Author: Bisnis.com

  • Sudah Sebulan, Pemulihan Jaringan di Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues Masih 60%

    Sudah Sebulan, Pemulihan Jaringan di Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues Masih 60%

    Bisnis.com, JAKARTA —Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan progres pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah Aceh pascabanjir dan tanah longsor telah melampaui 95%.

    Namun, di sejumlah titik seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, pemulihan jaringan masih bergantung pada ketersediaan pasokan listrik dan baru mencapai kisaran 60% hingga 80%.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) menyampaikan percepatan pemulihan jaringan sangat ditentukan oleh stabilitas pasokan listrik di wilayah terdampak.

    “Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” kata Meutya dalam keterangannya pada Minggu (28/12/2025).

    Dia memastikan Komdigi terus mengawal pemulihan konektivitas agar warga tetap dapat mengakses informasi darurat, layanan publik berjalan normal, serta komunikasi antaranggota keluarga tidak terputus.

    Selain fokus pada pemulihan jaringan, Komdigi bersama Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga menyalurkan bantuan akses air bersih bagi warga terdampak banjir.

    Sebanyak 118 tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter dikirimkan ke wilayah yang sumber airnya tercemar akibat banjir. Distribusi dilakukan secara bertahap selama sepekan. Bantuan tersebut memungkinkan warga kembali memenuhi kebutuhan dasar seperti minum, memasak, beribadah, dan berkomunikasi dengan keluarga.

    Meutya menegaskan upaya pemulihan difokuskan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat terdampak.

    “Hari ini kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” katanya.

    Selain air bersih, warga juga menerima bantuan berupa obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, serta kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah dan mitra juga menyiapkan alat berat dan sumur bor untuk membersihkan lumpur serta mempercepat pemulihan lingkungan permukiman.

  • Polemik Royalti Musik, Bagaimana Restoran hingga Gerai Ritel?

    Polemik Royalti Musik, Bagaimana Restoran hingga Gerai Ritel?

    Bisnis.com, JAKARTA— Putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan bahwa pembayaran royalti musik musik dalam pertunjukan komersial menjadi tanggung jawab penyelenggara acara telah memberikan kejelasan bagi industri hiburan.

    Namun demikian, bagi pemilik restoran, kafe, dan pelaku usaha lainnya seperti ritel, masih ada pertanyaan penting masih menggantung. Misalnya, bagaimana aturan pemutaran musik di ruang komersial sehari-hari.

    Revisi UU Hak Cipta, termasuk mengenai pemutaran musik di tempat usaha seperti restoran, kafe, dan ritel lainnya masih belum kunjung selesai. Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha masih berada di area abu-abu.

    Padahal, di periode akhir tahun, pemutaran musik berperan penting dalam membangun atmosfer yang selaras dengan dekorasi dan promosi musiman untuk menciptakan suasana hangat, meningkatkan kenyamanan, dan mendukung pengalaman pelanggan di tengah lonjakan kunjungan.

    “Musik di ruang komersil bukan sekadar pengiring atau pelengkap saja. Jika dimaksimalkan kehadirannya, musik bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan. Namun ketika ada ketidakpastian soal aturan royalti, banyak pelaku usaha akhirnya berada di posisi serba salah,” ujar Jerry Chen, CEO dari USEA Global.

    USEA Global merupakan penyedia solusi in-store music dan audio branding untuk ruang komersial, termasuk layanan kurasi musik, legal compliance, hingga manajemen pemutaran musik lintas cabang. Di Indonesia. USEA Global menyediakan layanannya bagi 100 lebih pusat belanja, restoran, minimarket, serta toko ritel lainnya.

    Menurut Jerry, kekhawatiran pebisnis akan memutar musik semakin terasa menjelang musim liburan, ketika musik justru menjadi elemen penting untuk mendukung momen perayaan Natal dan Tahun Baru. Tanpa pengelolaan yang jelas dan aman, penggunaan musik di ruang komersial berisiko tidak konsisten dan berpotensi menyebabkan pelanggaran hak cipta.

    Untuk membantu pelaku usaha tetap dapat memanfaatkan musik secara legal dan terkelola, USEA Global menggratiskan platformnya selama satu bulan bagi pelaku usaha berbagai sektor di Indonesia, termasuk F&B, hospitality, dan ritel. Dengan ini, pemilik bisnis dapat mengakses lebih dari 300.000 musik berlisensi dari berbagai genre, tanpa perlu lagi khawatir mengenai pembayaran royalti.

