Author: Bisnis.com

  • Daftar Lengkap UMK Riau 2026: Dumai Tertinggi Rp4,43 Juta, Pekanbaru?

    Daftar Lengkap UMK Riau 2026: Dumai Tertinggi Rp4,43 Juta, Pekanbaru?

    Bisnis.com, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau akhirnya menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta Upah Minimum Sektoral Tahun 2026. Untuk tingkat provinsi, UMP Riau Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp3.780.495,85. 

    Penetapan UMP dan UMK Riau 2026 tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Riau setelah melalui sidang Dewan Pengupahan Provinsi dan Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota se-Riau.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau Roni Rakhmat mengatakan kebijakan pengupahan pada 2026 disusun dengan mengacu pada hasil sidang dewan pengupahan serta berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.

    Dia mengatakan regulasi tersebut menjadi acuan utama dalam memastikan perlindungan upah pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan dunia usaha di daerah.

    “UMP Riau Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp3.780.495,85 atau mengalami kenaikan Rp271.719,63 dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut setara dengan 7,74%,” ujarnya Selasa (23/12/2025).

    Dia menambahkan kenaikan UMP 2026 mempertimbangkan kondisi ekonomi daerah serta kebutuhan hidup layak pekerja

    Sementara itu, lanjutnya, UMK tertinggi di Provinsi Riau tahun 2026 ditetapkan di Kota Dumai sebesar Rp4.431.174,69, disusul Kabupaten Bengkalis Rp4.155.317,75 dan Kabupaten Siak Rp4.001.327,33. Untuk Kota Pekanbaru, UMK ditetapkan sebesar Rp3.998.179,46.

    Roni menegaskan seluruh perusahaan wajib melaksanakan ketentuan upah minimum yang telah ditetapkan. Pemerintah kabupaten/kota juga diminta melakukan pengawasan secara konsisten agar kebijakan ini berjalan efektif.

    “Dengan penetapan upah minimum tahun 2026 ini, kami berharap dapat menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya.

    Berikut Daftar Lengkap UMK Riau 2026 

    1. Kota Dumai: Rp4.431.174,69

    2. Bengkalis: Rp4.155.317,75

    3. Kabupaten Siak: Rp4.001.327,33.

    4. Kota Pekanbaru: Rp3.998.179,46.

    5. Kabupaten Indragiri Hulu: Rp3.988.406,31

    6. Kabupaten Kuantan Singingi: Rp3.949.466,98

    7. Kabupaten Kampar: Rp3.898.260,70

    8. Kabupaten Pelalawan: Rp3.894.260,58

    9. Kabupaten Rokan Hulu: Rp3.819.353,01

    10. Kabupaten Rokan Hilir: Rp3.783.052,90

    11. Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp3.780.495,85

    12. Kabupaten Indragiri Hilir: Rp3.780.495,85

    Upah Minimum Sektoral Riau 2026 

    Pemprov Riau juga menetapkan Upah Minimum Sektoral Tahun 2026 untuk sejumlah sektor strategis. Pada sektor minyak dan gas bumi, upah sektoral Provinsi Riau ditetapkan sebesar Rp3.998.179,46.

    Adapun di tingkat kabupaten, Kota Pekanbaru menetapkan sebesar Rp4.293.445,01, Kabupaten Siak Rp4.023.870,01, Kabupaten Pelalawan Rp3.918.569,06, dan Kabupaten Bengkalis Rp4.172.431,20.

    Untuk sektor pertanian dan perkebunan, upah minimum sektoral Provinsi Riau ditetapkan sebesar Rp3.783.741,47. Di tingkat kabupaten, Kabupaten Bengkalis menetapkan Rp4.164.127,86, Kabupaten Pelalawan Rp3.896.718,30, Kabupaten Indragiri Hulu Rp4.265.600,55, dan Kabupaten Kampar Rp4.149.255,46.

    Sementara itu, pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, upah minimum sektoral hanya ditetapkan untuk Kabupaten Siak sebesar Rp4.023.870,01.

    Pada sektor industri bubur kertas, kertas, papan kertas, dan tissue (pulp and paper), upah minimum sektoral ditetapkan di Kabupaten Siak sebesar Rp4.023.870,01 serta di Kabupaten Pelalawan sebesar Rp3.914.927,27. 

  • Transformasi Berlanjut, AZKO Tampilkan Konsep Gerai yang Lebih Relevan

    Transformasi Berlanjut, AZKO Tampilkan Konsep Gerai yang Lebih Relevan

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) melalui AZKO fokus inovasi konsep toko yang relevan dengan masa kini dalam transformasi bisnisnya agar terus selaras dengan gaya hidup masyarakat. 

    Dengan konsep yang berorientasi pada minat generasi masa kini dan mendatang, AZKO mengubah gerai yang berada di Pondok Indah Mall 1 dan Living Plaza Bintaro menjadi lebih modern dan tampil berbeda dari konsep tokonya yang dulu.

    Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. Gregory S. Widjaja menyampaikan bahwa kehadiran gerai AZKO dengan konsep modern ini merupakan langkah perusahaan untuk terus beradaptasi dan menjaga relevansi, sejalan dengan perubahan preferensi konsumen. 

    Konsep tersebut diwujudkan melalui format toko yang benar-benar baru dibandingkan era ACE, dengan pembaruan pada desain, tampilan, dan penataan kosmetik toko, alur pengalaman belanja, serta integrasi elemen digital yang selaras dengan gaya hidup masa kini.

    AZKO PIM dan Living Plaza Bintaro juga menawarkan berbagai spot eksploratif baru, seperti area yang akan menampilkan produk-produk kekinian, area yang menampilkan produk rumah pintar dari SYNC by Krisbow, hingga kehadiran inovasi lini produk dapur pintar baru dari KLAZ yang memberi nilai tambah bagi pelanggan.

    Gerai Integrasi teknologi seperti Scan & Go, pengalaman omnichannel shopping di toko melalui aplikasi rupa rupa yang lebih cepat, seamless, dan efisien, serta kehadiran area baru seperti live shopping, menunjukkan bagaimana adaptasi digital AZKO bergerak lebih cepat.

    AZKO Pondok Indah Mall 1/Azko

    “Melalui konsep terbaru, AZKO menegaskan fokus pengembangan ritel diarahkan pada pengalaman belanja lebih modern dengan dukungan integrasi digital yang berorientasi pada pelanggan,” ujar Gregory kepada Bisnis, Rabu (24/12/2025).

    Sementara itu, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan strategi transformasi konsep gerai yang dilakukan AZKO berpotensi memberikan dampak positif secara struktural terhadap bisnis dalam jangka menengah–panjang.

    Dengan menghadirkan gerai yang lebih modern, terkurasi, dan relevan dengan gaya hidup generasi saat ini dan mendatang, AZKO tidak hanya meningkatkan customer experience, tetapi juga mendorong kualitas penjualan melalui product mix yang lebih premium dan aspiratif.

    “Pendekatan ini berpeluang meningkatkan traffic berkualitas, basket size, serta brand perception sebagai “Your Home Life Improvement Partner”, bukan sekadar ritel perkakas,” kata Abdi kepada Bisnis.

    Dia mengatakan meski dampak terhadap SSSG mungkin tidak instan, strategi ini penting sebagai fondasi untuk recovery pertumbuhan dan diferensiasi di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin experience-driven.

    SSSG atau Same-Store Sales Growth adalah metrik kunci di industri ritel yang mengukur kenaikan penjualan di toko-toko yang telah beroperasi setidaknya satu tahun, tanpa memasukkan toko baru, untuk menilai performa organik bisnis yang sudah ada, sering digunakan investor untuk melihat tren penjualan sebenarnya.

    Dia juga mengatakan langkah ini cenderung memperkuat posisi AZKO di pasar ketika pemain ritel lain kembali agresif, terutama di segmen menengah–atas dan mal kelas A/A+. Konsep gerai yang lebih relevan dan modern justru menjadi alat defensif untuk menjaga relevansi brand agar tidak ditinggalkan generasi muda dan urban consumers.

    Risiko kehilangan pelanggan eksisting relatif terbatas selama AZKO tetap menjaga value proposition inti—kelengkapan produk, harga rasional, dan fungsi praktis—serta mengimbanginya dengan format lain.

    ”Dengan demikian, transformasi ini lebih bersifat segment expansion dan brand rejuvenation, bukan alienasi pelanggan lama,” kata Abida.

  • AS Tuding China Distorsi Pasar Chip, Tetap Tunda Tarif Tambahan hingga 2027

    AS Tuding China Distorsi Pasar Chip, Tetap Tunda Tarif Tambahan hingga 2027

    Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat (AS) menuduh China melakukan praktik perdagangan tidak adil di sektor semikonduktor. Meski demikian, AS memutuskan untuk menunda pengenaan tarif tambahan atas impor chip setidaknya hingga pertengahan 2027.

    Melansir Bloomberg pada Rabu (24/12/2025), Kantor Perwakilan Dagang AS atau Office of the US Trade Representative (USTR) merilis hasil penyelidikan hampir satu tahun terhadap sektor chip China. 

    USTR menyimpulkan China telah menerapkan kebijakan nonpasar yang semakin agresif dan luas untuk memperkuat industri semikonduktornya, sekaligus menciptakan ketergantungan global terhadap produk China dengan cara yang merugikan perdagangan AS.

    Meski belum mengumumkan tarif baru dalam waktu dekat, pemerintah AS membuka peluang penerapan bea masuk di masa mendatang. USTR menyatakan tarif awal akan tetap nol selama 18 bulan, sebelum dinaikkan pada 23 Juni 2027 ke tingkat yang akan diumumkan setidaknya 30 hari sebelumnya.

    “Upaya China menargetkan dominasi industri semikonduktor merupakan tindakan yang tidak masuk akal serta membebani atau membatasi perdagangan AS, sehingga dapat ditindaklanjuti,” tulis USTR dalam sebuah pemberitahuan.

