Pramono Cek Layanan di Puskesmas Kebayoran Lama
Author: Detik.com
-

Power Bank Picu Kebakaran di Pesawat Asiana Airlines, 1 Orang Luka
Hong Kong –
Sebuah penerbangan maskapai Korea Selatan (Korsel), Asiana Airlines, sempat dilanda kebakaran kecil saat pesawat sedang mengudara dari Incheon menuju ke Hong Kong. Kebakaran itu dipicu oleh power bank yang dibawa salah satu penumpang, dengan penumpang tersebut mengalami luka-luka.
Pihak maskapai Asiana Airlines, seperti dilansir thestandard.com.hk, Jumat (9/1/2026), mengatakan bahwa pesawat yang membawa 284 penumpang, dengan nomor penerbangan OZ745 itu, lepas landas dari Bandara Internasional Incheon pada Kamis (8/1) sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
Lebih dari dua jam setelah penerbangan, sebuah perangkat pengisi daya portabel, atau power bank, yang dibawa oleh seorang penumpang tiba-tiba terbakar di dalam kabin pesawat. Laporan Dimsum Daily menyebut pesawat itu merupakan jenis Airbus A330-300.
Awak kabin pesawat kemudian menggunakan alat pemadam untuk memadamkan api, dengan kebakaran kecil itu berhasil dikendalikan dalam waktu 1-2 menit saja.
Namun satu penumpang yang membawa power bank tersebut mengalami luka bakar ringan di bagian tangannya. Tidak ada penumpang lainnya maupun awak kabin yang terkena dampak insiden tersebut.
Maskapai Asiana Airlines, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa situasi tersebut tidak memicu prosedur pengalihan penerbangan secara darurat, dan pesawat melanjutkan penerbangan sesuai jadwal.
Pesawat tersebut mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Hong Kong pada Kamis (8/1) malam, sekitar pukul 22.52 waktu setempat, setelah insiden itu terjadi.
“Pesawat tiba di Hong Kong secara normal tanpa tindakan darurat apa pun, seperti pendaratan darurat,” kata seorang pejabat Asiana Airlines, yang tidak disebut namanya, ketika berbicara kepada televisi nasional Korsel, KBS.
Penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab terbakarnya power bank tersebut diperkirakan akan dilakukan, mengikuti prosedur standar.
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)
-

Viral Minuman ‘Matcha Infus’ di Bali, Pihak Kafe Buka Suara
Jakarta –
Beberapa waktu lalu, viral sebuah kedai teh menyediakan minuman matcha dengan kemasan infus. Temuan tersebut mengundang banyak komentar dari netizen yang mempertanyakan dari mana kantong infus itu didapatkan dan bagaimana status keamanannya.
Terlebih, dalam video yang beredar kemasan infus mencantumkan salah satu pabrikan farmasi besar. Pihak Buba Tea Bali yang berada di Canggu akhirnya buka suara.
Pihak kafe menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki afiliasi atau hubungan komersial dengan PT Otsuka Indonesia, yang namanya sempat tercantum pada kemasan infus itu. Pihak mereka menambahkan, kesalahan ini tidak disengaja dan bersifat terbatas.
“Kami mengakui bahwa karena adanya kekurangan dalam pengendalian internal pada tim operasional kami, terdapat sejumlah kejadian terbatas di mana kemasan yang membawa label Otsuka secara tidak disengaja digunakan dalam materi visual pemasaran serta penyajian minuman di toko,” ujar pihak Buba Tea Bali, dikutip dari akun Instagram mereka, Jumat (9/1/2026).
“Penggunaan tersebut tidak dilakukan secara sengaja, tidak bersifat sistematis, dan tidak mencerminkan standar operasional maupun tujuan kami,” sambung mereka.
Buba Tea Bali mengatakan pihaknya telah melakukan tindakan pendisiplinan pada individu yang bertanggung jawab atas kesalahan operasional tersebut. Mereka mengaku memperkuat prosedur internal agar kejadian ini tidak terulang lagi.
Kemudian mereka juga melakukan penurunan konen dan menghubungi berbagai pihak yang mengunggah ulang konten terkait untuk mencegah kesalahpahaman berlanjut.
