Author: Detik.com

  • Penjelasan Transjakarta soal Hak Kursi Prioritas di Bus

    Penjelasan Transjakarta soal Hak Kursi Prioritas di Bus

    Jakarta

    Baru-baru ini viral video ibu-ibu ngamuk dan maki-maki penumpang lain setelah tak dikasih duduk. Begini penjelasan Transjakarta soal hak tempat duduk di bus.

    Menanggapi video yang beredar di media sosial tersebut, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan pemahaman mengenai fasilitas tempat duduk di dalam armada.

    Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menyampaikan empati terdalam atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan dalam kejadian tersebut.

    “Kami menyampaikan permohonan maaf atas pengalaman kurang menyenangkan yang dialami oleh pelanggan kami. Transjakarta adalah milik bersama, dan kami ingin setiap perjalanan menjadi momen yang aman serta nyaman bagi semua pelanggan tanpa terkecuali,” ujar Welfizon Yuza dikutip dari keterangan tertulisnya.

    Transjakarta berkomitmen untuk melakukan edukasi yang lebih masif mengenai kursi prioritas. Kursi prioritas disediakan khusus untuk:

    Lansia (Lanjut Usia)Ibu HamilPenyandang DisabilitasOrang tua yang membawa anak/balita

    Di luar kategori tersebut, tempat duduk di bus merupakan area umum yang dapat digunakan oleh seluruh pelanggan. “Transjakarta mengapresiasi sikap toleransi antar-pelanggan, terutama jika ada pelanggan yang sedang dalam kondisi kesehatan kurang fit, seperti yang terjadi pada laporan tersebut,” demikian tulis Transjakarta.

    “Kami akan menginstruksikan petugas di lapangan untuk lebih proaktif dalam mensosialisasikan aturan kursi prioritas serta membantu memediasi jika terjadi kendala antar-pelanggan di dalam bus,” tambah Welfizon.

    Transjakarta menyediakan berbagai kanal bagi pelanggan yang mengalami gangguan atau merasa tidak nyaman selama menggunakan layanan. Pelanggan dapat segera melapor melalui petugas di halte yang bertugas,Call Center Transjakarta di nomor 1500-102, dan saluran resmi pengaduan melalui media sosial (Direct Message).

    “Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan budaya bertransportasi yang santun. Masukan dari pelanggan sangat berarti bagi kami untuk terus meningkatkan standar layanan Transjakarta,” tutup Welfizon.

    (rgr/din)

  • Penyakit Usia Tua Mulai Incar Generasi Muda, Dokter Bongkar Biang Keroknya

    Penyakit Usia Tua Mulai Incar Generasi Muda, Dokter Bongkar Biang Keroknya

    Jakarta

    Selama bertahun-tahun, penyakit saraf seperti stroke, gangguan daya ingat, hingga kerusakan saraf identik dengan kelompok lanjut. Tetapi, kini pola tersebut mulai bergeser.

    Sejumlah rumah sakit melaporkan peningkatan kasus penyakit neurologis pada kelompok dewasa muda, bahkan di usia 20-30-an. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter saraf dan pakar kesehatan masyarakat.

    Penyakit yang dulunya banyak ditemukan pada usia 60 tahun ke atas, kini semakin sering menyebabkan rawat inap pada pasien yang masih produktif.

    Ahli neurologi RS CK Birla CMRI Kolkata, Dr Deep Das, menyebut gaya hidup modern menjadi faktor utama yang mempercepat penuaan otak. Jam kerja panjang, stres berkepanjangan, kurang tidur, pola makan tidak sehat, minim aktivitas fisik paparan layar berlebihan dinilai berperan besar.

    “Kebiasaan-kebiasaan ini merusak kesehatan otak dan pembuluh darah secara perlahan. Dampaknya sering tidak disadari sampai akhirnya muncul kondisi serius,” jelas Dr Das, dikutip dari India Today.

    Penyakit ‘Usia Tua’ yang Kini Menyerang Anak Muda

    Dokter menyebut kondisi seperti stroke, penurunan fungsi kognitif dini, kerusakan saraf, migrain berat, hingga gangguan gerak kini semakin sering ditemukan pada pasien usia muda.

