Author: Detik.com

  • Terobosan Medis China, Ahli Bedah ‘Pasang’ Kuping Pasien yang Copot ke Kakinya

    Terobosan Medis China, Ahli Bedah ‘Pasang’ Kuping Pasien yang Copot ke Kakinya

    Jakarta

    Ahli bedah di China berhasil melakukan operasi pertama di dunia dengan ‘memasang’ atau mencangkokkan telinga pasien yang terlepas ke bagian kakinya, sebelum akhirnya dikembalikan ke posisi semula.

    Dikutip dari South China Morning Post, telinga perempuan tersebut terlepas akibat kecelakaan kerja pada April lalu, yang juga merobek sebagian besar kulit kepalanya.

    Qiu Shenqiang, wakil direktur unit bedah mikro di Rumah Sakit Provinsi Shandong, Jinan, menjelaskan bahwa cedera yang dialami pasien disebabkan oleh mesin berat dan tergolong mengancam nyawa.

    Kulit kepala, leher, dan wajah korban mengalami robekan parah hingga “terpecah menjadi beberapa bagian”, sementara telinganya “terputus sepenuhnya bersamaan dengan kulit kepala”.

    Saat pasien tiba di rumah sakit, tim bedah mikro tangan, kaki, dan rekonstruksi segera berupaya memperbaiki kulit kepala menggunakan metode standar.

    Namun, kerusakan yang sangat parah pada jaringan kulit kepala serta jaringan pembuluh darah membuat prosedur tersebut tidak berhasil.

    Karena jaringan tengkorak membutuhkan waktu untuk sembuh, para ahli bedah tidak dapat langsung menyambungkan kembali telinga tersebut. Hal ini memaksa tim untuk menemukan cara inovatif agar telinga yang terputus tetap hidup sampai rekonstruksi memungkinkan.

    Tim Qiu akhirnya memutuskan untuk mencangkokkan telinga ke bagian atas kaki pasien. Dia menjelaskan arteri dan vena di kaki memiliki ukuran yang sesuai serta tingkat kecocokan yang tinggi dengan pembuluh darah di telinga. Selain itu, ketebalan kulit dan jaringan lunak di area kaki dinilai mirip dengan kulit kepala, sehingga hanya memerlukan penyesuaian minimal setelah proses pencangkokan.

    Prosedur ini belum pernah dilakukan sebelumnya dan tidak memiliki rujukan kasus sukses yang terdokumentasi. Operasi pencangkokan awal berlangsung selama sekitar 10 jam.

    (suc/kna)

  • RI Swasembada Gula Tahun Depan

    RI Swasembada Gula Tahun Depan

    Jakarta

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan Indonesia akan swasembada gula kristal putih (GKP) atau untuk konsumsi pada 2026. Ia meyakini saat ini saja produksi telah meningkat tajam.

    Menurut Amran seiring produksi tebu meningkat, maka terjadi peningkatan produksi gula. Dengan begitu cita-cita swasembada gula konsumsi akan tercapai di 2026. Sementara gula industri ditargetkan bisa tercapai 3 tahun lagi.

    “Kalau produksi tebu meningkat, itu sudah otomatis produksi gula meningkat. Sekarang rendermen berapa? Kalau 7 sudah bagus. Jadi, tahun depan mudah-mudahan sudah bisa swasembada gula putih. Kemudian industri merupakan 3 tahun. Kita kerja keras,” kata dia ditemui di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

    Amran mengatakan untuk langkah-langkah mencapai swasembada gula konsumsi akan dilakukan bongkar ratun, di mana kegiatan membongkar tunas-tunas tebu lama yang sudah tidak produktif atau menurun kualitasnya, lalu diganti dengan penanaman bibit tebu baru, terutama varietas unggul.

    Selain itu, menurut Amran, 300 ribu hektare lahan tebu saat ini harus dilakukan bongkar ratun.

    “Langkah-langkahnya adalah pertama, ratun ini sudah 86% itu harus dibongkar. Sekarang kita akan bongkar berturut-turut 3 tahun 2025, 2026, 2027. Itu kurang lebih 300an ribu hektare. Nggak, seluruh,” ujar dia.

