Author: Detik.com

  • Sering ‘Scroll’ Konten di Medsos? Awas Nggak Sadar Kena Brain Rot, Ini Ciri-cirinya

    Sering ‘Scroll’ Konten di Medsos? Awas Nggak Sadar Kena Brain Rot, Ini Ciri-cirinya

    Jakarta

    Pernah merasa lelah mental setelah berlama-lama ‘scroll’ atau menggulir media sosial? Dalam satu kali usapan layar, muncul orang liburan keliling dunia, lalu konten hidup tanpa internet, disusul motivasi kerja dari bos teknologi.

    Alih-alih terinspirasi, yang muncul justru rasa cemas dan kelelahan mental. Kondisi inilah yang ramai disebut sebagai brain rot, istilah gaul yang banyak dipakai warganet untuk menggambarkan dampak negatif konsumsi konten digital berlebihan.

    Content creator asal Berlin, Tiziana Bucec, menjadi salah satu sosok yang vokal mengangkat isu ini. Ia sampai membuat serial video anti-brain rot, karena merasa media sosial justru membuat penggunanya lebih cemas, kurang fokus, dan menurunkan kesadaran diri.

    Brain rot memang bukan istilah medis. Awalnya, istilah ini merujuk pada konten konyol tanpa makna, seperti video viral singkat yang sekadar menghibur.

    Namun, kini maknanya berkembang menjadi kritik terhadap kebiasaan konsumsi media sosial berlebihan yang dinilai menurunkan kemampuan berpikir kritis dan rentang perhatian.

    Profesor neurologi di Weill Cornell Medicine, Dr Costantino Iadecola, menjelaskan meski riset ilmiah khusus soal brain rot terbatas, pola perilaku scrolling tanpa sadar memiliki kemiripan dengan mekanisme kecanduan.

    “Cara otak bereaksi saat terus menggulir konten mirip dengan kecanduan alkohol, narkoba, atau judi,” jelas Dr Iadecola, dikutip dari CNN.

    Penelitian pada remaja dengan kecanduan internet menunjukkan adanya gangguan komunikasi antarbagian otak yang berperan dalam perhatian dan memori kerja. Menurut Dr Iadecola, paparan berkepanjangan terhadap konten berkualitas rendah berpotensi memberi dampak buruk pada fungsi otak.

    @detikhealth_official Masih banyak yang berpikir tidur berkualitas itu harus 8 jam. Padahal, kebutuhan tidur setiap orang bisa berbeda. Yang paling penting bukan durasinya, tapi apakah tubuh benar-benar pulih dan siap beraktivitas kembali. Yuk, dengarkan penjelasan sleep coach soal durasi tidur yang sebenarnya dibutuhkan 😴 #tidur #sleepcoach #tidurberkualitas #edukasi #kesehatan ♬ suara asli – detikHealth

    Konten Pendek Jadi Biang Kerok

    Dokter endokrin anak sekaligus penulis buku Calm the Noise, Dr Nidhi Gupta, menyebut brain rot paling sering dipicu oleh konten video pendek yang bersifat cepat, dangkal, dan terus memancing perhatian.

    “Rentang fokus manusia terbatas. Saat terlalu banyak konten berebut perhatian, hal penting seperti kesehatan, pekerjaan, hubungan, atau tidur bisa terabaikan,” terang Dr Gupta.

    Konten pendek dirancang memicu lonjakan dopamin, zat kimia otak yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi. Efeknya, otak terbiasa mencari sensasi cepat dan intens, sehingga konten yang lebih panjang dan mendalam terasa membosankan.

    Bukan Cuma Jadi Masalah pada Anak

    Meski anak-anak menjadi kelompok paling rentan, brain rot bukan hanya masalah usia muda. Dr Iadecola menegaskan anak yang terlalu sering terpaku pada layar berisiko kehilangan pengalaman penting dalam perkembangan sosial dan emosional.

    Namun, orang dewasa juga memegang peran besar. Dr Gupta menekankan kecanduan layar ini menjadi masalah semua usia.

