Author: Detik.com

  • Bus Tabrak Demonstran Anti-Wajib Militer Israel, 1 Orang Tewas-3 Luka

    Bus Tabrak Demonstran Anti-Wajib Militer Israel, 1 Orang Tewas-3 Luka

    Yerusalem

    Sedikitnya satu orang tewas di wilayah Yerusalem, setelah sebuah bus menabrak kerumunan demonstran yang memprotes undang-undang yang mewajibkan wajib militer bagi kalangan Yahudi ultra-Ortodoks ke dalam Angkatan Bersenjata Israel. Tiga orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

    Keterangan sejumlah petugas penyelamat dari layanan darurat Magen David Adom, seperti dilansir AFP, Rabu (7/1/2025), menyebutkan bahwa sebuah bus menabrak tiga pejalan kaki, kemudian melaju dan menabrak seorang remaja berusia 18 tahun yang terjebak di bawah kendaraan tersebut.

    “Paramedis menyatakan dia meninggal di lokasi kejadian,” kata Magen David Adom dalam pernyataannya.

    Insiden mematikan itu terjadi pada Selasa (6/1), ketika ribuan warga Yahudi dari kalangan ultra-Ortodoks turun ke jalan untuk memprotes undang-undang yang mewajibkan mereka bergabung dengan militer Israel, karena militer Tel Aviv kekurangan personel setelah dua tahun terlibat perang di berbagai front.

    Unjuk rasa besar-besaran untuk menentang undang-undang tersebut telah digelar secara rutin dalam beberapa bulan terakhir.

    Menurut keterangan Kepolisian Israel, unjuk rasa pada Selasa (6/1) menjadi ricuh setelah “sekelompok kecil perusuh mulai mengganggu ketertiban umum secara brutal, termasuk dengan memblokir jalur lalu lintas, merusak sejumlah bus, membakar tempat sampah, melemparkan benda dan telor ke para polisi dan Kepolisian Perbatasan, meneriakkan caci maki, dan menyerang para jurnalis yang bekerja di lokasi kejadian”.

    Disebutkan oleh pihak kepolisian bahwa bus tersebut “diblokir oleh para perusuh yang… mengalangi rutenya”.

    Sopir bus tersebut, yang identitasnya tidak diungkap ke publik, telah ditangkap. Ketika diinterogasi, sopir bus itu mengaku “diserang oleh para perusuh, setelah itu insiden yang sangat disayangkan tersebut terjadi”.

    Sejumlah sumber Kepolisian Israel, yang dikutip media lokal, menepis kekhawatiran bahwa insiden itu merupakan serangan teror.

    Undang-undang wajib militer yang diprotes oleh kalangan Yahudi ultra-Ortodoks itu memicu perpecahan dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

    Kubu oposisi dan beberapa mitra koalisi menekan Netanyahu untuk meningkatkan jumlah perekrutan militer, namun para pemimpin partai Yahudi ultra-Ortodoks — yang secara tradisional merupakan sekutu Netanyahu — menentang wajib militer bagi mahasiswa agama, yang menjadi konstituen terbesar mereka.

    Berdasarkan peraturan yang ditetapkan saat pembentukan Israel tahun 1948, para pemuda yang mendedikasikan diri untuk mempelajari teks-teks Yahudi diberikan pengecualian de-facto dari wajib militer.

    Namun belakangan pengecualian itu menuai sorotan dari publik Israel, terutama ketika puluhan ribu tentara wajib militer dan pasukan cadangan dimobilisasi di beberapa front, meskipun gencatan senjata yang rapuh mengakhiri pertempuran di Jalur Gaza.

    Meskipun kalangan ultra-Ortodoks hanya mencakup 14 persen dari populasi Yahudi di Israel, mempertahankan dukungan partai-partai tersebut menjadi kunci kelangsungan koalisi pemerintahan Netanyahu.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Mimpi Besar Prabowo: Harga-harga untuk Rakyat Turun!

    Mimpi Besar Prabowo: Harga-harga untuk Rakyat Turun!

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya punya mimpi besar sebagai orang nomor satu di Indonesia. Impian itu adalah membuat semua harga kebutuhan pokok bagi masyarakat turun, murah, dan terjangkau.

    Mulai dari harga pangan hingga harga penunjang produksi pertanian juga akan diturunkan sehingga makin menjadi terjangkau.

    “Yang saya idam-idamkan adalah kalau saya bisa jadi presiden, harga-harga turun. Harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih turun. Harga untuk rakyat-rakyat kita turun terjangkau di semua bidang,” papar Prabowo dalam panen raya di Karawang, Rabu (7/1/2026).

    Prabowo juga menyatakan keinginannya untuk memperbaiki nasib para petani. Jangan sampai petani berada di jurang kemiskinan dan turun temurun ke keturunannya.