    Amran mengatakan saat ini terdapat 500 ribu hektare lahan tebu. Jika 300 ribu ha dilakukan peremajaan atau penanaman ulang, ia meyakini produksi gula untuk mencapai swasembada akan tercapai.

    “Sekarang ada 500 ribu ha. Kita mudah-mudahan bongkar 300 ribu ha lebih. Kalau itu jadi kenyataan, insyaAllah, gula putih swasembada,” jelasnya.

    (ada/hns)

  • Staycation Pakai Duit Salah Transfer Berujung Bui bagi Pria Singapura

    Staycation Pakai Duit Salah Transfer Berujung Bui bagi Pria Singapura

    Jakarta

    Pria di Singapura divonis 12 minggu penjara usai menikmati uang salah transfer untuk staycation. Pelaku dibui usai menolak mengembalikan SGD 9.000 atau sekitar Rp 118 juta yang salah kirim ke rekeningnya.

    Dilansir Channel News Asia, Senin (29/12/2025), pria itu bernama Mohamed Basheer Hanif Mohamed (27). Dia menerima uang yang salah transfer oleh Universitas Teknologi Nanyang (NTU).

    Basheer menghabiskan uang tersebut untuk menginap di hotel dan pengeluaran sehari-hari. Basheer mengaku bersalah atas satu dakwaan penggelapan dana secara tidak jujur.

    Berdasarkan dokumen pengadilan, seorang petugas keuangan NTU mengatakan universitas tersebut secara keliru mentransfer SGD 9.087,04 kepada Basheer pada 10 November 2023. Pada hari yang sama, Basheer menyadari jumlah tersebut di rekening bank POSB-nya yang sebelumnya kosong.

    Kemudian Basheer menarik uang tersebut untuk keperluan pribadinya. Petugas keuangan dan POSB telah beberapa kali mencoba menghubungi Basheer tetapi tidak berhasil.

    Pada 21 November 2023, petugas keuangan mengirim email kepada Basheer tentang transfer yang salah tersebut. Basheer menjawab bahwa dia tidak mengetahui adanya uang tersebut karena dia telah berhenti menggunakan rekening bank tersebut.

    Dia juga menolak memberikan nomor telepon seluler dan alamat terbarunya atas permintaan NTU dan menyuruh petugas keuangan untuk berhenti menghubunginya. Dia tidak mengembalikan uang tersebut.

    Muncul melalui tautan video tanpa perwakilan hukum, Basheer mengatakan bahwa dia telah ditahan sejak Oktober karena tidak mampu membayar uang jaminan. Dia mengaku selama ini tinggal di sebuah flat sewaan bersama istrinya, dan mereka sedang mengalami kesulitan keuangan.

    Basheer mengatakan kepada hakim bahwa dia menyesal dan tidak akan mengulangi pelanggaran setelah dibebaskan. Hakim kemudian bertanya apakah ada perwakilan NTU yang hadir dan seorang wanita terlihat maju. Kemudian, terungkap bahwa wanita tersebut adalah istri Basheer, dan bukan perwakilan universitas.

    Penggelapan dana secara tidak jujur dapat membuat seseorang dipenjara hingga 2 tahun, didenda, atau keduanya.

    Halaman 2 dari 2

    (lir/lir)

  • Belajar dari Kasus Pemotor PCX Ngamuk usai Ditegur Jangan Ngerokok

    Belajar dari Kasus Pemotor PCX Ngamuk usai Ditegur Jangan Ngerokok

    Jakarta

    Sejak kemarin, media sosial dihebohkan video pengendara Honda PCX putih yang ngamuk usai ditegur jangan merokok. Sosok viral yang diketahui bernama Galih Saputra itu telah meminta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Apa pelajaran penting yang bisa dipetik?

    Selain melanggar hukum, perbuatan merokok sambil mengendarai motor bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Sebab, kebiasaan itu berpotensi mengganggu konsentrasi dan keseimbangan pengendara saat melaju di jalan raya.

    “Mengemudi apa pun kendaraannya harus fokus atau konsentrasi. Menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan. Tidak boleh yang namanya sambil-sambil apalagi ngerokok,” ujar Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana kepada detikcom, belum lama ini.

