Author: Detik.com

  • Insentif Otomotif Bakal Dicabut: Bye-bye Mobil Listrik Murah?

    Insentif Otomotif Bakal Dicabut: Bye-bye Mobil Listrik Murah?

    Jakarta

    Pemerintah berencana mencabut insentif industri otomotif tahun depan. Belum jelas insentif mana yang bakal dihilangkan.

    Yang pasti, pemerintah bilang dana yang sebelumnya dipakai sebagai insentif otomotif bakal digunakan mengembangkan proyek mobil nasional. Rencana ini muncul saat industri otomotif butuh dukungan dari pemerintah. Penjualan mobil masih turun tahun ini, padahal kontribusi sektor otomotif terhadap PDB negara tak bisa dibilang kecil. Belum lagi jika bicara jumlah tenaga kerja yang diserap.

    Penghapusan insentif juga akan membuat harga mobil listrik, hybrid, dan juga LCGC sangat mungkin naik.

    Kalau ini terjadi, pemerintah bukannya menggelontorkan subsidi ke pasar tapi malah seperti menunjuk satu pemenang dan mengarahkan seluruh anggaran ke sana. Mirip MBG enggak, sih?

    (din/sfn)

  • Dokter Wanti-wanti Risiko Neurologis yang Bisa Muncul saat Mudik Nataru

    Dokter Wanti-wanti Risiko Neurologis yang Bisa Muncul saat Mudik Nataru

    Jakarta

    Mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) identik dengan perjalanan panjang, terutama bagi masyarakat yang pergi berlibur dengan menempuh jalur darat. Berjam-jam duduk di dalam kendaraan, baik sebagai pengemudi maupun penumpang, kerap dianggap sepele. Padahal, kebiasaan ini tidak hanya memicu pegal dan kaku otot, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan saraf, terutama pada tulang belakang.

    Spesialis bedah saraf dr Dimas Rahman Setiawan, SpBS, menjelaskan salah satu masalah yang sering muncul saat perjalanan jauh adalah saraf terjepit. Kondisi ini umumnya dipicu oleh posisi duduk yang kurang tepat dan dilakukan dalam waktu lama.

    “Kelamaan duduk, baik pinggang maupun leher, itu risiko sarang kejepit. Karena pada saat duduk kalau kita nggak sadar, kadang-kadang posisi kita sebenarnya sedang membungkuk,” ucap dr Dimas ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (11/12/2025).

    Saat duduk terlalu lama, banyak orang tanpa sadar berada dalam posisi membungkuk, baik di area pinggang maupun leher. Posisi tersebut dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Dalam kondisi tertentu, bantalan antartulang belakang bisa terdorong ke arah belakang dan menekan saraf di sekitarnya.

    Akibatnya, seseorang dapat mengalami keluhan seperti nyeri pinggang, nyeri leher, hingga rasa nyeri yang menjalar ke area lain. Risiko ini bisa meningkat jika perjalanan dilakukan tanpa jeda istirahat yang cukup atau jika posisi duduk tidak pernah diperbaiki selama perjalanan.

    “Nah kalau posisi kita membungkuk itu, mau nggak mau si bantahan tulang kedorong ke belakang,” lanjutnya.

    “Dan akhirnya menekan ke saraf. Jadi risikonya adalah memang terjadi saraf kejepit, nyeri pinggang, nyeri leher. Itu sangat mungkin terjadi,” ucapnya.

    Halaman 2 dari 2

    (rfd/up)

  • Suzuki Baleno Dites Tabrak, Hasilnya Tak Sesuai Ekspektasi?

    Suzuki Baleno Dites Tabrak, Hasilnya Tak Sesuai Ekspektasi?

    Jakarta

    Suzuki Baleno memang sudah pamit dari pasar Indonesia. Namun model ini masih eksis di pasar global dan baru saja menuntaskan tes tabrak atau crash test.

    Baleno Hatchback yang diproduksi oleh Suzuki Maruti India ini baru saja menuntaskan uji tabrak independen Latin NCAP.

