Author: Detik.com

  • IHSG Pecah Rekor Lagi, Makin Dekat Level 9.000!

    IHSG Pecah Rekor Lagi, Makin Dekat Level 9.000!

    Jakarta

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (6/1/2025). Indeks saham RI bergerak menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah atau All Time High (ATH) dan mendekati level 9.000.

    Mengutip data perdagangan RTI Business, IHSG ditutup di level 8.933,60, atau menguat 0,84%. IHSG hari ini sempat menyentuh level tertinggi di posisi 8.940,10 dan terendah di posisi 8.839,01. Level 8.940,10 merupakan level tertnggi sepanjang sejarah.

    Sepanjang hari ini, volume perdagangan sebanyak 67,60 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 33,90 triliun. Adapun frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 4.354.009 kali.

    Mayoritas saham hari ini bergerak menguat. Adapun rinciannya 428 saham menghijau, 256 saham melemah, dan 127 saham stagnan.

    Sebagai informasi, IHSG bergerak menguat sejak pembukaan perdagangan. Pagi tadi, indeks saham menguat pukul 09.20 WIB di level 8.869 atau menguat 10 poin (0,12%).

    Jika ditarik pada perdagangan sepekan terakhir, IHSG menguat 4,63%. Kemudian jika ditarik satu bulan terakhir, IHSG naik 3,74%.

    (acd/acd)

  • Maduro Makin Terjepit, Kini Asetnya Dibekukan Swiss

    Maduro Makin Terjepit, Kini Asetnya Dibekukan Swiss

    Jakarta

    Pemerintah Swiss mengumumkan akan membekukan sementara semua aset milik presiden Venezuela Nicolas Maduro yang belum lama ini ditangkap Amerika Serikat (AS). Tindakan pembekuan aset ini berlaku selama empat tahun hingga ada keputusan selanjutnya.

    “Dewan Federal ingin memastikan bahwa aset apa pun yang diperoleh secara ilegal tidak dapat dipindahkan keluar dari Swiss dalam situasi saat ini,” kata pemerintah Swiss dalam keterangan resminya, dikutip dari Euronews, Selasa (6/1/2026).

    Ini merupakan pengumuman pembekuan aset pertama sejak penangkapan Maduro di Caracas, Sabtu (3/1). Namun hingga saat ini otorita terkait belum mengatakan apakah Maduro benar memiliki aset yang tersimpan di Swiss atau berapa jumlahnya.

    Pemerintah Swiss hanya menegaskan bahwa pembekuan aset ini tidak akan berdampak terhadap anggota pemerintahan lain di negara kaya minyak tersebut maupun penambahan sanksi terhadap Venezuela yang sudah berlaku sejak 2018 lalu.

    “Berdasarkan Undang-Undang Federal tentang Pembekuan dan Pengembalian Aset Ilegal yang Dimiliki oleh Tokoh Politik Asing (FIAA), dengan ini diputuskan, sebagai langkah pencegahan, untuk membekukan semua aset di Swiss yang dikuasai Maduro dan orang-orang lain yang terasosiasi dengannya,” terang pemerintah Swiss.

    Di luar itu, pemerintah Swiss juga berjanji dana milik Maduro yang dibekukan akan dikembalikan untuk kepentingan warga Venezuela jika hukum terkait dengan jelas menunjukkan asal-usul aset tersebut didapat secara ilegal.

    “Jika proses hukum di masa mendatang mengungkapkan bahwa dana tersebut diperoleh secara ilegal, Swiss akan berupaya untuk memastikan bahwa dana tersebut bermanfaat bagi rakyat Venezuela,” tegas Swiss.

    Sebagai informasi, Amerika Serikat melakukan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pad Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Usai operasi penangkapan, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.

    AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah, selain itu dirinya juga diduga terlibat dengan kartel narkoba Venezuela dan Kuba yang bertanggung jawab atas ribuan kematian warga Paman Sam yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.

    Sejak September 2025, pasukan AS telah membunuh lebih dari 100 orang dalam setidaknya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela di Karibia dan Pasifik. Para ahli hukum mengatakan aksi AS itu kemungkinan melanggar hukum AS dan internasional.

