Author: Detik.com

  • Jangan Kalap, Segini Batas Aman Konsumsi Daging di Malam Tahun Baru

    Jangan Kalap, Segini Batas Aman Konsumsi Daging di Malam Tahun Baru

    Jakarta

    Malam tahun baru kerap identik dengan hidangan serba daging. Mulai dari sate, steak, daging panggang, hingga olahan berlemak lainnya sering tersaji di meja makan. Dalam suasana liburan, tak sedikit orang yang akhirnya makan daging jauh lebih banyak dari biasanya.

    Spesialis gizi klinik dr Yohannessa Wulandari, MGizi, SpGK dari RS St Carolus Salemba, menjelaskan konsumsi daging sebenarnya tidak dilarang, termasuk daging merah seperti daging sapi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jenis potongan, cara pengolahan, dan porsinya.

    Menurutnya, salah satu alasan daging merah kerap dikaitkan dengan risiko kesehatan adalah kandungan lemak jenuh di dalamnya. Meski begitu, daging, seperti daging sapi masih tetap bisa dikonsumsi pada momen tertentu seperti natal dan tahun baru (Nataru), asalkan memilih bagian yang kandungan lemaknya lebih rendah.

    Salah satu contoh potongan yang relatif lebih aman adalah bagian has dalam, karena kandungan lemaknya lebih sedikit dibanding bagian lain.

    “kalau namanya daging merah itu kan sebenarnya yang jahatnya salah satunya karena lemak jenuh gitu,” kata dr Yohannessa kepada detikcom, Kamis (18/12/2025).

    Selain memilih potongan daging, dr Yohannessa mengatakan cara mengolah juga berperan penting. Setelah memilih daging yang lebih rendah lemak, metode memasak sebaiknya tidak menambah beban kalori dan lemak.

    Mengolah daging dengan cara digoreng rendam atau deep fried sebaiknya dihindari, karena dapat meningkatkan kandungan lemak secara signifikan.

    Lalu, berapa batas aman konsumsi daging?

    dr Yohannessa menjelaskan kebutuhan setiap orang memang berbeda-beda, tergantung berat badan dan kondisi tubuh. Namun sebagai gambaran umum, untuk perempuan dengan berat badan sekitar 50 kilogram, porsi daging dalam satu kali makan sebenarnya sudah cukup sekitar 1 hingga 2 potong sedang, dengan berat masing-masing kurang lebih 45-50 gram.

    Agar lebih mudah, porsi daging bisa diukur menggunakan ukuran telapak tangan sendiri. Dalam satu kali makan, konsumsi daging sebaiknya tidak melebihi satu hingga dua kali ukuran telapak tangan. Pendekatan sederhana ini membantu menjaga porsi tetap sesuai kebutuhan tanpa harus menimbang makanan.

    “Jadi ya tetap aja mindful gitu kebutuhan sehari itu cuman cukup sekitar segitu tuh tadi 1 sampai 2 potong sedang,” lanjutnya.

    Ia juga menekankan pentingnya tetap bersikap sadar saat makan, terutama di momen liburan ketika godaan makanan tinggi lemak sangat besar. Menikmati hidangan daging saat Nataru tetap boleh, asalkan tidak berlebihan dan tetap memperhatikan porsi serta cara pengolahannya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Steak Nabati Dilarang? Aturan Baru Uni Eropa Bikin Heboh”
    [Gambas:Video 20detik]
    (suc/up)

  • Malam Tahun Baru di Sydney Diwarnai Momen Hening untuk Korban Serangan Bondi

    Malam Tahun Baru di Sydney Diwarnai Momen Hening untuk Korban Serangan Bondi

    Sydney

    Suasana muram menyelimuti persiapan pesta malam Tahun Baru di Sydney, Australia, pada Rabu (31/12) waktu setempat. Kengerian penembakan massal di Pantai Bondi beberapa waktu lalu membayangi perayaan Tahun Baru yang biasanya digelar dengan meriah di kota pelabuhan tersebut.

