Author: Detik.com

  • Dokter Gizi Bicara Waktu Ideal Makan Malam Biar BB Nggak Cepat Naik

    Dokter Gizi Bicara Waktu Ideal Makan Malam Biar BB Nggak Cepat Naik

    Jakarta

    Selama ini, banyak orang menghindari makan malam di atas jam tertentu karena khawatir berat badan naik atau metabolisme terganggu. Padahal, dampak makan malam terhadap tubuh ternyata tidak ditentukan semata-mata oleh angka di jam dinding.

    Spesialis gizi klinik dr M Ingrid Budiman, SpGK, AIFO-K, menegaskan bahwa waktu makan malam seharusnya dilihat secara lebih menyeluruh. Bukan hanya soal jam berapa seseorang makan, tetapi juga jaraknya dengan waktu tidur serta jenis makanan yang dikonsumsi.

    Patokan Makan Malam Bukan Jam Tertentu

    Menurut dr Ingrid, patokan utama makan malam justru berkaitan dengan waktu tidur, bukan dengan jam tertentu.

    “Sebenarnya sih patokan utama itu tidak kurang dari dua jam sebelum tidur,” kata dr Ingrid saat berbincang di detikSore, Jumat (2/1/2026).

    Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Jika jarak antara makan dan tidur terlalu dekat, proses pencernaan bisa terganggu dan makanan berisiko tidak terbakar secara optimal.

    @detikhealth_official

    Viral video dengan narasi makan bergizi gratis ibu hamil dan balita diterima tidak layak lantaran ditaruh di kantong plastik tanpa kemasan tambahan apapun. Kejadian tersebut disebut terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Dimas Dhika Alpiyan, buka suara terkait viralnya video tersebut. Kejadian dilaporkan pada Kamis (8/1/2026). Dimas menyebut distribusi MBG saat itu sebetulnya sudah sesuai prosedur menggunakan ompreng. Namun, saat tiba di lokasi penerima, salah satu kader posyandu menurutnya memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantung plastik. Tindakan ini dilakukan tanpa berkoordinasi dengan pihak SPPG. “Setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” jelas Dimas, Sabtu (10/1). Kejadian tersebut kemudian baru diketahui SPPG keesokan harinya, pasca menerima laporan viral di media sosial. “Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” kata Dimas.

    ♬ original sound – detikHealth

    Selain soal waktu, jenis makanan yang dikonsumsi pada malam hari justru memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan dampaknya bagi tubuh.

    “Tapi tergantung dulu makan malamnya apa,” ujar dr Ingrid.

    “Jangan sampai selesai makan jam 6, tapi itu makannya martabak atau yang manis-manis,” tambahnya.

    Ia menekankan, makan malam tetap boleh dilakukan asalkan komposisi makanannya seimbang, tidak berlebihan, dan tetap memperhatikan jarak dengan waktu tidur.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Cara Hitung Berat Badan Ideal Kucing”
    [Gambas:Video 20detik]
    (elk/naf)

  • KPK Juga Sita Logam Mulia di OTT Pejabat Pajak Jakut, Total Barbuk Rp 6 M

    KPK Juga Sita Logam Mulia di OTT Pejabat Pajak Jakut, Total Barbuk Rp 6 M

    Jakarta

    KPK menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam bentuk rupiah, valuta asing (valas) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara (Jakut). KPK juga menyita logam mulia dalam OTT tersebut.

    “Dalam pengamanan tersebut, tim juga menyita barang bukti dalam bentuk uang tunai, baik rupiah maupun mata uang asing. Selain itu, tim juga mengamankan logam mulia, di mana nilai dari uang dan logam mulia yang diamankan tersebut mencapai miliaran rupiah,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1/2026).

    Budi mengatakan total barang bukti yang diamakan dalam OTT ini mencapai Rp 6 miliar. Dia mengatakan ada 8 orang yang diamankan dalam OTT tersebut.