    Tonton juga Video Massa Demo di Kedubes AS Bakar Poster Trump, Minta Maduro Dibebaskan

    (igo/fdl)

  • Butuh Berapa Lama Sembuh saat Tertular ‘Super Flu’? Ini Penjelasan Pakar

    Butuh Berapa Lama Sembuh saat Tertular ‘Super Flu’? Ini Penjelasan Pakar

    Jakarta

    Belakangan, ‘Super Flu’ menjadi sorotan dunia setelah memicu peningkatan kasus di sejumlah negara. Varian baru influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai subclade K bahkan telah terdeteksi di Indonesia. Kondisi ini membuat banyak orang bertanya-tanya, berapa lama waktu pemulihan setelah tertular ‘Super Flu’, dan benarkah durasinya lebih lama dibandingkan flu biasa?

    Dikutip SELF, flu dapat menimbulkan gejala seperti demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Namun setelah gejala utama mereda, sebagian pengidap masih mengalami kelelahan berkepanjangan dan tubuh terasa belum sepenuhnya fit.

    “Begitu influenza menyerang, efeknya bisa bertahan lebih lama dibandingkan fase sakit akutnya,” kata William Schaffner, profesor di Vanderbilt University School of Medicine, kepada SELF.

    Flu sejak lama dikenal sebagai penyakit yang berpotensi serius. Namun strain yang saat ini beredar, dikenal sebagai subclade K, dinilai lebih kuat dan lebih mampu menghindari kekebalan yang terbentuk dari vaksin flu sebelumnya atau infeksi flu di masa lalu. Akibatnya, lebih banyak orang rentan tertular dan merasakan sakit lebih lama dari biasanya.

    Memang masih terlalu dini untuk memastikan berapa lama rata-rata pengidap sakit akibat subclade K. Namun, Schaffner mengatakan ia mendengar banyak laporan bahwa strain ini menyebabkan durasi sakit yang lebih panjang dibandingkan flu biasa.

    “Strain dominan saat ini termasuk keluarga H3N2, yang memang cenderung menimbulkan penyakit lebih berat,” ujarnya.

    Berapa lama butuh waktu untuk sembuh setelah tertular ‘Super Flu’?

    Berapa lama pemulihan berlangsung sangat bergantung pada respons imun masing-masing orang dan kondisi kesehatan penyerta. Meski begitu, dokter memberi gambaran umum.

    “Gejala akut seperti demam biasanya mereda dalam beberapa hari, tetapi kelelahan dan rasa tidak enak badan bisa bertahan hingga satu minggu atau lebih,” ujar Amesh A Adalja, peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

    Salah satu penyebabnya adalah respons peradangan yang dibentuk tubuh untuk melawan virus. Meski infeksi utama mulai mereda, peradangan ini bisa berlanjut dan memicu batuk kering, sakit tenggorokan, serta rasa lemas berkepanjangan.

    “Itu bisa berlangsung cukup lama,” kata Schaffner.

    Faktor lain yang memperlambat pemulihan adalah dehidrasi dan kurang bergerak karena tubuh terasa lemah. Bahkan, sebagian orang mengalami kondisi yang disebut long influenza syndrome, mirip long COVID, tetapi akibat flu.

    Meski data awal menunjukkan vaksin flu tahun ini tidak sepenuhnya efektif mencegah infeksi, Adalja menilai vaksinasi tetap membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan penyakit.

    Cara mempercepat waktu pemulihan usai tertular ‘Super Flu’

    Di sisi lain, terdapat beberapa cara untuk mempercepat pemulihan atau setidaknya membuat tubuh lebih nyaman selama sakit. Salah satunya, berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai obat antivirus.

    “Jika antivirus diberikan lebih awal, tingkat keparahan penyakit bisa berkurang,” ujar Schaffner.

    Selain itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. “Pastikan Anda cukup minum,” kata Schaffner. “Jika Anda membiarkan diri Anda dehidrasi, Anda lebih mungkin terkena pneumonia.”

