Author: Detik.com

  • Menteri Agus Ajak Jajaran Fokus 15 Program Aksi, Evaluasi Kerja yang Belum Optimal

    Menteri Agus Ajak Jajaran Fokus 15 Program Aksi, Evaluasi Kerja yang Belum Optimal

    Jakarta

    Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menggelar refleksi akhir tahun 2025 kinerja jajaran Kementerian Imipas di seluruh Indonesia. Dia mengajak para pegawai Kementerian Imipas untuk fokus pada 15 program aksi untuk 2026, dan mengevaluasi kinerja yang belum optimal.

    “Kelemahan dan kekurangan yang terjadi di tahun 2025 merupakan pembelajaran buat kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Mudah-mudahan dengan 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan Tahun 2026, saya memohon kepada Pak Wamen (Wamen Imipas Silmy Karim), kepada pejabat tinggi madya di Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan, pejabat tinggi pratama, kepada yang sudah menandatangani perjanjian kinerja 2026, agar orientasi kerjanya mulai diarahkan kepada apa yang sudah tertuang di dalam 15 program aksi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan,” ucap Menteri Agus di Aula Inspektorat Jenderal KemenImipas, Lantai 18 Gedung KemenImipas, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (29/12/2025).

    Adapun hasil evaluasi kinerja KemenImipas sebelumnya disampaikan oleh Sekjen KemenImipas Asep Kurnia. Evaluasi meliputi sektor keimigrasian dan permasyarakatan.

    Dari sektor keimigrasian, ditemukan sejumlah hal yang masih menjadi kendala di antaranya terkait ‘war’ Surat Dukungan Work and Holiday Visa Australia (SDUWHV); penanganan pengungsi; perlindungan WNI di luar negeri dari bahaya perdagangan orang dan banyak ditemukannya pekerja migran non-prosedural; tuntutan kebijakan diaspora terkait hak-hak yang hampir setara dengan
    WNI; dan kuota paspor.

    Sementara di sektor permasyarakatan, sejumlah bahan evaluasi kinerja yakni 22 UPT yang berada di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terkena dampak bencana; tingkat hunian Lapas dan Rutan yang melebihi kapasitas ideal; keterbatasan jumlah Bapas dalam menghadapi penerapan KUHP dan KUHAP BARU; serta masih kurangnya SDM Pembimbing Kemasyarakatan (PK).

    “Pada saat rapat koordinasi seluruh jajaran minggu yang lalu, kami sudah sampaikan evaluasi kinerja baik kepada jajaran di Imigrasi maupun jajaran di Permasyarakatan. Pada prinsipnya kepada mereka harus melakukan evaluasi atas kelemahan-kelemahan yang terjadi selama satu tahun kementerian ini menjalankan tugas dan fungsi imigrasi, maupun tugas dan fungsi permasyarakatan,” ujar Menteri Agus.

    “Saya atas nama pribadi dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan, mohon maaf. Dan mudah-mudahan di tahun 2026 dengan 15 program kegiatan yang sudah kami canangkan, (15 program kegiatan) yang kami ambil dari 13 program akselerasi yang sudah kami canangkan tahun 2025, (13 program akselerasi) tentunya ini merujuk kepada program Asta Cita Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kemudian kami sinkronkan dengan 8 program prioritas Bapak Presiden di tahun 2026, keberadaan kita dapat membawa manfaat bagi bangsa dan negara, bagi masyarakat luas,” tutur Menteri Agus.

    15 Program Aksi 2026 KemenImipas terdiri atas 5 program di Direktorat Jenderal Imigrasi, 6 program di Direktorat Jenderal Permasyarakatan, dua program aksi di Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan, satu program aksi di lingkungan Sekretariat Jenderal KemenImipas, dan satu program aksi di BPSDM KemenImipas. “Ini merupakan arah gerak Kemenimipas di 2026. Saya bermohon kepada kita sekalian untuk berniat baik, menyatukan niat, menyatukan tujuan, menyatukan arah untuk ada kontribusi kita bersama agar bisa mensukseskan program aksi kemenimipas tahun 2026,” imbuh Menteri Agus.