    Adapun, Kedutaan Besar China di Washington DC belum memberikan tanggapan terkait pengumuman USTR tersebut

    Adapun, pengumuman USTR berfokus pada chip dasar atau foundational chips—juga dikenal sebagai chip generasi lama atau mature-node—yang diproduksi di China. 

    Meski tidak secanggih chip untuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), teknologi lama ini digunakan secara luas di berbagai sektor, termasuk otomotif, penerbangan, perangkat medis, dan telekomunikasi.

    Produk yang berpotensi dikenai tarif baru mencakup dioda, transistor, silikon mentah, sirkuit terintegrasi elektronik, serta berbagai komponen input lainnya. Namun, kebijakan tersebut untuk saat ini tidak akan berlaku pada produk jadi, seperti komputer dan ponsel pintar, yang menggunakan chip buatan China.

    “Perwakilan Dagang AS akan terus memantau efektivitas kebijakan ini, perkembangan penyelesaian isu terkait, serta kebutuhan akan langkah tambahan,” tulis USTR.

    Penyelidikan tersebut diluncurkan pada pekan-pekan terakhir masa pemerintahan Presiden Joe Biden, dengan ekspektasi penyelesaiannya akan ditangani di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

    Dalam periode tersebut, Trump mencapai kesepakatan gencatan senjata perdagangan dengan Presiden China Xi Jinping untuk mengakhiri perang dagang yang sebelumnya mengguncang pasar global.

    Hubungan China-AS

    Keputusan menunda pengenaan tarif baru ini menjadi sinyal terbaru bahwa pemerintahan Trump berupaya menstabilkan hubungan dengan China dan mengokohkan kesepakatan yang dicapai Trump dan Xi pada Oktober lalu di Korea Selatan. 

    Dalam kesepakatan tersebut, kedua negara sepakat menahan lonjakan tarif ekstrem serta melonggarkan pembatasan ekspor teknologi dan mineral kritis.

    Secara hukum, USTR wajib mempublikasikan hasil penyelidikan Pasal 301 dalam waktu 12 bulan sejak dimulai pada Desember tahun lalu. 

    Sebelumnya, pemerintahan Biden memerintahkan kenaikan tarif semikonduktor asal China hingga dua kali lipat menjadi 50% pada akhir 2025 melalui penyelidikan Pasal 301 yang terpisah. Dengan tetap membuka opsi kenaikan tarif lanjutan, Trump menciptakan potensi alat tawar tambahan jika kesepakatan tarif dengan Xi gagal dipertahankan.

    Otoritas AS dan Eropa semakin khawatir terhadap dominasi China dalam rantai pasok chip generasi lama.

    Kekhawatiran tersebut menjadi inti sengketa antara Belanda dan China terkait Nexperia Holding BV, produsen chip milik China yang memasok komponen penting bagi industri otomotif, dan sempat berupaya disita oleh otoritas Belanda pada Oktober lalu dengan alasan keamanan nasional.

  • Pertamina Hulu Rokan Bidik Perolehan Minyak OOIP Minas 16%, Pakai Teknologi CEOR

    Pertamina Hulu Rokan Bidik Perolehan Minyak OOIP Minas 16%, Pakai Teknologi CEOR

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), menargetkan peningkatan perolehan minyak sebesar 12% hingga 16% dari Original Oil in Place (OOIP) di Lapangan Minas dengan memanfaatkan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). 

    Lapangan Minas, yang telah berproduksi sejak 1952, merupakan kategori lapangan mature namun masih memiliki potensi cadangan besar di bawah permukaan.

    Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menegaskan, lapangan Minas merupakan salah satu aset paling penting dalam sejarah industri hulu migas Indonesia, yang selama puluhan tahun telah berkontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional.

    “Namun kita juga menyadari bahwa Minas adalah lapangan yang sudah mature. Keberlanjutan produksinya hanya dapat dijaga melalui inovasi dan penerapan teknologi yang tepat. Oleh karena itu, kita bersyukur hari ini dapat meresmikan penerapan Chemical EOR Tahap I di Area A Lapangan Minas,” ujar Djoko.

    Secara global, teknologi CEOR telah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan energi terkemuka dunia. Keberhasilan CEOR, khususnya pada lapangan mature, membuktikan bahwa inovasi teknologi mampu memperpanjang umur lapangan, meningkatkan recovery factor, serta memperkuat ketahanan energi nasional. 

    “Dalam konteks tersebut, keberhasilan pengembangan CEOR di Wilayah Kerja Rokan tidak hanya menjadi pencapaian teknis, tetapi juga menjadi simbol transformasi Pertamina dalam mengelola aset-aset hulu secara unggul, berdaya saing global, dan berkelanjutan serta semakin mengukuhkan Pertamina sebagai perusahaan migas kelas dunia,” kata Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza.

