Author: Detik.com

  • BGN Jawab Usulan MBG Disetop saat Libur Sekolah: Pemberian Gizi Harus Konsisten

    BGN Jawab Usulan MBG Disetop saat Libur Sekolah: Pemberian Gizi Harus Konsisten

    Jakarta

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dihentikan saat siswa libur sekolah. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyebut pemberian gizi kepada anak harus konsisten.

    “Kan Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab untuk gizi anak-anak dan pemberian gizi itu harus konsisten,” kata Nanik kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

    Kendati demikian, Nanik mengaku tak ingin berpolemik. Ia menyerahkan keputusan MBG dihentikan atau tidak kepada Kepala BGN Dadan Hindayana.

    “Tapi saya tidak mau berpolemik, coba tanyakan ke Pak Dadan aja kira-kira mau dihentikan apa nggak, kan saya hanya wakil,” ujar Nanik.

    Selain itu, Nanik turut menanggapi ramainya MBG dirapel selama masa libur sekolah. Ia menjelaskan, pengaturan menu MBG sepenuhnya menjadi kesepakatan antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pihak sekolah, agar tetap sesuai kebutuhan dan kondisi peserta didik.

    “Bagaimana mekanismenya pokoknya disepakati SPPG dengan sekolah,” sambungnya.

    Pernyataan Waka Komisi IX DPR

    “Seharusnya di masa liburan sekolah, MBG diliburkan juga karena tidak efektif untuk menjangkau siswa,” kata Yahya Zaini kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

    Yahya mengatakan menu yang disajikan dalam bentuk makanan ringan dinilai mengurangi nilai gizi. Menurutnya hal itu sudah dipantau oleh Komisi IX DPR RI dalam kunjungan ke Kota Tangerang.

    “Pertama, menu yang disajikan bukanlah menu yang dimasak, melainkan makanan siap saja. Hal ini terbukti waktu kunjungan Komisi IX ke Kota Tangerang di saat libur sekolah. Menu yang disajikan oleh SPPG adalah makanan berupa roti, pisang dan susu sehingga mengurangi standar gizi,” ujar Yahya Zaini.

    Ia menilai opsi makanan mesti diambil ke sekolah memberatkan orang tua. Ia menyebut harus ada uang transportasi yang dikeluarkan orang tua padahal siswa tengah libur.

    “Kedua, kalau makanan diantar ke sekolah sementara siswa lagi libur akan memberatkan orang tua karena harus memberikan uang transport kepada anaknya hanya untuk mengambil makanan,” kata dia.

    Ia juga menyoroti opsi MBG bakal dikirim ke rumah siswa. Dengan begitu, anggaran untuk transportasi mesti disediakan dan berpotensi terjadi pemborosan.

    “Ketiga, kalau makanan diantar ke rumah masing-masing akan menambah biaya transportasi dan lebih rumit karena rumah siswa tersebar secara meluas. Kemudian biaya transportasi menjadi beban siapa? Tidak mungkin dibebankan kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) karena jumlahnya cukup besar,” ujar Yahya.

    “Kalau dibebankan kepada BGN ini menjadi pemborosan. Jadi kebijakan BGN yang tetap membagi makanan di saat libur sekolah sebaiknya dievaluasi, karena membebani orang tua, SPPG dan BGN sendiri,” sambungnya.

    (dwr/eva)

  • Cap ‘Koboi’ untuk Trump dari China dan Rusia

    Cap ‘Koboi’ untuk Trump dari China dan Rusia

    New York

    Rusia dan China kompak memberi cap ‘koboi’ untuk aksi pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Venezuela. Kedua negara itu menyebut AS sedang melakukan intimidasi terhadap Venezuela.

    Kritik itu dilontarkan Rusia dan China dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Selasa (23/12/2025). Dilansir AFP, pertemuan itu dilakukan setelah Venezuela meminta pertemuan darurat DK PBB dengan dukungan Moskow dan Beijing.

    Venezuela telah menuduh Washington melakukan ‘pemerasan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah kita’. Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan militer besar di Karibia.