    “Kita adalah panutan. Saat orang tua sibuk dengan ponsel, anak akan menganggap perilaku itu normal,” sambungnya.

    Perlukah Dilarang Total?

    Psikolog klinis Dr Lisa Damour mengingatkan, hiburan ringan tetap dibutuhkan. Menurutnya, setiap generasi memiliki cara sendiri untuk melepas penat.

    “Selama anak tetap menjalankan tanggung jawabnya, hiburan tanpa berpikir bukan masalah besar,” bebernya.

    Bagaimana Cara Membatasi ‘Scrolling’ Tanpa Menyiksa?

    Pakar informatika University of California, Irvine, Dr Gloria Mark, menyarankan pembatasan, bukan penghapusan total media sosial. Salah satunya dengan menjadwalkan waktu khusus untuk membuka media sosial atau menghapus aplikasi, dan hanya mengaksesnya lewat browser agar tidak mudah tergoda untuk terus ‘scroll’.

    “Kemauan saja tidak cukup. Lingkungan harus diubah,” kata Dr Gupta.

    Jika membutuhkan momentum, awal tahun bisa menjadi waktu yang tepat untuk mulai mengurangi konsumsi media sosial dan membangun kebiasaan digital yang lebih sehat.

    Halaman 2 dari 3

    (sao/naf)

  • Eskalasi di Aleppo Suriah Dikhawatirkan Picu Perang Saudara Baru

    Eskalasi di Aleppo Suriah Dikhawatirkan Picu Perang Saudara Baru

    Jakarta

    Ketegangan antara pemerintah Suriah dan pasukan Kurdi akhirnya meledak menjadi bentrokan terbuka di kota Aleppo, Suriah utara. Sejak Selasa (6/1), sedikitnya 12 warga sipil tewas. Sejumlah serdadu pemerintah dan seorang gerilyawan Kurdi juga dilaporkan meninggal, menurut Lembaga Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di London. Lebih dari 60 orang lainnya mengalami luka-luka.

    Baku tembak teranyar turut menciptakan gelombang pengungsian. Komite Tanggap Darurat Aleppo mencatat sekitar 142 ribu warga telah mencari perlindungan hingga Kamis (8/1). Sekolah-sekolah ditutup. Lalu lintas udara dari dan ke bandara Aleppo juga dihentikan.

    Pemerintah Suriah di Damaskus menyatakan operasi militer di Aleppo “semata-mata bertujuan menjaga keamanan dan mencegah aktivitas bersenjata di kawasan permukiman.” Pemerintah kemudian menetapkan Sheikh Maqsoud dan Achrafieh — dua distrik yang dikuasai Kurdi — sebagai “zona militer tertutup”, setelah koridor kemanusiaan dibuka pada Rabu dan Kamis hingga tengah hari. Meski demikian, sekitar 100 ribu warga diperkirakan masih terjebak di medan perang.

    Pasukan Demokratik Suriah (SDF,) yang didominasi etnis Kurdi dan menjalankan administrasi kota, membantah adanya target militer di wilayahnya. Mereka menuduh tentara Suriah menyerang warga sipil dan memperingatkan eskalasi di Aleppo dapat menyeret Suriah kembali ke perang terbuka.

    “Pertempuran ini berdampak langsung terhadap stabilitas Suriah,” kata Nanar Hawach, analis senior Suriah dari International Crisis Group, kepada DW. Menurut dia, jika kebuntuan berlarut, kekerasan lokal berpotensi menyebar ke wilayah lain.

    Ketika kedua pihak saling tuding jadi biang masalah, mediator Amerika Serikat dan Turki berupaya meredakan ketegangan. PBB juga ikut angkat suara. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyerukan semua pihak untuk “segera menurunkan eskalasi, menahan diri semaksimal mungkin, dan mengambil langkah-langkah guna mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut.” Dia mendesak dimulainya kembali perundingan untuk mengimplementasikan kesepakatan Maret.

    Kesepakatan damai yang rapuh

    Kesepakatan tersebut mengatur bahwa wilayah Kurd i— berpenduduk sekitar 2,5 juta orang dan kaya sumber minyak serta energi—akan berada di bawah kendali pemerintah pusat. Komunitas Kurdi diakui sebagai bagian dari negara Suriah yang bersatu.

