Author: Detik.com

  • Maduro Didampingi Pengacara Kawakan AS yang ‘Selamatkan’ Pendiri Wikileaks

    Maduro Didampingi Pengacara Kawakan AS yang ‘Selamatkan’ Pendiri Wikileaks

    Washington DC

    Ketika Nicolas Maduro diseret pemerintah AS ke pengadilan di New York, Senin (05/01), Presiden Venezuela itu bukanlah satu-satunya figur yang menarik perhatian media.

    Di sampingnya ada orang yang akan memimpin pembelaannya seorang pengacara Amerika yang dikenal karena memenangkan kasus-kasus luar biasa dan kompleks, seperti yang tengah dihadapi Maduro.

    Pengacara itu bernama Barry Pollack. Dia adalah pengacara pribadi Maduro.

    Pollack akan mendampingi Maduro menghadapi tuduhan memperdagangkan narkotik, mengimpor kokain, dan kepemilikan senapan mesin dan alat peledak.

    Dalam sidang perdana itu, Maduro menyatakan dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan. Maduro bilang telah diculik pemerintah AS dan menegaskan bahwa dia tetap berstatus Presiden Venezuela.

    Pollack kini berusia 61 tahun. Dia merupakan pimpinan di firma hukum Wall Street Harris St. Laurent & Wechsler, yang kantornya berjarak beberapa menit berjalan kaki dari gedung pengadilan tempat Maduro diadili.

    Pollack juga berstatus sebagai profesor ilmu hukum di Universitas Georgetown.

    Ilustrasi Pollack di ruang sidang New York bersama Maduro (Reuters)

    ‘Teliti dan bijaksana’

    Menurut website firma hukum Harris St. Laurent & Wechsler, Pollack secara luas diakui sebagai salah satu pengacara litigasi paling terkemuka di negara AS.

    Pollack juga disebut sebagai mantan Presiden Asosiasi Pengacara Pembela Kriminal Nasional.

    Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Pollack dikenal karena menangani “persidangan dan investigasi yang sensitif dan seringkali berprofil tinggi.”

    Di antara kasus-kasus penting yang dia tangani, Pollack berhasil membebaskan Julian Assange, jurnalis dan aktivis asal Australia yang mendirikan WikiLeaks, pada tahun 2024.

    Situs Chambers USA, yang menyusun peringkat firma hukum dan pengacara terbaik di AS, menggambarkan Pollack sebagai “pengacara yang teliti dan bijaksana”.

    Lembaga ini menyebut Pollack “hidup dan bernapas dalam persidangannya” dan “memiliki cara alami untuk tampil di hadapan juri.”

    Dalam wawancara dengan Law Dragon, April 2025,, sebuah media massa yang didedikasikan untuk para profesional hukum, dan dikutip oleh surat kabar Inggris The Guardian, Pollack menyebut beberapa refleksi tentang pekerjaannya.

    “Biasanya, ketika saya bertemu dengan klien, mereka sedang menghadapi krisis terburuk dalam hidup mereka,” kata Pollack.

    “Membimbing mereka melalui proses itu sangatlah memuaskan. Sulit membayangkan melakukan sesuatu yang memiliki dampak lebih besar pada kehidupan orang yang Anda bantu.”

    Pollack juga menyebutkan kekuatan yang dimilikinya.

    “Saya memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan juri,” katanya.

    “Dalam arti tertentu, saya adalah seorang penerjemah. Saya mengambil banyak informasi yang sangat teknis dari industri yang mungkin tidak dikenal oleh juri dan mengkomunikasikannya dengan cara yang mudah dipahami.”

    Pollack bersama Julian Assange, pada hari pembebasan jurnalis asal Australia tersebut pada 2024 (Getty Images)

    Kasus-kasus penting

    Pollack menegosiasikan kesepakatan pembelaan dalam kasus Jullian Assange, yang dia sebut akhirnya membebaskan jurnalis tersebut.

    Assange menghadapi dakwaan berdasarkan Undang-Undang Spionase AS karena mengungkap secara besar-besaran dokumen rahasia AS ke situs WikiLeaks. Assange membeberkan kabel diplomatik dan laporan tindakan militer di Irak dan Afghanistan.

    Setelah berbulan-bulan negosiasi, Assange mengaku bersalah atas satu dakwaan konspirasi untuk memperoleh dan mengungkapkan informasi pertahanan rahasia.

