Author: Detik.com

  • Kenapa Anak Bisa Membenci Ibu Kandung? Begini Menurut Psikolog

    Kenapa Anak Bisa Membenci Ibu Kandung? Begini Menurut Psikolog

    Jakarta

    Banyak orang yang merasa membenci ibunya saat masih remaja karena tidak mendapat apa yang mereka inginkan. Mungkin sebenarnya mereka tidak bermaksud demikian dan menyesalinya.

    Akan tetapi, dalam beberapa kasus, ada anak yang benar-benar membenci ibu mereka karena alasan yang kuat. Padahal, seorang ibu digambarkan sebagai sosok yang hangat, penyayang, dan penuh perhatian.

    Mengapa Anak Bisa Membenci Ibunya?

    Menurut psikolog klinis dan profesor di Yeshiva University, New York City, Sabrina Romanoff, PsyD, terkadang orang merasa benci pada ibu mereka saat ibu mereka gagal memenuhi harapan untuk menjadi sosok ibu yang ideal.

    “Seseorang umumnya menyimpan rasa benci terhadap ibunya saat pernah diperlakukan tidak adil, diabaikan, atau disakiti,” kata Romanoff.

    Ibu berperan penuh dalam menjaga dan memenuhi kebutuhan anaknya sejak kecil. Hal tersebut menciptakan ikatan yang sangat erat. Akan tetapi, kedekatan ini seringkali membuat seorang anak lupa kalau ibu juga manusia dengan keterbatasan dan masalahnya sendiri.

    “Masalahnya adalah ibu, seperti semua manusia, tidak sempurna. Artinya, mereka memiliki sifat baik dan buruk. Pengalaman kita terhadap mereka bergantung pada besarnya kekurangan mereka dan juga pada kemampuan dan kapasitas kita untuk menerima kesalahan dan kekurangan mereka,” tulis Very Well Mind.

    Hubungan antara ibu dan anak memang kerap rumit. Tapi jarang sekali seorang ibu bisa dipandang buruk sepenuhnya dan di situlah letak persoalanya.

    Rasa benci sendiri merupakan emosi yang kompleks dan biasanya muncul pada orang-orang yang menimbulkan perasaan campur aduk. Seseorang cenderung lebih mudah menerima kekurangan orang lain jika tidak memiliki riwayat hubungan yang panjang dan tidak bergantung padanya.

    Jika seorang ibu bersikap kasar atau tidak konsisten dalam memperlakukan anaknya maupun orang lain, seorang anak kemungkinan akan bereaksi negatif setiap kali sang ibu tidak memenuhi harapannya.

    Orang tua yang tidak konsisten cenderung sering berubah pikiran, kurang tegas dalam mengambil keputusan, minim aturan, serta tidak berinteraksi dengan anak secara stabil. Seorang anak yang dibesarkan oleh ibu dengan pola asuh seperti ini mungkin akan kesulitan untuk mempercayainya sebagai sosok yang bisa diandalkan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pola asuh tidak konsisten bisa memicu munculnya rasa cemas.

    Meski tidak ada riwayat penelantaran atau kekerasan di masa kecil, faktor-faktor seperti kepribadian, masalah kesehatan mental, gaya komunikasi, dan penyebab lainnya bisa membuat anak cenderung melepaskan diri dari seorang ibu. Rasa dendam yang menumpuk sering waktu mungkin berasal dari kemarahan yang belum terselesaikan atas pengabaian serta trauma yang terjadi selama masa kanak-kanak.

    Perasaan ini juga muncul saat orang tua tidak hadir mendukung saat anak membutuhkan, terlalu sering mengkritik, menuntut berlebihan, dan gagal melindungi dari berbagai luka atau tidak membuat anak merasa diterima dan dicintai.

    (elk/kna)

  • Serangan Darat terhadap Kartel Narkoba Segera Dilakukan!

