Author: Detik.com

  • Menyoal Pemaknaan Kata ‘Gratis’ dalam Program MBG

    Menyoal Pemaknaan Kata ‘Gratis’ dalam Program MBG

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik, kali ini terkait penggunaan kata ‘gratis’ dalam penamaannya. Manajer Kebijakan dan Advokasi Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Fachrial Kautsar, menilai embel-embel tersebut sejak awal bermasalah dan sarat pesan simbolik, meski kualitas makanan di lapangan dinilai belum tentu bergizi.

    CISDI menilai narasi ‘gratis’ berpotensi menciptakan relasi kuasa yang timpang, di mana masyarakat terutama anak-anak, didorong untuk menerima tanpa kritik. Bahkan, temuan CISDI menunjukkan anak-anak bisa merasa bersalah saat menerima makanan bermasalah, karena diajarkan untuk tetap bersyukur atas apa pun yang diberikan negara.

    Klik di sini untuk menonton video lainnya!

  • Hadiri Perayaan Natal di JI-Expo, Pramono Ingatkan Keluarga Fondasi Bangsa

    Hadiri Perayaan Natal di JI-Expo, Pramono Ingatkan Keluarga Fondasi Bangsa

    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri perayaan Natal 2025 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Pramono mengatakan Natal kali ini berjalan damai.

    Perayaan Aktualisasi Nilai-nilai Natal 2025 ini dihadiri 14 ribu peserta. Selain Pramono, hadir juga Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

    “Natal tahun ini benar-benar berlangsung dengan sejuk, damai, nyaman dan menggembirakan. Secara khusus saya juga ingin menyampaikan kepada masyarakat yang telah merayakan Natal penuh dengan rasa persatuan, kerukunan, gotong-royong dan di semua tempat berlangsung dengan sangat baik,” kata Pramono dalam sambutannya, Jumat (9/10/2026).

    Pramono kemudian mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membangun bangsa dan negara. Sebab dari keluarga, rasa sayang serta nilai kebajikan dibangun.

    “Tadi Kardinal telah menyampaikan bagaimana keluarga adalah inti dari bagaimana negara dan bangsa ini dibangun. Ada ruang-ruang tertanam, tempat cinta, rasa sayang, damai, iman dibangun, ditumbuhkan ruang-ruang di mana nilai kebajikan diwariskan dan solidaritas sosial dimulai,” ujarnya.

    Dia mengatakan keluarga bukan hanya unit sosial melainkan juga fondasi persaudaraan dalam kehidupan kota yang beragam. Dia menyebut karakter yang terbentuk dari lingkup keluarga dapat membentuk karakter sebuah kota.

    Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar bersyukur lantaran perayaan Natal kali ini peserta yang hadir banyak. Sebab organisasi gereja tingkat nasional atau aras berkumpul menjadi satu.

    “Kita bersyukur natal tahun ini luar biasa, natal bersama banyak. Seperti kita lihat tahun lalu masih banyak tempat-tempat masing-masing aras, tapi sekarang semua aras kumpul menjadi satu, Katolik, Kristen, menjadi satu, Kementerian Agama juga demikian ya pertama kali ini melakukan Natal bersama. Jadi Katolik, Protestan, pokoknya sama,” kata Nasaruddin.

    “Dan itu dipenuhi keakraban karena dihadiri bukan hanya satu aras saja tapi semuanya. Ini suatu mode kebersamaan yang perlu kita lestarikan. Dan yang paling penting buat saya pada DKI Jakarta ini luar biasa ya. Saya nggak bayangkan sebanyak ini yang datang karena sudah beberapa kali kita Natalan di tempat lain, di Senayan, tapi ini penuh. Ini karena kehebatan Pak Gubernur kita,” imbuhnya.

    Dalam perayaan Natal malam ini juga dilakukan penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Total dana yang terkumpul mencapai Rp 300 juta lebih.

    (dek/whn)

  • Waka Komisi XI DPR Minta UU PDP Diperkuat: Pengawasan Harus Proaktif

    Waka Komisi XI DPR Minta UU PDP Diperkuat: Pengawasan Harus Proaktif

    Jakarta

    Wakil Ketua Komisi XI DPR M Hanif Dhakiri mengatakan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) harus diperkuat. Dia meminta pengawasan lebih proaktif.

