Author: Detik.com

  • KPK Ungkap Masalah yang Bikin Setop Penyidikan Kasus Tambang Rp 2,7 T

    KPK Ungkap Masalah yang Bikin Setop Penyidikan Kasus Tambang Rp 2,7 T

    Jakarta

    Keputusan KPK dalam menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait izin tambang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), menuai kritik. KPK menegaskan tidak ada tekanan politik di balik penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus itu.

    “Kalau tekanan politik tidak ada, ini murni kendala di teknis proses penanganan perkara. Ketidakcukupan alat bukti karena auditor tidak bisa melakukan penghitungan,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo saat dihubungi, Senin (29/12/2025).

    KPK pertama kali mengumumkan penyidikan kasus ini pada tahun 2017. Bupati Konawe saat itu, Aswad Sulaiman (AS), diumumkan KPK sebagai tersangka. KPK mengatakan kasus tersebut merugikan negara hingga Rp 2,7 triliun.

    Delapan tahun berselang, KPK menyampaikan telah menerbitkan SP3 di kasus izin tambang Konawe sejak Desember 2024. Budi mengatakan penghentian penyidikan diambil karena ada hambatan dalam penghitungan kerugian negara yang dilakukan auditor.

    “Sangkaan awal pasal 2 dan pasal 3 tapi dalam prosesnya auditor tidak bisa melakukan penghitungan KN-nya (kerugian negara),” ujar Budi.

    “Ketidakcukupan alat bukti karena auditor tidak bisa melakukan penghitungan kerugian keuangan negara kemudian pasal suapnya kendala di kadaluarsa penuntutan,” jelas Budi.

    Kasus Konawe Utara

    Pada 2017, KPK menetapkan mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait izin pertambangan. Dia diduga memperkaya diri sendiri dan menyalahgunakan kewenangan sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara.

    Saut menyebutkan dugaan korupsi itu terkait izin eksplorasi, izin usaha pertambangan, dan izin operasi produksi di Konawe Utara. Tindak pidana yang disangkakan pada Aswad diduga berlangsung pada 2007-2009.

    “Indikasi kerugian negara yang sekurang-kurangnya Rp 2,7 triliun yang berasal dari penjualan produksi nikel, yang diduga diperoleh dari proses perizinan yang melawan hukum,” kata Saut saat itu.

    (ygs/gbr)

  • China Gelar Latihan Militer Besar-besaran di Sekitar Taiwan Mulai Hari Ini

    China Gelar Latihan Militer Besar-besaran di Sekitar Taiwan Mulai Hari Ini

    China

    China mengatakan mereka sedang melakukan latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan. Latihan itu dinamai ‘Misi Keadilan 2025’.

    Dalam kegiatan ini akan ada kegiatan penembakan yang akan dilakukan pada Selasa (30/12) di lima zona di perairan dan wilayah udara dekat pulau yang diklaim Beijing. Kegiatan latihan militer besar itu dimulai hari ini.

    “Mulai 29 Desember, Komando Teater Timur PLA mengirimkan pasukan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Roketnya untuk melakukan latihan militer gabungan dengan kode nama ‘Misi Keadilan 2025’,” kata juru bicara pasukan militer China Kolonel Senior Shi Yi dilansir AFP, Senin (29/12/2025).

    Seperti diketahui, hubungan Taiwan dan China akhir-akhir ini memanas. Pada awal Desember lalu, otoritas Taiwan mengklaim bahwa China telah mengerahkan kapal-kapal perangnya dalam “operasi militer” yang membentang ratusan kilometer dari Laut Kuning hingga Laut China Selatan. Taipei menyebut operasi semacam itu oleh Beijing menimbulkan “ancaman” bagi kawasan tersebut.

    China, yang selalu mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayah kedaulatannya, tidak membenarkan maupun membantah manuver tersebut.

    Juru bicara kantor kepresidenan Taiwan, Karen Kuo, seperti dilansir AFP, Jumat (5/12), mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Taiwan dan badan-badan keamanan lainnya memantau aktivitas militer China dan memiliki “pemahaman penuh mengenai situasi tersebut”.

    Operasi militer China tersebut, kata Kuo, tidak terbatas pada Selat Taiwan, tetapi meluas dari Laut Kuning bagian selatan hingga ke Laut China Timur di dekat Kepulauan Diayou yang menjadi sengketa dengan Jepang, dan bahkan sampai ke Laut China Selatan, serta ke perairan Pasifik Barat.