    Serangan Darat terhadap Kartel Narkoba Segera Dilakukan!

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan serangan darat terhadap kartel-kartel narkoba akan segera dilakukan, menyusul rentetan serangan maritim di perairan Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia beberapa waktu terakhir.

    Rencana serangan darat itu, seperti dilansir AFP, Jumat (9/1/2026), diungkapkan Trump dalam wawancara dengan penyiar Sean Hannity yang ditayangkan Fox News pada Kamis (8/1) malam waktu setempat.

    Trump menyinggung soal kartel narkoba di Meksiko saat membahas rencana serangan darat tersebut.

    “Kita akan memulai sekarang, melancarkan serangan darat terkait kartel-kartel tersebut. Kartel-kartel itu mengendalikan Meksiko,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

    Dia tidak memberikan informasi lebih detail mengenai rencana serangan darat AS tersebut.

    Pernyataan itu muncul setelah penangkapan mengejutkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu, yang merupakan puncak dari tekanan militer dan ekonomi AS yang meningkat selama berbulan-bulan terhadap pemimpin otoriter tersebut.

    Sebagai bagian dari kampanye menekan Venezuela, AS telah menewaskan lebih dari 100 orang dalam rentetan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, di Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia, sejak September lalu.

    Trump juga mengatakan sebelumnya bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan darat terhadap area dermaga yang digunakan oleh kapal-kapal pengangkut narkoba itu di Venezuela.

    Namun, serangan terhadap kartel-kartel narkoba di Meksiko akan menandai eskalasi militer AS secara signifikan di kawasan tersebut.

    Pemerintah interim di Caracas mengecam serangan AS terhadap Venezuela sebagai ancaman terhadap stabilitas regional.

    Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Senin (5/1) waktu setempat, mengatakan bahwa benua Amerika “bukan milik” kekuatan mana pun, setelah Trump menyinggung “dominasi” Washington di belahan Bumi tersebut setelah menangkap Maduro.

    Trump mengatakan pada Minggu (4/1) waktu setempat bahwa dirinya telah mendesak Sheinbaum untuk mengizinkannya mengirimkan pasukan AS untuk menangani kartel-kartel narkoba di Meksiko. Tawaran semacam itu, menurut Trump, sebelumnya ditolak oleh Sheinbaum.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • PDIP Luncurkan Maskot Banteng di Rakernas Ancol Besok, Apa Maknanya?

    PDIP Luncurkan Maskot Banteng di Rakernas Ancol Besok, Apa Maknanya?

    Jakarta

    Rakernas sekaligus HUT ke-53 PDIP bakal digelar di Ancol, Jakarta, 10-12 Januari 2026. PDIP akan meluncurkan maskot banteng baru. Apa makna maskot tersebut?

    Berdasarkan keterangan resmi PDIP, Jumat (9/1/2026), maskot Banteng tersebut merupakan hasil sayembara yang dilaksanakan partai selama tiga bulan, sejak Oktober hingga Desember 2025. Maskot banteng bernuansa merah-hitam ini sudah menghiasi arena Rakernas PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, sejak gladi resik yang dipantau langsung Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital sekaligus putra Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, M Prananda Prabowo.

    Ketua Koordinator Media Pintar Perjuangan (MPP), Henky, yang menemani Pranana menyebut membeberkan makna maskot banteng. “Maskot banteng bukan hanya simbol. Ia adalah energi. Energi yang tumbuh dari rakyat, untuk rakyat, mama maskot akan diumumkan besok saat perayaan HUT ke-53 PDIP,” kata Henky.

    Henky mengungkit kolaborasi dan semangat gotong royong yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Dari kolaborasi itu, lanjut Henky, lahir inovasi serta ide baru untuk menjawab tantangan zaman. Henky menambahkan, gerakan yang diusung melalui Maskot Banteng bersifat inklusif dan terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang.

