Author: Detik.com

  • Berkat Natal Perdana, Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Gaza dan Dunia

    Berkat Natal Perdana, Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Gaza dan Dunia

    Jakarta

    Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian ketika menyampaikan berkat Natal pertamanya di Basilika Santo Petrus. Dia juga berharap akan ada perdamaian di Gaza.

    Paus Leo XIV juga berbicara di depan Basilika Santo Petrus menyampaikan ucapan selamat Natal dan berterima kasih kepada mereka yang telah datang untuk mengikuti misa melalui layar meskipun cuaca hujan. Paus Leo menyapa seluruh jemaat.

    “Santo Petrus sangat besar, tetapi sayangnya tidak cukup besar untuk menampung kalian semua,” katanya Paus Leo XIV dilansir AFP, Kamis (25/12/2025).

    Paus Leo juga akan mengadakan misa lain pada Hari Natal, memperbarui tradisi dari masa mendiang Paus Yohanes Paulus II (1978-2005).

    Seperti diketahui, komunitas Kristen Betlehem merayakan Natal meriah pertama mereka dalam lebih dari dua tahun ketika kota Tepi Barat yang diduduki itu keluar dari bayang-bayang perang di Gaza.

    “Saya memperbarui permintaan saya kepada semua orang yang berkehendak baik untuk menghormati hari perdamaian, setidaknya pada hari raya kelahiran Juru Selamat kita,” kata Leo kepada wartawan di kediamannya di Castel Gandolfo dekat Roma seperti dilansir AFP, Rabu (24/12).

    “Di antara hal-hal yang menyebabkan saya sangat sedih adalah kenyataan bahwa Rusia tampaknya telah menolak permintaan untuk gencatan senjata,” kata Paus.

    (zap/idh)

  • Ambisi Panjang Umur, Miliarder Ini Klaim ‘Ramuan’ Hidup Abadi Segera Ditemukan!

    Ambisi Panjang Umur, Miliarder Ini Klaim ‘Ramuan’ Hidup Abadi Segera Ditemukan!

    Jakarta

    Seorang miliarder di Amerika Serikat bernama Bryan Johnson memiliki ambisi untuk bisa hidup panjang umur. Johnson dikenal akan kontroversinya hingga sudah menghabiskan sekitar 2 juta dollar per tahun untuk melakukan penelitian dan perawatan demi awet muda.

    Salah satu aksi nyeleneh yang dilakukannya adalah melakukan transfusi darah dari putranya yang masih remaja sebagai donor. Pria berusia 48 tahun itu mengklaim, secara biologis usianya saat ini 10 tahun lebih muda dari usia aslinya.

    Belum lama ini, Johnson menyebut dalam waktu 15 tahun, ‘formula hidup selamanya’ akan ditemukan. Meski belum mengetahui pasti bagaimana caranya, ia menyebut kecerdasan buatan atau AI adalah faktor kunci.

    “Saat ini kita belum tahu bagaimana keabadian tahun 2039 akan dicapai, tetapi kita tahu keabadian itu mungkin, karena alam sudah menyelesaikannya. Ini bukan masalah fisika seperti mencoba bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya, melainkan masalah rekayasa biologis yang telah dipecahkan evolusi berkali-kali,” ucap Johnson dikutip dari Daily Mail, Kamis (25/12/2025).

    Menurut Johnson tahun 2039 adalah waktu yang realistis. Menurutnya, laju inovasi dipercepat oleh AI sehingga nantinya sistem ini juga bisa menjadi ilmuwan.

    Untuk mendukung teorinya, Johnson menyebut beberapa hewan yang secara efektif tidak menua, seperti ubur-ubur Turritopsis dohrnii yang mampu mengembalikan sel-sel ke kondisi muda.

    Menurut data terbaru CDC (Centers for Disease Control and Prevention), harapan hidup rata-rata warga Amerika adalah 76 tahun, dengan perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan rata-rata hidup hingga 80 tahun, sementara laki-laki hanya sampai sekitar 75 tahun.

    Meski belum ada manusia yang pernah hidup selamanya, beberapa peneliti percaya bahwa usia manusia bisa diperpanjang dalam beberapa dekade ke depan. Peneliti biologi penuaan dari University of Alabama at Birmingham, Stephen Austad belum lama ini mengatakan ia percaya manusia pertama yang akan mencapai usia 150 tahun kemungkinan sudah lahir.