    Dia ingin turunan petani juga bisa menjadi orang dengan pekerjaan yang bergengsi. Seperti insinyur, dokter, ataupun tentara.

    “Saya ingin nanti anak-anak petani, kembali bisa sekolah tinggi. Anak-anaknya petani bisa jadi insinyur. Anak-anaknya bisa jadi dokter. Anak-anaknya bisa jadi jenderal,” lanjut Prabowo.

    (acd/acd)

  • Kita Tidak Tergantung Bangsa Lain

    Kita Tidak Tergantung Bangsa Lain

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto mengatakan swasembada pangan yang semula ditargetkan empat tahun ternyata dapat tercapai satu tahun. Menurut Prabowo, hal ini tak lepas dari kerja keras seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk petani.

    “Waktu saya dilantik jadi presiden memang saya beri target 4 tahun swasembada beras, swasembada pangan. Terima kasih seluruh komunitas pertanian di Indonesia, saudara bekerja keras saudara bersatu saudara kompak. Yang saudara hasilkan yang 4 tahun, saudara berikan 1 tahun. Kita sudah swasembada 1 tahun, kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, 1 tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” ujar Prabowo saat memberikan pidato pada agenda Panen Raya di Karawang, disiarkan virtual, Rabu (7/1/2026).

    Prabowo menilai sebuah negara yang merdeka tidak bergantung pada negara lain. Untuk itu, capaian swasembada pangan ini menjadi salah satu kemenangan.

    “Kita telah mencatat suatu kemenangan yang penting tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat nggak ada tidak mungkin. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan pangan tergantung bangsa lain,” terangnya.

    Prabowo mengatakan ada pihak yang ragu bahwa Indonesia bisa mencapai swasembada pangan. Melihat capaian ini, Prabowo menargetkan swasembada pangan di komoditas lain, tidak hanya beras.

    “Nanti dengan swasembada pangan di mana-mana, tidak hanya beras, tapi jagung. Saya dijanjikan oleh Pak Amran, oih Wakil Menteri Pertanian didukung oleh TNI dan Polri Dijanjikan bahwa jagung pun kita dalam waktu dekat akan swasembada. Pakan akan murah untuk seluruh peternak dan petani,” jelas Prabowo.

    (rea/ara)

  • Anak Muda, Minim Jam Terbang

    Anak Muda, Minim Jam Terbang

    Jakarta

    Polisi sedang mencari pengemudi yang melakukan aksi drift di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut praktisi keselamatan berkendara, pelaku disinyalir anak-anak muda yang minim jam terbang.

    Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, memberikan peringatan keras. Menurutnya, drifting adalah olahraga ekstrem yang sangat berbahaya dilakukan di ruang publik tanpa pengamanan.

    “Drifting ini olahraga yang sifatnya ekstrem. Dia itu mengontrol slide, baik roda depan maupun roda belakang, dan itu hanya bisa dilakukan ketika ada tikungan, supaya ada satu gambaran mobil ini ngedrift atau ngepot,” kata Sony kepada detikcom, Rabu (7/1/2026).

    “Risiko over atau understeer akibat gaya dari yang mereka lakukan itu bisa menimbulkan kecelakaan yang bisa fatal, bisa tinggi, karena namanya jalan raya tidak ada barrier, kecuali memang mungkin trotoar atau pohon atau orang-orang di sekitarnya. Ini bisa menimbulkan bahaya yang cederanya fatal, beda di trek itu ada pengaman khusus, sehingga ketika di sudut membahayakan biasanya mereka taruh material yang bisa melindungi penonton maupun pengemudinya,” jelas dia.

    Lantas, kenapa anak muda masih hobi ngepot di jalan raya? Sony melihat adanya faktor eksistensi dan keterbatasan trek di Indonesia. Pondok Indah, misalnya, dianggap menawarkan adrenalin berbeda dengan lampu jalanan dan penonton di pinggir jalan.

    “Kenapa sering dilakukan di jalan raya? Pertama experience-nya. Kita tahu bahwa yang namanya track drifting yang ada di Indonesia itu-itu saja kan, angka 0, angka 8, S, L dan sebagainya, tetapi tidak ada satu perubahan karena keterbatasan trek, kalau di jalan raya, khususnya di Pondok Indah, ini kan ada sorot lampu, ada penonton, kemudian ada trek yang berbeda-beda. Ini dilakukan oleh anak-anak muda yang secara jam terbang masih kurang. Kalau yang senior-senior menurut gue mereka sudah tidak lagi melakukannya di tempat umum,” ungkap Sony.

    Alasan “malam hari sudah sepi” sering jadi tameng para drifter liar. Namun bagi Sony, jalan raya tetaplah tempat umum yang dinamis dan tidak bisa diprediksi.

