Author: Detik.com

  • Begini Rasanya Setim Bareng Valentino Rossi di MotoGP

    Begini Rasanya Setim Bareng Valentino Rossi di MotoGP

    Jakarta

    Pernahkah kalian bertanya-tanya: bagaimana rasanya setim dengan pebalap kenamaan seperti Valentino Rossi? Benarkah penuh tekanan seperti yang dibicarakan banyak orang?

    Maverick Vinales merupakan salah satu pebalap yang pernah setim dengan Valentino Rossi. Keduanya sama-sama membela tim pabrikan Yamaha selama dua musim.

    “Rasanya menyenangkan dan mengejutkan,” demikian respons Vinales saat ditanya perasaan setim dengan Rossi, dikutip dari Crash, Sabtu (27/12).

    “Menyadari bahwa Anda melaju lebih cepat daripada idola Anda itu aneh. Tapi Valentino sangat karismatik. Dia membuat semua orang merasa nyaman,” tambahnya.

    Vinales dan Rossi setim di Yamaha. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

    Menurut Vinales, Rossi punya pengaruh besar di Yamaha. The Doctor, menurutnya, sosok yang sangat dihormati. Sehingga, banyak orang yang mau mendengar kritik dan masukannya.

    “Saya banyak belajar darinya, tetapi itu juga sulit,” ungkapnya.

    Di luar dari itu, Vinales mengaku sangat menikmati kariernya bersama Yamaha. Bahkan, dia menyesal telah meninggalkan pabrikan Iwata untuk berlabuh ke Aprilia di musim 2021.

    “Pada tahun 2018, mereka mengikuti arah yang berlawanan dengan saya; mesin dan sasis,” tuturnya.

    “Di Phillip Island, saya menjalani balapan yang bagus karena cengkeramannya bagus. Tapi sisanya sulit. Saya agak menyesal tidak bertahan di Yamaha pada tahun 2021 dan memilih Aprilia,” tambahnya.

    Vinales kemudian mengenang musim 2017 saat dirinya nyaris menjuarai MotoGP. Ketika itu, dia sudah dekat dengan gelar pertamanya di kejuaraan kelas tertinggi. Hanya saja, kata dia, Yamaha mengabaikan permintaannya tak mengubah motor yang diuji di pramusim.

    “Saya merasa itu adalah kesempatan saya. Dalam uji coba Valencia dengan motor Lorenzo, identik, hanya tanpa sayap, saya mencatatkan waktu yang bagus, bahkan tanpa berusaha mencetak lap tercepat,” kata dia.

    (sfn/lua)

  • Ulah Keterlaluan Tentara Israel Lindas Pria Palestina di Tengah Salat

    Ulah Keterlaluan Tentara Israel Lindas Pria Palestina di Tengah Salat

    Jakarta

    Ulah Israel makin keterlaluan. Tentara Israel melindas pria di Palestina yang tengah salat.

    Dirangkum detikcom, Minggu (28/12/2025). tentara cadangan Israel menabrakkan kendaraannya ke seorang pria Palestina, saat ia sedang salat di Tepi Barat yang diduduki.

    “Rekaman yang diterima menunjukkan seorang individu bersenjata menabrak seorang warga Palestina,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan usai kejadian pada Kamis (25/12) waktu setempat tersebut. Militer Israel menambahkan bahwa individu tersebut adalah seorang tentara cadangan dan kedinasan militernya telah dihentikan.

    Tentara cadangan tersebut dinyatakan telah bertindak “dengan pelanggaran berat terhadap wewenangnya dan senjatanya telah disita”, kata militer Israel, dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (27/12).

    Media Israel melaporkan bahwa ia kini dikenai tahanan rumah.

    Dilaporkan bahwa pria Palestina yang menjadi korban aksi tentara cadangan Israel tersebut telah pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan setelah serangan itu. Dia tidak mengalami luka serius dan sekarang telah berada di rumah.