    “Ancaman siber bergerak jauh lebih cepat dibanding adaptasi rata-rata institusi. Karena itu pengawasan harus lebih proaktif, berbasis risiko, dan dilengkapi stress test ketahanan siber, bukan sekadar checklist kepatuhan administratif,” kata Hanif kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).

    Hanif menerangkan sejatinya, UU PDP itu telah memberi payung hukum. Namun, katanya, implementasinya masih menjadi pekerjaan besar.

    “UU PDP sudah memberi payung hukum. Namun implementasi yang tegas dan konsisten masih menjadi pekerjaan besar. Tanpa itu, perlindungan data berisiko berhenti sebagai norma di atas kertas,” ujarnya.

    Hanif menjelaskan tanggung jawab perlindungan data bersifat berlapis. Bank dan pengelola data wajib memastikan keamanan sistem serta tata kelola risiko data nasabah. Regulator dan pengawas, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kata Hanif, harus memastikan standar keamanan dipatuhi dan audit berjalan efektif.

    “Yang harus disinkronkan mencakup standar data nasabah, mekanisme pelaporan insiden, koordinasi antar-otoritas, serta kejelasan penindakan saat terjadi pelanggaran lintas rezim aturan,” katanya.

    Dari sisi penegakan hukum, ia meminta sanksi harus nyata dan transparan agar memberikan efek jera yang optimal. Dia menyebut yang paling penting saat ini adalah kewajiban perbaikan sistem yang diawasi sampai tuntas.

    (whn/whn)

  • Gempa M 2,3 Terjadi di Pangandaran

    Gempa M 2,3 Terjadi di Pangandaran

    Jakarta

    Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 2,3 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat (Jabar). Gempa ada pada kedalaman 97 kilometer.

    “(Gempa) 66 km barat daya KAB-PANGANDARAN-JABAR,” tulis BMKG melalui akun X-nya, Sabtu (10/1/2026).

    Gempa terjadi pada pukul 00.25 WIB. Gempa ada pada titik koordinat 8,30 Lintang Selatan dan 108, 45 Bujur Timur.

    “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” jelasnya.

    (whn/whn)

  • Trump Singgung Kartel Narkoba di Meksiko, Presiden Sheinbaum Bilang Begini

    Trump Singgung Kartel Narkoba di Meksiko, Presiden Sheinbaum Bilang Begini

    Jakarta

    Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum merespons ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan melancarkan serangan darat kepada para kartel narkoba. Sheinbaum merespons secara khusus lantaran Trump juga sempat menyinggung Meksiko.

    Dilansir AFP, Jumat (9/1/2026), Sheinbaum mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah meminta menteri luar negerinya untuk menghubungi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Jika perlu, lanjut dia, berbicara langsung dengan Trump untuk memperkuat kerja sama dalam kerangka keamanan bilateral.

    Sebelumnya, Donald Trump mengatakan serangan darat terhadap kartel-kartel narkoba akan segera dilakukan, menyusul rentetan serangan maritim di perairan Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia beberapa waktu terakhir.

    Rencana serangan darat itu, seperti dilansir AFP, Jumat (9/1/2026), diungkapkan Trump dalam wawancara dengan penyiar Sean Hannity yang ditayangkan Fox News pada Kamis (8/1) malam waktu setempat.

    Trump menyinggung soal kartel narkoba di Meksiko saat membahas rencana serangan darat tersebut.

    (maa/idn)

  • Pasutri WN Pakistan Selundupkan 162 Kapsul Sabu dengan Ditelan

    Pasutri WN Pakistan Selundupkan 162 Kapsul Sabu dengan Ditelan

    Jakarta

    Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menangkap pasangan suami-istri (pasutri) warga negara Pakistan bernama Javed Muhammad (35) dan Bibi Saima (28) lantaran hendak menyelundupkan sabu ke Indonesia. Mereka menyelundupkan barang haram itu dengan cara ditelan.

    Dirtipidnarkoba Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyebutkan pengungkapan itu atas kerja sama bersama Bea-Cukai Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (6/1/2026), sekitar pukul 17.00 WIB.

    “Informasi dari petugas Bea-Cukai Bandara Soekarno-Hatta bahwa akan ada penyeludupan narkoba jenis sabu melalui penerbangan internasional dari Bangkok ke Jakarta, dengan modus ditelan (swallowing),” kata Eko melalui keterangannya, Jumat (9/1).

    Berdasarkan informasi itu, tim langsung menuju Terminal 3 Bandara Soetta untuk melakukan penyelidikan. Setelah diperiksa, tim mendapati sabu tersebut dimasukkan dalam 162 kapsul yang telah ditelan keduanya.

