Author: Detik.com

  • Bank Jateng dan Kemendes Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa di Boyolali

    Bank Jateng dan Kemendes Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa di Boyolali

    Jakarta

    PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menjalin kolaborasi strategis dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia.

    Kerja sama ini difokuskan pada fasilitasi layanan perbankan untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Jawa Tengah. Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari semangat ‘Menggempur Desa’ untuk mengentaskan kemiskinan melalui penguatan akses permodalan dan digitalisasi keuangan.

    Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menekankan bahwa Bank Jateng memiliki peran vital sebagai “Bapak Asuh” bagi kemandirian desa. Dia meminta perbankan tidak hanya menjadi penyedia modal, tetapi juga menjadi mentor bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    “Kita harus keroyokan, kita harus gempur kemiskinan dan ketertinggalan di desa melalui dukungan akses permodalan yang nyata. Saya ingin Bank Jateng tidak hanya menjadi pemberi kredit, tetapi juga menjadi mentor bagi desa dalam mengelola arus kas serta membina pengelola usaha desa agar melek literasi keuangan,” tegas Yandri dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).

    Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro menyatakan kesiapannya dalam menghadirkan sistem keuangan desa yang modern dan transparan melalui dukungan teknologi perbankan terkini.

    “Dengan aplikasi Siskeudes TNT (Transaksi Non Tunai) yang saat ini digunakan, proses pengelolaan dana desa oleh Pemerintah Desa di Jawa Tengah akan semakin efisien, aman, dan memberikan manfaat besar, terutama dalam hal monitoring penggunaan dana desa secara akuntabel,” ujar Irianto.

    Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Boyolali sebagai pusat sinergi ini, sekaligus menjadi persiapan menuju Hari Desa Nasional 2026.

    “Ini adalah langkah konkret untuk memastikan kemudahan kedepannya. Kerja sama ini sangat strategis karena menyentuh aspek akselerasi ekonomi agar BUMDes kita mampu berdaya saing secara profesional, serta mendorong tata kelola keuangan desa yang lebih akuntabel,” ungkap Agus.

    (akd/ega)

  • Ada Hari Bebas Ganjil Genap Lagi Pekan Ini

    Ada Hari Bebas Ganjil Genap Lagi Pekan Ini

    Jakarta

    Pekan ini akan ada lagi hari bebas ganjil genap di Jakarta. Kendaraan dengan pelat nomor ganjil maupun genap tetap bisa melintas bebas di 26 ruas jalanan Jakarta selama seharian tanpa khawatir kena tilang.

    Dikutip dari akun X (Twitter) TMC Polda Metro Jaya, pekan ini ada peniadaan ganjil genap di Jakarta. Ganjil genap di Jakarta ditiadakan pada 1 Januari 2026, bertepatan dengan libur Tahun Baru 2026.

    “Dalam rangka Libur Nasional dan Cuti Bersama Natal 2025 serta Tahun Baru 2026, sistem Ganjil Genap di DKI Jakarta TIDAK DIBERLAKUKAN pada: 25 & 26 Desember 2025 dan 1 Januari 2026,” demikian dikutip dari akun X TMC Polda Metro Jaya.

    Dikutip Dinas Perhubungan DKI Jakarta, peniadaan ganjil genap ini berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 88 Tahun 2019 Pasal 3 ayat (3). Aturan itu berbunyi, “Pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap tidak diberlakukan pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang ditetapkan dengan keputusan Presiden.”

    Sebagai informasi, rute ganjil genap ada di 26 ruas jalanan Jakarta. Ganjil genap Jakarta berlaku di 26 ruas jalan dengan rincian sebagai berikut:

    Jalur Ganjil Genap JakartaJl Pintu Besar SelatanJl Gajah MadaJl Hayam WurukJl MajapahitJl Medan Merdeka BaratJl SuryopranotoJl BalikpapanJl Kyai CaringinJl PramukaJl Salemba Raya sisi BaratJl Salemba Raya sisi Timur-Simpang Paseban-Simpang DiponegoroJl Kramat RayaJl Stasiun SenenJl MH ThamrinJl Jenderal SudirmanJl SisingamangarajaJl Panglima PolimJl Fatmawati-TB SimatupangJl Tomang RayaJl S ParmanJl Gatot SubrotoJl MT HaryonoJl HR Rasuna SaidJl DI PanjaitanJl Ahmad YaniJl Gunung Sahari

    (rgr/dry)

  • IDAI Ungkap Kelompok Ini Paling Rentan Infeksi ‘Super Flu’

    IDAI Ungkap Kelompok Ini Paling Rentan Infeksi ‘Super Flu’

    Jakarta

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan sederet kelompok yang rentan terhadap infeksi ‘super flu’ dari varian subclade K, sebuah cabang mutasi virus Influenza A (H3N2). Sebelumnya, di Amerika Serikat tengah dihebohkan dengan merebaknya penyakit ini karena menyebabkan 71 ribu warga New York terinfeksi dalam sepekan.

    Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) menjelaskan infeksi ‘super flu’ memiliki gejala yang mirip dengan influenza A pada umumnya. Namun, memang pada kelompok rentan, tingkat keparahan infeksi dapat meningkat.

    “Kelompok risiko tinggi kalau dari segi usia, kelompok risiko tinggi ada dua, yang pertama adalah balita, kemudian lansia, itu adalah kelompok risiko tinggi kalau terkena infeksi influenza, dia bisa menimbulkan keparahan yang lebih tinggi daripada kelompok pasien yang lain,” ungkap dr Nastiti dalam konferensi pers IDAI secara daring, Senin (29/12/2025).

    Kelompok rentan lainnya adalah orang dengan komorbid atau penyakit penyerta. Infeksi subclade K dapat memperparah kondisi kesehatan pasien yang sebelumnya sudah memiliki penyakit.

    Beberapa penyakit yang dimaksud seperti penyakit jantung, penyakit jantung bawaan pada anak, pasien kanker, hingga pasien dengan HIV.

    “Kemudian juga, pasien dengan obat-obat yang menekan imun tubuh, seperti pada HIV dan autoimun. Kemudian dengan penyakit golongan rematik dan lain-lain, dia kelompok risiko tinggi,” tandas dr Nastiti.

    Ketua IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso ikut mengingatkan para orang tua untuk lebih memperhatikan kesehatan anak.

    Meski memiliki sebutan ‘super flu’, bukan berarti penyakit ini pasti berbahaya. Namun, infeksi super flu dapat berakibat berat pada kelompok-kelompok rentan.

    “Subclade K ini memang agak sulit dikenali dan bisa menembus kekebalan yang sudah ada sebelumnya,” kata dr Piprim.

    “Pada anak-anak, kejadian influenza tipe A apabila mengenai anak dengan penyakit bawaan atau komorbid, dampaknya bisa jauh lebih serius dibandingkan anak tanpa komorbid,” tutupnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/up)

    Ancaman Superflu di Musim Libur

    6 Konten

    Belakangan ini, istilah “Super Flu” mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian terbaru dari influenza A (H3N2) atau disebut Subclade K. Varian ini sudah merebak di sejumlah negara.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Raih WSO Angels Award, Mayapada Hospital Buktikan sebagai RS Siaga Stroke

    Raih WSO Angels Award, Mayapada Hospital Buktikan sebagai RS Siaga Stroke

    Jakarta

    Tiga unit Mayapada Hospital, yakni Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Mayapada Hospital Surabaya, dan Mayapada Hospital Bandung, meraih penghargaan WSO Angels Award pada kuartal III tahun 2025. Penghargaan dari World Stroke Organization (WSO) sebagai organisasi global yang menilai mutu penanganan stroke di seluruh dunia ini menjadi bukti komitmen kuat Mayapada Hospital terhadap penanganan stroke yang cepat, tepat, dan berstandar global.

    Diketahui, hingga 2023 stroke masih menjadi penyebab utama kematian (18,5 persen) dan kecacatan (11,2 persen) di Indonesia, dengan 8,3 kasus per 1.000 penduduk pada 2023. Kondisi ini menuntut adanya layanan kesehatan yang berkualitas untuk meningkatkan angka harapan hidup pasien.

    Berdasarkan acuan WSO Awards Protocol, Mayapada Hospital dinilai unggul dalam kecepatan penanganan stroke dengan protokol internasional Door-to-Needle, ketepatan dalam pemeriksaan dan diagnosis stroke. Selain itu, Mayapada Hospital juga unggul dalam pencatatan medis yang terstruktur, kelengkapan perawatan selama pasien dirawat, serta ketepatan pengobatan untuk pemulihan dan pencegahan stroke berulang.