    AS juga mencegat kapal tanker minyak sebagai bagian dari blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal Venezuela yang dianggap berada di bawah sanksi. Pada pertemuan hari Selasa (23/12), Duta Besar AS Mike Waltz mengatakan negaranya akan melakukan segala daya untuk melindungi perbatasan dan rakyat AS.

    Presiden AS Donald Trump berulang kali menuduh Venezuela menggunakan minyak, sumber daya utama negara Amerika Selatan itu, untuk membiayai ‘narkoterorisme, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan’. Venezuela membantah keras terlibat dalam perdagangan narkoba dan menegaskan Washington berupaya menggulingkan presidennya, Nicolas Maduro.

    Venezuela menuduh AS berupaya merebut cadangan minyak Venezuela. Negara Amerika Latin itu memang merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.

    “Tindakan pihak AS bertentangan dengan semua norma utama hukum internasional. Tanggung jawab Washington juga terlihat jelas atas konsekuensi bencana yang terus-menerus dari perilaku seperti koboi tersebut,” kata duta besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, sambil menyebut blokade AS sebagai ‘tindakan agresi’.

    “China menentang semua tindakan unilateralisme dan intimidasi dan mendukung semua negara dalam membela kedaulatan dan martabat nasional mereka,” kata perwakilan China, Sun Lei.

    Duta Besar Venezuela Samuel Moncada mengatakan AS melakukan pemerasan. Dia mengatakan AS telah menuntut rakyat Venezuela untuk menyerahkan kekayaannya.

    “Kita berada di hadapan kekuatan yang bertindak di luar hukum internasional, menuntut agar warga Venezuela meninggalkan negara kita dan menyerahkannya. Ini adalah pemerasan terbesar yang pernah ada dalam sejarah kita,” ujarnya.

    Sementara, Dubes AS Waltz mengulangi tuduhan Trump terhadap Maduro. Dia mengatakan Maduro merupakan buronan yang dicari oleh AS dan kepala organisasi teroris asing ‘Cartel de los Soles’.

    Para ahli mengatakan tidak ada bukti keberadaan kelompok terorganisir dengan hierarki yang jelas yang menggunakan nama tersebut. Pemerintah AS telah menawarkan hadiah USD 50 juta untuk informasi apa pun yang mengarah pada penangkapan Maduro, sekutu setia pemimpin Rusia Vladimir Putin.

    Sejak September, pasukan AS telah melancarkan puluhan serangan udara terhadap kapal-kapal yang menurut Washington, tanpa menunjukkan bukti, mengangkut narkoba. Lebih dari 100 orang telah tewas.

    Halaman 2 dari 2

    (haf/haf)

  • Dokter ‘Spill’ Rutinitas untuk Hempaskan Lemak di Perut Secara Alami

    Dokter ‘Spill’ Rutinitas untuk Hempaskan Lemak di Perut Secara Alami

    Jakarta

    Lemak perut kerap dianggap sekadar persoalan penampilan. Padahal, lemak ini sangat berkaitan dengan kesehatan metabolisme, keseimbangan hormon, hingga kualitas tidur, yang bisa meningkatkan risiko penyakit serius.

    Dokter metabolik sekaligus fisioterapi olahraga, Dr Sudhanshu Rai, menilai banyak orang keliru saat ingin menghilangkan lemak perut. Diet ekstrem dan olahraga berlebihan justru kerap berujung gagal.

    Menurutnya, kunci utama terletak pada pengaturan ulang ritme alami tubuh melalui kebiasaan sederhana yang konsisten.

    Dalam panduannya, Dr Rai membagikan rutinitas tujuh hari yang diklaim dapat membantu mengurangi lemak perut secara alami, tanpa perlu menghitung kalori atau diet ketat.

    1. Setop Konsumsi Minuman Manis dan Ngemil Malam

    Dikutip dari Times of India, mengurangi konsumsi teh atau kopi yang manis, camilan, serta kebiasaan makan larut malam menjadi langkah awal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan asupan gula bebas tidak lebih dari 10 persen dari total kalori harian.