    Sydney yang dijuluki sebagai “ibu kota tahun baru dunia” akan menjadi beberapa dari sejumlah kota besar dunia yang paling awal menyambut tahun 2026.

    Persiapan untuk malam pergantian tahun di Sydney, seperti dilansir AFP, Rabu (31/12/2025), diselimuti kemuraman setelah dua pekan lalu, kota terpadat di Australia itu diguncang penembakan massal yang menewaskan sedikitnya 15 orang.

    Dua pelaku, yang merupakan seorang ayah dan anak laki-lakinya, melepaskan tembakan secara brutal terhadap sebuah festival keagamaan Yahudi yang digelar di Pantai Bondi yang ramai pengunjung. Penembakan itu tercatat sebagai penembakan massal paling mematikan di Australia selama hampir 30 tahun terakhir.

    Sebagai wujud penghormatan untuk para korban penembakan, pesta-pesta malam pergantian tahun di Sydney akan berhenti sejenak untuk momen hening selama satu menit pada pukul 23.00 waktu setempat, ketika Sydney Harbour Bridge yang tersohor bermandikan cahaya putih untuk melambangkan perdamaian.

    “Saat ini, kegembiraan yang biasanya kita rasakan di awal tahun baru diimbangi oleh kesedihan,” ucap Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, dalam pernyataan terbaru via video pada Rabu (31/12).

    Ratusan ribu orang diperkirakan akan memadai tepi pantai Sydney ketika kembang api seberat 9 ton meledak di langit tepat saat pergantian tahun.

    “Tahun ini menjadi tahun yang sulit bagi banyak orang. Semoga dunia terlihat lebih cemerlang di tahun 2026,” ucap Steph Grant, seorang warga Sydney berusia 32 tahun.

    Sepanjang malam, warga setempat dan wisatawan mulai berkumpul di area sekitar Sydney Harbour Bridge, dengan perahu-perahu layar memenuhi perairan untuk mengamankan tempat menonton kembang api terbaik di dekat Sydney Opera House.

    “Kembang api selalu ada dalam daftar keinginan saya dan saya sangat senang berada di sini,” ujar seorang turis asal Inggris, Susana Suisikli.

    Keamanan tampak lebih ketat dari biasanya, dengan pasukan kepolisian bersenjata lengkap melakukan patroli di antara kerumunan.

    Sydney akan memulai rangkaian perayaan tahun baru yang membentang dari New York di Amerika Serikat (AS) hingga festival Hogmanay di jalanan yang dingin di Skotlandia.

    Di Pantai Copacabana yang terkenal di Brasil, lebih dari 2 juta orang diperkirakan akan hadir dalam pesta, yang diklaim oleh otoritas setempat sebagai pesta malam tahun baru terbesar di dunia.

    Sementara di Hong Kong, pertunjukan kembang api tahun baru yang direncanakan di Victoria Harbour dibatalkan untuk memberi penghormatan kepada 161 korban tewas dalam kebakaran mematikan pada November lalu.

    Lihat juga Video ‘Bundaran HI Bersolek, Intip Panggung Utama Perayaan Tahun Baru 2026’:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Saat Anak Tutup Mulut, Orang Tua Perlu Ubah Cara Penuhi Nutrisinya

    Saat Anak Tutup Mulut, Orang Tua Perlu Ubah Cara Penuhi Nutrisinya

    Jakarta

    Bagi banyak orang tua, fase anak susah makan atau gerakan tutup mulut (GTM) sering menjadi kekhawatiran utama. Bukan hanya karena porsi makan yang tak habis, tetapi
    juga karena dampaknya pada energi, emosi, dan aktivitas anak sehari-hari.

    Anak yang asupannya kurang kerap terlihat lebih mudah lelah, rewel, atau enggan bermain dan belajar bersama teman. Kondisi ini membuat orang tua menyadari bahwa GTM bukan sekadar persoalan selera, melainkan berkaitan langsung dengan pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal.