    Sebagai imbalannya, Assange dijatuhi hukuman penjara di Inggris, meski AS berupaya keras mengekstradisinya.

    Assange menghabiskan lima tahun di penjara keamanan maksimum Belmarsh di London dan tujuh tahun melarikan diri dari penegak hukum Inggris dan AS di kedutaan Ekuador di Inggris.

    Dalam kasus ini, kesepakatan yang tidak biasa yang dicapai oleh Pollack pada tahun 2024.

    Kesepakatan itu memungkinkan Assange untuk meninggalkan penjara di Inggris, serta bisa memberikan kesaksian di wilayah AS di Kepulauan Mariana Utara sebelum kembali ke negara asalnya, Australia.

    Di antara kasus-kasus penting lainnya, Pollack juga membebaskan mantan eksekutif Enron Corp., Michael Krautz, dari tuduhan penipuan kriminal.

    Kasus Krautz ini hanyalah satu dari dua kasus yang berakhir dengan putusan bebas dalam rentetan skandal kebangkrutan Enron.

    Pollack juga berhasil membebaskan orang-orang yang telah dipenjara secara tidak adil, seperti Martin Tankleff, yang menghabiskan 17 tahun di penjara setelah dituduh secara tidak adil membunuh orang tuanya saat masih remaja.

    Pollack dipotret di London selama sidang kasus Assange (Getty Images)

    “Penangkapan Maduro jelas ilegal”

    Selama di persidangan Maduro, Pollack menyatakan akan mengantisipasi pertarungan hukum yang panjang tentang apa yang disebutnya sebagai “penculikan Maduro oleh militer AS”.

    Artinya, Pollack akan berkeras dengan argumentasi bahwa operasi AS di Venezuela ilegal, seperti yang dilaporkan Reuters.

    Alonso Gurmendi, seorang ahli hukum internasional dan profesor di London School of Economics di London, mengatakan bahwa berdasarkan hukum internasional, operasi untuk menangkap Maduro “secara jelas, mutlak, dan tak terbantahkan ilegal dan tidak sah.”

    Hukum internasional melarang penggunaan kekuatan lintas batas antarnegara kecuali dalam tiga situasi, kata Gurmendi.

    “Skenario pertama, Dewan Keamanan PBB memberi Anda izin, tapi itu tidak terjadi dalam kasus Maduro. Skenario kedua, negara lain menyerang Anda terlebih dahulu dan Anda membela diri. Itu juga tidak terjadi karena Venezuela tidak menyerang AS berdasarkan interpretasi terluas dari pembelaan diri. Tidak ada serangan bersenjata oleh Venezuela terhadap Amerika Serikat.

    “Skenario ketiga, persetujuan Negara. Artinya, Venezuela harus memberi tahu AS bahwa ‘Anda dapat masuk dan menangkap Maduro,’ sesuatu yang juga tidak terjadi,” ujar Gurmendi.

    “Tidak satu pun dari tiga izin tersebut ada, oleh karena itu operasi tersebut merupakan tindakan ilegal menurut hukum internasional, merupakan tindakan agresi, dan sebagai tindakan agresi, melanggar hak-hak fundamental orang-orang yang terlibat, dalam hal ini Maduro,” ujar Gurmendi.

    Potret Maduro dan istrinya saat tiba di AS usai ditangkap militer AS (Getty Images)

    Profesor William Shabas mengatakan, “pertanyaan tentang ilegalitas penculikan Maduro adalah argumen yang sangat sah.”

    Shabas mencontohkan salah satu kasus yang paling terkenal yakni pada tahun 1960, Adolf Eichmann diculik di Argentina, lantas dibawa ke Israel. Pengadilan Israel menerima dalil penangkapan terhadap mata-mata Mossad itu, tapi pengadilan di Inggris tak sependapat.

    “Dari perspektif hak asasi manusia fundamental, ini adalah argumen yang sangat bagus, tetapi mungkin tidak akan terlalu berhasil di pengadilan AS,” ujarnya.

    Pada sisi lain, Gurmendi menyebut penangkapan dengan cara yang bertentangan dengan hukum tidak membatalkan proses hukum di Amerika Serikat. Hal ini tidak berlaku di banyak negara Amerika Latin.

    “Menurut pola pikir Amerika Latin, itu tidak masuk akal karena penangkapan ilegal berarti Anda merusak yurisdiksi pengadilan dan juga hukum internasional karena perlu perjanjian ekstradisi untuk itu,” ujarnya.