    “Jadi dari sisi safety driving, sebaiknya (drift) tidak dilakukan di tempat umum di jalan raya, karena ada beberapa poin juga yang harus diperhatikan, yaitu pengguna jalan lain, kita nggak tahu kapan motor nongol, kapan ada truk, kapan ada penyeberang jalan dan sebagainya, karena namanya jalan raya merupakan tempat umum yang digunakan bersama tidak digunakan pribadi, sekalipun digunakan malam hari pada saat sepi, tetapi bahaya yang timbul dari mereka ini bisa terjadi kapan saja,” kata dia.

    Sony menyarankan bagi para drifter muda yang ingin berkembang untuk segera pindah ke trek resmi. Ia menekankan pentingnya pendalaman ilmu di bawah pengawasan instruktur, bukan sekadar modal nekat di aspal umum.

    “Ini yang harus diperhatikan buat drifter-drifter khususnya anak-anak muda yang masih berkembang, yang memang masih butuh pengalaman, jam terbang yang tinggi untuk melakukan pendalaman ilmu sebaiknya dilakukan di tempat semestinya di trek, dan dengan pendampingan instruktur misalnya,” ungkap Sony.

    Berdasarkan video viral yang dilihat detikcom, Rabu (7/1/2026), mobil sedan berkelir silver tersebut mulanya berhenti di lampu merah dekat PIM 3. Tak lama kemudian, mobil tersebut melaju dan melakukan drifting.

    Mobil tersebut melakukan drifting sebanyak dua putaran di tengah-tengah simpang jalan. Setelah dua kali memutar dengan manuver drifting, mobil tersebut pun langsung melaju meninggalkan lokasi. Disebutkan, aksi itu terjadi pada 3 Januari 2026.

    Kepolisian mengusut perilaku seorang pengemudi yang mengepot (drifting) di Jalan Raya Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang videonya viral di media sosial.

    “Adanya video yang beredar di media sosial, ‘drifting’ di Pondok Indah, kami akan mendalami. Kemudian kami akan menelusuri kegiatan ‘drifting’ tersebut,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto di Jakarta, Rabu.

    Mujiyanto mengatakan, pihaknya tengah menelusuri identitas pengemudi mobil tersebut serta mendalami video yang beredar untuk mengetahui kronologi serta pelanggaran yang terjadi.

    Menurut Mujiyanto, aksi “drifting” di jalan umum sangat membahayakan pengguna jalan lain dan tidak diperbolehkan. Ia menegaskan, kegiatan tersebut hanya boleh dilakukan di tempat khusus yang telah disediakan, seperti fasilitas keamanan pengemudi (safety driving) di Pusdik Lantas Polri, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

    “Kalau aksi ‘drifting’ itu, kalau namanya aksi yang akan membahayakan orang lain ataupun pengendara lain. Itu sangat disayangkan. Intinya nggak sesuai pada tempatnya,” katanya.

    (riar/rgr)

  • Prabowo Ungkap Cari Beras Susah Saat COVID, Singgung Jokowi Terbang Sana-sini

    Prabowo Ungkap Cari Beras Susah Saat COVID, Singgung Jokowi Terbang Sana-sini

    Jakarta

    Indonesia harus mandiri dalam bidang pangan. Presiden Prabowo Subianto ingin agar kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, bukan impor.

    Baginya, sebuah bangsa belum menjadi merdeka apabila untuk makan sehari-hari saja masih dipenuhi lewat impor dari bangsa lain. Produksi dalam negeri mesti dapat memenuhi kebutuhan.

    “Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat, nggak ada, tidak mungkin. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan pangan tergantung pada bangsa lain,” ungkap Prabowo saat panen raya di Karawang, disiarkan virtual, Rabu (7/1/2026).

    Indonesia pun sempat merasa tak merdeka soal urusan pangan. Hal itu terjadi saat pandemi COVID-19, Prabowo yang kala itu menjabat Menteri Pertahanan menyatakan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sempat kesulitan mencari beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri karena kala itu Indonesia belum swasembada.

    “Saya ngerti bener-bener presiden kita waktu itu sampaikan ke saya terbang sana sini, nego sama pemimpin-pemimpin negara yang punya beras. Karena hubungan baik beliau dengan beberapa tokoh akhirnya mereka kasih,” cerita Prabowo.

    Menurutnya momen-momen itu menjadi peringatan keras bagi bangsa Indonesia agar bisa menjaga status swasembada pangan. Jangan sampai menggantungkan diri ke bangsa lain.

    “Waktu COVID adalah pembuka mata, itu adalah warning, peringatan, itu adalah lampu kuning bagi bangsa Indonesia. Jangan mau, kita jangan lengah, jangan tergantung dengan bangsa lain apalagi untuk makanan,” kata Prabowo.