    “Saya pikir (keabadian) adalah tujuan paling keren yang bisa dibayangkan. Sulit dipercaya bahwa dari semua orang yang pernah hidup, justru kita yang mendapat kesempatan berada di momen ini,” tandasnya Johnson.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/up)

  • LCGC ‘Kesetanan’ Lawan Arah di Jogja, Pemotor Dihajar Tanpa Ampun!

    LCGC ‘Kesetanan’ Lawan Arah di Jogja, Pemotor Dihajar Tanpa Ampun!

    Jakarta

    Media sosial dihebohkan video yang menunjukkan Daihatsu Ayla lawan arah di Jalan Mayjen Sutoyo, Yogyakarta. Imbasnya, mobil LCGC itu menghantam deretan pemotor yang melaju di jalur seharusnya.

    Dilansir dari akun Instagram @jogjalife, Daihatsu Ayla berkelir merah itu melaju sangat kencang di jalur yang tak semestinya. Bahkan, lebih buruknya lagi, pengemudi telat melakukan pengereman.

    “Sebuah mobil Ayla berwarna merah terlibat kecelakaan dengan beberapa sepeda motor di Jalan Mayjen Sutoyo, Yogyakarta, tepat di depan ayam goreng Tojoyo,” demikian tulis akun tersebut, dikutip Kamis (25/12).

    Hantaman yang ditimbulkan Ayla lawan arah itu bukannya lemah atau sepele, melainkan keras dan telak. Bahkan, pemotor yang terdampak sampai terpental cukup tinggi hingga helmnya lepas dari kepala.

    Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi membenarkan kejadian viral tersebut. Menurutnya, Ayla merah itu dikemudikan pemuda asal Sedayu, Bantul, berinisial APP (27) dan penumpang wanita berinisial DF (25) yang tinggal di Pandak Bantul.

    “Semula mobil Daihatsu Ayla yang dikemudikan oleh APP dengan penumpang DF melaju di Jalan Mayjend Sutoyo dari arah timur ke barat, sesampainya di depan Bank Muamalat berjalan keluar dari marka,” kata Gandung saat dihubungi, Rabu (24/12/2025) malam.

    “Bersamaan dengan itu melaju kendaraan sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai NI, lalu membentur sepeda motor Honda Scoopy yang di kendarai DPK berboncengan dengan DAN yang melaju dari arah barat ke timur sehingga terjadi benturan,” sambungnya.

    Akibat kejadian ini, pengendara sepeda motor Yamaha Mio berinisial NI (35) terluka. Dalam video yang beredar, NI tampak terpental usai dihantam Ayla.

    “NI mengalami luka gigi patah 5, mulut bagian dalam sobek, punggung bagian kanan nyeri, dan berobat di RS Bethesda Kota Jogja,” papar Gandung.

    Sementara korban lainnya, yakni pengendara Honda Scoopy berinisial DPK (22) mengalami patah tulang pergelangan tangan kiri dan lecet-lecet. Pembonceng Scoopy berinisial DAN (24) mengalami sejumlah luka di tangan dan kaki. Keduanya juga dirawat di RS Bethesda Kota Jogja.

    (sfn/din)

  • MBG di Libur Sekolah Tak Disetop, Kepala BGN Buka Suara

    MBG di Libur Sekolah Tak Disetop, Kepala BGN Buka Suara

    Jakarta

    Ramai sejumlah pihak menilai makan bergizi gratis (MBG) sebaiknya dihentikan saat libur sekolah karena dianggap tidak efektif, sulit diawasi, hingga dicurigai sekadar upaya menghabiskan anggaran akhir tahun.

    Perdebatan tersebut menguat setelah distribusi menu MBG di libur sekolah ‘dirapel’ dan dibagikan dalam bentuk makanan kering. Sebagian masyarakat mempertanyakan urgensinya, terutama untuk anak sekolah yang tidak hadir di kelas dan dinilai bisa mendapatkan asupan makanan dari rumah.

    Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak akan menghentikan program MBG selama libur sekolah. Kepala BGN Prof Dadan Hindayana menekankan program ini tidak semata-mata bergantung pada kalender pendidikan, melainkan pada kebutuhan gizi kelompok rentan yang harus dijaga secara berkelanjutan.

    “Intervensi pemenuhan gizi adalah bagian yang sangat penting, sehingga kontinuitasnya perlu dijaga,” kata Prof Dadan saat dihubungi detikcom, Kamis (25/12/2025).