    “Ini memang menimbulkan ancaman dan berdampak bagi Indo-Pasifik dan seluruh kawasan,” ucap Kuo dalam pernyataannya.

    Kuo pun mendesak China untuk “menahan diri”. “Kami juga meyakini dapat menangani masalah ini dengan baik,” imbuhnya.

    Baik Angkatan Bersenjata China maupun media pemerintah setempat belum mengumumkan soal aktivitas militer terbaru di kawasan yang dilaporkan oleh Taiwan.

    Kementerian Luar Negeri Beijing tidak memberikan jawaban langsung ketika ditanya apakah militer mengerahkan sejumlah besar kapal angkatan laut di perairan-perairan tersebut.

    “Saya ingin menekankan bahwa China secara konsisten telah menjalankan kebijakan defensif,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers terbaru.

    “Angkatan Laut dan Penjaga Pantai China beroperasi secara ketat di perairan yang relevan, sesuai dengan hukum domestik China dan hukum internasional,” sebutnya.

    Lebih lanjut, Lin mendesak “pihak-pihak terkait” untuk tidak “bereaksi berlebihan atau … terlibat dalam propaganda yang tidak berdasar”.

    Tonton juga Video: Momen Angkatan Laut China-Rusia Gelar Latihan Militer Gabungan

    (zap/yld)

  • Olahraga demi Gengsi, Apa Salahnya? Sehat Juga Bisa Berawal dari FOMO

    Olahraga demi Gengsi, Apa Salahnya? Sehat Juga Bisa Berawal dari FOMO

    Jakarta

    Fenomena Fear of Missing Out atau FOMO juga terjadi dunia olahraga. Tren ini terlihat jelas pada olahraga yang sedang naik daun seperti padel, lari dan olahraga lainnya. Meski berawal dari ikut-ikutan, dokter menilai fenomena ini memiliki sisi positif yang besar, asalkan dilakukan dengan pemahaman yang tepat.

    Spesialis kebugaran dari EMC Healthcare, dr Anita Suryani, SpKO mengatakan FOMO olahraga sebagai kebiasaan positif dalam memotivasi orang lain untuk ikut hidup sehat.

    “Ini kan olahraga emang kebiasaan baik. Jadi ini positif, orang punya kebanggaan olahraga. Dan itu gak ada salahnya bikin orang lain juga pengen,” kata dr Anita, kepada detikcom pada Rabu (24/12/2025).

    Padel Terlihat Ringan, Tapi Bisa Jadi Berat Tanpa Disadari

    Padel kerap dianggap olahraga santai karena gerakannya terlihat ringan dan menyenangkan. Namun dokter mengingatkan, kesan “enteng” ini bisa menjadi berat.

    “Secara awal memang termasuk olahraga intensitas ringan. Tapi jangan salah, dalam kondisi tertentu bisa berubah jadi sedang bahkan berat,” ujar dr Anita.

    Apalagi jika lawan bermain cukup tangguh dan pertandingan berubah jadi adu gengsi atau “pertarungan harga diri”. Selain itu, intensitas dapat meningkat tanpa disadari.

    Tren Lama Tak Kehabisan Peminat

    Berbeda dengan padel, lari yang juga banyak peminatnya belakangan ini, dinilainya bukan tren baru. Popularitasnya mengalami peningkatan sejak pandemi COVID-19, saat banyak orang mulai sadar pentingnya kesehatan.

    “Waktu COVID, orang jadi suka lari, suka sepeda. Dan itu kebiasaan yang kebawa sampai sekarang,” kata dr Anita.

    Ditambah lagi maraknya olahraga yang fleksibel dilakukan secara sendiri maupun ramai-ramai dalam event yang diikuti publik figur. Tren lari disebutnya lebih long lasting karena hal tersebut.

    Boleh FOMO Asal Jangan Abaikan Kondisi Tubuh

    Pemula juga perlu menyesuaikan intensitas, kondisi fisik, dan tujuan pribadi. FOMO seharusnya menjadi pemicu awal, bukan tekanan.

    “Pada akhirnya, kesehatan dan kebugaran itu harta. Harta yang bikin orang iri, tapi nggak bisa dicuri,” tutupnya.