    Tonton juga video “Prabowo Curhat Dirinya Dituduh Mau Jadi Diktator”

    (acd/acd)

  • Saya Berapa Kali Mau Disogok, Minta Ini-Itu!

    Saya Berapa Kali Mau Disogok, Minta Ini-Itu!

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengenai perjalanannya selama satu tahun memimpin Indonesia. Ia mengaku sempat geleng-geleng kepala karena banyak pihak yang mencoba menyuapnya demi kepentingan tertentu.

    “Aku satu tahun aja jadi presiden geleng-geleng kepala juga. Saya berapa kali mau disogok, minta ini, minta itu,” kata Prabowo saat Panen Raya di Karawang yang disiarkan virtual, Rabu (7/1/2026).

    Meski begitu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk tidak goyah. Ia memastikan peraturan yang ditegakkan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara.

    “Tapi saya tegakkan peraturan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara saya, nggak ikut yang lain-lain,” terang Prabowo.

    Prabowo juga bercerita saat disodorkan daftar puluhan perusahaan yang melanggar aturan dan akan dicabut izinnya. Prabowo menolak untuk mempelajari daftar tersebut secara langsung karena khawatir akan adanya konflik kepentingan.

    “Saya bilang saya nggak mau karena ada teman saya di situ. Iya kan nggak enak, bisa terpengaruh saya. Begitu saya lihat eh Ini Gerindra lagi. Jadi, lebih baik saya nggak mau lihat saya nggak mau tahu,” tambah Prabowo.

    Ia menyerahkan sepenuhnya nasib perusahaan-perusahaan nakal tersebut kepada aparat penegak hukum. Baginya, yang melanggar harus ditindak.

    “Kalau sekarang saya, nggak tahu. Jadi, saya serahkan ke aparat penegak hukum, yang melanggar tindak, sederhana,” imbuh Prabowo.

    Tonton juga video “Prabowo Curhat Dirinya Dituduh Mau Jadi Diktator”

    (rea/ara)

  • Barang Impor Nganggur Kelamaan Bakal Dilelang Negara!

    Barang Impor Nganggur Kelamaan Bakal Dilelang Negara!

    Jakarta

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) lebih dari 30 hari dapat dinyatakan sebagai Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai (BTD). Artinya barang tersebut tidak diselesaikan kewajiban pabeannya dan statusnya bisa dimusnahkan, dilelang hingga menjadi milik negara.

    Ketentuan itu diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92 Tahun 2025 tentang Penyelesaian Terhadap Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang yang Dikuasai Negara dan Barang yang Menjadi Milik Negara. Aturan mulai berlaku setelah 90 hari terhitung sejak diundangkan 31 Desember 2025.

    “BTD yaitu barang yang ditimbun di TPS yang melebihi jangka waktu 30 hari sejak penimbunannya,” tulis Pasal 2 huruf a aturan tersebut, dikutip Rabu (7/1/2026).

    Status itu berlaku antara lain untuk barang impor yang belum diajukan pemberitahuan pabean, belum mendapat persetujuan pengeluaran, atau belum memenuhi persyaratan atas ketentuan larangan dan pembatasan. Setelah ditetapkan sebagai BTD, barang akan dipindahkan ke Tempat Penimbunan Pabean (TPP) dan dikenakan sewa gudang.

    “Sewa gudang dihitung sejak BTD disimpan di TPP atau TLB-TPP sampai dengan penetapan harga terendah lelang dalam hal BTD akan dilelang; atau pada saat barang dikeluarkan dari TPP atau TLB-TPP dalam hal BTD diselesaikan kewajiban pabeannya,” tulis Pasal 5 ayat (3).

    Pejabat Bea Cukai kemudian memberikan waktu hingga 60 hari kepada importir, eksportir atau pemilik barang untuk menyelesaikan kewajiban pabean yang melekat pada barang tersebut.

    Apabila hingga batas waktu tersebut kewajiban tidak diselesaikan, Bea Cukai dapat menetapkan tindak lanjut berupa pelelangan, pemusnahan atau penetapan barang sebagai Barang Menjadi Milik Negara (BMMN).

    “BTD yang merupakan barang yang dilarang untuk diimpor atau diekspor dinyatakan sebagai BMMN,” bunyi Pasal 8 ayat (2) beleid tersebut.

    Khusus barang yang masih memiliki nilai ekonomis dan tidak termasuk barang larangan, pelelangan menjadi opsi utama untuk penyelesaian.