    Adapun 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 meliputi:

    1. Penguatan layanan keimigrasian berbasis digital.
    2. Penguatan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
    3. Penyederhanaan regulasi visa bisnis, golden visa, dan izin tinggal investor yang mendukung peningkatan investasi.
    4. Penyuluhan hukum keimigrasian oleh Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM).
    5. Pemenuhan sarana dan prasarana pos lintas batas tradisional dan pos imigrasi lainnya, dan penambahan autogate di TPI bandara, pelabuhan laut, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
    6. Memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).
    7. Mengatasi permasalahan overcapacity dan overcrowding dengan solusi yang komprehensif.
    8. Kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle).
    9. Pembangunan dapur sehat di Lapas dan/atau Rutan dengan memberdayakan warga binaan pemasyarakatan yang tersertifikasi untuk mendukung program makan bergizi gratis.
    10. Pemasaran produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    11. Pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan.
    12. Efisiensi energi melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan penggunaan solar cell dan biogas untuk daerah tertinggal, terdepan, dan perbatasan.
    13.Layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan kegiatan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar unit pelaksana teknis imigrasi dan pemasyarakatan.
    14. Fasilitasi rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenimipas.
    15. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Massive Open Online Courses (MOOC) dan pendidikan vokasi Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan.

    Sementara 13 program Akselerasi KemenImipas yang dicanangkan Menteri Agus sejak awal menjabat yaitu:

    1. Memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan
    2. Memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan
    3. Penguatan dan Peningkatan Pendayagunaan Warga Binaan Untuk Menghasilkan Produk UMKM
    4. Bantuan Sosial Kepada Keluarga Warga Binaan yang kurang mampu dan masyarakat di sekitar UPT Pemasyarakatan
    5. Mengatasi Permasalahan Overcapacity dan Overcrowding Dengan Solusi Yang Komprehensif
    6. Meningkatkan Pelayanan Publik Di Bidang Keimigrasian Berbasis Digital
    7. Pengembangan Autogate Pada Seluruh Bandara dengan Penerbangan Internasional
    8. Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM)
    9. Penguatan Pemeriksaan Keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)
    10. Pengembangan Lounge Khusus Untuk Pekerja Migran
    11. Bakti Sosial dengan Sasaran Di Wilayah Perbatasan
    12. Membangun Tambahan Lapas Modern Super Maximum Security dan Lembaga Pendidikan Berstandar Internasional
    13. Meningkatkan kebanggaan lembaga pendidikan dengan mengembalikan nama POLTEKIM dan POLTEKIP menjadi Akademi Imigrasi dan Akademi Ilmu Pemasyarakatan.

    (aud/knv)

  • Ahmed Cerita Momen Ngopi Berubah Mencekam hingga Rebut Senjata Penembak Bondi

    Ahmed Cerita Momen Ngopi Berubah Mencekam hingga Rebut Senjata Penembak Bondi

    Sydney

    Pahlawan penembakan Pantai Bondi, Ahmed al Ahmed, mengenang momen ngopi santainya berubah mencekam gara-gara penembakan di Pantai Bondi, Australia. Ahmed pun dengan nekat merebut senjata pelaku penembakan massal itu.

    Dilansir AFP, Senin (29/12/2025), Ahmed sedang berada di pantai untuk minum kopi saat penembakan terjadi pada 14 Desember lalu. Ahmed, yang merupakan penjual buah, kemudian bersembunyi di balik mobil yang sedang parkir.

    Dia lalu berjalan perlahan dan merebut senjata dari salah satu pelaku. Ahmed mengatakan dirinya hanya berpikir bagaimana cara menghentikan penembakan tersebut.

    “Target saya hanyalah untuk merebut pistol darinya, dan untuk menghentikannya dari membunuh nyawa manusia dan bukan membunuh orang-orang yang tidak bersalah,” katanya kepada CBS News dalam sebuah wawancara yang ditayangkan hari ini.

    “Saya tahu saya telah menyelamatkan banyak orang, tetapi saya merasa sedih atas kehilangan yang terjadi,” sambung Ahmed.