    “Inilah movement, pergerakan rakyat yang nyata. Gerakan yang menumbuhkan empowerment, pemberdayaan di setiap lapisan masyarakat. Inilah makna dibalik Maskot Banteng,” ungkapnya.

    Prananda Prabowo sempat berpose di depan maskot Banteng dan maskot Media Pintar Perjuangan (MPP) yang diberi nama Pagor atau Pasar Gotong Royong.

    “Besok di perayaan HUT ke-53 PDI Perjuangan, nama maskot banteng dari hasil sayembara ini akan resmi diumumkan,” kata Prananda.

    (gbr/imk)

  • Wujud Italjet Dragster 459, Motor Sport ‘Berbaju’ Motor Matic

    Wujud Italjet Dragster 459, Motor Sport ‘Berbaju’ Motor Matic

    Wujud Italjet Dragster 459, Motor Sport ‘Berbaju’ Motor Matic

  • Pramono Cek Layanan di Puskesmas Kebayoran Lama

    Pramono Cek Layanan di Puskesmas Kebayoran Lama

    Pramono Cek Layanan di Puskesmas Kebayoran Lama

  • Pramono Cek Layanan di Puskesmas Kebayoran Lama

    Pramono Cek Layanan di Puskesmas Kebayoran Lama

    Pramono Cek Layanan di Puskesmas Kebayoran Lama

  • Power Bank Picu Kebakaran di Pesawat Asiana Airlines, 1 Orang Luka

    Power Bank Picu Kebakaran di Pesawat Asiana Airlines, 1 Orang Luka

    Hong Kong

    Sebuah penerbangan maskapai Korea Selatan (Korsel), Asiana Airlines, sempat dilanda kebakaran kecil saat pesawat sedang mengudara dari Incheon menuju ke Hong Kong. Kebakaran itu dipicu oleh power bank yang dibawa salah satu penumpang, dengan penumpang tersebut mengalami luka-luka.

    Pihak maskapai Asiana Airlines, seperti dilansir thestandard.com.hk, Jumat (9/1/2026), mengatakan bahwa pesawat yang membawa 284 penumpang, dengan nomor penerbangan OZ745 itu, lepas landas dari Bandara Internasional Incheon pada Kamis (8/1) sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

    Lebih dari dua jam setelah penerbangan, sebuah perangkat pengisi daya portabel, atau power bank, yang dibawa oleh seorang penumpang tiba-tiba terbakar di dalam kabin pesawat. Laporan Dimsum Daily menyebut pesawat itu merupakan jenis Airbus A330-300.

    Awak kabin pesawat kemudian menggunakan alat pemadam untuk memadamkan api, dengan kebakaran kecil itu berhasil dikendalikan dalam waktu 1-2 menit saja.

    Namun satu penumpang yang membawa power bank tersebut mengalami luka bakar ringan di bagian tangannya. Tidak ada penumpang lainnya maupun awak kabin yang terkena dampak insiden tersebut.

    Maskapai Asiana Airlines, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa situasi tersebut tidak memicu prosedur pengalihan penerbangan secara darurat, dan pesawat melanjutkan penerbangan sesuai jadwal.

    Pesawat tersebut mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Hong Kong pada Kamis (8/1) malam, sekitar pukul 22.52 waktu setempat, setelah insiden itu terjadi.

    “Pesawat tiba di Hong Kong secara normal tanpa tindakan darurat apa pun, seperti pendaratan darurat,” kata seorang pejabat Asiana Airlines, yang tidak disebut namanya, ketika berbicara kepada televisi nasional Korsel, KBS.

    Penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab terbakarnya power bank tersebut diperkirakan akan dilakukan, mengikuti prosedur standar.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Viral Minuman ‘Matcha Infus’ di Bali, Pihak Kafe Buka Suara

    Viral Minuman ‘Matcha Infus’ di Bali, Pihak Kafe Buka Suara

    Jakarta

    Beberapa waktu lalu, viral sebuah kedai teh menyediakan minuman matcha dengan kemasan infus. Temuan tersebut mengundang banyak komentar dari netizen yang mempertanyakan dari mana kantong infus itu didapatkan dan bagaimana status keamanannya.

