Author: Detik.com

  • Penjualan Motor di RI Tahun 2025 Naik, Tembus 6,4 Juta Unit

    Penjualan Motor di RI Tahun 2025 Naik, Tembus 6,4 Juta Unit

    Jakarta

    Penjualan sepeda motor di Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Menariknya, tahun 2025 jadi rekor tertinggi sejak lima tahun terakhir.

    Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor nasional mencapai 6.412.769 unit.

    Capaian ini melanjutkan tren positif pasar roda dua sejak pandemi. Jika ditarik ke belakang, penjualan motor sempat terpuruk pada 2020 dengan total 3.660.616 unit. Memasuki 2021, pasar mulai bangkit dengan penjualan 5.057.516 unit, lalu naik lagi menjadi 5.221.470 unit pada 2022.

    Momentum pertumbuhan sepeda motor semakin terasa pada 2023 ketika penjualan motor menembus 6.236.992 unit. Tren positif itu berlanjut di 2024 dengan total 6.333.310 unit, sebelum akhirnya mencetak rekor baru pada 2025.

    Dengan angka 6,41 juta unit, penjualan motor tahun ini tidak hanya melampaui capaian 2024, tetapi juga menjadi yang tertinggi sejak 2020.

    Di sisi lain, penjualan motor ada kenaikan sebesar 1,25 persen. Meskipun angka persentasenya terlihat kecil, namun secara volume, tambahan hampir 80 ribu unit di tengah isu penurunan daya beli kelas menengah adalah pencapaian yang signifikan bagi industri otomotif.

    Angka ini juga mengonfirmasi bahwa target AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) untuk tahun 2025 yang dipatok minimal di angka 6,4 juta unit telah berhasil tercapai.

    Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda dua masih kuat, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian dan aktivitas ekonomi.

    Sepeda motor masih menjadi tulang punggung transportasi masyarakat Indonesia, baik di perkotaan maupun daerah. Selain faktor kebutuhan, ketersediaan model baru, kemudahan pembiayaan, serta jaringan penjualan yang luas turut menopang kinerja pasar roda dua sepanjang 2025.

    Jika dilihat data bulanan 2025, penjualan tertinggi itu terjadi pada Oktober dengan torehan 590.362 unit. Setelahnya penjualan turun: 523.591 unit (Oktober) dan 461.925 unit (Desember).

    Data penjualan sepeda motor dalam 6 tahun terakhir

    2020: 3.660.616
    2021: 5.057.516
    2022: 5.221.470
    2023: 6.236.992
    2024: 6.333.310
    2025: 6.412.769

    (riar/dry)

  • Risiko Kesehatan Menikah Muda, Termasuk Tingkatkan Risiko Kanker Serviks

    Risiko Kesehatan Menikah Muda, Termasuk Tingkatkan Risiko Kanker Serviks

    Jakarta

    Pernikahan dini kembali menjadi sorotan. Beberapa waktu lalu kabar pernikahan Gus Zizan dan Kamila Asy Syifa menarik perhatian masyarakat.

    Saat melangsungkan pernikahan, Gus Zizan baru berusia 19 tahun, sedangkan Kamila masih 17 tahun. Baru-baru ini, seorang konten kreator bernama Azkiave memutuskan untuk menikah di usia 19 tahun dengan suami berusia 29 tahun.

    Kontennya menimbulkan pro kontra. Ada yang mendukung, tapi ada pula yang mempertanyakannya. Lantas, bagaimana menurut dokter mengenai pernikahan dini?

    Spesialis obsetri dan ginekologi, dr Fedrik Monte Kristo, SpOG mengatakan, banyak risiko yang bisa terjadi karena pernikahan dini. Umumnya, pernikahan dini bisa berpengaruh pada kondisi psikologis dan emosional. Dari sisi medis, pernikahan dini akan sangat berisiko pada masalah kesehatan seksual.

    “Di sisi medis di bagian kandungan, wanita yang menikah muda di bawah 19 tahun akan meningkatkan hubungan seksual yang terlalu dini atau terlalu cepat,” terang dr Fedrik beberapa waktu lalu.

    Pernikahan dini juga memicu perdarahan, terutama pada wanita yang hamil di usia muda. Kondisi tersebut dapat terjadi baik saat kehamilan atau pasca melahirkan.

    Pasalnya, dalam ilmu obsetri dan ginekologi, usia yang tepat untuk kehamilan adalah di atas 20 tahun. Jadi, belum dikatakan ideal jika berusia di bawah itu.

