Author: Detik.com

  • Pria Mimisan Berhari-hari, Ternyata Ada Lintah Hidup di Hidungnya

    Pria Mimisan Berhari-hari, Ternyata Ada Lintah Hidup di Hidungnya

    Jakarta

    Seorang pria berusia 38 tahun berujung naas saat membasuh wajah dengan air di pegunungan. Ia mengalami mimisan berulang selama berhari-hari, yang diketahui ternyata seekor lintah yang bersarang di hidungnya.

    Kasus langka ini dilaporkan oleh dokter di First Hospital of Hunan University of Chinese Medicine dan dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine. Dalam laporan tersebut, dokter juga menyertakan foto kondisi lintah yang ditemukan di rongga hidung pasien.

    Dokter menduga, lintah tersebut masuk ke hidung pria itu saat ia membasuh wajah dengan air dari mata air pegunungan beberapa waktu sebelumnya. Beruntung, parasit tersebut berhasil dikeluarkan menimbulkan komplikasi jangka panjang.

    Mimisan Tak Kunjung Berhenti

    Pria tersebut mendatangi klinik THT sekitar 10 hari setelah mengalami mimisan dari lubang hidung kanan. Darah keluar beberapa tetes hampir setiap jam.

    Selain itu, lendir yang dikeluarkan saat meludah atau batuk juga bercampur darah. Dari pemeriksaan fisik menunjukkan adanya perdarahan aktif di lubang hidung kanan.

    Saat dilakukan endoskopi, dokter menemukan penyebab yang tidak biasa. Seekor lintah yang masih hidup dan menggeliat, berusaha menghindari cahaya alat pemeriksaan.

    Diduga Masuk saat di Pegunungan

    Sebagian besar spesies lintah hidup di air tawar. Dalam laporan medis disebutkan, sekitar 20 hari sebelum datang ke rumah sakit, pasien sempat mendaki gunung dan membasuh wajah dengan air mata air alami.

    Diduga kuat, lintah tersebut masuk bersama aliran air dan menempel di rongga hidung. Dokter menjelaskan, mimisan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi, benda asing, hingga tumor jinak maupun ganas.

    Namun, lintah merupakan penyebab yang sangat jarang.

    “Lintah di hidung adalah penyebab mimisan yang tidak umum. Faktor risikonya termasuk berenang, mencuci wajah, atau minum air alami yang tidak diolah,” tulis tim dokter dalam laporannya.

    Berhasil Dikeluarkan Tanpa Komplikasi

    Meski terdengar menakutkan, penanganan kasus ini berjalan relatif sederhana. Pasien diberikan anestesi lokal, lalu dokter menggunakan kateter penghisap untuk menarik lintah tersebut keluar secara utuh.

    Prosedur berlangsung lancar tanpa efek samping. Pada pemeriksaan lanjutan satu minggu kemudian, pasien dilaporkan tidak mengalami keluhan sisa dan kondisi hidungnya kembali normal.

    Kasus ini menjadi pengingat penting agar masyarakat berhati-hati saat menggunakan air alami yang belum diolah. Terutama untuk membilas wajah, berenang, atau dikonsumsi, karena berisiko membawa parasit yang membahayakan kesehatan.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • Insentif Mobil Listrik Lanjut atau Tidak? Begini Kata Kemenkeu

    Insentif Mobil Listrik Lanjut atau Tidak? Begini Kata Kemenkeu

    Jakarta

    Insentif mobil listrik bakal berakhir dalam hitungan hari. Meski begitu, belum ada kejelasan, apakah program tersebut akan berlanjut atau tidak pada tahun depan. Lantas apa tanggapan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selaku pemegang anggaran?

    Agunan Samosir, Ahli Madya di Pusat Kebijakan APBN, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, mengatakan, insentif mobil listrik untuk tahun depan masih pengkajian. Artinya, saat ini belum ada keputusan dari pemerintah, apakah bakal melanjutkan atau menyetop bantuan tersebut.