    Di luar itu, dia menambahkan, sisa pembakaran rokok juga bisa membahayakan pengguna jalan lain di belakang. Itulah mengapa, berkendara sambil merokok merupakan perbuatan ‘haram’ yang benar-benar tak disarankan.

    “Abu dan baranya mengganggu pengemudi lain, bisa juga terbang ke mata sendiri,” kata Sony.

    Pemotor ngerokok. Foto: Doc. IG @mintadisundut

    Diberitakan sebelumnya, aksi pemotor yang ngamuk saat ditegur jangan merokok viral di sejumlah platform media sosial, termasuk Instagram. Akun @mintadisundut merupakan salah satu yang pertama membagikannya di jagad maya.

    Tayangan yang beredar menunjukkan, pemotor arogan itu tak sendirian, melainkan membawa wanita yang juga tak mengenakan pelindung kepala. Dia, sepanjang perjalanan, asik merokok tanpa memedulikan pengguna jalan lain.

    Merasa terganggu, pemotor lain di belakang menegur pemotor arogan tersebut. Dia meminta agar si perokok mematikan rokoknya. Sebab, abu dan baranya bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

    “Abu rokok lo kena orang,” ujar pemotor lain yang menegur perokok tersebut, dikutip Senin (29/12).

    “Lo kan tinggal nyalip doang, monyet!” demikian respons si perokok sambil terus memacu Honda PCX berkelir putihnya. Bahkan, alih-alih meminta maaf, dia justru menyerang penegur dengan makian-makian.

    Si penegur berusaha sabar. Dia kemudian bertanya ke perokok: pernah sekolak tidak? Sebab, kata-katanya terlalu kasar dan tak beretika.

    “Yang lain elo tegur nggak, k*nt*l?” begitu respons lanjutan si perokok. Bahkan, parahnya lagi, dia melayangkan tendangan keras ke arah motor si penegur.

    Hingga tulisan ini dimuat, postingan tersebut sudah disaksikan 272 ribu kali dan mendapat hampir 3 ribu komentar. Warganet rata-rata menyayangkan aksi perokok yang sok jagoan dan tak mau mengaku salah.

    Pemotor PCX Minta Maaf

    Setelah kasus tersebut viral, pengendara motor yang bernama Galih Saputra itu akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui akun Instagram resminya. Dia janji tak akan mengulanginya lagi di lain hari.

    “Saya Galih Saputra, ingin mengklarifikasi sehubung video saya merokok sambil berkendara. Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terdampak, terutama mas-mas di video tersebut,” kata Galih.

    Menurut Galih, insiden viral tersebut terjadi pada Minggu (28/12) sekira pukul 00.00 malam. Dia mengaku, ketika itu lalai dan ceroboh.

    “Saya menyadari kejadian tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dan kesalahpahaman di masyarakat. Saya dengan tulus menyampaikan permohonan dan minta maaf,” tuturnya.

    “Sebagai bentuk tanggung jawab, saya sudah evaluasi dan mengambil langkah perbaikan diri agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata dia menambahkan.

    (sfn/dry)

  • Klarifikasi Viral Ortu soal Anak Dikeluarkan dari Sekolah usai Ngeluh Menu MBG ‘Rapel’: Ada Miskom

    Klarifikasi Viral Ortu soal Anak Dikeluarkan dari Sekolah usai Ngeluh Menu MBG ‘Rapel’: Ada Miskom

    Jakarta

    Viral curhatan orangtua siswa yang sempat mengaku mendapatkan intimidasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) pasca mengunggah menu ‘rapelan’ makan bergizi gratis di periode libur Natal dan Tahun Baru. Anaknya juga disebut-sebut dikeluarkan dari sekolah buntut postingan viral tersebut.

    Orangtua siswa yang bernama Nurul Oriana itu akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi. Ia menekankan informasi yang semula ia terima merupakan miskomunikasi dengan pihak sekolah.

    Pernyataan ini disampaikan pasca seluruh pihak termasuk pihak sekolah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan orang tua murid, bertemu.