“Kami menegaskan bahwa penggunaan kemasan yang tidak sesuai tersebut telah sepenuhnya dihentikan pada bulan Desember, sebelum isu ini mendapatkan perhatian publik,” ungkap mereka.
“Kami dengan tulus menyampaikan permohonan maaf kepada PT Otsuka Indonesia atas kekhawatiran atau kesalahpahaman yang timbul akibat insiden ini,” tandasnya.
Klarifikasi PT Otsuka Indonesia
Ketika kabar ini baru muncul, PT Otsuka Indonesia sudah terlebih dahulu mengeluarkan pernyataan bahwa produk matcha berkemasan infus itu bukan produk mereka. Saat itu, mereka menyebut adanya indikasi penyalahgunaan merek dan kemasan pada produk cairan infus milik mereka.
“Sehubungan dengan beredarnya Produk minuman Buba Tea yang menggunakan kemasan Infus di media sosial, bersama ini kami sampaikan bahwa Produk tersebut BUKAN Produk Otsuka. Oleh karena itu, segala resiko yang timbul, sepenuhnya bukan merupakan tanggung jawab PT Otsuka Indonesia,” ungkap PT Otsuka Indonesia dalam edaran yang diterima detikcom, Senin (5/1/2026).
“Hal tersebut terindikasi sebagai penyalahgunaan merek dan kemasan dari salah satu produk cairan Infus Otsuka,” sambungnya.
Perusahaan menegaskan seluruh produk mereka diproduksi sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) serta Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam mengonsumsi produk apa pun, dengan selalu memperhatikan aspek kebersihan dan higienitas.
Halaman 2 dari 2
(avk/kna)
-

Jejak Panjang Aksi Protes Massal di Iran Sejak 1999
Jakarta –
Iran kembali menyaksikan gelombang baru aksi protes massal di berbagai wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Meski demonstrasi dipicu oleh meningkatnya kemarahan publik atas melambungnya harga kebutuhan pokok, aksi-aksi tersebut juga mencerminkan kekecewaan yang kian mendalam di kalangan kelompok masyarakat yang semakin luas terhadap sistem politik Republik Islam Iran.
Para aktivis menyebut lebih dari 2.000 orang telah ditangkap sejak rangkaian protes berlangsung. Setidaknya 34 demonstran dilaporkan tewas, menurut jaringan hak asasi manusia berbasis di Amerika Serikat (AS), HRANA.
Banyak pihak khawatir rezim teokratis Iran akan mengerahkan kepolisian dan Basij, kelompok paramiliter relawan yang berada di bawah kendali Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), untuk menindak para pengunjuk rasa secara paksa.
IRGC, salah satu organisasi paling kuat di Iran, merupakan cabang angkatan bersenjata Iran yang bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Didirikan setelah Revolusi 1979, tugas utamanya adalah mempertahankan rezim Islam.
IRGC dan kepolisian Iran memiliki pengalaman panjang dalam menumpas demonstrasi besar-besaran anti-pemerintah secara brutal, termasuk dalam satu dekade terakhir.
Protes mahasiswa Juli 1999
Pada musim panas 1999, pemerintah Iran menutup surat kabar berhaluan reformis, Salam. Langkah tersebut memicu aksi protes damai mahasiswa di ibu kota Teheran. Namun, pada malam 8 Juli, aparat keamanan menyerbu asrama mahasiswa dan menewaskan setidaknya satu orang mahasiswa.
Operasi ini memicu gelombang protes nasional yang berlangsung selama beberapa hari.
Gerakan Hijau 2009
Sepuluh tahun kemudian, pada 2009, Iran kembali dilanda protes massal.
Kerusuhan dipicu oleh pemilihan presiden yang kontroversial. Para pengkritik rezim menolak kemenangan presiden saat itu, Mahmoud Ahmadinejad, dan menuding adanya kecurangan pemilu secara luas.
Jutaan warga Iran turun ke jalan untuk berunjuk rasa. Media sosial memainkan peran besar dalam memobilisasi massa sehingga gerakan ini kerap dijuluki sebagai “revolusi Twitter.”
Namun, rezim menolak pemilu ulang, memperketat sensor, dan menindak para demonstran.