    Di Proyek CEOR PHR menggunakan bahan kimia yang merupakan kombinasi dari 3 bahan kimia yaitu alkali, surfaktan, dan polimer (ASP) yang diinjeksikan ke dalam reservoir untuk menyapu minyak keluar dari pori-pori batuan.

    Penerapan CEOR di Minas Area A dengan skala komersial menjadikan PHR sebagai pelopor teknologi CEOR di Indonesia. Keberhasilan proyek ini tidak berhenti di satu area saja, namun akan membuka peluang pengembangan CEOR di area lain di Wilayah Kerja Rokan, seperti Minas Area B, C, dan D, Balam South, Balam, Bangko, hingga Petani.

    Dari sisi produksi, proyek CEOR ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sekitar 70 ribu barel minyak per hari (bph) pada tahun 2030, dan mencapai puncak produksi hingga 200 ribu barel minyak per hari (bph) pada tahun 2036.

    Lapangan Minas, yang dikenal sebagai penghasil Sumatra Light Crude memiliki luas wilayah 204,37 km², dengan 1.243 sumur aktif dan rata-rata produksi harian 29 ribu barel minyak per hari (bph). Seluruh hasil produksi Zona Rokan dialirkan melalui jaringan pipa ke Hydrocarbon Transportation (HCT) Crude Oil Terminal Operation Center di Dumai, sebelum didistribusikan ke kilang Pertamina.

     Mewakili masyarakat Riau, Plt Gubernur Riau SF Haryanto mendukung penuh proyek CEOR di lapangan Minas sebagai penguatan sinergi pemerintah daerah dan pusat dalam mengelola energi berkelanjutan. 

    Pemerintah Provinsi Riau kata SF Haryanto, menyadari betul posisi strategis Industri migas, termasuk proyek CEOR. Keberhasilan CEOR bukan hanya keberhasilan PHR, tetapi juga harapan bagi salah satu penopang masa depan ekonomi Riau.

    Dia berharap peningkatan produksi dari teknologi ini akan berdampak positif pada keberlanjutan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Dana inilah yang akan kembali kepada rakyat Riau dalam bentuk pembangunan jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

    Melalui Satgas Percepatan Operasi Hulu Migas, Pemprov Riau berkomitmen dan terus berupaya menciptakan iklim operasi yang kondusif. 

    “Kami hadir sebagai mitra strategis untuk memperlancar koordinasi lintas sektoral, memastikan keamanan investasi, dan memberikan dukungan penuh agar operasi hulu migas di Riau dapat berjalan aman dan optimal,” ucapnya.

  • Menkeu AS: Target Inflasi The Fed 2% Perlu Dikaji Ulang

    Menkeu AS: Target Inflasi The Fed 2% Perlu Dikaji Ulang

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent membuka peluang untuk meninjau ulang target inflasi Federal Reserve sebesar 2% setelah laju kenaikan harga berhasil diturunkan secara berkelanjutan ke level tersebut.

    Melansir Bloomberg pada Rabu (24/12/2025) Bessent menyatakan, pembahasan perubahan target inflasi baru relevan dilakukan setelah inflasi kembali terkendali dan kredibilitas kebijakan moneter terjaga.

    “Begitu kita kembali ke level 2%—yang menurut saya akan segera terlihat—barulah kita bisa berdiskusi, apakah lebih bijak menetapkan rentang target. Setelah target kembali terjangkar, kita bisa membicarakan soal rentang,” ujar Bessent dalam wawancara di All-In Podcast.

    Dalam wawancara yang diunggah pada 22 Desember tersebut, Bessent menyebut rentang target inflasi potensial bisa berada di kisaran 1,5%–2,5% atau 1%–3%. Menurutnya, terdapat ruang diskusi yang cukup luas mengenai pendekatan tersebut.

    The Fed secara resmi mengadopsi target inflasi 2% pada 2012, sejalan dengan kebijakan banyak bank sentral global. Namun, Bessent menilai ketepatan hingga satuan desimal dalam kebijakan inflasi tidak realistis. 

    Meski demikian, dia menegaskan perubahan target di tengah inflasi yang masih di atas sasaran berisiko menimbulkan persepsi bahwa otoritas moneter akan selalu melonggarkan target ketika inflasi melampaui batas.

    Wawancara itu dilakukan setelah rilis indeks harga konsumen (CPI) November pada 18 Desember yang menunjukkan inflasi tahunan sebesar 2,7%. The Fed sendiri lebih mengandalkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE), yang tercatat naik 2,8% dalam 12 bulan hingga September, berdasarkan data terbaru.

    “Sulit untuk kembali menjangkar ekspektasi inflasi sebelum target tercapai dan kredibilitas terjaga,” ujar Bessent. 

    Dia juga mengakui adanya kekhawatiran rumah tangga terkait keterjangkauan biaya hidup, yang menurutnya tercermin dalam pemilihan sela pada November yang diwarnai kekalahan Partai Republik.