    Latin NCAP menguji Suzuki Baleno dengan spesifikasi yang sudah dilengkapi enam airbag, electronic stability control (ESC), serta fitur keselamatan standar lainnya.

    Dari hasil pengujian tersebut, Baleno memperoleh rating keseluruhan dua bintang, sebuah angka yang terbilang moderat untuk mobil modern di kelasnya.

    Secara lebih rinci, perlindungan terhadap penumpang dewasa tercatat 79 persen, sementara perlindungan anak-anak berada di angka 65 persen.

    Untuk aspek perlindungan pejalan kaki, nilainya lebih rendah yakni 48 persen, sedangkan kategori Safety Assist atau yang mencakup fitur-fitur keselamatan aktif mencapai 58 persen.

    Suzuki Baleno mendapatkan bintang 2 dites tabrak Latin NCAP. Foto: dok. Latin NCAP

    Latin NCAP mencatat struktur bodi Baleno masih dinilai stabil dalam beberapa pengujian benturan. Namun, perlindungan pada area tubuh tertentu seperti dada dan leher pengemudi maupun penumpang dinilai belum optimal pada skenario tabrakan tertentu.

    Inilah yang membuat rating keseluruhan Baleno belum bisa menembus angka yang lebih tinggi.

    Perlu dipahami, sistem penilaian NCAP dirancang untuk memberikan gambaran realistis tentang kemampuan mobil melindungi penghuninya, bukan sekadar memenuhi regulasi minimum.

    Dua bintang menandakan mobil tersebut masih memiliki celah dalam hal keselamatan jika dibandingkan dengan kendaraan yang sudah meraih empat atau lima bintang.

    Menariknya, hasil ini juga menunjukkan bahwa standar keselamatan bisa berbeda tergantung program uji yang digunakan.

    Di India, Baleno pernah diuji dengan protokol berbeda dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Hal ini menegaskan bahwa angka rating tidak bisa dilepaskan dari metode pengujian, konfigurasi kendaraan, serta regulasi di masing-masing wilayah.

    Bagi pasar Indonesia, informasi ini tetap relevan meski Baleno sudah discontinue. Pasalnya, unit Baleno bekas masih banyak beredar dan digunakan sehari-hari.

    Hasil uji tabrak terbaru setidaknya memberi gambaran objektif mengenai level perlindungan yang dimiliki mobil ini, terutama jika dibandingkan dengan hatchback generasi baru yang kini semakin agresif mengusung fitur keselamatan aktif.

    Suzuki sendiri telah mengonfirmasi bahwa Baleno tidak lagi dipasarkan di Tanah Air dan fokus pada model-model lain yang dianggap lebih sesuai dengan arah pasar.

    (mhg/rgr)

  • Momen Dokter Bantu Ibu Lahirkan Bayi Kembar di Ambulan saat Banjir Sumut

    Momen Dokter Bantu Ibu Lahirkan Bayi Kembar di Ambulan saat Banjir Sumut

    Jakarta

    Seorang wanita bernama Rajula (38) yang tengah hamil besar, harus dievakuasi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, pada Sabtu (29/11/2025) lantaran rumah sakit tersebut tak mampu melayani persalinannya.

    RSUD Tanjung Pura menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang terdampak bencana yang terjadi di Sumatera. Mobil ambulans milik rumah sakit tersebut bahkan tak bisa digunakan. Imbas hal tersebut, pihak rumah sakit menghubungi Puskesmas Stabat Lama untuk segera membawa Rajula dengan ambulans ke rumah sakit lain.

    “Pada saat bencana banjir kemarin, ada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Tanjung Pura, kebetulan rumah sakit itu terdampak banjir sehingga mereka tidak bisa memberikan pelayanan. Dan ambulans mereka juga terhalang untuk beroperasi. Jadi dari sana menghubungi kami ke Puskesmas Stabat Lama untuk membantu mengevakuasi ibu hamil tersebut,” kata dokter umum Puskesmas Stabat Lama, dr Afriza Amelia dikutip dari Instagram Kementerian Kesehatan RI, Rabu (24/12).