    Pencapaian ini disambut positif oleh tiap unit Mayapada Hospital yang berhasil meraih penghargaan tersebut. Chief Operating Officer Mayapada Hospital Jakarta Selatan Joyce Rahayu Kusumariyadi mengungkapkan WSO Angels Award memacu untuk menjaga international standard secara berkelanjutan, termasuk dalam layanan stroke care.

    “Sebagai bagian dari Mayapada Healthcare, Mayapada Hospital Jakarta Selatan senantiasa berkomitmen mendukung tim medis yang kompeten dengan program upskilling, pemanfaatan teknologi yang tepat guna, dan proses klinis yang konsisten dan efektif. Ini bukan hanya soal kecepatan respons, tapi juga keselamatan dan kualitas pemulihan pasien,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).

    Selain Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Mayapada Hospital Surabaya dan Bandung juga meraih penghargaan WSO Angels. Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya dr. Bona Fernando menilai penghargaan tersebut mencerminkan komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan stroke berstandar internasional.

    “Penghargaan ini menjadi bukti nyata Mayapada Hospital Surabaya dalam menghadirkan layanan stroke berstandar klinis internasional. Dengan kolaborasi erat seluruh tenaga medis, kami memastikan setiap detik tertolong dan setiap pasien mendapatkan intervensi yang paling akurat dan aman,” jelasnya.

    Mewakili salah satu unit Mayapada Hospital yang meraih penghargaan dengan predikat tertinggi dari standar WSO, Hospital Director Mayapada Hospital Bandung dr. Irwan Susanto Hermawan menyebut capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan stroke.

    “Meraih Diamond Status dengan predikat Excellence in Stroke Care menjadi dorongan bagi kami untuk terus berinovasi dan memperkuat posisi Mayapada Hospital Bandung sebagai pusat rujukan stroke bertaraf internasional di Jawa Barat,” tuturnya

    Chief of Medical Officer Mayapada Healthcare dr. Dini Handayani menegaskan pencapaian ketiga unit Mayapada Hospital ini menjadi wujud komitmen bersama seluruh jaringan Mayapada Healthcare dalam menghadirkan layanan stroke berstandar internasional.

    “Penghargaan WSO Angels Award ini menjadi tolok ukur penanganan stroke di seluruh unit Mayapada Hospital. Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi aktif dokter spesialis, dokter umum, perawat, radiologi, dan farmasi yang bekerja sesuai protokol internasional dengan menempatkan keamanan pasien (patient safety) sebagai prioritas utama,” ungkapnya

    Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut juga diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan.

    “Dengan konsistensi peningkatan standar layanan, Mayapada Healthcare berkomitmen menghadirkan pelayanan berkualitas yang mendukung kenyamanan pasien (patient experience), sehingga semakin besar peluang pasien stroke untuk selamat, pulih lebih baik, dan kembali menjalani hidup dengan kualitas optimal.” lanjutnya.

    Keseriusan Mayapada Hospital juga ditunjukkan dari pelatihan medis pada 2024 bersama Angels Initiative, sebuah organisasi global yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan stroke di seluruh rumah sakit di dunia. Pelatihan ini memperkuat keahlian tim medis di seluruh unit Mayapada Hospital dalam menangani stroke sesuai pedoman internasional untuk meningkatkan peluang pasien bertahan hidup tanpa kecacatan.

    Dengan diraihnya WSO Angels Award oleh tiga unit Mayapada Hospital, Angels Initiative turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

    “Pencapaian WSO Angels Award oleh tiga unit Mayapada Hospital adalah cerminan kerja keras dan dedikasi tim dan rumah sakit dalam penanganan stroke. Angels Initiative dengan bangga mendukung Mayapada Hospital untuk menghadirkan pelayanan stroke yang unggul dengan terus melakukan continuous improvement,” ucapnya.

    Keunggulan layanan stroke Mayapada Hospital didukung Stroke Emergency 24 jam dengan protokol internasional Door-to-Needle

    Konsultasi tersedia melalui MyCare atau 150770. Berbagai informasi layanan kesehatan unggul di Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui MyCare dalam fitur Health Articles & Tips serta fitur Personal Health untuk menghitung jumlah langkah harian, detak jantung, jumlah kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

    (akd/ega)

  • Bisa Terbakar, Hyundai Recall Tucson

    Bisa Terbakar, Hyundai Recall Tucson

    Jakarta

    Hyundai di Amerika melakukan recall terhadap ribuan unit Hyundai Tucson tahun 2022 sampai 2024. Ada salah satu komponen yang dapat mengalami korsleting hingga terbakar.

