Author: Bisnis.com

  • Ucapan Hari Natal 2025 dari Wapres Gibran, Ajak Masyarakat Doakan Sumatra

    Ucapan Hari Natal 2025 dari Wapres Gibran, Ajak Masyarakat Doakan Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal 2025 kepada umat Kristiani di seluruh Tanah Air. 

    Gibran mengatakan perayaan natal tahun ini diharapkan dapat menjadi momen yang membawa sukacita dan kedamaian. Perayaan juga diharapkan mempererat kebersamaan di lingkungan sekitar.

    “Saya mengucapkan selamat merayakan Hari Natal kepada saudara-saudara umat Kristiani di seluruh tanah air. Semoga Natal tahun ini dapat menjadi momen penuh sukacita dan kedamaian bersama keluarga serta orang-orang terkasih,” ujar Gibran dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (25/12/2025). 

    Dia menambahkan, pada perayaan natal tahun ini bisa menjadi momen untuk mendoakan masyarakat, khususnya di Sumatra yang tengah menghadapi bencana banjir dan longsor.

    “Dalam momen yang baik ini, saya juga ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di Sumatra yang menjadi korban bencana banjir dan longsor,” imbuhnya. 

    Selain itu, Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam menjaga keamanan, kelancaran arus mudik, dan menciptakan suasana perayaan Natal dan Tahun Baru yang damai.

    Adapun, mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan doa dan berharap agar kedamaian dan kesejahteraan selalu menyertai segenap bangsa Indonesia.

    “Selamat Hari Natal. Semoga damai sejahtera senantiasa menyertai langkah kita semua,” pungkasnya.

  • Puncak Nataru 2025,  ASDP Antisipasi Lonjakan Logistik

    Puncak Nataru 2025, ASDP Antisipasi Lonjakan Logistik

    Bisnis.com, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry mencatat lonjakan signifikan pergerakan truk logistik di empat pelabuhan utama lintasan strategis Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk pada H-2 libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

    Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan aktivitas logistik nasional menunjukkan denyut yang semakin kuat jelang libur puncak akhir tahun ini.

    Menurutnya, pada saat mobilitas masyarakat meningkat, kebutuhan pasokan logistik justru tak boleh terhenti.

    “Kami berkomitmen menjaga kelancaran mobilisasi pasokan, sekalipun berhadapan dengan arus puncak Nataru,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (24/11/2025).

    Berdasarkan data Posko Cabang Merak, pada lintasan Jawa–Sumatera yang meliputi Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, jumlah truk yang menyeberang pada H-2 tercatat mencapai 3.620 unit.  Angka ini melonjak 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.305 unit. 

    Secara keseluruhan, total penumpang tercatat sebanyak 35.368 orang atau naik 1,8% dari tahun sebelumnya serta total kendaraan tercatat 8.770 unit atau tumbuh 12,6 persen secara tahunan.

    Sementara itu, pada lintasan Sumatera–Jawa, Posko Bakauheni mencatat realisasi truk mencapai 3.509 unit, meningkat 20,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Total kendaraan yang menyeberang juga mengalami kenaikan sebesar 1,9 persen menjadi 7.914 unit diikuti total penumpang mencapai 32.916 orang.

    Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa Posko Gilimanuk mencatat jumlah truk yang menyeberang mencapai 2.336 unit, melonjak 43,9 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

    Secara total penumpang meningkat 4,4% menjadi 22.846 orang, diikuti dengan jumlah kendaraan tercatat 6.456 unit atau meningkat 12,2 %, mencerminkan tingginya arus logistik di tengah prediksi puncak Nataru.

    Dari arah sebaliknya, meskipun pergerakan kendaraan non-logistik dan penumpang relatif menurun dengan total 24.432 orang, arus truk dari Jawa menuju Bali tetap menunjukkan tren positif. Pada H-2, jumlah truk yang menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang tercatat 2.294 unit, naik 26,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Mengantisipasi tingginya mobilisasi tersebut, ASDP menerapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga kelancaran arus logistik. Mulai dari pengalihan truk golongan VII hingga IX ke BBJ Bojonegara, pengaturan kendaraan golongan II, III, serta VIB menuju Ciwandan, hingga penerapan delaying system melalui sejumlah buffer zone guna menekan kepadatan di area pelabuhan.

  • Kejagung Setor Sitaan Rp6,6 Triliun kepada Pemerintah, Ini Rincian Sumbernya

    Kejagung Setor Sitaan Rp6,6 Triliun kepada Pemerintah, Ini Rincian Sumbernya

    Bisnis.com, JAKARTA – Jaksa Agung, ST Burhanuddin menyampaikan Satgas PKH telah menagih sanksi administratif kepada 20 perusahaan sawit dan 1 perusahaan tambang nikel, dengan total denda mencapai Rp2,3 triliun.

    Burhanuddin mengatakan bahwa penagihan tersebut bagian dari penyelamatan uang negara.  “Hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH senilai Rp 2.344.965.750.000 yang berasal dari 20 perusahaan sawit dan 1 perusahaan tambang nikel,” katanya di Komplek Kejaksaan Agung, Rabu (24/12/2025).

    Satgas PKH juga berhasil menyita kawasan hutan seluas lebih dari 4 juta hektare. Burhanuddin menjelaskan dari jumlah tersebut, Satgas PKH akan menyerahkan kembali lahan kawasan hutan tahap 5 dengan total 896.969,143 hektar.

    Sitaan itu mencakup lahan perkebunan kelapa sawit yang telah diserahkan kepada Agrinas seluas 240.575,383 hektar dari 124 subjek hukum yang tersebar di 6 provinsi.

    “Kedua, lahan kawasan hutan konservasi diserahkan kepada Kementerian Kehutanan untuk dilakukan pemulihan kembali hutan seluas 688.427 hektare yang tersebar di sembilan provinsi,” jelasnya.

    Kemudian, Kejaksaan Agung sendiri telah menyita total uang Rp4,2 triliun yang diperoleh dari kasus tindak pidana korupsi. Kasus korupsi itu meliputi pemberian fasilitas ekspor CPO dan perkara impor gula.

    Alhasil, jika dijumlahkan uang yang diamankan Kejaksaan Agung dan Satgas PKH mencapai lebih dari Rp6,6 triliun, diserahkan kepada negara pada Rabu (24/12/2025) siang.

  • Pesan Natal 2025, Presiden Prabowo Ajak Gotong Royong untuk Sumatra

    Pesan Natal 2025, Presiden Prabowo Ajak Gotong Royong untuk Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan perayaan Natal 2025 sebagai momentum memperkuat solidaritas di tengah bencana yang melanda Pulau Sumatra.

    Melalui akun resmi Instagram, presiden mengutarakan pesan bahwa Natal merupakan momentum kasih, harapan dan kepedulian terhadap sesama. Pada saat yang bersamaan, ungkapnya, Indonesia tengah diuji bencana alam yang membawa duka.

    “Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia terus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas, serta mengerahkan kemampuan terbaik sebagai bangsa yang tangguh karena persatuan,” tegasnya.

    Tidak lupa, presiden juga menyampaikan harapan agar Natal membawa kedamaian. “Semoga Natal menyertai kita semua, dan semoga tahun yang baru membawa kesehatan, kekuatan, serta semangat kebersamaan bagi seluruh Rakyat Indonesia,” tulisnya.

    Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga kini bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh menelan 1.129 korban jiwa, serta 174 lainnya masih dinyatakan hilang.

    Dari sisi materi, sebanyak 157.838 unit rumah rusak. Tidak hanya itu, terdapat 1.900 unit fasilitas umum ikut terdampak.

       

  • Kardinal Suharyo Bakal Pimpin Misa Pontifikal Natal di Katedral

    Kardinal Suharyo Bakal Pimpin Misa Pontifikal Natal di Katedral

    Bisnis.com, JAKARTA- Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo dijadwalkan memimpin Misa Pontifikal Natal di Gereja Katedral Jakarta pada Kamis (25/12/2025) pukul 08.30 WIB, yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Natal.

    Humas Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan maksimal untuk menyambut pelaksanaan Misa Natal yang digelar sebanyak empat kali pada 25 Desember 2025.

    “Kita akan melaksanakan Misa Natal besok tanggal 25 Desember dengan empat kali perayaan. Pukul 08.30 WIB merupakan Misa Pontifikal yang biasanya diselenggarakan pada Natal dan Paskah, dipimpin langsung oleh Bapak Kardinal Ignatius Suharyo bersama para imam Keuskupan Agung Jakarta,” kata Susyana di Jakarta, Rabu.

    Susyana menjelaskan, setelah Misa Pontifikal Gereja Katedral Jakarta menggelar Misa Keluarga pada pukul 11.00 WIB yang dipimpin oleh Romo Yohanes Deodatus. Dalam misa tersebut, homili akan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

    “Homili akan disesuaikan dengan bahasa anak-anak agar mereka dapat mengerti tema Natal yang disampaikan. Tema Natal tetap mengacu pada pesan Natal bersama PGI dan KWI, yaitu ‘Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga’,” ujarnya.

    Selain itu, Gereja Katedral untuk pertama kalinya menyelenggarakan Misa khusus bagi lansia pada pukul 16.00 WIB. Misa ini diberikan sebagai kemudahan bagi para lanjut usia tanpa perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

    “Para lansia bisa langsung datang, tidak perlu registrasi karena kami memahami keterbatasan mereka. Keluarga juga bisa mendampingi,” kata Susyana.

    Rangkaian Misa Natal di Gereja Katedral akan ditutup dengan Misa sore pukul 18.00 WIB yang dipimpin oleh Romo Hani Rudi Hartoko.

    Susyana juga menyampaikan pesan Natal tahun ini menekankan pentingnya peran keluarga di tengah berbagai persoalan sosial.

    “Kalau kita lihat sekarang ini banyak kejadian-kejadian yang terkait dengan keluarga. Bagaimana juga perdagangan anak misalnya, dan itu kan terkait juga dengan peran keluarga. Maka besok kita tunggu saja pesan khusus yang diberikan oleh Bapak Kardinal,” ujar Susyana.

     

  • Kapolri: 147.000 Personel Gabungan Amankan Natal, Banser Dilibatkan

    Kapolri: 147.000 Personel Gabungan Amankan Natal, Banser Dilibatkan

    Bisnis.com, JAKARTA – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan 147.000 personel gabungan dari TNI-Polri diturunkan untuk mengamankan Natal pada tahun ini.

    Listyo menuturkan penjagaan ibadah Natal kali ini juga melibatkan Banser. Menurutnya, melalui kolaborasi ini akan meningkatkan pengamanan agar kegiatan Natal berjalan lancar.

    “Polri saat ini menurunkan kurang lebih 147.000 personel gabungan dan kemarin juga kami melaksanakan apel bersama-sama dengan rekan-rekan yang lain seperti banser dan juga kami kemudian mengajak kokam,” katanya saat meninjau Gereja Katedral, Rabu (24/12/2025).

    Personel dikerahkan mengamankan sejumlah gereja yang melaksanakan perayaan Misa Natal. Dia menilai kolaborasi bagian dari Bhinneka Tunggal Ika karena melibatkan seluruh elemen tanpa membedakan agama.

    Dia mengapresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menjaga keamanan selama perayaan natal. Dia menuturkan bahwa penjagaan akan berlangsung sejak malam natal hingga perayaan tahun baru. Termasuk, katanya, mengamankan jalur mudik natal dan tahun baru yang mulai berlangsung saat ini.

    Listyo turut meminta kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh agar lekas pulih.

    “Tentunya kita titip untuk mendoakan saudara-saudara kita yang saat ini sedang terkena musibah untuk kembali bisa bangkit dan kita berdoa bersama sama untuk saudara-saudara kita di Sumatra dan saudara-saudara kita di seluruh negeri agar semuanya terjaga dari situasi,” tandasnya

  • Bertambah, Pengembalian Anggaran K/L jelang Akhir Tahun Lebih dari Rp10 Triliun

    Bertambah, Pengembalian Anggaran K/L jelang Akhir Tahun Lebih dari Rp10 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pengembalian anggaran dari kementerian/lembaga (K/L) jelang tutup buku APBN 2025 masih berlangsung. Dia menyebut nilainya mencapai lebih dari Rp10 triliun. 

    Sebelumnya pada kesempatan terpisah, Purbaya menyebut total nilai pengembalian anggaran K/L tercatat sebesar Rp4,5 triliun. Nilai ini bertambah dari keterangannya pada November 2025 ketika pengembalian anggaran tercatat senilai Rp3,5 triliun. 

    Salah satu kementerian yang disebut olehnya mengembalikan anggaran yakni Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Namun, dia tidak memerinci lebih lanjut berapa nilai anggaran yang dikembalikan ke kas negara. 

    “Ada yang besar masuk ke kami juga. KUR juga enggak seluruhnya terserap,” terangnya saat ditemui wartawan di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    Purbaya mengaku tidak ingat secara terperinci berapa total nilai pengembalian anggaran yang sudah tercatat oleh kementeriannya. Namun, dia menyebut total nilai anggaran yang dikembalikan melebihi angka Rp10 triliun. 

    “Saya lupa ada yang besar juga. Ada [Rp10 triliun], lebih,” terang mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu secara singkat. 

    Adapun sampai dengan 30 November lalu, APBN 2025 membukukan penyerapan anggaran sebesar Rp2.911,8 triliun. Realisasi itu mencapai 82,5% dari outlook laporan semester I/2025 yakni Rp3.527,5 triliun. 

    Salah satu cakupan belanja negara adalah belanja pemerintah pusat, yang terealisasi Rp2.116,2 triliun atau 79,5% dari outlook Rp2.662,4 triliun. Di dalamnya, belanja kementerian/lembaga (K/L) sudah terserap sebesar Rp1.110,7 triliun atau 87,1% terhadap outlook Rp1.275,6 triliun. 

    Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mencatat bahwa realisasi belanja K/L sampai dengan 30 November 2025 itu sudah lebih tinggi dari realisasi sampai dengan 30 November 2024, yakni Rp1.049,7 triliun. Kenaikan belanjanya mencapai Rp61 triliun lebih tinggi. 

    “Kami sudah belanja Rp61 triliun lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Jadi, belanja K/L seperti ini yang kami telah sampaikan meningkat per akhir November,” terang Suahasil pada konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (18/12/2025). 

    Sementara itu, belanja non-K/L tercatat sebesar Rp1.005,5 triliun. Realisasinya lebih rendah dari belanja K/L yakni baru 72,5% dari outlook Rp1.387,8 triliun. Di sisi lain, transfer ke daerah (TKD) sudah terealisasi sebesar Rp795,6 triliun atau 92,1% dari outlook Rp864,1 triliun. 

    Adapun di dalam belanja negara, terdapat anggaran untuk program prioritas pemerintah pusat senilai Rp927,2 triliun. Sampai dengan 30 November 2025, anggaran yang sudah dibelanjakan mencapai 81,2% dari pagu atau Rp752,7 triliun. 

    Salah satu program prioritas dimaksud adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sudah menyerap anggaran senilai Rp52,9 triliun. Akan tetapi, angka realisasi penyerapan anggaran program itu dihitung sampai dengan 15 Desember 2025. Penyerapan anggaran MBG sudah 74,6% dari pagu anggaran yakni Rp71 triliun.

  • Surplus Solar, Pemerintah Wajibkan SPBU Swasta Beli dari Pertamina

    Surplus Solar, Pemerintah Wajibkan SPBU Swasta Beli dari Pertamina

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, hingga Vivo wajib membeli solar produksi dalam negeri atau PT Pertamina (Persero) mulai April 2025.

    Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM Laode Sulaeman menjelaskan, pemerintah bakal menyetop impor solar mulai 2026. Hal ini tak lepas dari kondisi surplus produksi solar dalam negeri.

    Kelebihan solar juga seiring dengan beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional. Laode mengatakan, kebijakan setop impor solar juga berlaku untuk badan usaha (BU) SPBU swasta.

    Menurutnya, SPBU swasta harus membeli solar dari Pertamina mulai April 2026. Sebab, RDMP Balikpapan membutuhkan fase persiapan produksi solar selama tiga bulan terhitung sejak saat ini.

    “Secara operasionalisasinya nanti RDMP atau Pertamina membutuhkan persiapan tiga bulan. Persiapan tiga bulan, setelah itu sudah stok cukup untuk seluruhnya termasuk [SPBU] swasta, April semua kami setop,” ucap Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).

    Laode mengaku pihaknya telah mengirimkan surat kepada BU swasta yang mewajibkan mereka segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk mendapatkan alokasi solar dalam negeri.

    Hal ini menurutnya diperlukan guna mencatat kebutuhan solar dalam Sistem Nasional Neraca Komoditas (SINAS-NK).

    “Jadi April sudah tidak ada lagi alokasi impor untuk swasta,” kata Laode.

    Wacana penghentian impor solar pada 2026 itu berkaitan proyeksi surplus solar hingga 4 juta kiloliter (kl). Selain alasan tersebut, surplus solar dipicu oleh implementasi mandatori biodiesel 50% atau B50 pada tahun depan.    

    Di samping itu,  seiring dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur terdapat penambahan produksi. Proyek ini akan menambah kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 100.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph.

    Deputi Bidang Koordinasi Energi & Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi mengatakan, impor solar telah berkurang sejalan dengan penerapan biodiesel 40 tahun ini dan akan berlanjut pada 2026.   

    “Maka yang selama ini kita masih ada impor solar untuk campurannya itu, itu sudah bisa kita surplus, bahkan capai 4 juta kiloliter,” kata Elen dalam BIG Conference 2025, Senin (8/12/2025). 

    Hal ini juga seiring dengan kebijakan transisi energi lewat pengembangan bahan bakar nabati. Dalam paparannya disebutkan bahwa porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) sektor bioenergi sebesar 14,1% dari target 23% tahun ini, di mana pemanfaatan biodiesel domestik sebesar 13,5 juta kl telah melampaui target RUEN sebesar 12,5 juta kl. 

  • Daftar 26 Provinsi yang Sudah Umumkan UMP 2026, Mana Tertinggi?

    Daftar 26 Provinsi yang Sudah Umumkan UMP 2026, Mana Tertinggi?

    Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 26 gubernur telah mengumumkan besaran upah minimum provinsi (UMP) 2026 untuk daerah masing-masing hingga hari ini, Rabu (24/12/2025) malam.

    Seperti diketahui, hari ini adalah batas akhir pengumuman besaran upah minimum di masing-masing provinsi. Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli seiring berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) No. 49/2025 tentang Pengupahan.

    “Khusus untuk tahun 2026, gubernur menetapkan besaran kenaikan upah selambat-lambatnya tanggal 24 Desember 2025,” kata Yassierli dalam keterangan tertulis pada Selasa (16/12/2025).

    Selain menetapkan UMP, Yassierli menyampaikan bahwa aturan baru tersebut juga memuat kewajiban gubernur untuk menetapkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP).

    PP No. 49/2025 juga mencantumkan bahwa gubernur dapat menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

    Adapun, besaran kenaikan ditentukan berdasarkan tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indeks tertentu yang disepakati terlebih dahulu pada sidang Dewan Pengupahan masing-masing provinsi.

    Pengumuman besaran UMP 2026 telah berlangsung di 26 provinsi hingga Rabu (24/12/2025) malam. Sebanyak 12 provinsi lainnya belum secara resmi mengumumkan kenaikan UMP atau masih dalam tahap kesepakatan Dewan Pengupahan daerah.

    Berikut daftar daerah yang telah mengumumkan besaran UMP 2026:

    Bali: naik 7,03% atau Rp210.898 menjadi Rp3.207.459
    Banten: naik 6,74% atau Rp195.762 menjadi Rp3.100.881
    Bengkulu: naik 5,9% atau Rp157.712 menjadi Rp2.827.751
    DI Yogyakarta (Jogja): naik 6,78% atau Rp153.415 menjadi Rp2.417.495
    DKI Jakarta: naik 6,17% atau Rp333.115 menjadi Rp5.729.876
    Gorontalo: naik 5,69% atau Rp183.413 menjadi Rp3.405.144
    Jambi: naik 7,32% atau Rp236.962 menjadi Rp3.471.497
    Jawa Barat: naik 5,77% atau Rp126.369 menjadi Rp2.317.601
    Jawa Tengah: naik 7,28% atau Rp158.037 menjadi Rp2.327.386
    Jawa Timur: naik 6,11% atau Rp140.896 menjadi Rp2.446.881
    Kalimantan Tengah: naik 6,11% atau Rp212.517 menjadi Rp3.686.138
    Kepulauan Bangka Belitung (Babel): naik 4,08% atau Rp158.400 menjadi Rp4.035.000
    Kepulauan Riau: naik 7,06% atau Rp255.866 menjadi Rp3.879.520
    Lampung: naik 5,35% atau Rp154.664 menjadi Rp3.047.734
    Maluku: naik 6,13% atau Rp192.790 menjadi Rp3.334.490
    NTB: naik 2,72% atau Rp70.930 menjadi Rp2.673.861
    NTT: naik 5,45% atau Rp126.929 menjadi Rp2.455.898
    Papua: naik 3,5% atau Rp150.433 menjadu Rp4.436.283
    Papua Barat: naik 6,25% atau Rp226.000 menjadi Rp3.841.000
    Papua Barat Daya: naik 4,2% atau Rp152.000 menjadi Rp3.766.000
    Riau: naik 7,74% atau Rp271.720 menjadi Rp3.780.496
    Sulawesi Selatan: naik 7,2% atau Rp263.561 menjadi Rp3.921.088
    Sulawesi Utara: naik 6,01% atau Rp227.205 menjadi Rp4.002.630
    Sumatra Barat: naik 6,3% atau Rp188.762 menjadi Rp3.182.955
    Sumatra Selatan: naik 7,1% atau Rp261.392 menjadi Rp3.942.963
    Sumatra Utara: naik 7,8% atau Rp236.412 menjadi Rp3.228.971

  • Purbaya Kaji Menyeluruh Insentif Kendaraan Listrik, Bakal Lanjut 2026?

    Purbaya Kaji Menyeluruh Insentif Kendaraan Listrik, Bakal Lanjut 2026?

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih mengkaji rencana pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan belum menerima proposal final terkait kebijakan tersebut dari kementerian teknis.

    Hal itu disampaikan Purbaya usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menyaksikan Penyerahan Uang Rp6,62 triliun Hasil Penyitaan Lahan dan Tindak Pidana Korupsi di Gedung Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    Menanggapi pertanyaan soal kemungkinan insentif EV ke depan, Purbaya menegaskan pihaknya akan melihat lebih dahulu substansi kebijakan dan dampaknya.  

    “Saya akan lihat dulu seperti apa. Dan kita akan lihat juga dampak insentif sebelumnya seperti apa, ke penjualan mobil, ke industri, ke lapangan kerja,” ujar Purbaya, Rabu (24/12/2025). 

    Lebih lanjut, dia menambahkan hingga kini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum menerima proposal akhir terkait insentif tersebut. 

    “Tapi saya belum dapat proposal akhir dari kementerian, paling tidak sampai sekarang,” katanya. 

    Terkait kondisi penjualan kendaraan yang melemah sepanjang 2025, Purbaya menjelaskan hal itu lebih dipengaruhi perlambatan ekonomi pada sebagian besar tahun berjalan. 

    “[Penjualan kendaraan listrik] 2025 menurun karena ekonomi yang melambat di 10 bulan pertama tahun ini. Baru beberapa bulan terakhir kelihatan agak pick up,” ujarnya. 

    Kendati demikian, Purbaya optimistis perekonomian nasional akan membaik ke depan seiring dorongan pemerintah untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi. 

    “Yang jelas ke depan ekonomi akan kita dorong ke pertumbuhan yang lebih cepat. Kalau kita dorong pertumbuhan ke arah 6 persen, harusnya penjualan mobil akan tumbuh, bukan negatif lagi, sudah positif tahun depan,” katanya.

    Menurut Purbaya, tanda-tanda pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir, meskipun terjadi relatif terlambat.

    “Sekarang kan sudah nyundul ke arah positif, dari sebelumnya negatif. Itu karena perbaikan ekonomi beberapa bulan terakhir. Tapi kan masih terlalu telat perbaikannya. Saya yakin ke depan akan bagus,” ujarnya.

    Dia menekankan kenaikan penjualan kendaraan ke depan lebih dipicu oleh membaiknya daya beli masyarakat, bukan semata karena insentif.

    “Jadi bukan karena insentif, tapi karena daya beli membaik, karena ekonominya berjalan lebih bagus,” tegas Purbaya. 

    Saat ditanya apakah pertumbuhan ekonomi tetap akan optimistis meski tanpa insentif EV, Purbaya menyebut dampaknya kemungkinan hanya berupa pergeseran permintaan. 

    “Paling geser. Kalau menurut saya geser permintaannya ke mobil tradisional, tergantung kita seperti apa,” katanya.

    Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya kajian menyeluruh sebelum pemerintah mengambil keputusan.

    “Makanya saya pelajari dulu apa sih insentifnya, dan kira-kira proposalnya ke penjualan mobil seperti apa, penjualan motor seperti apa, dan ke lapangan kerja seperti apa. Kita akan lihat dulu,” pungkas Purbaya.

    Sebelumnya, Institute for Essential Services Reform (IESR) memprediksi manfaat ekonomi senilai Rp544 triliun per tahun akan hilang usai pemerintah menghentikan insentif untuk kendaraan listrik pada 2026.

    Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa menilai diakhirinya insentif kendaraan listrik berpotensi mendorong kenaikan harga mobil listrik di pasar domestik. Kenaikan tersebut dipicu oleh hilangnya insentif pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% serta fasilitas pembebasan bea masuk impor kendaraan listrik secara utuh atau completely built up (CBU).

    IESR memperkirakan kenaikan harga akan menekan penjualan kendaraan listrik dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan industri pendukung, termasuk industri baterai dan komponen kendaraan listrik. Selain itu, kebijakan tersebut dinilai berisiko memperlambat laju adopsi kendaraan listrik yang berkontribusi menurunkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan impor minyak.

    “Elektrifikasi kendaraan bermotor merupakan tulang punggung penurunan emisi di sektor transportasi. Kontribusinya bisa mencapai 45–50% dari total penurunan emisi sektor transportasi,” ujar Fabby dalam keterangannya, dikutip Senin (22/12/2025).

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah tidak akan melanjutkan insentif kendaraan listrik pada 2026. Anggaran insentif tersebut direncanakan dialihkan untuk mendukung pengembangan program mobil nasional.

    Insentif yang dihentikan mencakup fasilitas pembebasan bea masuk impor kendaraan listrik secara utuh atau CBU yang sebelumnya diturunkan dari tarif normal sebesar 50% menjadi 0%.