    Bessent menegaskan pemerintah memahami tekanan yang dirasakan masyarakat AS. Dia menilai lonjakan harga dalam beberapa tahun terakhir dipicu oleh kebijakan pemerintahan sebelumnya, meski inflasi kini mulai melandai, salah satunya berkat penurunan biaya sewa.

    Menurutnya, lonjakan sewa sebelumnya turut dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah imigran tidak berdokumen.

    Menanggapi pandangan sebagian ekonom yang menilai data CPI terbaru berpotensi terdistorsi akibat penutupan pemerintahan pada Oktober hingga awal November, Bessent menyatakan angka tersebut relatif akurat. Meski beberapa komponen seperti energi sempat naik, data waktu nyata menunjukkan tekanan harga mulai mereda.

    Selain itu, Bessent menilai stabilisasi defisit anggaran dapat menjadi argumen untuk tingkat suku bunga yang lebih rendah. Dia mencontohkan Jerman sebelum era euro, ketika bank sentral Bundesbank menurunkan suku bunga dengan imbalan komitmen pemerintah menjaga keseimbangan fiskal yang wajar.

    “Pendekatan seperti itu juga bisa diterapkan di sini,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa sebelum Perang Dunia II, Departemen Keuangan AS memiliki peran langsung dalam pengambilan keputusan The Fed.

    Menurut Bessent, menurunkan dan menstabilkan defisit anggaran akan berkontribusi terhadap proses disinflasi.

    Bessent, yang saat ini terlibat dalam proses seleksi calon pengganti Ketua The Fed Jerome Powell di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, kembali mengkritik kebijakan bank sentral yang dinilainya terlalu lama dan terlalu besar dalam memperluas neraca pasca-pandemi Covid-19.

    Dia mengakui pembelian aset skala besar merupakan bagian dari perangkat kebijakan bank sentral dan mendukung penggunaan kewenangan darurat The Fed untuk menyelamatkan sektor strategis saat krisis. Namun, terkait kebijakan pelonggaran kuantitatif secara luas, Bessent menilai durasinya terlalu lama.

  • Mastel Dorong Skema Hybrid untuk Seleksi Frekuensi 5G, Tekan Beban Biaya Operator

    Mastel Dorong Skema Hybrid untuk Seleksi Frekuensi 5G, Tekan Beban Biaya Operator

    Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mengusulkan terobosan regulasi berupa pendekatan spektrum hybrid guna mengatasi hambatan beban biaya tinggi dalam implementasi teknologi 5G di Indonesia.

    Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional (Infratelnas) Mastel Sigit Jarot menjelaskan bahwa strategi ini dinilai lebih masuk akal untuk memacu akselerasi digital karena menggabungkan berbagai mekanisme alokasi frekuensi, melampaui skema lelang konvensional yang selama ini diterapkan.

    “Konsep hybrid lebih masuk akan dengan mengkombinasi antara lelang atau beauty contest” ujarnya di dalam diskusi Bisnis Indonesia Forum dengan tajuk “Menanti Frekuensi Baru, Demi Akselerasi Digital dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” Selasa (23/12/2025).

    Sejauh ini, pemerintah dipandang cenderung menggunakan mekanisme lelang yang bersifat mengejar pendapatan negara secara maksimal. Namun, bagi ekosistem 5G, skema lelang murni dinilai terlalu berat bagi ketahanan finansial operator seluler di tanah air.

    Pakar menyarankan agar regulator lebih kreatif dengan tidak menyamakan perlakuan terhadap seluruh blok frekuensi yang tersedia.

    Sebagai ilustrasi, pemerintah dapat tetap menerapkan mekanisme lelang untuk wilayah perkotaan di mana model bisnis telekomunikasi sudah dianggap matang.

    Sementara itu, dia juga menjelaskan untuk daerah rural atau wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), pemerintah disarankan menggunakan skema beauty contest atau kerja sama berbagi infrastruktur.

    “Kita perlu inovasi sedikitlah regulasinya, dibedakan antara penugasan frekuensi untuk daerah perkotaan dengan daerah rural,” tambahnya. 

    Pendekatan hybrid ini juga dapat diterapkan pada manajemen pita frekuensi itu sendiri, yakni dengan menggabungkan pita 2,6 GHz dan 3,5 GHz dalam satu paket kebijakan. Dengan menyatukan dua pita 5G tersebut, operator seluler diharapkan memiliki pilihan yang lebih luas dengan harga spektrum yang lebih kompetitif.

    Selain itu, pemanfaatan frekuensi rendah (low band) seperti 700 MHz harus ditarik ke dalam strategi ini untuk menjamin cakupan jaringan secara nasional. Adapun pita tengah (mid-band) dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas data masyarakat di wilayah padat penduduk.

    Tujuan utama dari inovasi ini adalah mengubah paradigma kebijakan dari sekadar mengejar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di muka.

    Pemerintah didorong untuk lebih fokus pada penciptaan dampak ekonomi digital yang lebih luas bagi masyarakat dalam jangka panjang.