    Menurut dokumen Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat, seperti dikutip Autoevolution, rangkaian kabel pengait trailer pada Tucson di sana dapat mengalami korsleting dan terbakar.Hyundai Motor America menyebut, area tempat pemasangannya rentan terhadap masuknya air.

    Jika air masuk ke modul kontrol, lampu belakang trailer dan kendaraan dapat menjadi tidak berfungsi. Jika terjadi korsleting listrik, konsekuensinya termasuk panas berlebih, meleleh, dan terbakar. Komponen itu rentan kemasukan air karena penyegelan yang tidak memadai.

    Hyundai Amerika Utara telah menyelidikinya sejak April 2025. Awalnya, recall ini dipicu oleh laporan yang menuduh lampu rem trailer tidak berfungsi pada Tucson yang dipasarkan di AS. Dua bulan kemudian, pemasok mengidentifikasi masuknya air sebagai faktor penyebab potensial korsleting listrik.

    Hyundai Motor America menerima 287 laporan yang menuduh adanya kegagalan pada rangkaian kabel tersebut. Tiga kebakaran yang telah dikonfirmasi juga menjadi sorotan.

    Untuk memperbaiki isu itu, Hyundai akan melakukan penggantian suku cadang dengan kode CWF61-AU100. Rangkaian kabel trailer yang diperbaiki mencakup modul kontrol dengan penyegelan yang lebih baik.

    Hyundai meminta pemilik mobil itu untuk memarkir kendaraan jauh dari bangunan hingga perbaikan selesai.

    Di Amerika, Hyundai Tucson hadir dengan beberapa pilihan powertrain. Pertama ada mesin standar 2.5 liter naturally aspirated I4 yang menghasilkan tenaga 187 horsepower dan torsi 241 Nm. Mesin ini juga memungkinkan kapasitas trailer maksimum sebesar 1.247 kilogram).

    Selain itu, Hyundai Tucson juga tersedia dengan varian hybrid. Dilengkapi penggerak semua roda, varian Tucson Hybrid memiliki konsumsi bahan bakar rata-rata 6,2 liter per 100 kilometer (16,1 km/liter) dalam siklus uji gabungan EPA.

    (rgr/dry)

  • Waspada! ‘Super Flu’ Subclade K Mengintai, IDAI Wanti-wanti Anak dengan Kondisi Ini

    Waspada! ‘Super Flu’ Subclade K Mengintai, IDAI Wanti-wanti Anak dengan Kondisi Ini

    Jakarta

    Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang menghadapi lonjakan kasus flu, diduga imbas temuan varian baru subclade K. Dalam sepekan, tercatat lebih dari 70 ribu kasus.

    Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim B Yanuarso ikut meminta para orangtua memerhatikan kondisi anak.

    “Subclade K ini memang agak sulit dikenali dan bisa menembus kekebalan yang sudah ada sebelumnya,” kata dia, dalam media briefing Senin (29/12/2025).

    Varian ini disebutnya kerap dianggap ‘super flu’, bukan karena selalu mematikan, tetapi gejalanya bisa lebih berat, terutama bila menyerang kelompok rentan seperti anak-anak dengan penyakit penyerta, termasuk diabetes hingga obesitas.

    “Pada anak-anak, kejadian influenza tipe A apabila mengenai anak dengan penyakit bawaan atau komorbid, dampaknya bisa jauh lebih serius dibandingkan anak tanpa komorbid,” lanjutnya.

    Mereka yang mengidap penyakit jantung bawaan, gangguan paru kronis, gangguan metabolik, kelainan saraf, hingga gangguan imunitas juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan saat terpapar ‘super flu’ subclade K.

    Terlebih, kondisi lingkungan disoroti dr Piprim saat ini kurang ideal. Banjir dan bencana alam di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan Selatan juga menjadi potensi percepatan penyebaran penyakit menular.

    “Kita sedang menghadapi banjir dan banyak bencana di beberapa wilayah. Kita turut prihatin terhadap saudara-saudara kita dan jangan sampai kondisi ini diperberat dengan tambahan kasus influenza,” kata dr Piprim.

    Menghadapi ancaman super flu, IDAI menekankan pentingnya kembali menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Berkaca pada pengalaman panjang selama pandemi COVID-19.

    “Setiap penyakit menular, hal pertama yang harus kita kerjakan adalah PHBS. Kita sudah punya pengalaman pandemi COVID-19, jadi kebiasaan seperti memakai masker, menjaga kebersihan, dan menghindari kerumunan saat musim penyakit itu sangat penting,” ujar dr Piprim.