    “Ini (kelanjutan insentif otomotif) sudah pernah digaungkan, memang ada di tempat kami (Kemenkeu), tapi tempatnya berbeda. Saya kira ini masih dievaluasi dulu. Jadi tidak langsung diputuskan, begitu. Ini masih wacana dan akan coba dikaji lagi. Kalau kewenangannya di siapa (yang memutuskan?) ya biasanya ada di Kemenko Perekonomian ya,” ungkap Agunan menjawab pertanyaan detikOto dalam Diskusi Publik Insentif Kendaraan Listrik yang digelar oleh Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

    Diberitakan sebelumnya, kelanjutan insentif otomotif, khususnya insentif buat mobil listrik, mengundang banyak perdebatan. Soalnya, antar lembaga tidak satu suara. Misalnya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan tidak ada insentif otomotif tahun depan. Dananya mau dialihkan buat program mobil nasional.

    “Anggarannya tentu kita punya rencana (membangun) mobil nasional, sehingga kita bisa belajar juga sebetulnya dari VinFast. Sedang dalam proses,” bilang Airlangga di pabrik VinFast, Subang, Jawa Barat, belum lama ini.

    Di arena pameran GJAW 2025, Airlangga juga menegaskan bahwa industri otomotif Indonesia sudah mandiri. Tak butuh lagi bantuan stimulus dari pemerintah. Airlangga bilang industri otomotif di Indonesia sudah cukup kuat. Apalagi banyak didukung oleh pameran otomotif, baik skala nasional maupun internasional.

    “Insentif (otomotif) tahun depan tidak ada. Karena industrinya sudah cukup kuat. Apalagi udah pameran di sini. Kuat banget,” kata Airlangga.

    Pernyataan Airlangga bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Agus berkata, industri otomotif adalah industri sangat penting dan menjadi salah satu andalan Indonesia. Maka itu pemerintah akan memberikan insentif lagi tahun depan.

    “Ya, sekarang sedang kita susun, dan insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan ya, karena sektor yang terlalu penting, sangat-sangat penting. SBIN (Strategi Baru Industrialisasi Nasional) strateginya kita melihat backward dan forward linkage dari setiap kegiatan manufaktur,” ungkap Agus.

    “Backward dan forward linkage paling besar itu ada di sektor otomotif. Jadi memang pemerintah itu, sudah seharusnya juga menyiapkan insentif buat sektor otomotif di tahun 2026. Jangan tanya jenis insentif-nya, bentuk insentif-nya itu sekarang sedang kita susun,” terang Agus.

    Melansir laman resmi Kemenperin, industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. Investasi di sektor ini diperkirakan telah mencapai sekitar Rp 174 triliun dengan penyerapan hampir 100 ribu tenaga kerja langsung di industri kendaraan roda empat, roda dua, dan roda tiga.

    (lua/rgr)

  • India Perluas Sektor Nuklir, Gaet Investor Asing dan Swasta

    India Perluas Sektor Nuklir, Gaet Investor Asing dan Swasta

    Jakarta

    Pekan lalu, parlemen India menyetujui undang-undang yang membuka sektor pembangkit listrik tenaga nuklir dapat dikelola perusahaan swasta dan asing.

    Undang-Undang Energi Atom yang bersejarah ini menandai perubahan besar arah kebijakan pemerintah, seiring upaya India meningkatkan pemanfaatan energi nuklir dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil demi memenuhi target iklim.

    Pemerintah India menargetkan peningkatan kapasitas listrik nuklir hingga sepuluh kali lipat menjadi 100 gigawatt pada 2047. Kapasitas tersebut diperkirakan cukup untuk memasok listrik bagi hampir 60 juta rumah tangga setiap tahun dan dinilai krusial untuk mencapai target netral karbon pada 2070.

    Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan angka investasi sekitar 20 triliun rupee India (sekitar Rp3,72 kuadriliun). Regulasi baru ini diharapkan dapat membuka akses pendanaan dari sektor swasta.

    Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut kebijakan ini sebagai “momen transformasional bagi lanskap teknologi India” dan menilai reformasi tersebut membuka “beragam peluang” bagi sektor swasta.

    Sejumlah konglomerasi besar India, termasuk Tata Power, Adani Power, dan Reliance Industries, telah menyatakan minat untuk masuk ke sektor nuklir sipil yang selama ini dikontrol ketat oleh negara.