    Video yang ditayangkan di TV Palestina dan diverifikasi oleh Reuters menunjukkan seorang pria berpakaian sipil dengan senjata api tersampir di bahunya, mengendarai kendaraan off-road dan menabrak seorang pria yang sedang salat di pinggir jalan.

    Tahun ini merupakan salah satu tahun paling penuh kekerasan yang tercatat untuk serangan warga Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menunjukkan lebih dari 750 orang terluka.

    Halaman 2 dari 2

    (whn/dhn)

  • Tips Menyusun Resolusi Diet 2026

    Tips Menyusun Resolusi Diet 2026

    Jakarta

    Salah satu ritual menjelang pergantian tahun adalah mengevaluasi resolusi sehat yang dicanangkan di awal tahun. Selanjutnya, jika masih ada harapan, menyusun resolusi untuk tahun berikutnya.

    Diet menjadi salah satu bagian dari resolusi sehat yang paling populer. Bukan cuma untuk menurunkan berat badan, diet dalam pengertian yang lebih luas juga mencakup pola makan untuk menunjang kesehatan.

    Bahkan ketika berat badan jadi target utama dalam menjalankan diet, kerap kali seseorang terjebak pola makan ekstrem yang tidak sehat. Memang hasilnya lebih cepat, tetapi belum tentu sehat.

    Beberapa Diet yang Populer Tahun 2025

    Flashback sepanjang tahun 2025, ada beberapa nama diet yang muncul dalam berbagai perbincangan. Menariknya, meski istilahnya berbeda, prinsip dasarnya cenderung saling beririsan.

    Diet Mediterania menjadi salah satu yang paling konsisten direkomendasikan. Pola makan ini menekankan konsumsi sayur, buah, biji-bijian, ikan, lemak sehat seperti minyak zaitun, serta pembatasan daging merah dan makanan olahan. Diet ini banyak dipilih karena dinilai aman, fleksibel, dan mendukung kesehatan jantung serta metabolisme.Flexitarian Diet juga semakin populer. Ini adalah pola makan yang dominan konsumsi nabati tanpa harus sepenuhnya meninggalkan protein hewani. Di tahun 2025, pendekatan ini dianggap lebih realistis, terutama bagi mereka yang ingin makan lebih sehat tanpa perubahan ekstrem.Diet tinggi protein versi moderat turut menjadi tren. Fokusnya bukan lagi pada konsumsi dan pemilihan sumber protein alami seperti ikan, telur, tempe, tahu, yogurt, dan kacang-kacangan. Tujuannya lebih ke menjaga rasa kenyang dan kestabilan energi harian.Intermittent Fasting (IF) masih banyak diterapkan, terutama pola 14:10 dan 16:8. Di tahun 2025, IF lebih sering diposisikan sebagai alat pengaturan jam makan, bukan sebagai diet ketat yang harus dijalani setiap hari.Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) juga tetap konsisten menjadi tren diet terutama untuk kesehatan jantung dan tekanan darah. Diet ini menekankan asupan sayur, buah, protein rendah lemak, serta pembatasan garam dan ultra-processed food (UPF).Anti-Inflammatory Diet adalah diet yang semakin sering dibicarakan. Pendekatan diet ini fokus pada makanan yang membantu menekan peradangan kronis, seperti sayur hijau, buah berwarna, ikan berlemak, kacang-kacangan, dan rempah. Diet ini banyak dikaitkan dengan kesehatan jangka panjang, bukan sekadar penurunan berat badan.

    Menyusun Resolusi Diet 2026

    Pengalaman menjalani diet di 2025 membuat banyak orang mulai menyadari bahwa diet yang terlalu kaku justru sulit dipertahankan. Terlebih, di tengah rutinitas kerja dan kehidupan sosial.

    Dari sinilah muncul kecenderungan ke arah diet yang lebih personal. Bukan berarti semua orang harus mengikuti satu metode yang sama, tetapi memahami respon tubuh masing-masing terhadap jenis makanan tertentu.

    Tips Diet untuk 2026

    Agar diet bisa konsisten, berikut ini beberapa hal yang bisa diterapkan.