    “Wanita hamil di usia yang ideal saja punya potensi terjadi anemia. Di usia yang lebih muda, potensinya sangat tinggi bisa mencapai 60 persen,” jelas dr Fedrik.

    “Hal itu terjadi karena usianya masih terlalu muda dan belum siap untuk hamil, sehingga menyebabkan kondisi anemia,” pungkasnya.

    Pernikahan Dini pada Remaja Meningkatkan Risiko Kanker Serviks?

    Dikutip dari laman Universitas Airlangga, kehamilan pada usia remaja bahkan bisa menimbulkan risiko tinggi seperti preeklampsia dan gangguan pertumbuhan pada bayi. Selain itu, pernikahan ini juga bisa meningkatkan risiko seorang wanita mengalami kanker serviks.

    “Dari perspektif reproduksi lainnya, jika remaja putri aktif secara seksual ketika organ mereka belum siap, serviks juga berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks,” tambahnya.

    Serviks merupakan bagian bawah rahim. Kanker serviks terjadi pada sel-sel serviks, saat sel-sel tersebut berkembang secara tidak terkendali.

    Senada dengan hal tersebut, dosen program spesialis obsetri dan ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan praktisi medis, dr Birama Robby SpOG mengatakan bahwa salah satu faktor risiko kanker serviks adalah pernikahan dini. Hal tersebut disebabkan oleh sel-sel yang belum matang di permukaan serviks.

    “Jika sel-sel tersebut terpengaruh terlalu dini, risiko perubahan sel akan meningkat. Begitu pula risiko kanker serviks,” kata Dr. Ernawati.

    (elk/kna)

  • AS Mundur dari Pakta Iklim Global, Apa Dampaknya Bagi Dunia?

    AS Mundur dari Pakta Iklim Global, Apa Dampaknya Bagi Dunia?

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menarik negaranya dari 66 organisasi dunia dengan alasan lembaga-lembaga tersebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika. Langkah ini disebut sebagai “titik terendah baru” oleh organisasi advokasi sains nirlaba AS, Union of Concerned Scientists (UCS).

    Selain memangkas pendanaan dan menghentikan kerja sama dengan sejumlah kelompok, seperti Dana Demokrasi PBB, UN Women, dan Global Forum on Migration and Development, keputusan terbaru Gedung Putih ini juga memperlihatkan sikap yang jelas anti-iklim dan anti-lingkungan.

    International Union for Conservation of Nature, International Renewable Energy Agency, dan Intergovernmental Panel on Climate Change termasuk di antara lembaga lingkungan yang masuk dalam daftar organisasi tersebut. Daftar itu juga mencakup United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang bermarkas di Bonn, Jerman, dan menjadi penyelenggara konferensi iklim tahunan PBB.

    Pada 2015, para pihak dalam konvensi tersebut mengadopsi Perjanjian Paris 2015 dengan komitmen mencegah pemanasan global yang tak terkendali. Trump, yang secara terbuka mendukung industri minyak dan pernah menyebut perubahan iklim sebagai “tipuan”, mengumumkan rencana keluar dari perjanjian itu tak lama setelah menjabat untuk masa jabatan keduanya.

    Direktur Kebijakan sekaligus Kepala Ekonom Program Iklim dan Energi UCS, Rachel Cleetus, mengatakan penarikan AS dari UNFCCC merupakan “tanda lain bahwa pemerintahan yang otoriter dan anti-sains ini bertekad mengorbankan kesejahteraan masyarakat dan merusak kerja sama global.”

    Wakil Kepala Divisi Kebijakan Iklim Internasional dari LSM lingkungan Germanwatch, Petter Lyden, menyebut langkah tersebut sebagai kabar buruk, baik karena hilangnya pendanaan yang selama ini diberikan AS, maupun karena “substansi untuk menyepakati kerja sama internasional dalam menghadapi krisis iklim menjadi jauh lebih sulit ketika negara sebesar itu tidak ikut dalam perundingan”.

    Reaksi dari Eropa

    Menanggapi pengumuman Gedung Putih, Kepala Urusan Iklim Uni Eropa Wopke Hoekstra menulis di LinkedIn bahwa UNFCCC merupakan fondasi aksi iklim global. Ia menambahkan, keputusan AS untuk mundur dari konvensi tersebut patut disesalkan dan disayangkan.