    @detikhealth_official Basral Graito: “Jangan nyerah kalau ngulik trick” Banyak pemula buru-buru pengen trik keren tapi lupa safety. Tag temen lo yang baru belajar main board! πŸ‘‡ @BasreπŸ†– #SkateSafety #BasralGraito #SkateIndo #TipsSkater #PemulaSkate ♬ Get on the Foot – Hyperstring

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Mengenal Padel, Olahraga yang Kini Lagi Digandrungi Kaum Urban”
    [Gambas:Video 20detik]
    (rfd/up)

  • Penampakan Mobil yang Disuntik Mati 2025

    Penampakan Mobil yang Disuntik Mati 2025

    Penampakan Mobil yang Disuntik Mati 2025

  • Eks Pimpinan Kritik KPK SP3 Kasus Tambang Rp 2,7 T, Minta Dewas Turun Tangan

    Eks Pimpinan Kritik KPK SP3 Kasus Tambang Rp 2,7 T, Minta Dewas Turun Tangan

    Jakarta

    Mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengkritik keputusan KPK yang menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan korupsi terkait izin tambang di Konawe Utara, Sulawesi Tengggara (Sultra). Saut menilai KPK tidak transparan dalam penerbitan SP3 kasus itu.

    “Pemberantasan korupsi kan syaratnya harus transparan, apa yang Anda lakukan publik harus tahu apalagi sudah penyidikannya. Kenapa baru sekarang ini aja sudah jadi pertanyaan,” kata Saut saat dihubungi, Senin (29/12/2025).

    KPK menerbitkan SP3 di kasus yang merugikan negara Rp 2,7 triliun itu pada Desember 2024. Saut mengatakan KPK harus terbuka dalam memberikan penjelasan kepada publik terkait pilihan dalam menghentikan penyidikan suatu perkara.

    “Bagaimana itu diputuskan untuk berhenti kan harus juga dipertanyakan, apakah sudah rapat dulu, bagaimana rapatnya apa yang diputuskan berapa skornya. Oke semua pimpinan memutuskan saat itu, tapi itu pun tidak berhenti di situ,” ujar Saut.

    Saut juga mendorong Dewas KPK untuk proaktif dalam menelaah keputusan SP3 kasus ini. Menurutnya, Dewas KPK bisa mengevaluasi kinerja KPK terkait penghentian perkara korupsi terkait izin tambang Rp 2,7 triliun ini.

    “Jadi artinya saya challenge Dewas untuk melihat supaya nggak jadi omon-omon bener pemberantasan korupsi ini,” sambungnya.

    SP3 Terbit Desember 2024

    “Benar (SP3 sejak 2024),” kata Budi kepada wartawan, Minggu (28/12).

    Budi menilai penerbitan SP3 kasus izin tambang di Konawe Utara sudah tepat karena ada kendala dalam perhitungan kerugian negara dalam kasus ini.

    “Penerbitan SP3 oleh KPK sudah tepat karena tidak terpenuhinya kecukupan alat bukti dalam proses penyidikan yang dilakukan, Pasal 2, Pasal 3-nya (UU Tipikor), yaitu terkendala dalam penghitungan kerugian keuangan negara,” sebutnya.

    Ada juga faktor waktu yang membuat kasus ini dihentikan. Kasus ini jadi kedaluwarsa untuk pasal suap karena waktunya pada 2009.

    “Kemudian, dengan tempus perkara yang sudah 2009, ini juga berkaitan dengan daluwarsa perkaranya, yakni terkait pasal suapnya,” imbuhnya.

    Budi menyatakan SP3 tersebut memberikan kejelasan dan kepastian hukum kepada pihak-pihak terkait. Sebab, proses hukum dinilai dilakukan dengan koridor yang tepat.

    “Artinya, pemberian SP3 ini untuk memberikan kejelasan dan kepastian hukum kepada para pihak terkait karena setiap proses hukum harus sesuai dengan norma-norma hukum,” tutur dia.

    (ygs/gbr)

  • Ini yang Terjadi pada Tekanan Darah Jika Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Tiap Hari

    Ini yang Terjadi pada Tekanan Darah Jika Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Tiap Hari

    Jakarta

    Target 10 ribu langkah mungkin lebih familiar di dunia kesehatan. Tapi, seberapa besar dampaknya pada tekanan darah?

