Author: Detik.com

  • Lawan Arah, Ngerokok di Motor

    Lawan Arah, Ngerokok di Motor

    Jakarta

    Di Indonesia, pelanggaran lalu lintas merupakan pemandangan sehari-hari. Mulai dari kebiasaan pengendara melawan arah, menerobos lampu merah, melintas lewat trotoar, hingga merokok saat mengendarai motor.

    Padahal, di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, kebiasaan tersebut dianggap sebagai pelanggaran berat. Itulah mengapa, pengendara motor atau mobil di dua kawasan itu jauh lebih teratur dibandingkan di Indonesia.

    Salah satu pelanggaran yang belakangan sering terjadi adalah melawan arah. Kini, bukan hanya pemotor, pemobil juga ikut-ikutan melakukan pelanggaran serupa.

    Motor lawan arah. Foto: Aksi pengendara melaju lawan arah di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jaksel viral di medsos. Polantas datangi lokasi karena aksi itu membahayakan dan bikin macet. (dok TMC Polda Metro)

    Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana membenarkan, perilaku melawan arah makin sering terlihat di jalan-jalan Indonesia. Menurutnya, pelanggaran itu tumbuh karena lemahnya penegakkan hukum.

    “Benar, banyak kendaraan lawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakkan hukum,” ujar Sony Susmana kepada detikOto, dikutip Sabtu (10/1).

    Selain lemahnya penegakkan hukum, kata Sony, pengendara di Indonesia juga punya karakter nekat dan tak sabaran. Mereka, kerap mencari cara untuk memangkas waktu di jalan raya. Salah satunya, tentu saja, dengan melawan arah.

    “Nggak bisa dipungkiri, banyak juga yang pengemudi yang berfikir simpel atau pendek, sekalipun harus melawan arah, bahkan imbauan atau teguran polisi dianggap angin lalu. Menurut saya, ini salah satu yang membuat hilangnya wibawa petugas,” tuturnya.

    “Bayangkan, bagaimana kondisi lalu lintas di Indonesia lima tahun lagi? Jadi, lima tahun lagi itu implementasi hukumnya harus tegas yang diterapkan oleh kepolisian,” kata dia menambahkan.

    Merokok di Sepeda Motor Foto: Rangga Rahardiansyah

    Selain melawan arah, naik motor sambil merokok belakangan juga marak terjadi di Indonesia. Bahkan, sampai muncul sejumlah gerakan masyarakat yang menentang keras kebiasaan tersebut.

    Menurut Sony Susmana, kebiasaan tersebut bisa mengganggu konsentrasi dan keseimbangan pengendara saat melaju di jalan raya. Itulah mengapa, saat hendak merokok, sebaiknya turun dulu dari kendaraan.

    “Mengemudi apa pun kendaraannya harus fokus atau konsentrasi. Menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan. Tidak boleh yang namanya sambil-sambil apalagi ngerokok,” ujar Sony kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kata dia, sisa pembakaran rokok juga bisa membahayakan pengguna jalan lain di belakang. Itulah mengapa, berkendara sambil merokok merupakan perbuatan ‘haram’ yang sangat tak disarankan.

    “Abu dan baranya mengganggu pengemudi lain, bisa juga terbang ke mata sendiri,” kata Sony.

    Di luar dua kebiasaan tersebut, masih ada pelanggaran lain yang seakan dinormalisasi di Indonesia, misalnya seperti naik motor tanpa helm, menerobos lampu merah, cengtri atau bonceng tiga dan masih banyak lagi.

    (sfn/lth)

  • Neurolog Bagikan 3 Resolusi yang Harus Ada di 2026 Biar Otak Nggak ‘Menciut’

    Neurolog Bagikan 3 Resolusi yang Harus Ada di 2026 Biar Otak Nggak ‘Menciut’

    Jakarta

    Memasuki tahun 2026, resolusi hidup kerap identik dengan target berat badan ideal atau olahraga rutin. Tetapi, seorang ahli neurologi mengingatkan ada aspek yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yakni kesehatan otak.

    Pasalnya, otak yang sehat menjadi fondasi utama produktivitas, kesejahteraan emosional, hingga kemandirian seseorang dalam jangka panjang.

    Ahli neurologi Dr Bing menekankan kesehatan otak bukan hanya soal fokus dan suasana hati, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjalani hidup di masa depan. Maka dari itu, ia membagikan tiga resolusi tahun baru sederhana yang bisa dilakukan demi menjaga fungsi otak tetap optimal.