    “BTD yang bukan merupakan barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor yang tidak diselesaikan kewajiban pabeannya dalam jangka waktu 60 hari sejak disimpan di TPP atau TLB-TPP, ditetapkan untuk dilelang oleh Kepala Kantor Pelayanan,” jelas Pasal 9 ayat (1).
    Baru

    Tonton juga video “Tok! Kuota Impor BBM SPBU Swasta Naik 10%”

    (aid/fdl)

  • Waduh! Ternyata Banyak Freelance Ngaku-ngaku Akuntan Publik

    Waduh! Ternyata Banyak Freelance Ngaku-ngaku Akuntan Publik

    Jakarta

    Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) berencana melayangkan banyak somasi terhadap pekerja paruh waktu atau freelance yang mengaku sebagai akuntan publik. Somasi ini dilayangkan karena aduan penyusunan laporan keuangan yang tidak sesuai standar.

    Dewan Pengurus Nasional AIPI Tubagus Manshur, menyebut kehadiran freelance merusak ekosistem profesi akuntan publik. Ia mengaku akan mengeluarkan banyak somasi kepada freelance dan perusahaan yang menggunakan jasa tersebut.

    “Jadi bukan akuntan publik, tapi menerbitkan laporan keuangan akuntan publik. Dan ini memang masih sangat beririsan dengan teman-teman freelance juga yang melakukan. Di beberapa daerah, bahkan ada yang akan kita ajukan, sampaikan somasi dari kita. Jadi mungkin tahun ini kita akan banyak mengeluarkan somasi, termasuk nanti perusahaan yang menggunakan laporan yang tidak benar,” ungkap Manshur dalam sebuah diskusi panel di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

    Manshur menambahkan, IAPI mendorong para freelance untuk mengikuti Certification in Audit Committee Practices (CACP) untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai seorang akuntan publik yang resmi. Ia pun meminta Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk ikut merangkul para freelance tersebut.

    “Jadi kalau ada freelance-freelance, silahkan diajak teman-teman freelancenya untuk jadi AP. Jadi CPA (Certified Public Accountant) dulu supaya jadi AP. Jadi ajak yang tidak baik, menjadi yang baik,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kemenkeu, Erawati, mengingatkan akan ada sanksi bagi akuntan publik dan KAP yang terbukti melanggar ketentuan penyusunan laporan keuangan. Sanksi tersebut berupa pembekuan hingga pencabutan izin akuntan publik dan KAP.

    “Sanksinya itu dari mulai pembekuan sampai pencabutan izinnya. Pencabutan izin itu sudah dilakukan berkali-kali oleh PPPK terhadap akuntan publik,” tegasnya.

    Erawati menambahkan, PPPK saat ini berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, banyak perusahaan melakukan audit keuangan hanya untuk pengajuan vendor yang dianggap menjadi ruang korupsi.

    “Kami ketika membangun PPPK ini, KPK itu sangat tertarik dan ikut serta. Kenapa? Karena KPK juga me deteksi banyak sekali perusahaan-perusahaan yang meminta laporan keuangan hanya untuk vendor. Sehingga ini nanti akan masuk dalam stranas pencegahan korupsi,” imbuhnya.

    Tonton juga video “Bertahan Hidup di Jakarta dengan Side Hustle”

    (acd/acd)

  • Ancaman Islamofobia di Australia Meningkat Usai Serangan Teror di Bondi

    Ancaman Islamofobia di Australia Meningkat Usai Serangan Teror di Bondi

    Baca beritanya dalam bahasa Inggris

    Sejumlah umat Muslim di New South Wales rela menginap di sebuah masjid, untuk mencegah serangan vandalisme, di tengah meningkatnya insiden Islamofobia setelah serangan teror anti-Semit di Bondi.

    Masjid Minto, yang berjarak sekitar satu jam dari kota Sydney, mengatakan mereka mengambil langkah-langkah tambahan untuk keamanan di tengah meningkatnya ancaman terhadap umat Muslim

    Seorang anggota komite dari masjid tersebut, yang tidak ingin disebutkan identitasnya, mengatakan kepada ABC Indonesia jika menginap di masjid jadi salah satu cara untuk mengamankan masjid.

    “Banyak anggota jemaah kami yang takut, mereka kepikiran, ‘apa yang bakal terjadi selanjutnya?’” katanya kepada Erwin Renaldi dari ABC Indonesia.

    ABC Indonesia juga sudah melihat sejumlah email dan laporan yang mendokumentasikan serangan Islamofobia yang meningkat, termasuk vandalisme serta ancaman terhadap masjid dan organisasi Islam sejak 14 Desember.

    Lembaga Australian National Imams Council, atau dewan imam di Australia, mengatakan mereka mencatat ada peningkatan hingga 200 persen terhadap ancaman dan kebencian anti-Muslim sejak serangan pada 14 Desember di Bondi.

    Setidaknya sembilan masjid dan organisasi Islam yang sudah melaporkan ancaman hingga perlu melibatkan kepolosian.