    Langkah sederhana seperti mencuci tangan, etika batuk, menjaga jarak saat anak sedang tidak fit, serta penggunaan masker di kondisi tertentu dinilai masih sangat relevan.

    Imbauan Vaksinasi, Anak dan Bumil

    Selain PHBS, IDAI kembali mengingatkan pentingnya vaksinasi influenza, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Vaksin influenza direkomendasikan untuk anak mulai usia 6 bulan ke atas.

    “Bagaimana kita mengingatkan kembali vaksinasi influenza pada anak-anak mulai usia enam bulan. Ini penting untuk mencegah gejala berat,” kata dia.

    Tak hanya anak, vaksinasi pada ibu hamil juga dinilai krusial. Vaksin influenza yang diberikan saat kehamilan dapat memberikan perlindungan pasif bagi bayi, terutama bayi muda dan bayi prematur yang belum bisa mendapatkan imunisasi sendiri.

    “Pemberian vaksin pada ibu hamil bisa melindungi bayi-bayi muda, apalagi bayi prematur, agar tetap terlindungi,” tambahnya.

    “Pada anak dengan komorbid, menjaga nutrisi yang adekuat dan mengontrol penyakit penyertanya sangat membantu dalam mengurangi beratnya gejala jika terinfeksi influenza,” tutupnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video WHO soal Influenza Varian Baru: Tak Menunjukkan Peningkatan Keparahan”
    [Gambas:Video 20detik]
    (naf/naf)

    Ancaman Superflu di Musim Libur

    6 Konten

    Belakangan ini, istilah “Super Flu” mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian terbaru dari influenza A (H3N2) atau disebut Subclade K. Varian ini sudah merebak di sejumlah negara.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Jejak Hakim Pengadil Tom Lembong yang Kini Diusulkan Kena Sanksi

    Jejak Hakim Pengadil Tom Lembong yang Kini Diusulkan Kena Sanksi

    Jakarta

    Komisi Yudisial (KY) mengirimkan rekomendasi pemberian sanksi terhadap hakim yang mengadili mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong). Rekomendasi itu muncul setelah proses pengusutan atas laporan Tom Lembong.

    Dirangkum detikcom, Senin (29/12/2025), Tom Lembong awalnya divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp 750 juta dalam kasus korupsi impor gula. Vonis itu diketok oleh majelis yang diketuai oleh Dennie Arsan Fatrika dengan anggota Purwanto S Abdullah dan Alfis Setyawan.

    Hakim menyatakan perbuatan Tom menyebabkan kerugian negara Rp 194 miliar yang menurut hakim merupakan keuntungan yang seharusnya didapatkan PT PPI selaku BUMN. Majelis hakim menyatakan Tom Lembong tak menikmati hasil korupsi tersebut.

    Hakim tak membebankan uang pengganti terhadap Tom Lembong. Vonis itu langsung dilawan Tom Lembong dengan mengajukan banding.

    Permohonan banding Tom Lembong didaftarkan lewat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (22/7/2025). Nasib Tom Lembong berubah mendadak pada Kamis (31/7). Pemerintah dan DPR sepakat memberikan abolisi bagi Tom Lembong.

    Pemberian abolisi oleh Presiden Prabowo Subianto itu membuat proses peradilan terhadap Tom Lembong, yang telah mengajukan banding, dihentikan. Tom pun bebas dari Rutan Cipinang pada Jumat (1/8).

    Tom Laporkan Hakim ke KY

    Pada Jumat (1/8), pihak Tom Lembong menyatakan telah melaporkan majelis hakim yang mengadili perkaranya ke Komisi Yudisial (KY). Tom Lembong kemudian mendatangi gedung KY pada Senin (11/8).

    “Menindaklanjuti laporan kami ke Komisi Yudisial. Mengenai kekhawatiran proses sidang, terutama perilaku para hakim ya, majelis hakim,” kata Tom Lembong di gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2025).

    Saat itu, Tom mengatakan ingin memanfaatkan momentum abolisi. Dia berharap laporannya dapat mendorong perbaikan sistem peradilan.

    “Ya supaya bersama-sama kita bisa memanfaatkan momentum dari abolisi ini untuk mendorong perbaikan yang dapat kita dorong. Sayang kan kalau momentum ini tidak dimanfaatkan untuk kebaikan bersama ya,” ujarnya.