    “Hukum internasional tidak dimulai dari premis bahwa Anda dapat memasuki suatu negara dan melakukan apa pun yang Anda inginkan,” tuturnya.

    Menurut Gurmendi, argumentasi ini menunjukkan sesuatu yang mendasar yang harus dipertimbangkan pengadilan AS.

    “Meskipun Konstitusi Amerika Serikat menyatakan bahwa perjanjian internasional (dan hukum federal) adalah hukum tertinggi di negara itu, dalam tradisi konstitusional Amerika, hukum domestik lebih diutamakan daripada hukum internasional.”

    “Ketika kita berbicara tentang legalitas operasi tersebut, orang-orang di AS akan bertanya apakah presiden memiliki kekuasaan berdasarkan Konstitusi untuk melakukan ini dan membahas, misalnya, apakah Trump membutuhkan otorisasi dari Kongres atau tidak.”

    Potret Demonstrasi di Caracas setelah penangkapan Maduro (Getty Images)

    Argumen kekebalan hukum bagi kepala negara

    Pembelaan lain yang mungkin diajukan untuk Maduro adalah bahwa, sebagai kepala negara, dia menikmati kekebalan hukum.

    “Saya pikir ini adalah argumen dengan potensi yang jauh lebih besar, karena ini sangat jelas dalam hukum internasional,” kata Shabas.

    “Ada putusan dari Mahkamah Internasional yang menetapkan bahwa kepala negara, negara bagian, atau pemerintah menikmati kekebalan hukum di hadapan pengadilan negara lain.”

    Ada preseden di mana pemerintah AS menangkap pemimpin sebuah negara di Amerika Latin, yaitu Jenderal Panama Manuel Noriega, pada Januari 1990.

    Dalam memerintahkan penangkapan Noriega, Gedung Putih mengandalkan pendapat hukum tahun 1989 oleh Wakil Jaksa Agung saat itu, Bill Barr, yang dikeluarkan enam bulan sebelum invasi AS ke Panama.

    Barr kala itu berpendapat, larangan penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional, yang diabadikan dalam Piagam PBB, tidak bisa mencegah AS untuk melakukan penangkapan di luar negeri demi menegakkan hukum domestik.

    Noriega adalah pemimpin de facto Panama pada saat itu dan tidak pernah memegang jabatan presiden secara resmi. Negara itu saat itu berada dalam kekacauan akibat protes dan upaya pemberontakan militer.

    Kasus Noriega “adalah satu-satunya preseden yang menurut saya dapat dijadikan acuan oleh pihak penuntut,” menurut Shabas.

    “Tetapi saya pikir ada beberapa perbedaan penting antara kasus itu dan situasi Maduro. Dan karena itu, saya pikir Maduro memiliki argumen yang jauh lebih kuat dalam hal itu.”

    Amerika Serikat menangkap pemimpin de facto Panama, Jenderal Manuel Noriega, pada tahun 1990 (Getty Images)

    Beberapa pakar hukum berpendapat, jaksa AS kemungkinan akan berargumen bahwa mereka tidak mengakui Maduro sebagai kepala negara yang sah.

    Sebagai konteks, AS mendeklarasikan pemimpin oposisi Juan Guaid sebagai presiden sementara pada tahun 2019.

    Namun menurut Shabas, “intinya adalah Amerika Serikat mengakui Venezuela. Dan pertanyaannya kemudian sederhana: siapa kepala negara di Venezuela? Dan jika bukan Maduro, mengapa dia diculik? Jelas, dia adalah kepala negara dalam arti objektif, bahkan jika mereka keberatan, jika mereka tidak menyukainya, jika mereka mengklaim dia merebut kekuasaan secara tidak sah.”

    “Lagipula, Donald Trump mengatakan bahwa Joe Biden adalah kepala negara yang tidak sah selama empat tahun karena dia mengklaim telah memenangkan pemilihan. Jadi ini tidak mengubah apa pun dari perspektif hukum internasional,” ujarnya.

    Menurut Gurmendi, kegagalan pemerintah AS untuk mengakui Maduro “tidak berarti bahwa ia tidak memiliki kendali efektif atas negara tersebut dan oleh karena itu, berdasarkan hukum internasional, ia adalah orang yang harus dilindungi oleh kekebalan hukum.”