    Namun, titik paling krusial adalah rencana penggabungan sekitar 60 ribu pejuang Kurdi ke dalam tentara nasional Suriah sebelum akhir 2025. Selama sepuluh bulan terakhir, proses negosiasi acap tersendat. Bentrokan terbaru pecah tak lama usai tenggat waktu terakhir dinyatakan lewat.

    Tujuan yang Sulit Didamaikan

    Guido Steinberg, peneliti senior Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan, menyebut posisi kedua pihak nyaris mustahil dipertemukan. “Bagi etnis Kurdi, menyerahkan senjata sama dengan bunuh diri, melihat apa yang terjadi pada komunitas Alawi dan Druze,” katanya, merujuk pada kekerasan terhadap minoritas sejak al-Sharaa berkuasa.

    Menurut Steinberg, Damaskus memang menginginkan negara kesatuan, namun terlalu lemah untuk memaksa Kurdi melucuti senjata tanpa bantuan Turki. “Tanpa Ankara, itu tidak akan terjadi,” ujarnya. Tapi dia juga meragukan Turki akan turun tangan secara militer mengingat situasi politik dalam negeri.

    Turki menganggap SDF sebagai organisasi teroris karena kaitannya dengan Partai Buruh Kurdistan (PKK) yang kini telah dibubarkan. Di sisi lain, Presiden Recep Tayyip Erdogan membutuhkan dukungan politisi pro-Kurdi untuk mengamankan amendemen konstitusi demi masa jabatan keempat pada pemilu 2028. Sebuah operasi militer terhadap etnis Kurdi di Suriah dikhawatirkan akan memperkuat sentimen negatif terhadap Erdogan,

    Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Turki, Kamis lalu, menyatakan militernya siap “mendukung” Suriah bila diminta. Namun pernyataan lain menegaskan operasi di Aleppo sepenuhnya tanggung jawab tentara Suriah, dengan Turki lebih memposisikan diri sebagai penopang de-eskalasi. Ketua Parlemen Turki, Numan Kurtulmus, mengatakan Ankara siap “memberikan segala bentuk dukungan untuk segera mengakhiri bentrokan dan memulihkan stabilitas.”

    Krisis kemanusiaan memburuk

    Di tengah tarik-menarik politik dan militer, warga sipil kembali menanggung beban terberat. Nanar Hawach mengingatkan bahwa kekerasan di timur laut Suriah memperparah krisis kemanusiaan yang telah rapuh akibat lebih dari satu dekade perang saudara, gempa besar Februari 2023, serta musim dingin ekstrem 2025–2026.

    “Sekali lagi, puluhan ribu pengungsi membutuhkan tempat berlindung. Jika pertempuran berlanjut, layanan publik yang sudah kewalahan akan semakin tertekan,” ujarnya.

    PBB mencatat, dari kebutuhan dana USD112 juta untuk bantuan musim dingin, baru USD29 juta yang terkumpul — menyisakan defisit 74 persen. Prioritas mendesak meliputi pemanas darurat, perbaikan tempat tinggal, distribusi perlengkapan musim dingin, dan pembukaan akses jalan bagi bantuan kemanusiaan. Semua itu kini terhambat kekurangan dana dan situasi keamanan yang kian memburuk.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Jerman
    Diadaptasi oleh Rizki Nugraha
    Editor Yuniman Farid

    (ita/ita)

  • Dukung Penangkapan Maduro, 60 Orang Ditangkap di Nikaragua

    Dukung Penangkapan Maduro, 60 Orang Ditangkap di Nikaragua

    Jakarta

    Pihak berwenang di Nikaragua telah menangkap setidaknya 60 orang karena dilaporkan merayakan atau menyatakan dukungan atas penangkapan presiden Venezuela Nicolas Maduro.