    “Mengakui ada kesalahpahaman kedua belah pihak yang mana saya sendiri mengira snack yang diberi untuk 5 hari ternyata untuk 3 hari,” kata Nurul kepada wartawan, Senin (29/10/2025).

    Pihak sekolah PAUD kemudian menekankan tidak pernah mengeluarkan anaknya, Aira, dari sekolah. Miskomunikasi disebut terjadi melalui percakapan internal di grup WhatsApp. Dipastikan tidak ada keputusan administratif dikeluarkannya Aira dari sekolah tersebut sebagai peserta didik.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut hal ini menjadi tanda program MBG tidak terhalang dengan masukan dan kritikan. Program MBG juga disebutnya tidak boleh memicu dampak negatif, khususnya terkait pendidikan pada anak.

    “Program MBG tidak boleh menimbulkan dampak negatif terhadap hak anak, khususnya hak memperoleh pendidikan. Setelah dilakukan klarifikasi, dapat dipastikan tidak ada anak yang dikeluarkan dari sekolah,” beber Dadan di Jakarta, Senin (29/12).

    “Setiap masukan dari masyarakat adalah bagian penting dari perbaikan layanan. Program ini hadir untuk melindungi anak-anak, bukan untuk membatasi ruang aspirasi orang tua,” tegasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • Transisi Energi RI Harus Dipercepat, Kita Masih Bergantung Impor

    Transisi Energi RI Harus Dipercepat, Kita Masih Bergantung Impor

    Jakarta

    Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno berkomitmen mengawal kebijakan dan legislasi strategis di sektor energi, khususnya percepatan transisi energi nasional. Eddy mengatakan dirinya terlibat aktif dalam sejumlah inisiatif kebijakan dan legislasi di bidang energi.

    “Tujuannya adalah bagaimana kita akan mampu mengawal proses transisi energi yang saat ini perlu kita laksanakan dengan cepat,” kata Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025).

    Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi paradoks energi. Di satu sisi, Indonesia memiliki sumber daya energi yang sangat besar, baik energi fosil maupun terbarukan. Namun di sisi lain, kebutuhan energi nasional masih bergantung pada impor.

    “Indonesia memiliki sumber energi yang sangat besar, baik fosil maupun terbarukan. Namun, pada saat yang sama, kebutuhan energi kita masih bergantung pada impor,” kata Eddy.

    Menurutnya, paradoks tersebut dapat diatasi melalui percepatan transisi energi dengan memaksimalkan pemanfaatan sumber energi domestik. Dia menilai langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

    Selain itu, Eddy mengatakan investasi di sektor energi terbarukan dapat menciptakan lapangan kerja hijau atau green jobs, mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), serta melahirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis ekonomi rendah karbon. Dia mendorong sosialisasi mengenai krisis lingkungan, energi terbarukan, dan transisi energi perlu terus dilakukan.

    Lebih lanjut, Eddy menyoroti sistem rantai birokrasi yang menghambat investasi. Menurutnya, banyak investor global ingin berinvestasi dalam energi terbarukan lantaran adanya aspek keberlanjutan.

    “Saya yakin mereka akan masuk memilih Indonesia sebagai salah satu sarana investasi yang terbaik bagi mereka,” tuturnya.

    (amw/eva)

  • AS Ketar-ketir Dihantui ‘Super Flu’, Sudah Masuk RI? Ini Catatan IDAI

    AS Ketar-ketir Dihantui ‘Super Flu’, Sudah Masuk RI? Ini Catatan IDAI

    Jakarta

    Merebaknya varian baru influenza A (H3N2) Subclade K atau yang kerap disebut ‘super flu’ di Amerika Serikat memicu kekhawatiran global. Lantas, apakah kemungkinan sudah masuk Indonesia?

    Menanggapi hal tersebut, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, Sp A, Subsp Respi(K), menyebut kemungkinan virus tersebut masuk ke Tanah Air sangat besar, mengingat Indonesia bukan negara yang terisolasi dari lalu lintas global.

    Berkaca dari berbagai pengalaman penyakit pernapasan sebelumnya, penyebaran virus lintas negara hampir selalu terjadi.

    “Cepat atau lambat penyakit itu akan sampai di Indonesia. Jadi, semakin dekat ya semakin besar kemungkinannya,” ucapnya dalam media briefing, Senin (29/12/2025).