    Gurmendi bilang, fakta bahwa argumen kekebalan hukum tidak berhasil dalam kasus Noriega sekali lagi menunjukkan bahwa “kita berada dalam realitas di mana terdapat dua sistem normatif yang saling bertentangan, hukum nasional Amerika Serikat dan hukum internasional.”

    “Di Amerika Latin, misalnya, ada banyak negara yang mengatakan bahwa ketika terjadi konflik antara hukum internasional dan hukum domestik, hukum internasional yang berlaku.

    “Itulah yang terjadi di Peru dan beberapa negara lain di kawasan ini, tetapi tidak demikian halnya di Amerika Serikat,” kata Gurmendi.

    (nvc/nvc)

  • Pria Push-up 100 Kali Tiap Hari selama Setahun, Begini Perubahan pada Tubuhnya

    Pria Push-up 100 Kali Tiap Hari selama Setahun, Begini Perubahan pada Tubuhnya

    Jakarta

    Seorang pria membagikan pengalamannya menjalani tantangan kebugaran dengan melakukan 100 kali push-up setiap hari selama satu tahun penuh. Rutinitas sederhana tersebut ternyata memberikan dampak nyata pada kondisi tubuhnya.

    Kisah ini muncul di tengah momen awal tahun, saat banyak orang menetapkan resolusi kesehatan dan kebugaran. Mulai dari mengikuti Dry January, Veganuary, hingga berkomitmen rutin berolahraga, Januari kerap dijadikan titik awal perubahan gaya hidup.

    Namun, tidak sedikit resolusi kebugaran yang berakhir hanya menjadi wacana. Berbeda dengan James Stewart Whyte, yang berhasil mempertahankan komitmennya.

    James menetapkan target sederhana, yakni melakukan 100 push-up setiap selama setahun, dan benar-benar menjalankan hingga tuntas. Pengalamannya ini ia bagikan melalui YouTube miliknya.

    Ia mengaku memilih push-up karena latihan ini tidak membutuhkan keanggotaan gym, perjalanan khusus, atau perlengkapan olahraga tertentu, sehingga mudah dilakukan secara konsisten.

    “Saya tidak meminta diri saya untuk melakukan sesuatu setiap hari yang harus saya jadwalkan dan persiapkan secara eksplisit sebelumnya,” terangnya, dikutip dari Unilad.

    Perubahan yang Dirasakan

    James menekankan bahwa tujuan utamanya bukanlah perubahan fisik instan, melainkan membangun kebiasaan jangka panjang. Karena itu, ia tidak terkejut saat hasilnya tidak langsung terlihat.

    “Kemajuan yang saya capai lambat,” kata James.

    “Setelah beberapa bulan pertama tahun ini, saya melihat perubahan yang hampir tidak terlihat, kemajuan mulai terlihat memasuki musim panas,” sambungnya.

    Seiring dengan kebiasaannya itu, orang lain mulai memperhatikan perkembangan James. Ototnya terlihat lebih kuat dan latihan harian menjadi terasa lebih muda.

    Meski tidak menghasilkan perubahan fisik yang ekstrem dalam waktu singkat, dampak rutinitas tersebut tetap terasa signifikan. James menilai hasilnya justru menguatkan pentingnya konsistensi.

    “Di pertengahan tahun saya memeriksa kemajuan yang terlihat, meskipun hasilnya sederhana, tetapi ada,” beber James.

    “Dan itu membuktikan bahwa setelah Anda membangun kebiasaan baru, Anda harus memberi waktu pada kebiasaan itu untuk bekerja sebelum Anda melihat hasilnya,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • Terungkap, Pemimpin Separatis Yaman Kabur ke Uni Emirat Arab

    Terungkap, Pemimpin Separatis Yaman Kabur ke Uni Emirat Arab

    Sanaa

    Pemimpin separatis Yaman, Aidaros Alzubidi, telah melarikan diri ke Uni Emirat Arab (UEA), setelah dilaporkan absen dalam perundingan di Riyadh, Arab Saudi. Kaburnya Alzubidi ke UEA itu terjadi setelah kelompok separatis yang dipimpinnya berupaya merebut sebagian besar wilayah Yaman.

    Alzubidi dituduh melakukan pengkhianatan tingkat tinggi dan dikeluarkan dari Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman pada Rabu (7/1) waktu setempat. Koalisi pimpinan Saudi membombardir provinsi asal Alzubidi di Yaman setelah dia gagal menghadiri pembicaraan di Riyadh pekan ini.