    Menteri Lingkungan Hidup Jerman, Carsten Schneider, mengatakan keputusan tersebut tidak mengejutkan. Merujuk pada konferensi iklim PBB di Brasil pada akhir tahun lalu, menurutnya sudah jelas bahwa AS punya pilihan sendiri dalam menyikapi perlindungan iklim.

    Ia menyinggung adanya berbagai aliansi baru dalam pasar karbon internasional, percepatan penghentian penggunaan bahan bakar fosil, hingga upaya melawan informasi palsu tentang isu iklim, sebagai bukti bahwa negara-negara lain tetap berkomitmen mengambil tindakan.

    Lyden menambahkan bahwa arah kebijakan AS tidak akan mengubah kenyataan bahwa masa depan rendah karbon tetap berjalan. “Ekspansi energi terbarukan akan terus berlanjut,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa negara-negara yang beralih ke solusi ramah iklim justru memperoleh keuntungan ekonomi.

    Apakah ini akan memperlambat aksi iklim di AS?

    Langkah terbaru Trump menuai kecaman dari para pemimpin iklim di AS.

    Gina McCarthy, yang pernah menjadi penasihat iklim pertama di Gedung Putih dan kini menjabat Ketua Koalisi Aksi Iklim America Is All In (AIAI), menyebut penarikan diri dari UNFCCC sebagai “keputusan yang picik, memalukan, dan bodoh.”

    Menurutnya, keputusan tersebut berarti melepaskan “kemampuan untuk mempengaruhi triliunan dolar investasi, kebijakan, dan keputusan yang seharusnya mendorong perekonomian serta melindungi kami dari bencana mahal yang terus menghantam negara ini.”

    Namun, McCarthy menegaskan koalisi AIAI, yang anggotanya mencakup pemerintah daerah, pemerintah negara bagian, pelaku usaha, universitas, dan berbagai pemangku kepentingan lain, tetap berkomitmen bekerja sama di tingkat internasional untuk mewujudkan target Perjanjian Paris.

    Lyden dari Germanwatch menilai akan sulit bagi California atau negara bagian lain untuk sepenuhnya menutup kekosongan yang ditinggalkan pemerintah federal. Meski begitu, ia menilai banyak hal tetap bergerak di luar “keputusan formal”, di mana tingkat lokal dan regional bahkan bisa memiliki peran lebih besar dibandingkan pemerintah federal.

    McCarthy mengatakan AIAI akan memperluas upaya “bekerja di tingkat lokal untuk membangun harapan dan peluang”, serta tidak akan membiarkan pemerintahan ini menutup akses masyarakat Amerika terhadap manfaat besar energi bersih bagi kesehatan, keselamatan, dan ekonomi.

    Rachel Cleetus juga menyatakan bahwa negara bagian AS yang berpandangan ke depan, bersama negara-negara lain di dunia, memahami ancaman perubahan iklim yang kian meningkat dan menyadari bahwa “aksi global secara kolektif tetap menjadi satu-satunya jalan yang masuk akal untuk menjamin masa depan yang layak huni bagi anak dan cucu kita.”

    Jeannette Cwienk turut berkontribusi dalam laporan ini.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Rivi Satrianegara

    Editor: Hani Anggaraini

    (ita/ita)

  • 5 Kandungan dalam Susu Ini Berperan Jaga Imunitas Anak

    5 Kandungan dalam Susu Ini Berperan Jaga Imunitas Anak

    Jakarta

    Menjaga kesehatan Si Kecil tentu menjadi perhatian utama setiap orang tua. Saat anak aktif bergerak, bermain, dan mulai banyak berinteraksi, tubuh yang sehat dan daya tahan yang kuat dibutuhkan agar ia tetap ceria menjalani aktivitas hariannya.

    Karena itu, memastikan gizi tepat sejak dini itu penting, tak hanya dari makanan harian tapi juga dukungan susu pertumbuhan agar anak tumbuh sehat, kuat, dan tidak mudah sakit.

    Nah, salah satu cara praktis yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan memperhatikan kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan yang dikonsumsi Si Kecil. Lalu, apa saja sih kandungan susu yang bantu jaga daya tahan tubuh anak? Mari kita bahas bersama!