    Terlebih, dalam video yang beredar kemasan infus mencantumkan salah satu pabrikan farmasi besar. Pihak Buba Tea Bali yang berada di Canggu akhirnya buka suara.

    Pihak kafe menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki afiliasi atau hubungan komersial dengan PT Otsuka Indonesia, yang namanya sempat tercantum pada kemasan infus itu. Pihak mereka menambahkan, kesalahan ini tidak disengaja dan bersifat terbatas.

    “Kami mengakui bahwa karena adanya kekurangan dalam pengendalian internal pada tim operasional kami, terdapat sejumlah kejadian terbatas di mana kemasan yang membawa label Otsuka secara tidak disengaja digunakan dalam materi visual pemasaran serta penyajian minuman di toko,” ujar pihak Buba Tea Bali, dikutip dari akun Instagram mereka, Jumat (9/1/2026).

    “Penggunaan tersebut tidak dilakukan secara sengaja, tidak bersifat sistematis, dan tidak mencerminkan standar operasional maupun tujuan kami,” sambung mereka.

    Buba Tea Bali mengatakan pihaknya telah melakukan tindakan pendisiplinan pada individu yang bertanggung jawab atas kesalahan operasional tersebut. Mereka mengaku memperkuat prosedur internal agar kejadian ini tidak terulang lagi.

    Kemudian mereka juga melakukan penurunan konen dan menghubungi berbagai pihak yang mengunggah ulang konten terkait untuk mencegah kesalahpahaman berlanjut.

    “Kami menegaskan bahwa penggunaan kemasan yang tidak sesuai tersebut telah sepenuhnya dihentikan pada bulan Desember, sebelum isu ini mendapatkan perhatian publik,” ungkap mereka.

    “Kami dengan tulus menyampaikan permohonan maaf kepada PT Otsuka Indonesia atas kekhawatiran atau kesalahpahaman yang timbul akibat insiden ini,” tandasnya.

    Klarifikasi PT Otsuka Indonesia

    Ketika kabar ini baru muncul, PT Otsuka Indonesia sudah terlebih dahulu mengeluarkan pernyataan bahwa produk matcha berkemasan infus itu bukan produk mereka. Saat itu, mereka menyebut adanya indikasi penyalahgunaan merek dan kemasan pada produk cairan infus milik mereka.

    “Sehubungan dengan beredarnya Produk minuman Buba Tea yang menggunakan kemasan Infus di media sosial, bersama ini kami sampaikan bahwa Produk tersebut BUKAN Produk Otsuka. Oleh karena itu, segala resiko yang timbul, sepenuhnya bukan merupakan tanggung jawab PT Otsuka Indonesia,” ungkap PT Otsuka Indonesia dalam edaran yang diterima detikcom, Senin (5/1/2026).

    “Hal tersebut terindikasi sebagai penyalahgunaan merek dan kemasan dari salah satu produk cairan Infus Otsuka,” sambungnya.

    Perusahaan menegaskan seluruh produk mereka diproduksi sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) serta Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam mengonsumsi produk apa pun, dengan selalu memperhatikan aspek kebersihan dan higienitas.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Jejak Panjang Aksi Protes Massal di Iran Sejak 1999

    Jejak Panjang Aksi Protes Massal di Iran Sejak 1999

    Jakarta

    Iran kembali menyaksikan gelombang baru aksi protes massal di berbagai wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Meski demonstrasi dipicu oleh meningkatnya kemarahan publik atas melambungnya harga kebutuhan pokok, aksi-aksi tersebut juga mencerminkan kekecewaan yang kian mendalam di kalangan kelompok masyarakat yang semakin luas terhadap sistem politik Republik Islam Iran.

