Author: Detik.com

  • Mau Kulit Glowing? Coba Rajin Olahraga dan Makan Sehat

    Mau Kulit Glowing? Coba Rajin Olahraga dan Makan Sehat

    Senang gak sih kalau kulit wajah glowing, kelihatan sehat dan bersih? Nah, rajin olahraga dan konsumsi makanan sehat juga membantu kulit kita makin glowing, loh…

    Dokter Spesialis Gizi Klinik, Diana Felicia Suganda, menjelaskan secara ilmiah kenapa kulit makin glowing kalau rajin olahraga dan konsumsi makanan sehat.

    “Aliran darah akan membawa nutrisi sama oksigenasi, ya kan? Pada saat teman-teman lagi rutin olahraga, jantung memompa lebih banyak,” paparnya. “Kita nutrisinya makannya bagus, proteinnya bagus. Tadi vitamin, mineral bagus. Jusnya buahnya bagus. Akhirnya apa? Yang dibawa oleh darah ke seluruh tubuh juga oke.”

    Tonton berita video lainnya di sini!

  • Badan Geologi Turunkan Tim Kaji Kemunculan Sinkhole di Tengah Sawah Sumbar

    Badan Geologi Turunkan Tim Kaji Kemunculan Sinkhole di Tengah Sawah Sumbar

    Jakarta

    Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tim ahli untuk mengkaji kemunculan sinkhole di kawasan pertanian Pombatan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Badan Geologi meminta warga tak terpengaruh dengan isu-isu mengenai fenomena alam itu.

    Dilansir detikSumut, Sabtu (10/1/2026), tim ahli Badan Geologi itu tiba di lokasi sinkhole didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ardiman, serta anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota M Fajar Rillah Vesky.

    “Kami baru datang, agenda kami fokus pengambilan data dan pemeriksaan data terhadap fenomena sinkhole di sini,” kata tim dari Badan Geologi, Kementerian ESDM, Taufik Wirabuana dalam keterangan yang diterima detikSumut, Sabtu (10/1).

    Menurutnya, tim Badan Geologi akan melakukan kajian terhadap fenomena sinkhole tersebut hingga hari Minggu (11/1).

    “Rencananya, Sabtu sampai Minggu. Kita di sini belum all-out. Kita hanya fokus pada kajian cepat, pemeriksaan untuk menjawab fenomena apa sebenarnya. Melihat fenomena tanahnya seperti apa, airnya seperti apa. Kondisi sinkhole di sini, tentu berbeda dengan di Jawa,” kata Taufik.

    “Jangan terpengaruh isu-isu yang tak berdasar. Contoh yang sederhana, ini misalnya bisa menyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat jangan percaya,” kata Taufik.

    Baca selengkapnya di sini

    (lir/lir)

  • Sumberasih Probolinggo Dilanda Banjir, Ketinggian Air Capai 1 Meter

    Sumberasih Probolinggo Dilanda Banjir, Ketinggian Air Capai 1 Meter

    Jakarta

    Sejumlah desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilanda banjir. Ketinggian air mencapai hingga 1 meter.

    “Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada pukul 15.00 WIB hingga petang, sehingga mengakibatkan debit air sungai naik dan menggenang ke pemukiman warga setinggi pinggang orang dewasa,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo Oemar Sjarief, di Probolinggo, seperti dilansir Antara, Sabtu (10/1/2026).

    Menurut dia, banjir menggenangi rumah warga yang berada di tiga desa di Kecamatan Sumberasih, yakni Desa Lemahkembar, Banjarsari, dan Ambulu. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

    “Data sementara rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 32 rumah, namun pendataan masih terus dilakukan,” tuturnya.

    Ia mengatakan BPBD Kabupaten Probolinggo dan instansi yang terlibat menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan membantu warga yang terdampak banjir tersebut.

    Sementara itu, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo juga menyebabkan jalan Desa Kedungdalem-Desa Dringu tergenang banjir.

    “Khususnya area Dusun Krajan Bandaran sampai depan Balai Desa Dringu saat ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua,” ujarnya.

    “Jalan Desa Kedungdalem-Desa Dringu, khususnya area Dusun Krajan Bandaran sampai depan Balai Desa Dringu, saat ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor akibat genangan air yang dapat mematikan mesin kendaraan roda dua,” ujarnya.

