan sekitar
    Kalau di sekeliling rumah banyak pepohonan atau bangunan tinggi, sebaiknya gunakan tiang yang lebih tinggi agar bendera tetap terlihat.
     
    Memasang bendera Merah Putih untuk menyambut HUT RI adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan bangsa. Tapi agar lebih tertib dan menarik, jangan asal pasang! Gunakan ukuran tiang bendera yang sesuai dengan tempat pemasangan.
     
    Dengan tinggi tiang yang tepat, momen 17 Agustus di rumah, kantor, atau lingkungan kamu akan terasa lebih semarak dan bermakna.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (ANN)

  • Kantongi Sertifikat IOSA, Citilink Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Standar Internasional

    Kantongi Sertifikat IOSA, Citilink Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Standar Internasional

    Jakarta: Maskapai penerbangan Citilink secara resmi telah memperoleh registrasi IOSA (IATA Operational Safety Audit), sebuah standar internasional yang menegaskan komitmen Perusahaan terhadap keselamatan penerbangan, keandalan operasional, dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan sipil nasional maupun internasional.

    Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro mengungkapkan raihan ini bukti nyata dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan penerbangan yang aman, andal, dan
    berkualitas tinggi bagi seluruh penumpang.

    “Pencapaian ini menjadi tonggak penting Perusahaan dalam memenuhi prosedur keselamatan yang berstandar internasional. Ini bukan hanya bukti dari kerja keras seluruh tim, tetapi juga bentuk nyata komitmen Citilink dalam memberikan layanan penerbangan yang aman, andal, dan berkualitas tinggi bagi seluruh penumpang,” kata Darsito dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Agustus 2025.

    IOSA adalah standar audit keselamatan operasional yang dikembangkan oleh International Air Transportation Association (IATA) dan diakui secara global oleh industri penerbangan.

    Proses IOSA ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap berbagai sistem dan prosedur
    manajemen keselamatan, termasuk area organisasi, operasional penerbangan, kabin, ground handling, pengelolaan kargo, manajemen keamanan, hingga teknik dan pemeliharaan pesawat.
     

    Pencapaian ini juga mencerminkan komitmen Citilink dalam mengedepankan aspek
    keselamatan di seluruh lini operasional. Berbagai upaya nyata yang telah dilakukan antara
    lain melalui pelatihan keselamatan kru secara berkala, peningkatan kesadaran keselamatan
    melalui kampanye internal, serta pelaksanaan audit dan inspeksi keselamatan secara rutin
    sebagai bagian dari program pengawasan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan
    penerbangan.

    “Ke depan, Citilink akan terus menjalankan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan guna memastikan standar keselamatan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan tetap berada pada level tertinggi. Dengan mempertahankan standar tertinggi dalam industri,
    memanfaatkan teknologi modern, dan memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini,
    Citilink bertekad untuk memberikan pengalaman terbang yang aman, andal, dan nyaman di
    setiap penerbangan,” tutup Darsito.

    Jakarta: Maskapai penerbangan Citilink secara resmi telah memperoleh registrasi IOSA (IATA Operational Safety Audit), sebuah standar internasional yang menegaskan komitmen Perusahaan terhadap keselamatan penerbangan, keandalan operasional, dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan sipil nasional maupun internasional.
     
    Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro mengungkapkan raihan ini bukti nyata dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan penerbangan yang aman, andal, dan
    berkualitas tinggi bagi seluruh penumpang.
     
    “Pencapaian ini menjadi tonggak penting Perusahaan dalam memenuhi prosedur keselamatan yang berstandar internasional. Ini bukan hanya bukti dari kerja keras seluruh tim, tetapi juga bentuk nyata komitmen Citilink dalam memberikan layanan penerbangan yang aman, andal, dan berkualitas tinggi bagi seluruh penumpang,” kata Darsito dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Agustus 2025.

    IOSA adalah standar audit keselamatan operasional yang dikembangkan oleh International Air Transportation Association (IATA) dan diakui secara global oleh industri penerbangan.
     
    Proses IOSA ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap berbagai sistem dan prosedur
    manajemen keselamatan, termasuk area organisasi, operasional penerbangan, kabin, ground handling, pengelolaan kargo, manajemen keamanan, hingga teknik dan pemeliharaan pesawat.
     

     
    Pencapaian ini juga mencerminkan komitmen Citilink dalam mengedepankan aspek
    keselamatan di seluruh lini operasional. Berbagai upaya nyata yang telah dilakukan antara
    lain melalui pelatihan keselamatan kru secara berkala, peningkatan kesadaran keselamatan
    melalui kampanye internal, serta pelaksanaan audit dan inspeksi keselamatan secara rutin
    sebagai bagian dari program pengawasan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan
    penerbangan.
     
    “Ke depan, Citilink akan terus menjalankan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan guna memastikan standar keselamatan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan tetap berada pada level tertinggi. Dengan mempertahankan standar tertinggi dalam industri,
    memanfaatkan teknologi modern, dan memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini,
    Citilink bertekad untuk memberikan pengalaman terbang yang aman, andal, dan nyaman di
    setiap penerbangan,” tutup Darsito.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (RUL)