Author: Detik.com

  • Jepang Selidiki Penyebab Tabrakan Japan Airlines di Bandara Haneda

    Jepang Selidiki Penyebab Tabrakan Japan Airlines di Bandara Haneda

    Tokyo

    Otoritas Jepang menyelidiki penyebab tabrakan dua pesawat di landasan Bandara Haneda, Tokyo, yang menewaskan lima orang. Informasi awal menyebut pesawat Japan Airlines mendapatkan izin mendarat sebelum bertabrakan dengan pesawat Penjaga Pantai Jepang yang ada di landasan yang sama.

    Seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (3/1/2024), tabrakan antara pesawat Airbus A350 milik Japan Airlines dengan pesawat Bombardier De Havilland Dash-8 milik Otoritas Penjaga Pantai Jepang itu terjadi pada Selasa (2/1) sore waktu setempat.

    Para pejabat pemerintah Jepang berjanji untuk menyelidiki bagaimana insiden itu bisa terjadi. Diketahui bahwa Jepang tidak mengalami kecelakaan penerbangan komersial yang serius selama beberapa dekade terakhir.

    Menurut orang-orang yang mengetahui penyelidikan otoritas Jepang, Badan Keselamatan Transportasi Jepang (JTSB) akan memimpin penyelidikan dengan partisipasi dari lembaga-lembaga di Prancis, di mana pesawat itu dibuat, dan lembaga di Inggris yang menjadi lokasi dua mesin Rolls-Royce dirakit.

    Para pakar memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kecelakaan itu, dan menekankan bahwa sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh berbagai faktor.

    Namun para penyelidik diperkirakan akan menyelidiki instruksi seperti apa yang diberikan oleh operator Air Traffic Control (ATC) Bandara Haneda terhadap dua pesawat yang terlibat tabrakan, selain menyelidiki secara detail soal sistem pesawat dan bandara setempat.

    Salah satu tugas pertama para penyelidik adalah memulihkan perekam kotak hitam dengan data penerbangan dan rekaman suara kokpit. Lokasi insiden yang ada di bandara akan mempermudah tugas forensik karena bukti fisik, data radar dan keterangan saksi mata juga rekaman video bisa didapatkan dengan mudah.

    Seorang pejabat kementerian Jepang menyebut pesawat penumpang itu berusaha mendarat secara normal ketika bertabrakan dengan pesawat Penjaga Pantai Jepang. Menurut pihak Japan Airlines, kapten pesawat mendapatkan izin mendarat tapi kemungkinan besar tidak bisa melihat keberadaan pesawat Penjaga Pantai Jepang di bawahnya.

    Dari enam personel yang ada di pesawat Otoritas Penjaga Pantai Jepang itu, lima personel di antaranya tewas. Satu personel lainnya, yang merupakan kapten pesawat tersebut, berhasil selamat dengan mengalami luka-luka serius.

    Sedangkan sebanyak 379 orang, terdiri atas 367 penumpang dan 12 awak, berhasil keluar dengan selamat dari pesawat Japan Airlines yang terbakar di landasan Bandara Haneda. Proses evakuasi yang berjalan lancar di tengah situasi darurat yang membahayakan itu menuai pujian dan digambarkan sebagai keajaiban.

    Japan Airlines Diberi Izin Mendarat di Haneda Sebelum Tabrakan Terjadi

    Saat ditanya soal apakah pesawat Japan Airlines itu mendapatkan izin untuk mendarat dari operator ATC Bandara Haneda, sejumlah pejabat maskapai itu menjawab: “Pemahaman kami adalah hal itu (izin mendarat-red) telah diberikan.”

    Bahkan menurut pihak Japan Airlines, pesawat penumpang itu mengulangi perintah yang diberikan sebelum memulai prosedur pendaratan.

    Namun pihak Japan Airlines dan otoritas Jepang menolak untuk mengomentari soal percakapan antara operator ATC Bandara Haneda dengan kedua pesawat yang terlibat tabrakan tersebut, dengan alasan penyelidikan sedang berlangsung.

    Dalam rekaman dari menara ATC Bandara Haneda yang tampaknya diambil beberapa saat sebelum tabrakan terjadi, yang tersedia pada situs yang menyiarkan sinyal lalu lintas udara secara langsung, terdengar suara yang menyarankan penerbangan Japan Airlines untuk “melanjutkan pendekatan” untuk mendarat.

    Hal serupa dilaporkan oleh media terkemuka Jepang, NHK, yang menyebut bahwa seorang operator ATC Bandara Haneda memberikan izin kepada pesawat penumpang Japan Airlines untuk mendarat sebelum tabrakan terjadi.