    1. Fokus Pada Perubahan Kecil yang Konsisten

    Perubahan pola makan yang dilakukan secara bertahap dan konsisten lebih efektif dibandingkan perubahan besar yang dilakukan secara mendadak. Tubuh akan beradaptasi secara perlahan ketika mengubah pola makan sedikit demi sedikit. Sebaliknya, tubuh malah tidak bisa mengimbangi apabila terjadi perubahan pola makan secara drastis yaitu defisit kalori ketika ingin menurunkan berat badan. Tubuh akan terasa lemas dan malah mengirimkan sinyal ke otak untuk segera mengonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya.

    Terapkan langkah sederhana seperti menambah porsi sayur, mengatur jam makan, atau mengurangi konsumsi minuman manis secara perlahan cenderung lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

    2. Tetapkan Target Kebiasaan Makan yang Baik

    Fokus pada kebiasaan makan, seperti menjaga keteraturan waktu makan dan memperhatikan kualitas menu, cenderung membuat pola makan lebih mudah dijalani secara konsisten dibandingkan pendekatan yang semata-mata mengejar penurunan berat badan. Cara ini juga membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan, sehingga perubahan pola makan dapat bertahan dalam jangka panjang.

    3. Pilih pola makan yang fleksibel dan sesuai rutinitas

    Pilih diet atau pola makan yang dapat disesuaikan dengan jam kerja, aktivitas sosial, dan budaya makan sehingga cenderung lebih mudah dijalani dengan konsisten. Fleksibilitas membantu diet terasa lebih manusiawi dan tidak terlepas dari realitas kehidupan sehari-hari.

    4. Berkonsultasi dengan Ahli

    Setiap individu memiliki kebutuhan gizi, kondisi kesehatan, dan respons tubuh yang berbeda terhadap pola makan tertentu. Berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter gizi klinik dapat membantu menyusun strategi makan yang lebih tepat, realistis, dan aman, terutama bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Berat Badan Hanya 22 Kg, Wanita Ini Meninggal Usai Diet Ekstrem”
    [Gambas:Video 20detik]
    (mal/up)

  • Kenapa Sehabis Makan Mi Instan Rasanya Cepat Lapar Lagi? Ternyata Ini Penyebabnya

    Kenapa Sehabis Makan Mi Instan Rasanya Cepat Lapar Lagi? Ternyata Ini Penyebabnya

    Jakarta

    Mi instan memang praktis, tidak butuh waktu lama untuk memasaknya hingga siap disantap. Tapi sayangnya, tidak butuh waktu lama pula untuk merasa lapar lagi setelahnya. Kenapa ya?

    Dokter gizi dari RS Abdi Waluyo, dr Nathania Sutisna, SpGK, mengaitkan hal ini dengan kandungan nutrisi dalam mi instan yang didominasi oleh karbohidrat. Karena kalorinya tinggi, maka dapat memicu lonjakan glukosa di dalam darah.

    “Jadi ketika kita spike nih, karbohidratnya naik ke atas, insulinnya kerja, itu nggak lama gula darahnya akan turun,” jelas dr Nathania dalam perbincangan dengan detikcom.

    “Makanya itu menyebabkan lapar,” lanjutnya.

    Agar lonjakan gula darah tidak langsung diikuti penurunan secara cepat, dr Nathania menyarankan untuk menambahkan nutrisi lain yakni serat dan protein. Dibanding hanya mengonsumsi karbohidrat, kadar gula darah akan lebih terjaga dengan adanya tambahan serat dan protein.

    Rasa lapar yang cepat muncul setelah makan mi instan sekaligus mematahkan anggapan bahwa makanan tersebut dicerna hingga berhari-hari di dalam tubuh. Menurut dr Nathania, anggapan tersebut kurang tepat.

    “Nggak sih, nggak segitunya,” tegasnya.