    Ia menjelaskan, sasaran utama MBG tidak hanya anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Kelompok ini merupakan prioritas nasional dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    “Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita adalah bagian yang krusial dari program MBG,” ujarnya.

    Prof Dadan mengklaim pemenuhan gizi pada kelompok tersebut berkaitan langsung dengan periode 1.000 hari pertama kehidupan, fase emas yang menentukan tumbuh kembang anak.

    “1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek. Kita harus menjaga golden time itu. Dan mereka juga tidak ada hubungannya dengan waktu sekolah,” tegasnya.

    Adapun untuk sasaran anak sekolah, Prof Dadan menyebut pelaksanaan MBG selama libur bersifat fleksibel dan tidak dipaksakan. Ia memastikan tidak ada kewajiban bagi seluruh anak sekolah untuk tetap menerima MBG jika secara teknis tidak memungkinkan.

    “Untuk anak sekolah sifatnya opsional. Bagi yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis, atau ada yang pergi berlibur, tidak masalah,” jelasnya.

    Namun, BGN memastikan layanan tetap diberikan bagi anak sekolah yang membutuhkan dan dapat dijangkau oleh sistem distribusi MBG.

    “Tapi bagi yang membutuhkan, kita tetap layani,” kata Prof Dadan.

    BGN menilai, polemik penghentian MBG saat libur sekolah perlu dilihat secara lebih utuh. Menurut Prof Dadan, penghentian total justru berisiko memutus intervensi gizi bagi kelompok rentan yang tidak bisa menunggu.

    “Kalau intervensi gizi terputus, dampaknya tidak bisa langsung terlihat, tapi efek jangka panjangnya besar,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • 8 Arahan Seskab untuk Akselerasi Pasca Bencana

    8 Arahan Seskab untuk Akselerasi Pasca Bencana

    Jakarta

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan arahan kepada sejumlah menteri terkait akselerasi pemulihan pascabencana di 3 provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut), dan Aceh. Apa saja arahannya?

    Dari informasi yang diperoleh detikcom, Kamis (25/12/2026) berikut poin-poin arahan Sekab:

    1. Menkes agar memastikan rumah sakit (RS) di setiap kabupaten sudah harus operasi per 29 Desember;

    2. Mendikdasnen agar memastikan SD, SMA dan SMA di daerah terdampak segera operasional kegiatan anak-anak;

    3. Menteri Agama agar memastikan masjid besar sudah mulai kegiatan ibadah. Al-Qur’an, sajadah, dan air disiapkan;

    5. BP BUMN agar memastikan lahan BUMN untuk minimal 500 hunian sementara (huntara);

    6. Menpera agar memastikan membangun hunian tetap (huntap) di 3 provinsi sebelum 31 Desember;

    7. Mendagri agar menghidupkan aktivitas pemda dan perangkat terutama untuk persiapan Dukcapil dan Tanah. Pemda diharapkan mempersiapkan lahan untuk Huntara dan Huntap;

    8. Menkomdigi bersama BUMN agar memastikan BTS berfungsi dengan baik sebelum 31 Desember

    (jbr/dhn)

  • Awal Mula Dokter Temukan Besi Nancap di Dalam Kaki Pasien Setelah 40 Tahun

    Awal Mula Dokter Temukan Besi Nancap di Dalam Kaki Pasien Setelah 40 Tahun

    Jakarta

    Dokter di Portugal menemukan batang besi di dalam kaki seorang pasien nenek berusia 71 tahun. Besi itu baru ketahuan setelah 40 tahun bersarang di dalamnya, kok bisa sih?

    Awalnya, pasien ini datang ke fasilitas kesehatan Local Health Unit of Alto Minho, kota Viana do Castelo karena mengalami nyeri akut pada area kakinya yang muncul beberapa hari terakhir. Ketika ditanya oleh dokter, pasien mengaku tidak memiliki riwayat trauma, aktivitas berlebihan, maupun aktivitas fisik berat baru.

    “Tidak ditemukan tanda kemerahan, cairan keluar, maupun gejala sistemik,” tulis dokter dikutip dari Cureus Journal, Kamis (25/12/2025).

    Ketika dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), dokter menemukannya ada tanda benda asing di kaki nenek tersebut. Bentuknya memanjang dengan ukuran 6,5 cm.

    Pemeriksaan lanjutan melalui radiografi menunjukkan benda asing tersebut berada di pangkal tulang metatarsal kedua, tulang panjang di kaki yang menghubungkan pergelangan dengan jari kaki kedua. Karena densitasnya tinggi dan terlihat jelas dalam pemeriksaan, dokter memastikan objek tersebut berupa logam.