    Tak jarang, kerusakan sudah berlangsung bertahun-tahun sebelum gejalanya cukup berat sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit.

    Gaya Hidup Modern Percepat Penuaan Otak

    Stres kronis dan kurang tidur menjadi dua pemicu terbesar penuaan dini otak. Tuntutan kerja tinggi dan konektivitas digital yang nyaris tanpa jeda membuat otak kehilangan waktu untuk beristirahat dan memperbaiki diri.

    Selain itu, gaya hidup sedentari menghambat aliran darah ke otak, sementara konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak memicu peradangan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berdampak pada memori, konsentrasi, dan fungsi otak secara keseluruhan.

    Hipertensi dan Diabetes Makin Dini

    Tekanan darah tinggi dan diabetes, yang dulu identik dengan usia lanjut, kini banyak ditemukan pada usia muda. Jika tidak terkontrol, kedua kondisi ini dapat merusak pembuluh darah otak dan meningkatkan risiko stroke serta gangguan saraf.

    Masalahnya, banyak dewasa muda tidak menyadari kondisi tersebut hingga mengalami kondisi darurat neurologis.

    Polusi dan Paparan Layar Ikut Berperan

    Paparan polusi udara jangka panjang juga disebut memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan pasokan oksigen ke otak, sehingga memicu peradangan. Di sisi lain, penggunaan gadget berlebihan berdampak pada kualitas tidur, kelelahan mental, dan menurunnya rentang perhatian.

    Kombinasi faktor lingkungan dan digital ini dinilai semakin mempercepat proses penuaan sistem saraf.

    Pentingnya Skrining Dini

    Dr Das menegaskan skrining kesehatan sejak dini dan perubahan gaya hidup dapat menurunkan risiko kerusakan neurologis jangka panjang. Pemeriksaan rutin tekanan darah gula darah, olahraga teratur, pola makan seimbang, manajemen stres, serta tidur cukup menjadi langkah penting menjaga kesehatan otak.

    Ia juga mengingatkan agar segera mencari pertolongan medis bila muncul tanda peringatan seperti sakit kepala berkepanjangan, mati rasa, gangguan ingatan, atau kelemahan mendadak.

    “Meningkatnya penyakit saraf pada usia muda adalah peringatan serius. Perlindungan kesehatan otak harus dimulai sejak dini, sebelum gejala berat muncul,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • Penyakit Usia Tua Mulai Incar Generasi Muda, Dokter Bongkar Biang Keroknya

    Penyakit Usia Tua Mulai Incar Generasi Muda, Dokter Bongkar Biang Keroknya

    Jakarta

    Selama bertahun-tahun, penyakit saraf seperti stroke, gangguan daya ingat, hingga kerusakan saraf identik dengan kelompok lanjut. Tetapi, kini pola tersebut mulai bergeser.

    Sejumlah rumah sakit melaporkan peningkatan kasus penyakit neurologis pada kelompok dewasa muda, bahkan di usia 20-30-an. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter saraf dan pakar kesehatan masyarakat.

    Penyakit yang dulunya banyak ditemukan pada usia 60 tahun ke atas, kini semakin sering menyebabkan rawat inap pada pasien yang masih produktif.

    Ahli neurologi RS CK Birla CMRI Kolkata, Dr Deep Das, menyebut gaya hidup modern menjadi faktor utama yang mempercepat penuaan otak. Jam kerja panjang, stres berkepanjangan, kurang tidur, pola makan tidak sehat, minim aktivitas fisik paparan layar berlebihan dinilai berperan besar.

    “Kebiasaan-kebiasaan ini merusak kesehatan otak dan pembuluh darah secara perlahan. Dampaknya sering tidak disadari sampai akhirnya muncul kondisi serius,” jelas Dr Das, dikutip dari India Today.

    Penyakit ‘Usia Tua’ yang Kini Menyerang Anak Muda

    Dokter menyebut kondisi seperti stroke, penurunan fungsi kognitif dini, kerusakan saraf, migrain berat, hingga gangguan gerak kini semakin sering ditemukan pada pasien usia muda.