    @detikhealth_official Belum pup berhari-hari…terus langsung hajar 5 botol sekaligus 😳 Banyak yang kira:”Pokoknya probiotik = auto lancar!” Padahal, tubuh nggak selalu kerja secepat itu — bahkan bisa bikin perut makin nggak nyaman kalau salah cara. Sebelum coba-coba, mending nonton dulu 👀✨ #Gizi #Sembelit #BAB #Probiotik #KesehatanPencernaan ♬ original sound – detikHealth

    (up/up)

  • Kepungan Sampah di Tangsel yang Makin Bikin Warga Kesal

    Kepungan Sampah di Tangsel yang Makin Bikin Warga Kesal

    Tangerang Selatan

    Masalah sampah di Tangerang Selatan (Tangsel) masih belum rampung. Masyarakat makin kesal dengan tumpukan sampah di pinggir jalan yang menimbulkan bau menyengat.

    Pantauan detikcom pukul 09.45 WIB di Jalan Aria Putra, Ciputat, Sabtu (27/12/2025), terlihat tumpukan sampah yang ditutup terpal. Tumpukan sampah tersebut berbau menyengat.

    Sebagian sampah juga terlihat berada di luar terpal. Tumpukan itu memakan sedikit lajur kendaraan.

    Bergeser sedikit, tepatnya di samping Pasar Cimanggis, juga terdapat gunungan sampah. Sampah tersebut menutup sebagian jalan untuk kendaraan.

    Kemacetan terjadi karena kendaraan menghindari tumpukan sampah itu. Pengendara yang melintas pun menutup hidung akibat bau menyengat.

    Di sejumlah titik lain juga masih terlihat tumpukan sampah di pinggir jalan. Sampah-sampah tersebut berjejer dibungkus plastik hingga karung.

    Gunungan Sampah di Tangsel Foto: (Adrial/detikcom)

    Keluhan Warga

    Salah satunya Wawan (51), yang mengatakan sampah tersebut belum kunjung diangkut sejak beberapa minggu lalu. Bau yang timbul, kata dia, lebih parah setelah hujan.

    “Ya lumayan bau. Habis hujan deh, rasain deh, mantap banget baunya, menyengat banget di jalan,” kata Wawan di Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (27/12/2025).

    Selain bau, belatung juga muncul dari tumpukan sampah tersebut. Hingga kini, ia belum mengetahui kapan gunungan sampah itu akan diangkut.

    “Kalau pagi tuh belatung ke bawah. Iya, sampai ke bawah-bawah,” sebutnya.

    Warga lainnya, Rizal (32), menyebut tumpukan sampah tersebut hampir sebulan tidak ditangani. Padahal, sebagai pedagang, ia telah membayar iuran pengelolaan sampah.

    “Jadi ini hampir sebulan belum ada solusinya. Katanya nanti malam mau dibuang. Kan di tengah sudah dibuang ini, yang semalam tuh,” kata Rizal.

    Sementara itu, Wawan yang sudah lama berdagang di lokasi tersebut mengaku sangat terdampak. Menurutnya, bau dan belatung dari tumpukan sampah sangat mengganggu aktivitas.

    “Apalagi kita kebauan, bau busuk, ya kan? Habis itu belatungnya sampai sini. Jangan ditanya, Mas. Apalagi kalau habis hujan, kita mau parkir motor, di situ belatungnya sudah penuh di bawah,” sebutnya.

    Gunungan Sampah di Tangsel Foto: (Adrial/detikcom)

    Status Darurat Sampah

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah. Status tersebut berlaku hingga 5 Januari 2026 dan dapat diperpanjang.

    “Terkait status tanggap darurat pengelolaan sampah, kami telah menetapkannya melalui Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025. Status ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 23 Desember 2025 sampai 5 Januari 2026,” kata Kepala Diskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin dalam keterangannya.

    Status tanggap darurat akan dilanjutkan jika masih dibutuhkan berdasarkan pemantauan lapangan. Ia menyebut Pemkot Tangsel juga telah menyiapkan langkah-langkah perbaikan.