    1. Vitamin C dan E sebagai Antioksidan

    Vitamin C dan E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel dari radikal bebas sekaligus mendukung daya tahan tubuh anak. Penelitian menunjukkan keduanya dapat menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan, sehingga susu dengan tambahan vitamin C dan E menjadi pilihan tepat untuk mendukung tumbuh kembang sehat.

    2. Zinc dan Selenium untuk Sistem Imun

    Apakah Bunda tahu? Kandungan zinc berperan penting dalam pertumbuhan dan diferensiasi sel imun, sedangkan selenium mengatur regulasi respons imun. Kekurangan zinc bisa meningkatkan risiko anak rentan sakit, sedangkan tambahan zinc mempercepat pemulihan dari diare dan infeksi.

    3. Prebiotik/Probiotik untuk Kesehatan Pencernaan

    Kesehatan pencernaan berhubungan erat dengan daya tahan tubuh. Prebiotik seperti inulin mendukung bakteri baik usus, meningkatkan imun, dan terbukti menurunkan risiko infeksi pada anak-anak usia sekolah lho, Bun.

    4. Vitamin D untuk Imunitas dan Penyerapan Kalsium

    Vitamin D tak hanya penting untuk tulang, tapi juga imun. Kekurangannya meningkatkan risiko infeksi, sementara suplementasi terbukti menurunkan flu pada anak sekolah.

    5. Protein dan Mineral Lain sebagai Pendukung Metabolisme

    Protein membentuk sel tubuh termasuk sel imun, sedangkan kalsium dan zat besi mendukung tulang serta energi. Kombinasi keduanya menjaga anak aktif, sehat, dan tidak mudah lelah.

    Rekomendasi Susu untuk Daya Tahan Tubuh Anak

    Bunda sedang mencari susu yang bukan hanya lezat tetapi juga kaya manfaat untuk mendukung daya tahan tubuh Si Kecil?

    vidoran Xmart 1+ dan vidoran Xmart 3+ hadir dengan berbagai keunggulan nutrisi, diperkaya Cod Liver Oil yang kaya DHA serta vitamin A dan D alami untuk membantu kecerdasan otak sekaligus menjaga imunitas anak.

    Susu ini mengandung formula imunUp (vitamin C, D3, E, zinc) untuk dukung imun anak, DHA tinggi untuk dukung kecerdasan dan fungsi otak, serta kalsium, protein, dan zat besi bagi tulang dan otot. Tak ketinggalan, kandungan inulin 1000 mg sebagai serat prebiotik turut mendukung kesehatan pencernaan Si Kecil.

    Untuk Si Kecil usia 1-3 tahun, Bunda bisa memilih vidoran Xmart 1, lalu melanjutkannya dengan vidoran Xmart 3+ saat ia beranjak 3-5 tahun. Susu rendah gula ini tetap lezat dengan dua rasa favorit, Madu dan Vanilla, yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membuat momen minum susu lebih menyenangkan.

    Daya tahan tubuh anak sangat bergantung pada asupan nutrisi hariannya. Kandungan vitamin, mineral, protein, dan prebiotik dalam susu pertumbuhan dapat menjadi dukungan penting untuk menjaga imunitas sekaligus menunjang tumbuh kembang yang optimal.

    Dengan memilih susu pertumbuhan seperti vidoran Xmart, Bunda memberikan perlindungan ekstra bagi kesehatan Si Kecil, sehingga ia siap tumbuh kuat, cerdas, dan aktif setiap hari.

    (vidoran/sls)

  • Jadi Ketua Satgas, Tito Mulai Petakan Dampak Bencana Sumatra

    Jadi Ketua Satgas, Tito Mulai Petakan Dampak Bencana Sumatra

    Jakarta

    Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian langsung tancap gas, bergerak cepat memetakan berbagai persoalan penanganan bencana di wilayah Sumatera. Tito resmi ditugaskan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

    Upaya pemetaan itu dilakukan dengan menggelar pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum RI (PU) Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Satgas Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta.

    “Intinya adalah kita membaca atau memetakan situasi saat ini, setelah tanggap darurat beberapa daerah ada yang sudah selesai, ada juga yang masih melanjutkan tanggap darurat untuk 15 hari ke depan,” ujar Tito, dalam keterangan tertulis, Jumat (9/1/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Tito memaparkan terdapat 52 kabupaten/kota di tiga provinsi yang terdampak bencana. Sejak awal, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda), serta berbagai pihak terkait telah melakukan mobilisasi besar-besaran untuk penanganan tanggap darurat.