    KY kemudian menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. KY menjamin tak akan membedakan penanganan laporan Tom dengan laporan lainnya.

    “KY tentu akan menindaklanjuti laporan ini sesuai dengan kewenangan yang ada pada kami. Tidak ada pembedaan, sama dengan laporan-laporan yang lain,” kata ketua KY saat itu, Amzulian Rifai.

    KY Kirim Rekomendasi Sanksi

    Pada Selasa (23/12), KY menyatakan telah menyelesaikan rekomendasi sanksi untuk hakim yang menyidangkan Tom Lembong terkait kasus impor gula. Rekomendasi tersebut dikirimkan ke Mahkamah Agung (MA).

    “Yang Tom Lembong itu sudah selesai. Tinggal proses administrasi untuk penjatuhan sanksi ke MA,” ujar Anggota KY Abhan di Gedung KY, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).

    Dilansir Antara, KY menyatakan tiga hakim terlapor terbukti melanggar ode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH). KY memberikan usul sanksi sedang kepada para terlapor berupa hakim nonpalu selama enam bulan.

    “Yaitu Angka 1 butir 1.1. (5) dan 1.1. (7), Angka 4, Angka 8, dan yaitu Angka 10 Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung Rl dan Ketua Komisi Yudisial Rl Nomor 047/KMA/SKB/IV/2009 dan Nomor 02/SKB/P.KY/IV/2009 tentang KEPPH juncto Pasal 5 ayat (3) huruf b dan huruf c, Pasal 8, Pasal 12 dan Pasal 14 Peraturan Bersama Mahkamah Agung RI dan Komisi Yudisial RI Nomor 02/PB/MA/IX/2012 dan Nomor 02/PB/P.KY/09/2012 tentang Panduan Penegakan KEPPH,” demikian petikan amar putusan.

    Rekomendasi itu diambil dalam sidang pleno KY Senin, 8 Desember 2025, yang dihadiri lima komisioner KY periode sebelumnya, yakni Amzulian Rifai selaku ketua merangkap anggota, serta Siti Nurdjanah, Mukti Fajar Nur Dewata, M Taufiq HZ, dan Sukma Violetta masing-masing sebagai anggota.

    Tindak lanjut rekomendasi sanksi itu berada di tangan MA. Namun, MA mengaku belum menerima surat tersebut.

    “Nanti kita cek dulu poin mana yang dilanggar apakah itu etik atau teknis. Belum dapat suratnya. Kalau teknis kan kewenangan MA kalau itu masuk etika dia punya kewenangan. Poin mana yang dilanggar,” ujar Jubir MA Yanto.

    Halaman 2 dari 3

    (haf/dhn)

  • Wujud Motor Sport Listrik Honda yang Tunggangan Polisi

    Wujud Motor Sport Listrik Honda yang Tunggangan Polisi

    Wujud Motor Sport Listrik Honda yang Tunggangan Polisi

  • Heboh RS di Malaysia Punya Ruang Khusus Pasien RI, Guru Besar FKUI Soroti Ini

    Heboh RS di Malaysia Punya Ruang Khusus Pasien RI, Guru Besar FKUI Soroti Ini

    Jakarta

    Sebuah unggahan di platform X viral setelah memperlihatkan foto salah satu rumah sakit di Malaysia yang memiliki ruangan khusus untuk pasien Indonesia.

    “Tadi buat medical check up kat Sunway. They even have a special office for Indonesian patients now,” tulis salah satu akun, dikutip Senin (29/12/2025).

    Unggahan tersebut menuai beragam respons warganet. Tidak sedikit dari mereka mempertanyakan kualitas layanan kesehatan dalam negeri, sementara yang lain menilai fenomena ini sebagai bukti kuat masih banyak masyarakat Indonesia memilih berobat ke luar negeri.

    Prof Tjandra Yoga Aditama, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menilai ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.

    “Fenomena ini tidak bisa dilihat secara hitam-putih. Kita perlu pendekatan ilmiah yang sistematis dan berbasis bukti,” kata Prof Tjandra kepada detikcom, Senin (29/10).

    Menurut Prof Tjandra, langkah pertama yang paling penting adalah melakukan analisis ilmiah yang mendalam untuk memahami alasan masyarakat Indonesia memilih berobat ke luar negeri.

    “Kenapa masyarakat berobat ke luar negeri harus dianalisis dengan kaidah ilmiah yang baik dan benar. Dengan pendekatan evidence-based, kita bisa mengetahui penyebab sebenarnya dan jalan keluarnya,” ujarnya.