    Selain itu, makan larut malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Studi menunjukkan kebiasaan ini dapat meningkatkan rasa lapar, menurunkan hormon kenyang (leptin), dan mendorong tubuh menyimpan lebih banyak lemak.

    2. Sarapan Tinggi Protein Sebelum Pukul 10

    Protein membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga massa otot. Penelitian menunjukkan sarapan tinggi protein dapat menekan rasa lapar sepanjang hari dan mengurangi kebiasaan ngemil di malam hari.

    Asupan protein sekitar 25-35 gram bisa diperoleh dari telur, yogurt, atau kacang-kacangan.

    3. Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari

    Jalan kaki dinilai sebagai olahraga sederhana, tetapi efektif. Berbagai penelitian menunjukkan, aktivitas ini dapat membantu menurunkan berat badan dan indeks massa tubuh, terutama jika dilakukan secara rutin.

    Jalan cepat 30 menit sehari atau dibagikan dalam beberapa sesi singkat sudah cukup memberi manfaat.

    4. Konsumsi Lemon

    Lemon mengandung flavonoid yang dikaitkan dengan kesehatan jantung dan pengendalian nafsu makan. Konsumsi rutin buah ini dinilai mendukung metabolisme yang lebih sehat.

    5. Tidur Lebih Awal, Idealnya Sebelum 22.30

    Kurang tidur dapat mengacaukan hormon lapar dan meningkatkan asupan kalori keesokan harinya. Studi menunjukkan memperpanjang durasi tidur saja sudah bisa menciptakan defisit kalori alami.

    Tidur 7-9 jam per malam dan menghindari begadang menjadi kunci penting.

    6. Hindari Ngemil Setelah Makan Malam

    Dr Rai menyarankan makan malam diselesaikan 2-3 jam sebelum tidur. Penelitian menunjukkan makan di malam hari membuat tubuh membakar lebih sedikit energi, dan menyimpan lebih banyak lemak, meski jumlah kalorinya sama.

    “Yang dibutuhkan tubuh bukan perut six pack, tapi ritme yang sehat,” tutur Dr Rai.

    Ia menekankan pentingnya tidur teratur, pola makan seimbang, aktivitas fisik harian, dan manajemen stres. Menurutnya, penurunan lemak perut yang berkelanjutan bukan soal cara instan, melainkan tentang menyelaraskan gaya hidup dengan jam biologis tubuh agar metabolisme bekerja secara alami dan optimal.

    Halaman 2 dari 3

    (sao/kna)

  • Aksi Polisi Santa Turun dari Atap Rumah Sakit Hibur Pasien Anak

    Aksi Polisi Santa Turun dari Atap Rumah Sakit Hibur Pasien Anak

    Foto Health

    Najmi Dhiaulhaq – detikHealth

    Kamis, 25 Des 2025 06:00 WIB

    Roma – Polisi Italia menghadirkan kejutan bagi pasien anak di Roma. Anggota unit elit menyamar sebagai Sinterklas dan turun dengan tali ke bangsal rumah sakit.

  • Selamat Natal-Tahun Baru, Terus Perkuat Gotong Royong dan Solidaritas

    Selamat Natal-Tahun Baru, Terus Perkuat Gotong Royong dan Solidaritas

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2026 untuk seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia. Prabowo mengatakan Natal merupakan momenum kasih dan kepedulian terhadap sesama.

    “Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, Natal adalah momentum kasih, harapan, dan kepedulian terhadap sesama,” kata Prabowo dikutip di akun Instagram resmi Presiden Republik Indonesia dikutip, Kamis (25/12/2025).

    Prabowo mengatakan bangsa Indonesia tengah diuji bencana alam di Sumatera. Di mana, kata Prabowo, bencana itu membawa duka dan juga tantangan bagi warga di sana.

    “Pada saat yang bersamaan, bangsa kita juga tengah diuji oleh bencana alam yang membawa duka dan tantangan bagi saudara-saudari kita di Sumatera,” ujarnya.