    Reformasi nuklir picu kekhawatiran soal keselamatan

    Di tengah optimisme pemerintah, sejumlah pakar memperingatkan berbagai tantangan yang dapat menghambat ambisi nuklir India. Isu yang disoroti mencakup batas tanggung jawab hukum, efektivitas pengawasan regulator, hingga standar keselamatan.

    “Reformasi ini menggeser kerja sama nuklir India-AS dari sekadar sinyal politik menjadi realitas komersial. Pernyataan bersama soal reaktor besar dan SMR (Reaktor Nuklir Modular kecil) kini bisa diterjemahkan menjadi proyek nyata, dengan membaiknya hubungan India-AS yang diperkirakan memberi dorongan tambahan pada 2026,” kaya Ajay Bisaria kepada DW.

    “Jadwal perizinan, persyaratan lokal, jaminan bahan nuklir untuk bahan bakar impor, kendala pembiayaan, dan pertanyaan tentang kapasitas regulasi adalah isu-isu yang perlu diatasi.”

    Membaca minat AS dalam reformasi nuklir India

    Partai-partai oposisi di India menuding undang-undang baru di sektor nuklir disusun untuk memenuhi kepentingan Amerika Serikat. Legislasi tersebut dijuluki SHANTI, akronim dari Sustainable Harnessing of Advancement of Nuclear Energy for Transforming India, yang dituding dipercepat pengesahannya untuk memenuhi tuntutan Amerika Serikat.

    Reformasi di India ini bertepatan dengan langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pada 18 Desember 2025 menandatangani National Defense Authorization Act atau NDAA.

    NDAA merupakan undang-undang kebijakan pertahanan berskala besar yang mencakup ketentuan pembentukan mekanisme konsultatif bersama antara Amerika Serikat dan India. Mekanisme ini bertujuan menyelaraskan aturan tanggung jawab hukum nuklir domestik India dengan standar internasional.

    India seimbangkan keselamatan dan dorongan investasi

    Jairam Ramesh, tokoh senior partai oposisi utama India, Indian National Congress, menilai perubahan terbaru pada kerangka tanggung jawab hukum nuklir India dipaksakan melalui parlemen untuk menyesuaikan hukum domestik dengan kepentingan Amerika Serikat.

    Pemerintah India membantah tudingan tersebut. Menurut pemerintah, reformasi nuklir didorong oleh kebutuhan kedaulatan energi nasional serta komitmen terhadap transisi energi bersih.

    Sementara itu, Sameer Patil, Direktur Pusat Keamanan, Strategi, dan Teknologi di Observer Research Foundation, menilai perubahan kebijakan ini sebagai reformasi struktural yang diperlukan untuk membuka investasi swasta bagi ambisi nuklir India.

    “Namun, ada sejumlah tantangan, terutama keterbatasan pasokan bahan bakar nuklir dalam negeri. Hal ini membuat sektor ini, dan India secara keseluruhan, rentan terhadap dinamika geopolitik,” papar Sameer Patil kepada DW.

    “Terkait keselamatan dan pengawasan, terus terang menurut saya ini adalah kompromi antara memberi insentif bagi partisipasi komersial dan menerapkan perlindungan keselamatan yang wajar,” lanjutnya.

    Patil menilai ketentuan dalam undang-undang nuklir saat ini memang terlihat belum memadai jika dibandingkan dengan potensi dampak kecelakaan nuklir. Namun, aturan tersebut dinilai cukup untuk menjaga minat perusahaan swasta agar tetap terlibat dalam rencana ekspansi energi nuklir India.

    Rasa skeptisis atas peran swasta

    Seorang pejabat pemerintah yang memahami sektor nuklir angkat suara secara anonim, meragukan kemampuan sektor swasta bertahan dalam proyek nuklir India.

    “Industri nuklir India secara konsisten gagal memenuhi target. Rekam jejak sektor swasta yang meninggalkan proyek berisiko tinggi seperti gas dan hidro menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan komitmen investasi besar di sektor nuklir, terutama dengan perlindungan tanggung jawab hukum yang kini melemah,” jelas pejabat tersebut kepada DW.

    Sementara itu, Anil Wadhwa, mantan diplomat India yang memiliki pengalaman luas dalam isu nuklir dan pelucutan senjata, mengatakan India menghadapi tantangan implementasi untuk mewujudkan target ambisiusnya.