    Melalui strategi hybrid, pemerintah memiliki ruang untuk memberikan insentif berupa pengurangan Biaya Hak Penggunaan (BHP) bagi operator. Insentif ini dikhususkan bagi perusahaan yang berkomitmen membangun infrastruktur di daerah sulit, sehingga beban finansial perusahaan tidak menumpuk di awal investasi. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Frekuensi 2,6 GHz Tepat untuk Percepatan 5G di Indonesia

    Frekuensi 2,6 GHz Tepat untuk Percepatan 5G di Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA — Akademisi menilai pita frekuensi 2,6 GHz menjadi salah satu kandidat menarik untuk mendukung percepatan jaringan 5G di Indonesia yang saat ini penetrasinya masih rendah. 

    Data ATSI menyebut penetrasi 4G sudah di atas 97% dari total pemukiman Indonesia. Sementara 5G masih 4,4%. 

    Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi, Ian Yosef M. Edward, mengatakan frekuensi yang tepat untuk diterapkan saat ini adalah 2,6 GHz karena sudah siap pakai.

    Di luar 2,6 GHz terdapat pita 3,5 GHz. Namun pita tengah 3,5 GHz masih digunakan oleh pemain satelit. Sementara 2,6 GHz sudah kosong sejak 11 bulan lalu. 

    “Frekuensi yang baik untuk kita ini, jadi 2,6. Ya, soalnya yang sekarang ini sudah dibebaskan oleh Indonesia. Sebelumnya, frekuensi 2,6 dipakai oleh satelit dan TV berbayar. Sekarang sudah bebas, sudah kosong, sejak Januari 2025,” ujar Ian dalam acara Bisnis Indonesia Forum dengan tema Menanti Frekuensi Baru Demi Akselerasi Digital dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Selasa (23/12/2025).

    Ian juga menegaskan ekosistem frekuensi ini sudah matang. Banyak perangkat jaringan maupun ponsel yang mendukung, selain itu biaya pembangunan dan perangkat juga lebih murah.

    Frekuensi 2,6 GHz tidak memerlukan relokasi besar-besaran dan cocok untuk wilayah Indonesia saat ini. 

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang membutuhkan pemerataan jaringan, sehingga frekuensi 2,6 GHz terlihat lebih realistis untuk percepatan 5G.

    Frekuensi 3,5 GHz juga menjadi angin segar bagi Indonesia. Frekuensi ini dinilai memiliki banyak keunggulan, tetapi Ian beranggapan Indonesia belum cukup siap untuk menerapkannya.

    “Secara teknologi, kemudian juga dari sisi keberlangsungan perangkat, kalau di 3,5 jumlahnya lebih banyak lagi. Namun, di Indonesia itu masih ada banyak masalah,” kata Ian.

    Secara global, frekuensi 3,5 GHz telah menjadi band utama untuk pengembangan jaringan 5G karena mampu menyediakan bandwidth besar, bahkan hingga 300 MHz di Indonesia. Dengan kapasitas tersebut, jaringan 5G dapat bekerja lebih cepat dan stabil.

    Namun, di Indonesia, frekuensi ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masih digunakan untuk keperluan lain, seperti SDC band. Akibatnya, frekuensi 3,5 GHz belum sepenuhnya siap digunakan sebagai tulang punggung 5G di Indonesia.

    Selain itu, Ian juga menyoroti masalah harga frekuensi di Indonesia yang dinilai masih tidak logis dan terlalu mahal. Teknologi yang sebenarnya sudah semakin efisien dan digunakan secara massal justru dihitung dengan nilai lebih tinggi. Padahal, secara prinsip, semakin efisien dan matang suatu teknologi, seharusnya biaya yang dikenakan juga semakin murah.

    “Tapi teknologi tadi, cara menghitungnya agak berbeda. Kalau sudah banyak di pasaran gitu, yang baru dan selanjutnya akan lebih mahal. Seharusnya tidak begitu. Kalau saya bilang, teknologi itu kalau bandwidth-nya makin efisien, harusnya makin murah,” ujarnya.

    Sistem penilaian yang digunakan saat ini, seperti NIKTB, dinilai belum berpihak pada dampak sosial dan manfaat langsung bagi masyarakat. Penentuan harga frekuensi masih lebih berfokus pada peningkatan pendapatan negara, bukan pada fungsi frekuensi sebagai aset publik yang seharusnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan konektivitas nasional.

    Masalah lain yang turut disoroti adalah kurangnya insentif bagi operator telekomunikasi. Operator yang telah membangun jaringan secara luas, bahkan hingga mencakup 80–90 persen wilayah, tidak memperoleh keuntungan tambahan atau perlakuan khusus.

    Padahal, pembangunan jaringan yang lebih merata membutuhkan investasi besar dan berisiko tinggi. Minimnya insentif ini berpotensi menghambat pemerataan jaringan, terutama di wilayah yang secara ekonomi kurang menguntungkan.