    “Tidak hanya itu, tubuh yang terhidrasi dengan baik akan menjaga selaput lendir tetap lembap dan memudahkan pengeluaran lendir hidung, sehingga Anda merasa tidak terlalu tersumbat, kata Schaffner.

    Saat fase pemulihan, melakukan olahraga ringan juga dianjurkan, termasuk juga istirahat yang cukup. Terakhir, pakar juga mengingatkan agar tetap waspada terhadap komplikasi flu, terutama pneumonia.

    “Jika seseorang mengalami demam yang tak kunjung reda, sesak napas, atau kelelahan ekstrem yang menghalangi mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mereka harus menemui penyedia layanan medis,” kata Adalja.

    Jika Anda sudah lebih dari seminggu sejak sakit akut dan Anda tidak kunjung membaik atau bahkan merasa lebih buruk, sudah saatnya menghubungi dokter Anda,” kata Schaffner.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/suc)

  • Butuh Berapa Lama Sembuh saat Tertular ‘Super Flu’? Ini Penjelasan Pakar

    Butuh Berapa Lama Sembuh saat Tertular ‘Super Flu’? Ini Penjelasan Pakar

    Jakarta

    Belakangan, ‘Super Flu’ menjadi sorotan dunia setelah memicu peningkatan kasus di sejumlah negara. Varian baru influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai subclade K bahkan telah terdeteksi di Indonesia. Kondisi ini membuat banyak orang bertanya-tanya, berapa lama waktu pemulihan setelah tertular ‘Super Flu’, dan benarkah durasinya lebih lama dibandingkan flu biasa?

    Dikutip SELF, flu dapat menimbulkan gejala seperti demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Namun setelah gejala utama mereda, sebagian pengidap masih mengalami kelelahan berkepanjangan dan tubuh terasa belum sepenuhnya fit.

    “Begitu influenza menyerang, efeknya bisa bertahan lebih lama dibandingkan fase sakit akutnya,” kata William Schaffner, profesor di Vanderbilt University School of Medicine, kepada SELF.

    Flu sejak lama dikenal sebagai penyakit yang berpotensi serius. Namun strain yang saat ini beredar, dikenal sebagai subclade K, dinilai lebih kuat dan lebih mampu menghindari kekebalan yang terbentuk dari vaksin flu sebelumnya atau infeksi flu di masa lalu. Akibatnya, lebih banyak orang rentan tertular dan merasakan sakit lebih lama dari biasanya.

    Memang masih terlalu dini untuk memastikan berapa lama rata-rata pengidap sakit akibat subclade K. Namun, Schaffner mengatakan ia mendengar banyak laporan bahwa strain ini menyebabkan durasi sakit yang lebih panjang dibandingkan flu biasa.

    “Strain dominan saat ini termasuk keluarga H3N2, yang memang cenderung menimbulkan penyakit lebih berat,” ujarnya.

    Berapa lama butuh waktu untuk sembuh setelah tertular ‘Super Flu’?

    Berapa lama pemulihan berlangsung sangat bergantung pada respons imun masing-masing orang dan kondisi kesehatan penyerta. Meski begitu, dokter memberi gambaran umum.

    “Gejala akut seperti demam biasanya mereda dalam beberapa hari, tetapi kelelahan dan rasa tidak enak badan bisa bertahan hingga satu minggu atau lebih,” ujar Amesh A Adalja, peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

    Salah satu penyebabnya adalah respons peradangan yang dibentuk tubuh untuk melawan virus. Meski infeksi utama mulai mereda, peradangan ini bisa berlanjut dan memicu batuk kering, sakit tenggorokan, serta rasa lemas berkepanjangan.

    “Itu bisa berlangsung cukup lama,” kata Schaffner.

    Faktor lain yang memperlambat pemulihan adalah dehidrasi dan kurang bergerak karena tubuh terasa lemah. Bahkan, sebagian orang mengalami kondisi yang disebut long influenza syndrome, mirip long COVID, tetapi akibat flu.

    Meski data awal menunjukkan vaksin flu tahun ini tidak sepenuhnya efektif mencegah infeksi, Adalja menilai vaksinasi tetap membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan penyakit.