    1. Prioritaskan Tidur yang Cukup

    Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, tidur sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan. Padahal, tidur memiliki peran krusial bagi kesehatan otak.

    “Kita membutuhkan sekitar 7 hingga 9 jam tidur setiap malam untuk fungsi otak yang optimal,” kata Dr Bing, dikutip dari Times of India.

    Dr Bing menegaskan tidur merupakan salah satu faktor terpenting dalam menjaga kesehatan otak. Ia mengungkapkan banyak orang mengira kurang tidur hanya merupakan dampak dari stres, kecemasan, atau nyeri.

    Namun sebaliknya, kurang tidur justru bisa memicu lingkaran masalah yang berulang. Bukannya mengandalkan obat atau suplemen, Dr Bing lebih menyarankan untuk membangun kebiasaan tidur yang baik, seperti memiliki jam tidur yang konsisten dan rutinitas malam hari yang menenangkan.

    2. Bangun Rutinitas Harian yang Konsisten

    Menurut Dr Bing, otak bekerja paling baik saat berada dalam pola yang dapat diprediksi.

    “Otak berkembang dengan prediktabilitas,” tuturnya.

    Ia mencatat orang yang menjalani rutinitas harian secara konsisten cenderung mengalami tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah. Dalam praktik klinisnya sebagai neurolog, Dr Bing juga mengamati bahwa rutinitas yang teratur dapat mengurangi frekuensi migrain dan membantu pengelolaan nyeri kronis.

    Rutinitas yang dimaksud meliputi waktu bangun tidur yang sama setiap hari, jadwal makan yang teratur, aktivitas fisik yang konsisten, serta sinyal relaksasi yang jelas menjelang malam.

    3. Aktivitas Setiap Hari

    Resolusi ketiga mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki manfaat besar. Dr Bing menyebut beraktivitas, seperti menari, sebagai salah satu aktivitas terbaik untuk tubuh dan otak.

    “Menari menggabungkan gerakan keseimbangan, koordinasi, memori, ritme, dan interaksi sosial,” jelasnya.

    Ia merujuk pada sebuah studi tahun 2003, yang menunjukkan bahwa menari merupakan satu-satunya aktivitas fisik yang terbukti dapat menurunkan risiko demensia. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, Dr Bing merekomendasikan mempelajari koreografi baru, karena dapat menstimulasi lebih banyak area otak.

    Halaman 2 dari 3

    (sao/naf)

  • BNN Bongkar Pabrik MDMB-4EN-PINACA di Tangerang, Koki hingga Kurir Dibekuk

    BNN Bongkar Pabrik MDMB-4EN-PINACA di Tangerang, Koki hingga Kurir Dibekuk

    Tangerang

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar clandestine laboratory narkotika jenis MDMB-4en-Pinaca atau tembakau sintetis, di Tangerang, Banten. Tiga tersangka, termasuk koki hingga kurir dibekuk dalam operasi ini.

    Berdasarkan keterangan yang disampaikan Biro Humas BNN, pabrik tembakau sintetis ini terbongkar berkat kerja sama Direktorat Psikotropika dan Preskusor (P2), Direktorat Intelijen, dan Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN yang didukung informasi dari masyarakat.

    Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh tim gabungan. Setelah dua bulan penyelidikan, tim kemudian melakukan penggerebekan di lokasi tersebut pada Jumat (9/1).

    “Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa rumah tersebut telah dijadikan tempat produksi tembakau sintetis selama kurang lebih 2 bulan,” tulis Biro Humas BNN dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).

    Dalam penggerebekan tersebut, BNN menangkap tiga orang pelaku. Ketiganya masing-masing berinisial ZD, pelaku utama sekaligus koki produksi; FH sebagai tester hasil produksi; dan Fir yang berperan sebagai kurir.

    “Dari hasil interogasi, pelaku mengaku bahwa bahan-bahan utama prekursor narkotika, bahan kimia, dan alat lab dibeli melalui online,” imbuhnya.

    Sejumlah barang bukti disita dalam operasi tersebut, antara lain 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan, dan MDMB Inaca (sisa residu). Selain itu, tim juga menyita berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk produksi narkotika.

    “Dari pengungkapan kasus ini BNN RI berhasil menyelamatkan sekitar 8.000 jiwa anak bangsa,” pungkasnya.

    BNN RI terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika dan melindungi masyarakat dari bahaya narkoba. Pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan BNN RI dalam memberantas narkotika dan menjaga keamanan masyarakat.

    (mea/dhn)

  • Setuju Gak Modifikasi ‘Honda Brio Listrik’ Ini Cantik Banget!

