Author: Detik.com

  • Pria Singapura Dipenjara Usai Pakai Rp 118 Juta ‘Nyasar’ Buat Staycation

    Pria Singapura Dipenjara Usai Pakai Rp 118 Juta ‘Nyasar’ Buat Staycation

    Singapura

    Seorang pria di Singapura dijatuhi hukuman 12 minggu penjara gara-gara menolak mengembalikan lebih dari SGD 9.000 atau sekitar Rp 118 juta yang salah ditransfer kepadanya. Uang itu salah ditransfer oleh Universitas Teknologi Nanyang (NTU).

    Dilansir Channel News Asia, Senin (29/12/2025), Mohamed Basheer Hanif Mohamed (27) malah menghabiskan uang tersebut untuk menginap di hotel dan pengeluaran sehari-hari. Basheer mengaku bersalah atas satu dakwaan penggelapan dana secara tidak jujur.

    Menurut dokumen pengadilan, seorang petugas keuangan NTU mengatakan universitas tersebut secara keliru mentransfer SGD 9.087,04 kepada Basheer pada 10 November 2023. Pada hari yang sama, Basheer menyadari jumlah tersebut di rekening bank POSB-nya yang sebelumnya kosong.

    Dia mulai menarik uang tersebut untuk keperluan pribadinya. Petugas keuangan dan POSB telah beberapa kali mencoba menghubungi Basheer tetapi tidak berhasil.

    Pada 21 November 2023, petugas keuangan mengirim email kepada Basheer tentang transfer yang salah tersebut. Basheer menjawab bahwa dia tidak mengetahui adanya uang tersebut karena dia telah berhenti menggunakan rekening bank tersebut.

    Dia juga menolak memberikan nomor telepon seluler dan alamat terbarunya atas permintaan NTU dan menyuruh petugas keuangan untuk berhenti menghubunginya. Dia tidak mengembalikan uang tersebut.

    Muncul melalui tautan video tanpa perwakilan hukum, Basheer mengatakan bahwa dia telah ditahan sejak Oktober karena tidak mampu membayar uang jaminan. Dia mengaku selama ini tinggal di sebuah flat sewaan bersama istrinya, dan mereka sedang mengalami kesulitan keuangan.

    Basheer mengatakan kepada hakim bahwa dia menyesal dan tidak akan mengulangi pelanggaran setelah dibebaskan. Hakim kemudian bertanya apakah ada perwakilan NTU yang hadir dan seorang wanita terlihat maju. Kemudian, terungkap bahwa wanita tersebut adalah istri Basheer, dan bukan perwakilan universitas.

    Penggelapan dana secara tidak jujur dapat membuat seseorang dipenjara hingga 2 tahun, didenda, atau keduanya.

    Tonton juga video “Pengadilan Tinggi DKI Perberat Hukuman Nikita Mirzani Jadi 6 Tahun Bui”

    Halaman 2 dari 2

    (haf/dhn)

  • Baru Meluncur, Motor Listrik Honda Langsung Jadi Kendaraan Polisi

    Baru Meluncur, Motor Listrik Honda Langsung Jadi Kendaraan Polisi

    Jakarta

    Motor listrik Honda WN7 memang baru meluncur di pameran EICMA Milan 2025 November lalu, tapi tidak perlu menunggu waktu lama sampai motor ini jadi kendaraan polisi. Ya, Honda WN7 dijadikan kendaraan polisi di Tokyo, Jepang.

    Seperti dikutip dari Response, dalam rangka mewujudkan ‘Tokyo Nol Emisi’, sebuah kota maju ramah lingkungan yang tak menghasilkan emisi CO2, Tokyo menargetkan 100 persen sepeda motor baru yang dijual di kota tersebut tidak menggunakan bahan bakar bensin pada tahun 2035.

    Sebagai inisiatif simbolis untuk mendorong momentum penyebaran sepeda motor listrik (EV), sebuah sepeda motor EV produksi dalam negeri dengan atribut kepolisian akan memimpin bagian pertama dan kedua lomba lari maraton dan estafet, Hakone Ekiden, di Tokyo, tahun 2026.