    Dalam menghadapi situasi tersebut, banyak orang tua mulai mengubah pendekatan. Dari memaksa anak makan, menjadi membangun rutinitas yang lebih tenang dan konsisten,
    sekaligus mencari cara agar kebutuhan nutrisi harian anak tetap terpenuhi meski asupan makanan utama belum maksimal.

    Di sinilah peran nutrisi pendamping menjadi relevan. Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi lengkap dapat membantu mengisi celah kebutuhan harian anak, sekaligus
    mendukung nafsu makan, daya tahan tubuh, dan kesiapan anak untuk beraktivitas secara optimal.

    Salah satu pilihan yang digunakan banyak orang tua adalah Morinaga Morigro. Susu pertumbuhan ini diformulasikan dengan Formula GROMAX yang mengandung AA, DHA,
    Omega 3 dan 6 untuk perkembangan otak, probiotik Bifidobacterium longum BB536 untuk pencernaan dan imunitas, serta vitamin dan mineral penting seperti kalsium, zat besi, dan zinc.

    Dengan dukungan nutrisi yang tepat dan pendampingan yang konsisten, proses makan anak dapat berjalan lebih nyaman, sekaligus membantu mereka tumbuh lebih aktif dan percaya diri.

    (akn/akn)

  • Sempat Picu Pencemaran, Instalasi Pengolahan Limbah Kini Mulai Beroperasi

    Sempat Picu Pencemaran, Instalasi Pengolahan Limbah Kini Mulai Beroperasi

    Jakarta

    Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mulai beroperasi untuk menangani persoalan limbah domestik yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan. Fasilitas ini dibangun untuk merespons kondisi ratusan rumah yang belum memiliki sistem pengolahan limbah, sehingga pembuangan limbah rumah tangga dilakukan langsung ke badan air.

    Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 627 rumah di wilayah Pancoran yang belum memiliki pengolahan limbah domestik, baik black water maupun grey water. Kondisi tersebut berisiko mencemari sumber daya air akibat pembuangan limbah tanpa pengolahan.

    Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Nuri Hidayat mengatakan pembangunan IPAL dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan lingkungan dan sanitasi.

    “Melalui Program TJSL ini, SUCOFINDO tidak hanya menghadirkan solusi infrastruktur lingkungan, tetapi juga memastikan keberlanjutan manfaatnya melalui pengujian air melalui laboratorium SUCOFINDO. Kami berharap IPAL ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat di Kelurahan Pancoran,” ujar Nuri Hidayat.

    Instalasi yang dibangun berupa tangki septik komunal lengkap dengan jaringan pipa penghubung di dua titik lokasi. Fasilitas tersebut ditujukan bagi warga yang belum memiliki instalasi pengolahan limbah pribadi.

    Selain pembangunan fisik, dilakukan pula pengujian laboratorium untuk melihat perubahan kualitas air limbah sebelum dan setelah IPAL beroperasi. Pengujian dilakukan menggunakan parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solid (TSS).

    “Hasil pengujian (melalui parameter BOD, COD, dan TSS) menunjukkan bahwa kualitas air limbah meningkat, ditandai dengan turunnya kadar bahan pencemar utama yang sebelumnya melebihi baku mutu, setelah IPAL beroperasi mengalami penurunan signifikan sehingga IPAL terbukti efektif dalam mengurangi potensi pencemaran lingkungan,” jelas Nuri Hidayat.

    Dengan mulai beroperasinya IPAL tersebut, pembuangan limbah domestik secara langsung ke lingkungan diharapkan dapat berkurang dan risiko pencemaran air dapat ditekan.

    (fdl/fdl)

  • Jepang Bikin Mobil Listrik Murah, Harganya Rp 114 Jutaan

    Jepang Bikin Mobil Listrik Murah, Harganya Rp 114 Jutaan

    Jakarta

    Perusahaan rintisan asal Jepang, KG Motors, mengikuti jejak produsen-produsen China yang banyak menjual micro EV atau mobil listrik mungil. Mereka telah mengenalkan Mibot Mini yang dibanderol mulai dari 1 juta yen atau Rp 114 jutaan.