    Tanpa data dan analisis berbasis bukti, lanjut dia, diskusi publik hanya akan berputar pada asumsi dan emosi, tanpa menghasilkan solusi nyata.

    Prof Tjandra juga menekankan peningkatan mutu layanan rumah sakit dalam negeri harus dilakukan secara konsisten dan berkala. Indonesia disebutnya sudah memiliki sistem akreditasi nasional, bahkan sebagian rumah sakit telah mengantongi akreditasi internasional.

    “Kalau sudah mencapai derajat akreditasi tertentu tapi pelayanan masih dianggap belum baik, maka perlu dicek. Apakah sistem jaga mutu berkelanjutan yang belum berjalan, atau justru sistem akreditasinya yang belum menjamin mutu layanan,” jelasnya.

    Pesan Hindari Saling Menyalahkan

    Isu berobat ke luar negeri kerap memunculkan polemik antara pembuat kebijakan dan tenaga kesehatan di lapangan. Menurut Prof Tjandra, kondisi ini justru kontraproduktif.

    “Menjaga keharmonisan antara penentu kebijakan publik dan pelaksana pelayanan kesehatan itu penting. Kalau saling menyalahkan, atmosfernya jadi tidak sehat dan tidak membantu perbaikan layanan,” katanya.

    Ia menilai, perbaikan sistem kesehatan hanya bisa berjalan jika semua pihak duduk bersama dan berbicara dalam kerangka solusi.

    Harga Obat dan Alkes

    Selain pelayanan medis langsung, Prof Tjandra menyoroti faktor non-medis yang sangat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri.

    “Sudah sering muncul berita kenapa harga obat di Indonesia lebih mahal dibanding banyak negara lain, tapi sampai sekarang belum ada kebijakan nyata yang membuat harga obat lebih murah,” ujarnya.

    Belum lagi, kata dia, persoalan pajak alat kesehatan dan biaya pendukung lain yang pada akhirnya membebani pasien. Aspek-aspek ini kerap menjadi alasan mengapa biaya berobat di luar negeri terasa lebih ‘masuk akal’ bagi sebagian masyarakat.

    Prof Tjandra menilai Indonesia juga tidak cukup hanya memperbaiki layanan di dalam rumah sakit. Ia mendorong adanya strategi pemasaran layanan kesehatan agar Indonesia juga bisa menjadi tujuan berobat bagi warga negara asing.

    “Perlu dipikirkan kemudahan di bandara, transportasi, bahkan kemudahan imigrasi bila diperlukan. Juga menjelaskan ke luar negeri layanan kesehatan apa saja yang kita miliki,” ungkapnya.

    Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan semata tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk pariwisata, perhubungan, dan imigrasi.

    “Kalau kita ingin masyarakat berobat di dalam negeri, maka semua aspek itu harus dibenahi bersama,” tutup Prof Tjandra.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • 10 Makanan Penurun Gula Darah, Cocok untuk Pengidap Diabetes

    10 Makanan Penurun Gula Darah, Cocok untuk Pengidap Diabetes

    Jakarta

    Kadar gula darah yang tinggi sering menjadi masalah kesehatan serius, terutama bagi pengidap diabetes atau mereka yang berisiko mengalaminya. Pola makan memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan gula darah dan membantu mengendalikannya.

    Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu tubuh mencegah lonjakan gula darah. Karena itu, mengenali berbagai jenis makanan yang dapat membantu menurunkan gula darah menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.

    10 Makanan Penurun Gula Darah untuk Pengidap Diabetes

    Berikut beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

    1. Brokoli

    Brokoli yang dipotong atau dikunyah akan menghasilkan senyawa bernama sulforaphane, sejenis isothiocyanate yang diketahui memiliki efek membantu menurunkan kadar gula darah.

    Dikutip dari laman Healthline, sejumlah studi tabung reaksi, penelitian pada hewan, serta beberapa studi pada manusia menunjukkan bahwa ekstrak brokoli yang kaya sulforaphane memiliki efek antidiabetes. Senyawa ini dilaporkan dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan kadar gula darah, serta mengurangi penanda stres oksidatif.

    2. Salmon

    Salmon kaya akan vitamin D. Dikutip dari laman Everyday Health, mendapatkan asupan vitamin D yang cukup sangatlah penting, sebab kadar vitamin D yag rendah dikaitkan dengan diabetes tipe 2.