Puluhan orang tewas dan ribuan lainnya ditangkap. Gerakan yang berlangsung selama berbulan-bulan itu akhirnya berakhir tanpa hasil.
Protes “November Berdarah” 2019
Sepuluh tahun berikutnya, pada November 2019, protes mendadak pecah di berbagai wilayah Iran menyusul kenaikan harga bahan bakar secara tiba-tiba. Aksi yang dengan cepat menyebar ke lebih dari 20 kota ini awalnya berlangsung damai, dengan tuntutan ekonomi sebagai fokus utama.
Namun, suara-suara anti-rezim semakin menguat, disertai seruan terbuka untuk menggulingkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Pemerintah merespons dengan memutus akses internet dan melakukan penindakan keras. Peristiwa ini kemudian dikenal dalam sejarah terbaru Iran sebagai “November Berdarah.”
Gerakan “Perempuan, Kehidupan, Kebebasan” 2022
Pada September 2022, Jina Mahsa Amini, perempuan berusia 22 tahun, meninggal dunia saat berada dalam tahanan polisi setelah ditangkap oleh “polisi moral” karena diduga tidak mengenakan hijab dengan benar. Di Iran, perempuan diwajibkan memakai penutup kepala di ruang publik.
Kematian Amini memicu protes massal dengan slogan “Perempuan, Kehidupan, Kebebasan.” Para demonstran, yang sebagian besar anak muda, menuntut hak yang lebih luas bagi perempuan.
Pemerintah merespons dengan gelombang represi baru, termasuk penggunaan peluru tajam oleh aparat keamanan terhadap demonstran. Ribuan orang ditangkap dan banyak di antaranya tewas.
Puluhan demonstran muda dijatuhi hukuman mati melalui proses pengadilan singkat. Meski demikian, aksi protes terus berlangsung selama berbulan-bulan dan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Republik Islam Iran dalam beberapa dekade terakhir.
Ketidakpuasan terhadap rezim Iran menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh gelombang protes ini.
Alih-alih menyelesaikan persoalan politik, ekonomi, dan sosial yang mendasar, pemerintah kerap mengandalkan aparat keamanan untuk membungkam perbedaan pendapat.
Meski rezim sejauh ini masih mampu mempertahankan kekuasaan, gelombang protes terbaru menunjukkan bahwa persoalan-persoalan mendalam tersebut dapat muncul kembali kapan saja dan memicu perlawanan baru di Iran.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Rivi Satrianegara
Editor: Hani Anggraini
(ita/ita)
-

Isi Garasi Eks Menag Yaqut Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Ada Mobil Mewah Ini
Jakarta –
KPK menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024. Bicara otomotif, ini isi garasi Yaqut.
Menilik laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yaqut memiliki total harta kekayaan Rp 13.749.729.733, serta utang sebesar Rp 800.000.000. Data itu dilaporkan pada 20 Januari 2025/Khusus – Akhir Menjabat.
Isi Garasi Yaqut
Dari total harta kekayaan itu, sebesar Rp 9.520.500.000 berbentuk tanah dan bangunan, harta bergerak lainnya Rp 220.754.500, kas dan setara kas Rp 2.598.475.233. Lalu untuk harta berupa alat transportasi dan mesin, nilainya Rp 2.210.000.000. Salah satunya berisi mobil mewah seharga miliaran. Adapun rinciannya sebagai berikut.
1. Mazda CX-5 tahun 2015, hasil sendiri, Rp 260.000.000
2. Toyota Alphard tahun 2024, hasil sendiri, Rp 1.950.000.000.
Diberitakan sebelumnya, mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024. Hal itu disampaikan langsung oleh KPK.
“Benar, sudah ada penetapan tersangka dalam penyidikan perkara kuota haji,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo, Jumat (9/1/2026), seperti diberitakan detikNews.
Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. “Iya benar,” ujar Asep saat dimintai konfirmasi soal penetapan tersangka terhadap Yaqut.
Kasus dugaan korupsi yang diusut KPK ini terkait pembagian tambahan 20 ribu jemaah untuk kuota haji tahun 2024 atau saat Yaqut Cholil Qoumas menjabat Menteri Agama. Kuota tambahan itu didapat Indonesia setelah Presiden RI saat itu, Joko Widodo (Jokowi), melakukan lobi-lobi ke Arab Saudi.