    (lir/lir)

  • 4 Orang Tewas di Lokasi Tambang Afghanistan, Diduga Keracunan Asap

    4 Orang Tewas di Lokasi Tambang Afghanistan, Diduga Keracunan Asap

    Kabul

    Empat penambang di Afghanistan utara tewas karena sesak napas saat menggali batu permata di lokasi tambang. Korban tewas diduga karena sesak napas akibat asap mesin penghancur batu.

    “Insiden itu terjadi di Distrik Khash, Provinsi Badakhshan, di mana empat pekerja di sebuah tambang meninggal,” kata juru bicara kepolisian Badakhshan, Ehsanullah Kamgar, seperti dilansir AFP, Minggu (11/1/2026).

    Insiden ini terjadi pada Jumat (9/1) wakt setempat. Para penambang sedang mencari batu mulia di bawah tanah dan “meninggal karena sesak napas yang disebabkan oleh asap yang dikeluarkan dari mesin penghancur batu,” tambahnya.

    Pihak berwenang tidak menanggapi permintaan AFP untuk berkomentar apakah tambang tersebut beroperasi secara resmi atau ilegal.

    Afghanistan menambang marmer, mineral, emas, dan batu mulia serta batubara.

    Kecelakaan fatal sering terjadi dan para penambang sering bekerja tanpa peralatan atau perlengkapan keselamatan yang memadai.

    Pada Juli 2025, enam penambang tewas dan 18 luka-luka dalam runtuhan tambang batu bara di provinsi Baghlan bagian utara.

    (lir/lir)

  • Viral MBG di Pandeglang Pakai Kantong Plastik, SPPG Buka Suara

    Viral MBG di Pandeglang Pakai Kantong Plastik, SPPG Buka Suara

    Pandeglang

    Video viral menunjukkan makan bergizi gratis (MBG) disajikan langsung dalam kantong plastik. Peristiwa itu diketahui terjadi di Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

    Dalam video viral yang dilihat, Sabtu (10/1/2026), terlihat menu MBG dibungkus plastik berisi ayam, nasi bubur, dan buah lengkeng. Dalam video itu, terdengar seorang wanita menyebut, menu MBG seperti makanan kucing.

    “Masa mau dimakan sama kita pakai plastik beginian, kaya buat kucing,” kata wanita dalam video.

    Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, mengklaim penyaluran dan penyajian MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita (B3) telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dari BGN. Namun ketika dilapangan, ibu kader posyandu malah memindahkan ke dalam plastik tanpa sepengetahuan dirinya.

    “Untuk pendistribusian sudah sesuai dengan SOP dari BGN, kita memakai ompreng di dapur, setelah itu diantarkan ke B3 ibu kader,” kata Dimas.

    Dimas tidak mengetahui secara detail alasan kader memindahkan menu MBG itu ke dalam plastik. Namun berdasarkan pengakuan kader, hal itu dilakukan secara spontanitas.

    “Katanya spontan aja karena udah sore datangnya, spontan akhirnya dimasukkan ke dalam plastik sama ibu kader. Dan itupun tanpa sepengetahuan saya,” katanya.

    “Kalau misalkan mau dibawa pulang itu memakai alat makan yang sesuai kaya mangkok, atau piring, dari rumah masing-masing,” sarannya.

    (lir/lir)

  • PSI Mau Jadikan Jateng ‘Kandang Gajah’, Hasto: Pemilu Masih Panjang

    PSI Mau Jadikan Jateng ‘Kandang Gajah’, Hasto: Pemilu Masih Panjang

    Jakarta

    PDIP menanggapi santai pernyataan Ketum PSI Kaesang Pangarep yang ingin menjadikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadi kandang Gajah. Gajah sendiri merupakan logo dari PSI.

    Jateng memang selama ini lekat kaitannya dengan PDIP hingga disebut sebagai kandang banteng. Sebab, wilayah tersebut hampir selalu menjadi lumbung suara bagi partai berlogo banteng itu.

    Kembali ke tanggapan PDIP, melalui Sekjen partai Hasto Kristiyanto, PDIP menanggapi santai pernyataan Kaesang tersebut. Hasto hanya menyampaikan bahwa kontestasi pemilu masih panjang.

    “Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan ya. Rakyat yang menentukan, yang punya kedaulatan,” kata Hasto kepada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

    Hasto menyebut, saat ini yang menjadi fokus PDIP adalah membuka seluas-luasnya kritik maupun melakukan perbaikan di tubuh internal partai. Fokus PDIP juga saat ini yakni mencoba memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk korban bencana Sumatera.