    Perjalanan Alzubidi kabur ke UEA, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), diungkapkan oleh koalisi pimpinan Saudi dalam pernyataan terbarunya. Disebutkan bahwa Alzubidi kabur dengan menggunakan kapal dan pesawat dari Aden di Yaman menuju ke Abu Dhabi di UEA, melalui Somaliland dan Somalia.

    “Intelijen yang dapat diandalkan menunjukkan bahwa Aidaros Alzubidi dan beberapa orang lainnya telah melarikan diri pada tengah malam,” sebut koalisi pimpinan Saudi dalam pernyataan pada Kamis (8/1) waktu setempat.

    Keterangan koalisi pimpinan Saudi menyebutkan bahwa Alzubidi, yang merupakan pemimpin Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA, berlayar dari Aden ke Berbera di Somaliland, wilayah yang memisahkan diri di Tanduk Afrika, setelah tengah malam pada Rabu (7/1) waktu setempat.

    Menurut koalisi pimpinan Saudi, dia kemudian terbang dengan pesawat Ilyushin buatan Rusia ke Mogadishu “di bawah pengawasan pejabat UEA”, sebelum melanjutkan penerbangan ke bandara militer di Abu Dhabi dan tiba pada Rabu (7/1) malam waktu setempat.

    Sejauh ini belum ada komentar langsung dari otoritas UEA mengenai laporan tersebut.

    Bulan lalu, STC yang dipimpin Alzubidi melancarkan rentetan serangan yang membawa gejolak baru ke Yaman, negara termiskin di Semenanjung Arab yang sudah terpecah belah akibat konflik bertahun-tahun.

    STC yang didukung UEA itu berupaya memulihkan kemerdekaan setelah Yaman secara resmi terbagi antara Yaman Utara dan Yaman Selatan dari tahun 1967 hingga tahun 1990 silam.

    Serangan koalisi pimpinan Saudi, yang melibatkan sejumlah pesawat tempur, terhadap target-target STC di Yaman telah memicu banyak korban jiwa. Menyusul serangan itu, Alzubidi menyatakan masa transisi dua tahun menuju kemerdekaan, yang mencakup digelarnya referendum.

    Pertempuran dengan STC itu mengungkap keretakan mendalam antara Saudi dan UEA, yang merupakan sekutu Teluk.

    Kedua negara bertetangga yang sama-sama kaya minyak ini sebelumnya bahu-membahu dalam memerangi pemberontak Houthi, yang didukung Iran, di Yaman, yang menguasai ibu kota Sanaa pada tahun 2014 dan masih mengendalikan sebagian besar wilayah tersebut.

    Namun kini, Saudi dan UEA mendukung faksi-faksi yang bersaing dalam pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Kelebihan Mobil Penggerak Roda Belakang

    Kelebihan Mobil Penggerak Roda Belakang

    Jakarta

    Mobil dengan penggerak roda belakang masih ada peminatnya. Buktinya, deretan mobil dengan penggerak belakang masih banyak diburu.

    Sistem penggerak roda belakang punya kelebihan tersendiri. Dengan sistem penggerak di belakang itu artinya tenaga mobil disalurkan melalui dua roda di belakang. Dikutip laman Daihatsu Indonesia, mobil dengan penggerak roda belakang menggunakan gardan sebagai penghubung transmisi mobil dengan mesin mobil.

    Kelebihan Mobil dengan Penggerak Roda Belakang

    Dengan demikian, beban kerja roda akan dibagi sesuai fungsinya. Roda depan akan digunakan sebagai kemudi sedangkan roda belakang menjadi penggerak mobil. Hal itu membuat sejumlah komponen lebih panjang umur. Komponen yang dimaksud berupa ban, ball joint, penggerak, dan juga kemudi.

    Tak cuma itu, mobil dengan penggerak roda depan juga memudahkan mobil melibas di tanjakan. Soalnya sistem dorong jadi lebih kuat di bagian belakang. Terakhir, kemudi mobil jadi lebih seimbang. Hal tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh pembagian beban kerja roda depan dan belakang yang seimbang.

    Kekurangan Penggerak Roda Belakang

    Namun demikian, mobil dengan penggerak roda belakang juga ada kekurangannya. Pertama bobot kendaraan jadi lebih berat. Ini lantaran di bagian belakang mobil ada banyak komponen pendukung sistem penggerak. Tak cuma itu, mobil juga lebih mudah mengalami oversteer. Sebab, performa bagian roda belakang lebih lincah. Kekurangan lain dari sistem penggerak roda belakang adalah kabin yang sempit.