    Ian menegaskan, kebijakan pengelolaan frekuensi masih perlu diarahkan kembali pada tujuan sosial telekomunikasi. Frekuensi seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, bukan semata-mata sebagai sumber penerimaan negara.(Nur Amalina)

  • Ratas di Hambalang, Prabowo Bahas Kampung Haji hingga Percepatan Pemulihan Sumatra

    Ratas di Hambalang, Prabowo Bahas Kampung Haji hingga Percepatan Pemulihan Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah menteri kabinet Merah Putih dalam pertemuan yang digelar di kediaman pribadinya Hambalang, Bogor, pada Selasa (23/12/2025).

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis nasional yang menjadi perhatian pemerintah.

    Dia menyampaikan bahwa salah satu agenda yang dibahas adalah perkembangan pembangunan Kampung Haji yang telah disepakati oleh Pemerintah Arab Saudi.

    “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Jemaah Haji Indonesia akan memiliki tempat sendiri selama melaksanakan Ibadah Haji,” ujarnya Teddy lewat keterangan tertulisnya, Rabu (24/12/2025).

    Selain itu, pertemuan juga membahas ketersediaan dan distribusi pasokan LPG dan BBM di tiga provinsi terdampak di Sumatra.

    Menurut Teddy, pemerintah turut memastikan kesiapan pasokan energi nasional selama periode Natal dan Tahun Baru di seluruh Indonesia agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

    Pertemuan di Hambalang ini menunjukkan kepemimpinan Presiden Prabowo yang aktif, responsif, dan fokus pada solusi konkret mulai dari pelayanan ibadah umat, ketahanan energi nasional, hingga pemulihan wilayah terdampak bencana demi kesejahteraan rakyat.

    Teddy juga menjelaskan bahwa agenda strategis lainnya yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pemulihan keadaan di tiga provinsi di Sumatra. Dalam hal ini, Presiden Prabowo memberikan arahan agar proses pemulihan dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.

    “Presiden menginstruksikan BUMN dan Kementerian PU menyelesaikan pembangunan rumah hunian sementara secepat mungkin seiring dengan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak,” tulis Teddy.

  • Perbandigan Spesifikasi dan Fitur Huawei MatePad 12 X 2026 vs MatePad Pro 12.2

    Perbandigan Spesifikasi dan Fitur Huawei MatePad 12 X 2026 vs MatePad Pro 12.2

    Bisnis.com, JAKARTA — Huawei kembali menghadirkan inovasi di pasar tablet dengan memperkenalkan Huawei MatePad 12 X 2026, sebuah tablet yang dirancang untuk memberikan pengalaman layaknya laptop. 

    Perangkat ini menyasar kalangan pekerja  maupun pelajar yang membutuhkan produktivitas tinggi dalam satu perangkat ringkas.

    Berbeda dari generasi sebelumnya, MatePad 12 X 2026 hadir dengan berbagai pembaruan signifikan, baik dari sisi perangkat lunak maupun fitur pendukung. Huawei mengklaim tablet ini mampu memberikan sensasi bekerja seperti menggunakan laptop, meskipun tetap mempertahankan fleksibilitas sebuah tablet.

    Tablet yang akan diluncurkan pada awal Januari 2026 ini membawa peningkatan besar pada sisi software. 

    Salah satu sorotan utamanya adalah kehadiran PC-level WPS Office 3.0 dengan enam pembaruan penting, seperti fitur insert document (link dan dokumen), dukungan chart yang dapat ditempel ke dalam komponen, lebih banyak fungsi dan formula matematika untuk Excel, dukungan UI bahasa Inggris, Simplified Chinese, dan Traditional Chinese, fitur pengeditan formula LaTeX, serta dukungan URL link.

    Selain itu, Huawei menghadirkan pembaruan pada Huawei M-Pencil Pro dengan enam fitur baru, serta peningkatan pada aplikasi GoPaint. Seluruh ekosistem ini dirancang agar tampil dan berfungsi seperti versi laptop, dengan kompatibilitas penuh terhadap format dokumen komputer.

    Huawei MatePad 12

    Lantas, antara Huawei MatePad 12 X 2026 dan Huawei MatePad Pro 12.2, mana yang paling unggul dan sesuai untuk kebutuhan Anda? 

    Tentunya ada beberapa perbedaan dan inovasi fitur yang mencolok, sebelum masuk ke spesifikasi lengkap, mari kita lihat perbedaan utamanya.

    Huawei MatePad X 12 2026 unggul dalam pembaruan perangkat lunak, dengan enam peningkatan fitur software yang tidak ditemukan pada saudara tuanya, MatePad Pro 12.2. Kelebihan ini juga didukung oleh penyempurnaan pada sisi hardware.

    Salah satu pembeda utama terletak pada stylus. MatePad X 12 2026 sudah dilengkapi dengan M-Pencil Pro yang membawa lima inovasi dibanding M-Pencil 3rd Gen pada model Pro, yaitu fitur rotate, pinch, tactile feedback, quick button, voice recording, dan find. Stylus baru ini juga hadir dengan tiga jenis ujung pena yang dapat ditukar untuk pengalaman menulis atau menggambar yang berbeda.