    Para aktivis menyebut lebih dari 2.000 orang telah ditangkap sejak rangkaian protes berlangsung. Setidaknya 34 demonstran dilaporkan tewas, menurut jaringan hak asasi manusia berbasis di Amerika Serikat (AS), HRANA.

    Banyak pihak khawatir rezim teokratis Iran akan mengerahkan kepolisian dan Basij, kelompok paramiliter relawan yang berada di bawah kendali Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), untuk menindak para pengunjuk rasa secara paksa.

    IRGC, salah satu organisasi paling kuat di Iran, merupakan cabang angkatan bersenjata Iran yang bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Didirikan setelah Revolusi 1979, tugas utamanya adalah mempertahankan rezim Islam.

    IRGC dan kepolisian Iran memiliki pengalaman panjang dalam menumpas demonstrasi besar-besaran anti-pemerintah secara brutal, termasuk dalam satu dekade terakhir.

    Protes mahasiswa Juli 1999

    Pada musim panas 1999, pemerintah Iran menutup surat kabar berhaluan reformis, Salam. Langkah tersebut memicu aksi protes damai mahasiswa di ibu kota Teheran. Namun, pada malam 8 Juli, aparat keamanan menyerbu asrama mahasiswa dan menewaskan setidaknya satu orang mahasiswa.

    Operasi ini memicu gelombang protes nasional yang berlangsung selama beberapa hari.

    Gerakan Hijau 2009

    Sepuluh tahun kemudian, pada 2009, Iran kembali dilanda protes massal.

    Kerusuhan dipicu oleh pemilihan presiden yang kontroversial. Para pengkritik rezim menolak kemenangan presiden saat itu, Mahmoud Ahmadinejad, dan menuding adanya kecurangan pemilu secara luas.

    Jutaan warga Iran turun ke jalan untuk berunjuk rasa. Media sosial memainkan peran besar dalam memobilisasi massa sehingga gerakan ini kerap dijuluki sebagai “revolusi Twitter.”

    Namun, rezim menolak pemilu ulang, memperketat sensor, dan menindak para demonstran.

    Puluhan orang tewas dan ribuan lainnya ditangkap. Gerakan yang berlangsung selama berbulan-bulan itu akhirnya berakhir tanpa hasil.

    Protes “November Berdarah” 2019

    Sepuluh tahun berikutnya, pada November 2019, protes mendadak pecah di berbagai wilayah Iran menyusul kenaikan harga bahan bakar secara tiba-tiba. Aksi yang dengan cepat menyebar ke lebih dari 20 kota ini awalnya berlangsung damai, dengan tuntutan ekonomi sebagai fokus utama.

    Namun, suara-suara anti-rezim semakin menguat, disertai seruan terbuka untuk menggulingkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

    Pemerintah merespons dengan memutus akses internet dan melakukan penindakan keras. Peristiwa ini kemudian dikenal dalam sejarah terbaru Iran sebagai “November Berdarah.”

    Gerakan “Perempuan, Kehidupan, Kebebasan” 2022

    Pada September 2022, Jina Mahsa Amini, perempuan berusia 22 tahun, meninggal dunia saat berada dalam tahanan polisi setelah ditangkap oleh “polisi moral” karena diduga tidak mengenakan hijab dengan benar. Di Iran, perempuan diwajibkan memakai penutup kepala di ruang publik.

    Kematian Amini memicu protes massal dengan slogan “Perempuan, Kehidupan, Kebebasan.” Para demonstran, yang sebagian besar anak muda, menuntut hak yang lebih luas bagi perempuan.

    Pemerintah merespons dengan gelombang represi baru, termasuk penggunaan peluru tajam oleh aparat keamanan terhadap demonstran. Ribuan orang ditangkap dan banyak di antaranya tewas.