    “Barang bukti yang diamankan dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini dalam bentuk uang, baik rupiah maupun mata uang asing, dan juga logam mulia. Ya, nilainya mencapai sekitar Rp 6 miliar,” ujarnya.

    Budi mengatakan 8 orang yang terjaring dalam OTT ini terdiri dari 4 pegawai Ditjen Pajak dan 4 dari pihak swasta. Namun, Budi belum membeberkan identitas 8 orang tersebut.

    Lebih lanjut, Budi mengatakan 8 orang tersebut masih diperiksa secara intensif hingga saat ini. Dia menuturkan mereka diamankan dari sejumlah lokasi di wilayah Jabodetabek pada Jumat (9/1) kemarin.

    Diketahui, OTT ini adalah OTT pertama KPK di tahun 2026. KPK masih memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak yang diamankan dalam perkara ini.

    OTT ini berkaitan dengan kasus dugaan suap pengurangan nilai pajak.

    (mib/zap)

  • Viral MBG Balita-Bumil Diwadahi Plastik, Ini Klarifikasi SPPG

    Viral MBG Balita-Bumil Diwadahi Plastik, Ini Klarifikasi SPPG

    Viral MBG Balita-Bumil Diwadahi Plastik, Ini Klarifikasi SPPG

  • Dirahasiakan 10 Tahun, Borok Valentino Rossi Akhirnya Terbongkar!

    Dirahasiakan 10 Tahun, Borok Valentino Rossi Akhirnya Terbongkar!

    Jakarta

    Legenda balap asal Spanyol, Sete Gibernau mengungkap aksi tak terpuji Valentino Rossi selama masih aktif membalap di MotoGP. Menurutnya, The Doctor rela melakukan cara-cara curang dan tak sportif untuk memenangkan perlombaan.

    Disitat dari siniar Gypsy Tales, Gibernau berkisah soal rivalitasnya dengan Rossi di musim 2003 dan 2004. Ketika itu, Gibernau dua kali berturut-turut meraih peringkat kedua atau runner up di klasemen akhir.

    Gibernau mulanya ingin menyimpan rapat-rapat cerita tersebut. Namun, lama-lama, dia merasa gerah. Dia menganggap, inilah saat tepat mengungkap semuanya ke publik.

    “Saya belum pernah membicarakan fakta ini sebelumnya. Tapi, saya merasa, mungkin inilah saat yang tepat untuk mengungkapnya,” demikian ujar Gibernau saat membuka ceritanya, dikutip Sabtu (10/1).

    Valentino Rossi dan Sete Gibernau. Foto: Robert Cianflone/Getty Images

    Meski rivalitas inti mereka terjadi di musim 2003-2004, namun sejumlah insiden banyak terjadi di musim 2005. Salah satunya, ketika perlombaan di Jerez, Spanyol. Ketika itu, Rossi dituding menabraknya di tikungan akhir.

    “Ya, dia menabrak saya di tikungan terakhir. Saya sampai keluar lintasan. Dia tidak mendapat penalti apa pun. Sejak saat itu, saya mulai kehilangan kepercayaan pada olahraga ini,” ungkapnya.

    “Selalu seperti itu. Tahun 2003, Vale dan saya. 2004, Vale dan saya. Lalu 2005 lagi. Dan saya tidak bisa memahami bagaimana ini tidak dianggap sebagai olahraga non-kontak,” tambahnya.

    Menurutnya, Rossi merupakan pebalap hebat dengan penggemar terbanyak di dunia. Sehingga, menurutnya, mantan pebalap asal Italia itu tak perlu melakukan cara-cara kotor untuk menang.

    “Saya sudah memaksa diri saya sejauh mungkin untuk melawan iblis dalam diri saya dan melawan salah satu pebalap terbaik sepanjang sejarah. Dan saya berpikir: Valentino bahkan tidak perlu melakukan hal-hal seperti itu untuk menang, dan tidak ada seorang pun yang mengatakan apa-apa,” tuturnya.

    Gibernau menduga, hukuman hanya berlaku untuk pebalap biasa-biasa saja. Sementara tokoh utama seperti Rossi bisa melakukan apapun tanpa khawatir dihukum.

