Asah Otak
Daffa Ghazan – detikHealth
Sabtu, 10 Jan 2026 17:01 WIB
Jakarta – Ada angka-angka tersembunyi di balik sejumlah gambar berikut. Sekilas tampak mudah menemukannya, tetapi banyak yang sering terkecoh, lho.

Asah Otak
Daffa Ghazan – detikHealth
Sabtu, 10 Jan 2026 17:01 WIB
Jakarta – Ada angka-angka tersembunyi di balik sejumlah gambar berikut. Sekilas tampak mudah menemukannya, tetapi banyak yang sering terkecoh, lho.

Wujud Motor Listrik Pertama Suzuki yang Dijual Rp 35 Jutaan

Video WHO: Ada 9 Serangan ke Faskes Ukraina di Awal 2026

Jakarta –
Sudah makan sedikit sampai rela mengurangi porsi makan, tetapi berat badan tak juga turun? Kondisi ini sering bikin frustasi, terlebih ketika usaha diet terasa sudah maksimal.
Spesialis gizi klinik dr M Ingrid Budiman, SpGK, AIFO-K, menjelaskan kemungkinan kesalahan yang dilakukan saat diet. Pada banyak kasus, beberapa orang langsung membatasi asupan makan secara ekstrem.
“Sebenarnya yang kayak gitu mungkin karena dietnya terlalu ekstrem, mungkin saat diet oh saya cuma boleh makan sayur saja, atau misalnya saya cuma makan sayur satu sama putih telur deh setiap hari,” sorotnya, dalam bincang bersama di detikSore, Jumat (2/1/2026).
Walhasil, tanpa disadari camilan menjadi pilihan untuk mengurangi rasa lapar yang muncul. Padahal, kalorinya bisa lebih tinggi dari satu porsi makan besar.
“Misalnya kopi dan teman-temannya, ada sirupnya, ada gulanya, ada whipped cream. Pastry saja itu kalorinya bisa 2 setengah sampai 3 porsi nasi, dalam satu kali makan. Kopinya yang ukuran kecil itu satu sampai 2 porsi nasi,” lanjut dia.
@detikhealth_official
Viral video dengan narasi makan bergizi gratis ibu hamil dan balita diterima tidak layak lantaran ditaruh di kantong plastik tanpa kemasan tambahan apapun. Kejadian tersebut disebut terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Dimas Dhika Alpiyan, buka suara terkait viralnya video tersebut. Kejadian dilaporkan pada Kamis (8/1/2026). Dimas menyebut distribusi MBG saat itu sebetulnya sudah sesuai prosedur menggunakan ompreng. Namun, saat tiba di lokasi penerima, salah satu kader posyandu menurutnya memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantung plastik. Tindakan ini dilakukan tanpa berkoordinasi dengan pihak SPPG. “Setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” jelas Dimas, Sabtu (10/1). Kejadian tersebut kemudian baru diketahui SPPG keesokan harinya, pasca menerima laporan viral di media sosial. “Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” kata Dimas.
♬ original sound – detikHealth
dr Ingrid menekankan kesalahan-kesalahan semacam ini sering tidak disadari. Ia menyarankan lebih baik tetap menjalani pola makan ideal, dengan kaya gizi termasuk karbohidrat, protein, juga serat.
Tidak perlu langsung mengurangi asupan makanan secara berlebihan. Hal ini malah membuat tubuh lebih mudah lapar dan bisa muncul ajang ‘balas dendam’ di kemudian hari lantaran merasa sudah berhasil memangkas porsi konsumsi sebelumnya.
“Jadi bisa sekali jajan 5 hingga 6 kali porsi setara nasi yang masuk, tapi kita nggak sadar. Saya nggak mau makan nasi ah, tetapi kemudian lapar, coba jajan dulu apa gitu kan, itu hal-hal yang bikin nggak sadar,” sambungnya.
“Jadi nggak perlu juga langsung diet makan semua dikukus, nggak pakai garam, rasanya nggak enak, tapi mulai bertahap di mengurangi asupan karbo, perbanyak protein dan serat.”
Halaman 2 dari 2
(rfd/naf)