    Disebutkan juga oleh NHK bahwa operator ATC itu juga memerintahkan pesawat Penjaga Pantai Jepang untuk tidak mencapai landasan pacu. Pesawat itu memiliki pangkalan di Bandara Haneda. Informasi itu didapatkan NHK dari seorang sumber dari Kementerian Transportasi Jepang.

    Badan Keselamatan Transportasi Jepang mengerahkan enam penyelidik untuk melakukan penyelidikan sekala penuh terhadap tabrakan tersebut.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Kami Tewas Jika Terlambat Keluar

    Kami Tewas Jika Terlambat Keluar

    Tokyo

    Semua penumpang di dalam pesawat Japan Airlines yang terbakar hebat di landasan Bandara Haneda, Jepang, berhasil selamat. Para penumpang yang selamat menuturkan bagaimana kepanikan menyelimuti kabin pesawat, sebelum akhirnya semua penumpang dan awak berhasil dievakuasi sebelum api membesar.

    Seperti dilansir Reuters, Rabu (3/1/2024), pesawat Japan Airlines dengan nomor penerbangan JAL516 yang terbang dari Sapporo menuju Bandara Haneda terbakar hebat usai mendarat di Bandara Haneda pada Selasa (2/1) sore waktu setempat.

    Pesawat jenis Airbus A350 itu terbakar usai bertabrakan dengan pesawat lainnya jenis Bombardier Dash-8 yang berukuran lebih kecil milik Otoritas Penjaga Pantai Jepang, yang membawa pasokan untuk Prefektur Niigata yang terdampak gempa bumi kuat yang mengguncang awal tahun ini.

    Tabrakan itu, menurut pihak Japan Airlines, terjadi sesaat setelah pesawat penumpang itu mendarat pada Selasa (2/1) sore, sekitar pukul 17.46 waktu setempat.

    Kedua pesawat terbakar hebat, dengan lima personel Penjaga Pantai Jepang tewas dan satu personel lainnya, yang merupakan kapten pesawat, berhasil selamat dengan mengalami luka-luka serius.

    Sebanyak 379 orang, terdiri atas 367 penumpang dan 12 awak, berhasil keluar dengan selamat dari pesawat yang terbakar hebat di landasan Bandara Haneda. Proses evakuasi yang berjalan lancar di tengah situasi darurat yang membahayakan itu menuai pujian dan digambarkan sebagai keajaiban.

    “Saya hanya bisa mengatakan itu adalah keajaiban, kami bisa tewas jika terlambat,” tutur Tsubasa Sawada (28), salah satu penumpang yang tinggal di Tokyo. Dia baru kembali dari liburan bersama kekasihnya di Sapporo.

    “Saya benar-benar berpikir saya akan mati. Setelah kecelakaan itu terjadi, awalnya saya sedikit tertawa ketika saya melihat percikan api keluar (dari mesin) tapi ketika api mulai menyala, saya menyadari itu lebih dari sekedar sesuatu,” tutur Tsubasa.

    Seorang penumpang lainnya bernama Satoshi Yamake (59), yang duduk di dekat bagian depan pesawat, menuturkan bahwa sejumlah penumpang sangat cemas, namun para awak dengan cepat mengaktifkan jalur evakuasi dan para penumpang mulai turun dari pesawat dengan tertib.

    Maskapai Japan Airlines menyebut proses evakuasi dimulai segera setelah pesawat berhenti di landasan, dan semua penumpang dibawa ke lokasi aman dalam waktu kurang dari 20 menit.

    Menurut rekaman video di dalam kabin yang dilihat Reuters, para awak pesawat terus mengimbau penumpang untuk tetap tenang dan mengatakan “tolong kerjasamanya” selama proses evakuasi berlangsung.

    Rekaman video lainnya yang beredar menunjukkan para penumpang dievakuasi dengan tenang, tampaknya tanpa ada satupun yang membawa tas bawaan mereka. Badan keselamatan penerbangan telah memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa berhenti sejenak untuk mengambil bawaan di kabin berisiko membahayakan nyawa saat proses evakuasi.

    Seorang penumpang memposting rekaman video di dalam kabin saat evakuasi berlangsung, dengan kepulan asap putih memenuhi kabin dan percikan api menyelimuti landasan.

    Keterangan seorang penumpang lainnya yang tidak disebut namanya, seperti dilansir NHK, menyebut bahwa para awak mengatakan pintu bagian tengah dan belakang tidak bisa dibuka, sehingga semua penumpang keluar dari pintu depan. Terdapat delapan anak di antara 367 penumpang di pesawat itu, dan semuanya berhasil selamat.

    Namun menurut otoritas pemadam kebakaran setempat, ada 14 penumpang yang mengalami luka-luka saat proses evakuasi.