    Petugas Puskesmas lantas langsung merespons panggilan darurat itu dan datang ke rumah sakit. dr Afriza menjadi salah satu dokter yang ditugaskan pada saat itu. Ia dan tim puskesmas membawa Rajula dengan ambulans menuju RS Putri Bidadari. Rumah sakit tersebut disebutnya tak terdampak, sehingga masih bisa beroperasi seperti biasa.

    Namun, lanjut Afriza, pasien tersebut sudah mengalami kontraksi yang cukup panjang dengan intensitas kuat. Rajula tak bisa lagi menahannya, sehingga melahirkan bayi di dalam ambulans. Afriza yang ada di dalam ambulans itu membantu proses persalinan Rajula.

    “Sebelum sampai di Rumah Sakit Putri Bidadari ibunya sudah melahirkan. Kebetulan saya memang ada di situ. Ibunya mungkin sudah tidak tahan karena sudah kontraksi di jalan, akhirnya ibunya melahirkan di dalam ambulans,” katanya.

    dr Afriza mengatakan ibu tersebut melahirkan dua bayi perempuan kembar dengan sehat dan selamat. Dua bayi tersebut diberi nama Hana dan Hani. Hana lahir dengan berat 2,3 kg, sementara Hani lahir dengan berat 2,1 kg.

    “Anaknya kembar. Ibunya sehat, anaknya juga sehat,” ucap dia.

    (suc/suc)

  • Fakta-fakta Wanita Asal Surabaya Idap Diabetes Tipe 1,5 di Usia 29

    Fakta-fakta Wanita Asal Surabaya Idap Diabetes Tipe 1,5 di Usia 29

    Jakarta

    Wanita asal Surabaya, Lilla Syifa (Cipa), yang didiagnosis diabetes tipe 1,5 di usia 29 tahun mendadak menyita perhatian publik. Bukan karena memiliki riwayat keluarga diabetes, juga bukan karena obesitas berat. Justru sebaliknya, ia merasa dirinya “baik-baik saja”. Aktivitas jalan terus, kerja lancar, dan keluhan tubuh yang muncul selama ini dianggap hal wajar karena lelah dan kurang tidur.

    Sampai akhirnya tubuh memberi sinyal yang lebih keras. Gula darah melonjak tinggi, kondisi tubuh drop, dan sempat mengalami koma selama belasan hari. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mengatakan ia mengidap LADA (Latent Autoimmune Diabetes in Adults). Dari sinilah banyak yang mulai bertanya-tanya, bagaimana mungkin diabetes bisa datang secepat itu, di usia yang masih tergolong muda, dan tanpa disadari sebelumnya.

    Apa Itu Diabetes Tipe 1,5 atau LADA

    Ketika mendengar kata diabetes, banyak yang hanya mengenal dua jenis diabetes yaitu tipe 1 dan tipe 2. Padahal, ada satu jenis yang jarang diketahui, yaitu diabetes tipe 1,5 atau dikenal secara medis sebagai LADA (Latent Autoimmune Diabetes in Adults).

    Kondisi ini terjadi ketika sistem imun tubuh secara perlahan merusak sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Prosesnya menyerupai diabetes tipe 1, tetapi muncul pada usia dewasa dan berkembang secara perlahan.

    Pada tahap awal, kadar gula darah pada diabetes tipe 1,5 seringkali masih bisa dikontrol tanpa insulin. Banyak pengidapnya terlihat seperti mengalami diabetes tipe 2 karena masih merespons obat minum dan belum membutuhkan suntikan insulin. Situasi ini membuat diagnosis awal sering terlewat, terutama bila pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan.

    Seiring waktu, kerusakan sel pankreas terus berlangsung. Produksi insulin semakin menurun hingga akhirnya tubuh tidak lagi mampu mengontrol gula darah dengan baik. Pada fase inilah penderita diabetes tipe 1,5 biasanya mulai memerlukan terapi insulin, meskipun sebelumnya merasa kondisi kesehatannya baik-baik saja.