    Hal ini termasuk membuka akses jalan, membangun jembatan, menyediakan layanan kesehatan, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Berdasarkan hasil konsolidasi dan pemantauan lapangan, Tito mengatakan dari 52 kabupaten/kota terdampak, sebagian besar daerah telah menunjukkan kemajuan signifikan.

    Kendati demikian, dirinya menyadari masih terdapat sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian khusus agar mampu segera pulih. Di Provinsi Aceh, kata Tito, dari 18 kabupaten/kota terdampak, 11 daerah dinyatakan telah berangsur normal, sementara tujuh lainnya masih menjadi fokus penanganan lanjutan.

    Kondisi serupa juga terjadi di Sumut dan Sumbar. Meski mayoritas daerah terdampak telah memasuki fase pemulihan, tapi beberapa wilayah tertentu di dua provinsi tersebut tetap mendapat perhatian khusus sesuai tingkat dampak bencana.

    Tito juga memaparkan progres pendataan rumah rusak akibat bencana. Saat ini pemerintah terus berupaya mempercepat pendataan sekaligus memvalidasinya agar bantuan kepada masyarakat terdampak segera tersalurkan. Tito berharap percepatan penyaluran bantuan ini dapat mengurangi jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda.

    Guna mempercepat pemulihan di tingkat lapangan, Tito juga mengusulkan penambahan personel TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta mahasiswa sekolah kedinasan untuk membantu pembersihan lingkungan, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum. Selain itu, pihaknya akan membentuk dua posko utama pemulihan bencana, yakni di Jakarta dan Banda Aceh yang berfungsi sebagai pusat koordinasi, pengendalian, dan informasi.

    “Posko ini akan diawasi 24 jam oleh tim yang kita bentuk untuk menampung informasi-informasi dari Kementerian/Lembaga maupun dari daerah-daerah,” pungkasnya.

    (akn/ega)

  • Hitung-hitungan Pajak Toyota Veloz Hybrid

    Hitung-hitungan Pajak Toyota Veloz Hybrid

    Jakarta

    Toyota Veloz Hybrid meluncur 1,5 bulan lalu dengan harga pre-book mulai Rp 299 juta. Kira-kira pajak tahunannya berapa ya? Simak hitung-hitungannya berikut.

    Jajaran mobil ramah lingkungan Toyota ketambahan satu model dengan peluncuran Veloz Hybrid. Lebih spesialnya lagi, Veloz Hybrid itu menjalani debut globalnya di Indonesia pada gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) November 2025. Toyota juga sudah membuka pemesanan Veloz Hybrid dengan harga spesial. Veloz Hybrid itu bisa dimiliki dengan harga pre-book mulai Rp 299 juta hingga Rp 390 juta hingga 31 Januari 2026. Dengan harga mulai di bawah Rp 300 juta, Veloz Hybrid menjadi mobil hybrid termurah di keluarga Toyota.

    Hitungan Pajak Toyota Veloz Hybrid

    Menjadi mobil hybrid termurah Toyota, lantas berapa pajak tahunannya ya? Nilai jual Veloz Hybrid tak secara gamblang tercantum dalam Permendagri no.7 tahun 2025 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat tahun 2025. Diduga, Veloz Hybrid itu tercantum dengan kode W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT dan W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT TSS. Nilai jualnya masing-masing Rp 271 juta dan Rp 291 juta.

    Kemudian diketahui juga besar dari DP PKB yang digunakan untuk menghitung pajak tahunan setiap kendaraan. Untuk versi CVT tanpa TSS, DP PKB-nya sebesar Rp 284,55 juta. Kemudian versi CVT TSS DP PKB-nya senilai Rp 305,55 juta. Dengan demikian, hitungan pajak tahunannya sebagai berikut. Sebagai catatan, hitungan pajak berikut menggunakan tarif yang berlaku di Jakarta untuk kendaraan kepemilikan pertama. Tarifnya sebesar dua persen.