    Presiden Nikaragua Daniel Ortega dan Wakil Presiden Rosario Murillo adalah sekutu setia Maduro. Maduro ditangkap oleh personel militer AS di Caracas, ibu kota Venezuela pada pekan lalu dan dibawa ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan narkoba dan senjata.

    Sejak penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, “setidaknya 60 penangkapan sewenang-wenang” telah terjadi atas tuduhan dukungan terhadap operasi AS tersebut, kata kelompok HAM, Blue and White Monitoring, yang menyusun laporan pelanggaran hak asasi manusia di Nikaragua, dalam sebuah unggahan di media sosial X, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/1/2026).

    Kelompok tersebut mengatakan 49 orang masih ditahan pada hari Jumat “tanpa informasi tentang status hukum mereka,” sementara sembilan orang telah dibebaskan dan tiga lainnya ditahan sementara.

    “Gelombang represi baru ini dilakukan tanpa perintah pengadilan dan hanya berdasarkan pada ekspresi opini: komentar di media sosial, perayaan pribadi, atau tidak mengulangi propaganda resmi,” kata kelompok tersebut.

    Menurut Confidencial, sebuah surat kabar Nikaragua yang diterbitkan di luar negeri, penangkapan tersebut terjadi di bawah “keadaan siaga” yang diperintahkan oleh Murillo setelah penangkapan Maduro — termasuk pengawasan di lingkungan sekitar dan di media sosial.

    (ita/ita)

  • Lawan Arah, Ngerokok di Motor

    Lawan Arah, Ngerokok di Motor

    Jakarta

    Di Indonesia, pelanggaran lalu lintas merupakan pemandangan sehari-hari. Mulai dari kebiasaan pengendara melawan arah, menerobos lampu merah, melintas lewat trotoar, hingga merokok saat mengendarai motor.

    Padahal, di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, kebiasaan tersebut dianggap sebagai pelanggaran berat. Itulah mengapa, pengendara motor atau mobil di dua kawasan itu jauh lebih teratur dibandingkan di Indonesia.

    Salah satu pelanggaran yang belakangan sering terjadi adalah melawan arah. Kini, bukan hanya pemotor, pemobil juga ikut-ikutan melakukan pelanggaran serupa.

    Motor lawan arah. Foto: Aksi pengendara melaju lawan arah di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jaksel viral di medsos. Polantas datangi lokasi karena aksi itu membahayakan dan bikin macet. (dok TMC Polda Metro)

    Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana membenarkan, perilaku melawan arah makin sering terlihat di jalan-jalan Indonesia. Menurutnya, pelanggaran itu tumbuh karena lemahnya penegakkan hukum.

    “Benar, banyak kendaraan lawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakkan hukum,” ujar Sony Susmana kepada detikOto, dikutip Sabtu (10/1).

    Selain lemahnya penegakkan hukum, kata Sony, pengendara di Indonesia juga punya karakter nekat dan tak sabaran. Mereka, kerap mencari cara untuk memangkas waktu di jalan raya. Salah satunya, tentu saja, dengan melawan arah.

    “Nggak bisa dipungkiri, banyak juga yang pengemudi yang berfikir simpel atau pendek, sekalipun harus melawan arah, bahkan imbauan atau teguran polisi dianggap angin lalu. Menurut saya, ini salah satu yang membuat hilangnya wibawa petugas,” tuturnya.

    “Bayangkan, bagaimana kondisi lalu lintas di Indonesia lima tahun lagi? Jadi, lima tahun lagi itu implementasi hukumnya harus tegas yang diterapkan oleh kepolisian,” kata dia menambahkan.

    Merokok di Sepeda Motor Foto: Rangga Rahardiansyah

    Selain melawan arah, naik motor sambil merokok belakangan juga marak terjadi di Indonesia. Bahkan, sampai muncul sejumlah gerakan masyarakat yang menentang keras kebiasaan tersebut.

    Menurut Sony Susmana, kebiasaan tersebut bisa mengganggu konsentrasi dan keseimbangan pengendara saat melaju di jalan raya. Itulah mengapa, saat hendak merokok, sebaiknya turun dulu dari kendaraan.