    Tak jarang, kerusakan sudah berlangsung bertahun-tahun sebelum gejalanya cukup berat sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit.

    Gaya Hidup Modern Percepat Penuaan Otak

    Stres kronis dan kurang tidur menjadi dua pemicu terbesar penuaan dini otak. Tuntutan kerja tinggi dan konektivitas digital yang nyaris tanpa jeda membuat otak kehilangan waktu untuk beristirahat dan memperbaiki diri.

    Selain itu, gaya hidup sedentari menghambat aliran darah ke otak, sementara konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak memicu peradangan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berdampak pada memori, konsentrasi, dan fungsi otak secara keseluruhan.

    Hipertensi dan Diabetes Makin Dini

    Tekanan darah tinggi dan diabetes, yang dulu identik dengan usia lanjut, kini banyak ditemukan pada usia muda. Jika tidak terkontrol, kedua kondisi ini dapat merusak pembuluh darah otak dan meningkatkan risiko stroke serta gangguan saraf.

    Masalahnya, banyak dewasa muda tidak menyadari kondisi tersebut hingga mengalami kondisi darurat neurologis.

    Polusi dan Paparan Layar Ikut Berperan

    Paparan polusi udara jangka panjang juga disebut memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan pasokan oksigen ke otak, sehingga memicu peradangan. Di sisi lain, penggunaan gadget berlebihan berdampak pada kualitas tidur, kelelahan mental, dan menurunnya rentang perhatian.

    Kombinasi faktor lingkungan dan digital ini dinilai semakin mempercepat proses penuaan sistem saraf.

    Pentingnya Skrining Dini

    Dr Das menegaskan skrining kesehatan sejak dini dan perubahan gaya hidup dapat menurunkan risiko kerusakan neurologis jangka panjang. Pemeriksaan rutin tekanan darah gula darah, olahraga teratur, pola makan seimbang, manajemen stres, serta tidur cukup menjadi langkah penting menjaga kesehatan otak.

    Ia juga mengingatkan agar segera mencari pertolongan medis bila muncul tanda peringatan seperti sakit kepala berkepanjangan, mati rasa, gangguan ingatan, atau kelemahan mendadak.

    “Meningkatnya penyakit saraf pada usia muda adalah peringatan serius. Perlindungan kesehatan otak harus dimulai sejak dini, sebelum gejala berat muncul,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • Video: Ombudsman Usul Pembagian MBG Semasa Libur Sekolah Dihentikan

    Video: Ombudsman Usul Pembagian MBG Semasa Libur Sekolah Dihentikan

    Video: Ombudsman Usul Pembagian MBG Semasa Libur Sekolah Dihentikan

  • Video: Benang Merah Masalah Kesehatan Mental dan Kondisi Sosial Kita

    Video: Benang Merah Masalah Kesehatan Mental dan Kondisi Sosial Kita

    Video: Benang Merah Masalah Kesehatan Mental dan Kondisi Sosial Kita

  • AS Tawarkan Rp 50 Juta Bagi Migran yang ‘Mendeportasikan Diri’

    AS Tawarkan Rp 50 Juta Bagi Migran yang ‘Mendeportasikan Diri’

    Dunia Hari Ini kembali dengan rangkuman kejadian dalam 24 jam terakhir.

    Edisi Selasa, 23 Desember 2025 kita awali dengan berita dari Amerika Serikat.

    Insentif untuk warga yang mendeportasikan diri

    Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melipatgandakan tawaran tunjangan bagi para migran yang secara sukarela memilih untuk “mendeportasikan diri” dari Amerika Serikat.

    Senin kemarin, Departemen Keamanan Dalam Negeri kemarin di Amerika Serikat mengatakan tunjangan tersebut akan dinaikkan ke angka US$3.000 (Rp50 juta).

    DHS juga mengatakan tunjangan tersebut akan diberikan kepada orang-orang yang berada di Amerika Serikat secara ilegal yang mendaftar untuk meninggalkan negaranya akhir tahun ini, termasuk penerbangan gratis kembali ke negara asal mereka.