    Kabin sempit itu lantaran banyak komponen yang tersimpan di bagian belakang seperti propeller shaft dan komponen sistem transmisi. Saat ini, masih ada beberapa model mobil yang mengusung roda belakang sebagai sistem penggerak. Beberapa model mobil yang masih menggunakan roda belakang antara lain, Wuling Confero, Daihatsu Terios, Toyota Rush, Daihatsu Gran Max, Kijang Innova Reborn, hingga Toyota Fortuner.

    Belakangan sistem penggerak roda depan memang lebih populer. Beberapa model yang dulu mengusung penggerak roda belakang justru beralih ke roda depan contohnya seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Kijang Innova generasi terbaru yakni Zenix, juga kini menggunakan sistem penggerak roda depan.

    (dry/din)

  • Satgas PKH Desak 20 Perusahaan Bayar Denda Penyalahgunaan Kawasan Hutan

    Satgas PKH Desak 20 Perusahaan Bayar Denda Penyalahgunaan Kawasan Hutan

    Jakarta

    Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) masih terus menagih denda kepada korporasi yang menggunakan kawasan hutan menjadi lahan sawit atau tambang tanpa izin. Satgas menekankan kepada perusahaan agar kooperatif dan tak menghindar dari pelanggarannya.

    “Marilah kooperatif bekerja sama untuk memberikan solusi terbaik, kewajiban-kewajiban kepatuhan ketaatan pada hukum kita melalui kehadiran dan penyelesaian terbaik,” kata Juru Bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2025).

    Barita menjelaskan setidaknya ada 20 perusahaan pelanggar yang akan diperiksa Satgas PKH. Sebagian sudah pernah dipanggil, namun tak hadir.

    “Dalam sektor perkebunan sawit ada delapan korporasi yang sampai saat ini belum hadir. Ada yang dua korporasi telah meminta untuk reschedule,” ungkap Barita.

    “Sedangkan di sektor pertambangan ada dua korporasi tidak hadir, delapan korporasi sedang menunggu jadwal untuk kami lakukan pemanggilan kembali,” lanjut dia.

    “Kami ingatkan sekali lagi agar beberapa korporasi, PT (perseroan terbatas), perusahaan yang belum hadir atau bahkan juga mungkin merencanakan tidak mau hadir untuk segera datang dan menuntaskan kewajibannya, maupun menyelesaikan permasalahan yang dihadapi,” tegas Barita.

    Diberitakan sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan pihaknya bakal mengejar denda administratif perusahaan sawit dan tambang yang berada dalam kawasan hutan tahun depan. Dia menyebut potensi denda administratif dari penyalahgunaan kawasan hutan mencapai Rp 142,23 triliun.

    Hal itu disampaikan Jaksa Agung dalam kegiatan penyerahan uang hasil rampasan ke negara. Kegiatan itu turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

    “Untuk tahun 2026 terdapat potensi penerimaan denda administratif pada sawit dan tambang yang berada dalam kawasan hutan,” kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025).

    “Potensi denda administratif dari sawit sebesar Rp 109,6 triliun. Potensi administratif tambang sebesar Rp 32,63 triliun,” lanjutnya.

    Jaksa Agung juga memastikan bakal menindaklanjuti tindakan penyalahgunaan kawasan hutan. Sebab, menurutnya, hutan harus dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan segelintir kelompok.

    “Hukum harus tegak dan penegakan hukum yang tegas diperlukan dalam rangka menjaga stabilitas nasional. Kita pastikan bahwa kehutanan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa merupakan anugerah yang dimiliki bangsa Indonesia, harus dikelola dan dilestarikan untuk kepentingan rakyat, bukan hanya untuk kepentingan segelintir kelompok orang,” ujarnya.

    (ond/eva)

  • Video: Jumlah Kasus Keracunan MBG Alami Penurunan di Akhir 2025

    Video: Jumlah Kasus Keracunan MBG Alami Penurunan di Akhir 2025

    Video: Jumlah Kasus Keracunan MBG Alami Penurunan di Akhir 2025

  • Belajar dari Kasus Love Scamming Sleman, Begini Biar Tak Terjebak ‘Cinta Online’

    Belajar dari Kasus Love Scamming Sleman, Begini Biar Tak Terjebak ‘Cinta Online’

    Jakarta

    Polresta Yogyakarta menetapkan enam orang menjadi tersangka pada perusahaan sindikat love scamming di Sleman. Perusahaan itu merupakan penyedia jasa outsourcing untuk sindikat scamming yang berpusat di China.

    Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian menjelaskan para tersangka bekerja menggunakan aplikasi kencan atau dating apps untuk merayu korban yang ujung-ujungnya menjual konten pornografi dengan pembayaran sistem koin.

    Para pekerja disebut telah disediakan perangkat dengan aplikasi bernama WOW. Aplikasi ini memiliki server di China dan didatangkan juga dari China. Para pekerja menggaet korban yang rata-rata dari Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia.

    Pentingnya Self-Awareness

    Psikolog klinis Arnoldo Lukito mengatakan setiap orang sebaiknya memperkuat self-awareness atau kesadaran diri agar tidak mudah terjebak dalam segala bentuk penipuan, termasuk love scamming.

    “Namanya kan love scamming, itu kan sudah dirancang sedemikian rupa untuk menipu atau mengecoh mengelabui seseorang,” kata Arnoldo kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Jadi dia sudah dilakukan dengan sangat terstruktur dan sangat sistematis biasanya,” sambungnya.

    Arnoldo menambahkan pelaku love scam biasanya suka mengontrol dalam sebuah ‘hubungan’ online tersebut seperti arah pembicaraan dan lain sebagainya.

    Ini yang menjadi celah bagi siapapun yang ingin membuktikan apakah dirinya sedang dalam lingkaran love scamming atau tidak.

    “Kalau itu bukan scam, biasanya ketika di-confront, bahkan sesimpel bertanya ‘kok kita kayaknya cepat sekali sih? Kan kita belum cukup kenal, yuk kenalan dulu, ketemu orang tuamu’ misalnya,” katanya.

    “Kalau itu scam, kadang nggak suka tuh. Dan reaksinya bisa sangat terlihat mungkin marah, ‘kok kamu nggak percaya sama saya?’ gitu ya,” tutupnya.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/kna)

  • Naik Kelas, Interior Toyota Hiace Disulap Jadi Mewah: Cuma Muat 8 Orang

    Naik Kelas, Interior Toyota Hiace Disulap Jadi Mewah: Cuma Muat 8 Orang

    Jakarta

    Toyota Hiace dikenal sebagai mobil travel antar kota dan transportasi keluarga untuk perjalanan jarak jauh. Namun di tangan Hardy Classic, interior Toyota Hiace tipe standar disulap menjadi lebih mewah dan sangat futuristis. Mobil komersial ini pun menjadi lebih nyaman dan berkelas, tapi tetap aman.

    Di workshop Hardy Classic, komposisi dua baris jok tengah Hiace diubah menjadi jok captain seat (2-2), sementara bagian belakang tetap bisa muat empat orang, serta bisa dijadikan sofabed. Dengan diperuntukkan hanya delapan orang, kabin Hiace terasa begitu lapang dan nyaman.

    Modifikasi interior Toyota Hiace oleh Hardy Classic Foto: Dok. Hardy Classic

    Hardianto, CEO Hardy Classic, menjelaskan, interior Toyota Hiace sudah dimodifikasi sedemikian rupa, mulai panel-panel, dinding, panel wood, hingga kisi-kisi AC. Termasuk bagian atap yang disulap lebih clean dan gemerlap. Tak ketinggalan, bagian lantai juga dimodif dengan lantai motif marmer sehingga tampilannya makin mewah.

    “Di bagian multimedia, kami lengkapi dengan TV besar yang full electric, bisa naik turun. Selain itu, dilengkapi juga dengan audio system, control panel yang semuanya touch screen, sehingga memudahkan untuk mengatur posisi jok yang diinginkan,” ucap Hardianto dalam keterangan resminya.

    Modifikasi interior Toyota Hiace oleh Hardy Classic Foto: Dok. Hardy Classic

    Di bagian pintu, Hardianto juga menyebut telah dilengkapi dengan power sliding door, sehingga menutup pintu tidak perlu ditarik, hanya cukup dipencet. Ini agar memudahkan penumpang untuk mengakses kabin Hiace modifikasi ini.

    “Pokoknya interiornya sangat berbeda dari Hiace versi standar pabrik. Lebih futuristis dan elegan. Kabin sangat lega. Dan semuanya full electric,” pungkas Hardianto.