    Menurut para ahli jantung, berjalan kaki secara rutin, bahkan sebelum mencapai 10 ribu langkah, sudah memberi efek nyata pada tekanan darah. Jalan kaki termasuk olahraga aerobik yang memperkuat jantung.

    Jantung yang lebih kuat memompa darah lebih efisien, sehingga tekanan pada pembuluh darah menurun dan tekanan darah lebih stabil. Aktivitas ini juga menyehatkan pembuluh darah.

    Dikutip dari laman Eating Well, jalan kaki merangsang pelepasan oksida nitrat yang membantu pembuluh darah lebih rileks dan elastis, memperlancar aliran darah, serta menurunkan tekanan darah sistolik. Selain itu, jalan cepat efektif menekan hormon stres seperti kortisol yang diketahui berperan dalam kenaikan tekanan darah.

    Manfaat lain juga bisa membantu mengendalikan berat badan. Jalan kaki rutin membantu sensitivitas insulin, mengurangi lemak tubuh dan peradangan, yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan tekanan darah.

    Bahkan penurunan berat badan kecil, sekitar 2-5 kg, sudah bisa berdampak signifikan.

    Lalu, Apakah Harus 10 Ribu Langkah?

    Riset menunjukkan manfaat sudah terlihat sejak 7.000 langkah per hari, dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular hingga sekitar 25 persen. Setiap tambahan 1.000 langkah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Namun, manfaat tambahan cenderung melandai setelah mendekati 10 ribu langkah.

    Kecepatan juga ikut berperan. Jalan cepat terbukti lebih efektif menurunkan tekanan darah dibanding berjalan santai.

    Hal yang tak kalah penting adalah konsistensi. Langkah harian, meski diakumulasikan dari beberapa sesi singkat, lebih berdampak bila dilakukan rutin dalam jangka panjang.

    Kesimpulannya, 10 ribu langkah adalah target yang baik, tapi bukan keharusan. Menambah beberapa ribu langkah dari kebiasaan harian saja sudah membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • Harga Toyota Veloz Hybrid Rp 299 Juta Cuma sampai Tanggal Ini

    Harga Toyota Veloz Hybrid Rp 299 Juta Cuma sampai Tanggal Ini

    Jakarta

    Toyota Veloz Hybrid meluncur di arena GJAW 2025 beberapa waktu lalu. Sebagai mobil hybrid pertama Toyota di segmen low MPV, Veloz Hybrid ditawarkan dengan banderol terjangkau, mulai Rp 299 juta. Tapi harga tersebut merupakan harga promosi. Ada batas waktunya.

    Sebagai informasi, Toyota Veloz Hybrid ditawarkan dengan harga pre-book dan hadir dengan empat varian, yakni V HEV, Q HEV, Q HEV with Modellista, dan Q HEV TSS with Modellista. Berikut estimasi harga dari keempat varian tersebut:

    1. Veloz V HEV: Rp 299 juta

    2. Veloz Q HEV: Rp 320-335 juta

    3. Veloz Q HEV with Modellista: Rp 335-350 juta

    4. Veloz Q HEV TSS with Modellista: Rp 360-390 juta

    Dengan harga mulai di bawah Rp 300 juta, Veloz Hybrid menjadi mobil hybrid termurah di keluarga Toyota. Sebelum ada Veloz, model hybrid termurah Toyota adalah Yaris Cross Hybrid.

    Meluncurnya Veloz Hybrid di Indonesia menjadi jawaban dari Toyota untuk masyarakat yang menginginkan mobil hybrid lebih terjangkau. Sebelum ada Veloz Hybrid, mobil hybrid paling terjangkau Toyota adalah Yaris Cross Hybrid yang dijual mulai Rp 437,2 juta. Itu adalah model Yaris Cross 1.5 S HV CVT TSS.

    “Sebagai mobil hybrid produksi dalam negeri, kehadiran model (Veloz Hybrid) ini mempertegas komitmen Toyota dalam mendemokrasikan teknologi elektrifikasi ke segmen MPV keluarga yang lebih luas. Mobil ini dihargai Rp 299 juta untuk seri V Grade, khusus pemesanan hingga 31 Desember 2025,” tulis Toyota dalam keterangan resminya.

    Toyota Veloz Hybrid menggendong mesin berkode 2NR-VEX berkapasitas 1.500 cc. Mesin tersebut identik dengan mesin yang digunakan Yaris Cross Hybrid. Bicara performa, mesin itu bisa menyemburkan tenaga 91 PS dan 121 Nm. Sedangkan motor listriknya bisa menghasilkan tenaga 80 PS dan torsi 141 Nm.