    Diabetes tipe 1,5 dapat terjadi pada orang dengan berat badan normal dan tanpa riwayat diabetes dalam keluarga. Faktor gaya hidup seperti konsumsi gula berlebihan, kurang aktivitas fisik, dan stres berkepanjangan tidak menjadi penyebab utama gangguan autoimun ini, tetapi dapat mempercepat munculnya gejala dan memperburuk lonjakan gula darah yang sudah tidak stabil.

    Apa Itu Pemeriksaan HbA1c?

    Pemeriksaan HbA1c menunjukkan rata-rata kadar gula darah dalam dua hingga tiga bulan terakhir. Angka ini menggambarkan seberapa sering dan seberapa lama gula darah berada di level tinggi, bukan hanya kondisi sesaat. Semakin tinggi nilainya, semakin besar risiko paparan gula darah terhadap pembuluh darah dan organ tubuh.

    Banyak yang merasa sudah aman dari diabetes karena hasil cek gula darahnya sesekali masih terlihat normal. Padahal, kadar gula darah bisa naik dan turun tergantung waktu makan, aktivitas, bahkan kondisi stres. Karena itu, pemeriksaan HbA1c menjadi salah satu indikator yang paling penting untuk menilai risiko diabetes.

    Nilai HbA1c yang normal itu di bawah 5,7 persen. Jika hasil pemeriksaan HbA1c berada di kisaran 5,7 hingga 6,4 persen, kondisi ini dikenal sebagai prediabetes. Artinya, gula darah sudah mulai sulit dikendalikan dan risiko berkembang menjadi diabetes semakin besar, terutama bila pola hidup tidak berubah.

    Sementara itu, nilai HbA1c 6,5 persen atau lebih sudah masuk kriteria diabetes. Pada level ini, gula darah tidak satu atau dua kali tinggi, melainkan menetap dalam jangka waktu lama. Kondisi inilah yang meningkatkan risiko kerusakan saraf, pembuluh darah, ginjal, mata, hingga jantung.

    Mengaku Memiliki Pola Hidup Tidak Sehat

    Dalam ceritanya, wanita Surabaya ini mengakui kegemarannya pada jajanan atau dessert manis yang viral. Kebiasaan ini terasa wajar, bahkan dianggap sebagai bentuk self-reward setelah stres bekerja seharian. Jajanan manis yang sering dimakan Cipa yaitu brownies, donat, minuman matcha, serta makanan dan minuman manis lainnya. Cipa mengaku bisa makan jajanan manis tersebut 3 kali sehari dan hampir setiap hari.

    Kurang tidur, jarang olahraga, dan stres yang tidak terkelola turut memperparah kondisi. Saat tubuh kurang istirahat, sensitivitas insulin menurun. Saat stres, hormon kortisol meningkat dan mendorong gula darah naik. Kombinasi ini membuat pankreas bekerja lebih keras, sampai akhirnya tidak mampu lagi mengimbangi kebutuhan insulin.

    Menurut dokter yang menanganinya, diabetes yang Cipa idap disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat tadi.

    Berapa Batas Konsumsi Gula Sehari?

    Kementerian Kesehatan menetapkan anjuran asupan gula tambahan tidak melebihi sekitar 50 gram per hari, dan akan jauh lebih baik bila dibatasi hingga sekitar 25 gram. Angka ini bukan hanya menghitung gula yang ditambahkan sendiri, tetapi juga seluruh gula tambahan yang masuk dari berbagai jenis makanan dan minuman sepanjang hari.

    Masih banyak yang tanpa sadar melewati batas konsumsi gula harian. Satu porsi minuman kekinian atau dessert manis saja bisa menyumbang sebagian besar kebutuhan gula harian. Contohnya 1 porsi Red Velvet Cake mengandung 36 gr gula, 1 buah donat mengandung 20 gr gula, dan segelas matcha mengandung 30 gr gula. Ketika dikombinasikan dengan makan utama dan camilan lain, gula darah cenderung melonjak lebih sering dan lebih tinggi, membuat tubuh bekerja ekstra untuk mengendalikannya dari hari ke hari.