    Ahmed terkena beberapa tembakan di bahunya saat berupaya merebut senjata dari salah satu penembak. Dia harus menjalani beberapa kali operasi untuk memulihkan kondisinya.

    Ahmed bercerita momen dirinya melompat ke punggung penembak itu lalu memegangnya dengan tangan kanannya dan berkata ‘Jatuhkan senjatamu, hentikan apa yang kau lakukan’. Dia mengaku tak sanggup melihat orang-orang terbunuh di depannya.

    “Saya tidak ingin melihat orang terbunuh di depan saya, saya tidak ingin melihat darah, saya tidak ingin mendengar suara senjatanya, saya tidak ingin melihat orang berteriak dan memohon, meminta bantuan,” kata Ahmed kepada stasiun televisi tersebut.

    Ahmed sendiri merupakan ayah dari dua anak. Dia pindah ke Australia dari Suriah pada tahun 2007. Paman Ahmed, Mohammed, mengaku bangga dengan tindakan ponakannya itu.

    “Tindakannya adalah sumber kebanggaan bagi kami dan bagi Suriah,” kata Mohammed yang merupakan petani di kampung halaman Ahmed.

    Pemerintah Australia telah mempercepat proses dan memberikan sejumlah visa untuk keluarga Ahmed. PM Australia Anthony Albanese menyebut Ahmed sebagai pahlawan.

    “Ahmed telah menunjukkan keberanian dan nilai-nilai yang kita inginkan di Australia,” kata Menteri Dalam Negeri Tony Burke dalam sebuah pernyataan.

    Penembakan itu dilakukan oleh ayah dan anak, Sajid dan Naveed Akram. Mereka menargetkan acara Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney.

    Penembakan itu menyebabkan 15 orang tewas dan melukai puluhan lainnya. Pihak berwenang menyebut peristiwa itu sebagai serangan teroris anti-Semit.

    Sajid (50) tewas ditembak oleh polisi yang berupaya menghentikan serangan tersebut. Warga negara India ini memasuki Australia dengan visa pada tahun 1998.

    Putranya yang berusia 24 tahun, Naveed, warga negara Australia kelahiran Australia, masih ditahan atas tuduhan termasuk terorisme dan 15 pembunuhan. Naveed juga didakwa melakukan ‘tindakan teroris’ dan menanam bom dengan maksud untuk melukai. Dia belum memberikan pernyataan pembelaan.

    Tonton juga video “Perebut Senjata Penembak di Bondi Dapat Rp 41 M: Apa Saya Pantas?”

    Halaman 2 dari 3

    (haf/imk)

  • Ahmed Cerita Momen Ngopi Berubah Mencekam hingga Rebut Senjata Penembak Bondi

    Ahmed Cerita Momen Ngopi Berubah Mencekam hingga Rebut Senjata Penembak Bondi

    Sydney

    Pahlawan penembakan Pantai Bondi, Ahmed al Ahmed, mengenang momen ngopi santainya berubah mencekam gara-gara penembakan di Pantai Bondi, Australia. Ahmed pun dengan nekat merebut senjata pelaku penembakan massal itu.

    Dilansir AFP, Senin (29/12/2025), Ahmed sedang berada di pantai untuk minum kopi saat penembakan terjadi pada 14 Desember lalu. Ahmed, yang merupakan penjual buah, kemudian bersembunyi di balik mobil yang sedang parkir.

    Dia lalu berjalan perlahan dan merebut senjata dari salah satu pelaku. Ahmed mengatakan dirinya hanya berpikir bagaimana cara menghentikan penembakan tersebut.

    “Target saya hanyalah untuk merebut pistol darinya, dan untuk menghentikannya dari membunuh nyawa manusia dan bukan membunuh orang-orang yang tidak bersalah,” katanya kepada CBS News dalam sebuah wawancara yang ditayangkan hari ini.

    “Saya tahu saya telah menyelamatkan banyak orang, tetapi saya merasa sedih atas kehilangan yang terjadi,” sambung Ahmed.