Jakarta –
Kini, hampir seluruh minimarket di Jakarta ‘dikuasai’ juru parkir (jukir) liar. Sehingga, saat hendak berbelanja, pengunjung terpaksa menyiapkan uang recehan untuk membayar parkir. Namun, apakah pembayaran tersebut bersifat wajib?
Beberapa waktu lalu, Syafrin Liputo selaku Kepala Dishub Jakarta pernah mengingatkan, pengunjung minimarket tak perlu membayar parkir ke jukir-jukir liar. Sebab, menurutnya, fasilitas itu memang disiapkan minimarket secara cuma-cuma.
“Masyarakat yang berkunjung ke minimarket seharusnya tidak membayar uang parkir. Memang tidak dipungut biaya. Jadi petugas parkir di luar tidak ada kerja sama dengan pemilik minimarket,” kata Syafrin Liputo, beberapa waktu lalu.
Tukang parkir atau juru parkir (jukir). Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com
Menurut Syafrin, jukir minimarket juga tak boleh memaksa pengunjung membayar parkir, apalagi sampai mematok nominal tertentu. Mereka hanya boleh menerima uang yang memang diberikan secara suka rela.
“Jadi seolah-olah menjadi kewajiban si pengemudi untuk membayar, seharusnya kan tidak. Karena itu kan jadi fasilitas yang memang harus disiapkan di minimarket,” kata Syafrin Liputo.
Tim detikOto sempat bertanya ke salah satu jukir liar di kawasan Jakarta Selatan mengenai kewajiban pengunjung membayar parkir. Sosok yang tak ingin disebut identitasnya itu memastikan, jasanya tak harus dibayar menggunakan uang, namun bisa pakai senyuman.
“Ya kita mah kalau gak dibayar (pakai uang) gak apa-apa, minimal dibayar pake senyum juga boleh karena kita juga gak memaksa, di sini kita cuma membantu pelanggan saja,” kata jukir tersebut.
Nah, jadi sudah jelas ya, detikers. Jika berkunjung ke minimarket, tak ada kewajiban membayar parkir ke jukir liar. Kalian hanya tinggal memberikan senyuman dan mengucapkan kalimat terima kasih.
(sfn/lth)

Jakarta –
Tak hanya lezat, pepaya kaya akan nutrisi dengan berbagai manfaat. Pepaya mengandung vitamin, kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium yang baik untuk kesehatan.
Berkat kandungan tersebut, mengonsumsi pepaya bisa membantu mencegah berbagai penyakit. Apa saja penyakit tersebut?
5 Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Makan Pepaya
Berikut beberapa penyakit yang bisa bantu dicegah dengan mengonsumsi pepaya:
Ada kandungan 286 mg kalium dari satu buah pepaya kecil yang diiris. Hal tersebut setara dengan 6 persen dari angka kecukupan gizi yang direkomendasikan.
“Makanan yang kaya kalium membantu merelaksasi pembuluh darah, sehingga meningkatkan aliran darah dan tekanan darah,” kata ahli gizi Julia Zumpano, RD, LD, dikutip dari Cleveland Clinic.
Vitamin C dalam pepaya juga bisa menurunkan tekanan darah tinggi dengan meminimalkan stres oksidatif dan peradangan. Penelitian juga menunjukkan bahwa likopen dalam pepaya bisa mencegah penyakit jantung dan stroke dengan mengurangi kolesterol jahat.
Kalium yang terkandung dalam pepaya juga terbukti membantu mengelola tekanan darah tinggi dan antioksidanya bisa mengurangi peradangan dan melindungi jantung.
Satu buah pepaya kecil mengandung 95 mg vitamin C. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya vitamin C bisa menurunkan risiko kanker paru-paru dan kanker payudara. Selain itu, senyawa kimia tumbuhan (fitronutrien) dalam pepaya, seperti likopen bisa membantu melawan kanker. Kendati demikian masih dibutuhkan uji klinis selanjutnya untuk mendapat bukti yang lebih kuat.
Pepaya mengandung antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin dan vitamin E. Dikutip dari laman Everyday Health, keduanya bisa melindungi mata dan membantu mencegah penyakit mata seperti degenerasi makula terkait usia.
Dikutip dari laman Medical News Today, mengonsumsi banyak buah dan sayuran bisa menurunkan risiko terkena asma dan bisa mencegah kondisi tersebut memburuk.
Hal itu mungkin disebabkan oleh komponen makanan dalam buah dan sayuran, seperti antioksidan, serat, dan vitamin D. Sebuah penelitian juga mengaitkan asupan karoten, likopen, dan zeaxanthin yang lebih tinggi dengan risiko lebih rendah terkena asma pada orang dewasa, Pepaya mengandung ketiga senyawa organik ini.
Pepaya kaya akan serat dan kandungan air. Karena itu, buah ini bisa membantu mencegah sembelit dan melancarkan bang air besar, serta menjaga kesehatan saluran pencernaan.
(elk/naf)