    Cara mempercepat waktu pemulihan usai tertular ‘Super Flu’

    Di sisi lain, terdapat beberapa cara untuk mempercepat pemulihan atau setidaknya membuat tubuh lebih nyaman selama sakit. Salah satunya, berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai obat antivirus.

    “Jika antivirus diberikan lebih awal, tingkat keparahan penyakit bisa berkurang,” ujar Schaffner.

    Selain itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. “Pastikan Anda cukup minum,” kata Schaffner. “Jika Anda membiarkan diri Anda dehidrasi, Anda lebih mungkin terkena pneumonia.”

    “Tidak hanya itu, tubuh yang terhidrasi dengan baik akan menjaga selaput lendir tetap lembap dan memudahkan pengeluaran lendir hidung, sehingga Anda merasa tidak terlalu tersumbat, kata Schaffner.

    Saat fase pemulihan, melakukan olahraga ringan juga dianjurkan, termasuk juga istirahat yang cukup. Terakhir, pakar juga mengingatkan agar tetap waspada terhadap komplikasi flu, terutama pneumonia.

    “Jika seseorang mengalami demam yang tak kunjung reda, sesak napas, atau kelelahan ekstrem yang menghalangi mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mereka harus menemui penyedia layanan medis,” kata Adalja.

    Jika Anda sudah lebih dari seminggu sejak sakit akut dan Anda tidak kunjung membaik atau bahkan merasa lebih buruk, sudah saatnya menghubungi dokter Anda,” kata Schaffner.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/suc)

  • Lagi-lagi Mobil Lawan Arah, Ujung-ujungnya Diamuk Massa

    Lagi-lagi Mobil Lawan Arah, Ujung-ujungnya Diamuk Massa

    Jakarta

    Lagi-lagi ada pengendara mobil yang melawan arah. Pengendara mobil lawan arah itu berujung diamuk massa.

    Peristiwa itu terjadi di Bekasi, Jawa Barat, Senin (5/1/2026). Pengendara mobil Toyota Avanza berkendara melawan arah di Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, hingga menyeret sepeda motor.

    Berdasarkan video yang viral di media sosial, warga sekitar sempat menegur pengendara mobil Avanza yang melawan arah tersebut. Soalnya, pengendara mobil yang melawan arah itu menimbulkan kemacetan. Mobil yang melawan arah tersebut juga sempat menabrak kendaraan lain.

    Mobil Avanza itu kemudian kabur hingga menyeret sepeda motor. Sepeda motor tersangkut di kolong mobil.

    Dikutip detikNews, menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Iswahyudi. peristiwa itu terjadi di Lampu Merah Caman, Jalan Raya KH Noer Ali, Kalimalang, Bekasi.

    “Berjalan dari arah Jatibening (selatan). Setiba di TKP ketika masuk ke jalur berlawanan arah hendak belok kanan ke arah Kota Bintang (Timur),” kata Iswahyudi.

    Avanza itu menabrak sepeda motor yang hendak belok ke kanan ke arah Jatibening. Bukannya berhenti, pemobil itu kabur hingga menyeret motor.

    Warga yang geram dengan ulah pengendara Avanza itu mengejarnya. Sampai-sampai mobil dan pengemudinya diamuk massa.

    “Setelah kejadian kendaraan minibus Toyota Avanza B-1241-HZH meninggalkan lokasi kejadian, sehingga warga sekitar lokasi kejadian mengejar hingga berhenti di Global Prestasi School. Kemudian Avanza B-1241-HZH hancur diamuk massa beserta pengemudinya dihakimi massa sekitar,” kata Iswahyudi.

    Makin Nekat Mobil Lawan Arah, Nggak Cuma Motor!

    Akhir-akhir ini semakin banyak pengendara mobil yang melawan arah. Aksi nekat melawan arah ini tidak hanya dilakukan oleh pengendara sepeda motor, tapi juga pengguna mobil yang dimensinya jauh lebih besar dan lebih membahayakan.