    Ahmed terkena beberapa tembakan di bahunya saat berupaya merebut senjata dari salah satu penembak. Dia harus menjalani beberapa kali operasi untuk memulihkan kondisinya.

    Ahmed bercerita momen dirinya melompat ke punggung penembak itu lalu memegangnya dengan tangan kanannya dan berkata ‘Jatuhkan senjatamu, hentikan apa yang kau lakukan’. Dia mengaku tak sanggup melihat orang-orang terbunuh di depannya.

    “Saya tidak ingin melihat orang terbunuh di depan saya, saya tidak ingin melihat darah, saya tidak ingin mendengar suara senjatanya, saya tidak ingin melihat orang berteriak dan memohon, meminta bantuan,” kata Ahmed kepada stasiun televisi tersebut.

    Ahmed sendiri merupakan ayah dari dua anak. Dia pindah ke Australia dari Suriah pada tahun 2007. Paman Ahmed, Mohammed, mengaku bangga dengan tindakan ponakannya itu.

    “Tindakannya adalah sumber kebanggaan bagi kami dan bagi Suriah,” kata Mohammed yang merupakan petani di kampung halaman Ahmed.

    Pemerintah Australia telah mempercepat proses dan memberikan sejumlah visa untuk keluarga Ahmed. PM Australia Anthony Albanese menyebut Ahmed sebagai pahlawan.

    “Ahmed telah menunjukkan keberanian dan nilai-nilai yang kita inginkan di Australia,” kata Menteri Dalam Negeri Tony Burke dalam sebuah pernyataan.

    Penembakan itu dilakukan oleh ayah dan anak, Sajid dan Naveed Akram. Mereka menargetkan acara Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney.

    Penembakan itu menyebabkan 15 orang tewas dan melukai puluhan lainnya. Pihak berwenang menyebut peristiwa itu sebagai serangan teroris anti-Semit.

    Sajid (50) tewas ditembak oleh polisi yang berupaya menghentikan serangan tersebut. Warga negara India ini memasuki Australia dengan visa pada tahun 1998.

    Putranya yang berusia 24 tahun, Naveed, warga negara Australia kelahiran Australia, masih ditahan atas tuduhan termasuk terorisme dan 15 pembunuhan. Naveed juga didakwa melakukan ‘tindakan teroris’ dan menanam bom dengan maksud untuk melukai. Dia belum memberikan pernyataan pembelaan.

    Tonton juga video “Perebut Senjata Penembak di Bondi Dapat Rp 41 M: Apa Saya Pantas?”

    Halaman 2 dari 3

    (haf/imk)

  • Tembus 50 Ribu Unit dalam 11 Bulan

    Tembus 50 Ribu Unit dalam 11 Bulan

    Jakarta

    BYD tercatat sebagai pabrikan yang paling banyak impor mobil di Indonesia. Dalam 11 bulan tahun 2025, jumlah impornya tembus 50 ribu unit.

    BYD masih mengimpor seluruh mobilnya dari China. Nggak heran, kalau angka impornya paling tinggi dibandingkan pabrikan lain di Indonesia. Mengacu pada data impor yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD berada di posisi teratas.

    Selama tahun 2025, BYD telah mengimpor 51.435 unit mobil atau setara 34 persen dari keseluruhan pabrikan yang impor mobil ke dalam negeri. Sejauh ini, ada tujuh model mobil BYD yang diboyong ke Tanah Air yaitu Seal, Atto 3, Dolphin, M6, E6 (untuk fleet), Sealion 7, dan Atto 1. Dari ketujuh model itu, Atto 1 belakangan membetot perhatian karena penjualannya yang membludak. Ini juga yang membuat angka impor BYD jadi melesat 215 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Namun, mulai tahun depan tampaknya angka impor itu akan berkurang, seiring dengan pembangunan pabrik BYD di Subang. Proses pembangunan pabrik BYD di Subang masih terus berjalan. Rencananya pabrik itu mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026.