    Selain aspek legalitas, layanan USEA juga memungkinkan pelaku usaha mengelola pemutaran musik secara terpusat, terutama untuk bisnis dengan banyak cabang. Hal ini membantu menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan selaras dengan karakter brand, khususnya di periode sibuk seperti musim liburan.

    Dengan pengelolaan musik yang tepat, pebisnis dapat menghadirkan suasana liburan tanpa dibayangi ketidakpastian soal penggunaan musik, sekaligus mendukung pencapaian tujuan bisnis mereka, baik itu memperpanjang waktu kunjungan hingga meningkatkan potensi transaksi.

  • Daftar 20 SMP Terbaik di Indonesia Versi Pusprenas 2025

    Daftar 20 SMP Terbaik di Indonesia Versi Pusprenas 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Selain tingkat SMA, Puspresnas juga memberikan peringat sekolah terbaik pada kategori SMP.

    Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas ) adalah unit kerja di bawah Kemendikbudristek yang bertugas mengembangkan bakat, minat, dan potensi peserta didik Indonesia di berbagai bidang.

    Mulai dari sains, teknologi, seni, olahraga, vokasi, kewirausahaan melalui berbagai kompetisi, lomba, festival, dan apresiasi untuk menciptakan talenta unggul nasional, seperti OSN, O2SN, FLS2N, dan lainnya, serta mengelolanya melalui sistem manajemen talenta nasional (SIMT). 

    Berikut 20 SMP Terbaik di Indonesia versi Puspresnas 2025

  • Daftar 20 SMA/SMK Terbaik di Indonesia Versi Puspresnas 2025

    Daftar 20 SMA/SMK Terbaik di Indonesia Versi Puspresnas 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Di Indonesia, ada sekitar 20 SMA/SMK yang masuk kategori terbaik versi Pusprenas.

    SMA terbaik di Indonesia bervariasi tergantung metodenya, tapi SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, SMA Pradita Dirgantara, SMAN Unggulan M.H. Thamrin, dan SMAN 8 Jakarta sering muncul di puncak daftar.

    Kategori itu berdasarkan prestasi olimpiade dan nilai UTBK, dengan SMAN Trensains sering di nomor satu dalam perolehan medali, sementara sekolah seperti MAN Insan Cendekia dan SMA Unggul Del juga sangat kuat. 

    Berikut daftar 20 SMA/SMK terbaik di Indonesia versi Pusprenas 2025

  • Negosiasi Tarif RI-AS Belum Deal 100%, Tahap Final Dijadwalkan Januari 2026

    Negosiasi Tarif RI-AS Belum Deal 100%, Tahap Final Dijadwalkan Januari 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia masih akan melakukan perundingan tahap final (final round) dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait dengan tarif resiprokal. 

    Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump telah menyepakati pengenaan tarif impor 19% untuk sebagian besar produk ekspor RI ke Negara Paman Sam itu. 

    Sejalan dengan berlangsungnya proses negosiasi, beberapa komoditas asli Indonesia dikecualikan dari tarif tersebut dan dikenakan bea masuk 0%, salah satunya sawit atau CPO. 

    Kemenko Perekonomian, yang memimpin proses perundingan dengan pihak AS, menyebut masih akan ada pertemuan dengan pihak United States Trade Representative (USTR) pada awal tahun depan. Dengan demikian, pengenaan tarif 19% secara riil di lapangan belum langsung berlaku pada ekspor awal tahun depan. 

    “Perundingan belum tuntas 100%, ada final round bulan Januari nanti,” terang Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi kepada Bisnis, Minggu (28/12/2025). 

    Edi enggan memerinci lebih lanjut apa yang akan dibahas pada perundingan tahap terakhir Januari tahun depan. Apabila melihat pada pertemuan sebelumnya di Desember 2025, tim yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta USTR Jamieson Greer menyepakati pengecualian sawit dari bea masuk 19%. 

    Dengan demikian, sejumlah produk atau komoditas yang asli tumbuh di Indonesia, seperti kakao hingga sawit, dikenakan bea masuk 0%. Hal ini sebelumnya sudah tertuang dalam instruksi Presiden AS Donald Trump atau executive orders (EO), yang diterbitkan Gedung Putih beberapa waktu lalu. 