    Pajak Veloz Hybrid W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT

    PKB Pokok: DP PKB x Tarif PKB
    = Rp 284,55 juta x 2%
    = Rp 5,691 jutaPajak tahunan: PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 5,691 juta + 143 ribu
    = Rp 5,834 juta

    Pajak Veloz Hybrid W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT TSS

    PKB Pokok: DP PKB x Tarif PKB
    = Rp 305,55 juta x 2%
    = Rp 6,111 jutaPajak tahunan: PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 6,111 juta + 143 ribu
    = Rp 6,254 juta

    Itu tadi estimasi pajak Veloz Hybrid. Besar pajak bisa jadi berbeda di wilayah lain. Adapun dari hitungan tersebut, merujuk pada Veloz Hybrid varian tertinggi. Untuk varian terendah, pajaknya bisa jadi berbeda. Sebagai informasi tambahan, Veloz Hybrid hadir dalam empat varian yaitu V HEV, Q HEV, Q HEV with Modellista, dan Q HEV TSS with Modellista.

    Meluncurnya Veloz Hybrid di Indonesia menjadi jawaban dari Toyota untuk masyarakat yang menginginkan mobil hybrid lebih terjangkau. Sebelum ada Veloz Hybrid, mobil hybrid paling terjangkau Toyota adalah Yaris Cross Hybrid yang dijual mulai Rp 437,2 juta. Itu adalah model Yaris Cross 1.5 S HV CVT TSS.

    (dry/din)

  • Trump Niat Beri Rp 1,6 M untuk Bujuk Warga Greenland Gabung AS

    Trump Niat Beri Rp 1,6 M untuk Bujuk Warga Greenland Gabung AS

    Washington DC

    Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang membahas opsi mengirimkan pembayaran, jumlahnya bisa mencapai US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar), untuk setiap warga Greenland, sebagai upaya membujuk mereka agar bersedia memisahkan diri dari Denmark dan bergabung dengan AS.

    Pembahasan tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (9/1/2026), diungkapkan oleh empat sumber yang memahami persoalan itu saat berbicara kepada Reuters.

    Meskipun angka pasti dan logistik pembayaran, termasuk kapan dan bagaimana akan dibayarkan, belum diketahui secara jelas, namun menurut dua sumber di antaranya, sejumlah pejabat AS, termasuk para pejabat Gedung Putih, telah membahas angka mulai dari US$ 10.000 (Rp 168,3 juta) hingga US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang. Uang tersebut akan dibayarkan sekaligus dalam jumlah besar.

    Greenland, yang merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark, memiliki penduduk berjumlah 57.000 jiwa. Jika dihitung, dengan pembayaran sebesar US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang, maka AS akan membayarkan total hampir US$ 6 miliar (Rp 101 triliun) kepada seluruh penduduk Greenland.

    Gagasan membayar langsung kepada penduduk Greenland itu mengungkapkan salah satu penjelasan soal bagaimana AS mungkin berupaya untuk “membeli” pulau yang letaknya strategis di kawasan Arktik tersebut. Meskipun otoritas Denmark dan Greenland sendiri bersikeras menyatakan pulau tersebut tidak untuk dijual.

    Taktik ini termasuk di antara berbagai rencana yang sedang dibahas Gedung Putih untuk mengakuisisi Greenland, termasuk potensi penggunaan militer AS.

    Namun, hal tersebut berisiko terkesan terlalu transaksional, bahkan merendahkan penduduk yang telah sejak lama memperdebatkan kemerdekaan mereka sendiri dan ketergantungan ekonomi mereka pada Denmark.

    “Cukup sudah… Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi,” tegas Perdana Menteri (PM) Greenland, Jens-Frederik Nielsen, dalam pernyataan via Facebook pada Minggu (4/1) setelah Trump kembali menegaskan AS perlu mengakuisisi Greenland.

    Trump sejak lama berargumen bahwa AS perlu menguasai Greenland karena beberapa alasan, termasuk kekayaan mineralnya yang diperlukan untuk aplikasi militer canggih. Dia juga mengatakan bahwa kawasan Belahan Bumi Barat secara luas perlu berada di bawah pengaruh geopolitik Washington.

    Walaupun pembahasan internal soal cara-cara merebut Greenland sudah berlangsung di kalangan ajudan Trump sejak sebelum dia menjabat periode kedua, urgensi tersebut kembali meningkat setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer yang berani pada 3 Januari lalu.

    Salah satu sumber yang dikutip Reuters mengungkapkan bahwa para ajudan Gedung Putih sangat ingin melanjutkan momentum dari operasi Maduro untuk mencapai tujuan geopolitik Trump lainnya yang diidamkan sejak lama.