    (lua/rgr)

  • Kritik ‘Pemilu Palsu’ di Balik Gelombang Absennya Pemilih Muda Myanmar

    Kritik ‘Pemilu Palsu’ di Balik Gelombang Absennya Pemilih Muda Myanmar

    Jakarta

    Myanmar menggelar pemilu pertama usai lima tahun perang saudara. Namun pemilu ini dikritik oleh aktivis hak asasi manusia sebagai ‘pemilu palsu’.

    Dirangkum detikcom, Senin (29/12/2025), sebagian kecil pemilih datang ke tempat pemungutan suara yang sangat dibatasi. Mayoritas pemilih yang hadir disebut merupakan yang berusia tua, sementara pemilih berusia muda memilih absen.

    Pemilu Pertama Usai 5 Tahun Perang Saudara

    Dilansir AFP, Minggu (28/12/2025), junta militer yang berkuasa menggembar-gemborkan proses ini sebagai kembalinya demokrasi lima tahun setelah mereka menggulingkan pemerintahan terpilih terakhir, yang memicu perang saudara.

    Di wilayah yang dikuasai junta, putaran pertama dari tiga putaran dimulai pukul 6:00 pagi (2330 GMT Sabtu) termasuk daerah pemilihan di Kota Yangon, Mandalay, dan ibu kota Naypyidaw, tempat Kepala Militer Min Aung Hlaing memberikan suara.

    “Kami menjamin ini akan menjadi pemilihan yang bebas dan adil,” katanya kepada wartawan.

    “Ini diselenggarakan oleh militer, kami tidak bisa membiarkan nama kami tercoreng,” sambungnya.

    Mantan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi tetap dipenjara di tengah proses pemilu. Sementara partainya yang sangat populer telah dibubarkan dan tidak ikut serta.

    Dikritik Pemilu Palsu

    Para aktivis, diplomat Barat, dan pimpinan lembaga hak asasi manusia PBB telah mengecam pemungutan suara bertahap selama sebulan ini. Mereka beralasan bahwa daftar pemilihnya dipenuhi oleh sekutu militer dan menyoroti adanya penindasan keras terhadap pihak yang mengalami perbedaan pendapat.

    Para aktivis hak asasi manusia internasional juga menganggap pemilu yang digelar militer itu sebagai pemilu palsu.

    Sementara itu, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (Union Solidarity and Development Party) yang pro-militer diperkirakan akan muncul sebagai partai terbesar, yang menurut para kritikus akan menjadi penamaan ulang pemerintahan militer.

    Diketahui, negara yang berpenduduk sekitar 50 juta jiwa ini sedang dilanda perang saudara. Sementara itu, tidak akan ada pemungutan suara di wilayah yang dikuasai pemberontak.

    Anak Muda Disebut Absen di Pemilu Myanmar

    Banyak anak muda yang sebelumnya memberikan suaranya dalam pemilu sebelumnya disebut tampak absen dari pemilu yang diselenggarakan militer hari ini. Akan tetapi, pemilih yang lebih tua disebut mendominasi jumlah pemilih pada pemilu kali ini.

    Dilansir AFP, Minggu (28/12/2025), banyak warga telah meninggalkan negara yang dilanda perang ini sejak militer merebut kekuasaan lima tahun lalu. Mereka yang pergi dari Myanmar termasuk banyak pria usia wajib militer hingga 35 tahun atau anak muda yang mencari penghidupan yang lebih baik di luar ekonomi Myanmar yang lesu.

    Sementara itu bagi anak muda yang masih berada di Myanmar pun tidak terlalu antusias untuk ikut serta dalam pemilu tersebut.

    “Sebagian besar orang yang pergi untuk memilih adalah orang tua,” kata seorang pria berusia 20-an di daerah Mandalay, yang meminta untuk tetap anonim karena alasan keamanan.

    “Saya rasa tidak ada yang ingin terlibat dalam kekacauan ini,” katanya kepada AFP.

    “Orang-orang mungkin tidak percaya pada keadilan pemilu ini,” tambahnya.

    Sementara itu, di sebuah tempat pemungutan suara dekat Pagoda Sule yang berlapis emas di pusat kota Yangon, para pemilih sebagian besar adalah warga lanjut usia, ibu-ibu yang menggendong anak, dan ibu rumah tangga yang membawa keranjang belanja.