Jakarta –
Hadir 25 tahun di Indonesia, Kia tahu betul bagaimana manis pahitnya persaingan industri otomotif di Indonesia. Langkah dan strategi baru pun disiapkan untuk bisa ikut bersaing dalam perubahan gaya industri otomotif saat ini, baik dalam perubahangaya hidup, kebutuhan mobilitas keluarga, hingga transformasi teknologi yang semakin cepat.
Dalam siaran resmi yang diterima detikOto, Kia menilai pasar otomotif Indonesia memiliki karakter yang unik dengan keberagaman, dinamis, dan terus berubah seiring waktu.
“Selama dua setengah dekade, Kia terus menyesuaikan produk dan pelayanan dengan perubahan preferensi konsumen, mulai dari aspek fungsionalitas, kenyamanan, desain, hingga teknologi. Pendekatan ini menjadi bagian penting dari upaya Kia untuk tetap hadir sebagai merek yang dekat dan relevan dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari masyarakat Indonesia,”terangChief Executive Officer of Kia Sales Indonesia, Jong Sung Park.
Di balik setiap pencapaian Kia, lanjut Sung Park, terdapat peran penting banyak pihak, konsumen, mitra dealer, komunitas, dan karyawan, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Kia di Indonesia. Hubungan yang terjalin selama 25 tahun ini dibangun bukan atas dasar transaksi semata, melainkan melalui kepercayaan dan komitmen jangka panjang.
Selain produk, layanan purna jual dan jaringan dealer yang kuat menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Konsistensi layanan, ketersediaan dukungan purna jual, serta komitmen terhadap kenyamanan pelanggan menjadi bagian dari upaya Kia dalam menghadirkan pengalaman kepemilikan yang menyeluruh.
Ke depan-nya, Kia memandang masa depan mobilitas Indonesia dengan optimisme yang realistis. Transformasi industri menuju solusi yang lebih berkelanjutan menjadi bagian dari arah jangka panjang Kia, dengan pendekatan yang mempertimbangkan kesiapan ekosistem, infrastruktur, serta kebutuhan konsumen.
KIA EV4 Foto: dok. KIA
“Dengan fondasi 25 tahun hadir di Indonesia, Kia berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan, bernilai, dan berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan industri otomotif Nasional. Perjalanan Kia di Indonesia akan terus berlanjut, dengan semangat untuk bertumbuh bersama masyarakat, menjawab tantangan masa depan, dan menghadirkan mobilitas yang menginspirasi generasi berikutnya,”Jong Sung Park menambahkan.
Seagai catatan pada fase awal hadir di Indonesia tahun 2000-an, Kia dikenal melalui kendaraan yang menjawab kebutuhan mobilitas dasar masyarakat, dengan memperkenalkan Carnival, Picanto, dan Rio.
Seiring berkembangnya pasar di tahun 2010 hingga 2018, Kia menghadirkan berbagai model yang semakin beragam, mulai dari Kia Sportage dan Kia Rio generasi terbaru.
Mengikuti arah tren industri otomotif dan menjaga relevansi pasar yang memasuki periode ketika SUV menjadi segmen dominan, Kia merespons dengan memperkenalkan Seltos dan Sonet pada 2019-2022.
Sejalan dengan strategi Total Transformation Kia Global, portofolio Kia di Indonesia memasuki babak baru dalam fase transformasi dengan menghadirkan Kia EV6 dan EV9 sejak 2023 hingga sekarang. Pada fase ini, Kia tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga mengedukasi pasar, membangun kepercayaan terhadap teknologi EV, serta menyesuaikan inovasi dengan kesiapan ekosistem Indonesia.
(lth/din)