    Dari segi daya tahan, kedua tablet memiliki kapasitas baterai yang sama, yaitu 10.100 mAh. Namun, dalam hal pengisian daya, MatePad X 12 2026 memerlukan waktu lebih lama, yakni 85 menit untuk pengisian penuh, sementara MatePad Pro 12.2 lebih cepat dengan hanya 55 menit.

    Dari bobot yang di tawarkan, MatePad Pro 12.2 menjadi pilihan yang lebih ringan. Bobotnya hanya 508 gram, yang berarti 47 gram lebih ringan dibandingkan MatePad X 12 2026. 

    Huawei MatePad X 12 2026 memiliki kamera belakang 50 MP, lebih tinggi dari MatePad Pro 12.2 yang hanya 13 MP. Namun, untuk kamera depan, situasinya terbalik: MatePad Pro 12.2 unggul dengan 16 MP, sementara MatePad X 12 2026 menggunakan kamera depan 8 MP.

    Spesifikasi lengkap ….

  • Satelit Navigasi Bermasalah, Driver Ojol di China Alami Kekacauan Selama 6 Jam

    Satelit Navigasi Bermasalah, Driver Ojol di China Alami Kekacauan Selama 6 Jam

    Bisnis.com, JAKARTA — Gangguan sinyal yang parah melumpuhkan GPS dan BeiDou di kota Nanjing, China timur. Pemadaman satelit ini terjadi pada hari Rabu pekan lalu dan berlangsung selama 6 jam.

    Kota Nanjing di China Timur, merupakan rumah bagi setidaknya 10 juta penduduk. Layanan mereka bergantung pada GPS dan BeiDou, diantaranya navigasi mobil, pengiriman makanan, layanan transportasi daring, hingga operasi drone. 

    Karena gangguan yang terjadi, pihak berwenang menginformasikan, sinyal lokasi yang biasa digunakan menjadi tidak akurat dan tidak bisa dijadikan patokan.

    Warga juga melaporkan pergeseran posisi yang parah dan hilangnya informasi jalan secara total, menyebabkan gangguan rutinitas dan aktivitas bisnis di seluruh kota.

    Disadur dari Interesting Engineering Selasa (23/12/2025), pesanan layanan transportasi daring turun hingga 60%, layanan pengiriman makanan turun 40%, dan sistem berbagi sepeda mencatat kesalahan lokasi hingga 35 mil, secara signifikan mempengaruhi mobilitas dan logistik perkotaan.

    Interferensi Sinyal Sistem Navigasi Satelit Global (GNSS) mengakibatkan kesalahan lokasi yang parah. Analisis teknis oleh Asosiasi Industri Aplikasi Satelit Nanjing menyebutkan gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan dan penekanan sementara GNSS, bukan karena kegagalan jaringan seluler.

    Asosiasi tersebut menjelaskan gangguan tersebut secara khusus menargetkan pita frekuensi sipil dari Beidou dan GPS. Sehingga mencegah  penerima mendeteksi sinyal posisi secara akurat akibatnya, navigasi menjadi tidak efektif. 

    Aplikasi peta offline tidak bisa menampilkan lokasi yang akurat dan sering error total. Ini terjadi karena perangkatnya tidak mendapat sinyal penentu posisi (seperti GPS). Akibatnya, pengguna tidak bisa bernavigasi atau menggunakan layanan yang membutuhkan data lokasi.

    Pemerintah China tidak menjelaskan siapa yang menyebabkan gangguan atau alasannya. Mereka mengatakan jika gangguan yang terjadi akibat pengendalian sinyal untuk keamanan acara besar, tindakan tersebut adalah bagian dari protokol standar. Ini menunjukkan acara dengan keamanan tinggi sedang berlangsung.

    Setelah kejadian tersebut secara bertahap sinyal satelit yang relevan kembali normal, memulihkan layanan navigasi bagi pengguna yang terdampak juga aplikasi yang bergantung pada lokasi di seluruh kota.

    Secara keseluruhan, peristiwa ini menunjukkan bagaimana sistem navigasi satelit dirancang tidak hanya untuk penggunaan sipil, tetapi juga sebagai bagian dari strategi keamanan. BeiDou dan GPS memiliki pendekatan teknis yang berbeda dalam memisahkan sinyal militer dan sipil, namun keduanya sama-sama bertujuan menjaga operasi militer tetap aman tanpa mengorbankan layanan bagi masyarakat umum.

    Gangguan yang terjadi secara bersamaan pada sinyal sipil BeiDou dan GPS dinilai para ahli bukan sebagai kebetulan. Kondisi ini mencerminkan perencanaan strategis jangka panjang, di mana setiap upaya untuk mengganggu satu sistem secara otomatis akan berdampak pada sistem lainnya. Dalam konteks potensi konflik, hal ini menciptakan mekanisme saling mengawasi dan menyeimbangkan kekuatan. (Nur Amalina)