    “Tim mendapatkan informasi bahwa hasil pemeriksaan rontgen yang dilakukan terhadap dua orang tersangka berkewarganegaraan Pakistan yang diduga menyelundupkan narkoba dengan metode penyelundupan dengan cara ditelan atau dikenal sebagai body packing (atau internal drug concealment),” ucap Eko.

    Kedua tersangka mengakui bahwa kemasan kapsul yang ada di dalam perutnya merupakan narkotika. “Narkoba tersebut dikemas rapat dalam banyak paket kecil kemudian ditelan dan berada di lambung/usus,” tutur Eko.

    Eko belum mengungkap lebih jauh terkait modus dan tujuan keduanya. Termasuk mengenai jaringan kedua tersangka.

    “100 (seratus) buah kemasan berbentuk kapsul yang diduga berisikan narkotika jenis sabu yang berada di dalam perut tersangka Javed Muhammad (saat ini baru bisa dikeluarkan sejumlah 97 buah),” tuturnya.

    “Untuk Bibi Saima telah berhasil mengeluarkan 62 buah kapsul dari organ tubuhnya dari total 62 kapsul,” sambung Eko.

    Dengan begitu, total barang bukti kapsul berisi sabu yang disita sebanyak 159 buah dengan berat sekitar 1.639,23 gram.

    Pengeluaran barang bukti dilakukan oleh Tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Pusdokkes Polri. Kapsul berisi sabu itu dikeluarkan secara alami dengan memberikan obat perangsang buang air besar.

    Kini, kedua tersangka masih dalam proses pemeriksaan dan tindakan medis di RS. Bhayangkara TK.I Pusdokkes Polri. Selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan barang bukti ke Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri serta berkoordinasi dengan Kedubes Pakistan.

    Halaman 2 dari 2

    (ond/maa)

  • Petinggi NATO Tegaskan Jauh dari Krisis Meski Trump Mau Caplok Greenland

    Petinggi NATO Tegaskan Jauh dari Krisis Meski Trump Mau Caplok Greenland

    Jakarta

    Kepala pasukan NATO di Eropa, Jenderal AS Alexus Grynkewich, mengatakan aliansi militer NATO jauh dari krisis meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam untuk mengakuisisi Greenland di bawah kendali AS. Ia memastikan belum ada dampak apapun dari pernyataan Trump.

    “Belum ada dampak pada pekerjaan saya di tingkat militer hingga saat ini. Saya hanya ingin mengatakan bahwa kami siap untuk mempertahankan setiap inci wilayah aliansi hingga hari ini,” kata Grynkewich kepada wartawan selama kunjungannya ke Finlandia, dilansir AFP, Jumat (9/1/2026).

    “Jadi saya melihat kita jauh dari krisis saat ini,” tambahnya.

    Komentar Grynkewich menyusul pernyataan Trump yang berulang kali bahwa ia menginginkan kendali AS atas wilayah otonom Denmark yang kaya mineral tersebut. Presiden Trump belum mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk merebut pulau Arktik yang berlokasi strategis dengan populasi 57.000 jiwa tersebut.

    Ditanya oleh seorang reporter tentang pernyataan Trump, Grynkewich mengaku tidak ingin berkomentar tentang apakah NATO akan bertahan tanpa AS.

    Trump telah lama berbicara tentang mengakuisisi Greenland tetapi telah meningkatkan ancamannya sejak operasi militer AS untuk menggulingkan penguasa Venezuela Nicolas Maduro pekan lalu. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan pejabat dari Denmark dan Greenland pekan depan

    (maa/idn)

  • Ada Banyak Data Tidur di Smartwatch, Mana Sih yang Paling Penting Dipantau?

    Ada Banyak Data Tidur di Smartwatch, Mana Sih yang Paling Penting Dipantau?

    Jakarta

    Teknologi wearables, termasuk smartwatch, makin mendukung pola hidup sehat. Bahkan untuk memantau kualitas tidur, ada banyak data yang bisa diamati dengan perangkat tersebut.

    Namun terkadang, terlalu banyak data yang tersedia juga bikin bingung mana saja yang harus dibaca. Belum lagi jika dihadapkan pada keraguan, seberapa akurat sih pembacaan kualitas tidur dengan wearables?