    Prabowo lalu mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus memperkuat gotong royong dan solidaritas. Dia juga mengajak rakyat untuk menjadikan masa ini sebagai pengharapan dan langkah untuk bangkit bersama.

    “Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas, saling menolong, serta mengerahkan kemampuan terbaik kita sebagai bangsa yang tangguh karena persatuan,” ujarnya.

    Prabowo berharap Natal kali ini membawa damai, kesehatan dan kekuatan. Tak hanya itu, dia juga berharap Natal membawa semangat kebersamaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

    “Semoga damai Natal menyertai kita semua, dan semoga tahun yang baru membawa kesehatan, kekuatan, serta semangat kebersamaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

    (whn/whn)

  • Video Kala Prabowo Singgung Pandawa Vs Kurawa di Kementerian dan Lembaga

    Video Kala Prabowo Singgung Pandawa Vs Kurawa di Kementerian dan Lembaga

    Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Satuan Tugas PKH. Ia menyebut mereka sebagai ‘pendekar sejati’.

    Prabowo lalu menegaskan bahwa dalam setiap organisasi selalu ada pertarungan antara kebenaran dan kejahatan, yang ia ibaratkan seperti Kurawa dan Pandawa. Menurutnya, upaya merusak republik melalui praktik korupsi telah berlangsung lama.

  • Mengapa Orang Jepang Bisa Hidup Lebih Lama dan Sehat? Begini Kata Ahli

    Mengapa Orang Jepang Bisa Hidup Lebih Lama dan Sehat? Begini Kata Ahli

    Jakarta

    Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Tak hanya berumur panjang, populasi lansia di negara tersebut juga relatif lebih sehat dan mandiri.

    Banyak orang mengira faktor genetik menjadi kunci utama. Tetapi, menurut dokter rahasianya justru terletak pada kebiasaan hidup sehari-hari. Hal ini diungkapkan oleh konsultan ahli bedah saraf di Rumah Sakit Manipal, Malleshwaram, Dr Sharan Srinivasan.

    Berdasarkan pengalamannya menjalani fellowship selama enam bulan di Universitas Kedokteran Wanita Tokyo pada 2015, ia melihat langsung bagaimana gaya hidup orang Jepang berperan besar dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

    “Umur panjang di Jepang bukan soal gen semata. Tetapi, bagaimana orang hidup, berpikir, dan merawat kesehatannya sejak muda,” tutur Dr Srinivasan, dikutip dari India Today.

    Ia menilai pendekatan kesehatan di Jepang bersifat preventif. Masyarakat tidak menunggu sakit untuk berobat, melainkan aktif mencegah penyakit, menjaga kebugaran fisik, dan tetap merangsang fungsi otak hingga usia lanjut.

    Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten selama puluhan tahun inilah yang berdampak besar pada kualitas kesehatan.

    Ketenangan dan Disiplin Jadi Gaya Hidup

    Salah satu hal yang paling mencolok di Jepang adalah sikap masyarakatnya yang tenang di ruang publik. Suara keras, pertengkaran, atau luapan emosi jarang terlihat, bahkan di tempat ramai seperti kereta atau jalanan kota.

    Menurut Dr Srinivasan, ketenangan ini bukan sekadar etika sosial, melainkan kebiasaan yang dibentuk sejak kecil dan dijaga sepanjang hidup. Pengendalian emosi yang stabil membantu menekan stres kronis, faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jantung dan otak.

    Rasa hormat, kesabaran, dan disiplin diri akhirnya tidak hanya membentuk tatanan sosial. Tetapi, itu juga mendukung kesehatan mental dan fisik masyarakatnya.

    Jalan Kaki Jadi Aktivitas Harian

    Di Jepang, olahraga tidak terlalu identik dengan gym atau latihan khusus. Berjalan kaki justru menjadi bagian alami dari rutinitas harian.

    Rata-rata, orang Jepang berjalan sekitar 7-7,5 km per hari. Misalnya dari rumah ke stasiun, kantor, hingga kembali pulang.