    Motor listrik Honda WN7 jadi kendaraan patroli polisi Jepang Foto: Response

    Honda akan meminjamkan empat kendaraan ini kepada Pemerintah Metropolitan Tokyo untuk Hakone Ekiden pada Januari 2026, dan kendaraan tersebut bakal dioperasikan bekerja sama dengan Departemen Kepolisian Metropolitan.

    Dari segi tampilan, Honda WN7 yang akan digunakan polisi Jepang ini memiliki warna dasar putih polos dengan tambahan lampu sirene di sayap kanan dan kiri. Tak hanya itu, juga disematkan tambahan boks mini di jok belakang motor.

    Motor listrik Honda WN7 jadi kendaraan patroli polisi Jepang Foto: Response

    Soal performa, Honda WN7 punya output maksimum 50 kW dan torsi puncak 100 Nm atau setara kemampuan sepeda motor bensin 600 cc. Baterai pakai lithium-ion 9,3 kWh yang baru dikembangkan. Baterai ini menggunakan standar CCS2, yang memungkinkan pengisian daya cepat, dan standar tipe 2.

    Jarak tempuh dalam sekali pengisian penuh adalah 140 km (mode WMTC), yang lebih dari cukup untuk bagian pertama acara Hakone Ekiden, 21,3 km, dan bagian kesepuluh, 23,0 km.

    WN7 akan diproduksi di Pabrik Kumamoto Honda, yang diposisikan sebagai pabrik induk untuk produksi motor dan dijadwalkan akan dipasok ke pasar global mulai tahun 2026.

    (lua/rgr)

  • Minuman Panas Picu Kanker Kerongkongan Ada Benarnya, Ini Catatan Pakar

    Minuman Panas Picu Kanker Kerongkongan Ada Benarnya, Ini Catatan Pakar

    Jakarta

    Bagi banyak orang, menyeruput kopi atau teh panas bukan sekadar kebiasaan, tetapi sudah jadi rutinitas personal yang memberi rasa nyaman. Ada yang tidak puas saat kopi belum ‘mengepul’, bahkan secara khusus meminta minuman disajikan extra hot.

    Sayangnya, di balik kenikmatan tersebut, ada satu aspek yang luput dipertimbangkan, dampak pada kesehatan. Bukti ilmiah menunjukkan minuman terlalu panas bukan hanya berisiko melukai saluran cerna, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker, khususnya kanker kerongkongan atau esofagus.

    Benarkah Minuman Panas Bisa Memicu Kanker?

    Tidak semua jenis kanker berkaitan dengan minuman panas. Hingga saat ini tidak ada bukti kuat yang mengaitkan minuman panas dengan kanker tenggorokan. Bukti untuk kanker lambung juga masih belum konsisten.

    Namun, hubungan yang paling jelas ditemukan pada kanker esofagus atau kerongkongan.

    Pada 2016, International Agency for Research on Cancer (IARC), badan di bawah WHO mengklasifikasikan konsumsi minuman yang sangat panas yakni di atas 65°C sebagai ‘probably carcinogenic to humans’ atau kemungkinan bersifat karsinogenik bagi manusia.

    Kategori risiko ini sejajar dengan:

    Paparan asap kayu di dalam ruangan, atauKonsumsi daging merah dalam jumlah tinggi.

    Hal yang penting dicatat, bukan jenis minumannya (kopi, teh, atau herbal), melainkan suhunya yang menjadi faktor risiko utama.

    Bukti Ilmiah dari Berbagai Negara

    Sebagian besar bukti awal berasal dari Amerika Selatan, terutama dari kebiasaan mengonsumsi maté, minuman herbal tradisional yang biasanya diminum pada suhu sekitar 70 derajat celcius. Studi menunjukkan konsumsi maté panas dalam jumlah besar berkaitan dengan peningkatan risiko kanker esofagus.

    Temuan serupa juga muncul dari penelitian di Timur Tengah, Afrika, juga Asia.