Kuota tambahan itu ditujukan untuk mengurangi antrean atau masa tunggu jemaah haji reguler Indonesia, yang bisa mencapai 20 tahun, bahkan lebih.
Sebelum adanya kuota tambahan, Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 221 ribu jemaah pada 2024. Setelah ditambah, total kuota haji RI tahun 2024 menjadi 241 ribu. Namun kuota tambahan itu malah dibagi rata, yakni 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus.
Padahal, UU Haji mengatur kuota haji khusus hanya 8 persen dari total kuota haji Indonesia. Akhirnya Indonesia menggunakan kuota 213.320 untuk jemaah haji reguler dan 27.680 untuk jemaah haji khusus pada 2024.
KPK menyebut kebijakan era Yaqut itu membuat 8.400 orang jemaah haji reguler yang sudah mengantre lebih dari 14 tahun dan seharusnya bisa berangkat setelah ada kuota tambahan tahun 2024 malah gagal berangkat. KPK pun menyebut ada dugaan awal kerugian negara Rp 1 triliun dalam kasus ini. KPK telah menyita rumah, mobil, hingga uang dolar terkait kasus ini.
(lua/dry)
-

Banyak Pemerintah Daerah di Jerman di Ambang Kebangkrutan
Jakarta –
Belum lama ini Weissach, sebuah kota kecil dekat Stuttgart, pernah menjadi pemerintah daerah terkaya di Jerman. Kota di Jerman selatan ini dihuni sekitar 7.700 orang dan menjadi lokasi pusat pengembangan pabrikan mobil mewah Porsche. Pemerintah kota menikmati keuntungan miliaran euro Porsche melalui pajak usaha yang mengalir ke anggaran daerah.
Pada 2009, Weissach mengumpulkan pajak sebesar €20.000 per penduduk.
“Berkat Porsche, Weissach memiliki pendapatan pajak per kapita tertinggi di seluruh Jerman,” ujar wali kota saat itu, Ursula Kreutel, pada 2011 ketika meresmikan perluasan fasilitas Porsche.
Keluarga yang ingin membangun rumah di Weissach mendapat bonus pembangunan sebesar €10.000 per anak dari pemerintah kota. Sebuah perpustakaan empat lantai dibangun, piano seharga €100.000 dibeli, dan ada subsidi untuk les musik privat. Namun, sebagian besar dana disimpan di bank sebagai cadangan untuk masa sulit, janji Kreutel saat itu.
Masa kejayaan telah berlalu
Kini masa sulit benar-benar datang. Industri otomotif Jerman sedang mengalami krisis terdalam dalam sejarahnya. Di Porsche saja, laba anjlok sekitar 96% pada 2025. Industri lain pun kesulitan. Pendapatan pajak yang sangat diandalkan pemerintah daerah turun tajam. Bahkan, kota dan kabupaten yang dulu makmur kini tak lagi mampu menutup pengeluaran mereka.
“Keuangan pemerintah daerah menurun drastis,” kata Ralph Spiegler, Presiden Asosiasi Kota dan Pemerintah Daerah Jerman (DStGB), yang juga menjabat sebagai Wali Kota Nieder-Olm di negara bagian Rheinland-Pfalz.
Biaya sosial menggerus anggaran
Di Jerman, kewenangan dan tanggung jawab dibagi antara pemerintah federal, negara bagian, dan daerah. Pemerintah daerah menangani banyak aspek kehidupan sehari-hari sehingga memikul beban tugas pemerintahan yang besar. Mulai dari pengelolaan sampah, penyediaan air, sekolah dan taman kanak-kanak, pemadam kebakaran, olahraga dan kebudayaan, hingga sebagian besar bantuan sosial.
“Kami bicara tentang peningkatan hingga tiga kali lipat dalam 20 tahun terakhir, tanpa dukungan pendanaan yang sepadan,” jelas Spiegler.
Biaya layanan anak dan remaja, layanan perawatan, serta dukungan integrasi bagi penyandang disabilitas saja mencapai sekitar €38 miliar pada 2007 dan terus naik sejak itu. Pada 2027, biayanya diperkirakan melampaui €102 miliar.
