Author: Bisnis.com

  • Bulog Pastikan Harga Beras Stabil hingga Stok Aman saat Periode Nataru

    Bulog Pastikan Harga Beras Stabil hingga Stok Aman saat Periode Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA – Perum Bulog memastikan stabilitas harga pangan, khususnya komoditas beras, dengan tetap menjaganya di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) selama periode libur Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026 (Nataru). 

    Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan lapangan di sejumlah titik strategis seperti Pasar Induk Beras Cipinang dan ritel modern, harga beras terpantau stabil dan bergerak di bawah HET yang ditetapkan.

    “Pemantauan dan sidak ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar. Hasil pantauan menunjukkan, khususnya untuk komoditas beras, harga relatif stabil dan berada di bawah HET,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (26/12/2025).

    Dalam sidak tersebut, Bulog mencatatkan realisasi harga pasar yang cukup kompetitif dibandingkan regulasi yang berlaku. Beras medium dengan HET Rp13.500 per kilogram rata-rata dijual di bawah Rp13.000 per kilogram, sementara beras premium yang dipatok HET Rp14.900 per kilogram terpantau dibanderol di bawah Rp14.000 per kilogram.

    Dalam penjelasannya, efektivitas stabilitas harga ini juga didorong oleh intervensi melalui beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Komoditas subsidi tersebut konsisten dijual sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional yakni sebesar Rp12.500 per kilogram, yang berfungsi sebagai instrumen utama pengendali harga di tingkat pengecer.

    Dari sisi suplai, Perum Bulog memberi konfirmasi bahwa posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada pada level yang kuat. Hingga pengujung tahun ini, stok CBP yang dikuasai Bulog mencapai 3,3 juta ton. Jumlah tersebut diklaim lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga memasuki awal 2026.

    Selain itu, program SPHP telah merealisasikan penyaluran sekitar 792.000 ton beras ke seluruh pelosok Tanah Air sepanjang 2025. Langkah masif ini merupakan bagian dari strategi penguatan distribusi agar tidak terjadi kelangkaan pasokan di daerah-daerah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan pusat.

    Meski secara umum kondisi harga terkendali, kegiatan pemantauan juga menemukan beberapa komoditas yang harganya sedikit melebihi HET, antara lain minyak goreng rakyat Minyakita serta telur ayam ras di beberapa titik pasar.

    “Apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau praktik permainan harga di tingkat pengecer, maka langkah penindakan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkas Rizal.

  • Dapat Kado Natal Komputer Tablet? Ini 8 Hal yang Harus Diperhatikan saat Memulai

    Dapat Kado Natal Komputer Tablet? Ini 8 Hal yang Harus Diperhatikan saat Memulai

    Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat kerap mendapat hadiah natal berupa komputer tablet, baik itu iPad, Huawei, ataupun Samsung. Namun setelah layar pertama menyala, tidak sedikit orang yang merasa bingung harus mulai dari mana?

    Agar tablet baru Anda bisa langsung digunakan secara maksimal, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan sejak awal.

    Dilansir dari Wich.co.uk  Rabu (24/12/2025), terdapat delapan cara yang bisa Anda lalukan, ini dia delapan cara yang bisa anda ikuti, selamat mencoba!

    1. Hubungkan akun yang benar-benar Anda butuhkan

    Tablet memang bisa terhubung dengan berbagai akun, tetapi Anda tidak wajib masuk ke semuanya. iPad tetap bisa digunakan tanpa email Apple, begitu juga tablet Android yang tidak selalu harus memakai Gmail. 

    Aplikasi email bawaan pada tablet umumnya mendukung berbagai jenis akun, sehingga Anda tetap bisa menerima email apa pun di satu tempat. Yang terpenting, atur izin dan notifikasi dengan bijak. 

    Tidak semua akun media sosial perlu aktif atau mengirim pemberitahuan terus-menerus, terutama saat Anda ingin beristirahat atau menikmati waktu santai.

    2. Sesuaikan pengaturan agar baterai lebih awet

    Sebagian besar tablet mampu bertahan lebih dari 10 jam dalam sekali pengisian daya, tetapi masa pakainya bisa diperpanjang dengan pengaturan sederhana. 

    Mengurangi kecerahan layar adalah langkah paling efektif karena layar merupakan komponen yang paling banyak menguras baterai. Mengaktifkan fitur kecerahan otomatis juga sangat membantu agar layar menyesuaikan dengan kondisi cahaya sekitar. 

    Selain itu, mematikan layanan lokasi dapat menghemat daya, karena tablet jarang digunakan untuk navigasi seperti ponsel.

    3. Gunakan casing sejak awal

    Meski layar tablet saat ini sudah lebih kuat, tidak ada jaminan perangkat akan aman jika terjatuh, terutama di lantai keras. 

    Menggunakan casing sejak awal adalah langkah pencegahan yang bijak. Untuk penggunaan di rumah, casing karet tipis sudah cukup melindungi tablet dari debu dan tumpahan cairan. 

    Jika tablet sering dibawa keluar rumah, casing keras dari merek terpercaya lebih disarankan karena mampu melindungi dari benturan. Mengeluarkan sedikit biaya untuk casing jauh lebih hemat dibandingkan harus mengganti layar yang rusak.

    4. Bersihkan aplikasi bawaan dengan aman

    Tablet baru biasanya sudah dilengkapi berbagai aplikasi bawaan yang belum tentu Anda butuhkan. Aplikasi-aplikasi ini bisa dihapus atau dinonaktifkan untuk menghemat ruang penyimpanan. 

    Saat ingin mengunduh aplikasi tambahan, pastikan hanya menggunakan toko aplikasi resmi agar lebih aman. Perhatikan juga aplikasi yang jarang diperbarui atau meminta izin yang tidak masuk akal, karena hal tersebut bisa menjadi tanda risiko keamanan.

    5. Gunakan aplikasi yang paling nyaman bagi Anda

    Produsen tablet memang menyediakan browser, email, dan kalender bawaan, tetapi Anda tidak harus menggunakannya jika tidak sesuai kebiasaan. 

    Anda bebas memilih browser lain seperti Firefox, menggunakan Outlook untuk email, atau bahkan mengganti keyboard jika yang bawaan terasa kurang nyaman. Tablet dirancang agar bisa disesuaikan dengan gaya penggunaan Anda, bukan sebaliknya.

    6. Maksimalkan penggunaan untuk panggilan video

    Layar tablet yang besar membuatnya sangat nyaman untuk melakukan panggilan video. Baik pengguna iPad maupun Android memiliki banyak pilihan aplikasi seperti FaceTime, Google Meet, WhatsApp, Zoom, dan Microsoft Teams. 

    Agar lebih nyaman, gunakan casing yang dilengkapi penyangga sehingga Anda bisa melakukan panggilan video tanpa harus memegang tablet terus-menerus.

    7. Manfaatkan fitur pintar yang tersedia

    Tablet keluaran terbaru sudah dilengkapi berbagai fitur pintar berbasis kecerdasan buatan yang sebenarnya sangat membantu. Di iPad, Anda bisa merangkum dokumen atau memperbaiki tulisan dengan cepat. 

    Pada tablet Samsung, Anda dapat mencari informasi dari gambar atau video hanya dengan melingkarinya di layar. Selain itu, gunakan fitur keamanan seperti pemindai wajah atau sidik jari karena lebih aman dibandingkan kata sandi biasa.

    8. Jadikan tablet sebagai pusat kontrol rumah pintar

    Karena sering digunakan di rumah, tablet sangat cocok dijadikan pusat kendali perangkat pintar seperti lampu, colokan, atau bel pintu digital. Jika tablet diletakkan secara permanen di satu tempat, penting untuk mengaktifkan pembatas pengisian baterai. 

    Mengisi daya hingga penuh secara terus-menerus dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan baterai, sehingga pengaturan ini membantu menjaga umur perangkat tetap panjang. (Nur Amalina)

  • Arus Mudik Nataru, Lalu Lintas Tol Trans Jawa Melonjak 42%

    Arus Mudik Nataru, Lalu Lintas Tol Trans Jawa Melonjak 42%

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat lonjakan signifikan volume lalu lintas di sepanjang koridor jalan tol Trans Jawa menjelang perayaan Hari Raya Natal 2025. Mobilitas masyarakat yang meningkat drastis pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 ini memicu kenaikan arus kendaraan.

    VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan paling mencolok terjadi pada arus menuju arah Timur Trans Jawa. 

    “Tercatat sebanyak 290.558 kendaraan melintas melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama pada periode H-7 hingga H-1 (18–24 Desember 2025), atau meningkat 42,67% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 203.658 kendaraan,” jelas Ria dalam keterangan resmi, Jumat (26/12/2025).

    Ria menambahkan, tren kenaikan ini menunjukkan tingginya preferensi masyarakat menggunakan jalur darat untuk libur akhir tahun. Sementara itu, untuk arus balik dari arah Timur menuju Jakarta tercatat mencapai 203.097 kendaraan, naik tipis 1,69% dari kondisi normal.

    Memasuki wilayah Jawa Tengah, densitas lalu lintas juga dilaporkan berada pada level tinggi. Di GT Kalikangkung, volume kendaraan yang menuju arah Semarang tercatat sebanyak 168.129 unit. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 54,37% dibandingkan lalu lintas harian normal yang biasanya berada di angka 108.910 kendaraan.

    Kondisi serupa terjadi di GT Banyumanik yang menjadi titik krusial distribusi kendaraan menuju Jawa Tengah bagian selatan dan Jawa Timur. JTT mencatat sebanyak 227.915 kendaraan bergerak menuju Solo, melonjak 43,71%. Sebaliknya, arus kendaraan yang mengarah ke Jakarta melalui gerbang tersebut juga naik 25,16% menjadi 162.644 unit.

    Ekspansi volume kendaraan turut merambah wilayah Jawa Timur, khususnya pada gerbang tol utama seperti Warugunung. Tercatat sebanyak 170.896 kendaraan masuk menuju Surabaya, atau tumbuh 24,07% dari posisi normal. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan aktivitas pariwisata dan mudik regional di wilayah Jawa Timur.

    Sektor pariwisata di Jawa Timur, terutama menuju area Malang, juga memberikan kontribusi signifikan terhadap beban jalan tol. Di GT Kejapanan Utama, arus menuju Malang meningkat 21,26% mencapai 197.341 kendaraan. 

    Sementara itu, GT Singosari mencatat kenaikan 16,39% dengan total 111.851 kendaraan yang melintas menuju destinasi wisata tersebut.

    “Pengguna jalan juga diharapkan memastikan kecukupan daya dan BBM serta saldo uang elektronik, senantiasa mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

  • Kaleidoskop 2025: Sederet Bencana Banjir di RI, dari Bekasi hingga Sumatra

    Kaleidoskop 2025: Sederet Bencana Banjir di RI, dari Bekasi hingga Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus menghadapi penanganan sejumlah penanganan bencana banjir sepanjang 2025.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 3.116 kejadian bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang periode 1 Januari hingga 17 Desember 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi, dengan banjir menjadi kejadian paling banyak.

    Berdasarkan infografik resmi BNPB bertajuk Bencana Indonesia 2025, banjir tercatat sebanyak 1.584 kejadian, disusul cuaca ekstrem 673 kejadian, tanah longsor 225 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 46 kejadian, gelombang pasang dan abrasi 21 kejadian, serta kekeringan 36 kejadian. Sementara itu, bencana geologi tercatat lebih sedikit, terdiri atas 23 gempa bumi, 7 erupsi gunung api, dan 1 kejadian tsunami.

    Dari sisi dampak kemanusiaan, BNPB mencatat 1.498 orang meninggal dunia, 264 orang hilang, dan 7.531 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 1.025.745 jiwa tercatat terdampak dan harus mengungsi akibat bencana yang terjadi di berbagai wilayah Tanah Air.

    Kerusakan infrastruktur dan permukiman juga tergolong signifikan. BNPB mencatat total 184.344 unit rumah rusak, dengan rincian 49.294 rumah rusak berat, 37.524 rumah rusak sedang, dan 97.526 rumah rusak ringan. Selain rumah warga, bencana juga merusak 2.271 fasilitas umum, meliputi 334 satuan pendidikan, 668 rumah ibadah, dan 269 fasilitas kesehatan.

    Kerusakan turut terjadi pada sarana pemerintahan dan infrastruktur pendukung, antara lain 333 kantor rusak, 415 jembatan rusak, serta 748 unit fasilitas lainnya.

    Menurut catatan Bisnis, bencana besar pertama terjadi di wilayah Jabodetabek, khususnya Kota dan Kabupaten Bekasi, pada 2–4 Maret 2025. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan rumah terdampak, dengan laporan awal menyebutkan sedikitnya 140 rumah di Bekasi terendam banjir.

    Dampak banjir ini dirasakan secara luas di wilayah Jabodetabek. Data gabungan menunjukkan sekitar 61.000 jiwa terdampak di Bekasi dan DKI Jakarta. BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan evakuasi massal, membuka pos pengungsian, serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Peristiwa ini menjadi salah satu banjir besar di awal kepemimpinan Presiden Prabowo dan menyoroti kerentanan kawasan penyangga ibu kota terhadap bencana hidrometeorologi.

    Memasuki paruh kedua tahun, bencana serupa melanda Provinsi Bali. Pada 9–12 September 2025, hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari memicu banjir bandang dan longsor di hampir seluruh wilayah Pulau Dewata. BNPB mencatat sedikitnya 17 hingga 18 orang meninggal dunia, puluhan lainnya dilaporkan hilang, dan ribuan warga terpaksa mengungsi.

    Sebanyak 205 titik banjir tercatat di Bali, dengan Denpasar menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 82 titik genangan. Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di puluhan lokasi, terutama di Kabupaten Tabanan, Karangasem, dan Badung.

    Curah hujan ekstrem yang dipicu oleh pola cuaca basah berkepanjangan disebut sebagai penyebab utama bencana ini. Banjir Bali 2025 pun tercatat sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa dekade terakhir, bahkan berdampak pada aktivitas pariwisata dan infrastruktur publik.

    Bencana banjir paling berdampak besar terjadi di Pulau Sumatra pada akhir November 2025, ketika banjir besar dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hujan ekstrem yang dipicu oleh fenomena atmosferik kuat, termasuk pengaruh sistem cuaca musiman dan siklon tropis, menyebabkan banjir bandang dan longsor di wilayah perbukitan dan daerah aliran sungai.

    Dampaknya sangat luas. Laporan menyebutkan jumlah korban meninggal mencapai ratusan orang, dengan satu catatan menyebutkan hingga 1.135 korban jiwa di tiga provinsi tersebut hingga Kamis (25/12/2025).

    Rangkaian banjir dan longsor di Sumatra—khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—menjadi bencana paling mematikan dan mengguncang di era awal pemerintahan Prabowo. Tidak hanya banjir bandang, longsor di wilayah perbukitan menelan korban jiwa, menghancurkan desa-desa, dan memutus akses antarwilayah.

    Pemerintah pusat kemudian mengambil langkah tegas dengan mencabut izin usaha yang dinilai merusak lingkungan, menyegel perusahaan tambang, serta mengevaluasi jutaan hektare izin pemanfaatan lahan.

    Oleh sebab itu, Kepala negara menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada rehabilitasi dan rekonstruksi semata, melainkan harus menyentuh akar persoalan: ketimpangan antara eksploitasi sumber daya alam dan keselamatan rakyat.

    Saat ini, Presiden Ke-8 RI itu memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga untuk bekerja tanpa henti dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga kehidupan masyarakat terdampak benar-benar kembali pulih.

    Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam konferensi pers di Banda Aceh, Kamis (25/12/2025).

    “Semua harus terus bekerja tanpa henti, mengerahkan sumber daya nasional untuk mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sampai kehidupan dan penghidupan masyarakat dapat pulih dan menjadi lebih baik,” ujar Pratikno.

    Pratikno menjelaskan, hingga saat ini pemerintah pusat bersama BNPB, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terus bekerja keras mempercepat penanganan darurat dan masa transisi pemulihan di wilayah terdampak.

    “Semua bergotong royong di lapangan untuk memulihkan wilayah Sumatra. Fokus kita jelas, yakni keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan pemulihan,” katanya.

     

  • Pemerintah Percepat Pembangunan 2.600 Unit Hunian untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

    Pemerintah Percepat Pembangunan 2.600 Unit Hunian untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi penyediaan infrastruktur bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra.

    Sosok yang akrab disapa Ara tersebut mengemukakan bahwa saat ini pemerintah tengah mempercepat proses pembangunan 2.600 unit hunian tetap (huntap) yang diperuntukkan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatra.

    “Kami memimpin rapat percepatan pembangunan 2.600 hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” jelasnya dikutip dari akun Instagram resminya, Jumat (26/12/2025).

    Dalam keterangannya, Ara menekankan bahwa proyek ini tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga mengedepankan skema kolaborasi. 

    Pemerintah menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi dalam semangat gotong royong untuk memastikan target pembangunan tercapai tepat waktu.

    Dari sisi teknis, Menteri PKP menginstruksikan agar pemilihan lokasi hunian tetap dilakukan dengan studi kelayakan yang komprehensif. Aspek mitigasi risiko menjadi prioritas utama agar hunian yang dibangun tidak berada di zona rawan bencana susulan seperti banjir maupun tanah longsor.

    Selain faktor keamanan fisik, Ara menegaskan pentingnya aspek legalitas lahan dan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah pusat menuntut pemerintah daerah untuk memastikan bahwa lahan yang digunakan clean and clear secara hukum serta terintegrasi dengan akses fasilitas umum guna menunjang produktivitas warga.

    “Kecepatan dan kesiapan pemerintah daerah menjadi kunci agar pembangunan hunian gotong royong ini bisa segera diwujudkan. Lokasi harus dipersiapkan dengan baik: aman, tidak merusak lingkungan, dan jelas secara hukum,” jelasnya.

    Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengungkap terdapat 139.485 unit rumah masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat.

    Ara menjelaskan bahwa ratusan ribu rumah rusak tersebut tergolong ke dalam empat kategori, yakni rusak ringan, rusak sedang, rusak berat hingga hanyut. 

    “Jadi total, yang rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, dan hanyut, total 139.485. Data per hari Minggu, 14 Desember 2005, jam 5.00 sore,” kata Ara dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (15/12/2025).

    Dalam perinciannya, Aceh menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi. Berdasarkan catatannya, terdapat 38.553 unit rumah rusak ringan, 22.204 unit rusak sedang, 35.517 unit rusak berat dan 4.295 unit rumah hanyut di kawasan tersebut.

    Kemudian, terdapat 29.766 unit rumah terdampak bencana di Sumatra Utara. Perinciannya, 19.936 unit rusak ringan, 4.304 unit rusak sedang, 4.351 unit rusak berat dan 1.135 unit hanyut.

    Terakhir, total rumah terdampak bencana di wilayah Sumatra Barat mencapai 9.150 unit. Di antaranya 5.634 unit rusak ringan, 1.174 unit rusak sedang, 1.577 unit rusak berat dan 765 unit dinyatakan hanyut.

  • PLN IP Resmikan PLTG Tanjung Selor Berkapasitas 20 MW

    PLN IP Resmikan PLTG Tanjung Selor Berkapasitas 20 MW

    Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN Indonesia Power (PLN IP) bersama anak usahanya PLN Indonesia Power Services resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Tanjung Selor berkapasitas 20 megawatt (MW).

    Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN IP Purnomo mengatakan, pengoperasian PLTG tersebut memperkuat keandalan sistem kelistrikan Kalimantan Utara, menjawab peningkatan kebutuhan listrik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada periode Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Dia menjelaskan bahwa PLTG Tanjung Selor merupakan hasil relokasi Unit 2 PLTG Sambera, Kalimantan Timur, yang dilaksanakan oleh PLN Indonesia Power Services sejak Januari 2025.

    Menurutnya, relokasi ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi aset pembangkitan agar pemanfaatannya lebih efektif dan sesuai kebutuhan sistem regional. Proses relokasi dilakukan secara terencana dan terintegrasi, mencakup pekerjaan sipil, dismantling, pengangkutan peralatan utama, perakitan kembali, hingga pengujian dan commissioning.

    “Relokasi PLTG Sambera ke Tanjung Selor merupakan capaian strategis yang patut kita syukuri bersama. Saya mengapresiasi kerja keras PLN IP Services yang profesional dan berorientasi solusi,” ucap Purnomo melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (26/12/2025).

    Dia menuturkan bahwa PLTG Tanjung Selor memberikan dukungan signifikan bagi sistem kelistrikan Kalimantan Utara yang berada di ujung jaringan dengan tambahan kapasitas 20 MW. 

    Purnomo pun menambahkan pembangkit ini dirancang untuk beroperasi secara andal, stabil, dan responsif, sehingga mampu menopang beban puncak dan memastikan pasokan listrik yang aman bagi masyarakat, layanan publik, serta sektor ekonomi daerah.

    Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power Services Hari Cahyono mengatakan, relokasi ini diselesaikan melalui kerja terencana dan kolaboratif dengan capaian zero accident.

    “Ke depan, PLN IP Services siap mengoperasikan pembangkit ini secara andal untuk memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan Utara dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam Firman Ramdan menegaskan, kesiapan PLTG Tanjung Selor telah dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari aspek teknis hingga sumber daya manusia.

    Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan pasokan listrik yang aman dan berkelanjutan demi mendukung aktivitas masyarakat serta roda perekonomian daerah.

    “Kami memastikan PLTG Tanjung Selor 20 MW siap beroperasi secara optimal untuk menjaga pasokan listrik tetap aman, stabil, dan berkelanjutan. Ini adalah komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung kebutuhan energi Kalimantan Utara, khususnya selama periode Siaga Natal dan Tahun Baru,” jelas Firman.

  • Pemerintah Klaim Cabut Izin Jutaan Hektare Lahan Sawit Pascabanjir Sumatra

    Pemerintah Klaim Cabut Izin Jutaan Hektare Lahan Sawit Pascabanjir Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mengklaim telah mencabut izin jutaan hektare perkebunan sawit sebagai langkah pencegahan agar bencana banjir dan longsor tidak kembali terulang. Penegasan ini disampaikan sebulan setelah bencana hidrometeorologi melanda Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan hal tersebut dalam press update penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kamis (25/12/2025), di Banda Aceh, usai meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak.

    Pratikno mengatakan pemerintah pusat telah mengambil langkah tegas dengan menata ulang pengelolaan hutan dan sumber daya alam di Pulau Sumatra. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pencabutan izin usaha skala besar yang dinilai berpotensi merusak lingkungan dan memperparah dampak bencana.

    “Pemerintah pusat melalui Menteri Kehutanan telah mencabut izin pemanfaatan lahan skala besar, termasuk jutaan hektare izin perkebunan sawit serta izin pemanfaatan kayu hasil hutan,” ujar Pratikno.

     Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap praktik pemanfaatan lahan yang tidak berkelanjutan dan terbukti menimbulkan kerusakan ekosistem, terutama di wilayah yang rawan bencana.

     Selain sektor kehutanan, pemerintah juga menindak tegas aktivitas pertambangan yang dinilai berisiko terhadap kelestarian lingkungan. Pratikno menyebut Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan penyegelan terhadap sejumlah perusahaan tambang.

    Langkah penegakan hukum tersebut, lanjut Pratikno, menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi mentolerir praktik usaha yang mengabaikan aspek lingkungan dan keselamatan masyarakat.

    Dia menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana tidak berhenti pada pemulihan fisik semata, tetapi juga menyentuh akar persoalan, termasuk perbaikan tata kelola SDA demi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan warga di masa depan.

    “Sebanyak lima perusahaan tambang telah disegel karena dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan,” tegasnya.

  • Inflasi RI Diproyeksi Terkendali pada 2026, Ruang Penurunan Suku Bunga Terbuka

    Inflasi RI Diproyeksi Terkendali pada 2026, Ruang Penurunan Suku Bunga Terbuka

    Bisnis.com, JAKARTA — Laju inflasi Indonesia diperkirakan tetap terkendali sepanjang 2026, sehingga membuka ruang bagi bank sentral untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan suku bunga.

    Hal itu diungkapkan Tamara Mast Henderson, ekonom Bloomberg Intelligence, dalam laporannya pada awal pekan ini.

    Menurutnya, tekanan harga dari sisi permintaan pada tahun depan masih terbatas, di tengah aktivitas ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan.

    Dia juga menilai stabilitas inflasi Indonesia masih terjaga meski terdapat tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah dan dinamika perdagangan global.

    “Inflasi Indonesia kemungkinan akan tetap terkendali pada 2026, sehingga membuka ruang bagi bank sentral untuk terus memangkas suku bunga seiring kondisi pasar yang memungkinkan,” tulis Henderson dalam riset BE Primer yang dirilis Senin (22/12/2025).

    Bloomberg Intelligence mencatat tekanan inflasi dari sisi permintaan (demand-pull) saat ini relatif lemah. Selain itu, terganggunya perdagangan global akibat penerapan tarif Amerika Serikat dinilai justru meningkatkan risiko dumping, yang pada gilirannya menahan kenaikan harga di dalam negeri.

    Namun, sambung dia. tekanan dari sisi nilai tukar tetap perlu diwaspadai. Rupiah tercatat melemah sekitar 3,8% sejak awal tahun (year-to-date). Situasi itu berpotensi mendorong kenaikan harga barang yang diperdagangkan (tradables).

    Sepanjang Januari–November 2025, inflasi indeks harga konsumen (IHK) rata-rata tercatat sebesar 1,8%. Angka tersebut berada di jalur untuk mencapai batas bawah sasaran inflasi Bank Indonesia sebesar 1,5%–3,5%. Adapun pada November 2025, inflasi tercatat sebesar 2,7% secara tahunan.

    Bloomberg Intelligence memperkirakan inflasi berpotensi menembus batas atas proyeksi pada kuartal I/2026 akibat efek basis harga bahan bakar, kecuali jika kembali terjadi penyesuaian harga. Setelah periode tersebut, inflasi diproyeksikan kembali bergerak ke dalam rentang target bank sentral.

    “Efek basis harga bahan bakar kemungkinan akan mendorong inflasi melampaui target pada kuartal I/2026, sebelum kemudian kembali mereda,” tulis Henderson.

    Dengan kondisi tersebut, Bloomberg Intelligence menilai ruang pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka, meskipun arah kebijakan Bank Indonesia tetap akan mempertimbangkan stabilitas nilai tukar dan dinamika pasar keuangan global.

  • Menko PMK Pratikno Imbau Warga Waspadai Cuaca Selama Libur Nataru

    Menko PMK Pratikno Imbau Warga Waspadai Cuaca Selama Libur Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta rutin memantau peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    Imbauan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno usai mengikuti rapat penanganan bencana di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (25/12/2025) malam.

    Pratikno menekankan pentingnya keselamatan masyarakat selama masa libur akhir tahun, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah.

    “Bagi masyarakat Indonesia yang bepergian selama libur Natal dan Tahun Baru, agar senantiasa memantau peringatan dari BMKG, BNPB, serta pihak berwenang di daerah masing-masing. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Pratikno.

    Secara khusus, Menko PMK juga mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, agar tetap siaga. Pasalnya, berdasarkan prakiraan BMKG, hujan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan meski dengan intensitas relatif ringan.

    “Untuk warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, diharapkan tetap waspada terhadap dinamika cuaca. BMKG memperkirakan, dalam sepekan ke depan hujan masih akan turun meskipun intensitasnya ringan,” katanya.

    Selain itu, Pratikno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu warga yang terdampak bencana, baik di wilayah Sumatera maupun daerah lain di Indonesia.

    Menurutnya, pergantian tahun dari 2025 menuju 2026 berlangsung dalam suasana keprihatinan akibat bencana yang melanda sejumlah daerah.

    Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk mendoakan serta memberikan dukungan agar para korban dapat segera bangkit dan pulih.

    “Marilah kita menyambut tahun 2026 dengan penuh harapan, saling bahu-membahu, bangkit bersama, dan membangun Indonesia yang lebih baik,” tandas Pratikno.

  • BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah Bakal Diguyur Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hari ini

    BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah Bakal Diguyur Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hari ini

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan publik untuk siap siaga menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disebabkan dinamika atmosfer di sejumlah wilayah pada Jumat.  

    Dalam keterangan yang dikutip dari Antara pada Jumat (26/12/2025), Prakirawan cuaca BMKG Masayu mengatakan, kondisi tersebut terdapat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.  

    Adapun kombinasi sejumlah dinamika atmosfer menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia.

    “Siklon Tropis GRANT terpantau di Samudera Hindia Selatan Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knot atau 65 km per jam dan tekanan udara minimum 997 hektopaskal dengan arah gerak ke barat,” katanya. 

    Masayu menyebutkan bahwa dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis ini menjadi kategori 2, atau berbahaya.

    Siklon Tropis ini, katanya, dapat meningkatkan kecepatan angin di sekitar sistem atau low level jet hingga mencapai lebih dari 25 knot di Samudera Hindia Barat Lampung dan juga membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi dan pertemuan angin atau konfluensi di wilayah Samudera Hindia Barat Bengkulu Lampung hingga Selatan Banten.

    Bibit Siklon Tropis 96S terpantau di Selatan Nusa Tenggara Barat dengan kecepatan maksimum 15 knot atau 28 km per jam dengan tekanan udara minimum 1008 hektopaskal dan arah gerak ke barat.

    “Bibit ini memiliki potensi rendah untuk menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam ke depan,” katanya.

    Adapun bibit siklon tropis itu menginduksi terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi pertemuan angin atau konfluensi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur bagian Selatan.  

    Daerah konvergensi lainnya memanjang di Selat Malaka hingga Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Timur Daerah Istimewa Yogyakarta Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

    “Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertemuan awan hujan di sekitar Siklon Tropis, Bibit Siklon Tropis, Sirkulasi Siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi-konfluensi tersebut,” katanya.

    Terkait cuaca di daerah lain, dia mengingatkan untuk publik di Indonesia bagian barat mewaspadai potensi hujan petir di Palembang dan Palangka Raya, potensi hujan sedang di Bengkulu dan Jakarta.

    Dia juga menyebutkan terdapat juga potensi hujan ringan sebagian besar Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, dan potensi berawan hingga berawan tebal di Banda Aceh.

    Untuk Indonesia bagian timur, katanya, perlu mewaspadai potensi hujan sedang di Mamuju, Kendari, Makassar, dan Merauke.

    “Terdapat juga potensi hujan ringan di Denpasar, Mataram, Kupang, Palu, Makassar, Manado, Ternate, Ambon, dan sebagian Papua, dan potensi berawan tebal di Gorontalo, potensi asap dan kabut di Sorong,” katanya.