    “Mengemudi apa pun kendaraannya harus fokus atau konsentrasi. Menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan. Tidak boleh yang namanya sambil-sambil apalagi ngerokok,” ujar Sony kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kata dia, sisa pembakaran rokok juga bisa membahayakan pengguna jalan lain di belakang. Itulah mengapa, berkendara sambil merokok merupakan perbuatan ‘haram’ yang sangat tak disarankan.

    “Abu dan baranya mengganggu pengemudi lain, bisa juga terbang ke mata sendiri,” kata Sony.

    Di luar dua kebiasaan tersebut, masih ada pelanggaran lain yang seakan dinormalisasi di Indonesia, misalnya seperti naik motor tanpa helm, menerobos lampu merah, cengtri atau bonceng tiga dan masih banyak lagi.

    (sfn/lth)

  • Neurolog Bagikan 3 Resolusi yang Harus Ada di 2026 Biar Otak Nggak ‘Menciut’

    Neurolog Bagikan 3 Resolusi yang Harus Ada di 2026 Biar Otak Nggak ‘Menciut’

    Jakarta

    Memasuki tahun 2026, resolusi hidup kerap identik dengan target berat badan ideal atau olahraga rutin. Tetapi, seorang ahli neurologi mengingatkan ada aspek yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yakni kesehatan otak.

    Pasalnya, otak yang sehat menjadi fondasi utama produktivitas, kesejahteraan emosional, hingga kemandirian seseorang dalam jangka panjang.

    Ahli neurologi Dr Bing menekankan kesehatan otak bukan hanya soal fokus dan suasana hati, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjalani hidup di masa depan. Maka dari itu, ia membagikan tiga resolusi tahun baru sederhana yang bisa dilakukan demi menjaga fungsi otak tetap optimal.

    1. Prioritaskan Tidur yang Cukup

    Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, tidur sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan. Padahal, tidur memiliki peran krusial bagi kesehatan otak.

    “Kita membutuhkan sekitar 7 hingga 9 jam tidur setiap malam untuk fungsi otak yang optimal,” kata Dr Bing, dikutip dari Times of India.

    Dr Bing menegaskan tidur merupakan salah satu faktor terpenting dalam menjaga kesehatan otak. Ia mengungkapkan banyak orang mengira kurang tidur hanya merupakan dampak dari stres, kecemasan, atau nyeri.

    Namun sebaliknya, kurang tidur justru bisa memicu lingkaran masalah yang berulang. Bukannya mengandalkan obat atau suplemen, Dr Bing lebih menyarankan untuk membangun kebiasaan tidur yang baik, seperti memiliki jam tidur yang konsisten dan rutinitas malam hari yang menenangkan.

    2. Bangun Rutinitas Harian yang Konsisten

    Menurut Dr Bing, otak bekerja paling baik saat berada dalam pola yang dapat diprediksi.

    “Otak berkembang dengan prediktabilitas,” tuturnya.

    Ia mencatat orang yang menjalani rutinitas harian secara konsisten cenderung mengalami tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah. Dalam praktik klinisnya sebagai neurolog, Dr Bing juga mengamati bahwa rutinitas yang teratur dapat mengurangi frekuensi migrain dan membantu pengelolaan nyeri kronis.

    Rutinitas yang dimaksud meliputi waktu bangun tidur yang sama setiap hari, jadwal makan yang teratur, aktivitas fisik yang konsisten, serta sinyal relaksasi yang jelas menjelang malam.

    3. Aktivitas Setiap Hari

    Resolusi ketiga mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki manfaat besar. Dr Bing menyebut beraktivitas, seperti menari, sebagai salah satu aktivitas terbaik untuk tubuh dan otak.

    “Menari menggabungkan gerakan keseimbangan, koordinasi, memori, ritme, dan interaksi sosial,” jelasnya.

    Ia merujuk pada sebuah studi tahun 2003, yang menunjukkan bahwa menari merupakan satu-satunya aktivitas fisik yang terbukti dapat menurunkan risiko demensia. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, Dr Bing merekomendasikan mempelajari koreografi baru, karena dapat menstimulasi lebih banyak area otak.