    “Sementara ini kita sudah masuk tahap akhir ya, karena kita sudah dapat audit dari BKPM, sekarang lagi konsisten koordinasi dengan Kementerian Perindustrian, karena ini adalah transisi, ke depan mitra kita adalah Kementerian Perindustrian,” kata Luther selaku Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia belum lama ini.

    “Ini mulai start proses tahap terakhir, harusnya lancar. Itu semua dimulai di kuartal I 2026,” sambung Luther.

    PT BYD Auto Indonesia merupakan merek yang mengikuti program insentif impor mobil listrik dengan investasi terbesar. Mereka membangun pabrik senilai Rp 11,2 triliun dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun. BYD optimistis jika pabrik sudah berdiri tetap bisa memimpin pasar mobil listrik di Indonesia.

    “Malah kalau kita berbasis manufaktur, itu kita justru lebih confidence dan lebih optimis. Karena assurance terhadap production dan supply itu lebih clear,” jelas dia.

    “Kalau sekarang kan kita dengan metode ini, kita mungkin masih dapat kondisi-kondisi tertentu. Yang mungkin membuatnya menjadi tidak certain. Kalau berbasis manufaktur pasti lebih certain secara keseluruhan,” tambah Luther.

    BYD sebagai penerima insentif itu harus melaksanakan komitmennya untuk memproduksi mobil di dalam negeri. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Investasi No. 6 Tahun 2023 jo No. 1 Tahun 2024. Berdasarkan aturan itu, ada sejumlah kewajiban yang harus ditunaikan produsen mobil listrik penerima insentif EV CBU. Sebelum mendapatkan insentif, pabrikan itu harus menyertakan surat komitmen yang salah satu isinya adalah janji untuk memproduksi mobil listrik di dalam negeri.

    (dry/rgr)

  • Tren Diet Makin Variatif, Ini Saran Dokter Gizi Biar Tak Salah Pilih

    Tren Diet Makin Variatif, Ini Saran Dokter Gizi Biar Tak Salah Pilih

    Jakarta

    Dari tahun ke tahun, tren diet terus bermunculan dan silih berganti viral di media sosial. Mulai dari diet rendah karbohidrat, puasa ekstrem, hingga metode diet yang menjanjikan penurunan berat badan cepat.

    Meski sama-sama mengklaim efektif, tidak semua tren diet aman untuk kesehatan jika dijalankan tanpa pemahaman yang tepat.

    Dokter spesialis gizi dr Nathania Sutisna, SpGK dari RS Abdi Waluyo mengatakan tren diet seharusnya tidak diikuti secara ekstrem. Karena perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

    “Karena diet harus personalized. Secara umum, kalau dietnya menjanjikannya klaimnya terlalu ekstrem, takutnya nggak aman,” kata dr Nathania kepada detikcom di Jakarta Pusat, pada Selasa (17/12/2025).

    Rambu-rambu Diet yang Perlu Diwaspadai

    Menurut dr Nathania, tidak ada batas angka pasti untuk menilai apakah suatu diet tergolong ekstrem atau tidak. Namun, ada beberapa tanda yang bisa menjadi peringatan awal. Salah satunya dilihat dari perhitungan massa otot dan hasil dari prosesnya.

    “Perlu mengukur massa otot. Jadi kalo dietnya itu menyebabkan ototnya hilang atau turun, nah itu yang bahaya,” ucapnya.

    Selain itu, diet dengan pembatasan kalori yang terlalu ekstrem dan klaim hasil yang terdengar too good to be true juga patut dicurigai. Apalagi kalau efeknya bikin tubuh yang tadinya segar malah jadi lemas.

    Trend Diet Paling Berisiko

    Dari berbagai tren diet yang pernah viral, dr Nathania menilai water fasting sebagai salah satu metode yang paling tidak aman. Diet ini hanya mengandalkan konsumsi air putih tanpa asupan makanan.

    “Bernapas aja kita membutuhkan energi. Kalau hanya minum air, tubuh bisa berubah ke mode emergency atau bertahan hidup. Akhirnya ototnya yang dibuang,” katanya.