    Ia bahkan menilai besar kemungkinan virus tersebut sudah ada di Tanah Air, mengingat tingginya jumlah penumpang internasional yang datang setiap hari, baik dari Amerika Serikat, Eropa, Kanada, maupun negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia, hingga China.

    dr Nastiti menjelaskan, saat ini pemeriksaan di pintu masuk negara masih terbatas pada skrining gejala, seperti demam atau gangguan pernapasan. Tidak semua bandara menerapkan pemindaian suhu tubuh (thermal scanning), sehingga bila penumpang tidak melaporkan kondisi kesehatannya secara jujur, potensi lolos dari pemantauan tetap ada.

    “Ketika itu sudah sampai Singapura atau Malaysia, itu akan cepat sampai di Indonesia. Pasti akan, kalau ditanya sekarang sudah ada atau belum kemungkinan, sudah ada,” lanjutnya.

    Ia menambahkan, sejumlah rumah sakit sebenarnya sudah melakukan pemeriksaan influenza untuk membedakan influenza A dan B. Namun, pemeriksaan tersebut tidak sampai mendeteksi subvarian, seperti Subclade K, karena membutuhkan fasilitas laboratorium canggih dengan genomic sequencing.

    Dari sisi penanganan klinis, dr Nastiti menekankan jenis varian influenza tidak mengubah terapi pengobatan. Pasien tetap diberikan obat yang sama seperti influenza pada umumnya.

    Sementara itu, menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman mengatakan hingga November 2025 belum ditemukan kasus flu akibat infeksi subclade K.

    “Di Indonesia bersirkulasi Influenza A seasonal, dominasi subtipe H3N2 dan H1N1pdm09. Periode Mei 2025 sampai dengan November 2025 didominasi sirkulasi H3N2,” kata Aji saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/12).

    “Berdasarkan hasil genomik/WGS virus influenza oleh NIC: didominasi H3N2 clade 3C.2a. Hasil WGS tersebut menunjukkan bahwa tidak ditemukan clade baru atau varian yg berbeda dari varian yang bersirkulasi di global dan masih dalam strain vaksin influenza rekomendasi WHO,” sambungnya.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/up)

    Ancaman Superflu di Musim Libur

    6 Konten

    Belakangan ini, istilah “Super Flu” mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian terbaru dari influenza A (H3N2) atau disebut Subclade K. Varian ini sudah merebak di sejumlah negara.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Mudik Pakai Mobil Listrik Makin Digemari, Ini Buktinya

    Mudik Pakai Mobil Listrik Makin Digemari, Ini Buktinya

    Jakarta

    Makin banyak pemudik yang melakukan perjalanan dengan mobil listrik. Hal ini tercermin dari data pengisian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode masa siaga Natal dan Tahun Baru 2026.

    PT PLN (Persero) melaporkan adanya lonjakan pengisian daya kendaraan listrik selama periode siaga Nataru 2026, yang dimulai sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

    “Hingga hari ke-13 masa siaga Nataru 2025/2026 (27/12); pengisian daya kendaraan listrik sudah melampaui total realisasi sepanjang periode Nataru tahun lalu,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya dikutip Senin (29/12/2025).

    Berdasarkan catatan PLN, jumlah pengisian daya kendaraan listrik selama masa siaga Nataru 2025/2026 mencapai 137.250 kali, atau hampir tiga kali lipat dibandingkan total pengisian daya sepanjang Nataru 2024/2025 yang tercatat 48.254 kali. Periode ini dihitung hingga 27 Desember 2025 pukul 24.00 WIB.

    Selain frekuensi pengisian, peningkatan juga tercermin pada konsumsi energi listrik. Hingga hari ke-13 masa siaga Nataru 2025/2026, energi listrik yang tersalurkan untuk pengisian EV mencapai 3.288.045 kilowatt hour (kWh), atau sekitar 2,8 kali lipat dibandingkan total energi sepanjang Nataru 2024/2025 sebesar 1.174.350 kWh.

    “Dari sisi energi, lonjakannya juga terlihat jelas. Hingga hari ke-13 masa siaga, listrik yang tersalurkan untuk pengisian daya EV sudah mencapai lebih dari 3,28 juta kWh,” kata Darmawan.

    PLN sejak awal masa siaga Nataru sudah menyiagakan 4.516 unit SPKLU yang tersebar di 2.935 lokasi di seluruh Indonesia. Hal ini mencakup penambahan SPKLU di jalur mudik utama Sumatra-Jawa-Bali dengan total 1.515 unit SPKLU atau meningkat tiga kali lipat dibandingkan Nataru tahun lalu.

    “Sejak awal masa siaga, kami juga menyebar 15 unit SPKLU mobile untuk kebutuhan darurat dan lebih dari 5.000 petugas SPKLU yang bersiaga 24 jam selama masa siaga Nataru, agar layanan pengisian daya selalu memadai di tengah meningkatnya mobilitas EV,” pungkas Darmawan.

    Seiring peningkatan tren kepercayaan masyarakat terhadap perjalanan jarak jauh menggunakan EV, PLN memproyeksikan jumlah pemudik yang menggunakan EV roda empat pada periode Nataru tahun ini meningkat signifikan. Jika pada Nataru 2024/2025 tercatat sekitar 12.183 kendaraan listrik, pada Nataru 2025/2026 jumlahnya diproyeksikan meningkat sekitar 2,2 kali lipat menjadi sekitar 26.000 kendaraan.

    Kenaikan pemudik pakai mobil listrik juga sejalan dengan penjualan mobil listrik di RI.

    Data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) menunjukkan sebanyak 82.525 unit mobil listrik terjual sepanjang Januari-November 2025 dari total penjualan 710.084 unit. Artinya pangsa pasar mobil listrik sepanjang tahun ini sudah 11,62 persen.

    Jika dilirik secara year on year, penjualan mobil listrik dengan periode yang sama itu naik 113 persen dibanding tahun lalu yang mencapai angka 38.677 unit.

    (riar/dry)

  • Pembagian Makan Bergizi Gratis Berlanjut Meski Sekolah Libur

    Pembagian Makan Bergizi Gratis Berlanjut Meski Sekolah Libur

    Foto Health

    Tripa Ramadhan – detikHealth

    Senin, 29 Des 2025 18:45 WIB

    Tasikmalaya – Siswa di Tasikmalaya tetap menerima Makan Bergizi Gratis meski libur sekolah. Program ini memastikan asupan gizi anak tetap terpenuhi selama masa liburan.

  • LRT Jabodebek Buka Suara Nama Stasiun Dukuh Atas Tak Lagi Gunakan BNI

    LRT Jabodebek Buka Suara Nama Stasiun Dukuh Atas Tak Lagi Gunakan BNI

    Jakarta

    Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas kini tak lagi mencantumkan BNI di stasiunnya. Hal ini karena kontrak penamaan stasiun (naming rights) sudah berakhir.

    Manager Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika Putra mengatakan perubahan nama Stasiun Dukuh Atas dilakukan secara bertahap dan sudah dilakukan mulai 23 Desember kemarin.

    “Saat ini, perjanjian tersebut telah selesai sesuai dengan ketentuan kontrak yang disepakati bersama. Seiring berakhirnya masa kerja sama tersebut, penamaan stasiun LRT Jabodebek kini kembali menggunakan nama Stasiun Dukuh Atas,” katanya saat dihubungi detikcom, Senin (29/12/2025).

    Ketika ditanya apakah sudah ada perusahaan lain, Radhitya belum mau membocorkan nama perusahaan mana yang bakal mejeng di Stasiun Dukuh Atas. Hal ini dikarenakan masih dalam tahap administrasi.

    “Terkait hal tersebut, akan diinfokan lebih lanjut pak, krn msh dlm tahap administrasi,” katanya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyesuaian penamaan stasiun ini tidak berdampak pada operasional maupun kualitas layanan LRT Jabodebek.

    “Penyesuaian penamaan ini merupakan bagian dari mekanisme kontraktual yang berlaku dan tidak memengaruhi operasional maupun kualitas layanan kepada pengguna LRT Jabodebek,” katanya.

    (eds/eds)