    Vishal Dasani, seorang certified sleep and recovery coach, mengatakan teknologi saat ini makin canggih sehingga akurasinya makin bisa diandalkan. Kalaupun tidak 100 persen yakin dengan dengan angka-angkanya, setidaknya user bisa memanfaatkan pola yang teramati.

    “Salah satu hal yang menjadi prioritas dalam sleep coaching itu adalah konsistensi jadwal tidur,” terang Coach Vishal dalam perbincangan dengan detikcom.

    “Nah kalau saya bisa tahu klien ini pola tidurnya saat ini bagaimana? Apakah sinkron sama jam biologisnya? Dan itu dibantu oleh wearables,” jelasnya.

    Menurut Coach Vishal, data-data tidur yang terekam dalam wearables dapat memberi gambaran perilaku tidur dan misalignment yang terjadi. Di antaranya, kesesuaian antara jam tidur dengan pola yang terbentuk oleh jam biologis seseorang.

    Gambaran tersebut diolah dari data-data yang dirangkum sebagai nilai tertentu seperti sleep score atau energy score. Nilai yang tidak kalah penting dalam kaitannya dengan tidur dan recovery, menurut Coach Vishal adalah Heart Rate Variability (HRV) atau variabilitas denyut jantung.

    “Data HRV ini memberikan gambaran tubuh kita itu sedang stres atau tidak,” pungkasnya.

    (up/up)

  • Iming-iming Duit Miliaran untuk Warga Greenland Agar Mau Gabung AS

    Iming-iming Duit Miliaran untuk Warga Greenland Agar Mau Gabung AS

    Jakarta

    Amerika Serikat (AS) memberikan iming-iming miliaran rupiah kepada warga Greenland yang ingin bergabung dengan AS. Negeri Paman Sam menjanjikan USD 100 ribu atau setara dengan Rp 1,6 miliar per individu.

    Dilansir Reuters, Jumat (9/1/2026), rencana pemerintah Presiden Donald Trump tersebut diungkapkan oleh empat sumber yang memahami persoalan itu saat berbicara kepada Reuters.

    Meskipun angka pasti dan logistik pembayaran, termasuk kapan dan bagaimana akan dibayarkan, belum diketahui secara jelas, namun menurut dua sumber di antaranya, sejumlah pejabat AS, termasuk para pejabat Gedung Putih, telah membahas angka mulai dari US$ 10.000 (Rp 168,3 juta) hingga US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang. Uang tersebut akan dibayarkan sekaligus dalam jumlah besar.

    Greenland adalah wilayah otonomi Kerajaan Denmark dengan jumlah penduduk sekitar 57.000 jiwa. Jika dihitung, dengan pembayaran sebesar US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang, maka AS akan membayarkan total hampir US$ 6 miliar (Rp 101 triliun) kepada seluruh penduduk Greenland.

    Gagasan membayar langsung kepada penduduk Greenland itu mengungkapkan salah satu penjelasan soal bagaimana AS mungkin berupaya untuk “membeli” pulau yang letaknya strategis di kawasan Arktik tersebut. Meskipun otoritas Denmark dan Greenland sendiri bersikeras menyatakan pulau tersebut tidak untuk dijual.

    Taktik ini termasuk di antara berbagai rencana yang sedang dibahas Gedung Putih untuk mengakuisisi Greenland, termasuk potensi penggunaan militer AS.

    Namun, hal tersebut berisiko terkesan terlalu transaksional, bahkan merendahkan penduduk yang telah sejak lama memperdebatkan kemerdekaan mereka sendiri dan ketergantungan ekonomi mereka pada Denmark.

    “Cukup sudah… Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi,” tegas Perdana Menteri (PM) Greenland, Jens-Frederik Nielsen, dalam pernyataan via Facebook pada Minggu (4/1) setelah Trump kembali menegaskan AS perlu mengakuisisi Greenland.

    Trump sejak lama berargumen bahwa AS perlu menguasai Greenland karena beberapa alasan, termasuk kekayaan mineralnya yang diperlukan untuk aplikasi militer canggih. Dia juga mengatakan bahwa kawasan Belahan Bumi Barat secara luas perlu berada di bawah pengaruh geopolitik Washington.

    Walaupun pembahasan internal soal cara-cara merebut Greenland sudah berlangsung di kalangan ajudan Trump sejak sebelum dia menjabat periode kedua, urgensi tersebut kembali meningkat setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer yang berani pada 3 Januari lalu.