    “Dari sosok seperti Valentino, seorang superstar, kenapa hal seperti itu diterima? Menurut saya itu salah. Dia tidak perlu melakukannya,” kata dia.

    (sfn/lth)

  • Dirahasiakan 10 Tahun, Borok Valentino Rossi Akhirnya Terbongkar!

    Dirahasiakan 20 Tahun, Borok Valentino Rossi Akhirnya Terbongkar!

    Jakarta

    Legenda balap asal Spanyol, Sete Gibernau mengungkap aksi tak terpuji Valentino Rossi selama masih aktif membalap di MotoGP. Menurutnya, The Doctor rela melakukan cara-cara curang dan tak sportif untuk memenangkan perlombaan.

    Disitat dari siniar Gypsy Tales, Gibernau berkisah soal rivalitasnya dengan Rossi di musim 2003 dan 2004. Ketika itu, Gibernau dua kali berturut-turut meraih peringkat kedua atau runner up di klasemen akhir.

    Gibernau mulanya ingin menyimpan rapat-rapat cerita tersebut. Namun, lama-lama, dia merasa gerah. Dia menganggap, inilah saat tepat mengungkap semuanya ke publik.

    “Saya belum pernah membicarakan fakta ini sebelumnya. Tapi, saya merasa, mungkin inilah saat yang tepat untuk mengungkapnya,” demikian ujar Gibernau saat membuka ceritanya, dikutip Sabtu (10/1).

    Valentino Rossi dan Sete Gibernau. Foto: Robert Cianflone/Getty Images

    Meski rivalitas inti mereka terjadi di musim 2003-2004, namun sejumlah insiden banyak terjadi di musim 2005. Salah satunya, ketika perlombaan di Jerez, Spanyol. Ketika itu, Rossi dituding menabraknya di tikungan akhir.

    “Ya, dia menabrak saya di tikungan terakhir. Saya sampai keluar lintasan. Dia tidak mendapat penalti apa pun. Sejak saat itu, saya mulai kehilangan kepercayaan pada olahraga ini,” ungkapnya.

    “Selalu seperti itu. Tahun 2003, Vale dan saya. 2004, Vale dan saya. Lalu 2005 lagi. Dan saya tidak bisa memahami bagaimana ini tidak dianggap sebagai olahraga non-kontak,” tambahnya.

    Menurutnya, Rossi merupakan pebalap hebat dengan penggemar terbanyak di dunia. Sehingga, menurutnya, mantan pebalap asal Italia itu tak perlu melakukan cara-cara kotor untuk menang.

    “Saya sudah memaksa diri saya sejauh mungkin untuk melawan iblis dalam diri saya dan melawan salah satu pebalap terbaik sepanjang sejarah. Dan saya berpikir: Valentino bahkan tidak perlu melakukan hal-hal seperti itu untuk menang, dan tidak ada seorang pun yang mengatakan apa-apa,” tuturnya.

    Gibernau menduga, hukuman hanya berlaku untuk pebalap biasa-biasa saja. Sementara tokoh utama seperti Rossi bisa melakukan apapun tanpa khawatir dihukum.

    “Dari sosok seperti Valentino, seorang superstar, kenapa hal seperti itu diterima? Menurut saya itu salah. Dia tidak perlu melakukannya,” kata dia.

    (sfn/lth)

  • Sering ‘Scroll’ Konten di Medsos? Awas Nggak Sadar Kena Brain Rot, Ini Ciri-cirinya

    Sering ‘Scroll’ Konten di Medsos? Awas Nggak Sadar Kena Brain Rot, Ini Ciri-cirinya

    Jakarta

    Pernah merasa lelah mental setelah berlama-lama ‘scroll’ atau menggulir media sosial? Dalam satu kali usapan layar, muncul orang liburan keliling dunia, lalu konten hidup tanpa internet, disusul motivasi kerja dari bos teknologi.