Pembagian beban keuangan yang adil
Integrasi pengungsi dan migran yang telah mendapat izin tinggal di Jerman juga menjadi tantangan besar. Sekolah, penyedia kursus bahasa dan integrasi, kantor ketenagakerjaan, serta terutama kantor imigrasi bekerja hingga batas kemampuan mereka.
Asosiasi Kota dan Pemerintah Daerah mengusulkan cara baru untuk membagi biaya layanan sosial: pemerintah federal, negara bagian, dan daerah masing-masing menanggung sepertiga dari total pembiayaan di masa mendatang.
Selain itu, pemerintah daerah ingin dilibatkan dalam proses pembuatan undang-undang. Saat ini, undang-undang dibuat oleh pemerintah federal dan negara bagian.
“Dengan cara ini, bukan hanya beban keuangan, tetapi juga tanggung jawab untuk mereformasi layanan sosial akan dibagi ke semua tingkat pemerintahan,” kata Spiegler.
Tanggung jawab bertambah, sumber daya menyusut
Sebagian pihak bahkan menuntut lebih. Pada November 2025, para wali kota dari 16 ibu kota negara bagian Jerman menyampaikan seruan kepada pemerintah federal. Tuntutannya, setiap undang-undang yang menimbulkan biaya di masa depan bagi pemerintah daerah harus sejak awal disertai rencana kompensasi penuh. Prinsipnya, “siapa yang memerintahkan, dia yang membayar.”
Dari total belanja tahunan pemerintah federal, negara bagian, dan daerah, sekitar 25% digunakan untuk tanggung jawab kota dan angkanya terus meningkat.
“Namun, pemerintah daerah hanya menerima 14% dari total pendapatan pajak,” hitung Spiegler, menyebut kondisi ini sebagai sebuah ketimpangan.
Defisit keuangan pemerintah daerah terus membesar dari tahun ke tahun.
“Kami sudah menaikkan pajak daerah, pajak tanah dan pajak usaha, hingga batas maksimal yang masih bisa diterima masyarakat,” ujar Spiegler.
Penghematan dan pemangkasan anggaran terjadi di mana-mana sehingga proyek pembangunan dihentikan, kegiatan budaya dan komunitas dibekukan.
Menurut Asosiasi Kota dan Pemerintah Daerah, investasi untuk masa depan kini nyaris tak mungkin dilakukan. Bahkan, dana untuk perawatan dan renovasi gedung yang ada pun tidak cukup. Diperkirakan dibutuhkan €218 miliar (sekitar Rp3.742 triliun) untuk memperbaiki sekolah, balai kota, taman kanak-kanak, kolam renang, jembatan, dan jalan.
Karena kota dan pemerintah daerah tidak diperbolehkan mengambil utang jangka panjang untuk biaya rutin seperti gaji, pemanas, dan energi, mereka setiap hari terpaksa mengambil pinjaman jangka pendek. Namun, pinjaman ini sangat mahal.
Pemerintah negara bagian dan federal Jerman sebenarnya menyadari masalah keuangan yang dihadapi pemerintah daerah.
“Kita harus membantu pemerintah daerah,” kata Kanselir Jerman Friedrich Merz dari Partai Demokrat Kristen (CDU) pada awal November lalu, merujuk pada beban layanan sosial.
Namun, pemerintah negara bagian dan federal sendiri juga sedang berjuang mengelola anggaran mereka di tengah krisis ekonomi Jerman.
Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil mengumumkan langkah-langkah bantuan bagi pemerintah daerah pada Desember 2025 tanpa memberikan rincian yang jelas.
Artikel pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Hani Anggraini
Editor: Yuniman Farid
(ita/ita)
-

Penampakan Batu Kandung Kemih Bak Telur Raksasa, Beratnya Hampir 1 Kg
Foto Health
Averus Kautsar – detikHealth
Jumat, 09 Jan 2026 15:05 WIB
Jakarta – Dokter di Iran menemukan batu kemih raksasa berukuran seperti telur unta seberat 826 gram. Begini penampakannya setelah dikeluarkan.