    Dikutip dari CNA, dalam beberapa tahun terakhir, bukti dari negara Barat juga terus menguat. Sebuah studi besar di Inggris yang melibatkan hampir 500 ribu orang dewasa menemukan konsumsi teh atau kopi yang diminum sangat panas dalam jumlah besar berkaitan dengan peningkatan risiko kanker esofagus.

    Orang yang minum delapan cangkir atau lebih minuman sangat panas per hari memiliki risiko hampir enam kali lipat terkena kanker esofagus, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi minuman panas.

    Pertanyaannya, kok bisa berkaitan?

    “Para peneliti menduga hubungan ini sejak hampir 90 tahun lalu. Mekanismenya diperkirakan ada melalui beberapa jalur,” beber Vincent Ho, Associate Professor dan gastroenterolog klinis di Western Sydney University.

    1. Cedera panas pada lapisan esofagus

    Minuman bersuhu sangat tinggi dapat melukai sel-sel pelapis esofagus. Jika cedera ini terjadi berulang dan dalam jangka panjang, proses perbaikan sel yang terus-menerus dapat meningkatkan risiko perubahan sel menjadi ganas.

    Studi pada hewan mendukung teori ini. Penelitian tahun 2016 menunjukkan tikus yang diberi air panas bersuhu 70 derajat celcius lebih cepat mengalami pertumbuhan pra-kanker di esofagus dibandingkan tikus yang minum air pada suhu lebih rendah.

    2. Memperparah refluks asam lambung

    Kerusakan akibat panas juga diduga melemahkan penghalang alami esofagus, sehingga lebih rentan terhadap paparan asam lambung. Paparan kronis ini dikenal sebagai salah satu faktor risiko kanker esofagus.

    Jumlah dan cara minum juga berpengaruh. Risiko tidak hanya ditentukan oleh suhu minuman, tetapi juga jumlah yang diminum dalam sekali teguk, hingga kecepatan minum.

    Ukuran tegukan juga lebih berpengaruh dibanding suhu minuman itu sendiri. Tegukan besar (sekitar 20 ml) kopi bersuhu 65 derajat celcius dapat meningkatkan suhu di dalam esofagus hingga 12 derajat celcius.

    Jika kebiasaan ini terjadi terus-menerus selama bertahun-tahun, risiko cedera panas kronis pun meningkat.

    Sebaliknya, sesekali menyeruput kecil minuman panas tidak serta-merta berbahaya. Masalah muncul ketika kebiasaan minum panas dilakukan sering, cepat, dan dalam jumlah besar.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • Sok Jagoan! Pemotor di Sudirman Ngamuk Usai Ditegur Jangan Ngerokok

    Sok Jagoan! Pemotor di Sudirman Ngamuk Usai Ditegur Jangan Ngerokok

    Jakarta

    Media sosial dihebohkan video yang menampilkan pemotor tanpa helm sedang merokok di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Parahnya, ketika ditegur, dia malah melayangkan tendangan dan melempar kata-kata kasar!

    Disitat dari akun Instagram @mintadisundut, pemotor arogan itu tak sendirian, melainkan membawa wanita yang juga tak memakai pelindung kepala. Dia, sepanjang perjalanan, asik merokok tanpa memedulikan pengguna jalan lain.

    Merasa terganggu, pemotor lain di belakang menegur pemotor arogan tersebut. Dia meminta agar si perokok mematikan rokoknya. Sebab, abu dan baranya bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

    “Abu rokok lo kena orang,” ujar pemotor lain yang menegur perokok tersebut, dikutip Senin (29/12).

    “Lo kan tinggal nyalip doang, monyet!” demikian respons si perokok sambil terus memacu Honda PCX berkelir putihnya. Bahkan, alih-alih meminta maaf, dia justru menyerang penegur dengan makian-makian.

    Si penegur berusaha sabar. Dia kemudian bertanya ke perokok: pernah sekolak tidak? Sebab, kata-katanya terlalu kasar dan tak beretika.