    Puluhan demonstran muda dijatuhi hukuman mati melalui proses pengadilan singkat. Meski demikian, aksi protes terus berlangsung selama berbulan-bulan dan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Republik Islam Iran dalam beberapa dekade terakhir.

    Ketidakpuasan terhadap rezim Iran menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh gelombang protes ini.

    Alih-alih menyelesaikan persoalan politik, ekonomi, dan sosial yang mendasar, pemerintah kerap mengandalkan aparat keamanan untuk membungkam perbedaan pendapat.

    Meski rezim sejauh ini masih mampu mempertahankan kekuasaan, gelombang protes terbaru menunjukkan bahwa persoalan-persoalan mendalam tersebut dapat muncul kembali kapan saja dan memicu perlawanan baru di Iran.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

    Diadaptasi oleh Rivi Satrianegara

    Editor: Hani Anggraini

    (ita/ita)

  • Isi Garasi Eks Menag Yaqut Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Ada Mobil Mewah Ini

    Isi Garasi Eks Menag Yaqut Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Ada Mobil Mewah Ini

    Jakarta

    KPK menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024. Bicara otomotif, ini isi garasi Yaqut.

    Menilik laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yaqut memiliki total harta kekayaan Rp 13.749.729.733, serta utang sebesar Rp 800.000.000. Data itu dilaporkan pada 20 Januari 2025/Khusus – Akhir Menjabat.

    Isi Garasi Yaqut

    Dari total harta kekayaan itu, sebesar Rp 9.520.500.000 berbentuk tanah dan bangunan, harta bergerak lainnya Rp 220.754.500, kas dan setara kas Rp 2.598.475.233. Lalu untuk harta berupa alat transportasi dan mesin, nilainya Rp 2.210.000.000. Salah satunya berisi mobil mewah seharga miliaran. Adapun rinciannya sebagai berikut.

    1. Mazda CX-5 tahun 2015, hasil sendiri, Rp 260.000.000

    2. Toyota Alphard tahun 2024, hasil sendiri, Rp 1.950.000.000.

    Diberitakan sebelumnya, mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024. Hal itu disampaikan langsung oleh KPK.

    “Benar, sudah ada penetapan tersangka dalam penyidikan perkara kuota haji,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo, Jumat (9/1/2026), seperti diberitakan detikNews.

    Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. “Iya benar,” ujar Asep saat dimintai konfirmasi soal penetapan tersangka terhadap Yaqut.

    Kasus dugaan korupsi yang diusut KPK ini terkait pembagian tambahan 20 ribu jemaah untuk kuota haji tahun 2024 atau saat Yaqut Cholil Qoumas menjabat Menteri Agama. Kuota tambahan itu didapat Indonesia setelah Presiden RI saat itu, Joko Widodo (Jokowi), melakukan lobi-lobi ke Arab Saudi.

    Kuota tambahan itu ditujukan untuk mengurangi antrean atau masa tunggu jemaah haji reguler Indonesia, yang bisa mencapai 20 tahun, bahkan lebih.

    Sebelum adanya kuota tambahan, Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 221 ribu jemaah pada 2024. Setelah ditambah, total kuota haji RI tahun 2024 menjadi 241 ribu. Namun kuota tambahan itu malah dibagi rata, yakni 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus.

    Padahal, UU Haji mengatur kuota haji khusus hanya 8 persen dari total kuota haji Indonesia. Akhirnya Indonesia menggunakan kuota 213.320 untuk jemaah haji reguler dan 27.680 untuk jemaah haji khusus pada 2024.

    KPK menyebut kebijakan era Yaqut itu membuat 8.400 orang jemaah haji reguler yang sudah mengantre lebih dari 14 tahun dan seharusnya bisa berangkat setelah ada kuota tambahan tahun 2024 malah gagal berangkat. KPK pun menyebut ada dugaan awal kerugian negara Rp 1 triliun dalam kasus ini. KPK telah menyita rumah, mobil, hingga uang dolar terkait kasus ini.

    (lua/dry)