-

Gunungan Sampah di Filipina Runtuh, 1 Orang Tewas-38 Hilang
Manila –
Gunungan sampah runtuh di sebuah tempat pembuangan sampah di wilayah Filipina bagian tengah. Sedikitnya satu orang tewas, dengan puluhan orang lainnya dilaporkan hilang, dan dikhawatirkan tertimbun gunungan sampah, usai insiden tersebut.
Para petugas penyelamat sedang melakukan operasi pencarian puluhan orang yang dinyatakan hilang tersebut.
Insiden ini, seperti dilansir AFP dan Associated Press, Jumat (9/1/2026), terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Binaliw, fasilitas yang dioperasikan swasta di Cebu City pada Kamis (8/1) sore waktu setempat.
Puluhan pekerja sanitasi diduga terkubur ketika gunung sampah yang menjulang tinggi tiba-tiba menimpa mereka. Tidak diketahui secara jelas apakah ada penduduk setempat atau orang lainnya yang menjadi korban dalam insiden ini.
“Itu pasti setinggi empat lantai,” tutur asisten petugas informasi publik kota setempat, Jason Morata, merujuk pada gunung sampah yang runtuh.
Dikatakan direktur kepolisian regional, Brigadir Jenderal Roderick Maranan, bahwa satu korban tewas merupakan seorang pekerja wanita, yang meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit setempat. Dia menyebut beberapa pekerja lainnya yang mengalami luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit.
Wali Kota Nestor Archival dalam pernyataan terpisah via Facebook menyebut setidaknya 12 pekerja lainnya berhasil ditarik hidup-hidup dari timbunan gunung sampah yang runtuh dan kini dirawat di rumah sakit.
Foto dari udara menunjukkan timbunan gunung sampah menimpa gedung-gedung Foto: AP Photo/Jacqueline Hernandez
Dia juga mengatakan bahwa upaya pencarian dan penyelamatan terus berlanjut untuk 38 orang yang hilang.
“Semua tim tanggap darurat sepenuhnya terlibat dalam upaya pencarian dan penyelamatan untuk menemukan orang-orang yang masih hilang dengan tetap mematuhi protokol keselamatan,” kata Archival.
Foto yang diambil dari udara yang dirilis kepolisian menunjukkan apa yang tampak seperti beberapa bangunan yang hancur di bawah timbunan gunung sampah.
Morata menyebut gedung yang hancur itu sebelumnya digunakan sebagai “kantor perusahaan, HRD, administrasi, dan staf pemeliharaan” untuk perusahaan swasta yang mengelola tempat pembuangan sampah.
Penyebab runtuhnya gunung sampah itu belum diketahui secara jelas. Namun Morata menyebut beberapa hal dipertimbangkan berkontribusi dalam insiden itu.
“Kami mempertimbangkan beberapa faktor. Jika Anda ingat, Cebu dilanda dua topan pada akhir tahun 2025… dan juga gempa bumi,” sebutnya.
Salah satu pekerja di kantor tempat pembuangan sampah itu, Jaylord Antigua, mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi sangat cepat tanpa ada peringatan dan terjadi dalam cuaca yang baik.
Tempat pembuangan sampah itu, menurut situs operatornya Prime Integrated Waste Solutions, “memproses 1.000 ton sampah padat dari kota setiap hari”.
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)
-

Kapolda Riau Dorong Legalisasi Tambang Rakyat Lewat Koperasi Merah Putih
Jakarta –
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam penataan dan legalisasi penambangan rakyat sebagai solusi mencegah tambang ilegal. Hal ini menyikapi permasalah tambang emas ilegal yang terus bermunculan, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Irjen Herry Heryawan menyampaikan Polri tidak bisa bekerja secara parsial dalam menangani persoalan pertambangan rakyat ini. Menurutnya, diperlukan sinergi antara Pemprov Riau, khususnya dinas yang membidangi sumber daya mineral (SDM) terkait proses perizinan Izin Usaha Pertambangan Rakyat (IUPR).
“Polda Riau perlu melakukan upaya kolaboratif dengan instansi terkait, terutama Pemerintah Provinsi melalui dinas teknisnya terkait perizinan yang harus diberikan untuk Izin Usaha Pertambangan Rakyat,” ujar Irjen Herry Heryawan, Jumat (9/1/2026).