    “Jadi situasi saat ini bagi PDI Perjuangan, lebih baik kami berfokus untuk melakukan konsolidasi organisasi dalam seluruh aspek kehidupan partai sehingga ketika rakyat menghadapi kesulitan seperti bencana kami turun dengan seluruh kekuatan dari partai. Itu yang jadi skala prioritas kami,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menargetkan Jawa Tengah (Jateng) sebagai kandang Gajah dalam Pemilu 2029. Hal itu disampaikan Kaesang dalam Rakorwil PSI Jateng.

    “Ketua Dewan Pembina PSI waktu itu sudah bilang, kunci dari kemenangan kita adalah struktur. Jadi saya minta tolong sekali, struktur di Jateng sangat solid, agar Pemilu 2029 kita bisa menang mutlak di Jateng,” kata Kaesang saat memberikan sambutan di Rakorwil PSI di Hotel Sunan, Kota Solo, Kamis (8/1).

    Kaesang mengatakan, pembentukan struktur harus selesai sampai tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRt). Sebab, data verifikasi itu juga sebagai modal PSI dalam mengikuti kontestasi Pemilu 2029. Survei internal juga terus dilakukan agar mesin partainya terus panas.

    Pada Pemilu 2024, PSI meraih 12 kursi di Jateng, yang terdiri dari lima kursi DPRD Kota Solo, lima kursi DPRD Kota Semarang, dan dua kursi DPRD Jateng. Meski perolehnya naik dari Pemilu 2019, Kaesang masih belum puas

    “12 ini untuk Jateng terlalu kecil. Saya minta tolong, di 2029 atau nggak tahu nanti pemilihan di 2031. Saya minta tolong Provinsi, maupun Kabupaten/kota, harus terisi di seluruh Kabupaten/kota,” ucapnya.

    “Target berapa ketua, provinsi berapa? Target provinsi 17, naik dhuwur (tinggi) banget. Kalau Kabupaten/kota? Minimal satu fraksi,” imbuhnya.

    Dia berharap, Pemilu 2029 akan lebih banyak kader PSI yang lolos baik di legislatif maupun eksekutif. Sehingga ia meminta seluruh mesin partai untuk gotong royong meraih target tersebut.

    “Sanggup nggih 2029, Pemilu selanjutnya Jateng Kandang Gajah. Wes rasah kandang-kandang sing liyane. Tempatnya Gajah itu sekarang di sini. PSI hadir untuk masyarakat Jateng,” tegasnya.

    (kuf/lir)

  • Video 152 Pelajar Mojokerto Diduga Keracunan MBG: Alami Pusing-Diare

    Video 152 Pelajar Mojokerto Diduga Keracunan MBG: Alami Pusing-Diare

    Video 152 Pelajar Mojokerto Diduga Keracunan MBG: Alami Pusing-Diare

  • PDIP Tentukan Sikap soal Pilkada Dipilih DPRD Usai Rakernas

    PDIP Tentukan Sikap soal Pilkada Dipilih DPRD Usai Rakernas

    Jakarta

    PDIP berbicara soal wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipilih langsung oleh DPRD. PDIP akan menentukan sikap mengenai wacana tersebut setelah rangkaian rakernas ke-1 tahun 2026 dilaksanakan.

    “Sikap politiknya, karena nanti kami akan mendengarkan seluruh usulan-usulan dari DPD, akan dibacakan pada saat penutupan Rakernas. Sikapnya bagaimana, alasan filosofis, ideologis, dan juga dari manajemen penyelenggaraan pemilu, itu semua akan menjadi bagian dari rekomendasi Rakernas. Jadi belum diputuskan,” tutur Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan saat sela-sela rakernas partai di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

    Hasto mengatakan, PDIP sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi memilih untuk lebih dulu menunggu pandangan dari seluruh perwakilan kader di daerah.

    “Karena kita kan Partai Demokrasi Indonesia, jadi seluruh pencermatan, masukan dari seluruh peserta rakernas itu akan menjadi bahan pengambilan keputusan dalam rekomendasi rakernas,” tutur Hasto.

    Hasto sekaligus menyampaikan bahwa dalam rakernas hari ini, ditayangkan juga perjuangan dan rekam jejak serta biografi politik Presiden pertama RI Soekarno serta Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memegang teguh prinsip kedaulatan rakyat.