    Sebagai informasi, EO merupakan pernyataan perintah Presiden Trump untuk memberikan pembebasan tarif atas daftar komoditas impor tertentu yang diberikan kepada suatu negara. 

    Adapun terdapat beberapa komoditas yang sebelumnya belum masuk EO, tetapi harus didahului dengan pertemuan bilateral antara AS dan negara mitra apabila ingin mendapatkan pembebasan tarif. 

    “Misalnya, kelapa sawit awalnya ada dalam EO tersebut dengan tarif 0%, lalu dihapus dari daftar dan hanya diberikan ke negara yang telah tanda tangan perjanjian bilateral. Artinya, jika Indonesia telah sepakati perjanjian, maka kelapa sawit akan diberikan tarif 0%,” papar Edi. 

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mengenakan Indonesia tarif impor 32%. Namun, pada Juli 2025, Presiden Trump dan Presiden Prabowo menyepakati besaran tarif diturunkan menjadi 19%. 

  • Konsumsi Energi Meningkat Hadapi Nataru di Sumbar, Ini Sejumlah Strategi Distribusi dari Pertamina

    Konsumsi Energi Meningkat Hadapi Nataru di Sumbar, Ini Sejumlah Strategi Distribusi dari Pertamina

    Bisnis.com, PADANG – PT. Pertamina Patra Niaga telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk memastikan distribusi energi dapat berjalan lancar hadapi Natal dan Tahun Baru 2025 di wilayah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut).

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi mengatakan dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Natari ini pihaknya menyiagakan Satgas Nataru untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah, khususnya di Provinsi Sumatra Barat.

    “Langkah kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM, LPG, serta Avtur seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, perjalanan wisata, dan transportasi udara selama periode libur akhir tahun,” katanya, Rabu (24/12/2025).

    Dia menyampaikan dalam kondisi Naturu ini, penguatan stok, optimalisasi distribusi, serta penyiagaan layanan energi di titik-titik strategis telah dilakukan secara menyeluruh, sangat penting dilakukan, dan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

    “Selama masa Satgas Nataru, kami memastikan kesiapan operasional dari hulu hingga hilir. Penguatan stok dan distribusi dilakukan agar kebutuhan BBM, LPG, dan Avtur masyarakat Sumatra Barat tetap terpenuhi dengan baik di tengah meningkatnya mobilitas libur Nataru,” ujarnya.

    Sunardi menjelaskan fokus Pertamina Patra Niaga Sumbagut tidak hanya pada kecukupan stok, tetapi juga pada kelancaran distribusi hingga ke lembaga penyalur. 

    Selanjutnya Pertamina juga menyiagakan SPBU dan agen LPG di titik-titik dengan potensi lonjakan permintaan, serta melakukan pengaturan distribusi agar pasokan dapat diterima masyarakat secara merata. 

    “Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat juga terus kami perkuat untuk memastikan distribusi berjalan aman dan lancar,” tambahnya.

    Berdasarkan proyeksi Satgas Nataru, konsumsi LPG rumah tangga di Sumatra Barat diperkirakan meningkat sekitar 2,7%, BBM gasoline seperti Pertalite dan Pertamax Series naik sekitar 1,6%, serta Avtur meningkat hingga 7,5%, seiring tingginya aktivitas penerbangan. 

    Selanjutnya ada konsumsi Solar dan Biosolar diperkirakan relatif menurun sekitar 3% akibat berkurangnya aktivitas logistik dan industri selama libur panjang.

    Dari sisi pasokan, kata Sunardi, hingga 21 Desember 2025 kondisi stok BBM dan LPG di wilayah Sumatra Barat berada pada level aman.

    Keandalan pasokan ini didukung oleh operasional Integrated Terminal Teluk Kabung serta terminal pendukung lainnya, dengan pola suplai reguler melalui jalur laut dan darat yang terus dioptimalkan.

    Oleh karena itu, untuk memastikan masyarakat tetap terlayani selama masa Satgas Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyiagakan SPBU siaga 24 jam di jalur wisata dan jalur utama, agen LPG siaga di wilayah dengan permintaan tinggi, mobil tangki standby sebagai cadangan pasokan, layanan PDS atau motorist, BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, serta Serambi MyPertamina sebagai fasilitas pendukung kenyamanan masyarakat.