    Salah satu sumber yang dikutip Reuters mengungkapkan bahwa para ajudan Gedung Putih sangat ingin melanjutkan momentum dari operasi Maduro untuk mencapai tujuan geopolitik Trump lainnya yang diidamkan sejak lama.

    Namun demikian, terlepas dari itu, jajak pendapat menunjukkan bahwa sebagian besar warga Greenland, meskipun terbuka untuk memisahkan diri dari Denmark, tidak ingin menjadi bagian dari AS.

    Negara-negara NATO Minta Hormati Kedaulatan Greenland

    Enam negara anggota NATO bergabung dengan Denmark dalam menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati. Seruan itu disampaikan setelah Donald Trump kembali menegaskan keinginannya menguasai Greenland.

    Dalam pernyataan bersama, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (7/1), enam negara anggota NATO, seperti Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, bersama Denmark menyerukan penghormatan terhadap “kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan” Greenland.

    Greenland yang terletak di kawasan Arktik, merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark. Pernyataan bersama itu menguraikan bahwa keamanan Arktik tetap menjadi “prioritas utama bagi Eropa”.

    “Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut soal Denmark dan Greenland,” kata pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris dalam pernyataan bersama tersebut.

    Ketujuh negara anggota NATO itu juga menegaskan kembali dalam pernyataannya bahwa banyak sekutu Eropa yang telah meningkatkan kehadiran, aktivitas, dan investasi mereka untuk menjaga keamanan wilayah tersebut.

    “Oleh karena itu, keamanan Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama-sama dengan sekutu-sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, yang mencakup kedaulatan, integritas teritorial, dan perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat. Ini adalah prinsip-prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membela prinsip-prinsip tersebut,” tegas para pemimpin negara-negara NATO tersebut.

    Ditekankan juga dalam pernyataan bersama itu bahwa AS merupakan “mitra penting dalam upaya ini, sebagai sekutu NATO dan melalui perjanjian pertahanan antara Kerajaan Denmark dan Amerika Serikat tahun 1951”.

    Dalam pernyataan terpisah, para Menteri Luar Negeri (Menlu) Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia mengatakan bahwa sebagai negara-negara Nordik, negara-negara Arktik, dan sekutu NATO, mereka secara kolektif berkomitmen untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kerja sama di kawasan tersebut.

    “Kami semuanya telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pencegahan dan pertahanan di kawasan ini, termasuk melalui kemampuan, aktivitas, kehadiran, dan peningkatan kesadaran situasional yang baru,” kata para Menlu negara-negara Nordik tersebut.

    Halaman 2 dari 2

    (lir/lir)

  • Rusia Protes, AS Akan Bebaskan 2 Kru Kapal Tanker yang Disita

    Rusia Protes, AS Akan Bebaskan 2 Kru Kapal Tanker yang Disita

    Jakarta

    Rusia mengatakan Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk membebaskan dua warga negara Rusia yang merupakan anggota kru di atas kapal tanker minyak Marinera yang disita pasukan AS di Atlantik Utara. Rusia menyebut pembebasan warganya itu diputuskan oleh Presiden AS Donald Trump.

    Dikutip Anadolu, Jumat (9/1/2025), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan Moskow menyambut baik langkah tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Trump.

    “Sebagai tanggapan atas permohonan kami, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk membebaskan dua warga negara Rusia dari antara kru kapal tanker Marinera, yang sebelumnya ditahan oleh pihak Amerika selama operasi di Atlantik Utara,” kata Zakharova dalam sebuah pernyataan.

    Dia mengatakan Rusia telah memulai langkah yang mendesak untuk mengatasi semua masalah yang berkaitan dengan memastikan kepulangan warga negaranya yang dibebaskan dengan cepat.

    Pengumuman tersebut menyusul kecaman keras dari Moskow atas penyitaan kapal tanker berbendera Rusia oleh AS, yang sebelumnya dikenal sebagai M/V Bella 1. Otoritas Rusia menggambarkan operasi tersebut sebagai tindakan militer ilegal dan pelanggaran berat terhadap hukum maritim internasional.

    Rusia menuntut pembebasan segera kapal dan awaknya, menolak klaim Washington bahwa kapal tanker itu tidak memiliki kewarganegaraan atau beroperasi di bawah bendera palsu.

    Lihat juga Video: Putin Kirim Ajudan-Menlu ke Arab Saudi Temui Pejabat AS

    (idn/maa)