    Gejala Diabetes atau Hiperglikemia yang sering diabaikan

    Hiperglikemia, atau kondisi ketika kadar gula darah terlalu tinggi, jarang datang dengan gejala yang langsung terasa berbahaya. Tanda-tandanya muncul perlahan dan kerap dianggap sebagai bagian dari rasa cape karena rutinitas harian. Tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal, hanya saja sering dianggap ‘tidak jelas’.

    Rasa haus yang terus-menerus menjadi salah satu gejala awal yang paling sering muncul. Mulut terasa kering, tenggorokan tidak nyaman, dan keinginan minum muncul berulang kali. Bersamaan dengan itu, frekuensi buang air kecil biasanya meningkat, terutama pada malam hari. Kondisi ini terjadi karena ginjal berusaha membuang kelebihan gula melalui urine, sehingga tubuh kehilangan lebih banyak cairan.

    Gejala lain yang kerap muncul adalah tubuh terasa mudah lelah, lemas, dan kurang bertenaga meski tidak melakukan aktivitas berat. Konsentrasi menurun, kepala terasa ringan, dan sering merasa ngantuk, terutama setelah makan. Pada sebagian orang, kondisi ini disangka sebagai efek kurang tidur, masuk angin, atau stres setelah kerja, sehingga tidak langsung dicurigai sebagai gejala diabetes.

    Gejala juga bisa muncul pada otot dan saraf. Kram pada kaki, rasa kesemutan, atau sensasi tidak nyaman pada tangan dan kaki mulai terasa, terutama saat malam hari. Luka kecil yang sulit sembuh dan kulit yang terasa lebih kering dari biasanya juga bisa menjadi tanda bahwa kadar gula darah sudah mengganggu proses pemulihan jaringan.

    Pada tahap yang lebih berat, hiperglikemia dapat memicu mual, penglihatan kabur, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Jika kondisi ini dibiarkan, gula darah bisa meningkat drastis dan menyebabkan keadaan darurat seperti penurunan kesadaran atau koma, sebagaimana yang terjadi pada Cipa yang baru terdeteksi saat sudah parah.

    Gejala-gejala ini sering kali muncul bersamaan dengan kebiasaan konsumsi gula yang tinggi dan gaya hidup yang tidak sehat. Karena terasa biasa dan tidak spesifik, banyak orang memilih menunda pemeriksaan. Padahal, mengenali tanda-tanda hiperglikemia atau diabetes sejak dini dapat menjadi langkah penting untuk mencegah diabetes berkembang lebih jauh dan menimbulkan komplikasi serius.

    Bisakah Diabetes Menyebabkan Hilang Ingatan dan Lumpuh?

    Pada kondisi gula darah yang sangat tinggi dan tidak terkontrol, risiko komplikasi serius memang bisa terjadi. Hiperglikemia kronis dapat merusak pembuluh darah kecil di otak dan saraf, meningkatkan risiko stroke, gangguan saraf, hingga penurunan fungsi kognitif.

    Dalam kondisi ekstrem, diabetes dapat menyebabkan koma, gangguan organ, bahkan kelumpuhan bila terjadi kerusakan saraf pada fungsi motorik akibat gula darah yang tidak terkendali. Jadi, ini bukan sekadar kemungkinan, melainkan risiko medis yang nyata bila diabetes tidak ditangani dengan serius.

    Halaman 2 dari 5

    Simak Video “Video: Bencana Sumatera Picu Kelangkaan Obat, IDAI Soroti Dampaknya”
    [Gambas:Video 20detik]
    (mal/up)

  • BGN Jawab Usulan MBG Disetop saat Libur Sekolah: Pemberian Gizi Harus Konsisten

    BGN Jawab Usulan MBG Disetop saat Libur Sekolah: Pemberian Gizi Harus Konsisten

    Jakarta

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dihentikan saat siswa libur sekolah. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyebut pemberian gizi kepada anak harus konsisten.

    “Kan Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab untuk gizi anak-anak dan pemberian gizi itu harus konsisten,” kata Nanik kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

    Kendati demikian, Nanik mengaku tak ingin berpolemik. Ia menyerahkan keputusan MBG dihentikan atau tidak kepada Kepala BGN Dadan Hindayana.