    Disitat dari Electrec, Rabu (31/12), Mibot Mini EV merupakan mobil listrik berukuran mikro dengan konfigurasi satu penumpang. Kendaraan tersebut, secara fungsi, memang ditujukan untuk konsumen yang kerap ke mana-mana sendirian.

    Mibot Mini EV hanya memiliki dimensi panjang 2.490 mm atau setara mobil golf. Meski demikian, secara kemampuan, kendaraan tersebut tak bisa dipandang remeh. Bahkan, jarak tempuhnya bisa mencapai 100 km dalam kondisi baterai penuh.

    Mibot Mini EV Foto: Doc. KG Motors

    Meski hanya cukup untuk satu orang, namun Mibot Mini EV punya ruang tambahan untuk menaruh barang bawaan. Menariknya, kendaraan tersebut sudah ditanamkan software yang bisa di-update secara kontinu.

    “Mulanya, saya melihat begitu banyak mobil berdimensi besar yang melintas di jalan-jalan sempit Jepang. Maka, di situlah ide saya (membuat mobil listrik mikro) dimulai,” ujar Kazunari Kusunoki selaku pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) KG Motors.

    Mibot Mini EV saat ini masih dalam tahap pra-produksi. Produksi massal secara penuh akan dimulai awal tahun depan.

    Mibot Mini EV Foto: Doc. KG Motors

    Setelah keran pemesanan dibuka musim gugur lalu, Mibot telah menerima 1.000-an pesanan di bulan pertama. Bahkan, hingga Mei kemarin, pesanannya sudah tembus 2.250-an unit. Padahal, penjualan kendaraan tersebut hanya ditargetkan 3.300 unit hingga Maret 2027.

    Perusahaan menegaskan, 300 unit Mibot pertama akan dikirim ke konsumen Jepang mulai Maret 2026. Sementara untuk ekspor kemungkinan besar akan dimulai di bulan yang sama.

    (sfn/rgr)

  • Antrean Urus Aktivasi Coretax Membludak, Ditjen Pajak Buka Suara

    Antrean Urus Aktivasi Coretax Membludak, Ditjen Pajak Buka Suara

    Jakarta

    Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan buka suara merespons kunjungan masyarakat ke Kantor Pelayanan Pajak untuk melakukan aktivasi akun coratex.

    Peningkatan k surat edaran (SE) yang dirilis pada tanggal 13 November 2025 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

    SE tersebut adalah SE Menpan RB Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pendaftaran dan Aktivasi Akun Wajib Pajak serta Pembuatan Kode Otorisasi/Sertifikat Elektronik melalui Sistem Inti Administrasi Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak (Coretax DJP) Mulai Tahun Pajak 2025 bagi Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisisan Republik Indonesia (SE Menpan RB 7/2025).

    Pada intinya, SE tersebut meminta aparatur pemerintah agar segera melakukan aktivasi akun Coretax DJP paling lambat 31 Desember 2025.

    Merespons kondisi tersebut, Ditjen Pajak buka suara. Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Rosmauli mengatakan pihaknya telah memperkuat layanan di sejumlah Kantor Pajak.

    Ditjen Pajak juga mengeluarkan surat pengumuman PENG-54/PJ.09/2025 tentang Batas Waktu Aktivasi Akun Coretax dan Pembuatan Kode Otorisasi/Sertifikat Elektronik (KO/SE) pada 29 Desember 2025.

    Rosmauli menyampaikan, surat pengumuman tersebut menegaskan aktivasi akun Coretax pada prinsipnya dapat dilakukan sebelum Wajib Pajak memanfaatkan layanan Coretax dan dianjurkan dilakukan secara mandiri melalui kanal resmi DJP.