    Menurut seorang pejabat pemilihan setempat menyebut, dari sekitar 1.400 orang yang terdaftar di lokasi tersebut, kurang dari 500 orang telah memberikan suara mereka kurang dari dua jam sebelum tempat pemungutan suara ditutup.

    Pada pemilihan terakhir tahun 2020, tingkat partisipasi pemilih sekitar 70 persen.

    Kepala Militer Myanmar Bicara Demokrasi

    Kepala Junta Myanmar, Min Aung Hlaing, menyampaikan pesan kepada warganya tentang partisipasi pemilih dalam pemilu. Dilansir AFP, Minggu (28/12/2025), hal itu disampaikan Min Aung Hlaing saat memberikan suara dalam pemilihan umum usai lima tahun pemerintahan militer dan perang saudara.

    “Rakyat harus memilih,” kata pria berusia 69 tahun itu kepada para wartawan yang berkumpul.

    “Jika mereka tidak memilih, saya harus mengatakan bahwa mereka tidak sepenuhnya memahami apa itu demokrasi sebenarnya,” imbuhnya.

    Para analis mengatakan ia bisa beralih menjadi presiden setelah pemilu, atau tetap sebagai kepala angkatan bersenjata dan menjadi kekuatan di balik takhta yang tampaknya sipil. Kedua cara tersebut secara efektif akan memperpanjang pemerintahan militer.

    Namun, ia menolak berkomentar, ia menggambarkan dirinya sebagai “pelayan publik dan kepala militer’, bukan pemimpin partai politik.

    “Saya tidak bisa begitu saja pergi dan meminta untuk menjadi presiden,” katanya.

    Jenderal bertubuh mungil itu berada di urutan teratas daftar pemilih di tempat pemungutan suara Zeyathiri, yang didirikan di kompleks resminya di ibu kota Naypyidaw yang luas namun jarang penduduk.

    Sejumlah jenderal, perwira, dan pejabat pemerintah tiba di aula berhiaskan emas untuk memberikan suara dalam pemilu.

    Respons PBB

    Sementara itu, PBB mengatakan Myanmar membutuhkan pemilu yang bebas, adil, inklusif, dan kredibel atas dimulainya pemilu usai 5 tahun berlangsungnya perang saudara. PBB menekankan pentingnya berjalannya Pemilu yang mencerminkan kehendak rakyat.

    “Sangat penting bahwa masa depan Myanmar ditentukan melalui proses yang bebas, adil, inklusif, dan kredibel yang mencerminkan kehendak rakyatnya,” kata PBB di Myanmar.

    PBB menambahkan bahwa pihaknya “berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Myanmar dan aspirasi demokrasi mereka”.

    Lihat juga Video: Apakah Revisi UU Pemilu Dapat Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat?

    Halaman 2 dari 3

    (yld/fas)

  • Pernyataan Mengejutkan Presiden Iran

    Pernyataan Mengejutkan Presiden Iran

    Jakarta

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuat pernyataan mengejutkan soal kondisi negaranya yang disebut dalam kondisi perang. Tak tanggung-tanggung, Masoud menyatakan negaranya sedang berada dalam perang total melawan Amerika Serikat (AS), Israel dan Eropa.

    Dilansir AP News, Minggu (8/12/2025), pernyataan itu disampaikan Pezeshkian menjelang pertemuan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan bakal digelar pada Senin (29/12). Pezeshkian menuduh negara-negara tersebut terus berupaya membuat Iran tidak stabil.

    Dalam situs Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Masoud menyebut perang saat ini lebih buruk dibandingkan perang Iran dengan Irak pada 1980-an.

    “Kami berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa, mereka tidak menginginkan negara kami tetap stabil,” kata Pezeshkian.

    Masoud menilai perang yang dilancarkan Barat melawan Iran ‘lebih rumit dan sulit’. Dia membandingkannya dengan perang Iran-Irak pada 1980-an yang menewaskan lebih dari 1 juta orang di kedua pihak.

    Pernyataan tersebut disampaikan dua hari sebelum rencana pertemuan antara Trump dan Netanyahu dalam kunjungan Netanyahu ke AS. Iran diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam pembicaraan tersebut.