    Halaman 2 dari 3

    (sao/naf)

  • BNN Bongkar Pabrik MDMB-4EN-PINACA di Tangerang, Koki hingga Kurir Dibekuk

    BNN Bongkar Pabrik MDMB-4EN-PINACA di Tangerang, Koki hingga Kurir Dibekuk

    Tangerang

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar clandestine laboratory narkotika jenis MDMB-4en-Pinaca atau tembakau sintetis, di Tangerang, Banten. Tiga tersangka, termasuk koki hingga kurir dibekuk dalam operasi ini.

    Berdasarkan keterangan yang disampaikan Biro Humas BNN, pabrik tembakau sintetis ini terbongkar berkat kerja sama Direktorat Psikotropika dan Preskusor (P2), Direktorat Intelijen, dan Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN yang didukung informasi dari masyarakat.

    Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh tim gabungan. Setelah dua bulan penyelidikan, tim kemudian melakukan penggerebekan di lokasi tersebut pada Jumat (9/1).

    “Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa rumah tersebut telah dijadikan tempat produksi tembakau sintetis selama kurang lebih 2 bulan,” tulis Biro Humas BNN dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).

    Dalam penggerebekan tersebut, BNN menangkap tiga orang pelaku. Ketiganya masing-masing berinisial ZD, pelaku utama sekaligus koki produksi; FH sebagai tester hasil produksi; dan Fir yang berperan sebagai kurir.

    “Dari hasil interogasi, pelaku mengaku bahwa bahan-bahan utama prekursor narkotika, bahan kimia, dan alat lab dibeli melalui online,” imbuhnya.

    Sejumlah barang bukti disita dalam operasi tersebut, antara lain 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan, dan MDMB Inaca (sisa residu). Selain itu, tim juga menyita berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk produksi narkotika.

    “Dari pengungkapan kasus ini BNN RI berhasil menyelamatkan sekitar 8.000 jiwa anak bangsa,” pungkasnya.

    BNN RI terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika dan melindungi masyarakat dari bahaya narkoba. Pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan BNN RI dalam memberantas narkotika dan menjaga keamanan masyarakat.

    (mea/dhn)

  • Kami Tak Mau Jadi Warga AS

    Kami Tak Mau Jadi Warga AS

    Jakarta

    Partai-partai politik di Greenland menyatakan mereka tidak ingin berada di bawah kendali Washington. Hal ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengisyaratkan penggunaan kekuatan untuk merebut wilayah otonom Denmark yang kaya mineral tersebut.

    Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (9/1) malam waktu setempat, setelah Trump mengancam bahwa Washington “akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka.”

    Negara-negara Eropa telah berupaya keras untuk menyusun respons terkoordinasi setelah Gedung Putih mengatakan minggu ini, bahwa Trump ingin membeli Greenland dan menolak untuk mengesampingkan tindakan militer.

    “Kami tidak ingin menjadi warga Amerika, kami tidak ingin menjadi warga Denmark, kami ingin menjadi warga Greenland,” kata para pemimpin dari lima partai di parlemen Greenland.

    “Masa depan Greenland harus ditentukan oleh warga Greenland sendiri,” imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/1/2026).

    “Tidak ada negara lain yang dapat ikut campur dalam hal ini. Kita harus menentukan masa depan negara kita sendiri – tanpa tekanan untuk membuat keputusan yang tergesa-gesa, tanpa penundaan, dan tanpa campur tangan dari negara lain,” tegas mereka.

    Denmark dan sekutu Eropa lainnya telah menyatakan keterkejutannya atas ancaman Trump terhadap Greenland, sebuah pulau strategis antara Amerika Utara dan Arktik, tempat Amerika Serikat memiliki pangkalan militer sejak Perang Dunia II.

    Trump mengatakan bahwa mengendalikan pulau itu sangat penting bagi keamanan nasional AS, mengingat meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di Arktik.