    “Sebagai langkah antisipasi, DJP telah memperkuat layanan di kantor pajak sekaligus menerbitkan Pengumuman Nomor PENG-54/PJ.09/2025 yang menegaskan bahwa aktivasi akun Coretax pada prinsipnya dapat dilakukan sebelum Wajib Pajak memanfaatkan layanan Coretax dan dianjurkan dilakukan secara mandiri melalui kanal resmi DJP. Imbauan ini merupakan langkah mitigasi untuk mencegah penumpukan layanan, terutama menjelang periode pelaporan SPT Tahunan,” terang Rosmauli kepada detikcom, Rabu (31/12/2025).

    Rosmauli menambahkan, bagi Wajib Pajak yang mengalami kendala teknis tertentu, DJP tetap menyediakan pendampingan di kantor pajak.

    “Namun demikian, bagi Wajib Pajak yang mengalami kendala teknis tertentu, DJP tetap menyediakan pendampingan di kantor pajak dengan pengaturan layanan agar tetap tertib dan optimal,” terang Rosmauli.

    Dalam surat pengumuman pengumuman Ditjen Pajak ditegaskan seluruh layanan perpajakan di kantor pajak tidak dipungut biaya, alias gratis.

    Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan jasa perantara atau calo, serta tetap waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan petugas pajak atau menjanjikan percepatan layanan dengan imbalan tertentu.

    Tonton juga video “Sri Mulyani Bicara Soal Coretax, Sebut Sistemnya Sudah Semakin Baik”

    (hrp/hns)

  • Sempat Diprediksi Tembus Level 9.000, Target IHSG Gagal Total!

    Sempat Diprediksi Tembus Level 9.000, Target IHSG Gagal Total!

    Indeks Harga Saham Gabungan tak tembus target 9.000 akhir tahun ini. Pada penutupan perdagangan 30 Desember 2025, IHSG masih menguat tipis di kisaran 8.646, namun belum sesuai dengan prediksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

    Meski belum sesuai ekspektasi, sebagian besar saham tetap bergerak di zona hijau yang menandakan aktivitas investor masih aktif. Lalu apakah level 9.000 bisa dicapai awal 2026?

  • Menhub Minta Layanan Penumpang di Pelabuhan Dibenahi

    Menhub Minta Layanan Penumpang di Pelabuhan Dibenahi

    Jakarta

    Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengaku telah menegur PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Teguran ini layangkan karena Pelindo dianggap terlalu fokus pada layanan angkutan barang dan peti kemas.

    Dudy meminta Pelindo juga fokus terhadap layanan angkutan penumpang di pelabuhan. Menurutnya selama ini, angkutan penumpang Pelindo hanya sebatas terminal saja.

    “Itu kan dominasi angkutan barang. Angkutan penumpang itu hanya terminal. Saya sudah minta supaya terminal ini dibenahi,” jelas Dudy dalam acara Media Briefing di SEIA Restaurant, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

    Dudy menilai, Pelindo memiliki pengelolaan khusus untuk layanan penumpang di pelabuhan kelolaannya. Ia bahkan meminta Pelindo membentuk anak perusahaan khusus yang menangani layanan penumpang jika merasa kewalahan.

    “Kalau Pelindo secara holding kerepotan, buat perusahaan yang khusus menangani services buat penumpang. Jadi tidak lagi fokus kepada, bukan tidak lagi fokus, tidak hanya fokus kepada angkutan barang,” jelasnya.

    Dudy menambahkan, pengelolaan pelabuhan penumpang juga perlu dilakukan secara lebih merata. Pasalnya, tidak semua pelabuhan di Indonesia dikelola oleh Pelindo, dan sebagian masih berada di bawah pengelolaan pemerintah dengan keterbatasan anggaran.

    Ia pun mengingatkan Pelindo tidak hanya mengelola pelabuhan yang secara ekonomi menguntungkan. Menurutnya, pelabuhan di daerah dengan aktivitas ekonomi rendah juga perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

    “Saya ingin meminta lagi kepada Pelindo itu agar pelabuhan-pelabuhan yang memang membutuhkan perhatian itu, mereka kelola sebagai bagian daripada social responsibility-nya mereka,” pungkasnya.