    Setuju Gak Modifikasi ‘Honda Brio Listrik’ Ini Cantik Banget!

    Jakarta

    Honda sudah memperkenalkan cikal bakal ‘Brio listrik’ yakni Honda Super One pada ajang Japan Mobility Show 2025 kemarin. Bahkan kabarnya Honda Prospect Motor (HPM) Agen Pemegang Merek (APM) mobil Honda di Indonesia, akan ikut memperkenalkan Super One di tanah air lho.

    Tapi sebelum bicara soal spesifikasi, harga, dan kapan pastinya mobil mungil listrik ini masuk ke Indonesia, rupanya Super One juga asyik banget lho untuk dimodifikasi. Honda Super One modifikasi ala Honda ini tengah dipajang di Tokyo Auto Salon, yang digelar pada tanggal 9-11 Januari 2026, di Makuhari Messe, Chiba, Jepang.

    Jika dilihat dari hasil modifikasi, Honda Super-ONE, prototipe mobil listrik kompak ini tampil sporty dengan berkelir ungu pada sekujur tubuh, ditambah dengan widebody yang terlihat dengan penambahan bodi seperti pada bumper depan, side skirt, over fender yang terlihat tepat di atas ban belakang, yang membuat Super One terlihat begitu cantik dan lebar.

    Pada ajang Tokyo Auto Salon 2026, Honda coba memperlihatkan DNA Sporty pada setiap varian yang dipajangnya, pada siaran resmi yang diterima detikOto, melalui kehadiran berbagai model sport, trail, hingga konsep masa depan, Honda ingin menunjukkan bagaimana DNA sporty diterjemahkan ke dalam beragam segmen kendaraan.

    Pada kategori model sport, Honda menampilkan Honda HRC Prelude-GT, Honda Prelude HRC Concept, Honda Civic Type R HRC Concept, serta Honda Civic e:HEV RS Prototype.
    Sementara itu, pada kategori model trail, Honda menghadirkan Honda TrailSport HRC Concept serta Honda Passport TrailSport Elite.

    Honda pajang modifikasi ber-DNA Sporty pada Tokyo Auto Salon 2026. Salah satunya si mungil Super-One’, yang digadang menjadi brio listrik di Indonesia. Foto: dok. Honda

    Honda Prelude telah dipasarkan secara resmi di Jepang pada September 2025 dan selanjutnya akan diperkenalkan di berbagai kawasan global. Sementara itu, Honda HRC Prelude-GT merupakan mobil balap terbaru Honda yang akan digunakan pada ajang Super GT musim 2026. Honda Prelude HRC Concept dikembangkan dari model produksi massal Honda Prelude yang kemudian dikustomisasi dengan berbagai komponen dari Honda Racing Co., Ltd. (HRC). Pengembangan ini berfokus pada peningkatan karakter sporty melalui pengendalian yang lebih presisi serta respons berkendara yang lebih tajam.

    Selanjutnya, Honda Civic Type R HRC Concept dikembangkan berdasarkan Civic Type R dengan tujuan menonjolkan performa sporty murni secara maksimal. Model konsep ini mengadopsi spesifikasi HRC yang dikembangkan melalui pengetahuan dan pengalaman Honda di dunia motorsport, untuk menyempurnakan performa dan stabilitas berkendara.

    Honda juga memperkenalkan Honda Civic e:HEV RS Prototype, yang menandai kehadiran varian sporty “RS” untuk Civic e:HEV untuk pertama kalinya. Mengikuti jejak Honda Prelude, Civic e:HEV RS akan dilengkapi dengan teknologi kontrol S+ Shift terbaru dari Honda, yang dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih dinamis dan menyenangkan, tanpa mengorbankan efisiensi.

    Honda pajang modifikasi ber-DNA Sporty pada Tokyo Auto Salon 2026. Salah satunya Honda Civic e:HEV RS Prototype. Foto: dok. Honda

    Pada segmen SUV, Honda memperkenalkan deretan TrailSport HRC Concept, yang terdiri dari Honda CR-V TrailSport HRC Concept, Honda ZR-V TrailSport HRC Concept, Honda Vezel TrailSport HRC Concept, serta Honda WR-V TrailSport HRC Concept. Selain itu, Honda juga menampilkan Honda Passport Trail Sport Elite, serta menghadirkan Acura Integra Type S untuk pertama kalinya di kawasan Asia.

    Honda juga menghadirkan Honda N-ONE RS Racing Mate Concept. Melengkapi pameran, Honda menghadirkan e-motorsports racing simulator yang menampilkan mobil balap Honda NSX-GT, yang digunakan Honda di ajang SUPER GT pada periode 2017 hingga 2021.