    “Para imigran ilegal harus memanfaatkan hadiah ini dan mendeportasi diri, karena jika tidak, kami akan menemukan mereka, menangkap mereka, dan mereka tidak akan pernah kembali,” kata Menteri DHS Kristi Noem.

    Jenderal senior Rusia tewas usai mobilnya dibom

    Sebuah bom mobil menewaskan seorang jenderal senior Rusia di Moskow.

    Kejadian ini berlangsung saat negosiator utama dari Rusia dan Ukraina berada di Miami akhir pekan lalu untuk menghadiri pertemuan terpisah dengan pejabat Amerika Serikat yang berupaya mengamankan kesepakatan perdamaian.

    Pemerintah Ukraina belum berkomentar tentang ledakan tersebut, tetapi para penyelidik Rusia menduga ledakan itu “terkait” dengan “pasukan khusus Ukraina.”

    Serangan tersebut memiliki ciri khas pembunuhan jenderal dan tokoh pro-perang lainnya yang diklaim oleh Ukraina, atau secara luas diyakini telah diatur oleh Kyiv.

    Kesepakatan Thailand-Kamboja dianggap terburu-buru

    Thailand dan Kamboja akan melanjutkan pembicaraan gencatan senjata untuk mencoba mengakhiri konflik perbatasan yang menelan jiwa.

    Sebelumnya, Thailand mengklaim kesepakatan perdamaian awal dibuat terburu-buru agar Presiden Donald Trump dapat menandatanganinya dan menghadiri penandatanganan pada bulan Oktober.

    Menurut Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, mengatakan kurangnya detail menyebabkan kesepakatan tersebut gagal.

    Kedua negara akan berunding kembali Rabu besok, setelah pertemuan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Malaysia.

    Layanan taksi robot di London

    Uber dan Lyft berencana untuk menawarkan layanan taksi robot ke London tahun depan dalam kemitraan terpisah dengan raksasa teknologi China, Baidu.

    Uber mengatakan pihaknya bekerja sama dengan layanan kendaraan otonom Apollo Go milik Baidu dalam program percontohan layanan taksi swakemudi, yang direncanakan pemerintah Inggris untuk tahun depan.

    Dalam unggahan di media sosial, kedua perusahaan tersebut berharap uji coba bisa dimulai pada paruh pertama tahun 2026.

    CEO Lyft, David Risher, mengatakan dalam sebuah unggahan di X, perusahaannya juga bermitra dengan Baidu untuk uji coba taksi robot menggunakan kendaraan Apollo Go RT6 yang “dirancang khusus untuk layanan berbagi tumpangan.”

    Lihat juga Video ‘Momen Helikopter AS Cegat Kapal Tanker di Laut Karibia’:

  • PBB Sebut Junta Myanmar Pakai Kekerasan untuk Paksa Warga Memilih

    PBB Sebut Junta Myanmar Pakai Kekerasan untuk Paksa Warga Memilih

    Jakarta

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa junta Myanmar menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk memaksa orang memilih dalam pemilihan umum (pemilu) yang akan datang. Sementara kelompok oposisi bersenjata menggunakan taktik serupa untuk menjauhkan orang dari tempat pemungutan suara.

    “Otoritas militer di Myanmar harus berhenti menggunakan kekerasan brutal untuk memaksa orang memilih dan berhenti menangkap orang karena menyatakan pandangan yang berbeda,” kata kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/12/2025).

    Junta Myanmar akan memimpin pemungutan suara mulai hari Minggu mendatang, menggembar-gemborkan pemilu tersebut sebagai kembalinya demokrasi, lima tahun setelah menggulingkan pemerintahan terpilih terakhir, yang memicu perang saudara.

    Namun, mantan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi tetap dipenjara dan partainya yang sangat populer dibubarkan setelah militer menggulingkan pemerintahan sipil Suu Kyi.

    Turk mengatakan pada hari Selasa (23/12) bahwa warga sipil diancam oleh otoritas militer dan kelompok oposisi bersenjata karena partisipasi mereka dalam pemilihan.

    Pernyataannya menyoroti puluhan individu yang dilaporkan telah ditahan berdasarkan “undang-undang perlindungan pemilu” karena menggunakan kebebasan berekspresi mereka.