    “Itulah tadi Ibu mengatakan bagaimana prinsip-prinsip kedaulatan rakyat sebagai spirit dari reformasi itu harus betul-betul kita jaga. Dan, dengan rakyat yang berdaulat, dengan pemimpin dipilih secara langsung, ini tidak hanya memperkuat legitimasi pemimpin, tapi juga tanggung jawab pemimpin untuk menghasilkan program-program sesuai dengan aspirasi rakyat yang digali pada saat kampanye,” pungkasnya.

    (kuf/azh)

  • Megawati Ungkap Bencana di Sumatera Bikin Generasi Muda Cemas

    Megawati Ungkap Bencana di Sumatera Bikin Generasi Muda Cemas

    Jakarta

    Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera membuat masyarakat menjadi korban. Megawati mengatakan bencana di Sumatera ini telah membuat generasi muda cemas.

    “Yang paling merasakan kecemasan ini adalah generasi muda. Mereka hidup dalam ketidakpastian, memandang masa depan dengan kegelisahan. Banyak di antara mereka merasa bahwa generasi sebelumnya telah gagal merawat bumi, dan bahwa hari esok justru tampak lebih menakutkan daripada hari ini,” tutur Megawati saat memberi sambutan dalam HUT ke-53 dan Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

    Megawati menyampaikan pidato HUT ke-53 PDIP dan Rakernas PDIP di Ancol secara tertutup. Teks pidato Megawati dibagikan kepada wartawan dan diizinkan dikutip oleh juru bicara PDIP, Guntur Romli.

    Di sisi lain, Megawati mengatakan bencana ini tak hanya sebagai peristiwa alam semata, namun juga sebagai peringatan. Menurutnya, bencana yang terjadi telah menimbulkan kerugian besar terutama bagi masyarakat terdampak.

    “Bagi saya, bencana ini bukan peristiwa alam semata. Ini adalah peringatan sejarah. Ini adalah isyarat keras tentang masa depan yang jauh lebih katastrofik,” kata Megawati.

    Megawati juga menyebut, bencana ini turut ditimbulkan dari aturan yang dibuat. Dia menilai, kebijakan yang ada saat ini dianggapnya memberikan karpet merah bagi penghancur alam.

    “Kita harus berani jujur. Kerusakan ini juga dilembagakan oleh kebijakan. Undang-undang dan regulasi yang memberi karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem,” ungkap Megawati.

    “Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban,” ujar Megawati.

    Presiden ke-5 RI ini juga menegaskan bahwa bencana yang terjadi di Sumatera bukanlah sekedar kehendak alam. Dia meyakini adanya ulah tangan manusia.

    “Kawasan hulu yang seharusnya menjadi penyangga kehidupan, sebagai spons alam penyerap air, telah berubah menjadi ladang eksploitasi. Hutan alam dan wilayah adat dirampas, dibuka secara masif, lalu digantikan oleh tanaman monokultur berakar dangkal dan miskin daya dukung ekologis,” ungkap Megawati.

    “Akibatnya jelas dan nyata. Ketika hujan turun, air tidak lagi terserap. Air kehilangan fungsinya sebagai sumber kehidupan, lalu berubah menjadi kekuatan penghancur. Ia menghantam hilir, menyapu pemukiman, lahan pertanian, dan kehidupan rakyat kecil yang bahkan tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan,” imbuh dia.

    (kuf/lir)

  • Kronologi MBG di Pandeglang Berwadah Kantong Plastik

    Kronologi MBG di Pandeglang Berwadah Kantong Plastik

    Jakarta

    Video distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita di Desa Pasirkadu, Pandeglang, Banten, viral di media sosial setelah MBG didapati berwadah plastik. Menanggapi hal itu, Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Lusi, memberikan klarifikasi dan menyebut kejadian tersebut berlangsung spontan akibat cuaca hujan yang tidak memungkinkan.

    Menurut penjelasan SPPG Karyasari, distribusi MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pada 8 Januari lalu dilakukan sesuai prosedur menggunakan ompreng. Namun, setibanya di lokasi, salah satu kader posyandu memindahkan makanan ke kantong plastik tanpa koordinasi, karena khawatir makanan terkena air hujan.

    Pihak SPPG dan kader posyandu pun telah melakukan klarifikasi bersama setelah video tersebut viral.

    Klik di sini untuk video lainnya!

    (/)