    Seorang pejabat Kementerian Transportasi Jepang mengatakan bahwa proses evakuasi telah “dilakukan dengan tepat”.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Hizbullah Bunuh Tentara Israel Usai Wakil Pemimpin Hamas Tewas di Beirut

    Hizbullah Bunuh Tentara Israel Usai Wakil Pemimpin Hamas Tewas di Beirut

    Beirut

    Kelompok Hizbullah, sekutu Hamas, memberikan reaksi keras atas kematian wakil pemimpin Hamas Saleh al-Aruri akibat serangan drone Israel di Beirut, Lebanon, pada Selasa (2/1) malam waktu setempat.

    Hizbullah mengumumkan telah membunuh sejumlah tentara Israel di perbatasan Lebanon, usai menegaskan bahwa serangan Israel yang menewaskan Aruri itu tidak akan luput dari hukuman. Demikian seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (3/1/2024).

    Hizbullah, yang didukung Iran dan bermarkas di Lebanon ini, menyebut serangan Israel yang “berbahaya” itu merupakan serangan terhadap Lebanon dan kedaulatannya.

    “Kejahatan ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa respons dan hukuman,” tegas Hizbullah dalam pernyataannya.

    “Perlawanan kami… telah menentukan pemicunya dan… para petempur kami berada dalam tingkat kesiapan dan kesiapsiagaan tertinggi,” sebut pernyataan Hizbullah itu.

    Dalam pernyataan lanjutan pada Selasa (2/1) malam, Hizbullah mengklaim kelompoknya telah menargetkan, membunuh dan melukai sejumlah tentara Israel di perbatasan dengan Lebanon.

    Israel belum menanggapi klaim Hizbullah soal pembunuhan sejumlah tentara di perbatasan Israel-Lebanon.

    Diketahui bahwa perbatasan Israel dan Lebanon marak dilanda serangan lintas perbatasan sejak perang berkecamuk antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza pada awal Oktober lalu.

    Aruri bertemu dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah Hassan Nasrallah usai serangan mengejutkan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu, untuk membahas langkah selanjutnya yang harus diambil oleh kelompok tersebut pada “tahap sensitif” ini.

    Nasrallah, dalam pernyataan sebelumnya, pernah memperingatkan bahwa serangan menargetkan setiap warga Lebanon atau warga negara asing di dalam wilayah Lebanon akan memicu “reaksi keras” dan hal itu tidak akan ditoleransi.

    Haniyeh Tegaskan Hamas Tak Akan Bisa Dikalahkan Usai Kematian Wakilnya

    Kematian Aruri awalnya dilaporkan oleh sejumlah pejabat keamanan Lebanon yang menyebut wakil pemimpin biro politik Hamas itu tewas dalam serangan drone Israel di area pinggiran selatan Beirut, yang juga diketahui menjadi markas kuat Hizbullah — kelompok yang didukung Iran dan sekutu Hamas.

    Kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan bahwa serangan Israel terhadap sebuah kantor yang digunakan Hamas di Lebanon telah menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 11 orang lainnya pada Selasa (2/1) malam waktu setempat.

    Laporan NNA menyebut bahwa tiga drone yang membawa muatan peledak menghantam sebuah apartemen yang menjadi tempat Aruri menggelar pertemuan dengan para pejabat lainnya.

    Hamas TV mengonfirmasi kematian Aruri di Lebanon dalam salah satu laporannya. Sementara kelompok Hamas, dalam pernyataan lanjutan, mengonfirmasi bahwa dua pejabat dari Brigade al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, yang mengawal Aruri juga ikut tewas.

    Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, dalam reaksinya menegaskan bahwa Hamas “tidak akan pernah bisa dikalahkan” setelah kematian Aruri.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Wakilnya Tewas di Beirut Akibat Serangan Israel, Ini Respons Pemimpin Hamas

    Wakilnya Tewas di Beirut Akibat Serangan Israel, Ini Respons Pemimpin Hamas

    Doha

    Hamas mengakui wakil pemimpin kelompoknya, Saleh al-Aruri, tewas akibat serangan drone Israel di wilayah Lebanon. Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, menegaskan kematian Aruri tidak akan membuat kelompok militan yang dipimpinnya menjadi mudah untuk dikalahkan.

    Seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Rabu (3/1/2024), Haniyeh yang memimpin kantor biro politik Hamas di Qatar, menyampaikan komentarnya via pidato televisi yang disiarkan televisi afiliasi Hamas pada Selasa (2/1) waktu setempat. Aruri merupakan wakil Haniyeh dalam biro politik Hamas.

    Ditegaskan Haniyeh dalam pernyataannya bahwa Hamas “tidak akan pernah bisa dikalahkan” setelah kematian Aruri di Lebanon.