    Setelah anamnesis lanjutan dilakukan, pasien akhirnya ingat pernah mengalami luka tembus akibat batang besi payung lebih dari 40 tahun yang lalu. Meski sempat berobat tradisional, ia tidak menyadari adanya sisa besi yang tertinggal di dalam kakinya.

    Penampakan benda asing besi di kaki pasien. Foto: Cureus Journal

    “Saat itu, benda tersebut diangkat oleh seorang pengobat tradisional, tapi pasien tidak menjalani pemeriksaan medis maupun pencitraan diagnostik, sehingga tidak menyadari adanya sisa benda asing yang tertinggal,” sambung dokter.

    Operasi pengangkatan pun akhirnya dilakukan. Benda dikeluarkan melalui sayatan kecil di kaki dengan anestesi kombinasi.

    Ketika mencoba dikeluarkan, logam tersebut sudah mengalami korosi berat. Batang logam tersebut akhirnya terbelah menjadi dua dan satu bagian sepanjang 3 cm masih tertinggal di kaki pasien.

    Ketika dicoba prosedur kedua, sisa besi tidak dapat dikeluarkan karena posisinya yang sangat berisiko. Jika dipaksa untuk diangkat, ditakutkan justru berbahaya untuk pasien.

    “Perjalanan pasca-operasi berlangsung tanpa komplikasi, dengan penyembuhan luka yang baik dan resolusi gejala secara lengkap. Pasien pulih sepenuhnya dan mampu berjalan hingga 10 kilometer tanpa keluhan selama dua tahun masa tindak lanjut,” tandas dokter.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/up)

  • Keuskupan Agung Jakarta Akan Fokus Dengungkan Pertaubatan Ekologis di 2026

    Keuskupan Agung Jakarta Akan Fokus Dengungkan Pertaubatan Ekologis di 2026

    Jakarta

    Keuskupan Agung Jakarta memberi perhatian khusus terhadap kerusakan alam yang menimbulkan bencana di sejumlah wilayah tanah air. Fenomena ini pun menjadi fokus yang akan didengungkan Keuskupan Agung Jakarta di tahun 2026.

    “Nah sekarang ini, yang sedang digalakkan, tahun depan, tahun 2026, Keuskupan Agung Jakarta memberi perhatian pada yang namanya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan hidup. Maka ada yang namanya pertobatan ekologis, itu yang akan terus didengungkan,” kata Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo kepada wartawan di gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).

    Suharyo menjelaskan, konsep pertaubatan ekologis pun memiliki cara-cara beragam. Dia memberi contoh sederhana, yakni mengenai sisa sampah makanan.

    “Pertobatan ekologis itu isinya macam-macam yang pernah dilakukan, susahnya atau sayangnya itu sekarang dilupakan. Salah satu bentuk pertobatan ekologis, misalnya salah satu contoh kecil, atau, kalau saya biasanya makan kalau tidak enak dibuang, sampah makanan itu di Indonesia kan besar sekali,” jelas Suharyo.

    Kemudian contoh lainnya tentang belanja tidak menggunakan kantong plastik melainkan kantong lainnya yang lebih ramah lingkungan. Dia menyebut, dua hal itu sebagai hal kecil yang menjadi bagian untuk didengungkan oleh Keuskupan Agung Jakarta terkait taubat ekologis.

    “Macam-macam hal kecil seperti itu, salah satu bentuk pertaubatan. Pertaubatannya banyak sekali, bentuknya bisa macam-macam, menyangkut seluruh wilayah kehidupan manusia,” pungkasnya.

    (kuf/zap)

  • Berhenti Sementara, PO Cahaya Trans Bakal Refund Tiket Penumpang

    Berhenti Sementara, PO Cahaya Trans Bakal Refund Tiket Penumpang

    Jakarta

    PO Cahaya Trans mengumumkan pemberhentian operasional untuk sementara waktu menyusul tragedi kecelakaan maut di Tol Semarang. Sebagai gantinya, PO Cahaya Trans akan mengganti tiket (refund) kepada penumpang yang sudah terlanjur melakukan pembelian.