    “Masalah di sisi pasokan mencakup kualitas uranium domestik yang rendah, kebutuhan pengembangan tenaga kerja terampil, serta kapasitas manufaktur komponen reaktor yang belum memadai,” kata Wadhwa.

    Persoalan tanggung jawab dan pasokan

    Anil Wadhwa mengatakan perdebatan masih terus berlangsung terkait sejumlah isu krusial dalam reformasi nuklir India.

    “Apakah batas tanggung jawab hukum sebesar 15 miliar rupee India atau sekitar 168 juta dolar AS dan 143 juta euro memadai untuk kecelakaan besar, apakah badan pengawas Atomic Energy Regulatory Board memiliki independensi yang cukup dari pemerintah, serta bagaimana menyeimbangkan insentif komersial dengan standar keselamatan,” kata Wadhwa.

    Sebagai perbandingan, bencana nuklir Fukushima di Jepang pada 2011 menelan biaya lebih dari 200 miliar dolar AS (sekitar 3,34 kuadriliun) untuk pembersihan dan kompensasi, atau lebih dari 1.200 kali lipat dari batas tanggung jawab yang diusulkan India.

    Sementara itu, total dampak ekonomi kecelakaan nuklir Chernobyl diperkirakan melampaui 700 miliar dolar AS (sekitar Rp11,7 kuadriliun) jika memperhitungkan biaya kesehatan jangka panjang, evakuasi, serta hilangnya lahan akibat kontaminasi.

    Terkait perusahaan asing, Wadhwa mengatakan Undang-Undang Tanggung Jawab Perdata atas Kerusakan Nuklir India tahun 2010 sebelumnya memungkinkan operator menggugat pemasok atas cacat peralatan, berbeda dengan praktik global di mana tanggung jawab hukum hanya dibebankan kepada operator.

    “Undang-undang ini secara mendasar mereformasi ketentuan tersebut dengan mendekatkannya pada standar internasional,” ujar Wadhwa.

    “Kepemilikan asing dibatasi maksimal 49 persen dengan persyaratan operasional dan perizinan, tetapi rancangan undang-undang ini membuka jalur partisipasi yang sebelumnya tidak ada, yang menandai kemajuan signifikan dibandingkan rezim lama yang sangat restriktif.”

    Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu

    Editor: Muhammad Hanafi

    (ita/ita)

  • Pesawat Meksiko Jatuh Saat Misi Kemanusiaan, 5 Orang Tewas

    Pesawat Meksiko Jatuh Saat Misi Kemanusiaan, 5 Orang Tewas

    Jakarta

    Korban tewas dalam kecelakaan pesawat Angkatan Laut Meksiko bertambah menjadi lima orang. Pesawat tersebut jatuh di perairan lepas pantai negara bagian Texas, Amerika Serikat pada Senin (22/12) sore waktu setempat saat mengangkut pasien medis.

    Delapan orang berada di dalam pesawat tersebut, yang sedang menjalankan misi kemanusiaan, kata Sekretariat Angkatan Laut Meksiko dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/12/2025).

    Sekretariat mengatakan bahwa dua orang selamat dari kecelakaan tersebut, sementara lima orang lainnya meninggal. Jumlah ini bertambah dari korban tewas dua orang seperti yang dilaporkan sebelumnya.

    Disebutkan bahwa satu orang di dalam penerbangan tersebut masih hilang, meskipun upaya pencarian telah dilakukan oleh Penjaga Pantai AS.

    Kecelakaan itu terjadi saat pesawat mendekati Galveston, Texas.

    Misi transportasi medis khusus tersebut dikoordinasikan dengan sebuah yayasan Meksiko yang merawat anak-anak dengan luka bakar parah.

    Lihat Video ‘Pesawat Cessna Jatuh di Meksiko, Sedikitnya 6 Orang Tewas’:

    (ita/ita)

  • Pemerintah Libatkan Kampus-Pakar Bangun Tata Ruang Usai Bencana Sumatera

    Pemerintah Libatkan Kampus-Pakar Bangun Tata Ruang Usai Bencana Sumatera

    Jakarta

    Kementerian Lingkungan Hidup (LH) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggandeng puluhan universitas dan pakar dalam membantu penanggulangan bencana Sumatera. Mereka akan dilibatkan dalam pembangunan tata ruang hingga hunian tetap untuk korban bencana.