    “Pergerakan yang para pemimpin dan pendirinya mati syahid demi martabat rakyat dan bangsa kita, tidak akan pernah bisa dikalahkan,” tegasnya.

    Kematian Aruri awalnya dilaporkan oleh sejumlah pejabat keamanan Lebanon yang menyebut wakil pemimpin biro politik Hamas itu tewas dalam serangan drone Israel di area pinggiran selatan Beirut, yang juga diketahui menjadi markas kuat Hizbullah — kelompok yang didukung Iran dan sekutu Hamas.

    Kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan bahwa serangan Israel terhadap sebuah kantor yang digunakan Hamas di Lebanon telah menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 11 orang lainnya pada Selasa (2/1) malam waktu setempat.

    Laporan NNA menyebut bahwa tiga drone yang membawa muatan peledak menghantam sebuah apartemen yang menjadi tempat Aruri menggelar pertemuan dengan para pejabat lainnya.

    Lihat Video: Reaksi PBB Atas Tewasnya Wakil Pemimpin Hamas: Sangat Mengkhawatirkan

    Tidak ada klaim tanggung jawab resmi dari Israel atas serangan tersebut. Namun seorang anggota parlemen Israel, Danny Danon, yang juga mantan Duta Besar Israel untuk PBB menyampaikan ucapan selamat kepada Mossad, Shin Bet dan militer Israel atas operasi mereka.

    Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, tidak secara langsung mengomentari pembunuhan Aruri, namun menyatakan bahwa militernya “sangat siap dalam menghadapi risiko apa pun” usai peristiwa di Lebanon.

    Israel sebelumnya mengumumkan rentetan pembunuhan para komandan dan tokoh Hamas di Jalur Gaza selama perang berkecamuk. Aruri menjadi tokoh paling terkemuka yang terbunuh sejak perang melawan Hamas dimulai awal Oktober lalu, dan kematiannya terjadi dalam serangan pertama di ibu kota Lebanon.

    Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri (PM) Najib Mikati mengecam serangan di ibu kota Lebanon itu sebagai “kejahatan baru Israel” yang disebutnya bertujuan membawa Beirut ke fase konfrontasi baru. Lebanon menegaskan akan mengadukan serangan Israel itu ke forum PBB.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Korban Tewas Gempa Jepang Bertambah Jadi 62 Orang, 300 Lainnya Terluka

    Korban Tewas Gempa Jepang Bertambah Jadi 62 Orang, 300 Lainnya Terluka

    Tokyo

    Otoritas Jepang terus memperbarui jumlah korban tewas akibat gempa bumi kuat yang mengguncang area Prefektur Ishikawa awal tahun ini. Sejauh ini, lebih dari 60 orang dikonfirmasi tewas dan lebih dari 300 orang lainnya mengalami luka-luka.

    Seperti dilansir AFP dan NHK, Rabu (3/1/2024), para pejabat otoritas Prefektur Ishikawa melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa bumi pada Senin (1/1) kembali bertambah menjadi sedikitnya 62 orang.

    Otoritas Jepang mencatat gempa itu berkekuatan Magnitudo 7,6 sedangkan Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS mencatat gempa itu berkekuatan Magnitudo 7,5.

    Laporan seorang pejabat lokal yang enggan disebut namanya, namun bertanggung jawab atas tanggap bencana di area Ishikawa, menyebut bahwa lebih dari 300 orang mengalami luka-luka akibat gempa. Sekitar 20 orang di antaranya mengalami luka parah.

    Operasi penyelamatan terus berlangsung di area Ishikawa yang terdampak gempa paling parah. Dikhawatirkan masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan rumah dan bangunan yang ambruk.

    Para pejabat kota Wajima, kota pesisir di Ishikawa, melaporkan sedikitnya 25 rumah ambruk di wilayahnya. Para petugas pemadam kebakaran harus menggunakan gergaji listrik untuk bisa masuk ke dalam bangunan yang runtuh demi mengevakuasi korban yang terjebak.

    Kebakaran hebat yang dipicu gempa juga menghanguskan sekitar 200 rumah di kota Wajima, tepatnya di sekitar ruas jalan Asaichi yang terkenal di pusat kota tersebut. Kebanyakan yang terbakar merupakan toko kayu.

    Puluhan ribu orang di area Ishikawa masih belum mendapatkan pasokan listrik, yang padam saat gempa mengguncang. Otoritas setempat memperingatkan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi selama pekan ini.

    Sementara itu di kota Suzu, yang bertetangga dengan Wajima, para pejabat setempat mengkonfirmasi bahwa lebih dari 50 rumah rata dengan tanah akibat guncangan gempa yang kuat.