    Akhir pekan kemarin, viral mobil Avanza melawan arah di Tol Bandara Soekarno-Hatta. Mobil itu melawan arah dengan menggunakan bahu jalan, bahkan sempat masuk ke lajur satu untuk melewati kendaraan yang berhenti di bahu jalan.

    Sebelumnya, viral juga mobil listrik Wuling Air ev melaju dari arah berlawanan. Kendaraan tersebut melintas di bahu jalan sambil menyalakan lampu peringatan. Media sosial juga dihebohkan Toyota Fortuner yang melawan arah di area Pluit, Jakarta Utara. Bahkan, pengemudinya sampai adu mulut dengan pemotor yang melaju dari arah sebenarnya.

    Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan pelanggaran pengendara yang melawan arah itu tumbuh karena lemahnya penegakan hukum.

    “Banyak kendaraan lawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakan hukum,” ujar Sony Susmana kepada detikOto.

    Menurut Sony, pengendara di Indonesia juga punya karakter nekat dan tak sabaran. Mereka, kerap mencari cara untuk memangkas waktu di jalan raya.

    “Nggak bisa dimungkiri, banyak juga pengemudi yang berpikir simpel atau pendek, sekalipun harus melawan arah, bahkan imbauan atau teguran polisi dianggap angin lalu. Menurut saya, ini salah satu yang membuat hilangnya wibawa petugas,” tuturnya.

    (rgr/din)

  • Pelaku Teror Tak Pernah Terungkap, Apa Kabar Kebebasan Berpendapat?

    Pelaku Teror Tak Pernah Terungkap, Apa Kabar Kebebasan Berpendapat?

    Video: Pelaku Teror Tak Pernah Terungkap, Apa Kabar Kebebasan Berpendapat?

    Pemuda Gabut Bikin Prank Pocong Ditangkap

    15 Views |

    Selasa, 06 Jan 2026 15:58 WIB

    Serangkaian teror dilaporkan menimpa mereka yang aktif menyuarakan kritik, dari aktivis Greenpeace hingga kreator konten. Intimidasi datang dalam berbagai bentuk, mulai dari bangkai binatang hingga doxing.

    Deutsche Welle News – 20DETIK

  • Perut Lapar Tidak Bisa Menunggu

    Perut Lapar Tidak Bisa Menunggu

    Bogor

    Presiden Prabowo Subianto menyinggung ungkapan Presiden pertama Indonesia Soekarno atau Bung Karno terkait pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi rakyat yakni makanan. Sebab, perut lapar tidak bisa menunggu.

    Oleh karena itu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkannya ini merupakan bentuk intervensi dari pemerintahannya agar masyarakat Indonesia sepenuhnya dalam keadaan kenyang.

    “Intinya adalah bahwa kita intervensi saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita salah satu ucapan Bung Karno, perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab dan punya hati dan kepedulian harus bekerja keras untuk hilangkan kelaparan dan kemiskinan. Ini tugas yang kita emban, tugas mulia dan alhamdulillah kita penuh keyakinan, kita buktikan saya sangat yakin,” ujar Prabowo dalam acara Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, Hambalang (6/1/2025).

    Meski di awal banyak pihak menilai program MBG akan gagal, namun Prabowo menyakini hal itu tidak bakal terjadi. Menurut Prabowo program MBG sangat dinanti anak-anak di berbagai wilayah di Indonesia.

    “Walaupun begitu banyak pakar yang menyinyir bahwa MBG pasti gagal. Tapi kita bukti kan kepada meraka bahwa MBG berhasil, MBG dinantikan oleh rakyat. Bahkan sekarang saya repot, saya sedih kalau ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya kapan saya dapat MBG,” terangnya

    Prabowo juga melaporkan saat ini penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 55 juta orang hanya dalam waktu satu tahun pelaksanaan.

    Prabowo bilang capaian ini telah melampaui capaian dari Brazil yang telah menjalankan lebih dahulu makan bergizi gratis. Dari hasil laporan Presiden Brazil yang ia terima, dalam 11 tahun program makan bergizi dijalankan di sana baru sekitar 40 juta.

    “Hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari dan termasuk ibu-ibu hamil,” kata Prabowo.