    Namun demikian, terlepas dari itu, jajak pendapat menunjukkan bahwa sebagian besar warga Greenland, meskipun terbuka untuk memisahkan diri dari Denmark, tidak ingin menjadi bagian dari AS.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Nadin Amizah Idap Spasmodic Dysphonia Bikin Susah Nyanyi, Kondisi Apa Itu?

    Nadin Amizah Idap Spasmodic Dysphonia Bikin Susah Nyanyi, Kondisi Apa Itu?

    Jakarta

    Melalui postingan Instagram Stories, penyanyi Nadin Amizah buka-bukaan kondisi spasmodic dysphonia (SD) yang membuat kemampuan bernyanyinya terganggu. Ia menceritakan selama beberapa waktu ini, ia merasa ada penurunan dalam kemampuan bernyanyinya.

    Awalnya, ia mengira itu hanya di pikirannya saja, rupanya ada masalah medis yang melatarbelakanginya. Kondisinya itu membuatnya lebih mudah fals saat bernyanyi hingga mudah pegal saat bernyanyi atau berbicara.

    “Bahkan ngomong kelamaan aja leher pegel dan sakit bgttt. Range vocal menyempit/turun dari range sebelumnya (nada yg biasanya gambang ditembak jadi susah/almost impossible),” tulis Nadin dikutip dari akun Instagram-nya, Jumat (9/1/2026).

    “Jadi kalau dibilang gabisa nyanyi sih, ga juga ya, bisa bisa aja. Tapi bayangin sesedih apa sesuatu yg biasanya semudah dan seringan bernapas untukku jadi sesuatu yg berat, butuh effort, dan terutama yang paling mengganggu, bikin sakit,” sambungnya.

    Cerita Nadin Amizah didiagnosis Spasmodic Dysphonia Foto: Instagram @cakecaine

    Nadin rencananya akan menjalani speech therapy, sembari tetap melakukan latihan vokal. Ia berharap bisa terus melakukan proses recovery dan penyembuhan, sambil tetap manggung.

    Apa itu spasmodic dysphonia?

    Dikutip dari Cleveland Clinic, SD atau juga disebut distonia laring adalah gangguan suara yang memengaruhi laring (kotak suara) dan pita suara. Kondisi ini dapat membuat suara tiba-tiba terputus, terdengar tegang dan tercekik, atau justru sangat lemah dan berembus saat berbicara.

    Dalam kondisi normal, pita suara bergetar saat kita berbicara sehingga menghasilkan suara. Namun, pada orang dengan kondisi SD, otot-otot yang mengendalikan pita suara mengalami kejang (spasme) tanpa dapat dikendalikan.

    Gejala yang mungkin dialami

    Kejang ini bisa menyebabkan pita suara menutup terlalu rapat sehingga suara terdengar tegang, atau justru terlalu terbuka sehingga suara terdengar napas dan lemah. Akibatnya, berbicara menjadi lebih sulit dan kurang jelas dipahami.

    SD disebabkan oleh gangguan pada bagian otak yang disebut ganglia basalis, yang berperan dalam mengoordinasikan gerakan otot tak sadar. Kondisi yang menyebabkan gerakan otot tidak terkendali akibat sinyal otak yang tidak normal disebut distonia.

    Kondisi ini kebanyakan terjadi pada usia paruh baya 30-60 tahun. Beberapa gejala SD meliputi suara yang terdengar seperti:

    Tegang dan tercekik.Serak dan kasar.Berembus, lembut, atau seperti berbisik.Terputus-putus karena bunyi tertentu tiba-tiba terhenti saat berbicara.Bergetar atau gemetar.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Antisipasi Harga Naik Jelang Lebaran, BGN Minta Menu Telur MBG Diganti Lele

    Antisipasi Harga Naik Jelang Lebaran, BGN Minta Menu Telur MBG Diganti Lele

    Jakarta

    Badan Gizi Nasional (BGN) mengantisipasi potensi kenaikan harga telur menjelang lebaran dengan meminta satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) melakukan penyesuaian dan variasi menu, termasuk mengganti lauk berbasis telur dengan ikan atau sumber protein lain.

    Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyan mengatakan kebijakan ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasar, sekaligus memastikan program pemenuhan gizi tetap berjalan optimal.

    “Menjelang Lebaran nanti jangan sampai berantem sama yang mau bikin kue. Jadi penggunaan telur segala macam harus diganti, harus beragam lah, bervariasi. Diganti tadi ya, sama ikan lele. Jadi jangan sampai memicu inflasi dan kelangkaan gitu,” beber Nanik saat ditemui di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga sempat bertanya langsung kepada para siswa penerima MBG untuk mendapat respons soal pergantian menu. “Bagaimana, pada setuju nggak kalau diganti ikan lele?” tanya Nanik.