    Diet Realistis dan Aman

    Sementara itu, dr Nathania menilai metode intermittent fasting masih tergolong lebih realistis dan relatif aman jika dijalankan dengan benar. Pola ini mengatur waktu makan tanpa menghilangkan asupan nutrisi penting.

    “Sejauh ini, yang paling realistis dan aman adalah intermittent fasting. Kecuali yang punya asam lambung,” tutupnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Berat Badan Hanya 22 Kg, Wanita Ini Meninggal Usai Diet Ekstrem”
    [Gambas:Video 20detik]
    (rfd/up)

  • Tampang Camry Pelat Merah yang Dilelang Mulai Rp 90 Jutaan

    Tampang Camry Pelat Merah yang Dilelang Mulai Rp 90 Jutaan

    Tampang Camry Pelat Merah yang Dilelang Mulai Rp 90 Jutaan

  • Bang Jago Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Ini Ancaman Hukumannya

    Bang Jago Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Ini Ancaman Hukumannya

    Jakarta

    Media sosial dihebohkan aksi pengendara motor di Sudirman, Jakarta Pusat, yang tak terima usai ditegur jangan merokok. Bukan hanya melempar kata-kata kasar, dia juga melakukan serangan fisik ke pengendara lain yang menegurnya. Apa hukumannya?

    Merokok sambil mengendarai motor merupakan perbuatan yang terlarang. Sebab, selain mengganggu konsentrasi, kegiatan tersebut juga bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.

    Larangan merokok sambil mengendarai motor tertulis dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 106 ayat 1. Sementara ancaman hukumannya tertera pada Pasal 283 UU yang sama.

    “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750,000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah),” begitu ancaman hukum sebagaimana tercantum dalam Undang-undang.

    Bukan hanya itu, pengendara motor arogan tersebut juga bisa dikenakan Pasal 291 Ayat 1 dan 2 di UU LLAJ lantaran tak mengenakan helm. Hukumannya kurungan pidana paling lama sebulan dan denda maksimum Rp 250 ribu!

    Diberitakan sebelumnya, aksi pemotor yang ngamuk saat ditegur jangan merokok viral di sejumlah platform media sosial, termasuk Instagram. Akun @mintadisundut merupakan salah satu yang pertama membagikannya di jagad maya.

    Melalui video yang beredar, pemotor arogan itu tak sendirian, melainkan membawa wanita yang juga tak memakai pelindung kepala. Dia, sepanjang perjalanan, asik merokok tanpa memedulikan pengguna jalan lain.

    Pemotor ngerokok. Foto: Doc. IG @mintadisundut

    Merasa terganggu, pemotor lain di belakang menegur pemotor arogan tersebut. Dia meminta agar si perokok mematikan rokoknya. Sebab, abu dan baranya bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

    “Abu rokok lo kena orang,” ujar pemotor lain yang menegur perokok tersebut, dikutip Senin (29/12).

    “Lo kan tinggal nyalip doang, monyet!” demikian respons si perokok sambil terus memacu Honda PCX berkelir putihnya. Bahkan, alih-alih meminta maaf, dia justru menyerang penegur dengan makian-makian.

    Si penegur berusaha sabar. Dia kemudian bertanya ke perokok: pernah sekolak tidak? Sebab, kata-katanya terlalu kasar dan tak beretika.

    “Yang lain elo tegur nggak, k*nt*l?” begitu respons lanjutan si perokok. Bahkan, parahnya lagi, dia melayangkan tendangan keras ke arah motor si penegur.

    Hingga tulisan ini dimuat, postingan tersebut sudah disaksikan 272 ribu kali dan mendapat hampir 3 ribu komentar. Warganet rata-rata menyayangkan aksi perokok yang sok jagoan dan tak mau mengaku salah.

    (sfn/rgr)

  • Eks PM Malaysia Najib Razak Juga Dihukum Denda Rp 47 Triliun

    Eks PM Malaysia Najib Razak Juga Dihukum Denda Rp 47 Triliun

    Kuala Lumpur

    Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, dijatuhi hukuman total 165 tahun penjara, meski hanya harus menjalani 15 tahun bui, atas kasus korupsi 1MDB. Najib juga dihukum denda MYR 11,4 miliar atau sekitar Rp 47,4 triliun.