    Jumlah ini belum termasuk serangan dan ancaman yang dialami terhadap individu, khususnya perempuan yang memakai hijab,

    “Mereka melaporkan peningkatan ancaman, termasuk komentar di media sosial, hingga mereka menjadi lebih takut akan keselamatan pribadi, serta cemas kalau kondisinya akan memburuk dalam beberapa hari dan pekan mendatang.”

    Premier, atau kepala pemerintahan di New South Wales, Chris Minns, menggambarkan peningkatan serangan terhadap umat Muslim sebagai hal yang “mengerikan”.

    “Saya hanya ingin menekankan kalau rasisme tidak akan ditoleransi,” ujarnya.

    “Ini bukan main hakim sendiri. Ini bukan balas dendam. Ini rasisme yang penuh kebencian di komunitas kita.”

    “Kami dalam keadaan siaga tinggi dan polisi benar-benar waspada terhadap setiap contoh kebencian dan kebencian di masyarakat kita”.

    Dalam sebuah pernyataan kepada ABC Indonesia, Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, mengatakan “semua kebencian tidak bisa dibenarkan.”

    “Warga Australia yang baik tidak boleh menyalahkan tindakan orang lain hanya karena latar belakang atau keyakinan mereka,” katanya.

    Ancaman di luar Sydney

    Masjid tertua di pusat kota Melbourne yang dikelola oleh komunitas Muslim asal Albania mendapat ancaman untuk pertama kalinya, setelah menerima email yang penuh kebencian, menurut salah satu komite masjid.

    ABC Indonesia melihat email tersebut, yang menyebut Islam sebagai “sekte kematian” dan menuntut komunitas tersebut “keluar dari masyarakat Yahudi-Kristen”.

    Selima Ymer, Albanian Australian Islamic Society Women’s Committee, mengatakan ia percaya email Islamofobia tersebut sebagai reaksi terhadap serangan teror anti-Semit di Bondi, karena email diterima beberapa hari setelah serangan.

    Lima belas orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan teror di Bondi pada tanggal 14 Desember saat umat Yahudi di Sydney sedang merayakan festival Chanukah by the Sea.

    “Mengkhawatirkan, karena kita jadi bertanya-tanya apalagi yang bisa terjadi pada kita,” kata Selima, yang mengatakan email tersebut sudah dilaporkan ke kepolisian Melbourne.

    “Sekarang kita mendapat email, tapi bisa jadi sesuatu yang lebih serius di hari berikutnya.”

    Selima mengatakan banyak umat Muslim di Melbourne khawatir meningkatnya Islamofobia bisa menyebabkan tindak kekerasan yang mematikan, seperti aksi teroris penembakan di Christchurch, Selandia Baru.

    Pada tahun 2019, seorang pria menargetkan umat Muslim dengan menyerang masjid di Christchurch, yang menewaskan 51 orang dan melukai 40 lainnya.

    “Kita selalu takut akan insiden serangan ke masjid seperti Christchurch,” katanya.

    Salah satu pelaku penembakan di Bondi, Naveed Akram, didakwa dengan 59 pelanggaran hukum, termasuk 15 tuduhan pembunuhan, 40 tuduhan melukai dengan niat membunuh, dan satu tuduhan melakukan tindakan terorisme.

    Polisi mengatakan ada indikasi awal kalau serangan di Bondi terinspirasi oleh ISIS, yang terdaftar sebagai organisasi teroris di Australia.

    Organisasi-organisasi Muslim dan masjid-masjid di Australia sudah secara terbuka mengutuk serangan anti-Semit di Bondi, dan menyampaikan rasa solidaritas dan kebersamaan mereka dengan komunitas Yahudi.

    Dewan imam di Australia mengeluarkan pernyataan publik yang menyatakan “tindakan dan ideologi Islamic State sepenuhnya bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh umat Muslim di seluruh dunia”.

    Mereka mengatakan Islamic State seharusnya hanya disebut sebagai ISIS atau Daesh.

    “Organisasi ini tidak pantas dikaitkan dengan Islam dalam nama atau deskripsi apa pun,” ujar ANIC dalam pernyataan.

    Sejumlah organisasi Muslim di Australia juga mengatakan kepada ABC jika mereka khawatir tentang “pembalasan” dan menghadapi “hukuman kolektif”, karena agama mereka dikaitkan dengan para pelaku penembakan.

    Ancaman Islamofobia tetap terjadi, terlepas dari tindakan heroik yang ditunjukkan oleh Ahmed Al Ahmed, seorang imigran Suriah berusia 43 tahun, juga seorang Muslim, yang tanpa senjata menerjang salah satu penembak saat serangan Bondi terjadi.