    “Yang lain elo tegur nggak, k*nt*l?” begitu respons lanjutan si perokok. Bahkan, parahnya lagi, dia melayangkan tendangan keras ke arah motor si penegur.

    Pemotor ngerokok. Foto: Doc. IG @mintadisundut

    Hingga tulisan ini dimuat, postingan tersebut sudah disaksikan 272 ribu kali dan mendapat hampir 3 ribu komentar. Warganet rata-rata menyayangkan aksi perokok yang sok jagoan dan tak mau mengaku salah.

    Secara hukum, merokok saat mengendarai motor bisa dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 106 ayat 1 juncto Pasal 283 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Hukumannya kurungan paling lama tiga bulan dan denda maksimal Rp 750 ribu.

    Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengingatkan bahaya naik motor sambil merokok. Menurutnya, kebiasaan tersebut bisa mengganggu konsentrasi dan keseimbangan pengendara saat melaju di jalan raya.

    “Mengemudi apa pun kendaraannya harus fokus atau konsentrasi. Menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan. Tidak boleh yang namanya sambil-sambil apalagi ngerokok,” ujar Sony kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Pemotor ngerokok. Foto: Doc. IG @mintadisundut

    Selain itu, kata dia, sisa pembakaran rokok juga bisa membahayakan pengguna jalan lain di belakang. Itulah mengapa, berkendara sambil merokok merupakan perbuatan ‘haram’ yang sangat tak disarankan.

    “Abu dan baranya mengganggu pengemudi lain, bisa juga terbang ke mata sendiri,” kata Sony.

    (sfn/rgr)

  • Suap Rp 4,3 M dan Ikut Campur Tangan di Pemilu

    Suap Rp 4,3 M dan Ikut Campur Tangan di Pemilu

    Seoul

    Mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, didakwa menerima suap mewah senilai lebih dari USD 200.000. Jaksa mengatakan suap itu termasuk karya seni, perhiasan, dan tas tangan, serta ikut campur dalam urusan negara.

    Dilansir AFP, Senin (29/12/2025), Kim Keon Hee merupakan istri dari mantan Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol. Kim ditangkap pada Agustus dan sedang diselidiki atas dugaan manipulasi saham dan menerima hadiah dari Gereja Unifikasi yang mirip sekte.

    Dia juga dituduh ikut campur dalam pemilihan parlemen. Dalam pengumuman yang menyimpulkan penyelidikan mereka, jaksa Min Joong-ki mengatakan lembaga-lembaga Korea Selatan ‘sangat dirusak oleh penyalahgunaan kekuasaan’ oleh Kim.

    “Secara ilegal ikut campur dalam urusan negara di balik layar, di luar pandangan publik,” kata jaksa Kim Hyung-geun.

    Mereka menuduh suap dari bisnis dan politisi yang diterima Kim berjumlah hingga 377,25 juta won atau sekitar Rp 4,3 miliar. Jaksa menuduh Kim telah menerima dua tas Chanel dan kalung Graff dari pemimpin Gereja Unifikasi.

    Dia juga diduga menerima perhiasan mewah, lukisan karya pelukis minimalis terkenal Korea Selatan, Lee Ufan, tas tangan Dior, dan jam tangan. Mantan Presiden Korsel, Yoon, telah membantah mengetahui transaksi ini ketika didesak oleh penyidik.

    Jaksa mengatakan klaim Yoon itu sulit diterima banyak orang. Jaksa menuntut hukuman penjara 15 tahun untuk mantan ibu negara tersebut pada awal Desember 2025 kemarin dengan mengatakan bahwa dia telah ‘berada di atas hukum’ dan berkolusi dengan Gereja Unifikasi untuk ‘merusak pemisahan agama dan negara yang diamanatkan secara konstitusional’.

    Mereka juga meminta pengadilan untuk mendendanya sebesar 2 miliar won. Mantan ibu negara tersebut membantah semua tuduhan.

    Dalam kesaksian terakhirnya, dia mengatakan tuduhan itu ‘sangat tidak adil’.