    Banyak yang dijatuhi “hukuman yang sangat berat”, kata Turk dalam pernyataannya, merujuk pada tiga pemuda di Kota Hlainghaya di wilayah Yangon yang dijatuhi hukuman antara 42 dan 49 tahun penjara karena memasang poster anti-pemilu.

    Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan pihaknya juga telah menerima laporan dari para pengungsi di beberapa bagian negara, termasuk wilayah Mandalay, yang telah diperingatkan bahwa mereka akan diserang atau rumah mereka disita, jika mereka tidak kembali untuk memberikan suara.

    “Memaksa para pengungsi untuk melakukan kepulangan yang tidak aman dan tidak sukarela merupakan pelanggaran hak asasi manusia,” tegas Turk.

    Ia mengatakan bahwa orang-orang juga menghadapi “ancaman serius” dari kelompok-kelompok bersenjata yang menentang militer. Ini termasuk sembilan guru perempuan dari Kyaikto yang dilaporkan diculik bulan lalu, saat bepergian untuk mengikuti pelatihan tentang pemilu.

    Mereka kemudian “dibebaskan dengan peringatan dari para pelaku,” kata Turk dalam pernyataannya.

    “Pemilu ini jelas berlangsung dalam lingkungan kekerasan dan penindasan,” imbuh Turk.

    Lihat juga Video ‘Junta Militer Myanmar Tolak Gencatan Senjata Meski Korban Gempa Meningkat’:

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Sopir Bus Cahaya Trans Gantian di Subang, Minim Jam Terbang

    Sopir Bus Cahaya Trans Gantian di Subang, Minim Jam Terbang

    Jakarta

    Sopir cadangan bus PO Cahaya Trans ternyata belum memiliki jam terbang yang mumpuni.

    Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. M. Syahduddi, mengatakan hingga Senin (22/12) malam, Polrestabes Semarang terus menyelidiki kecelakaan lalu lintas tunggal bus tersebut.

    “Peristiwa tragis tersebut masih menjadi fokus utama aparat kepolisian mengingat besarnya jumlah korban jiwa dan korban luka yang ditimbulkan,” kata Syahduddi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/12/2025) dikutip dari detikJateng.

    “Sampai saat ini, Polrestabes Semarang masih mengamankan dua orang sopir bus, beserta kernet, guna kepentingan penyelidikan,” lanjutnya.

    Ia mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal oleh penyidik, diketahui bahwa sopir yang mengendarai bus saat kecelakaan terjadi Senin (22/12/2025) dini hari, tergolong masih berusia muda.

    “Jam terbang mengemudi relatif minim. Kondisi ini menjadi salah satu aspek penting yang tengah didalami untuk mengungkap secara komprehensif penyebab kecelakaan maut tersebut,” ujarnya.

    “Polrestabes Semarang terus berupaya memberikan pelayanan maksimal, mulai dari proses identifikasi korban, penanganan medis, hingga pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing,” lanjutnya.

    Sebanyak 16 jenazah korban laka maut telah diidentifikasi dan dipulangkan ke pihak keluarga. Sementara dari total 18 korban luka, sebanyak 13 orang sudah dinyatakan pulang dan lima korban lain masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang.

    Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengungkap sopir yang mengendarai bus tersebut merupakan sopir cadangan. Sopir itu bergantian dengan sopir utama di Subang.

    “Jadi untuk informasi awal, ini adalah sopir pengganti atau cadangan, di mana pada saat berangkat dari Bogor menuju ke Jogja, sempat berhenti di Subang untuk berganti sopir,” ungkapnya di RSUP Dr Kariadi, Senin (22/12/2025).

    “Dan saat ini sopir sudah diamankan untuk diambil keterangannya oleh pihak kepolisian. Pengemudinya dua. Selamat semua alhamdulillah,” lanjut Artanto.

    (riar/rgr)

  • Bus Kru KRI Soeharso Tabrakan dengan Truk di Tol Medan, 12 Orang Luka

    Bus Kru KRI Soeharso Tabrakan dengan Truk di Tol Medan, 12 Orang Luka

    Medan

    Rombongan TNI AL yang sedang menaiki bus terlibat kecelakaan dengan truk di Tol Belmera Km 8.800, Kelurahan Martubung, Kota Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 12 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa itu.