    Dalam pengumumannya di Instagram @buscahayatrans, PO Cahaya Trans menginformasikan jika seluruh operasional dan keberangkatan bus Cahaya Trans Antar Kota Antar Provinsi (reguler) akan dihentikan sementara mulai tanggal 26 Desember 2025 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

    “Keputusan sulit ini kami ambil karena saat ini manajemen berfokus penuh pada penanganan dan penyelesaian musibah kecelakaan, yang menimpa armada kami di Semarang. Kami berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh bagi seluruh pihak yang terdampak, serta memastikan proses penyelesaian berjalan dengan sebaik-baiknya,” tulis PO Cahaya Trans dikutip detikOto, Rabu (24/12/2025).

    Diberitakan sebelumnya, bus PO Cahaya Trans berpenumpang 34 orang mengalami kecelakaan di simpang susun exit Tol Krapyak, Semarang. Akibat kecelakaan itu, 16 orang dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi dini hari, tanggal 22 Desember 2025. Bus tersebut memiliki trayek Jatiasih-Yogyakarta dengan nomor polisi B 7201 IV.

    Bus kecelakaan setelah melaju dengan kecepatan tinggi di tol dan menabrak pembatas jalan di tikungan jalur penghubung RAM 3, exit Tol Krapyak. Ketika itu bus dikemudikan oleh sopir cadangan.

    Untuk penumpang yang telah memiliki tiket untuk keberangkatan di atas tanggal 26 Desember 2025 jangan khawatir, sebab PO Cahaya Trans menerima proses pengembalian dana (refund) dengan menghubungi nomor layanan berikut:

    1. WhatsApp Center: 081264678111

    2. Pengurus Wilayah Barat: 085778778428

    3. Pengurus Wilayah Timur: 085328133659

    “Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan gangguan rencana perjalanan Bapak/Ibu sekalian. Terima kasih atas pengertian, dukungan, dan kesetiaan yang telah diberikan kepada kami selama ini. Besar harapan kami agar situasi ini segera terselesaikan sehingga kami dapat kembali bangkit dan melayani seluruh penumpang setia Cahaya Trans di masa mendatang dengan lebih baik lagi,” tulis PO Cahaya Trans di Instagram resminya.

    Pernyataan Kementerian Perhubungan

    Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan hasil ramp check PO Cahaya Trans tersebut mengindikasikan bahwa bus tersebut tidak layak jalan. Berdasarkan pengecekan pada aplikasi MitraDarat, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai angkutan pariwisata maupun Antar Kota Antar Provinsi.

    “Adapun untuk data BLU-e, ditemukan data kendaraan tersebut terakhir melakukan uji berkala pada 3 Juli 2025. Sedangkan hasil ramp check kendaraan yang dilakukan pada tanggal 9 Desember 2025 dinyatakan tidak laik jalan dan dilarang operasional,” kata Aan dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari Antara.

    Kata Aan, bus itu melaju kencang dan diduga hilang kendali, sehingga menabrak pembatas jalan dan akhirnya terguling. Hal itu diduga karena kurangnya konsentrasi dari si pengemudi dan tidak paham medan jalan saat menuruni simpang susun krapyak. Akibatnya, lanjut Aan, bus mengalami kerusakan cukup parah pada bagian belakang dan samping akibat benturan keras dengan pembatas jalan.

    Untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut, tambah Aan, saat ini pihaknya telah menerjunkan petugas ke lapangan dan aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Jasa Marga, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

    (lua/din)

  • Tips Dokter Saraf Buat Pemudik Nataru Biar Nggak Pegal-pegal

    Tips Dokter Saraf Buat Pemudik Nataru Biar Nggak Pegal-pegal

    Jakarta

    Perjalanan mudik dan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) seringkali mengharuskan pemudik duduk berjam-jam naik kendaraan. Kondisi ini kerap memicu keluhan pegal, kaku, hingga nyeri di area leher dan pinggang jika tubuh tidak diberi waktu untuk beristirahat.

    Spesialis bedah saraf Dimas Rahman Setiawan, SpBS, mengingatkan pentingnya melakukan relaksasi secara berkala selama perjalanan jauh. Salah satu cara paling sederhana adalah memberi jeda pada tubuh untuk bergerak dan meregangkan otot.

    “Kalau cara mencegahnya itu biasanya yang kami sampaikan ke pasien setiap 30 menit,” ucap dr Dimas ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (11/12/2025).

    Namun, jika kondisi perjalanan tidak memungkinkan untuk berhenti sesering itu, misalnya saat melintas di jalan tol, waktu istirahat dapat disesuaikan menjadi sekitar satu jam sekali di rest area.