    “Namun ketika saya mempertimbangkan peran saya dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya, tampaknya jelas bahwa saya telah membuat banyak kesalahan,” katanya.

    Mantan presiden Yoon mendeklarasikan darurat militer Desember 2024 dalam upaya singkat untuk menangguhkan pemerintahan sipil yang menjerumuskan Korea Selatan ke dalam kekacauan politik. Yoon kemudian dicopot dari jabatannya kemudian ditangkap tahun ini atas tuduhan pemberontakan, yang dia bantah.

    Ini pertama kalinya seorang mantan presiden Korea Selatan dan istrinya ditahan. Pengadilan Seoul akan menjatuhkan hukuman kepada Kim pada 28 Januari 2026.

    Tonton juga video “Penampilan Eks Ibu Negara Korsel di Sidang Korupsi Perdana”

    Halaman 2 dari 2

    (haf/dhn)

  • Banyak yang Belum Paham, Ini 3 Etika Mengerem Motor di Jalan Raya

    Banyak yang Belum Paham, Ini 3 Etika Mengerem Motor di Jalan Raya

    Jakarta

    Banyak pengendara sepeda motor sudah mahir teknik pengereman, tetapi belum tentu memahami etika pengereman yang aman dan bertanggung jawab, terutama di lalu lintas perkotaan yang padat dan serba cepat.

    “Di kondisi lalu lintas padat seperti Jakarta contohnya, pengereman punya peran sangat besar dalam mencegah kecelakaan. Cara kita mengerem bisa berdampak langsung pada keselamatan diri sendiri dan pengendara lain,” kata Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, dalam keterangannya.

    Pemahaman etika pengereman perlu terus disosialisasikan agar pengendara tidak hanya fokus pada kecepatan dan keterampilan, tetapi juga pada tanggung jawab di jalan raya.

    Berikut 3 Etika Mengerem Sepeda Motor yang Wajib Diperhatikan

    1. Selalu mengantisipasi dan menjaga jarak aman

    Etika mengerem dimulai jauh sebelum tuas rem ditarik, dengan kemampuan membaca situasi lalu lintas, dibarengi menjaga jarak aman. Di jalanan perkotaan, perubahan kondisi bisa terjadi sangat cepat, mulai dari kendaraan yang tiba-tiba berhenti, pejalan kaki menyeberang, hingga pengendara lain yang berpindah lajur.

    Dengan jarak aman yang cukup, pengendara punya waktu reaksi lebih panjang untuk mengerem secara bertahap dan terkontrol. Hal ini sangat penting untuk menghindari pengereman mendadak yang dapat menyebabkan motor kehilangan keseimbangan atau ditabrak dari belakang.

    2. Gunakan teknik pengereman yang seimbang

    Terapkan teknik pengereman yang benar, yakni menggunakan rem depan dan belakang secara seimbang dan tidak dilakukan secara kasar. Masih banyak pengendara yang mengandalkan satu rem saja atau menarik rem secara spontan karena panik, padahal hal tersebut sangat berbahaya.

    Teknik pengereman yang baik akan membantu menjaga stabilitas sepeda motor, terutama di kondisi jalan perkotaan. Pengendara juga perlu ekstra waspada terhadap kondisi jalan yang licin saat hujan, marka jalan, atau permukaan yang tidak rata.

    3. Perhatikan pengguna jalan lain

    Etika mengerem tidak hanya berkaitan dengan teknik, tetapi juga sikap. Pengendara perlu menyadari bahwa setiap tindakan di jalan raya bisa berdampak kepada orang lain. Mengerem secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas dapat mengejutkan pengendara di belakang dan memicu kecelakaan beruntun.

    Oleh karena itu, penting bagi pengendara sepeda motor untuk selalu memperhatikan spion, membaca pergerakan kendaraan di sekitar, serta menghindari sikap egois seperti memotong jalur lalu langsung mengerem. Di lalu lintas Jakarta – Tangerang yang heterogen, saling menghargai dan memberi ruang menjadi kunci utama keselamatan bersama.