    Dilansir The Star dan Bernama, Senin (29/12/2025), Pengadilan Tinggi menjatuhkan hukuman total 165 tahun penjara atas 25 dakwaan dalam kasus 1Malaysia Development Bhd (1MDB). Dia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara untuk masing-masing dari empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan setelah dinyatakan bersalah.

    Dia juga didenda total MYR 11,4 miliar. Najib juga dipenjara 5 tahun untuk masing-masing dari 21 dakwaan pencucian uang.

    Hakim menyatakan semua hukuman penjara dijalankan secara bersamaan. Berarti, Najib harus menjalani hukuman selama 15 tahun.

    Hakim Collin Lawrence Sequerah juga memerintahkan Najib untuk membayar sejumlah uang yang dapat dipulihkan sebesar MYR 2,08 miliar atau sekitar Rp 8,6 triliun berdasarkan Pasal 55(2) Undang-Undang Anti Pencucian Uang, Anti Pendanaan Terorisme dan Hasil Kegiatan Haram 2001. Jika tidak, Najib akan menghadapi hukuman penjara tambahan selama 270 bulan.

    Hakim Sequerah mengatakan bahwa dia telah mempertimbangkan semua faktor yang meringankan dari pihak pembela dan faktor yang memberatkan dari pihak penuntut.

    “Saya telah mempertimbangkan kasus-kasus yang dikutip dan prinsip-prinsip hukum. Saya juga telah mempertimbangkan unsur kepentingan publik dan prinsip pencegahan, lamanya masa jabatannya di pemerintahan dan faktor-faktor yang meringankan lainnya,” katanya.

    Putusan itu mulai dibacakan pada pukul 09.30 pagi waktu setempat. Persidangan baru tuntas pukul 21.00 malam waktu setempat atau sekitar 12 jam.

    Hakim juga memerintahkan agar hukuman penjara baru berlaku setelah Najib menyelesaikan masa hukuman 6 tahunnya dalam kasus SRC International Sdn Bhd. Najib telah menjalani hukuman penjara di Penjara Kajang sejak 23 Agustus 2022 setelah dinyatakan bersalah karena menggelapkan dana SRC International sebesar MYR 42 juta.

    Menurut Dewan Pengampunan, Najib diperkirakan akan dibebaskan pada 23 Agustus 2028. Tim pembela Najib meminta agar uang jaminan sebesar MYR 3,5 juta dikembalikan. Pihak penuntut tidak keberatan.

    “Dalam keadaan ini, pengadilan memerintahkan pengembalian uang jaminan,” kata Hakim Sequerah.

    Pengacara utama Najib, Muhammad Shafee Abdullah, mengatakan pihak pembela tidak mengajukan permohonan penangguhan eksekusi saat ini. Najib, dalam sebuah pernyataan setelah vonis dijatuhkan, meminta masyarakat Malaysia tetap tenang dan tidak terlibat dalam provokasi apa pun.

    “Saya akan terus memperjuangkan hak-hak saya melalui jalur hukum. Apa pun keputusan hari ini, saya tetap yakin pada proses peradilan negara ini,” ujarnya.

    Apa itu kasus 1MDB?

    Dilansir BBC, Najib Razak mendirikan 1MDB pada tahun 2009 sebagai cara untuk mengelola kekayaan Malaysia yang sarat akan sumber daya dengan menggunakan investasi strategis. Alarm bahaya kemudian muncul pada tahun 2015 saat perusahaan tersebut gagal membayar utang sebesar USD 11 miliar kepada sejumlah bank dan pemilik obligasi.

    Pada Juli 2016, Departemen Kehakiman AS mengajukan gugatan perdana yang menuduh bahwa lebih dari USD 3,5 miliar telah dijarah. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi lebih dari USD 4,5 miliar.