    “Kita tidak akan membiarkan Rusia atau China menduduki Greenland. Itulah yang akan mereka lakukan jika kita tidak melakukannya. Jadi, kita akan melakukan sesuatu dengan Greenland, baik dengan cara yang mudah atau cara yang lebih sulit,” kata presiden AS pada hari Jumat (9/1) waktu setempat.

    Baik Rusia maupun China telah meningkatkan aktivitas militer di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mengklaim pulau tersebut.

    Lihat juga Video ‘Tentang Greenland, Pulau Es yang Ingin Dicaplok Trump’:

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Kami Tak Mau Jadi Warga AS

    Kami Tak Mau Jadi Warga AS

    Jakarta

    Partai-partai politik di Greenland menyatakan mereka tidak ingin berada di bawah kendali Washington. Hal ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengisyaratkan penggunaan kekuatan untuk merebut wilayah otonom Denmark yang kaya mineral tersebut.

    Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (9/1) malam waktu setempat, setelah Trump mengancam bahwa Washington “akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka.”

    Negara-negara Eropa telah berupaya keras untuk menyusun respons terkoordinasi setelah Gedung Putih mengatakan minggu ini, bahwa Trump ingin membeli Greenland dan menolak untuk mengesampingkan tindakan militer.

    “Kami tidak ingin menjadi warga Amerika, kami tidak ingin menjadi warga Denmark, kami ingin menjadi warga Greenland,” kata para pemimpin dari lima partai di parlemen Greenland.

    “Masa depan Greenland harus ditentukan oleh warga Greenland sendiri,” imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/1/2026).

    “Tidak ada negara lain yang dapat ikut campur dalam hal ini. Kita harus menentukan masa depan negara kita sendiri – tanpa tekanan untuk membuat keputusan yang tergesa-gesa, tanpa penundaan, dan tanpa campur tangan dari negara lain,” tegas mereka.

    Denmark dan sekutu Eropa lainnya telah menyatakan keterkejutannya atas ancaman Trump terhadap Greenland, sebuah pulau strategis antara Amerika Utara dan Arktik, tempat Amerika Serikat memiliki pangkalan militer sejak Perang Dunia II.

    Trump mengatakan bahwa mengendalikan pulau itu sangat penting bagi keamanan nasional AS, mengingat meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di Arktik.

    “Kita tidak akan membiarkan Rusia atau China menduduki Greenland. Itulah yang akan mereka lakukan jika kita tidak melakukannya. Jadi, kita akan melakukan sesuatu dengan Greenland, baik dengan cara yang mudah atau cara yang lebih sulit,” kata presiden AS pada hari Jumat (9/1) waktu setempat.

    Baik Rusia maupun China telah meningkatkan aktivitas militer di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mengklaim pulau tersebut.

    Lihat juga Video ‘Tentang Greenland, Pulau Es yang Ingin Dicaplok Trump’:

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Setuju Gak Modifikasi ‘Honda Brio Listrik’ Ini Cantik Banget!

    Setuju Gak Modifikasi ‘Honda Brio Listrik’ Ini Cantik Banget!

    Jakarta

    Honda sudah memperkenalkan cikal bakal ‘Brio listrik’ yakni Honda Super One pada ajang Japan Mobility Show 2025 kemarin. Bahkan kabarnya Honda Prospect Motor (HPM) Agen Pemegang Merek (APM) mobil Honda di Indonesia, akan ikut memperkenalkan Super One di tanah air lho.

    Tapi sebelum bicara soal spesifikasi, harga, dan kapan pastinya mobil mungil listrik ini masuk ke Indonesia, rupanya Super One juga asyik banget lho untuk dimodifikasi. Honda Super One modifikasi ala Honda ini tengah dipajang di Tokyo Auto Salon, yang digelar pada tanggal 9-11 Januari 2026, di Makuhari Messe, Chiba, Jepang.

    Jika dilihat dari hasil modifikasi, Honda Super-ONE, prototipe mobil listrik kompak ini tampil sporty dengan berkelir ungu pada sekujur tubuh, ditambah dengan widebody yang terlihat dengan penambahan bodi seperti pada bumper depan, side skirt, over fender yang terlihat tepat di atas ban belakang, yang membuat Super One terlihat begitu cantik dan lebar.