    “Apabila berdasarkan evaluasi lapangan kondisi masih memerlukan penanganan lanjutan, maka status tanggap darurat ini dapat kami perpanjang sesuai kebutuhan,” ujarnya.

    Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga menyediakan kompensasi bagi masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Besarannya Rp 250 ribu per bulan untuk 2.044 keluarga.

    “Terkait kompensasi dampak negatif (KDN) bagi warga di sekitar TPA Cipeucang, kami pastikan Pemkot Tangerang Selatan telah menganggarkan KDN pada tahun 2026 sebesar Rp 250 ribu per bulan untuk setiap kepala keluarga yang terdampak,” tuturnya.

    Sampah Diangkut Bertahap

    Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebut sampah yang masih menggunung di sejumlah titik sedang diangkut secara bertahap. Ia mengimbau warga untuk sementara menghindari membuang sampah di titik penumpukan.

    “Pemkot mengimbau peran serta masyarakat untuk sementara menahan pembuangan di titik pusat pengumpulan umum bila memungkinkan, sambil menunggu pengangkutan selesai,” kata Benyamin saat dihubungi, Sabtu (27/12).

    Benyamin memahami kekhawatiran warga akibat tumpukan sampah tersebut. Ia memastikan proses pengangkutan terus dilakukan secara bertahap.

    Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (ANTARA/Azmi Samsul M) Foto: Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (ANTARA/Azmi Samsul M)

    Pemkot Tangsel juga berkoordinasi dengan daerah sekitar untuk mempercepat proses pengangkutan dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

    “Kami juga terus berkoordinasi dengan daerah lain, seperti Kota Serang, Bogor, dan lainnya dalam rangka pengaturan rute angkut agar prosesnya lebih cepat dan efisien,” kata dia.

    “Kami terus berupaya memperbaiki layanan kebersihan demi kenyamanan bersama,” tambahnya.

    Halaman 2 dari 2

    (aik/aik)

  • Pukat UGM Kecewa KPK Setop Kasus Rp 2,7 T Izin Tambang, Minta Mawas Diri

    Pukat UGM Kecewa KPK Setop Kasus Rp 2,7 T Izin Tambang, Minta Mawas Diri

    Jakarta

    Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) kecewa KPK memutuskan menghentikan kasus dugaan korupsi izin tambang di Konawe Utara. Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman, mengatakan penghentian kasus ini menjadi catatan prestasi buruk bagi KPK.

    “Ini merupakan satu catatan prestasi buruk bagi KPK ketika KPK mengeluarkan SP3 dari zaman KPK didirikan itu KPK selalu selektif menetapkan sebuah perkara sampai di tahap penyidikan,” kata Zaenur kepada wartawan, Minggu (28/12/2025).

    Menurut Zaenur, penghentian kasus ini harus menjadi evaluasi untuk KPK. Dia menyebut KPK harus lebih ketat lagi menetapkan seseorang sebagai tersangka dengan alat bukti yang kuat.

    “Apapun ini cerita ini harus menjadi evaluasi bagi KPK ya agar KPK yang pertama harus jauh lebih ketat ketika menetapkan seseorang sebagai tersangka,” ujarnya.

    Kata Zaenur, KPK juga tidak boleh lagi menangani perkara secara berlarut-larut. Zaenur meminta KPK untuk menyelesaikan perkara tepat waktu.

    KPK Setop Kasus Tambang

    KPK menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus yang disebut merugikan negara Rp 2,7 triliun itu. Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan kasus dugaan korupsi yang diusut itu terjadi pada 2009. Dia mengatakan penyidik tidak menemukan kecukupan bukti meski telah mengumumkan tersangka pada 2017.

    “Bahwa tempus perkaranya adalah 2009 dan setelah dilakukan pendalaman pada tahap penyidikan tidak ditemukan kecukupan bukti,” ujar Budi.

    “Sehingga KPK menerbitkan SP3 untuk memberikan kepastian hukum kepada pihak-pihak terkait. Kami terbuka, jika masyarakat memiliki kebaruan informasi yang terkait dengan perkara ini untuk dapat menyampaikannya kepada KPK,” ujarnya.