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta Pemerintah Kabupaten Kuansing.
Selain aspek perizinan, Kapolda juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN serta Pemerintah Kabupaten Kuansing. Hal ini bertujuan agar penataan wilayah tambang sinkron dengan rencana tata ruang daerah dan memiliki status legalitas lahan yang jelas.
Sebagai langkah konkret, Irjen Herry mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai wadah payung hukum bagi para penambang lokal agar kegiatan mereka menjadi legal dan terorganisir.
“Supaya kegiatan tambang ini bisa legal, harus ada tambang rakyat yang dikelola dengan benar dan mengedepankan koperasi. Koperasinya adalah Koperasi Merah Putih,” imbuhnya.
Ke depan, Polda Riau diagendakan menggelar rapat koordinasi bersama dinas pertambangan dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Pertemuan tersebut akan merumuskan langkah-langkah teknis dan percepatan regulasi agar pertambangan rakyat yang tertib dan berkelanjutan segera terwujud di Bumi Lancang Kuning.
“Ini adalah upaya kolaboratif bersama. Semua stakeholder harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
(mea/imk)
-

Transformasi Kesehatan Nasional Melalui Inovasi Sains dan Kolaborasi
Jakarta –
Tantangan kesehatan ibu dan anak, terutama stunting dan anemia, masih menjadi prioritas besar bagi Indonesia dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Menanggapi hal tersebut, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia mempertegas komitmennya melalui aksi nyata berbasis riset ilmiah dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam forum dialog bertajuk “Aksi Nyata untuk Indonesia Lebih Sehat” di Jakarta (8/1), CEO Danone SN Indonesia, Joris Bernard, menekankan bahwa perusahaan mengintegrasikan kesehatan, tanggung jawab lingkungan, dan kemajuan sosial dalam setiap lini bisnisnya melalui Danone Impact Journey.
“Solusi yang kami hadirkan tidak hanya relevan untuk saat ini, tetapi juga berbasis bukti ilmiah dan mampu memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang,” ujar Joris, dalam keterangannya, Kamis (08/01/2025).
Penguatan dari Internal hingga Publikasi Ilmiah
Komitmen Danone dimulai dari penguatan internal, seperti kebijakan cuti melahirkan selama enam bulan bagi karyawan guna mendukung kesehatan ibu dan anak. Fondasi ini diperkuat dengan penguatan riset. Sepanjang tahun 2025, Danone SN Indonesia telah menghasilkan lebih dari 46 publikasi ilmiah yang mencakup isu penyakit terkait malnutrisi, anemia, hingga kesehatan saluran cerna.
Medical and Scientific Affairs Director Danone SN Indonesia, Dr dr Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan bahwa temuan ilmiah ini menjadi dasar inovasi produk. “Kami berkomitmen berkontribusi secara ilmiah melalui inovasi penelitian yang berkelanjutan untuk membantu keluarga Indonesia,” tuturnya.
Kolaborasi Strategis Lintas Sektor
Upaya penurunan stunting dengan target 14,2 persen pada 2029 membutuhkan peran banyak pihak. Direktur Bina Ketahanan Remaja Kementerian Kependudukan dan Pengembangan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr Edi Setiawan, menyatakan bahwa remaja adalah kelompok strategis untuk pencegahan stunting sejak dini. Sinergi antara program GenRe dan GESID milik Danone menjadi model kemitraan penting antara pemerintah dan swasta.
Di sisi lain, peran bidan juga krusial. Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr Ade Jubaedah, menyoroti program Bidan Generasi Maju yang bertujuan meningkatkan kompetensi bidan dalam mengedukasi masyarakat mengenai asupan gizi seimbang dan pencegahan anemia.
Fokus pada Kesehatan Saluran Cerna
Kesehatan saluran cerna turut menjadi sorotan dalam diskusi ini. Dr dr Diana Sunardi, Spesialis Gizi Klinik dari FKUI, menjelaskan bahwa asupan serat dan nutrisi lengkap adalah kunci pertumbuhan fisik dan kognitif anak.
“Dibutuhkan riset lokal dan kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, serta industri untuk menghasilkan solusi yang efektif,” tutupnya.
(nay/up)