Jakarta –
Golongan darah biasanya tidak terlalu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, setelah dilakukan penelitian, ada sebuah golongan darah yang dikaitkan dengan risiko penyakit tertentu.
Sebuah studi besar yang diterbitkan di Nature meneliti hubungan antara golongan darah dengan kanker lambung. Para peneliti menemukan golongan darah A lebih sering didiagnosis dengan penyakit ini, terutama jika dibandingkan dengan golongan darah O.
Dikutip dari laman Times of India, para peneliti menduga alasannya mungkin terletak pada bagaimana antigen golongan darah yang terkait golongan darah A berperilaku di lambung dalam jangka waktu yang lama.
Salah satu alasan mengapa golongan darah penting adalah karena antigen golongan darah juga ditemukan pada sel-sel lambung. Pada golongan darah A, strukturnya bisa sedikit mengubah cara sel lambung bereaksi terhadap iritasi, paparan asam, dan cedera berulang. Seiring waktu, hal ini bisa memengaruhi seberapa baik lapisan lambung memperbaiki dirinya sendiri.
Kanker lambung jarang muncul tiba-tiba dan berkembang perlahan, seringkali setelah peradangan selama bertahun-tahun. Golongan darah A bisa menyebabkan kondisi peradangan yang berlangsung lebih lama atau sembuh kurang sempurna. Saat sel berulang kali rusak dan dperbaiki, kesalahan menjadi lebih mungkin terjadi. Kemudian, kesalahan tersebut pada akhirnya berubah menjadi pertumbuhan abnormal.
Helcobacter dan Golongan Darah A
Infeksi Helicobacter pylori adalah salah satu faktor risiko terkuat yang diketahui untuk kanker lambung. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri tersebut mungkin lebih mudah menempl pada lapisan lambung orang dengan golongan darah A. Hal tersebut mempersulit tubuh dalam membersihkan infeksi dan iritasi bisa berlanjut tanpa gejala selama bertahun-tahun.
Golongan darah O sering kali dikaitkan dengan tingkat kanker lambung yang lebih rendah dalam studi populasi. Tanpa antigen A atau B pada sel-sel lambung perlekatan bakteri dan respons peradangan mungkin berbeda. Kendati demikian ini bukan berarti perlindungan, namun membantu menjelaskan mengapa tingkatnya cenderung lebih rendah dibandingkan dengan golongan darah A.
Pada intinya, golongan darah tidak menentukan siapa yang akan atau tidak akan terkena kanker lambung. Banyak orang dengan golongan darah A tidak mengalami penyakit ini. Namun mereka mungkin bisa memperhatikan gejala pencernaan yang terus-menerus dialami, daripada mengabaikannya.
Faktor-faktor seperti konsumsi garam tinggi, alkohol, merokok, infeksi yang tidak diobati, dan riwayat keluarga memainkan peran yang jauh lebih besar.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video Sejumlah Penyakit Hantui Korban Bencana di Sumatera”
[Gambas:Video 20detik]
(elk/naf)