    Seorang juru bicara Kepolisian Victoria mengatakan kepada ABC jika mereka akan menyelidiki email kebencian yang ditujukan ke Masjid Albania di Carlton dan akan menanggapi semua laporan tentang perilaku rasis dan penuh kebencian “dengan sangat serius”.

    “Penting bagi orang-orang untuk mengingat ketika mereka mengatakan sesuatu di online, mereka sebenarnya mengatakannya di ‘dunia nyata’ dan bisa mendapat konsekuensi serius dan signifikan,” kata mereka.

    “Ini termasuk potensi untuk didakwa dengan tindak pidana.”

    Grafiti dan Kepala Babi

    Laporan Islamophobia Register Australia, sebuah organisasi nirlaba independen, mengatakan laporan serangan Islamofobia meningkat dari rata-rata satu atau dua per hari menjadi sekitar 18 laporan setiap harinya, sejak 14 Desember.

    Serangan tersebut mulai dari grafiti dari simbol Nazi dan hinaan seperti “f*** Allah” dan “tidak ada Muslim = damai” di sebuah masjid di Brisbane, hingga vandalisme di sebuah sekolah Muslim di Melbourne.

    Pihak kepolisian mengatakan masih melakukan penyelidikan setelah beberapa kepala babi ditemukan di pemakaman Muslim di New South Wales, sehari setelah serangan Bondi.

    Sejumlah komentar serta pesan kebencian di media sosial yang diterima berbagai organisasi dan masjid Islam juga sedang dalam penyelidikan kepolisian.

    Presiden Islamic Council of Victoria (ICV), Mohamed Mohideen, mengatakan pihaknya sudah menerima puluhan panggilan telepon yang mengancam sejak serangan Bondi.

    Mereka juga harus menutup fitur komentar di saluran media sosial ICV setelah menerima banyak komentar dan email kebencian yang “meningkat pesat”.

    “Semuanya adalah ujaran kebencian,” kata Dr. Mohideen.

    “Kebencian dapat terwujud secara daring, tetapi kebencian juga dapat berubah dan terwujud dalam serangan fisik.

    “Tidak seorang pun boleh merasa tidak aman, dan semua komunitas harus bisa menjalankan keyakinan mereka.”

    Dr. Mohideen mengatakan istilah-istilah seperti “Islam radikal” dan “terorisme Islam” sudah “memicu ketakutan” pada sebagian orang.

    “Orang-orang jadi yakin kalau Muslim adalah musuh, Muslim adalah penyebab semua masalah ini,” katanya.

    ANIC mengatakan “kemarahan selektif” semakin memperdalam perpecahan dan mengikis kepercayaan.

    “Keamanan dan kekuatan Australia bergantung pada penolakan terhadap semua bentuk rasisme secara konsisten dan memastikan keadilan, martabat, dan keamanan bagi setiap warga Australia,” kata dewan tersebut.

    Pakar kontra-terorisme dari Deakin University di Melbourne, Greg Barton, mengatakan para pemimpin komunitas Muslim menghadapi tantangan di berbagai bidang.

    Ia mengatakan mereka harus “menyeimbangkan” antara tidak membiarkan peristiwa seperti serangan Bondi menjadi pemicu Islamofobia, tetapi juga mengecam mereka yang telah bertindak salah atas nama Islam. Islam.

    Tapi, Profesor Barton mengatakan tidak ada komunitas di Australia yang kebal terhadap radikalisasi dan ekstremisme, karena ini menjadi “masalah global” dan tindakan individu tidak mewakili suatu komunitas.

    Ia mencontohkan gerakan supremasi kulit putih tidak mewakili masyarakat kulit putih pada umumnya, katanya.

    Hidup dalam ketakutan

    Selima mengatakan perempuan Muslim di Melbourne yang mengenakan hijab akan menjadi “sasaran empuk”, karenanya ia mengaku menjadi lebih berhati-hati setiap kali ia keluar rumah.

    Ia mengatakan peningkatan kehadiran polisi untuk menjaga masjid saja tidaklah cukup.

    Menurut Selima perlu ada program pendidikan tentang apa Islam sebenarnya kepada masyarakat secara umum untuk mengatasi Islamofobia, mirip dengan yang program pendidikan anti-Semitisme yang diumumkan setelah serangan serangan Bondi.

    Lembaga yang diberi nama Antisemitism Education Taskforce yang dibentuk selama 12 bulan merupakan bagian dari respons pemerintah federal terhadap lembaga Special Envoy’s Plan to Combat Antisemitism.

    Satuan tugas ini bertujuan untuk “mempertimbangkan tindakan untuk membantu sistem pendidikan Australia mencegah, mengatasi, dan menanggapi anti-Semitisme dengan tepat”.