    “Tapi saya tidak mau berpolemik, coba tanyakan ke Pak Dadan aja kira-kira mau dihentikan apa nggak, kan saya hanya wakil,” ujar Nanik.

    Selain itu, Nanik turut menanggapi ramainya MBG dirapel selama masa libur sekolah. Ia menjelaskan, pengaturan menu MBG sepenuhnya menjadi kesepakatan antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pihak sekolah, agar tetap sesuai kebutuhan dan kondisi peserta didik.

    “Bagaimana mekanismenya pokoknya disepakati SPPG dengan sekolah,” sambungnya.

    Pernyataan Waka Komisi IX DPR

    “Seharusnya di masa liburan sekolah, MBG diliburkan juga karena tidak efektif untuk menjangkau siswa,” kata Yahya Zaini kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

    Yahya mengatakan menu yang disajikan dalam bentuk makanan ringan dinilai mengurangi nilai gizi. Menurutnya hal itu sudah dipantau oleh Komisi IX DPR RI dalam kunjungan ke Kota Tangerang.

    “Pertama, menu yang disajikan bukanlah menu yang dimasak, melainkan makanan siap saja. Hal ini terbukti waktu kunjungan Komisi IX ke Kota Tangerang di saat libur sekolah. Menu yang disajikan oleh SPPG adalah makanan berupa roti, pisang dan susu sehingga mengurangi standar gizi,” ujar Yahya Zaini.

    Ia menilai opsi makanan mesti diambil ke sekolah memberatkan orang tua. Ia menyebut harus ada uang transportasi yang dikeluarkan orang tua padahal siswa tengah libur.

    “Kedua, kalau makanan diantar ke sekolah sementara siswa lagi libur akan memberatkan orang tua karena harus memberikan uang transport kepada anaknya hanya untuk mengambil makanan,” kata dia.

    Ia juga menyoroti opsi MBG bakal dikirim ke rumah siswa. Dengan begitu, anggaran untuk transportasi mesti disediakan dan berpotensi terjadi pemborosan.

    “Ketiga, kalau makanan diantar ke rumah masing-masing akan menambah biaya transportasi dan lebih rumit karena rumah siswa tersebar secara meluas. Kemudian biaya transportasi menjadi beban siapa? Tidak mungkin dibebankan kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) karena jumlahnya cukup besar,” ujar Yahya.

    “Kalau dibebankan kepada BGN ini menjadi pemborosan. Jadi kebijakan BGN yang tetap membagi makanan di saat libur sekolah sebaiknya dievaluasi, karena membebani orang tua, SPPG dan BGN sendiri,” sambungnya.

    (dwr/eva)

  • Cap ‘Koboi’ untuk Trump dari China dan Rusia

    Cap ‘Koboi’ untuk Trump dari China dan Rusia

    New York

    Rusia dan China kompak memberi cap ‘koboi’ untuk aksi pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Venezuela. Kedua negara itu menyebut AS sedang melakukan intimidasi terhadap Venezuela.

    Kritik itu dilontarkan Rusia dan China dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Selasa (23/12/2025). Dilansir AFP, pertemuan itu dilakukan setelah Venezuela meminta pertemuan darurat DK PBB dengan dukungan Moskow dan Beijing.

    Venezuela telah menuduh Washington melakukan ‘pemerasan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah kita’. Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan militer besar di Karibia.

    AS juga mencegat kapal tanker minyak sebagai bagian dari blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal Venezuela yang dianggap berada di bawah sanksi. Pada pertemuan hari Selasa (23/12), Duta Besar AS Mike Waltz mengatakan negaranya akan melakukan segala daya untuk melindungi perbatasan dan rakyat AS.

    Presiden AS Donald Trump berulang kali menuduh Venezuela menggunakan minyak, sumber daya utama negara Amerika Selatan itu, untuk membiayai ‘narkoterorisme, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan’. Venezuela membantah keras terlibat dalam perdagangan narkoba dan menegaskan Washington berupaya menggulingkan presidennya, Nicolas Maduro.