    Ratusan korban luka dilaporkan menjalani perawatan medis di rumah-rumah sakit yang ada di Wajima dan Suzu.

    Ribuan orang lainnya yang terdampak gempa juga masih mengungsi di pusat-pusat evakuasi setempat. Pasokan air bersih di beberapa area terputus sejak gempa mengguncang, dan warga kini terpaksa mengantre untuk mendapatkan air minum.

    Gempa bumi itu juga memicu tanah longsor yang memblokir sejumlah ruas jalan utama di Wajima dan Suzu. Hingga kini, beberapa ruas jalanan masih terblokir.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Rektor Harvard University Mundur gegara Dugaan Plagiarisme-Antisemitisme

    Rektor Harvard University Mundur gegara Dugaan Plagiarisme-Antisemitisme

    Jakarta

    Presiden Universitas Harvard Claudine Gay mengundurkan diri setelah menghadapi tuduhan kasus dugaan plagiarisme dan kritikan atas komentarnya tentang antisemitisme di kampus. Claudine Gay menilai keputusan mundur adalah jalan terbaik.

    Dilansir BBC, Rabu (3/1/2024), Claudine Gay menghadapi tekanan besar untuk mengundurkan diri dalam beberapa pekan terakhir.

    Dalam surat pengunduran dirinya, Claudine Gay mengatakan pengunduran dirinya adalah jalan terbaik untuk Universitas Harvard. Dia mengaku sedih atas tuduhan tersebut.

    “Sungguh menyedihkan jika ada keraguan terhadap komitmen saya dalam menghadapi kebencian dan menjunjung tinggi ketelitian ilmiah,” katanya.

    “Ini bukanlah keputusan yang mudah. Memang benar, ini adalah keputusan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” lanjut Claudine Gay, sambil menambahkan bahwa pengunduran dirinya akan memungkinkan Harvard untuk “fokus pada institusi dibandingkan individu mana pun”.

    Claudine Gay mengatakan dia telah menjadi sasaran ancaman pribadi dan ‘permusuhan rasial’.

    Claudine Gay diketahui menjabat sebagai Presiden Universitas Harvard selama 6 bulan. Dia merupakan orang kulit hitam pertama dan wanita kedua yang ditunjuk untuk memimpin Universitas Ivy League. Masa jabatannya adalah yang terpendek dalam sejarah Harvard.

    Dalam sidang kongres yang menegangkan bulan lalu, Dr Gay mengatakan seruan untuk membunuh orang-orang Yahudi adalah hal yang menjijikkan. Namun, dia menambahkan bahwa hal ini bergantung pada konteks apakah komentar tersebut merupakan pelanggaran terhadap kode etik Harvard mengenai penindasan dan pelecehan.

    Komentar tersebut memicu reaksi luas dan dia kemudian meminta maaf dalam sebuah wawancara dengan surat kabar mahasiswa universitas tersebut. “Ketika kata-kata memperkuat kesusahan dan rasa sakit, saya tidak tahu bagaimana Anda bisa merasakan apa pun selain penyesalan,” kata Dr Gay.

    Setelah itu, sejumlah politisi dan beberapa alumni terkemuka menyerukan agar dia mundur atas komentar tersebut. Namun hampir 700 anggota staf mendukungnya dalam sebuah surat dan pihak universitas mengatakan dia akan tetap mempertahankan pekerjaannya meskipun ada kontroversi.

    Sejak kasus itu mencuat, media AS menemukan beberapa kasus dugaan plagiarisme dalam catatan akademisnya. Dewan Harvard menyelidiki tuduhan tersebut bulan lalu, dan menemukan dua makalah terbitan yang memerlukan kutipan tambahan.

    Namun dewan tersebut mengatakan bahwa dia tidak melanggar standar kesalahan penelitian.

    Klaim lain bahwa Dr Gay gagal mengutip sumber akademis dengan benar muncul hanya beberapa jam sebelum dia mengundurkan diri pada hari Selasa dan diterbitkan secara anonim di surat kabar konservatif Washington Free Beacon.

    (zap/yld)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Mahkamah Agung Israel Tolak Komponen Kunci Reformasi Netanyahu

    Mahkamah Agung Israel Tolak Komponen Kunci Reformasi Netanyahu

    Tel Aviv

    Mahkamah Agung Israel pada hari Senin (01/01) membatalkan komponen kunci dari perombakan peradilan dari Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang memicu perdebatan panas.

    Dalam keputusan dengan mayoritas suara tipis, delapan menolak dan tujuh setuju, pengadilan tertinggi akhirnya membatalkan undang-undang yang disahkan pada bulan Juli 2013, yang mencegah para hakim membatalkan keputusan pemerintah yang mereka anggap “tidak masuk akal.”