    Modifikasi interior Toyota Hiace oleh Hardy Classic Foto: Dok. Hardy Classic

    (lua/dry)

  • Venezuela Tangkap 2 Petani yang Rayakan Penggulingan Maduro

    Venezuela Tangkap 2 Petani yang Rayakan Penggulingan Maduro

    Caracas

    Otoritas Venezuela menangkap dua petani, yang bersaudara dan berusia 60-an tahun, karena kedapatan merayakan penggulingan Presiden Nicolas Maduro oleh penyerbuan militer Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu. Kedua petani itu melakukan perayaan dalam keadaan mabuk dan melepaskan tembakan ke udara.

    Penangkapan kedua petani Venezuela itu, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), diungkapkan oleh seorang pengacara bernama Gonzalo Himiob dari kelompok hak asasi manusia (HAM) setempat, Foro Penal, yang biasa membela tahanan politik di negara tersebut.

    Kedua petani yang ditangkap itu berasal dari Rio Negro, yang ada di negara bagian Merida, Venezuela bagian barat.

    Dituturkan Himiob kepada AFP bahwa keduanya melakukan perayaan dengan melepaskan “beberapa tembakan ke udara” dan mengejek tetangga-tetangga mereka yang merupakan loyalis pemerintahan Maduro, yang kemudian melaporkan mereka ke otoritas berwenang.

    Himiob menggambarkan kedua petani yang berusia 64 tahun dan 65 tahun itu sebagai “petani sederhana”.

    “Mereka mabuk dan keluar dari rumah mereka untuk merayakan penangkapan Maduro,” ucapnya.

    “Mereka melepaskan beberapa tembakan ke udara dengan senjata api yang biasa disimpan di lahan pertanian dan properti pedesaan, mengejek tetangga-tetangga mereka yang merupakan pendukung pemerintah,” sebut Himiob dalam pernyataannya.

    Penangkapan dua petani itu dilakukan di bawah keadaan darurat yang sedang berlangsung di Venezuela, yang memberlakukan hukuman bagi siapa pun yang mendukung operasi militer AS untuk menggulingkan dan menangkap Maduro pada 3 Januari lalu.

    “Kami menunggu untuk melihat apakah mereka akan dibawa ke pengadilan,” kata Himiob dalam pernyataannya.

    Penangkapan kedua petani itu menjadi yang pertama di bawah pemerintahan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, yang telah dijanjikan oleh Presiden AS Donald Trump untuk bekerja sama selama dia mematuhi tuntutan Washington.

    Sejak Maduro ditangkap dan diterbangkan ke New York, AS, untuk diadili atas tuduhan narkoterorisme, telah terjadi unjuk rasa hampir setiap hari untuk mendukungnya di Venezuela. Namun sejauh ini tidak ada aksi yang digelar kubu oposisi, yang diabaikan dengan adanya kesepakatan antara Trump dan Rodriguez.

    Meskipun banyak orang di Venezuela yang senang Maduro telah pergi, mereka takut untuk mengekspresikan diri sejak ribuan orang ditangkap dalam unjuk rasa yang digelar kubu oposisi pada tahun 2024 lalu, setelah pemimpin otoriter itu mengklaim kemenangan dalam pemilu yang seharusnya dimenangkan oposisi.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Video Respons BGN soal Viral SPPG di Sragen Dibangun Dekat Kandang Babi

    Video Respons BGN soal Viral SPPG di Sragen Dibangun Dekat Kandang Babi

    Jakarta

    Ramai di media sosial Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dukuh Kedungbanteng, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dibangun berdekatan dengan peternakan babi. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut pihaknya masih berusaha menyelesaikan polemik ini.

    “(Mediasinya) sedang dilakukan, tapi yang jelas mitra pada saat mengajukan ke kami itu sudah membuat pernyataan bahwa lokasi tersebut tidak berdekatan dengan tempat sampah dan juga kandang hewan,” jelas Kepala BGN Dadan Hindayana saat ditemui pada Kamis (8/1).

    “Jadi ini masih dalam tahap pengajuan, belum operasional. Kalau ternyata kandang hewannya tidak pindah, dipastikan SPPG itu tidak akan beroperasi,” tambahnya.

    Klik di sini untuk video lainnya!

    (/)

    sppg bgn mbg makan bergizi gratis sppg sragen sragen