    “Kami bersama Bapak Menteri Diktisaintek Prof Brian sedang memformulasikan lakukan penguatan karena beberapa langkah telah kita lakukan bersama,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam konferensi pers di Kementerian LH, Jakarta Selatan, Selasa (23/12/2025).

    Hanif mengatakan saat ini Kementerian LH dan Kemdiktisaintek tengah melakukan penilaian cepat atau rapid assessment untuk penanganan pascabencana. Kegiatan ini akan melibatkan puluhan universitas, pakar, dan teknokrat Kementerian LH.

    “Kami kira ini bisa selesai pada Januari 2026. Jadi ini penting sehingga kemudian hunian menetapnya nanti terbangun ini jauh dari potensi bencana ini menjadi sangat penting. Sehingga rapid assessment ini kami harapkan bisa selesai di Januari 2026 dan ini sedang susun,” jelasnya.

    Dia menjelaskan rapid assessment dilakukan melalui dua skema yaitu penentuan kesesuaian lokasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama pakar. Kemudian perencanaan layout kota, pemukiman dengan Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia.

    Lebih lanjut, Hanif menjelaskan Kementerian LH dan Kemdiktisaintek akan membandingkan antara rencana pembangunan tata ruang dengan kondisi wilayah saat banjir melanda. Ini akan menjadi pertimbangan rehabilitasi pascabencana.

    “Jadi tiga tahapan ini kita susun dalam waktu 3 bulan dari sekarang, ini harus selesai. Jadi Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang akan mengevaluasi tata ruang akan kami selesaikan dengan Pak Menteri Diktisaintek paling tidak di bulan Maret nggih, Pak? Ini harus selesai,” bebernya.

    Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan kerja sama antara Kementerian LH dan Kemdiktisaintek dibutuhkan dalam penanggulangan usai banjir Sumatera. Dia mengapresiasi Menteri LH Hanif Faishol dalam melibatkan Kemdiktisaintek mengenai hal ini.

    “Karenanya kami menghargai dan kami mengapresiasi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Menteri Lingkungan Hidup yang telah mengundang kami, kemudian melibatkan,” jelasnya.

    Kemdiktisaintek akan meminta rektor dari berbagai universitas untuk merekomendasikan nama dosen maupun guru besar yang memiliki keahlian di bidang terkait. Mulai dari bidang kehutanan, lingkungan hidup, hidrogeologi, sipil, tata ruang, dan lain-lain.

    “Ini kita akan libatkan dalam satu tim multidisiplin, dan juga nantinya tim ini tentu akan berada dalam arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan kajian-kajian. Melakukan penelitian-penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, secara ilmu pengetahuan sains dan teknologi. Sehingga mereka akan memberikan hasil kajian seobjektif mungkin,” tutupnya.

    (lir/lir)

  • Ini yang Terjadi pada Tekanan Darah saat Rutin Minum Teh Hijau

    Ini yang Terjadi pada Tekanan Darah saat Rutin Minum Teh Hijau

    Jakarta

    Teh hijau telah lama dikenal sebagai minuman sehat yang kaya akan senyawa tanaman untuk kesehatan jantung. Banyak penelitian menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan tekanan darah secara bertahap.

    Tekanan darah adalah ukuran kekuatan aliran darah yang menekan dinding pembuluh darah. Jika tekanan ini tetap tinggi dalam waktu lama (hipertensi), organ tubuh bisa rusak dan risiko penyakit jantung hingga stroke akan meningkat.

    Dikutip dari Health, satu penyebab hipertensi adalah kaku atau tegangnya pembuluh darah. Teh hijau mengandung antioksidan kuat bernama katekin yang membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks.

    “Hal ini membuat aliran darah lebih lancar dan berpotensi menurunkan angka tekanan darah,” tulis laman tersebut.

    Selain itu, teh hijau memiliki manfaat lain bagi pembuluh darah di antaranya:

    Melawan Peradangan: Senyawa dalam teh hijau membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif (kerusakan sel akibat radikal bebas).

    Melindungi Sel: Dengan mengurangi kerusakan sel pada pembuluh darah, fungsi jantung dapat terjaga dengan lebih baik.