    Hal yang tidak kalah penting, aktivitas ini dilakukan dengan ritme cepat dan konsisten, sehingga memberi manfaat kardiovaskular yang nyata. Kebiasaan ini juga terus dipertahankan hingga usia lanjut.

    “Banyak lansia Jepang tetap aktif dan mandiri jauh setelah pensiun, berbeda dengan masyarakat yang aktivitas fisiknya menurun drastis seiring bertambahnya usia,” jelasnya.

    Pemeriksaan Otak Sejak Dini

    Pendekatan preventif juga terlihat jelas pada perawatan kesehatan otak. Jepang memiliki angka aneurisma serebral yang relatif tinggi, yaitu kondisi pelemahan dinding pembuluh darah otak yang berisiko pecah dan menyebabkan perdarahan fatal.

    Maka dari itu, pemeriksaan otak rutin menjadi hal yang umum, bahkan dilakukan setiap tahun. Banyak kasus aneurisma ditemukan secara tidak sengaja saat skrining dan langsung ditangani sebelum menimbulkan komplikasi serius.

    Dr Srinivasan menekankan bahwa di Jepang, usia bukan alasan untuk menolak tindakan medis. Pasien berusia 80-an tetap menjalani operasi jika itu membantu mereka mempertahankan kualitas hidup dan kemandirian.

    Kemandirian Melatih Ketahanan Tubuh

    Kemandirian juga menjadi ciri khas masyarakat Jepang, termasuk saat dirawat di rumah sakit. Pasien umumnya tetap berjalan sendiri, mengurus kebutuhan pribadi, dan aktif dalam proses pemulihan, meski masih terhubung dengan infus.

    Pendamping keluarga jarang terlihat, yang menegaskan bahwa pasien dipandang sebagai subjek aktif, bukan pasif. Menurut Dr Srinivasan, sikap ini membangun ketahanan fisik sekaligus kepercayaan diri lebih cepat dan kesehatan jangka panjang.

    Otak Harus Terus Dipakai

    Dari sisi neurologi, aktivitas mental berkelanjutan sangat penting untuk penuaan yang sehat. Dr Srinivasan menyebut otak bekerja dengan prinsip sederhana, jika tidak digunakan fungsinya akan menurun.

    Di Jepang, banyak lansia tetap bekerja, belajar hal baru, memecahkan masalah, dan terlibat dalam aktivitas intelektual. Stimulasi mental ini membantu menjaga fungsi kognitif dan menunda penurunan daya pikir akibat usia.

    Namun, ia juga menyoroti sisi lain yang menjadi tantangan. Tingginya angka bunuh diri di Jepang menunjukkan beban emosional yang besar, kemungkinan terkait kemandirian ekstrem dan minimnya interaksi keluarga.

    Artinya, meski kesehatan fisik baik, dukungan emosional tetap perlu diperkuat.

    Perlu Pendekatan yang Seimbang

    Dr Srinivasan menilai dunia bisa belajar banyak dari Jepang, mulai dari disiplin, ketenangan, gaya hidup aktif, hingga pemeriksaan kesehatan preventif. Tetapi, ia mengingatkan pentingnya keseimbangan.

    “Kesehatan fisik perlu disertai dengan dukungan emosional, ikatan sosial, dan perhatian pada kesehatan mental,” bebernya.

    Pendekatan holistik yang menggabungkan pencegahan penyakit, aktivitas fisik dan mental, serta hubungan emosional diyakini dapat membantu seseorang hidup lebih lama, lebih sehat, dan tetap mandiri hingga usia lanjut.

    Halaman 2 dari 3

    (sao/naf)

  • Ledakan Terjadi di Masjid Ibu Kota Nigeria Timur, 7 Orang Tewas

    Ledakan Terjadi di Masjid Ibu Kota Nigeria Timur, 7 Orang Tewas

    Jakarta

    Ledakan mengguncang masjid di kota Maiduguri, Nigeria. Dilaporkan 7 orang tewas akibat insiden tersebut.

    Dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/12/2025), pemimpin milisi anti-jihadis Babakura Kolo mengatakan tidak ada kelompok bersenjata yang mengaku bertanggung jawab atas dugaan pemboman.