    Para siswa mengatakan setuju.

    “Menu harus divariasi. Lele, nila, mau kok anak-anak, pasti suka kan, biar kayak makan pecel lele,” kata Nanik.

    Sudah Pernah Dilakukan saat Nataru

    Nanik menyebut kebijakan serupa sebenarnya sudah pernah diterapkan saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan dinilai berhasil menahan laju kenaikan harga di pasaran.

    “Sudah ada imbauan. Nanti kita juga akan imbaukan lagi seperti waktu itu, ya, waktu Nataru. Kita bilang, ‘jangan banyak pakai telur supaya yang Natalan nggak kena harga tinggi.’ Dan itu berhasil,” jelasnya.

    Saat itu, kata Nanik, BGN bersama SPPG mengalihkan menu ke protein lain seperti daging sapi, sehingga tekanan permintaan terhadap telur bisa ditekan.

    “Nah, sekarang juga begitu. Jadi kita nanti diversifikasi ke pangan lain,” tambahnya.

    Menurut Nanik, langkah diversifikasi menu ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga untuk memastikan asupan gizi tetap seimbang dan tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan saja.

    BGN menilai, menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran, lonjakan permintaan bahan pokok tertentu, termasuk telur, hampir selalu terjadi, sehingga perlu diantisipasi dari sisi konsumsi program-program pemerintah yang skalanya besar.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • Studi Sebut Risiko Mematikan Naik Motor Sambil Ngerokok

    Studi Sebut Risiko Mematikan Naik Motor Sambil Ngerokok

    Jakarta

    Kebiasaan naik motor sambil merokok tak sepatutnya dinormalisasi. Sebab, selain membahayakan diri sendiri, perilaku itu juga bisa mengancam keselamatan pengendara lain!

    Bahaya berkendara sambil merokok sebenarnya sering dikaji peneliti-peneliti di luar negeri. Salah satunya, studi berjudul ‘Cigarette Smoking, Road Traffic Accidents and Seat Belt Usage’ yang dikerjakan pakar kesehatan di Southampton, Inggris.

    Penelitian tersebut mengungkap, aktivitas merokok membuat konsentrasi pengendara terpecah. Selain itu, pengendara juga menjadi abai terhadap aturan-aturan keselamatan di jalan raya.

    “Ini menunjukkan peningkatan risiko kecelakaan yang menyebabkan cedera di jam-jam gelap (malam hari) bagi pengemudi yang merokok dibandingkan pengemudi yang tidak merokok. Keterlibatan kecelakaan juga meningkat,” demikian bunyi studi tersebut, dikutip dari Sciencedirect, Kamis (8/1).

    Merokok di Sepeda Motor Foto: Rangga Rahardiansyah

    Sementara penelitian lain berbahasa Italia yang dimuat National Library of Medicine menyatakan, berkendara sambil merokok jauh lebih berbahaya dibandingkan berkendara sambil main ponsel.

    “Rata-rata gangguan perhatian mengemudi pada perokok adalah sekitar 12 detik. Dalam waktu tersebut, kendaraan menempuh jarak sekitar 160 meter dengan kecepatan 50 km/jam,” demikian bunyi penelitian yang dimuat tahun 2007 tersebut.

    “Sementara penggunaan ponsel menyebabkan gangguan mengemudi selama rata-rata 10,6 detik, atau setara jarak 150 meter pada kecepatan 50 km/jam. Hasil ini menunjukkan, merokok saat mengemudi menimbulkan risiko keselamatan jalan yang signifikan dibandingkan penggunaan ponsel,” tambahnya.

    Selain kondisi yang menyebabkan gangguan perhatian yang cukup besar, penelitian tersebut juga menyoroti kekurangan oksigen, keberadaan karbon monoksida, serta tingginya konsentrasi partikel halus di udara yang dihirup di dalam kendaraan saat merokok.

    Penelitian itu juga mempertimbangkan aspek lain dari kebiasaan merokok saat berkendara, yakni dampak lingkungan. Membuang puntung rokok ke luar kendaraan saat kendaraan melaju merupakan penyebab utama terjadinya kebakaran di tepi jalan.

    (sfn/dry)