    Sebuah ulasan penelitian tahun 2025 menyimpulkan bahwa asupan teh hijau dapat memberikan penurunan tekanan darah yang kecil namun berarti bagi kesehatan. Bahkan, studi tahun 2022 menunjukkan bahwa peminum teh hijau yang memiliki riwayat darah tinggi tidak mengalami peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung.

    Bukan Pengganti Obat

    Meskipun mengandung antioksidan dan senyawa anti-inflamasi yang mendukung kesehatan jantung, penting untuk diingat bahwa teh hijau bukanlah obat. Efeknya tidak bekerja instan seperti obat darah tinggi dari dokter.

    Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa konsumsi teh hijau yang terlalu berat atau berlebihan justru bisa sedikit meningkatkan risiko hipertensi pada orang tertentu. Oleh karena itu, moderasi adalah kunci.

    Mengonsumsi teh hijau dalam jumlah sedang akan memberikan manfaat maksimal jika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat lainnya, seperti rutin berolahraga, menjaga pola makan, dan mengurangi asupan garam (natrium).

    Halaman 2 dari 2

    (kna/kna)

  • Bus Cahaya Trans Harusnya Dilarang Beroperasi

    Bus Cahaya Trans Harusnya Dilarang Beroperasi

    Jakarta

    Bus Cahaya Trans berpelat B-7201-IV yang kecelakaan di ruas simpang susun exit Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah harusnya tidak boleh beroperasi.

    Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan hasil ramp check bus Cahaya Trans bernomor kendaraan B 7201 IV yang mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas simpang susun exit Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah, tidak laik jalan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan berdasarkan hasil pengecekan pada aplikasi MitraDarat, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai angkutan pariwisata maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

    “Adapun untuk data BLU-e, ditemukan data kendaraan tersebut terakhir melakukan uji berkala pada tanggal 3 Juli 2025. Sedangkan hasil ramp check kendaraan yang dilakukan pada tanggal 9 Desember 2025 dinyatakan tidak laik jalan dan dilarang operasional,” kata Aan dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari Antara.

    Bus melaju kencang dan diduga hilang kendali sehingga menabrak pembatas jalan dan akhirnya terguling. Hal itu juga diduga karena kurangnya konsentrasi pengemudi dan tidak paham medan jalan saat menuruni simpang susun krapyak.

    Akibatnya, lanjut Aan, bus mengalami kerusakan cukup parah pada bagian belakang dan samping akibat benturan keras dengan pembatas jalan. Terdapat korban jiwa sebanyak 16 orang dan satu orang luka ringan.

    Untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut, tambah Aan, saat ini pihaknya telah menerjunkan petugas ke lapangan dan aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Jasa Marga serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

    Ia juga mengimbau kepada seluruh pemilik perusahaan bus untuk wajib mengoperasikan armada yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan dan melengkapi persyaratan administrasi sesuai perizinannya.

    Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengungkap sopir yang mengendarai bus tersebut merupakan sopir cadangan. Sopir itu bergantian dengan sopir utama di Subang.

    “Jadi untuk informasi awal, ini adalah sopir pengganti atau cadangan, di mana pada saat berangkat dari Bogor menuju ke Jogja, sempat berhenti di Subang untuk berganti sopir,” ungkapnya di RSUP Dr Kariadi, Senin (22/12/2025).

    “Dan saat ini sopir sudah diamankan untuk diambil keterangannya oleh pihak kepolisian. Pengemudinya dua. Selamat semua alhamdulillah,” lanjut Artanto.

    (riar/rgr)

  • Insentif Non Fiskal untuk Mobil Listrik Didorong Berlaku Se-Indonesia

    Insentif Non Fiskal untuk Mobil Listrik Didorong Berlaku Se-Indonesia

    Jakarta

    Selama ini insentif non-fiskal mobil listrik berlaku untuk kota besar seperti Jakarta. Salah satunya, mobil listrik di Jakarta bebas ganjil genap.

    Agar insentif tersebut bisa dinikmati semua konsumen di Indonesia, Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) mendorong kebijakan tersebut bisa diberlakukan secara nasional.

    “Misalnya seperti kebijakan bebas ganjil genap, itu bisa diwajibkan di ibu kota provinsi di seluruh Indonesia, sehingga bisa memicu orang untuk beralih ke kendaraan listrik,” ungkap Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Penelitian Periklindo, Prabowo Kartoleksono, dalam Diskusi Publik Insentif Kendaraan Listrik yang digelar oleh Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB)di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

    Sebagai informasi, kebijakan insentif non fiskal berlaku buat mobil listrik yang beredar di Jakarta. Dengan menggunakan mobil listrik full baterai, pengendara dibebaskan dari peraturan pelat nomor ganjil genap. Maka tak heran jika penjualan mobil listrik terbesar masih berada di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Contoh seperti pabrikan BYD, sekitar 25% penjualan mobil listriknya didominasi di wilayah tersebut.

    Prabowo pun berharap kebijakan bebas ganjil genap untuk mobil listrik tersebut bisa diberlakukan secara nasional. Tapi masalahnya adalah, aturan ganjil genap saat ini baru ada di wilayah Jakarta.

    “Mungkin istilahnya seperti di London, namanya low emission zone ya. Jadi kalau mau lewat jalan itu dengan mobil bensin, ya bayar. Tapi kalau untuk kendaraan EV (mobil listrik full baterai), dibebaskan. Jadi itu men-trigger. Kalau kita mungkin lebih kepada ganjil genap. Ini bisa mengurangi trafik, kendaraan, dan jumlah kendaraan, sehingga bisa juga mengurangi polusi,” terang Prabowo.

    (lua/rgr)

  • Sah! BPOM Resmi Berstatus WHO Listed Authority

    Sah! BPOM Resmi Berstatus WHO Listed Authority

    Jakarta

    Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI baru saja menerima status WHO Listed Authority (WLA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Status tersebut membuat BPOM sejajar dengan otoritas regulator terkemuka di negara maju.

    Indonesia menjadi negara berkembang pertama di dunia yang sistem regulasinya diakui penuh oleh standar global tertinggi. Negara yang memiliki status WLA mendapat pengakuan internasional, sehingga produk farmasi dan vaksinnya dapat dimasukkan ke dalam daftar produk yang direkomendasikan WHO.

    Proses panjang dilalui BPOM untuk mendapatkan status tersebut sejak tahun 2023.

    “Status WHO Listed Authority merupakan bentuk pengakuan global atas kapasitas dan kredibilitas sistem regulasi BPOM,” ungkap Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, dikutip dari edaran yang diterima detikcom, Selasa (23/12/2025).

    “Ini bukan hanya prestasi kelembagaan, tetapi juga kemenangan bagi sistem kesehatan nasional dan kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan di Indonesia,” sambungnya.

    Status WLA dicapai melalui proses evaluasi yang ketat, serta berbasis sains dan data. Otoritas yang memiliki standar ini dinilai memiliki kemampuan pengawasan yang maju dan andal.

    Jaringan global WLA kini mencakup 41 otoritas dari 39 negara. Adapun beberapa dampak strategis yang didapatkan oleh Indonesia antara lain, meningkatkan produksi dalam negeri sehingga mendukung kemandirian obat dan vaksin, serta mendorong ekspor produk yang juga berkontribusi pada ekonomi negara.

    Selain itu, ditetapkannya status WLA ini juga mendukung rantai pasok yang lebih baik, khususnya dalam situasi darurat kesehatan, serta meningkatkan reputasi internasional di kancah diplomasi kesehatan internasional.

    “Ini merupakan kerja keras bersama dari seluruh elemen di BPOM dan juga industri farmasi. Pencapaian ini merupakan tonggak sejarah regulasi kesehatan nasional,” ungkap Taruna Ikrar.

    “Bagi Indonesia, status WHO Listed Authority yang berhasil diraih ini telah menegaskan bahwa penguatan regulasi bukan sekadar kepatuhan administratif, melainkan investasi strategis untuk perlindungan kesehatan masyarakat, ketahanan nasional, dan daya saing global,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/up)

  • Video: Setiap 25 Menit Kanker Serviks Renggut 1 Nyawa Wanita di Indonesia

    Video: Setiap 25 Menit Kanker Serviks Renggut 1 Nyawa Wanita di Indonesia

    Video: Setiap 25 Menit Kanker Serviks Renggut 1 Nyawa Wanita di Indonesia