    MO1, yang kemudian dikonfirmasi sebagai Najib Razak oleh pemerintahnya sendiri, diduga jaksa penuntut AS telah menerima uang sekitar USD 681 juta dari uang yang dicuri, namun telah mengembalikan sebagian besar di antaranya. Najib dibebaskan dari segala tuntutan oleh aparat kepolisian Malaysia ketika dia masih menjabat.

    Namun, situasi langsung berubah setelah partainya kalah secara mengejutkan dalam pemilihan umum 2018. Sejumlah apartemen miliknya digerebek polisi di mana mereka mengamankan koleksi barang mewah dan uang tunai senilai USD 28,6 juta. Setidaknya ada 42 tuntutan yang dialamatkan kepada Najib atas dugaan korupsi, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan. Najib mengaku tidak bersalah atas segala tuntutan tersebut dan mempertahankan pengakuannya itu.

    Tonton juga video “Eks PM Malaysia Najib Razak Dijatuhi Hukuman Total 165 Tahun Penjara”

    Halaman 2 dari 3

    (haf/dhn)

  • Heboh Varian ‘Super Flu’ Subclade K, Benarkah Lebih Ganas? Ini Kata Pakar

    Heboh Varian ‘Super Flu’ Subclade K, Benarkah Lebih Ganas? Ini Kata Pakar

    Jakarta

    Belakangan ini, istilah “Super Flu” mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian flu baru bernama Subclade K yang mendominasi kasus di Inggris, Jepang, hingga sebagian wilayah Amerika Serikat. Bahkan varian ini disebut memicu 71 ribu warga New York terinfeksi dalam sepekan.

    Apa itu ‘Super Flu’ Subclade K?

    Subclade K sebenarnya merupakan cabang mutasi terbaru dari virus Influenza A (H3N2) yang sudah bersirkulasi selama puluhan tahun. Para ilmuwan pertama kali mendeteksinya pada Juni 2025 dan sejak saat itu, virus ini menyebar dengan sangat cepat.

    Kehadirannya yang bertepatan dengan musim flu yang datang 4-5 minggu lebih awal dari biasanya di beberapa negara seperti Inggris dan Norwegia, membuatnya terlihat lebih agresif.

    “Memang benar jenis H3 ini baru secara genetik, namun flu selalu berevolusi secara konsisten setiap waktu. Saat ini belum ada sinyal bahwa ada sesuatu yang luar biasa atau aneh dari cara virus ini berevolusi,” jelas Prof. Nicola Lewis Direktur World Influenza Centre di London dikutip dari laman GAVI.

    Benarkah lebih ganas?

    Salah satu kekhawatiran terbesar adalah apakah mutasi pada Subclade K mampu menembus sistem imun atau vaksin yang ada saat ini. Kabar baiknya, hasil laboratorium menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh manusia masih mampu mengenali varian ini dengan baik.

    Vaksin flu tahun ini pun dinyatakan masih memberikan perlindungan yang sangat berarti, terutama dalam mencegah gejala berat dan rawat inap.

    Meski begitu, para pakar tetap mewaspadai H3N2 karena jenis ini secara historis memang cenderung menyebabkan gejala yang lebih berat pada kelompok lansia dibandingkan jenis flu lainnya.

    Di sisi lain, pakar kesehatan dari Inggris, Dr. Alex Allen, mengingatkan bahwa flu tetaplah virus yang sulit ditebak.

    “Meskipun di beberapa negara angka infeksinya mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan, risiko adanya “puncak kedua” di awal tahun baru masih sangat mungkin terjadi,” kata dia.

    Lihat Video ‘WHO soal Influenza Varian Baru: Tak Menunjukkan Peningkatan Keparahan’:

    Halaman 2 dari 2

    (kna/kna)

  • Video Megawati Tekankan Politik Tata Ruang dalam Mitigasi Bencana

    Video Megawati Tekankan Politik Tata Ruang dalam Mitigasi Bencana

    Seketaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pelepasan bantuan bencana Sumatera pada Senin (29/12).

    Megawati menekankan pentingnya politik tata ruang dalam upaya mitigasi bencana. Sebab, kata Megawati politik adalah kehidupan.