    Venezuela menuduh AS berupaya merebut cadangan minyak Venezuela. Negara Amerika Latin itu memang merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.

    “Tindakan pihak AS bertentangan dengan semua norma utama hukum internasional. Tanggung jawab Washington juga terlihat jelas atas konsekuensi bencana yang terus-menerus dari perilaku seperti koboi tersebut,” kata duta besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, sambil menyebut blokade AS sebagai ‘tindakan agresi’.

    “China menentang semua tindakan unilateralisme dan intimidasi dan mendukung semua negara dalam membela kedaulatan dan martabat nasional mereka,” kata perwakilan China, Sun Lei.

    Duta Besar Venezuela Samuel Moncada mengatakan AS melakukan pemerasan. Dia mengatakan AS telah menuntut rakyat Venezuela untuk menyerahkan kekayaannya.

    “Kita berada di hadapan kekuatan yang bertindak di luar hukum internasional, menuntut agar warga Venezuela meninggalkan negara kita dan menyerahkannya. Ini adalah pemerasan terbesar yang pernah ada dalam sejarah kita,” ujarnya.

    Sementara, Dubes AS Waltz mengulangi tuduhan Trump terhadap Maduro. Dia mengatakan Maduro merupakan buronan yang dicari oleh AS dan kepala organisasi teroris asing ‘Cartel de los Soles’.

    Para ahli mengatakan tidak ada bukti keberadaan kelompok terorganisir dengan hierarki yang jelas yang menggunakan nama tersebut. Pemerintah AS telah menawarkan hadiah USD 50 juta untuk informasi apa pun yang mengarah pada penangkapan Maduro, sekutu setia pemimpin Rusia Vladimir Putin.

    Sejak September, pasukan AS telah melancarkan puluhan serangan udara terhadap kapal-kapal yang menurut Washington, tanpa menunjukkan bukti, mengangkut narkoba. Lebih dari 100 orang telah tewas.

    Halaman 2 dari 2

    (haf/haf)

  • Dokter ‘Spill’ Rutinitas untuk Hempaskan Lemak di Perut Secara Alami

    Dokter ‘Spill’ Rutinitas untuk Hempaskan Lemak di Perut Secara Alami

    Jakarta

    Lemak perut kerap dianggap sekadar persoalan penampilan. Padahal, lemak ini sangat berkaitan dengan kesehatan metabolisme, keseimbangan hormon, hingga kualitas tidur, yang bisa meningkatkan risiko penyakit serius.

    Dokter metabolik sekaligus fisioterapi olahraga, Dr Sudhanshu Rai, menilai banyak orang keliru saat ingin menghilangkan lemak perut. Diet ekstrem dan olahraga berlebihan justru kerap berujung gagal.

    Menurutnya, kunci utama terletak pada pengaturan ulang ritme alami tubuh melalui kebiasaan sederhana yang konsisten.

    Dalam panduannya, Dr Rai membagikan rutinitas tujuh hari yang diklaim dapat membantu mengurangi lemak perut secara alami, tanpa perlu menghitung kalori atau diet ketat.

    1. Setop Konsumsi Minuman Manis dan Ngemil Malam

    Dikutip dari Times of India, mengurangi konsumsi teh atau kopi yang manis, camilan, serta kebiasaan makan larut malam menjadi langkah awal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan asupan gula bebas tidak lebih dari 10 persen dari total kalori harian.

    Selain itu, makan larut malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Studi menunjukkan kebiasaan ini dapat meningkatkan rasa lapar, menurunkan hormon kenyang (leptin), dan mendorong tubuh menyimpan lebih banyak lemak.

    2. Sarapan Tinggi Protein Sebelum Pukul 10

    Protein membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga massa otot. Penelitian menunjukkan sarapan tinggi protein dapat menekan rasa lapar sepanjang hari dan mengurangi kebiasaan ngemil di malam hari.

    Asupan protein sekitar 25-35 gram bisa diperoleh dari telur, yogurt, atau kacang-kacangan.