    Pada bulan September, Special Envoy to Combat Islamophobia atau utusan untuk mengatasi Islamofobia di Australia, Aftab Malik, menerbitkan laporan kerangka kerja untuk menanggapi Islamofobia dengan 54 rekomendasi, termasuk pendidikan tentang anti-rasisme.

    Pemerintah Australia sudah mengindikasikan jika mereka akan mempertimbangkan rekomendasi tersebut.

    Selima mengatakan dengan memahami Muslim dengan lebih baik, masyarakat akan menyadari kalau Muslim sebenarnya hanyalah warga Australia biasa.

  • Pastikan Hak Dasar Napi Terpenuhi, KemenImipas Cek Dapur Lapas Bengkulu

    Pastikan Hak Dasar Napi Terpenuhi, KemenImipas Cek Dapur Lapas Bengkulu

    Jakarta

    Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KemenImipas) mengecek langsung dapur Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, sebagai langkah untuk memastikan kualitas layanan pemenuhan hak dasar warga binaan Permasyarakatan atau narapidana (napi) terpenuhi dengan layak. Saat peninjauan, perwakilan Kementerian Imipas berkeliling ke ruang dapur dan fasilitas di dalamnya, lalu memberikan pujian atas kebersihan, kerapian dapur, serta menu makanan yang disajikan untuk para napi.

    “Dari berbagai daerah yang telah saya kunjungi, dapur di Lapas Bengkulu ini merupakan salah satu yang paling baik. Penataannya rapi, bersih, dan menunjukkan komitmen kuat terhadap pemenuhan hak dasar warga binaan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik KemenImipas, M. Akbar Hadi Prabowo dalam keteranganya, Rabu (7/1/2026).

    Dapur Lapas Kelas IIA Bengkulu dinamai Dapur Elok (Dapur Sehat). Hal-hal yang menjadi perhatian di antaranya kelaikan penyajian menggunakan wadah neon boks, kebersihan dapur, tata kelola hingga kerapian area dapur. Pengecekan ini dilakukan pada Rabu (24/12/2025).

    Akbar Hadi juga mengecek fasilitas Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Bengkulu. Sempat berdialog dengan petugas kesehatan di lokasi, baik yang bertugas di dalam lapas maupun dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu, Akbar Hadi mendorong peningkatan kualitas pelayanan medis bagi para napi.

    Ia lalu bicara soal program strategis nasional, yakni 15 Program Aksi sebagai kiblat kinerja di 2026. Untuk mewujudkan secara optimal program-program tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas seksi.

    “Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung program Ketahanan Pangan, sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian dan produktivitas warga binaan pemasyarakatan,” pungkas Akbar Hadi.

    Untuk diketahui agenda pengecekan dapur lapas serta penekanan soal ketahanan pangan sejalan dengan dua poin dalam 15 program aksi Kementerian Imipas 2026. Yakni pada program aksi poin 8 dan 9.

    Berikut 15 program aksi KemenImipas di 2026:

    1. Penguatan layanan keimigrasian berbasis digital;
    2. Penguatan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi(TPI);
    3. Penyederhanaan regulasi visa dan izin tinggal investor;
    4. Penyuluhan hukum keimigrasian oleh Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) untuk pencegahan TPPO dan TPPM;
    5. Pemenuhan sarana dan prasarana pos lintas batas tradisional dan pos imigrasi lainnya serta penambahan autogate di TPI bandara, TPI pelabuhan laut, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN);
    6. Memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan);
    7. Mengatasi permasalahan overcapacity dan overcrowding dengan solusi yang komprehensif;
    8. Kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle);
    9. Pembangunan dapur sehat di Lapas dan/atau Rutan dengan memberdayakan Warga Binaan yang tersertifikasi untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis;
    10. pemasaran produk hasil karya Warga Binaan melalui koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM);
    11. Pendidikan kesetaraan bagi Narapidana dan anak binaan;
    12. Efisiensi energi melalui Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan penggunaan solar cell dan bio gas untuk daerah 3T dan perbatasan;
    13. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar unit pelaksana teknis imigrasi dan pemasyarakatan;
    14. Fasilitasi Rumah ASN Kementerian Imipas; dan
    15. Peningkatan kompetensi SDM melalui penyelenggaraan Massive Open Online Course (MOOC) dan pendidikan vokasi Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik KemenImipas), M. Akbar Hadi Prabowo mengecek langsung dapur Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, sebagai langkah untuk memastikan kualitas layanan pemenuhanFoto: Kapusdatin dan Komunikasi Publik KemenImipas, M. Akbar Hadi Prabowo mengecek langsung dapur Lapas Kelas IIA Bengkulu sebagai langkah memastikan kualitas layanan pemenuhan hak dasar napi terpenuhi dengan layak. (dok. istimewa)

    [Gambas:Instagram]

    (aud/imk)