    Salmon juga merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik. Menurut American Heart Association (AHA), asam lemak omega-3 dalam ikan berlemak seperti salmon bisa meningkatkan kesehatan jantung yang penting untuk pengidap diabetes.

    3. Kacang Almond

    Dikutip dari laman Very Well Health, kacang-kacangan, seperti almond mengandung lemak tak jenuh yang sehat. Menurut penelitian, jenis lemak ini membantu mengontrol kadar gula darah dengan membatasi resistensi insulin. Studi menunjukkan, kadar gula darah menurun saat peserta dengan dan tanpa diabetes tipe 2 mengonsumsi kacang-kacangan sebelum makanan kaya karbohidrat yang biasanya menyebabkan lonjakan gula darah.

    Dikutip dari lama Mayo Clinic, almond mengandung serat yang merupakan nutrisi penting bagi pengidap diebetes karena bisa membantu memperbaiki kadar gula darah, dengan memperlambat penyerapan gula.

    4. Kale

    Kale mengandung berbagai senyawa yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Sebuah studi yang melibatkan 42 orang dewasa Jepang menunjukkan bahwa konsumsi 7 atau 14 g makanan yang mengandung kale bersamaan dengan makanan tinggi karbohidrat menurunkan kadar gula darah setelah maka secara signifikan, dibandingkan dengan plasebo.

    Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan flavonoid dalam kale, termasuk quercetin dan kaempferol mempunyai efek ampuh dalam menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

    5. Alpukat

    Alpukat bisa memberikan manfaat signifikan untuk pengaturan gula darah. Buah ini kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, serta mineral.

    Banyak penelitian menemukan, alpukat bisa membantu menurunkan kadar gula darah dan melindungi tubuh dari perkembangan sindorm metabolk melalui penurunan lemak tubuh. Sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi, seperti tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang meningkat, yang bisa meningkatkan risiko penyakit kronis.

    6. Telur

    Telur merupakan sumber protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang terkonsentrasi. Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi telur dengan pengaturan gula darah yang lebih baik.

    Sebuah penelitian pada 42 orang dewasa dengan obesitas dan mengidap pradiabetes atau diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa mengonsumsi satu butir telur besar per hari selama 12 minggu menyebabkan penurunan kadar gula darah puasa yang signifikan. Selain itu, ada peningkatan sensitivitas insulin dibandingkan dengan pengganti telur.

    7. Buah Beri

    Buah beri mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Kandungan ini menjadikannya pilihan yang sangat baik bagi orang-orang yang memiliki masalah pengelolaan gula darah.

    Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 2 cangkir atau 250 g raspberry merah bersamaan dengan makanan tinggi karbohidrat secara signifkan mengurangi insulin dan gula darah setelah makan pada orang dewasa dengan pradiabetes, dibandingkan dengan kelompok kontrol.

    Tak hanya raspberi, penelitian menunjukkan, stroberi, blueberry, dan blackberry bisa bermanfaat untuk mengelola gula darah. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan memperbaiki proses pembuangan glukosa dari aliran darah.

    8. Jeruk

    Jeruk merupakan sumber pektin yang sangat baik, yaitu serat larut yang terbukti bisa menurunkan kadar kolesterol LDL. Jeruk juga mengandung nutrisi penting seperti vitamin C.

    Buah-buahan sitrus, seperti jeruk kaya akan serat dan mengandung senyawa tumbuhan seperti narinngenin, yaitu polifenol dengan khasiat antidiabetes yang kuat.

    9. Pare

    Pare adalah salah satu makanan tinggi serat dan rendah gula. Sayuran ini bisa membantu menurunkan kadar gula darah atau glukosa secara alami.

    Pare mempunyai insulin versinya sendiri, yaitu polipeptida-P. Studi menemukan bahwa bahan kimia tersebut bisa membantu mengatur kadar gula darah pada orang dengan diabetes.

    10. Oat

    Memasukkan oat ke dalam pola makan bisa membantu memperbaiki kadar gula darah, berkat kandungan serat larutnya yang tinggi. Hal ini terbukti memiliki efek kuat dalam menurunkan gula darah. Sebuah studi kecil pada tahun 2016 yang melibatkan 10 orang menemukan bahwa mengonsumsi sekitar 200 ml air yang dicampur 30 gram dedak oat sebelum makan roti putih bisa menekan lonjakan gula darah setelah makan, dibandingkan dengan minum air putih saja.

    Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan Ilmu Gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/suc)