    3. Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari

    Jalan kaki dinilai sebagai olahraga sederhana, tetapi efektif. Berbagai penelitian menunjukkan, aktivitas ini dapat membantu menurunkan berat badan dan indeks massa tubuh, terutama jika dilakukan secara rutin.

    Jalan cepat 30 menit sehari atau dibagikan dalam beberapa sesi singkat sudah cukup memberi manfaat.

    4. Konsumsi Lemon

    Lemon mengandung flavonoid yang dikaitkan dengan kesehatan jantung dan pengendalian nafsu makan. Konsumsi rutin buah ini dinilai mendukung metabolisme yang lebih sehat.

    5. Tidur Lebih Awal, Idealnya Sebelum 22.30

    Kurang tidur dapat mengacaukan hormon lapar dan meningkatkan asupan kalori keesokan harinya. Studi menunjukkan memperpanjang durasi tidur saja sudah bisa menciptakan defisit kalori alami.

    Tidur 7-9 jam per malam dan menghindari begadang menjadi kunci penting.

    6. Hindari Ngemil Setelah Makan Malam

    Dr Rai menyarankan makan malam diselesaikan 2-3 jam sebelum tidur. Penelitian menunjukkan makan di malam hari membuat tubuh membakar lebih sedikit energi, dan menyimpan lebih banyak lemak, meski jumlah kalorinya sama.

    “Yang dibutuhkan tubuh bukan perut six pack, tapi ritme yang sehat,” tutur Dr Rai.

    Ia menekankan pentingnya tidur teratur, pola makan seimbang, aktivitas fisik harian, dan manajemen stres. Menurutnya, penurunan lemak perut yang berkelanjutan bukan soal cara instan, melainkan tentang menyelaraskan gaya hidup dengan jam biologis tubuh agar metabolisme bekerja secara alami dan optimal.

    Halaman 2 dari 3

    (sao/kna)

  • Aksi Polisi Santa Turun dari Atap Rumah Sakit Hibur Pasien Anak

    Aksi Polisi Santa Turun dari Atap Rumah Sakit Hibur Pasien Anak

    Foto Health

    Najmi Dhiaulhaq – detikHealth

    Kamis, 25 Des 2025 06:00 WIB

    Roma – Polisi Italia menghadirkan kejutan bagi pasien anak di Roma. Anggota unit elit menyamar sebagai Sinterklas dan turun dengan tali ke bangsal rumah sakit.

  • Selamat Natal-Tahun Baru, Terus Perkuat Gotong Royong dan Solidaritas

    Selamat Natal-Tahun Baru, Terus Perkuat Gotong Royong dan Solidaritas

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2026 untuk seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia. Prabowo mengatakan Natal merupakan momenum kasih dan kepedulian terhadap sesama.

    “Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, Natal adalah momentum kasih, harapan, dan kepedulian terhadap sesama,” kata Prabowo dikutip di akun Instagram resmi Presiden Republik Indonesia dikutip, Kamis (25/12/2025).

    Prabowo mengatakan bangsa Indonesia tengah diuji bencana alam di Sumatera. Di mana, kata Prabowo, bencana itu membawa duka dan juga tantangan bagi warga di sana.

    “Pada saat yang bersamaan, bangsa kita juga tengah diuji oleh bencana alam yang membawa duka dan tantangan bagi saudara-saudari kita di Sumatera,” ujarnya.

    Prabowo lalu mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus memperkuat gotong royong dan solidaritas. Dia juga mengajak rakyat untuk menjadikan masa ini sebagai pengharapan dan langkah untuk bangkit bersama.

    “Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas, saling menolong, serta mengerahkan kemampuan terbaik kita sebagai bangsa yang tangguh karena persatuan,” ujarnya.

    Prabowo berharap Natal kali ini membawa damai, kesehatan dan kekuatan. Tak hanya itu, dia juga berharap Natal membawa semangat kebersamaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

    “Semoga damai Natal menyertai kita semua, dan semoga tahun yang baru membawa kesehatan, kekuatan, serta semangat kebersamaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

    (whn/whn)