    “Pengereman yang baik dan benar harus dilakukan dengan tenang, bertahap, dan menggunakan kombinasi rem depan serta belakang. Dengan teknik yang tepat, pengendara tetap bisa mengendalikan motor meskipun harus berhenti mendadak,” jelas Agus.

    (lua/rgr)

  • 30 Tahun Tak Pernah Diapa-apain

    30 Tahun Tak Pernah Diapa-apain

    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Jalan Karet Pasar Minggu Barat, Karet Tengsin, Jakarta Pusat (Jakpus). Pramono mengatakan jalan tersebut sudah 30 tahun tidak pernah dilakukan perbaikan.

    Peresmian dilakukan Senin (29/12/2025). Turut mendampingi Pramono, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Dinas Bina Marga Jakarta dan Asisten Pembangunan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta (ASBANG).

    “Secara resmi, saya bersama dengan Bapak Wali Kota dan juga Dinas Bina Marga dan Pak ASBANG meresmikan jalan panjangnya 400 meter, lebarnya 5,5 meter. Jalan ini sudah lebih dari 30 tahun nggak pernah diapa-apain,” kata Pramono di lokasi.

    Pramono menjelaskan penyebab jalan baru dibangun setelah 30 tahun tidak pernah dibetulkan. Salah satunya, kata dia, karena adanya overlapping atau tumpang tindih kewenangan atas jalan tersebut.

    “Kenapa jalan ini nggak pernah dibangun, dirawat, karena memang di tempat ini ada pemipaan, di bawahnya ada overlapping kewenangan antara Dinas Pemakaman, Bina Marga dan yang lain-lain. Sehingga dengan demikian dengan Pak Wali Kota, setelah lapor kepada saya untuk diputuskan dibangun jalan ini,” ujarnya.

    Aktivitas warga di Jalan Karet Pasar Minggu Barat, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, yang baru diresmikan. (Foto: Kadek Melda/detikcom)

    “Dan Alhamdulillah dalam waktu tidak lebih dari satu bulan Dinas Bina Marga menyelesaikan jalan ini. Saya yakin jalan ini pasti akan sangat bermanfaat bagi warga karena ini kan jalan yang apa ya, Mas Mansyur, artinya ini kan jalan protokol utama apalagi di sini ada dua sekolah SD dan SMP Negeri. Saya yakin ini pasti akan membawa manfaat bagi masyarakat yang ada di sini,” imbuhnya.

    “Izin, Pak Gubernur, untuk jalan kebetulan ini dikerjakan oleh pasukan kami sendiri, Pak gubernur, jadi Satgas pasukan kami pasukan kuning. Dan material yang kami gunakan adalah material kami yang ada di gudang kami itu kita pakai di sini. Jadi tidak dikerjakan by vendor tapi dikerjakan oleh Satgas kami sendiri. Intinya semua dikerjakan oleh orang Bina Marga semua,” kata Suwondo.

    (dek/lir)

  • Pelajaran dari Ford Everest Terguling di Tanjakan Cisarakan Sukabumi

    Pelajaran dari Ford Everest Terguling di Tanjakan Cisarakan Sukabumi

    Jakarta

    Ford Everest berpelat F 1103 US terguling di di Tanjakan Cisarakan, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/12/2025). Simak pelajaran dari peristiwa tersebut.

    Salah seorang penumpang, Aufa Kalahari, menceritakan kronologi bermula saat rombongan berjumlah enam orang itu dalam perjalanan pulang dari Palabuhanratu menuju Nagrak. Saat melintas di lokasi, laju kendaraan mereka terhambat oleh kendaraan lain.

    “Sebenarnya tadi pas mau naik, di depan itu ada mobil sama ada motor. Kayaknya motornya enggak kuat, akhirnya (mobil kami) ini jadi ikut diam (berhenti),” ungkapnya di lokasi kejadian, seperti dilansir dari detikJabar.