    Pada ajang Tokyo Auto Salon 2026, Honda coba memperlihatkan DNA Sporty pada setiap varian yang dipajangnya, pada siaran resmi yang diterima detikOto, melalui kehadiran berbagai model sport, trail, hingga konsep masa depan, Honda ingin menunjukkan bagaimana DNA sporty diterjemahkan ke dalam beragam segmen kendaraan.

    Pada kategori model sport, Honda menampilkan Honda HRC Prelude-GT, Honda Prelude HRC Concept, Honda Civic Type R HRC Concept, serta Honda Civic e:HEV RS Prototype.
    Sementara itu, pada kategori model trail, Honda menghadirkan Honda TrailSport HRC Concept serta Honda Passport TrailSport Elite.

    Honda pajang modifikasi ber-DNA Sporty pada Tokyo Auto Salon 2026. Salah satunya si mungil Super-One’, yang digadang menjadi brio listrik di Indonesia. Foto: dok. Honda

    Honda Prelude telah dipasarkan secara resmi di Jepang pada September 2025 dan selanjutnya akan diperkenalkan di berbagai kawasan global. Sementara itu, Honda HRC Prelude-GT merupakan mobil balap terbaru Honda yang akan digunakan pada ajang Super GT musim 2026. Honda Prelude HRC Concept dikembangkan dari model produksi massal Honda Prelude yang kemudian dikustomisasi dengan berbagai komponen dari Honda Racing Co., Ltd. (HRC). Pengembangan ini berfokus pada peningkatan karakter sporty melalui pengendalian yang lebih presisi serta respons berkendara yang lebih tajam.

    Selanjutnya, Honda Civic Type R HRC Concept dikembangkan berdasarkan Civic Type R dengan tujuan menonjolkan performa sporty murni secara maksimal. Model konsep ini mengadopsi spesifikasi HRC yang dikembangkan melalui pengetahuan dan pengalaman Honda di dunia motorsport, untuk menyempurnakan performa dan stabilitas berkendara.

    Honda juga memperkenalkan Honda Civic e:HEV RS Prototype, yang menandai kehadiran varian sporty “RS” untuk Civic e:HEV untuk pertama kalinya. Mengikuti jejak Honda Prelude, Civic e:HEV RS akan dilengkapi dengan teknologi kontrol S+ Shift terbaru dari Honda, yang dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih dinamis dan menyenangkan, tanpa mengorbankan efisiensi.

    Honda pajang modifikasi ber-DNA Sporty pada Tokyo Auto Salon 2026. Salah satunya Honda Civic e:HEV RS Prototype. Foto: dok. Honda

    Pada segmen SUV, Honda memperkenalkan deretan TrailSport HRC Concept, yang terdiri dari Honda CR-V TrailSport HRC Concept, Honda ZR-V TrailSport HRC Concept, Honda Vezel TrailSport HRC Concept, serta Honda WR-V TrailSport HRC Concept. Selain itu, Honda juga menampilkan Honda Passport Trail Sport Elite, serta menghadirkan Acura Integra Type S untuk pertama kalinya di kawasan Asia.

    Honda juga menghadirkan Honda N-ONE RS Racing Mate Concept. Melengkapi pameran, Honda menghadirkan e-motorsports racing simulator yang menampilkan mobil balap Honda NSX-GT, yang digunakan Honda di ajang SUPER GT pada periode 2017 hingga 2021.

    Bagaimana detikers, keren juga kan modifikasi Honda ini?

    (lth/din)

  • Cuma Si Pemilik Mata Tajam yang Bisa Tebak Angka Ini Tanpa Zoom!

    Cuma Si Pemilik Mata Tajam yang Bisa Tebak Angka Ini Tanpa Zoom!

    Asah Otak

    Daffa Ghazan – detikHealth

    Sabtu, 10 Jan 2026 17:01 WIB

    Jakarta – Ada angka-angka tersembunyi di balik sejumlah gambar berikut. Sekilas tampak mudah menemukannya, tetapi banyak yang sering terkecoh, lho.