    Serangan Israel dan negeri Paman Sam terhadap Iran yang terjadi selama perang udara selama 12 hari pada Juni lalu menewaskan hampir 1.100 warga Iran, termasuk para komandan militer senior dan ilmuwan nuklir. Sebagai balasan, rentetan serangan rudal Iran menewaskan 28 orang di Israel.

    Apakah Iran Akan Dibahas Trump dan Netanyahu?

    Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Donald Trump di Florida pada Senin (29/12). Kunjungan itu salah satunya membahas langkah selanjutnya dari rencana gencatan senjata Gaza yang rapuh.

    Dilansir AFP, Minggu (28/12), pertemuan ini akan menjadi kunjungan kelima Netanyahu dengan sekutu utamanya, Trump, di Amerika Serikat tahun ini. Perjalanannya dilakukan ketika pemerintahan Trump dan mediator regional mendorong untuk melanjutkan ke tahap kedua gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

    Seorang pejabat Israel mengatakan Netanyahu akan berangkat ke AS pada 28 Desember dan bertemu dengan Trump sehari kemudian di Florida, tanpa memberikan lokasi spesifik.

    Pada pertengahan Desember, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Netanyahu kemungkinan akan mengunjunginya di Florida selama liburan Natal. “Dia ingin bertemu saya. Kami belum mengaturnya secara resmi, tetapi dia ingin bertemu saya,” kata Trump sebelum berangkat ke resor Mar-a-Lago, miliknya.

    Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pada Rabu (24/12), bahwa berbagai isu regional diperkirakan akan dibahas, termasuk Iran, pembicaraan tentang perjanjian keamanan Israel-Suriah, gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon, dan tahap selanjutnya dari kesepakatan Gaza.

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/fas)

  • New York Dihantam Infeksi ‘Super Flu’, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    New York Dihantam Infeksi ‘Super Flu’, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Jakarta

    New York kini tengah menghadapi krisis kesehatan serius di tengah puncak musim libur akhir tahun. Departemen Kesehatan New York melaporkan lonjakan kasus flu yang mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, dengan 71.123 kasus positif tercatat hanya dalam satu minggu per 20 Desember.

    Kondisi di New York hanyalah puncak gunung es dari situasi di Amerika Serikat. Saat ini, New York termasuk dalam 14 negara bagian dengan tingkat aktivitas kunjungan medis akibat penyakit serupa flu (influenza-like illness) yang masuk kategori “Sangat Tinggi.”

    Munculnya Varian Baru: Subclade K

    Diberitakan USA Today, pemicu kekhawatiran utama para ahli tahun ini adalah munculnya jenis flu baru yang disebut Subclade K, sebuah variasi dari virus Influenza A(H3N2).

    Varian ini sebelumnya telah menyebabkan wabah besar di Inggris, Jepang, dan Kanada.

    Pejabat kesehatan khawatir bahwa vaksin flu tahun ini mungkin tidak sepenuhnya cocok (mismatch) dengan varian baru tersebut. Namun, para ahli meyakini bahwa vaksin yang ada masih mampu memberikan perlindungan penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih parah atau mematikan.

    “Namun yang jelas adalah kasusnya meningkat, dan kita melihat banyak kasus influenza meningkat di seluruh negeri, dan itu adalah tren yang pasti akan berlanjut hingga tahun baru,” kata Andrew Pekosz, yang merupakan salah satu direktur Johns Hopkins Center of Excellence dalam penelitian dan respons influenza.

    Situasi Mengkhawatirkan di Seluruh AS

    Berdasarkan estimasi terbaru dari CDC, musim flu kali ini telah menyebabkan setidaknya 4,6 juta orang jatuh sakit.

    Sementara itu tercatat 49.000 pasien harus menjalani rawat inap di rumah sakit dan 1.900 angka kematian, dengan tiga di antaranya adalah anak-anak.

    Di New York City, kunjungan ke ruang gawat darurat rumah sakit dengan diagnosis flu terus merangkak naik. Jennifer Nuzzo, pakar epidemiologi dari Brown University, memperingatkan bahwa kita mungkin sedang menuju musim flu yang sangat berat atau “doozy,” terutama karena data yang terbatas dan rendahnya tingkat vaksinasi tahun ini.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video WHO soal Influenza Varian Baru: Tak Menunjukkan Peningkatan Keparahan”
    [Gambas:Video 20detik]
    (kna/kna)