    Para penentang berpendapat, upaya Netanyahu untuk menghapus standar kelayakan itu akan membuka pintu bagi korupsi dan keputusan aparat tinggi pemerintahan yang perlu dipertanyakan.

    Keputusan hari Senin (01/01) itu menetapkan, amandemen konstitusi itu telah mencabut peluang pengadilan untuk mengambil tindakan terhadap keputusan-keputusan yang “tidak pantas” oleh pemerintah, perdana menteri atau bahkan menteri-menteri secara individual.

    Putusan tersebut menyatakan bahwa amandemen itu dapat “menyebabkan kerusakan serius dan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada karakteristik inti Negara Israel sebagai negara demokratis.”

    Kritikus pemerintah memuji keputusan tersebut

    Pemimpin oposisi Yair Lapid mengatakan di media sosial bahwa “Mahkamah Agung dengan setia memenuhi perannya dalam melindungi warga Israel, dan kami memberikan dukungan penuh.”

    Lapid mengatakan, keputusan tersebut “menutup tahun penuh dengan perselisihan yang telah mencabik-cabik kami dari dalam dan menyebabkan bencana terburuk dalam sejarah negara kami.”

    “Hanya pemerintah yang tidak masuk akal, yang bertindak tidak masuk akal, yang membuat langkah tidak masuk akal, yang menghapuskan standar kelayakan,” ungkap Eliad Shraga, ketua kelompok tersebut.

    Perpecahan di Israel

    Keputusan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan pukulan telak bagi pemerintahan sayap kanan Netanyahu. Negara Israel kini bisa menghadapi krisis nasional, jika kabinet menolak untuk menerima keputusan tersebut.

    Amandemen konstitusi yang pertama kali dirilis setahun yang lalu itu, telah menghadapi tentangan keras di parlemen. Setelah negosiasi untuk berkompromi gagal, para penentang Netanyahu melancarkan protes besar-besaran di jalanan yang berlangsung selama berbulan-bulan, di mana ratusan ribu orang berunjuk rasa menentang rencana perubahan konstitusi tersebut.

    Para kritikus mengatakan, amandemen Netanyahu itu merupakan ancaman bagi demokrasi, sementara pemerintah berargumen bahwa pihaknya hanya ingin mengembalikan keseimbangan pada pengadilan yang terlalu berkuasa.

    Kontroversi yang telah berlangsung lama ini kemudian tersingkirkan setelah militan Hamas melancarkan serangan mematikan ke Israel selatan pada tanggal 7 Oktober lalu. Hamas dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa dan beberapa negara barat.

    Menteri Kehakiman Yariv Levin, yang dianggap sebagai kekuatan pendorong di balik reformasi tersebut, telah meminta pengadilan untuk menunda keputusan hingga perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung berakhir.

    Levin mengecam keputusan pada hari Senin (01/01) tersebut, dengan mengatakan, hal itu menunjukkan “kebalikan dari semangat persatuan yang dibutuhkan saat ini untuk keberhasilan tentara kita di garis terdepan.”

    Namun Levin tidak menjelaskan lebih lanjut apakah pemerintah akan mencoba menghidupkan kembali amandemen tersebut meskipun sudah ada keputusan pengadilan tertinggi, tapi dia menegaskan keputusan itu “tidak akan mematahkan semangat kami.”

    kp/as (Reuters, dpa, AFP)

    Lihat juga Video: Wakil Pemimpin Hamas Tewas, Israel Antisipasi Aksi Balas Dendam?

    (nvc/nvc)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • 7 Fakta Pesawat Japan Airlines Terbakar karena Tabrakan di Landasan

    7 Fakta Pesawat Japan Airlines Terbakar karena Tabrakan di Landasan

    Tokyo

    Sebuah pesawat maskapai Japan Airlines terbakar karena tabrakan di landasan Bandara Haneda di Tokyo, Jepang. Pesawat itu mengalami tabrakan usai melakukan pendaratan.

    Seperti dilansir AFP, Selasa (2/1/2024), tayangan televisi terkemuka Jepang, NHK, menunjukkan pesawat Japan Airlines itu bergerak cepat di sepanjang landasan sebelum ledakan yang memicu kobaran api muncul pada bagian bawah pesawat. Insiden ini terjadi pada Selasa (2/1/2024) waktu setempat.

    Laporan NHK menyebut pesawat Japan Airlines yang mengalami insiden itu memiliki nomor penerbangan 516 yang lepas landas dari Bandara Chitose Baru di Hokkaido menuju Bandara Haneda di Tokyo.

    Apa saja fakta terkait tabrakan pesawat ini?