    Nahas, saat mobil hendak melaju kembali dari posisi berhenti di tanjakan, mesin diduga kehilangan tenaga. Mobil bongsor tersebut kemudian mundur tak terkendali.

    “Terus pas mau naik lagi sudah enggak kuat, jadinya mundur terus ngeguling,” lanjutnya yang saat kejadian duduk di kursi belakang sopir.

    Kepanikan sempat terjadi di dalam kabin sesaat sebelum mobil terguling. Penumpang lainnya, Akom (57), bahkan melakukan aksi nekat dengan melompat keluar dari mobil yang sedang berjuang menanjak tersebut.

    Akom yang juga bisa mengemudi mengaku sudah merasakan gelagat mobil kesulitan menanjak. Secara refleks, ia memutuskan turun untuk mencari batu ganjalan.

    Sayangnya, upaya Akom tidak membuahkan hasil. Mobil telanjur terbalik sebelum ia sempat meletakkan batu di ban belakang. “Baru saja saya megang batu, itu (mobil) sudah kejadian. Semuanya terguling,” ucapnya.

    Beruntung, meski mobil mengalami kerusakan parah, seluruh penumpang yang merupakan satu keluarga tersebut selamat dan hanya mengalami syok.

    “Di dalam mobil ada enam orang, empat sudah dibawa ke rumah sakit,” imbuhnya.

    Tips Nanjak Kuat, Jaga Jarak

    Pada kesempatan lain, Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) yang sekaligus praktisi keselamatan berkendara, membeberkan tips lain menaklukkan jalan tanjakan yaitu memelihara momentum. Salah satunya dengan menjaga jarak.

    “Dia harus bergulir terus. Kalau dia lihat ada mobil dekat-dekat situ, truk misalnya, pasti akan memperlambat momentum. Jadi harus jaga jarak, supaya tidak sampai berhenti di tengah tanjakan tadi. Kemudian pakai gigi yang pas,” katanya.

    Jusri menyarankan agar pengendara tidak memperlambat mobilnya saat menanjak. Maka dari itu, pengemudi sudah harus menjaga jarak dari kendaraan lain sebelum menanjak.

    “Usahakan jangan melakukan perlambatan saat menanjak. Caranya jaga jarak dari jauh, supaya tidak melakukan perlambatan. Kalau terlalu mepet, pasti dia akan melakukan perlambatan ketika kendaraan di depan melakukan perlambatan atau berhenti. Jaga jarak supaya terus memelihara momentum,” jelas Jusri.

    Praktisi keselamatan berkendara lain, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sonny Susmana mengatakan medan jalan yang menanjak-menurun memiliki potensi bahaya tersendiri yang dapat disebabkan oleh 2 faktor internal dan eksternal.

    Penyebab kecelakaan pada jalanan naik dan menurun faktor internal disebabkan pengemudi (driver) tidak percaya diri atau yakin, kurangnya kemampuan mengemudi, hingga kurang pahamnya kondisi medan jalan.

    “Dalam menghadapi kedua faktor tersebut, tipsnya yang dapat diterapkan saat jalan menanjak-menurun, di antaranya dengan selalu mempertimbangkan ketinggian, panjang, dan Tabletop/ujung tanjakan-turunan,” kata Sonny.

    “Kenali kemampuan dalam berkendara, dan juga kemampuan kendaraan yang digunakan, selalu jaga jarak (jangan di belakang kendaraan besar saat menanjak dan jangan di depan kendaraan besar saat di turunan),” Sonny menambahkan.

    (riar/rgr)

  • Kecelakaan Kereta Api di Meksiko Tewaskan 13 Penumpang, 98 Orang Terluka

    Kecelakaan Kereta Api di Meksiko Tewaskan 13 Penumpang, 98 Orang Terluka

    Oaxaca

    Kereta api yang membawa 250 orang tergelincir di Meksiko dan menyebabkan 13 orang tewas. Selain itu, ada 98 orang yang terluka akibat peristiwa tersebut.