    “Iya (bus TNI AL) sama truk, rombongan kru KRI Soeharso mau pesiar ke Medan, bukan masyarakat,” kata Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan AKP Andi K Barus, saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (23/12/2025)

    Andi mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 11.45 WIB. Pihaknya langsung menuju lokasi usai mendapatkan informasi soal kejadian itu.

    Dia menyampaikan bus dan truk melaju menuju arah Medan. Setiba di lokasi kejadian, kedua kendaraan tersebut bertabrakan di bagian samping.

    “Sementara ada 12 orang luka-luka, tadi langsung dilarikan ke rumah sakit. Lukanya kita belum tahu rincinya, anggota lagi di rumah sakit,” tuturnya.

    Baca selengkapnya di sini

    (idh/dhn)

  • Pria Mimisan Berhari-hari, Ternyata Ada Lintah Hidup di Hidungnya

    Pria Mimisan Berhari-hari, Ternyata Ada Lintah Hidup di Hidungnya

    Jakarta

    Seorang pria berusia 38 tahun berujung naas saat membasuh wajah dengan air di pegunungan. Ia mengalami mimisan berulang selama berhari-hari, yang diketahui ternyata seekor lintah yang bersarang di hidungnya.

    Kasus langka ini dilaporkan oleh dokter di First Hospital of Hunan University of Chinese Medicine dan dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine. Dalam laporan tersebut, dokter juga menyertakan foto kondisi lintah yang ditemukan di rongga hidung pasien.

    Dokter menduga, lintah tersebut masuk ke hidung pria itu saat ia membasuh wajah dengan air dari mata air pegunungan beberapa waktu sebelumnya. Beruntung, parasit tersebut berhasil dikeluarkan menimbulkan komplikasi jangka panjang.

    Mimisan Tak Kunjung Berhenti

    Pria tersebut mendatangi klinik THT sekitar 10 hari setelah mengalami mimisan dari lubang hidung kanan. Darah keluar beberapa tetes hampir setiap jam.

    Selain itu, lendir yang dikeluarkan saat meludah atau batuk juga bercampur darah. Dari pemeriksaan fisik menunjukkan adanya perdarahan aktif di lubang hidung kanan.

    Saat dilakukan endoskopi, dokter menemukan penyebab yang tidak biasa. Seekor lintah yang masih hidup dan menggeliat, berusaha menghindari cahaya alat pemeriksaan.

    Diduga Masuk saat di Pegunungan

    Sebagian besar spesies lintah hidup di air tawar. Dalam laporan medis disebutkan, sekitar 20 hari sebelum datang ke rumah sakit, pasien sempat mendaki gunung dan membasuh wajah dengan air mata air alami.

    Diduga kuat, lintah tersebut masuk bersama aliran air dan menempel di rongga hidung. Dokter menjelaskan, mimisan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi, benda asing, hingga tumor jinak maupun ganas.

    Namun, lintah merupakan penyebab yang sangat jarang.

    “Lintah di hidung adalah penyebab mimisan yang tidak umum. Faktor risikonya termasuk berenang, mencuci wajah, atau minum air alami yang tidak diolah,” tulis tim dokter dalam laporannya.

    Berhasil Dikeluarkan Tanpa Komplikasi

    Meski terdengar menakutkan, penanganan kasus ini berjalan relatif sederhana. Pasien diberikan anestesi lokal, lalu dokter menggunakan kateter penghisap untuk menarik lintah tersebut keluar secara utuh.

    Prosedur berlangsung lancar tanpa efek samping. Pada pemeriksaan lanjutan satu minggu kemudian, pasien dilaporkan tidak mengalami keluhan sisa dan kondisi hidungnya kembali normal.

    Kasus ini menjadi pengingat penting agar masyarakat berhati-hati saat menggunakan air alami yang belum diolah. Terutama untuk membilas wajah, berenang, atau dikonsumsi, karena berisiko membawa parasit yang membahayakan kesehatan.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)