    1. Tabrakan dengan Pesawat Penjaga Pantai

    Menurut laporan NHK, pesawat Japan Airlines jenis Airbus itu bertabrakan dengan sebuah pesawat lainnya, yang merupakan pesawat milik Otoritas Penjaga Pantai Jepang. Tabrakan terjadi setelah Japan Airlines itu mendarat di landasan Bandara Haneda.

    2. Pesawat Langsung Terbakar

    Tayangan televisi setempat menunjukkan kobaran api menjulur keluar dari bagian jendela dan hidung pesawat, dengan para petugas pemadam berusaha memadamkannya.

    Terdapat juga puing-puing yang terbakar di landasan.

    3. Penumpang Langsung Dievakuasi

    Beruntung, seluruh penumpang dan awak pesawat tersebut telah dievakuasi sebelum kobaran api menyelimuti seluruh badan pesawat.

    Seperti dilansir Reuters dan The Japan Times, Selasa (2/1/2024), pihak maskapai melaporkan bahwa total 379 penumpang dan awak berhasil dievakuasi dari pesawat yang terbakar di landasan bandara tersebut.

    Sebanyak 367 penumpang dan 12 awak yang ada di dalam pesawat Japan Airlines itu semuanya telah dievakuasi sebelum kobaran api membesar. Namun tidak diketahui secara jelas apakah ada yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

    4. Tabrakan Terjadi Usai Pesawat Mendarat

    Juru bicara Japan Airlines mengatakan pesawat penumpang itu lepas landas dari Bandara Shin-Chitose di Hokkaido, sebelum mendarat di Bandara Haneda.

    Menurut Otoritas Penjaga Pantai Jepang, salah satu pesawatnya dari pangkalannya yang ada di Haneda bertabrakan dengan pesawat penumpang milik Japan Airlines. Tidak diketahui jenis pesawat dan jumlah orang di dalam pesawat Penjaga Pantai Jepang ini.

    Laporan NHK menyebut tabrakan itu terjadi setelah pesawat Japan Airlines mendarat di landasan C Bandara Haneda.

    5. Bandara Sempat Ditutup

    Dampak insiden ini, semua landasan di Bandara Haneda ditutup sejak pukul 18.00 waktu setempat. Sejumlah penerbangan terpaksa dialihkan ke Bandara Narita yang ada di Prefektur Chiba.

    6. Pesawat Penjaga Pantai Hendak Kirim Bantuan Gempa

    Dilansir NHK World, Selasa (2/1/2024), pejabat Japan Coast Guard menyebut ada enam penumpang yang ingin mengirim bantuan. Keenamnya hendak terbang ke Niigata untuk bantuan gempa.

    Sementara, Pihak Japan Airlines mengatakan pesawat itu bertabrakan dengan pesawat milik Penjaga Pantai Jepang setelah mendarat. Seluruh 379 penumpang dan awak dievakuasi dengan selamat.

    7. 5 Orang Tewas

    Dilansir AFP, Selasa (2/1/2024), lima orang tewas itu merupakan awak pesawat milik penjaga pantai. Total ada 6 awak dalam pesawat tersebut. Satu lainnya yakni kapten pesawat berhasil lari saat kejadian, kata Menteri Transportasi Jepang, Tetsuo Saito kepada wartawan.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • WNI di Jepang Ungkap Detik-detik Gempa, Barang-barang di Mal Berjatuhan

    WNI di Jepang Ungkap Detik-detik Gempa, Barang-barang di Mal Berjatuhan

    Tokyo

    Gempa magnitudo 7,5 mengguncang perairan Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa, Jepang. Salah seorang WNI di Ishikawa menceritakan detik-detik terjadinya gempa saat ia berada di mal.

    Seorang WNI bernama Hazmi bercerita bahwa saat itu dia Aeon mall Shin-Komatsu. Ketika itu, ia merasakan gempa yang sangat kencang.

    “Waktu gempa kenceng banget itu saya lagi mesen makanan. Tadi juga ramai banget,” kata Hazmi kepada detikcom, Senin (1/1/2024).

    “Plafon langit-langit mal berjatuhan. Air bocor,” lanjutnya.

    Dia sempat berada di lokasi evakuasi di mal tersebut. “Tadi lokasi evakuasi saya di counter softbank di depan pintu exit,” katanya.

    “Kerusakannya sih minim alhamdulillah. Itu pada rubuh. Airnya juga pada bocor,” kata Hazmi dalam video itu.

    Dia mengatakan gempa susulan terjadi sebanyak enam kali. Kondisi ini diperkirakan terus terjadi sampai malam hari.