    Selain memberi jeda untuk bergerak, pemudik juga disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh. Minum air secara teratur membantu mencegah dehidrasi, yang dapat memperparah rasa pegal dan kaku selama duduk lama.

    “Minum yang cukup, sehingga kondisi dehidrasi itu bisa kita hindari,” lanjutnya.

    Tak kalah penting, posisi duduk selama berkendara juga perlu diperhatikan. Posisi pinggang sebaiknya disesuaikan dengan kurva alami tulang belakang, dan leher tidak dibiarkan menunduk atau membungkuk dalam waktu lama.

    Di sisi lain, dr Dimas juga membeberkan risiko masalah kesehatan yang bisa terjadi apabila duduk terlalu lama saat di kendaraan, salah satunya risiko saraf kejepit. Hal ini terjadi akibat duduk terlalu membungkuk atau terlalu menunduk dalam waktu lama dapat memberi tekanan berlebih pada struktur tulang dan saraf.

    “Kelamaan duduk, baik pinggang maupun leher, itu risiko saraf kejepit. Karena pada saat duduk kalau kita nggak sadar, kadang-kadang posisi kita sebenarnya sedang membungkuk. Nah kalau posisi kita membungkuk itu, mau nggak mau si bantahan tulang kedorong ke belakang,” tuturnya.

    “Akhirnya menekan ke saraf. Jadi risikonya adalah memang terjadi sarang kejepit, nyeri pinggang, nyeri leher. Itu sangat mungkin terjadi,” lanjutnya lagi.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Menkes Imbau Sopir Bus Cek Kesehatan Jelang Libur Nataru 2025”
    [Gambas:Video 20detik]
    (rfd/up)

  • Tips Dokter Saraf Buat Pemudik Nataru Biar Nggak Pegal-pegal

    Tips Dokter Saraf Buat Pemudik Nataru Biar Nggak Pegal-pegal

    Jakarta

    Perjalanan mudik dan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) seringkali mengharuskan pemudik duduk berjam-jam naik kendaraan. Kondisi ini kerap memicu keluhan pegal, kaku, hingga nyeri di area leher dan pinggang jika tubuh tidak diberi waktu untuk beristirahat.

    Spesialis bedah saraf Dimas Rahman Setiawan, SpBS, mengingatkan pentingnya melakukan relaksasi secara berkala selama perjalanan jauh. Salah satu cara paling sederhana adalah memberi jeda pada tubuh untuk bergerak dan meregangkan otot.

    “Kalau cara mencegahnya itu biasanya yang kami sampaikan ke pasien setiap 30 menit,” ucap dr Dimas ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (11/12/2025).

    Namun, jika kondisi perjalanan tidak memungkinkan untuk berhenti sesering itu, misalnya saat melintas di jalan tol, waktu istirahat dapat disesuaikan menjadi sekitar satu jam sekali di rest area.

    Selain memberi jeda untuk bergerak, pemudik juga disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh. Minum air secara teratur membantu mencegah dehidrasi, yang dapat memperparah rasa pegal dan kaku selama duduk lama.

    “Minum yang cukup, sehingga kondisi dehidrasi itu bisa kita hindari,” lanjutnya.

    Tak kalah penting, posisi duduk selama berkendara juga perlu diperhatikan. Posisi pinggang sebaiknya disesuaikan dengan kurva alami tulang belakang, dan leher tidak dibiarkan menunduk atau membungkuk dalam waktu lama.

    Di sisi lain, dr Dimas juga membeberkan risiko masalah kesehatan yang bisa terjadi apabila duduk terlalu lama saat di kendaraan, salah satunya risiko saraf kejepit. Hal ini terjadi akibat duduk terlalu membungkuk atau terlalu menunduk dalam waktu lama dapat memberi tekanan berlebih pada struktur tulang dan saraf.

    “Kelamaan duduk, baik pinggang maupun leher, itu risiko saraf kejepit. Karena pada saat duduk kalau kita nggak sadar, kadang-kadang posisi kita sebenarnya sedang membungkuk. Nah kalau posisi kita membungkuk itu, mau nggak mau si bantahan tulang kedorong ke belakang,” tuturnya.

    “Akhirnya menekan ke saraf. Jadi risikonya adalah memang terjadi sarang kejepit, nyeri pinggang, nyeri leher. Itu sangat mungkin terjadi,” lanjutnya lagi.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Menkes Imbau Sopir Bus Cek Kesehatan Jelang Libur Nataru 2025”
    [Gambas:Video 20detik]
    (rfd/up)