    Sebagai informasi, KPK bisa menerbitkan SP3 setelah UU KPK direvisi pada 2019. Aturan penghentian perkara oleh KPK itu tertera dalam pasal 40 UU 19/2019.

    Kasus ini pertama kali diumumkan KPK pada 3 Oktober 2017. Saat itu, KPK mengumumkan penetapan tersangka terhadap mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman.

    “Menetapkan ASW (Aswad Sulaiman) sebagai tersangka,” ucap Wakil Ketua KPK saat itu, Saut Situmorang, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).

    KPK Bilang Negara Rugi Lebih dari Kasus e-KTP

    Kerugian keuangan negara saat itu disebut Saut sampai Rp 2,7 triliun. Saut bahkan menyebut kerugian kasus korupsi yang dilakukan Aswad lebih besar dibanding e-KTP.

    Saut menyebut angka itu berasal dari penjualan produksi nikel yang melalui proses perizinan yang melawan hukum.

    “Indikasi kerugian negara yang sekurang-kurangnya Rp 2,7 triliun yang berasal dari penjualan produksi nikel, yang diduga diperoleh dari proses perizinan yang melawan hukum,” kata Saut.

    (whn/dhn)

  • Peneliti Temukan Metode Jalan Kaki yang Lebih Baik Bagi Jantung

    Peneliti Temukan Metode Jalan Kaki yang Lebih Baik Bagi Jantung

    Jakarta

    Jalan kaki dikenal sebagai olahraga paling sederhana dan mudah dilakukan siapa dan di mana saja. Namun, jika berfokus untuk mendapatkan kesehatan bagi jantung, bagaimana cara jalan kaki terbaik?

    Dikutip dari Metro UK, para peneliti yang melakukan studi kohort besar menyarankan bahwa lebih baik melakukan satu kali jalan kaki panjang (durasi) daripada membagi jalan kaki menjadi beberapa sesi pendek, khususnya jika menyangkut kesehatan jantung dan risiko kematian.

    Para peneliti mempublikasikan studi mereka di Annals of Internal Medicine. Mereka menganalisis data UK Biobank, membandingkan durasi aktivitas dengan angka kematian akibat semua penyebab dan masalah kardiovaskular.

    “Meskipun rekomendasi aktivitas fisik semakin mempertimbangkan jumlah langkah harian, masih belum jelas apakah pola akumulasi langkah-langkah pendek versus langkah panjang yang berkelanjutan memengaruhi hubungan dengan angka kematian dan penyakit kardiovaskular (PJK) di antara populasi yang kurang aktif,” tulis para peneliti.

    Hasil Penelitian

    Secara total, penelitian ini melibatkan 33.560 orang dengan usia rata-rata 62 tahun, yang dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan durasi aktivitas mereka, mulai dari kurang dari 5 menit hingga lebih dari 15 menit.

    Mereka kemudian dibagi lagi, menjadi beberapa kelompok yakni yang jalan kaki kurang dari 5.000 langkah per hari dan mereka yang jalan kaki antara 5.000 hingga 7.999 langkah.

    Selama penelitian berlangsung, terdapat 735 kematian dan 3.119 kejadian kardiovaskular yang keduanya berkorelasi positif dengan aktivitas fisik intensitas rendah, dengan peserta yang melaporkan aktivitas fisik rata-rata kurang dari lima menit menghadapi risiko tertinggi.

    Mereka menemukan risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 4,36 persen dan risiko mengalami kejadian kardiovaskular sebesar 13,03 persen selama periode hampir 10 tahun.

    Para peneliti menemukan bahwa mereka yang berjalan kaki dalam sesi panjang, yakni selama 15 menit atau lebih menunjukkan risiko rendah terkait kematian akibat semua penyebab sebesar 0,8 persen dan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 4,39 persen dalam periode yang sama.