    Bagaimana detikers, keren juga kan modifikasi Honda ini?

    (lth/din)

  • Cuma Si Pemilik Mata Tajam yang Bisa Tebak Angka Ini Tanpa Zoom!

    Cuma Si Pemilik Mata Tajam yang Bisa Tebak Angka Ini Tanpa Zoom!

    Asah Otak

    Daffa Ghazan – detikHealth

    Sabtu, 10 Jan 2026 17:01 WIB

    Jakarta – Ada angka-angka tersembunyi di balik sejumlah gambar berikut. Sekilas tampak mudah menemukannya, tetapi banyak yang sering terkecoh, lho.

  • Wujud Motor Listrik Pertama Suzuki yang Dijual Rp 35 Jutaan

    Wujud Motor Listrik Pertama Suzuki yang Dijual Rp 35 Jutaan

    Wujud Motor Listrik Pertama Suzuki yang Dijual Rp 35 Jutaan

  • Pembangunan Huntap di Sumatera Harus Aman, Legal-Dekat Ekosistem

    Pembangunan Huntap di Sumatera Harus Aman, Legal-Dekat Ekosistem

    Jakarta

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pembangunan hunian tetap (huntap) untuk warga yang terdampak bencana akan dilakukan dengan memperhatikan tiga kriteria utama. Salah satunya, lokasi pembangunan huntap harus bebas dari risiko banjir dan longsor.

    Hal itu disampaikan Ara usai Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Mendagri Tito Karnavian.

    “Kita tadi sudah sampaikan pada Pak Prof Dasco juga Pak Tito, dengan arahan Presiden dan Pak Dasco yang kita bergerak cepat. Kita sudah usulkan cukup banyak titik-titik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang untuk hunian tetap, dan prosesnya juga kita sudah siap dengan tim,” kata Ara.

    Maruarar mengatakan nantinya, lokasi hunian akan memenuhi tiga aspek penting. Di antaranya, lokasi yang aman hingga dekat dengan ekosistem.

    “Kita juga sudah cari tempat-tempat yang nomor satu secara teknikal aman, artinya tidak banjir, tidak longsor. Yang kedua yang secara hukum tidak bermasalah. Yang ketiga, juga itu harus dekat dengan ekosistem, seperti dengan ladangnya, dekat sekolah anak-anaknya, dan sebagainya,” ujarnya.

    “Kita siap intinya dari perumahan untuk bisa segera melakukan itu dan sesegera mungkin. Karena kita akan membangun hunian tetap, itu adalah tugas kami, membangun hunian tetap sesuai dengan jobdesk-nya,” tuturnya.

    (amw/dhn)

  • Video WHO: Ada 9 Serangan ke Faskes Ukraina di Awal 2026

    Video WHO: Ada 9 Serangan ke Faskes Ukraina di Awal 2026

    Video WHO: Ada 9 Serangan ke Faskes Ukraina di Awal 2026

  • Kurangi Porsi Makan hingga ‘Skip’ Nasi Tapi BB Segitu-gitu Aja? Ini Catatan Dokter

    Kurangi Porsi Makan hingga ‘Skip’ Nasi Tapi BB Segitu-gitu Aja? Ini Catatan Dokter

    Jakarta

    Sudah makan sedikit sampai rela mengurangi porsi makan, tetapi berat badan tak juga turun? Kondisi ini sering bikin frustasi, terlebih ketika usaha diet terasa sudah maksimal.

    Spesialis gizi klinik dr M Ingrid Budiman, SpGK, AIFO-K, menjelaskan kemungkinan kesalahan yang dilakukan saat diet. Pada banyak kasus, beberapa orang langsung membatasi asupan makan secara ekstrem.

    “Sebenarnya yang kayak gitu mungkin karena dietnya terlalu ekstrem, mungkin saat diet oh saya cuma boleh makan sayur saja, atau misalnya saya cuma makan sayur satu sama putih telur deh setiap hari,” sorotnya, dalam bincang bersama di detikSore, Jumat (2/1/2026).

    Walhasil, tanpa disadari camilan menjadi pilihan untuk mengurangi rasa lapar yang muncul. Padahal, kalorinya bisa lebih tinggi dari satu porsi makan besar.

    “Misalnya kopi dan teman-temannya, ada sirupnya, ada gulanya, ada whipped cream. Pastry saja itu kalorinya bisa 2 setengah sampai 3 porsi nasi, dalam satu kali makan. Kopinya yang ukuran kecil itu satu sampai 2 porsi nasi,” lanjut dia.