    “Ini sesuatu yang Membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brazil presiden Brazil itu menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat dan kita satu tahun 55 juta penerima manfaat,” sambungnya.

    (hrp/hns)

  • Catat! Begini Tahapan Gejala yang Muncul saat Tertular ‘Super Flu’

    Catat! Begini Tahapan Gejala yang Muncul saat Tertular ‘Super Flu’

    Jakarta

    Wabah ‘super flu’ menjadi perhatian dunia karena adanya lonjakan di beberapa negara. Hal ini disebabkan varian baru influenza A yakni H3N2, yang dikenal sebagai subclade K.

    Layanan Kesehatan Nasional di Inggris (NHS) telah memperingatkan tentang infeksi virus ini selama berbulan-bulan. Profesor Nicola Lewis, direktur Pusat Influenza Dunia di Institut Francis Crick mengatakan belum pernah melihat virus seperti ini untuk beberapa waktu, dengan dinamika yang tidak biasa.

    “Ini benar-benar membuat saya khawatir. Saya tidak panik, tetapi khawatir,” katanya, dikutip dari LadBible.

    Flu ini bermutasi dari penyakit dan dikatakan sebagai ‘infeksi super’, ‘lebih parah’, dan ‘lebih ganas’ dari flu biasa.

    Lantas, bagaimana tahapan gejala dari ‘Super Flu’?

    Gejala Umum Berkepanjangan

    Flu dapat menimbulkan gejala seperti demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Tetapi, setelah gejala utama mereda, sebagian orang masih mengalami lelah berkepanjangan dan tubuh yang terasa belum sepenuhnya sehat.

    “Begitu influenza menyerang, efeknya bisa bertahan lebih lama dibandingkan fase sakit akutnya,” terang profesor di Vanderbilt University School of Medicine, William Schaffner, dikutip dari SELF.

    Strain subklade K ini disebut lebih kuat dan mampu menghindari kekebalan yang terbentuk dari vaksin flu atau infeksi flu sebelumnya. Hal ini yang membuat banyak orang rentan tertular dan sakit lebih lama dari biasanya.

    Alami Kelelahan dan Tidak Enak Badan

    Schaffner mengungkapkan banyak laporan menyebutkan bahwa durasi sakit akibat strain ini lebih panjang dibandingkan flu biasa.

    “Gejala akut seperti demam biasanya mereda dalam beberapa hari, tetapi kelelahan dan rasa tidak enak badan bisa bertahan hingga satu minggu atau lebih,” terang peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A Adalja.

    Terjadi Peradangan

    Penyebab lainnya gejala berlangsung lama adalah respons peradangan yang dibentuk tubuh untuk melawan virus. Meski infeksi utama mulai mereda peradangan ini bisa berlanjut dan memicu batuk kering, sakit tenggorokan, serta rasa lemas berkepanjangan.

    “Itu bisa berlangsung cukup lama,” Schaffner.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/naf)

  • Cerita Bikers Indonesia Umrah Naik Motor, Ngerasain Isi Bensin Rp 500 per Liter

    Cerita Bikers Indonesia Umrah Naik Motor, Ngerasain Isi Bensin Rp 500 per Liter

    Jakarta

    Daeng Anshar melakukan perjalanan dari Lumajang ke Makkah dengan motor matik Xmax. Total 12 negara dilewati, kira-kira negara mana yang paling murah saat mengisi bensin?

    Daeng Anshar tidak hanya diuji oleh medan jalan yang beragam, tetapi juga “kejutan” harga bahan bakar minyak (BBM) yang sangat kontras di beberapa negara. Perjalanan overland yang dilalui Daeng antara lain Malaysia, Thailand, Laos, China, Kazakhstan, Uzbekistan, Tajkistan, Afghanistan, Iran, UAE, Oman, hingga berakhir di Arab Saudi

    Dari belasan negara yang disinggahi, satu negara sukses membuat Daeng tercengang soal harga BBM.