    Kolo mengatakan insiden itu menyebabkan tujuh orang tewas. Dia mengatakan dugaan bom itu ditempatkan di dalam masjid dan meledak di tengah-tengah salat, sementara beberapa saksi mata menggambarkan itu sebagai serangan bom bunuh diri.

    Belum jelas berapa banyak orang yang terluka, meskipun saksi mata Isa Musa Yusha’u mengatakan kepada AFP: “Saya melihat banyak korban dibawa untuk mendapatkan perawatan medis.”

    Menurut saksi mata, bom itu meledak di dalam sebuah masjid yang ramai di pasar Gamboru kota itu, saat umat Muslim berkumpul untuk salat Maghrib sekitar pukul 18.00 (1700 GMT).

    “Kami dapat memastikan telah terjadi ledakan,” kata juru bicara polisi Nahum Daso kepada AFP, menambahkan bahwa tim penjinak bahan peledak sudah berada di lokasi.

    Video yang diambil setelah kejadian dan dilihat oleh AFP menunjukkan seseorang yang berlumuran darah menggeliat di tanah, dan apa yang tampak seperti mayat-mayat yang ditutupi oleh seprei.

    Maiduguri adalah ibu kota negara bagian Borno, tempat terjadinya pemberontakan selama bertahun-tahun oleh kelompok jihadis Boko Haram dan kelompok pecahannya, Islamic State West Africa Province, meskipun kota itu sendiri belum mengalami serangan besar selama bertahun-tahun.

    (whn/whn)

  • Gempa M 3,4 Terjadi di Gunungkidul

    Gempa M 3,4 Terjadi di Gunungkidul

    Jakarta

    Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 3,4 terjadi di Gunungkidul, D.I Yogyakarta. Gempa berada pada kedalaman 10 km.

    “Gempa 190 km Barat Daya Gunung Kidul-DIY,” tulis BMKG melalui akun X-nya, Kamis (25/12/2025).

    Gempa terjadi pada pukul 01.52 WIB. Gempa ada pada titik koordinat 9,65 lintang selatan dan 110,16 bujur timur.

    “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” jelasnya.

    (whn/whn)

  • Mensos Sebut Besaran Jaminan Hidup Korban Bencana Tunggu Arahan Presiden

    Mensos Sebut Besaran Jaminan Hidup Korban Bencana Tunggu Arahan Presiden

    Jakarta

    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan besaran jaminan hidup (jadup) untuk korban bencana Sumatera hingga saat ini masih belum ditetapkan secara final. Gus Ipul mengaku kini tengah menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum mengumumkan nominal jadup yang akan diberikan.

    “Terus kita konsolidasi. Hari ini tadi saya ketemu Pak Seskab, Pak Teddy, untuk menyampaikan perencanaan yang sudah kami buat,” ujar Gus Ipul, ditemui di Bekasi Timur, Rabu (24/12/2025).

    “Nunggu arahan Presiden nanti. Jadi finalnya itu setelah kita mendapatkan arahan dari Bapak Presiden,” sambungnya.

    Gus Ipul mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Bapanas, BNPB, Kemenkeu, dan Kemenkes untuk menentukan besaran jadup. Dia juga menyebut akan menyesuaikan nominal jadup dengan kebutuhan setiap individu perhari.

    Meski begitu, Gus Ipul mengaku belum dapat membuka usulan nominal jadup yang telah didiskusikan dengan Seskab. Dia mengimbau masyarakat agar menunggu proses yang sedang berjalan.

    Diberitakan sebelumnya, Mensos sempat mengusulkan pemberian jadup dengan nominal Rp 10.000 untuk korban bencana Sumatera. Hal ini mengacu pada Permensos No.10 Tahun 2020.

    Kemensos kini tengah menunggu arahan dari presiden terkait kemungkinan kenaikan nominal jadup. Dengan berubahnya nominal jadup, maka Permensos No. 10 Tahun 2020 juga berpotensi direvisi.

    (whn/whn)