    @detikhealth_official

    Viral video dengan narasi makan bergizi gratis ibu hamil dan balita diterima tidak layak lantaran ditaruh di kantong plastik tanpa kemasan tambahan apapun. Kejadian tersebut disebut terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Dimas Dhika Alpiyan, buka suara terkait viralnya video tersebut. Kejadian dilaporkan pada Kamis (8/1/2026). Dimas menyebut distribusi MBG saat itu sebetulnya sudah sesuai prosedur menggunakan ompreng. Namun, saat tiba di lokasi penerima, salah satu kader posyandu menurutnya memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantung plastik. Tindakan ini dilakukan tanpa berkoordinasi dengan pihak SPPG. “Setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” jelas Dimas, Sabtu (10/1). Kejadian tersebut kemudian baru diketahui SPPG keesokan harinya, pasca menerima laporan viral di media sosial. “Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” kata Dimas.

    ♬ original sound – detikHealth

    dr Ingrid menekankan kesalahan-kesalahan semacam ini sering tidak disadari. Ia menyarankan lebih baik tetap menjalani pola makan ideal, dengan kaya gizi termasuk karbohidrat, protein, juga serat.

    Tidak perlu langsung mengurangi asupan makanan secara berlebihan. Hal ini malah membuat tubuh lebih mudah lapar dan bisa muncul ajang ‘balas dendam’ di kemudian hari lantaran merasa sudah berhasil memangkas porsi konsumsi sebelumnya.

    “Jadi bisa sekali jajan 5 hingga 6 kali porsi setara nasi yang masuk, tapi kita nggak sadar. Saya nggak mau makan nasi ah, tetapi kemudian lapar, coba jajan dulu apa gitu kan, itu hal-hal yang bikin nggak sadar,” sambungnya.

    “Jadi nggak perlu juga langsung diet makan semua dikukus, nggak pakai garam, rasanya nggak enak, tapi mulai bertahap di mengurangi asupan karbo, perbanyak protein dan serat.”

    Halaman 2 dari 2

    (rfd/naf)

  • Diminta Bayar Parkir Liar? Jangan Kasih, Senyumin Aja!

    Diminta Bayar Parkir Liar? Jangan Kasih, Senyumin Aja!

    Jakarta

    Kini, hampir seluruh minimarket di Jakarta ‘dikuasai’ juru parkir (jukir) liar. Sehingga, saat hendak berbelanja, pengunjung terpaksa menyiapkan uang recehan untuk membayar parkir. Namun, apakah pembayaran tersebut bersifat wajib?

    Beberapa waktu lalu, Syafrin Liputo selaku Kepala Dishub Jakarta pernah mengingatkan, pengunjung minimarket tak perlu membayar parkir ke jukir-jukir liar. Sebab, menurutnya, fasilitas itu memang disiapkan minimarket secara cuma-cuma.

    “Masyarakat yang berkunjung ke minimarket seharusnya tidak membayar uang parkir. Memang tidak dipungut biaya. Jadi petugas parkir di luar tidak ada kerja sama dengan pemilik minimarket,” kata Syafrin Liputo, beberapa waktu lalu.

    Tukang parkir atau juru parkir (jukir). Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

    Menurut Syafrin, jukir minimarket juga tak boleh memaksa pengunjung membayar parkir, apalagi sampai mematok nominal tertentu. Mereka hanya boleh menerima uang yang memang diberikan secara suka rela.

    “Jadi seolah-olah menjadi kewajiban si pengemudi untuk membayar, seharusnya kan tidak. Karena itu kan jadi fasilitas yang memang harus disiapkan di minimarket,” kata Syafrin Liputo.

    Tim detikOto sempat bertanya ke salah satu jukir liar di kawasan Jakarta Selatan mengenai kewajiban pengunjung membayar parkir. Sosok yang tak ingin disebut identitasnya itu memastikan, jasanya tak harus dibayar menggunakan uang, namun bisa pakai senyuman.

    “Ya kita mah kalau gak dibayar (pakai uang) gak apa-apa, minimal dibayar pake senyum juga boleh karena kita juga gak memaksa, di sini kita cuma membantu pelanggan saja,” kata jukir tersebut.

    Nah, jadi sudah jelas ya, detikers. Jika berkunjung ke minimarket, tak ada kewajiban membayar parkir ke jukir liar. Kalian hanya tinggal memberikan senyuman dan mengucapkan kalimat terima kasih.

    (sfn/lth)