    Dilansir AFP, Senin (29/12/2025), Angkatan laut Meksiko yang mengoperasikan jalur kereta api tersebut menyebut lokomotif kereta keluar dari rel saat perjalanan di negara bagian Oaxaca selatan.

    Awalnya, Angkatan Laut melaporkan 20 orang terluka. Beberapa jam kemudian, pihak Angkatan Laut Meksiko mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa 98 orang terluka dan 13 orang kehilangan nyawa.

    Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan dirinya telah mengarahkan sekretaris angkatan laut dan personel senior lainnya untuk pergi ke daerah tersebut dan membantu keluarga korban. Kantor Kejaksaan Agung Meksiko sedang membuka penyelidikan untuk menentukan penyebab kecelakaan tersebut.

    Kereta tersebut beroperasi antara Teluk Meksiko dan Samudra Pasifik dan mengangkut penumpang dan barang. Jalur tersebut diresmikan pada tahun 2023 sebagai proyek infrastruktur utama di bawah presiden saat itu, Andres Manuel Lopez Obrador, untuk mengembangkan Meksiko tenggara.

    Pada 20 Desember, kereta api di rute yang sama bertabrakan dengan sebuah truk barang yang mencoba menyeberangi rel. Insiden tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.

    Tonton juga video “Kereta Api di Meksiko Tergelincir, 13 Orang Tewas”

    (haf/imk)

  • Viral RS di Malaysia Punya Ruangan Khusus Pasien Indonesia, Ini Kata Kemenkes

    Viral RS di Malaysia Punya Ruangan Khusus Pasien Indonesia, Ini Kata Kemenkes

    Jakarta

    Viral di media sosial X unggahan foto yang menunjukkan salah satu rumah sakit swasta di Malaysia memiliki ruangan khusus untuk pasien yang berasal dari Indonesia.

    “Tadi buat medical checkup kat Sunway. They even have a special office for Indonesians patients now,” tulis salah satu akun di X, dikutip Senin (29/12/2025).

    Ditanya mengenai hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman mengatakan pemerintah telah memiliki strategi khusus untuk menekan angka pasien yang berobat ke LN, sehingga perlahan juga ‘menutup’ kebocoran devisa.

    “Strategi ke depan untuk menekan pasien berobat ke luar negeri yakni dengan membangun ekosistem pelayanan kesehatan dengan pembangunan RS berkelas internasional dengan bangunan, fasilitas, alkes dan SDM kesehatannya,” kata Aji saat dihubungi, Senin (29/12/2025).

    “Selain itu juga memajukan program wisata medis, di mana terdapat 3 pilar dari sektor kesehatan, yaitu mutu dan keselamatan pasien, kepercayaan dan keberlanjutan, serta akselerasi pasar melalui kolaborasi dan inovasi,” sambungnya.

    Menurut Aji, masih banyaknya pasien yang memilih berobat ke luar negeri lebih karena faktor non-klinis medis yang ditawarkan rumah sakit negara tetangga dianggap lebih mumpuni.

    “Lebih ke faktor non klinis medis. Soal persepsi, mencari second opinion dan testimoni layanan yang merasa lebih baik, cepat dan nyaman,” katanya.

    Disorot Presiden dan Menkes

    Masih banyaknya jumlah pasien yang berobat ke luar negeri juga menjadi perhatian pemerintah, baik Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

    “Kalau masyarakat masih merasa tenaga medis Malaysia lebih bagus, atau memilih ke Thailand untuk berobat, itu artinya kualitas layanan kita masih perlu diperbaiki. Kita tidak boleh denial, harus menerima sebagai masukan” beber Menkes Budi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Di sisi lain, Menkes juga melihat adanya tren positif pada pelayanan kesehatan di Tanah Air seperti meningkatnya pasien luar negeri yang datang ke Indonesia untuk layanan gigi dan estetika di Bali atau Batam.

    “Target kita, orang ASEAN sakit jantung bisa memilih Indonesia. Orang Papua Nugini hingga Fiji bisa terapi kanker di Indonesia. Saat itu tercapai, barulah publik mengakui kualitas kita,” kata Menkes.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/kna)