    Sementara, sesi singkat dengan durasi sedang, yaitu 5 hingga 10 menit, dikaitkan dengan risiko kematian sebesar 1,83 persen dan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 11,09 persen.

    Penting untuk dicatat bahwa sesi berjalan kaki yang lebih pendek dari beberapa peserta mungkin terkait dengan masalah kesehatan mendasar yang tidak teridentifikasi dalam penelitian ini, atau bahwa mereka yang berjalan lebih lama cenderung melakukan aktivitas penguatan otot dan latihan lain yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video KuTips: Resep Sehat Bugar ‘GEMBIRA’ ala Kak Seto di Usia 74 Tahun”
    [Gambas:Video 20detik]
    (dpy/up)

  • Peneliti Temukan Metode Jalan Kaki yang Lebih Baik Bagi Jantung

    Peneliti Temukan Metode Jalan Kaki yang Lebih Baik Bagi Jantung

    Jakarta

    Jalan kaki dikenal sebagai olahraga paling sederhana dan mudah dilakukan siapa dan di mana saja. Namun, jika berfokus untuk mendapatkan kesehatan bagi jantung, bagaimana cara jalan kaki terbaik?

    Dikutip dari Metro UK, para peneliti yang melakukan studi kohort besar menyarankan bahwa lebih baik melakukan satu kali jalan kaki panjang (durasi) daripada membagi jalan kaki menjadi beberapa sesi pendek, khususnya jika menyangkut kesehatan jantung dan risiko kematian.

    Para peneliti mempublikasikan studi mereka di Annals of Internal Medicine. Mereka menganalisis data UK Biobank, membandingkan durasi aktivitas dengan angka kematian akibat semua penyebab dan masalah kardiovaskular.

    “Meskipun rekomendasi aktivitas fisik semakin mempertimbangkan jumlah langkah harian, masih belum jelas apakah pola akumulasi langkah-langkah pendek versus langkah panjang yang berkelanjutan memengaruhi hubungan dengan angka kematian dan penyakit kardiovaskular (PJK) di antara populasi yang kurang aktif,” tulis para peneliti.

    Hasil Penelitian

    Secara total, penelitian ini melibatkan 33.560 orang dengan usia rata-rata 62 tahun, yang dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan durasi aktivitas mereka, mulai dari kurang dari 5 menit hingga lebih dari 15 menit.

    Mereka kemudian dibagi lagi, menjadi beberapa kelompok yakni yang jalan kaki kurang dari 5.000 langkah per hari dan mereka yang jalan kaki antara 5.000 hingga 7.999 langkah.

    Selama penelitian berlangsung, terdapat 735 kematian dan 3.119 kejadian kardiovaskular yang keduanya berkorelasi positif dengan aktivitas fisik intensitas rendah, dengan peserta yang melaporkan aktivitas fisik rata-rata kurang dari lima menit menghadapi risiko tertinggi.

    Mereka menemukan risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 4,36 persen dan risiko mengalami kejadian kardiovaskular sebesar 13,03 persen selama periode hampir 10 tahun.

    Para peneliti menemukan bahwa mereka yang berjalan kaki dalam sesi panjang, yakni selama 15 menit atau lebih menunjukkan risiko rendah terkait kematian akibat semua penyebab sebesar 0,8 persen dan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 4,39 persen dalam periode yang sama.

    Sementara, sesi singkat dengan durasi sedang, yaitu 5 hingga 10 menit, dikaitkan dengan risiko kematian sebesar 1,83 persen dan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 11,09 persen.