    Tonton juga video “Cek Pelabuhan Gilimanuk, Kakorlantas Pastikan Perayaan Tahun Baru Lancar”

    (kil/kil)

  • China Tarik Pasukan Usai Latihan Perang Besar-besaran, Taiwan Tetap Waspada

    China Tarik Pasukan Usai Latihan Perang Besar-besaran, Taiwan Tetap Waspada

    Taipei

    Otoritas penjaga pantai Taiwan melaporkan bahwa kapal-kapal perang dan kapal penjaga pantai China telah ditarik mundur dari perairan sekitar pulau tersebut, setelah Beijing menggelar latihan perang besar-besaran beberapa hari terakhir. Kendati demikian, Taipei mengatakan pihaknya masih dalam kondisi siaga tinggi.

    Latihan perang yang diberi nama “Misi Keadilan 2025” itu melibatkan aktivitas puluhan kapal militer China yang menembakkan rentetan roket ke arah Taiwan. Beijing mengerahkan sejumlah besar kapal perang dan jet tempur ke dekat pulau tersebut — aksi pamer kekuatan yang memicu kekhawatiran Barat.

    Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (31/12/2025), Otoritas Penjaga Pantai Taiwan mengatakan Taipei tetap siaga tinggi pada Rabu (31/12) setelah China menggelar latihan militer besar-besaran di perairan sekitar wilayahnya.

    Dikatakan Otoritas Penjaga Pantai Taiwan bahwa pusat respons maritim daruratnya tetap beroperasi, sembari memantau manuver Angkatan Laut China.

    “Kapal-kapal perang dan kapal-kapal penjaga pantai sedang bergerak mundur, tetapi beberapa masih berada di luar garis 24 mil laut,” kata wakil direktur jenderal Otoritas Penjaga Pantai Taiwan, Hsieh Ching-chin, kepada AFP.

    Hsieh mengatakan bahwa pergerakan itu mengindikasikan “latihan seharusnya sudah berakhir”.

    Kepala Dewan Urusan Kelautan Taiwan, Kuan Bi-ling, dalam pernyataan terpisah mengatakan bahwa kapal-kapal China memang berlayar menjauhi Taiwan, tetapi Beijing belum secara resmi menyatakan berakhirnya latihan perang tersebut.

    “Situasi maritim telah tenang, dengan kapal-kapal secara bertahap meninggalkan perairan itu. Karena China belum mengumumkan berakhirnya latihan militer, pusat respons darurat tetap beroperasi,” tegasnya dalam postingan Facebook.

    Hsieh menambahkan bahwa Otoritas Penjaga Pantai Taiwan mempertahankan pengerahan 11 kapalnya di perairan tersebut, karena sejumlah kapal Penjaga Kapal China “belum sepenuhnya meninggalkan area tersebut”.

    “Kita tidak boleh lengah,” tegasnya.

    China meluncurkan sejumlah rudal dan mengerahkan puluhan jet tempur, kapal angkatan laut, serta kapal penjaga pantai di perairan sekitar Taiwan, pada Senin (29/12) dan Selasa (30/12) waktu setempat.

    Pengerahan itu dalam rangka latihan tembak langsung, yang bertujuan untuk menyimulasikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Taiwan dan serangan terhadap target-target maritim.

    Otoritas Taipei mengecam latihan perang yang digelar Beijing itu sebagai langkah yang “sangat provokatif dan sembrono”, juga merupakan ancaman terhadap keamanan regional dan provokasi terang-terangan. Ditegaskan oleh Taiwan bahwa manuver China itu gagal memberlakukan blokade terhadap wilayah mereka.