    “Sudah enam kali ada gempa susulan, dan diperkirakan masih akan terus ada gempa susulan sampai nanti malam,” ungkapnya.

    [Gambas:Twitter]

    Saat ini dirinya juga sudah diperbolehkan pulang ke apartement. Saat sampai di apartement, dia melihat perabotannya sudah hancur.

    “Saat ini udah diizinkan boleh pulang ke apartement. Perabotan hancur banyak di dapur sama wastafel,” katanya.

    Sementara itu, gempa juga dirasakan oleh WNI di Prefektur Aichi. Aichi berjarak sekitar 280 km dengan Ishikawa. Seorang WNI bernama Hani mengatakan bahwa gempa di Aichi terasa cukup lama. Namun, peringatan di aplikasi gempa hanya berkekuatan magnitudo 4.

    “Di Aichi lumayan lama. Kalau dari apps, di Aichi terasa sekitar skala 4,” katanya kepada detikcom.

    Namun, dia tak melihat kerusakan bangunan efek dari gempa ini. “Kalau bangunan sendiri dan di lingkungan sekitar nggak ada yang rusak. Padahal bangunan tempat saya cukup tua tapi nggak ada kerusakan,” ungkapnya.

    (rdp/imk)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Data Gelombang Tsunami Jepang Hari Ini: Lokasi dan Ketinggian

    Data Gelombang Tsunami Jepang Hari Ini: Lokasi dan Ketinggian

    Jakarta

    Tsunami melanda Jepang hari ini, 1 Januari 2024. Sebelumnya, Jepang diguncang gempa sebesar M 7,5 yang diikuti dua kali gempa susulan dan memicu peringatan tsunami.

    Diketahui, tsunami Jepang terjadi di beberapa wilayah. Berikut data tsunami Jepang hari ini yang dirangkum detikcom.

    Gempa bumi mengguncang Jepang diguncang pada hari ini, Senin (1/1/2024). Dikutip dari CNN, titik gempa berada di kedalaman 10 kilometer (6 mil) dan terjadi pada pukul 16.10 waktu setempat.

    Kekuatan gempa awalnya dilaporkan sebesar M 7,6, tetapi dimutakhirkan oleh USGS menjadi M 7,5. Lokasi gempa berada sekitar 42 kilometer (26 mil) timur laut Anamizu di Prefektur Ishikawa, Jepang.

    Gempa Jepang hari ini menimbulkan bencana tsunami di sejumlah wilayah. Berikut datanya.

    1. Lokasi: Wajima, Prefektur Ishikawa, Jepang
    Ketinggian: 1,2 meter

    2. Lokasi: Kanazawa, Jepang
    Ketinggian: 70 cm

    4. Lokasi: Toyama, Jepang
    Ketinggian: 80 cm

    5. Lokasi: Pantai Timur Korea Selatan
    Ketinggian: 45 cm

    Peringatan Tsunami di Pulau Rusia

    Pulau Sakhalin di Rusia yang dekat Jepang dan Kota Vladivostok juga berada dalam status ‘waspada’ tsunami. Peringatan tsunami dikeluarkan usai gempa Jepang hari ini sebesar M 7,5.

    Dilansir AFP, Senin (1/1/2024), layanan darurat di Sakhalin menyatakan ‘peringatan tsunami’ dan mengatakan pantai barat pulau itu ‘mungkin terkena dampak gelombang tsunami’.

    Pemerintah kota di Vladivostok mengumumkan peringatan dan memerintahkan para nelayan untuk ‘segera kembali ke pantai’. Belum ada laporan lebih lanjut soal dampak gempa Jepang di wilayah itu.

    Kesaksian WNI di Jepang soal Gempa Hari Ini M 7,5

    Gempa M 7,5 terjadi di perairan Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa, Jepang. Seorang WNI di Jepang, Dian Novitasari mengatakan dia dan keluarganya memutuskan mengungsi karena alarm peringatan terus menyala.

    “(Peralatan) dapur tumpah semua, kaca rias pecah,” kata Dian dilansir Antara, Senin (1/1/2024).

    Dian mengatakan dia dan keluarganya tidak berada di rumah saat gempa yang memicu tsunami itu. Ketika tiba di tempat tinggal mereka di lantai 3, dia melihat barang-barang sudah berjatuhan ke lantai.

    “Tadi saya pulang, mixer menyala berputar-putar, kaca-kaca terbuka sebagian, televisi semua jatuh ke lantai,” tambahnya.

    Saat ini, dia bersama keluarga dan 12 orang lainnya mengungsi ke masjid yang lokasinya lebih tinggi daripada kawasan lainnya. Dia mengatakan ada juga WNI yang mengungsi di aula-aula publik milik pemerintah setempat.

    (kny/imk)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu