Author: Detik.com

  • dr Boyke Dukung Aturan ‘Kumpul Kebo’ Dipidana, Ingatkan Bahaya Seks Bebas

    dr Boyke Dukung Aturan ‘Kumpul Kebo’ Dipidana, Ingatkan Bahaya Seks Bebas

    Jakarta

    Pengesahan pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mempidanakan praktik kumpul kebo menuai pro kontra. Namun dari sudut pandang medis, dokter kandungan sekaligus seksolog dr Boyke Dian Nugraha menyatakan dukungannya. Ia menilai aturan tersebut dapat menjadi pagar penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya perempuan.

    Menurut Boyke, risiko terbesar dari hubungan seksual bebas adalah penularan penyakit menular seksual (PMS), terutama HIV/AIDS yang hingga kini belum memiliki vaksin.

    “Penyakit kelamin yang paling kita takutkan adalah HIV/AIDS. Sampai sekarang sebelum ada vaksinnya, di Indonesia pengidap HIV rata-rata hidup tidak sampai 10 tahun. Kadang pasien minum obat seumur hidup pun rata-rata hanya bertahan sekitar 10 tahunan. Meninggalnya bukan karena virusnya langsung, tapi karena imunitasnya menurun,” jelas dr Boyke saat dihubungi detikcom Senin (5/1/2026).

    Selain HIV/AIDS, ia mengingatkan masih banyak PMS lain yang terus beredar di masyarakat, seperti gonore, sifilis, herpes tipe 1 dan 2, serta klamidia. Meski tidak selalu berujung kematian, penyakit-penyakit tersebut berdampak jangka panjang dan menurunkan kualitas hidup.

    dr Boyke juga menyoroti rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan pranikah (premarital check-up) di Indonesia. Kondisi ini membuat banyak penyakit tidak terdeteksi sebelum kehamilan dan akhirnya berdampak serius pada bayi.

    “Ketika hamil, anak bisa cacat. Toksoplasma bisa bikin anak buta, herpes menyebabkan kelainan pada bibir, rubella dan toksoplasma bisa menyerang jantung. Ini fakta medis yang sering kita temui,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan tingginya angka kanker leher rahim (serviks) di Indonesia yang berkaitan erat dengan perilaku seksual berisiko.

    Kehamilan Tak Diinginkan dan Aborsi Ilegal

    Dukungan Boyke terhadap pasal KUHP tersebut juga dilandasi keprihatinannya terhadap tingginya kehamilan tidak diinginkan yang kerap berujung pada aborsi ilegal.

    “Aborsi di Indonesia sudah sangat tinggi. Ironisnya, Indonesia mayoritas penduduknya Muslim, tapi angka aborsinya juga tinggi. Karena aborsi ilegal, banyak dilakukan ke dukun atau cara-cara tidak medis, dan ini meningkatkan angka kematian ibu,” tegasnya.

    Ia menilai praktik aborsi tidak aman menjadi salah satu faktor yang memperburuk angka kematian ibu, persoalan serius yang masih dihadapi sistem kesehatan nasional.

    Menurutnya, dukungan terhadap pasal KUHP ini bukan semata soal moral, melainkan perlindungan kesehatan dan keselamatan perempuan.

    “Sebagai dokter kandungan, saya sedih melihat ini. Korbannya lebih banyak perempuan. Apalagi kalau perempuan hamil dengan HIV, banyak yang tidak mau periksa, akhirnya anaknya juga berisiko tertular,” katanya.

    Belakangan, kata dia, normalisasi perselingkuhan dan seks bebas di ruang publik, termasuk contoh dari figur publik dan pejabat, yang dinilai memberi dampak buruk bagi generasi muda.

    Pendekatan kepada generasi muda, terutama Gen Z, tidak bisa lagi hanya mengandalkan ceramah moral atau agama secara formal. Edukasi harus berbasis fakta medis.

    “Kalau ke anak Gen Z sekarang bilang dosa-neraka saja sudah tidak mempan. Harus dikasih fakta. HIV itu belum ditemukan obatnya, dan bisa berujung kematian,” ujarnya.

    Ia berharap pasal-pasal KUHP terkait perilaku seksual dibarengi dengan edukasi seks yang komprehensif, agar remaja memahami risiko nyata seks bebas, bukan sekadar takut pada sanksi hukum.

    “Kalau dijalankan dengan edukasi yang benar, saya berharap KUHP ini betul-betul bisa melindungi, terutama perempuan, dan menekan laju penyakit menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, serta kematian ibu,” pungkas Boyke.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/kna)

  • Dinkes DKI Minta Warga Jaga Kesehatan dan Waspadai Superflu

    Dinkes DKI Minta Warga Jaga Kesehatan dan Waspadai Superflu

    Foto Health

    Mohammad Farrel – detikHealth

    Senin, 05 Jan 2026 19:01 WIB

    Jakarta – Dinkes DKI Jakarta mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan superflu dengan disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di awal tahun.

  • Antisipasi Super Flu, Pemeriksaan Dini Dilakukan di Puskesmas Bandung

    Antisipasi Super Flu, Pemeriksaan Dini Dilakukan di Puskesmas Bandung

    Foto Health

    Tripa Ramadhan – detikHealth

    Senin, 05 Jan 2026 18:01 WIB

    Bandung – Pemeriksaan deteksi dini super flu dilakukan di Puskesmas Padasuka, Bandung. Fasilitas ini ditunjuk sebagai puskesmas sentinel ILI untuk pemantauan influenza.

  • PM Greenland Geram Atas Ancaman Trump: Cukup Sudah!

    PM Greenland Geram Atas Ancaman Trump: Cukup Sudah!

    Jakarta

    Seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat menuai kecaman internasional. Perdana Menteri (PM) wilayah otonom yang berada di bawah kedaulatan Denmark itu, pun menyerukan ke Trump: “Cukup sudah.”

    Intervensi militer Washington di Venezuela telah menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap Greenland, yang berulang kali dikatakan Trump ingin dianeksasi, mengingat lokasinya yang strategis di Arktik.

    Saat berada di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan ke Washington, Trump mengulangi niatnya tersebut.

    “Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” katanya menanggapi pertanyaan seorang reporter, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1/2026).

    Perdana Menteri (PM) Greenland Jens-Frederik Nielsen kemudian mengeluarkan peringatan yang jelas: “Cukup sudah.”

    “Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi,” tulis Jens-Frederik Nielsen di Facebook.

    “Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Tetapi ini harus terjadi melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional,” imbuhnya.

    Sementara itu, menyatakan “solidaritas” dengan Denmark pada hari Senin (5/1), juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Pascal Confavreux, mengatakan kepada saluran televisi TF1, bahwa “perbatasan tidak dapat diubah dengan paksa”.

    Trump telah mengguncang para pemimpin Eropa dengan menyerang Venezuela menangkap presidennya, Nicolas Maduro, yang sekarang ditahan di New York, AS.

    Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat sekarang akan “mengelola” Venezuela tanpa batas waktu dan memanfaatkan cadangan minyaknya yang besar.

    Ditanya dalam wawancara telepon dengan The Atlantic tentang implikasi operasi militer Venezuela terhadap Greenland yang kaya mineral, Trump mengatakan itu terserah orang lain untuk memutuskan.

    “Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu,” kata Trump seperti dikutip The Atlantic.

    Dia menambahkan: “Tetapi kita memang membutuhkan Greenland, tentu saja. Kita membutuhkannya untuk pertahanan.”

    Bulan lalu, Trump mengklaim kapal-kapal Rusia dan China “bertebaran di seluruh” pantai wilayah tersebut.

    Kementerian Luar Negeri China membalas pada hari Senin (5/1) dengan mendesak “AS untuk berhenti menggunakan apa yang disebut ancaman China sebagai alasan untuk mencari keuntungan pribadi.”

    Lihat juga Video: Trump Ingin Kuasai Greenland Demi Keamanan, Singgung Rusia-China

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Studi Ungkap Pemilik Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Kena Stroke di Usia Muda

    Studi Ungkap Pemilik Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Kena Stroke di Usia Muda

    Jakarta

    Selama ini golongan darah identik dengan kebutuhan transfusi. Tetapi, riset terbaru menunjukkan golongan darah juga bisa berkaitan dengan risiko stroke, terutama pada usia muda.

    Sebuah meta-analisis tahun 2022 dari peneliti University of Maryland School of Medicine (UMSOM), menemukan pemilik golongan darah A memiliki risiko sedikit lebih tinggi mengalami stroke iskemik sebelum usia 60 tahun.

    Temuan ini berasal dari penggabungan data puluhan studi genetik dan menjadi sorotan karena kaitannya dengan stroke usia muda.

    Hasil Meta-Analisis 2022

    Dalam studi tersebut, peneliti menganalisis data dari 48 penelitian genetik yang melibatkan hampir 17 ribu pasien stroke berusia di bawah 60 tahun, serta hampir 600 ribu yang tidak pernah mengalami stroke.

    Hasilnya, orang dengan golongan darah A tercatat memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke iskemik dini dibandingkan golongan darah lain. Sebaiknya, golongan darah O justru memiliki risiko sekitar 12 persen lebih rendah.

    Dikutip dari Times of India, hubungan antara golongan darah dan stroke ini juga ditemukan lebih kuat pada kelompok usia di bawah 60 tahun. Meski begitu, peneliti menegaskan peningkatan risiko tersebut bersifat ‘moderat’ dan tidak berarti seseorang pasti dan mengalami stroke.

    Mengapa Golongan Darah A Lebih Berisiko?

    Penelitian ini belum dapat memastikan penyebab pastinya, tetapi ada beberapa faktor yang diduga berperan. Salah satunya terkait pembekuan darah.

    Orang dengan golongan darah non-O, khususnya A, cenderung memiliki kadar protein pembekuan seperti von Willebrand factor (vWF) dan Faktor VIII yang lebih tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah yang memicu stroke iskemik.

    Selain itu, analisis genetik juga menunjukkan bahwa lokasi kromosom yang mengkode golongan darah ABO berkaitan dengan risiko stroke. Meski demikian, temuan ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

    Faktor gaya hidup dan kondisi kesehatan lain tetap berperan lebih besar.

    Apa yang Perlu Dipahami dari Temuan Ini?

    Pakar mengingatkan agar temuan ini tidak disikapi berlebihan. Risiko tambahan akibat golongan darah A tergolong kecil dan tidak menjadi dasar untuk pemeriksaan khusus.

    Hingga kini, tidak ada rekomendasi medis untuk skrining tambahan hanya karena seseorang bergolongan darah A.

    Kaitan antara golongan darah dan stroke juga cenderung melemah pada usia lanjut, sehingga faktor usia, gaya hidup, dan riwayat penyakit tetap menjadi pertimbangan utama.

    Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

    Pemilik golongan darah A disarankan lebih sadar risiko bila memiliki faktor lain, seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan stroke.

    Langkah Mengurangi Risiko Stroke

    Golongan darah memang tidak bisa diubah, tetapi risiko stroke tetap dapat ditekan dengan mengendalikan faktor lain. Di antaranya dengan rutin memantau tekanan darah, berhenti merokok, menjaga pola makan sehat, berolahraga teratur, serta mengelola penyakit seperti diabetes dan kolesterol tinggi.

    Kesimpulannya, golongan darah A memang dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke iskemik dini sekitar 16 persen, sementara golongan darah O memiliki efek perlindungan ringan.

    Namun, golongan darah bukan satu-satunya penentu. Gaya hidup sehat dan pengelolaan faktor risiko tetap menjadi kunci utama pencegahan stroke.

    Bagi mereka yang berusaha di bawah 60 tahun, bergolongan darah A, dan memiliki faktor lain, konsultasi dengan dokter dapat membantu memahami risiko secara lebih personal.

    Halaman 2 dari 3

    (sao/suc)

  • Trump Tak Percaya Klaim Rusia soal Ukraina Serang Kediaman Putin

    Trump Tak Percaya Klaim Rusia soal Ukraina Serang Kediaman Putin

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang sempat marah, kini tidak mempercayai jika Ukraina mengerahkan drone untuk menyerang kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, seperti yang diklaim oleh Kremlin.

    “Saya tidak percaya serangan itu terjadi,” kata Trump dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026).

    Dia menanggapi pertanyaan soal serangan tersebut saat melakukan sesi tanya-jawab dengan wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS Air Force One pada Minggu (4/1) waktu setempat.

    Serangan drone Ukraina itu sebelumnya disebut terjadi antara Minggu (28/12) tengah malam hingga Senin (29/12) dini hari. Rusia pada saat itu menuduh Ukraina mengerahkan “91 drone jarak jauh” dalam serangan terhadap salah satu kediaman Putin yang ada di area Novgorod.

    Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia merilis sebuah video yang menunjukkan sebuah drone ditembak jatuh, yang menurut Moskow, diluncurkan oleh Ukraina ke kediaman Putin tersebut. Kremlin mengatakan properti itu tidak mengalami kerusakan, dan Putin sedang berada di tempat lain ketika serangan terjadi.

    Trump, dalam pernyataannya, menekankan bahwa “tidak ada yang tahu pada saat itu” apakah tuduhan yang disampaikan Rusia itu benar.

    Tuduhan tersebut muncul pada saat yang genting, ketika upaya diplomasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang berkecamuk selama hampir empat tahun terakhir itu semakin intensif. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini terbang ke Florida, AS, untuk bertemu langsung dengan Trump.

    Para pejabat Rusia mengkritik Ukraina, yang disebut tidak tulus dalam upaya diplomatiknya. Sedangkan Kyiv dan sekutu-sekutu Eropa membantah serangan yang dituduhkan Kremlin itu telah terjadi.

    Trump, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa “sesuatu” terjadi di dekat kediaman Putin, namun setelah meninjau bukti, para pejabat AS tidak meyakini bahwa kediaman pemimpin Kremlin itu menjadi target serangan Ukraina.

    Saat berbicara kepada kediamannya di Mar-a-Lago di Florida pada akhir Desember lalu, Trump mengatakan dirinya diberitahu secara langsung oleh Putin soal upaya Ukraina menyerang kediaman pemimpin Kremlin itu. Trump pada saat itu mengaku “sangat marah” atas upaya Kyiv untuk menyerang kediaman Putin.

    “Ini adalah periode waktu yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat. Bersikap ofensif itu satu hal, karena mereka memang ofensif. Menyerang rumahnya adalah hal lainnya. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal-hal semacam itu,” tegas Trump pada saat itu.

    Zelensky sejak awal membantah tuduhan Rusia itu, yang disebutnya sebagai kebohongan dan “rekayasa sepenuhnya” yang dirancang untuk melemahkan proses perundingan perdamaian yang dicetuskan AS.

    Lihat juga Video: Rumah Putin Diserang Puluhan Drone, Trump Sangat Marah

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Korban Kebakaran Bar di Swiss Teridentifikasi, Mayoritas Remaja

    Korban Kebakaran Bar di Swiss Teridentifikasi, Mayoritas Remaja

    Jakarta

    Semua dari 40 korban yang tewas dalam kebakaran sebuah bar di Pegunungan Alpen Swiss saat perayaan Tahun Baru telah berhasil diidentifikasi, kata polisi Swiss pada Minggu (4/1).

    Dua puluh enam korban berusia di bawah 18 tahun, sementara dua di antaranya yang meninggal dunia baru berusia 14 tahun, menurut para pejabat.

    Kebakaran yang terjadi pada Kamis (1/1) di Le Constellation di Crans-Montana disebut sebagai salah satu bencana terburuk dalam sejarah Swiss, kata Presiden Guy Parmelin.

    Sebuah acara doa bersama untuk mengenang para korban diadakan di resor ski tersebut pada Minggu (4/1).

    Pemilik bar, sepasang suami istri, sedang diselidiki atas dugaan pembunuhan karena kelalaian, menurut keterangan polisi.

    Rincian korban dan kewarganegaraan terungkap

    Menurut polisi Swiss, 21 korban meninggal merupakan warga negara Swiss dan tujuh adalah warga negara Prancis. Satu korban memiliki kewarganegaraan ganda Swiss–Prancis, dan seorang gadis berusia 15 tahun memiliki kewarganegaraan Prancis, Inggris, dan Israel. Enam dari mereka yang meninggal adalah warga negara Italia.

    Korban lainnya juga termasuk warga negara Uni Emirat Arab, Belgia, Portugal, Rumania, dan Turki.

    Selain 40 orang yang tewas, lebih dari 100 orang mengalami luka-luka, banyak di antaranya dalam kondisi serius. Sebanyak 35 orang telah dipindahkan ke rumah sakit di Belgia, Prancis, Jerman, dan Italia.

    Crans-Montana mengenang para korban kebakaran

    Di sebuah gereja kecil tak jauh dari bar yang hancur tersebut, sebuah ibadah diadakan pada hari Minggu untuk mengenang para korban.

    Setelah ibadah, kerumunan bergerak menuju bar Le Constellation dan memorial darurat di sampingnya, dengan para pengunjung memberikan tepuk tangan kepada para petugas layanan darurat yang hadir.

    Swiss akan mengadakan hari berkabung nasional pada Jumat (10/1) untuk mengenang para korban, ujar Presiden nasional Guy Parmelin kepada surat kabar lokal Sonntagsblick, seraya menambahkan bahwa semua orang di negara itu “dapat secara pribadi mengenang para korban.”

    Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris
    Diadaptasi oleh Rahka Susanto
    Editor: Rizki Nugraha

    (ita/ita)

  • Solusi Ilmiah untuk Generasi Sibuk

    Solusi Ilmiah untuk Generasi Sibuk

    Jakarta

    Tidur cukup belum tentu berarti tidur berkualitas.
    Banyak orang di usia produktif masih sering bangun dengan rasa lelah, sulit fokus, dan mudah stres, padahal durasi tidurnya sudah ideal.

    Di special interview ini, kita bahas kenapa kualitas tidur itu krusial, bagaimana konsep sleep alignment bekerja, serta peran teknologi seperti Advanced Sleep Monitoring Garmin dalam membantu kita memahami pola tidur secara lebih ilmiah.

    Yuk, simak videonya dan mulai kenali kualitas tidurmu dari sekarang.

    #TidurBerkualitas #SleepAlignment #Venu4

    (/)

  • Perjalanan Susy Melewati Osteoartritis Grade 4, dari Gym hingga Meja Operasi

    Perjalanan Susy Melewati Osteoartritis Grade 4, dari Gym hingga Meja Operasi

    Jakarta

    Hati Susy Sussana (56) mendadak ‘hampir copot’ di tahun 2023 saat dokter mendiagnosis dirinya mengidap Osteoartritis grade 4 atau stadium paling parah dari pengapuran sendi.

    Nyeri lutut yang semula dianggap sepele berubah menjadi perjalanan panjang tentang menerima keadaan, melawan rasa sakit, dan akhirnya berdamai dengan takdir.

    Susy sehari-hari bekerja di bagian keuangan. Seperti banyak orang lainnya, olahraga bukanlah bagian penting dalam hidupnya sejak muda. Bahkan, pelajaran olahraga semasa sekolah menjadi momen yang paling tidak ia sukai.

    “Kalau zaman SD, SMP olahraga, saya pura-pura sakit,” kata Susy bercerita kepada detikcom.

    Bagi siapa saja, operasi bukanlah suatu hal yang bisa dijalani dengan mudah. Ada banyak persiapan dan waktu yang dibutuhkan untuk berpikir.

    “Saya nggak mau (operasi). Sampai akhirnya saya dikasih tahu sepupu saya untuk ke dr. Henry di Siloam Hospitals Mampang. Dokter Henry juga bilang harus operasi, nggak ada cara lain karena sudah stadium empat,” kata Susy.

    Beruntung, pertemuan dengan spesialis ortopedi dan traumatologi konsultas sports injury dari Siloam Hospitals Mampang, dr. Henry Suhendra, SpOT(K) menemukan solusi. Susy tak harus dulu naik ke meja bedah, kala itu ‘gym’ disebut bisa menjadi juru selamatnya.

    “Akhirnya saya ke sana, karena saya takut, terpaksa saya nge-gym buat menguatkan otot paha dan otot betis,” katanya.

    “Satu bulan saya nge-gym, sakitnya hilang, yang tadinya saya nggak bisa naik sepeda statis, kakinya untuk ditekuk, nggak bisa sama sekali. Satu bulan saya bisa ditekuk begitu,” lanjutnya.

    Memutuskan Total Knee Replacement (TKR)

    Sayangnya, hilangnya rasa nyeri di lutut Susy hanya sementara. Pada bulan Desember 2023, rasa sakit itu kembali datang. Bahkan, obat-obatan yang biasa ia minum juga tak mampu menolong.

    “Karena setelah saya mulai nge-gym itu 27 Juni 2023, sekitar bulan Desember itu, udah mulai sakit lagi lututnya, padahal udah nge-gym sekitar lima bulanan kurang lebih,” katanya.

    “Saya nyerah, saya bilang ‘Dok, saya mau operasi’. Karena rasa sakit yang timbul lagi, saya memutuskan datang ke dr. Henry di Siloam Hospitals Mampang untuk melakukan Total Knee Replacement,” sambungnya.

    Total Knee Replacement (TKR) dalam bahasa medis disebut juga dengan artroplasti. Ini adalah prosedur medis yang bertujuan untuk mengganti sendi lutut yang rusak akibat artritis berat ataupun kecelakaan yang merusak sendi.

    Pada TKR, lapisan utamanya adalah logam (seperti titanium, kobalt-krom) untuk menggantikan tulang yang rusak (femur/paha dan tibia/tulang kering) dan plastik (polyethylene) sebagai bantalan atau sisipan di antara komponen logam untuk melumasi dan mengurangi gesekan, serta komponen untuk tempurung lutut (patella).

    Foto: Dok. detikcom

    Olahraga Membantu Pemulihan Susy

    Meskipun hanya dilakukan sekitar lima bulan, ternyata aktivitas angkat beban banyak membantu dalam tindakan TKR. Terlebih, OA yang dialami sudah ada di grade 4 atau dalam bahasa lainnya ‘tulang bertemu tulang’.

    “Tapi memang hasil latihannya (gym) ada. Yaitu di hari kami operasi, di hari yang sama Ibu Susy sudah bisa berdiri. Biasanya orang tidak mungkin begitu, saya bicara pada umumnya ya,” kata dr. Henry.

    “Orang yang operasi ganti lutut, tanpa persiapan latihan biasanya perlu beberapa hari kan berdiri, karena sebelum operasi udah sakit, jalannya udah sakit. Tapi Ibu Susy dalam hari yang sama bisa berdiri dan jalan, itu karena latihan,” sambungnya.

    Menurut dr. Henry, penguatan otot kaki memiliki peran yang penting dalam membantu seseorang pulih atau mencegah mereka mengalami OA.

    “Orang yang tidak pernah atau jarang olahraga kemungkinan pengapuran lebih besar. Tapi dengan latihan itu, kemungkinan makin tua orang, kemungkinan pengapuran berkurang,” tegasnya.

    Foto: Dok. detikcom

    Tindakan Pascaoperasi

    Setelah selesai melakukan operasi, pasien TKR membutuhkan pemulihan agar lutut tersebut bisa digunakan kembali secara optimal. Menurut spesialis rehabilitasi medik dari Siloam Hospitals Mampang, dr. Ira Mistivani Sp.KFR.N.M(K) di sinilah peran rehabilitasi medik membantu Susy untuk kembali pulih.

    “Program rehabilitasi medik bisa dilakukan pada pasien dengan penggantian lutut. Dan bisa dilakukan setelah operasi. Jadi ada tahap-tahapannya, dari fase awal sampai fase kronik,” kata dr. Ira.

    “Rata-rata program latihan itu bisa dilakukan sampai 6 minggu. Sampai dikatakan pasien itu bisa berjalan secara baik,” sambungnya.

    Tujuan rehabilitasi medik ini, lanjut dr. Ira, yang pertama adalah mengurangi nyeri, lalu membuat lingkup gerak sendi lututnya menjadi baik, menguatkan otot di atas dan belakang lutut.

    “Kebetulan Ibu Susy membutuhkan waktu lebih cepat. Yang penting ketika latihan selain menguatkan otot-otot yang ada di sekitar lutut kita juga harus memperhatikan berat badan. Program untuk Ibu Susy adalah kombinasi antara program rehabilitasi dengan program gizi,” katanya.

    Siloam Hospitals Mampang memiliki fasilitas yang lengkap yang dapat mendukung semua kebutuhan yang diperlukan pasien usai menjalani TKR.

    “Dimulai dari fase akut, fase awal, sampai fase kronik. Jadi program kami bisa diberikan sedini mungkin. Ada berbagai macam alat yang bisa dipakai untuk mengurangi nyeri. Modalitas nyerinya juga sudah ada,” katanya.

    Senyum Susy yang Kembali

    Siloam Hospitals Mampang memberikan kesan yang sangat baik kepada pasien seperti Susy. Ketakutan yang awalnya ia alami berubah menjadi perasaan tenang bahwa dia tidak melewati ini semua sendiri.

    “Setelah operasi juga dokter setiap hari datang untuk cek kondisi lukanya. Terus sudah gitu, suster-susternya juga baik-baik semua dan sangat membantu pemulihannya dan nggak ada sakit sama sekali,” kata Susyi.

    “Setelah operasi, luka bekas operasinya sangat sedikit banget dan pemulihan cepet banget dan nggak ada sakit sama sekali,” sambungnya.

    Pun dengan rehabilitasi medik seperti fisioterapi yang dijalani Susy. Sebagai rumah sakit yang memiliki Sports Medicine & Performance Center (SSMPC), Siloam Hospitals Mampang menyediakan alat-alat terbaik untuk kenyamanan pasien.

    “Saya fisioterapi seminggu tiga kali rutin,” kata Susy.

    Satu hal yang didapat Susy dari perjalanan panjangnya melewati OA grade 4 adalah pentingnya ‘menabung otot’ demi masa tua, serta menjaga pola makan yang mungkin efeknya tidak terasa saat muda, namun berdampak besar di hari tua.

    “Kalau saya bisa memutar waktu saya pas masih muda ya mau olahraga, menabung otot. Harus olahraga ya, makannya jangan ‘jorok’, segala makanan dimasukin mulut, terus banyak makan protein,” katanya.

    “Takdir itu bisa diubah kalau menurut saya. Apa pun yang dikasih Tuhan, sakit apa pun kita jangan mengeluh, tapi kita harus bersyukur. Harus bisa cari solusi sendiri, ‘itu kenapa ya saya dikasih sakit begini?’”.

    Melewati operasi TKR, bagi Susy bukanlah perjalanan yang mudah. Itu panjang dan melelahkan. Namun, lingkungan dan orang-orang yang dirinya temui di Siloam Hospitals Mampang, membuat perjalanan tersebut menjadi mungkin untuk dilewati.

    Halaman 2 dari 3

    (dpy/up)

  • Inggris-Prancis Kompak Bombardir ISIS di Suriah

    Inggris-Prancis Kompak Bombardir ISIS di Suriah

    Damaskus

    Inggris dan Prancis mengatakan pada Minggu (4/1) bahwa militer mereka telah melancarkan serangan gabungan terhadap target kelompok radikal Islamic State (ISIS) di Suriah. Serangan ini bertujuan mencegah kebangkitan kembali kelompok ekstremis tersebut.

    Militer Prancis dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026), menyebut serangan gabungan itu merupakan bagian dari Operation Inherent Resolve, operasi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) terhadap ISIS di wilayah Irak, Suriah dan juga Libya.

    Kementerian Pertahanan Inggris, dalam pernyataan terpisah, pihaknya bekerja sama dengan Prancis pada Sabtu (3/1) malam untuk membombardir fasilitas bawah tanah di Suriah, yang kemungkinan besar digunakan oleh ISIS untuk menyimpan persenjataan.

    “Pesawat-pesawat Angkatan Udara Kerajaan (Inggris) telah menyelesaikan serangan yang sukses terhadap Daesh (nama Arab untuk ISIS-red) dalam operasi gabungan dengan Prancis,” kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataannya.

    “Fasilitas ini telah diduduki oleh Daesh, kemungkinan besar untuk menyimpan senjata dan peledak. Area di sekitar fasilitas tersebut tidak dihuni oleh warga sipil,” imbuh pernyataan tersebut.

    Disebutkan juga oleh Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataannya bahwa tidak ada indikasi jika pengeboman di area sebelah utara situs kuno Palmyra itu menimbulkan risiko bagi warga sipil.

    Angkatan Bersenjata Prancis, dalam pernyataannya via media sosial X, mengatakan bahwa sebagai bagian dari Operation Inherent Resolve, kedua negara yang merupakan sekutu NATO tersebut “melancarkan serangan-serangan terhadap posisi kelompok teroris Islamic State”.

    “Mencegah kebangkitan kembali Daesh merupakan isu utama bagi keamanan kawasan,” sebut Angkatan Bersenjata Prancis dalam pernyataannya.

    ISIS dikalahkan secara teritorial di Suriah pada tahun 2019, tetapi kelompok radikal itu masih mempertahankan kehadirannya, terutama di area gurun yang luas di negara tersebut.

    Mencegah ISIS mendapatkan kembali kekuatannya merupakan prioritas utama bagi komunitas internasional, saat Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang juga mantan jihadis, berupaya memperkuat keamanan di Suriah setelah menggulingkan mantan Presiden Bashar al-Assad lebih dari setahun lalu.

    Palmyra, yang menjadi rumah bagi reruntuhan kuno yang terdaftar di UNESCO, pernah dikuasai oleh para petempur jihadis. Bulan lalu, AS mengatakan seorang pria bersenjata ISIS di Palmyra menyerang para personel Amerika, menewaskan dua tentara AS dan seorang warga sipil AS.

    Sebagai balasan, pasukan militer Washington menyerang puluhan target ISIS di wilayah Suriah.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)