    Latihan perang China ini digelar menyusul penjualan senjata besar-besaran oleh Amerika Serikat (AS) ke Taiwan, dan setelah komentar kontroversial Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi, soal penggunaan kekuatan terhadap Taipei dapat memicu respons militer dari Tokyo, menuai kemarahan Beijing.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • ‘Super Flu’ Subclade K Sudah Ada di RI, Kemenkes Sebut Kelompok Paling Rentan Tertular

    ‘Super Flu’ Subclade K Sudah Ada di RI, Kemenkes Sebut Kelompok Paling Rentan Tertular

    Jakarta

    Varian influenza yang belakangan dijuluki ‘super flu’, yakni Influenza A (H3N2) subclade K, dipastikan sudah terdeteksi di Indonesia, sejak 25 Desember 2025. Temuan ini memicu kekhawatiran publik, terutama setelah varian tersebut dilaporkan memicu lonjakan kasus influenza di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan beberapa wilayah di Eropa.

    Apakah subclade K lebih berbahaya? Perlukah kelompok tertentu seperti anak-anak, lansia, atau penderita penyakit penyerta (komorbid) perlu ekstra waspada?

    Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Prima Yosephine, menjelaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan subclade K memicu keparahan penyakit yang lebih tinggi dibanding varian influenza sebelumnya.

    Meski begitu, kelompok rentan tetap perlu mendapat perhatian khusus.

    Anak-anak Jadi Kelompok yang Banyak Terpapar

    Mengutip publikasi ilmiah terbaru hingga Desember 2025, dr Prima menyebut Influenza A (H3N2) merupakan salah satu virus emerging yang memiliki sejarah panjang dalam kesehatan global.

    “Merujuk pada publikasi terbaru pada Desember 2025, influenza A (H3N2) merupakan salah satu virus emerging yang pernah menyebabkan pandemi di Amerika Serikat pada tahun 1968 dan kembali menjadi penyebab peningkatan flu pada 2024 hingga 2025, khususnya pada kelompok anak-anak,” jelas dr Prima kepada detikcom Selasa (30/12/2025).

    Dalam konteks subclade K, anak-anak disebut sebagai kelompok yang cukup banyak terpapar, seiring tingginya aktivitas dan interaksi sosial, terutama di lingkungan sekolah dan komunitas.

    Meski begitu, efektivitas vaksin influenza dinilai masih cukup baik dalam mencegah dampak berat.

    “Diperkirakan, efektivitas vaksin terhadap subclade ini berkisar antara 64 hingga 78 persen pada anak-anak dan 41 hingga 55 persen pada kelompok dewasa dalam mengurangi keparahan paparan,” tambahnya.

    Tidak Lebih Parah, tapi Perlu Waspada

    Sementara bila mengacu publikasi WHO PAHO (Pan American Health Organization) per 4 Desember 2025, yang mengulas peningkatan signifikan subclade K di Eropa dan beberapa negara Asia Timur, subclade K (J.2.4.1) dinyatakan sebagai hasil evolusi alami dari varian sebelumnya, J.2.4, dan tidak menunjukkan perubahan karakteristik keganasan penyakit secara signifikan.

    “Observasi pada peningkatan proporsi varian ini di Eropa selama Mei hingga November 2025 menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan terhadap efek keparahan, baik dari sisi angka rawat inap, perawatan intensif, maupun kematian,” ungkap dr Prima.

    Artinya, meskipun subclade K menyebar cukup cepat di sejumlah negara, tidak ditemukan peningkatan risiko keparahan klinis pada pasien yang terinfeksi.

    Lansia dan Komorbid Tetap Kelompok Rentan

    Meski data global menunjukkan tidak ada lonjakan keparahan, dr Prima menegaskan lansia dan individu dengan penyakit penyerta tetap masuk dalam kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

    Hal ini bukan semata karena subclade K, tetapi karena influenza pada umumnya memang berisiko lebih berat pada kelompok tersebut, terutama jika disertai penyakit jantung, diabetes, gangguan paru, atau gangguan imunitas.

    Ia kembali mengingatkan pentingnya vaksinasi influenza, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penggunaan masker saat sedang tidak fit, sebagai langkah pencegahan yang tetap relevan.