    Alih-alih terinspirasi, yang muncul justru rasa cemas dan kelelahan mental. Kondisi inilah yang ramai disebut sebagai brain rot, istilah gaul yang banyak dipakai warganet untuk menggambarkan dampak negatif konsumsi konten digital berlebihan.

    Content creator asal Berlin, Tiziana Bucec, menjadi salah satu sosok yang vokal mengangkat isu ini. Ia sampai membuat serial video anti-brain rot, karena merasa media sosial justru membuat penggunanya lebih cemas, kurang fokus, dan menurunkan kesadaran diri.

    Brain rot memang bukan istilah medis. Awalnya, istilah ini merujuk pada konten konyol tanpa makna, seperti video viral singkat yang sekadar menghibur.

    Namun, kini maknanya berkembang menjadi kritik terhadap kebiasaan konsumsi media sosial berlebihan yang dinilai menurunkan kemampuan berpikir kritis dan rentang perhatian.

    Profesor neurologi di Weill Cornell Medicine, Dr Costantino Iadecola, menjelaskan meski riset ilmiah khusus soal brain rot terbatas, pola perilaku scrolling tanpa sadar memiliki kemiripan dengan mekanisme kecanduan.

    “Cara otak bereaksi saat terus menggulir konten mirip dengan kecanduan alkohol, narkoba, atau judi,” jelas Dr Iadecola, dikutip dari CNN.

    Penelitian pada remaja dengan kecanduan internet menunjukkan adanya gangguan komunikasi antarbagian otak yang berperan dalam perhatian dan memori kerja. Menurut Dr Iadecola, paparan berkepanjangan terhadap konten berkualitas rendah berpotensi memberi dampak buruk pada fungsi otak.

    @detikhealth_official Masih banyak yang berpikir tidur berkualitas itu harus 8 jam. Padahal, kebutuhan tidur setiap orang bisa berbeda. Yang paling penting bukan durasinya, tapi apakah tubuh benar-benar pulih dan siap beraktivitas kembali. Yuk, dengarkan penjelasan sleep coach soal durasi tidur yang sebenarnya dibutuhkan 😴 #tidur #sleepcoach #tidurberkualitas #edukasi #kesehatan ♬ suara asli – detikHealth

    Konten Pendek Jadi Biang Kerok

    Dokter endokrin anak sekaligus penulis buku Calm the Noise, Dr Nidhi Gupta, menyebut brain rot paling sering dipicu oleh konten video pendek yang bersifat cepat, dangkal, dan terus memancing perhatian.

    “Rentang fokus manusia terbatas. Saat terlalu banyak konten berebut perhatian, hal penting seperti kesehatan, pekerjaan, hubungan, atau tidur bisa terabaikan,” terang Dr Gupta.

    Konten pendek dirancang memicu lonjakan dopamin, zat kimia otak yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi. Efeknya, otak terbiasa mencari sensasi cepat dan intens, sehingga konten yang lebih panjang dan mendalam terasa membosankan.

    Bukan Cuma Jadi Masalah pada Anak

    Meski anak-anak menjadi kelompok paling rentan, brain rot bukan hanya masalah usia muda. Dr Iadecola menegaskan anak yang terlalu sering terpaku pada layar berisiko kehilangan pengalaman penting dalam perkembangan sosial dan emosional.

    Namun, orang dewasa juga memegang peran besar. Dr Gupta menekankan kecanduan layar ini menjadi masalah semua usia.

    “Kita adalah panutan. Saat orang tua sibuk dengan ponsel, anak akan menganggap perilaku itu normal,” sambungnya.

    Perlukah Dilarang Total?

    Psikolog klinis Dr Lisa Damour mengingatkan, hiburan ringan tetap dibutuhkan. Menurutnya, setiap generasi memiliki cara sendiri untuk melepas penat.

    “Selama anak tetap menjalankan tanggung jawabnya, hiburan tanpa berpikir bukan masalah besar,” bebernya.

    Bagaimana Cara Membatasi ‘Scrolling’ Tanpa Menyiksa?

    Pakar informatika University of California, Irvine, Dr Gloria Mark, menyarankan pembatasan, bukan penghapusan total media sosial. Salah satunya dengan menjadwalkan waktu khusus untuk membuka media sosial atau menghapus aplikasi, dan hanya mengaksesnya lewat browser agar tidak mudah tergoda untuk terus ‘scroll’.

    “Kemauan saja tidak cukup. Lingkungan harus diubah,” kata Dr Gupta.

    Jika membutuhkan momentum, awal tahun bisa menjadi waktu yang tepat untuk mulai mengurangi konsumsi media sosial dan membangun kebiasaan digital yang lebih sehat.

    Halaman 2 dari 3

    (sao/naf)

  • Eskalasi di Aleppo Suriah Dikhawatirkan Picu Perang Saudara Baru

    Eskalasi di Aleppo Suriah Dikhawatirkan Picu Perang Saudara Baru

    Jakarta

    Ketegangan antara pemerintah Suriah dan pasukan Kurdi akhirnya meledak menjadi bentrokan terbuka di kota Aleppo, Suriah utara. Sejak Selasa (6/1), sedikitnya 12 warga sipil tewas. Sejumlah serdadu pemerintah dan seorang gerilyawan Kurdi juga dilaporkan meninggal, menurut Lembaga Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di London. Lebih dari 60 orang lainnya mengalami luka-luka.

    Baku tembak teranyar turut menciptakan gelombang pengungsian. Komite Tanggap Darurat Aleppo mencatat sekitar 142 ribu warga telah mencari perlindungan hingga Kamis (8/1). Sekolah-sekolah ditutup. Lalu lintas udara dari dan ke bandara Aleppo juga dihentikan.

    Pemerintah Suriah di Damaskus menyatakan operasi militer di Aleppo “semata-mata bertujuan menjaga keamanan dan mencegah aktivitas bersenjata di kawasan permukiman.” Pemerintah kemudian menetapkan Sheikh Maqsoud dan Achrafieh — dua distrik yang dikuasai Kurdi — sebagai “zona militer tertutup”, setelah koridor kemanusiaan dibuka pada Rabu dan Kamis hingga tengah hari. Meski demikian, sekitar 100 ribu warga diperkirakan masih terjebak di medan perang.

    Pasukan Demokratik Suriah (SDF,) yang didominasi etnis Kurdi dan menjalankan administrasi kota, membantah adanya target militer di wilayahnya. Mereka menuduh tentara Suriah menyerang warga sipil dan memperingatkan eskalasi di Aleppo dapat menyeret Suriah kembali ke perang terbuka.

    “Pertempuran ini berdampak langsung terhadap stabilitas Suriah,” kata Nanar Hawach, analis senior Suriah dari International Crisis Group, kepada DW. Menurut dia, jika kebuntuan berlarut, kekerasan lokal berpotensi menyebar ke wilayah lain.

    Ketika kedua pihak saling tuding jadi biang masalah, mediator Amerika Serikat dan Turki berupaya meredakan ketegangan. PBB juga ikut angkat suara. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyerukan semua pihak untuk “segera menurunkan eskalasi, menahan diri semaksimal mungkin, dan mengambil langkah-langkah guna mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut.” Dia mendesak dimulainya kembali perundingan untuk mengimplementasikan kesepakatan Maret.

    Kesepakatan damai yang rapuh

    Kesepakatan tersebut mengatur bahwa wilayah Kurd i— berpenduduk sekitar 2,5 juta orang dan kaya sumber minyak serta energi—akan berada di bawah kendali pemerintah pusat. Komunitas Kurdi diakui sebagai bagian dari negara Suriah yang bersatu.

    Namun, titik paling krusial adalah rencana penggabungan sekitar 60 ribu pejuang Kurdi ke dalam tentara nasional Suriah sebelum akhir 2025. Selama sepuluh bulan terakhir, proses negosiasi acap tersendat. Bentrokan terbaru pecah tak lama usai tenggat waktu terakhir dinyatakan lewat.

    Tujuan yang Sulit Didamaikan

    Guido Steinberg, peneliti senior Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan, menyebut posisi kedua pihak nyaris mustahil dipertemukan. “Bagi etnis Kurdi, menyerahkan senjata sama dengan bunuh diri, melihat apa yang terjadi pada komunitas Alawi dan Druze,” katanya, merujuk pada kekerasan terhadap minoritas sejak al-Sharaa berkuasa.

    Menurut Steinberg, Damaskus memang menginginkan negara kesatuan, namun terlalu lemah untuk memaksa Kurdi melucuti senjata tanpa bantuan Turki. “Tanpa Ankara, itu tidak akan terjadi,” ujarnya. Tapi dia juga meragukan Turki akan turun tangan secara militer mengingat situasi politik dalam negeri.

    Turki menganggap SDF sebagai organisasi teroris karena kaitannya dengan Partai Buruh Kurdistan (PKK) yang kini telah dibubarkan. Di sisi lain, Presiden Recep Tayyip Erdogan membutuhkan dukungan politisi pro-Kurdi untuk mengamankan amendemen konstitusi demi masa jabatan keempat pada pemilu 2028. Sebuah operasi militer terhadap etnis Kurdi di Suriah dikhawatirkan akan memperkuat sentimen negatif terhadap Erdogan,

    Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Turki, Kamis lalu, menyatakan militernya siap “mendukung” Suriah bila diminta. Namun pernyataan lain menegaskan operasi di Aleppo sepenuhnya tanggung jawab tentara Suriah, dengan Turki lebih memposisikan diri sebagai penopang de-eskalasi. Ketua Parlemen Turki, Numan Kurtulmus, mengatakan Ankara siap “memberikan segala bentuk dukungan untuk segera mengakhiri bentrokan dan memulihkan stabilitas.”

    Krisis kemanusiaan memburuk

    Di tengah tarik-menarik politik dan militer, warga sipil kembali menanggung beban terberat. Nanar Hawach mengingatkan bahwa kekerasan di timur laut Suriah memperparah krisis kemanusiaan yang telah rapuh akibat lebih dari satu dekade perang saudara, gempa besar Februari 2023, serta musim dingin ekstrem 2025–2026.

    “Sekali lagi, puluhan ribu pengungsi membutuhkan tempat berlindung. Jika pertempuran berlanjut, layanan publik yang sudah kewalahan akan semakin tertekan,” ujarnya.

    PBB mencatat, dari kebutuhan dana USD112 juta untuk bantuan musim dingin, baru USD29 juta yang terkumpul — menyisakan defisit 74 persen. Prioritas mendesak meliputi pemanas darurat, perbaikan tempat tinggal, distribusi perlengkapan musim dingin, dan pembukaan akses jalan bagi bantuan kemanusiaan. Semua itu kini terhambat kekurangan dana dan situasi keamanan yang kian memburuk.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Jerman
    Diadaptasi oleh Rizki Nugraha
    Editor Yuniman Farid

    (ita/ita)

  • Lawan Arah, Ngerokok di Motor

    Lawan Arah, Ngerokok di Motor

    Jakarta

    Di Indonesia, pelanggaran lalu lintas merupakan pemandangan sehari-hari. Mulai dari kebiasaan pengendara melawan arah, menerobos lampu merah, melintas lewat trotoar, hingga merokok saat mengendarai motor.

    Padahal, di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, kebiasaan tersebut dianggap sebagai pelanggaran berat. Itulah mengapa, pengendara motor atau mobil di dua kawasan itu jauh lebih teratur dibandingkan di Indonesia.

    Salah satu pelanggaran yang belakangan sering terjadi adalah melawan arah. Kini, bukan hanya pemotor, pemobil juga ikut-ikutan melakukan pelanggaran serupa.

    Motor lawan arah. Foto: Aksi pengendara melaju lawan arah di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jaksel viral di medsos. Polantas datangi lokasi karena aksi itu membahayakan dan bikin macet. (dok TMC Polda Metro)

    Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana membenarkan, perilaku melawan arah makin sering terlihat di jalan-jalan Indonesia. Menurutnya, pelanggaran itu tumbuh karena lemahnya penegakkan hukum.

    “Benar, banyak kendaraan lawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakkan hukum,” ujar Sony Susmana kepada detikOto, dikutip Sabtu (10/1).

    Selain lemahnya penegakkan hukum, kata Sony, pengendara di Indonesia juga punya karakter nekat dan tak sabaran. Mereka, kerap mencari cara untuk memangkas waktu di jalan raya. Salah satunya, tentu saja, dengan melawan arah.

    “Nggak bisa dipungkiri, banyak juga yang pengemudi yang berfikir simpel atau pendek, sekalipun harus melawan arah, bahkan imbauan atau teguran polisi dianggap angin lalu. Menurut saya, ini salah satu yang membuat hilangnya wibawa petugas,” tuturnya.

    “Bayangkan, bagaimana kondisi lalu lintas di Indonesia lima tahun lagi? Jadi, lima tahun lagi itu implementasi hukumnya harus tegas yang diterapkan oleh kepolisian,” kata dia menambahkan.

    Merokok di Sepeda Motor Foto: Rangga Rahardiansyah

    Selain melawan arah, naik motor sambil merokok belakangan juga marak terjadi di Indonesia. Bahkan, sampai muncul sejumlah gerakan masyarakat yang menentang keras kebiasaan tersebut.

    Menurut Sony Susmana, kebiasaan tersebut bisa mengganggu konsentrasi dan keseimbangan pengendara saat melaju di jalan raya. Itulah mengapa, saat hendak merokok, sebaiknya turun dulu dari kendaraan.

    “Mengemudi apa pun kendaraannya harus fokus atau konsentrasi. Menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan. Tidak boleh yang namanya sambil-sambil apalagi ngerokok,” ujar Sony kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kata dia, sisa pembakaran rokok juga bisa membahayakan pengguna jalan lain di belakang. Itulah mengapa, berkendara sambil merokok merupakan perbuatan ‘haram’ yang sangat tak disarankan.

    “Abu dan baranya mengganggu pengemudi lain, bisa juga terbang ke mata sendiri,” kata Sony.

    Di luar dua kebiasaan tersebut, masih ada pelanggaran lain yang seakan dinormalisasi di Indonesia, misalnya seperti naik motor tanpa helm, menerobos lampu merah, cengtri atau bonceng tiga dan masih banyak lagi.

    (sfn/lth)

  • Neurolog Bagikan 3 Resolusi yang Harus Ada di 2026 Biar Otak Nggak ‘Menciut’

    Neurolog Bagikan 3 Resolusi yang Harus Ada di 2026 Biar Otak Nggak ‘Menciut’

    Jakarta

    Memasuki tahun 2026, resolusi hidup kerap identik dengan target berat badan ideal atau olahraga rutin. Tetapi, seorang ahli neurologi mengingatkan ada aspek yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yakni kesehatan otak.

    Pasalnya, otak yang sehat menjadi fondasi utama produktivitas, kesejahteraan emosional, hingga kemandirian seseorang dalam jangka panjang.

    Ahli neurologi Dr Bing menekankan kesehatan otak bukan hanya soal fokus dan suasana hati, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjalani hidup di masa depan. Maka dari itu, ia membagikan tiga resolusi tahun baru sederhana yang bisa dilakukan demi menjaga fungsi otak tetap optimal.

    1. Prioritaskan Tidur yang Cukup

    Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, tidur sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan. Padahal, tidur memiliki peran krusial bagi kesehatan otak.

    “Kita membutuhkan sekitar 7 hingga 9 jam tidur setiap malam untuk fungsi otak yang optimal,” kata Dr Bing, dikutip dari Times of India.

    Dr Bing menegaskan tidur merupakan salah satu faktor terpenting dalam menjaga kesehatan otak. Ia mengungkapkan banyak orang mengira kurang tidur hanya merupakan dampak dari stres, kecemasan, atau nyeri.

    Namun sebaliknya, kurang tidur justru bisa memicu lingkaran masalah yang berulang. Bukannya mengandalkan obat atau suplemen, Dr Bing lebih menyarankan untuk membangun kebiasaan tidur yang baik, seperti memiliki jam tidur yang konsisten dan rutinitas malam hari yang menenangkan.

    2. Bangun Rutinitas Harian yang Konsisten

    Menurut Dr Bing, otak bekerja paling baik saat berada dalam pola yang dapat diprediksi.

    “Otak berkembang dengan prediktabilitas,” tuturnya.

    Ia mencatat orang yang menjalani rutinitas harian secara konsisten cenderung mengalami tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah. Dalam praktik klinisnya sebagai neurolog, Dr Bing juga mengamati bahwa rutinitas yang teratur dapat mengurangi frekuensi migrain dan membantu pengelolaan nyeri kronis.

    Rutinitas yang dimaksud meliputi waktu bangun tidur yang sama setiap hari, jadwal makan yang teratur, aktivitas fisik yang konsisten, serta sinyal relaksasi yang jelas menjelang malam.

    3. Aktivitas Setiap Hari

    Resolusi ketiga mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki manfaat besar. Dr Bing menyebut beraktivitas, seperti menari, sebagai salah satu aktivitas terbaik untuk tubuh dan otak.

    “Menari menggabungkan gerakan keseimbangan, koordinasi, memori, ritme, dan interaksi sosial,” jelasnya.

    Ia merujuk pada sebuah studi tahun 2003, yang menunjukkan bahwa menari merupakan satu-satunya aktivitas fisik yang terbukti dapat menurunkan risiko demensia. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, Dr Bing merekomendasikan mempelajari koreografi baru, karena dapat menstimulasi lebih banyak area otak.

    Halaman 2 dari 3

    (sao/naf)

  • BNN Bongkar Pabrik MDMB-4EN-PINACA di Tangerang, Koki hingga Kurir Dibekuk

    BNN Bongkar Pabrik MDMB-4EN-PINACA di Tangerang, Koki hingga Kurir Dibekuk

    Tangerang

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar clandestine laboratory narkotika jenis MDMB-4en-Pinaca atau tembakau sintetis, di Tangerang, Banten. Tiga tersangka, termasuk koki hingga kurir dibekuk dalam operasi ini.

    Berdasarkan keterangan yang disampaikan Biro Humas BNN, pabrik tembakau sintetis ini terbongkar berkat kerja sama Direktorat Psikotropika dan Preskusor (P2), Direktorat Intelijen, dan Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN yang didukung informasi dari masyarakat.

    Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh tim gabungan. Setelah dua bulan penyelidikan, tim kemudian melakukan penggerebekan di lokasi tersebut pada Jumat (9/1).

    “Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa rumah tersebut telah dijadikan tempat produksi tembakau sintetis selama kurang lebih 2 bulan,” tulis Biro Humas BNN dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).

    Dalam penggerebekan tersebut, BNN menangkap tiga orang pelaku. Ketiganya masing-masing berinisial ZD, pelaku utama sekaligus koki produksi; FH sebagai tester hasil produksi; dan Fir yang berperan sebagai kurir.

    “Dari hasil interogasi, pelaku mengaku bahwa bahan-bahan utama prekursor narkotika, bahan kimia, dan alat lab dibeli melalui online,” imbuhnya.

    Sejumlah barang bukti disita dalam operasi tersebut, antara lain 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan, dan MDMB Inaca (sisa residu). Selain itu, tim juga menyita berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk produksi narkotika.

    “Dari pengungkapan kasus ini BNN RI berhasil menyelamatkan sekitar 8.000 jiwa anak bangsa,” pungkasnya.

    BNN RI terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika dan melindungi masyarakat dari bahaya narkoba. Pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan BNN RI dalam memberantas narkotika dan menjaga keamanan masyarakat.

    (mea/dhn)