    Penting untuk dicatat bahwa sesi berjalan kaki yang lebih pendek dari beberapa peserta mungkin terkait dengan masalah kesehatan mendasar yang tidak teridentifikasi dalam penelitian ini, atau bahwa mereka yang berjalan lebih lama cenderung melakukan aktivitas penguatan otot dan latihan lain yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video KuTips: Resep Sehat Bugar ‘GEMBIRA’ ala Kak Seto di Usia 74 Tahun”
    [Gambas:Video 20detik]
    (dpy/up)

  • Bocah 5 Tahun di Bali Ditemukan Tewas Tergantung Ayunan Mainan

    Bocah 5 Tahun di Bali Ditemukan Tewas Tergantung Ayunan Mainan

    Jakarta

    Nasib tragis dialami oleh seorang bocah perempuan berinisial NKRA (5). Ia ditemukan tewas tergantung di sebuah mainan ayunan di BTN Dwipakarya, Lingkungan Pebukit, Karangasem, Bali.

    Kepala Lingkungan (Kaling) Pebukit I Made Purna mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh kakak korban. Saat mengetahui, kakak korban segera meminta bantuan warga sekitar. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

    “Kemungkinan anak tersebut bermain sendirian. Ibunya dikatakan sedang merapikan baju, kakaknya lah yang menemukan pertama kali,” kata Purna, dilansir detikBali, Minggu (28/12/2025).

    Purna menjelaskan mainan ayunan tersebut sudah lama tidak digunakan. Papan ayunan bahkan telah dilepas, sementara talinya masih tergantung.

    “Untuk penyebab pastinya saya kurang tahu. Kejadiannya sudah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk dapat memastikan penyebab korban meninggal,” ujar Purna.

    “Laporannya masih disusun, nanti saya infokan kronologi lengkapnya,” ujarnya.

    (azh/azh)

  • 10,11 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum Selama Libur Nataru

    10,11 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum Selama Libur Nataru

    Jakarta

    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 10.117.847 orang telah melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum selama momen libur Natal dan tahun baru 2026. Jumlah itu terhitung sejak H-7 hingga H+1 Natal.

    “Sepuluh juta orang telah melakukan perjalanan dengan angkutan umum selama Nataru 2025/2026. Namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi kepada wartawan, dikutip Minggu (28/12/2025).

    “Kami terus tekankan kepada para operator untuk meningkatkan pengawasan operasional. Masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi aturan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca,” tambahnya.

    Ernita menyebut jumlah tersebut naik 4,85% dibanding periode Nataru 2024/2025 yakni sebesar 9.649.440 orang.

    Adapun untuk rincian jumlah penumpang angkutan umum secara akumulatif, sejak 18 Desember 2025 (H-7) sampai dengan 26 Desember 2025 (H+1 Natal) yakni kereta api sebanyak 3.526.380 orang, penyeberangan 1.731.248 orang, angkutan laut 880.304 orang, angkutan udara 2.460.518 orang, dan angkutan darat (bus di terminal tipe A dan tipe B) 1.519.397 orang.

    Selain pergerakan angkutan umum, Posko Pusat turut memantau mobilitas kendaraan. Dari gerbang Tol Jakarta, kendaraan keluar pada H-7 sampai dengan H+1 Natal tercatat sebanyak 1.582.977 unit, dan kendaraan masuk sebanyak 1.488.424 unit.

    “Untuk mengantisipasi antrean kendaraan akibat kepadatan lalu lintas di jalan tol, sudah diterbitkan Surat Keputusan Bersama yang mengatur tentang manajemen lalu lintas. Pengaturan ini disesuaikan dengan kondisi jalan berdasarkan pertimbangan atau diskresi Korlantas Polri,” ujarnya.

    Di sisi lain, pada ruas arteri Jabodetabek, jumlah kendaraan keluar pada H-7 hingga H+1 Natal tercatat sebanyak 4.768.603 kendaraan, dan kendaraan masuk sebanyak 4.292.160 kendaraan. Di ruas arteri non Jabodetabek, tercatat lintasan kendaraan, yang mencapai 4.770.273 kendaraan.

    “Bagi masyarakat yang sedang bepergian dan berlibur, kami imbau untuk selalu berhati-hati, perbaharui informasi terutama mengenai cuaca dan kepadatan melalui nomor-nomor darurat yang tersedia maupun media sosial, serta selalu patuhi arahan petugas di lapangan,” katanya.

    (azh/azh)