    “Dulu kan saya pikir tuh paling murah di Malaysia lah. Kan berapa ya kan 6.000 Rp 7.000-an kan. Ternyata ada yang lebih gokil lagi. Di Iran tuh berapa tahu enggak? Rp 500,” ujar Daeng di podcast Siniar Injeksi detikOto.

    “Jadi kalau full tank tuh kalau di punya motorku kan 12 liter sekian lah. Jadi itu cuman Rp6.000 gitu. Ini murah banget kan?” ungkap Daeng.

    Sebagai perbandingan, uang Rp 6.000 di Jakarta mungkin hanya cukup untuk membayar parkir motor. Bahkan tidak cukup untuk mengisi satu liter bahan bakar jenis Pertalite. Sementara di Iran bisa digunakan untuk mengisi penuh tangki motor matik 250 cc dan menempuh jarak ratusan kilometer.

    Memang Iran menjadi salah satu negara yang harga bensinnya murah. Berdasarkan situs Globalpetrolprice, Iran menduduki tiga besar negara dengan harga bensin murah, banderolannya 478,4 per liter.

    Namun, “pesta” bensin murah itu tidak terjadi sepanjang jalan. Daeng menceritakan bahwa BBM termahal mulai terasa saat memasuki wilayah China.

    “Paling mahal itu di China. Jadi di Cina itu Rp 20.000-an lah kalau enggak salah. Tapi RON-nya memang RON 98 kalau enggak salah. Memang lumayan tinggi,” ujar dia.

    (riar/rgr)

  • IDAI Imbau Anak Bapil-Lemas Tunda Masuk Sekolah: Istirahat hingga Pulih

    IDAI Imbau Anak Bapil-Lemas Tunda Masuk Sekolah: Istirahat hingga Pulih

    Jakarta

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua dan pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan kesehatan anak seiring dimulainya kembali aktivitas belajar di tengah puncak musim hujan. Curah hujan tinggi dan kelembapan disebut berpotensi memicu peningkatan kasus penyakit menular seperti influenza, diare, demam berdarah, serta risiko bencana hidrometeorologi.

    Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K), mengungkap sejumlah ‘starter kit’ bagi anak yang kembali ke sekolah. Pertama, memastikan anak melengkapi imunisasi dasar dan lanjutan anak sesuai usia, termasuk untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I) seperti campak, difteri, pertusis, hingga influenza.

    “Berikan makanan padat nutrisi terutama protein hewani, cukup cairan agar tidak dehidrasi. Batasi makanan tidak sehat yang mengandung gula tinggi dan junk food,” beber dr Piprim dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/1/2026).

    Anak dengan gejala yang tak kunjung mereda dianjurkan beristirahat di rumah hingga pulih.

    “Pastikan anak tidur malam 8 hingga 10 jam sesuai usia untuk mengoptimalkan sistem imun. Jika anak menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, diare, atau lemas, segera periksa ke fasilitas kesehatan dan istirahatkan di rumah hingga benar-benar pulih untuk mencegah penularan,” sambungnya.

    Orangtua disebutnya perlu mengajarkan anak menerapkan etika batuk dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker saat bergejala, serta tidak berbagi alat makan dan minum. Ketiga, pencegahan penyakit khas musim hujan melalui penerapan 3M Plus untuk demam berdarah, penggunaan alas kaki untuk mencegah diare dan leptospirosis, serta konsumsi makanan dan air bersih.

    IDAI juga menekankan kesiapsiagaan menghadapi hujan lebat dan potensi bencana. Orangtua dan sekolah diminta memperkuat komunikasi, memastikan prosedur evakuasi dipahami anak, serta menyiapkan tas siaga berisi jas hujan, air minum, makanan tahan lama, obat pribadi, dan kontak darurat.

    Sementara Sekretaris Umum IDAI, Dr dr Hikari Ambara Sjakti, Subsp HemaOnk(K), mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas pihak.

    “Dengan upaya bersama, kita bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh optimal, meski di tengah tantangan musim hujan,” ujarnya. IDAI mendorong sekolah memperkuat sarana sanitasi dan kerja sama dengan puskesmas, serta meminta pemerintah daerah memastikan lingkungan sekolah aman dari risiko banjir dan longsor.

    (naf/naf)