    “Jadi di tengah tantangan cuaca dan kondisi geografis, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga melakukan mitigasi distribusi pascabencana melalui pengalihan suplai dari terminal alternatif, penambahan armada mobil tangki, pengaturan distribusi prioritas, serta koordinasi dengan aparat terkait untuk pengawalan distribusi di jalur rawan,” sebutnya.

    Sunardi juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta tidak melakukan panic buying.

    “Apabila masyarakat membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan keluhan terkait layanan energi, dapat menghubungi Contact Center Pertamina 135 yang siaga 24 jam selama masa Satgas Nataru,” tutupnya.

  • KAI Catat 13,26 Juta Penumpang Kereta Selama Libur Nataru 2025/2026

    KAI Catat 13,26 Juta Penumpang Kereta Selama Libur Nataru 2025/2026

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau  KAI mencatat tingginya pergerakan penumpang kereta api selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, selama periode 18–26 Desember 2025, KAI Group secara kumulatif melayani 13,26 juta penumpang. Jumlah tersebut terdiri atas KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola KAI sebanyak 1,99 juta penumpang, diikuti KAI Commuter 9,9 juta penumpang. 

    Selanjutnya, Whoosh yang dikelola KCIC mencatat 187.368 pelanggan, KA Makassar–Parepare 10.767 pelanggan, LRT Sumsel 137.407 pelanggan, LRT Jabodebek 716.598 pelanggan, KAI Bandara 205.912 pelanggan, serta KAI Wisata 12.255 pelanggan.

    “Pergerakan setelah Natal menunjukkan masyarakat masih melanjutkan perjalanan liburan maupun aktivitas lainnya. Kereta api berperan menjaga kelancaran mobilitas serta mendukung pergerakan wisata dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” ujar Anne dalam keterangannya, dikutip Minggu (28/12/2025).

    Adapun, pada 26 Desember 2025, layanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dan kereta api lokal yang dikelola KAI melayani 234.600 pelanggan. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan puncak arus keberangkatan Natal dan libur sekolah pada 24 Desember 2025 yang mencapai 259.333 pelanggan.

    Berdasarkan data penjualan sementara, jumlah pelanggan pada 27 Desember 2025 diperkirakan mencapai 202.357 pelanggan, sementara pada 28 Desember 2025 diproyeksikan sebanyak 201.669 pelanggan. 

    Angka tersebut bersifat dinamis dan berpotensi meningkat seiring penjualan tiket yang masih berlangsung hingga waktu keberangkatan.

    Memasuki periode menuju Tahun Baru, penjualan tiket kereta api dinilai masih bergerak stabil. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik perjalanan KA Jarak Jauh yang umumnya dibeli oleh pelanggan yang belum melakukan perjalanan pada periode Natal. 

    Data sementara menunjukkan proyeksi pergerakan pelanggan pada 29 Desember 2025 sebanyak 159.536 pelanggan, 30 Desember 2025 sebanyak 141.704 pelanggan, 31 Desember 2025 sebanyak 120.102 pelanggan, dan 1 Januari 2026 sebanyak 115.349 pelanggan, dengan potensi peningkatan seiring mendekatnya tanggal keberangkatan.

    “Konsistensi layanan seluruh entitas KAI Group selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru menjaga kesinambungan mobilitas nasional, memperkuat pergerakan wisata domestik, serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah hingga pergantian tahun,” kata Anne.

  • Ini Daftar 10 Stasiun Kereta Api Terpadat selama Libur Nataru 2025/2026

    Ini Daftar 10 Stasiun Kereta Api Terpadat selama Libur Nataru 2025/2026

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat tingginya penumpang yang melakukan perjalanan dengan kereta api jarak jauh sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pergerakan pelanggan kereta api setelah Natal hingga menjelang Tahun Baru masih berada pada level tinggi.

    “Konsistensi layanan seluruh entitas KAI Group selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru menjaga kesinambungan mobilitas nasional, memperkuat pergerakan wisata domestik, serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah hingga pergantian tahun,” ujar Anne dalam keterangannya dikutip Minggu (28/12/2025).

    Adapun, sejumlah stasiun dengan volume pelanggan tertinggi per 27 Desember 2025 antara lain Stasiun Pasar Senen dengan 230.640 pelanggan, Stasiun Yogyakarta 182.916 pelanggan, Stasiun Gambir 178.258 pelanggan, serta Stasiun Bandung 101.629 pelanggan.

    Totalnya, KAI mencatatkan sebanyak 3,38 juta tiket telah terjual pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

    Secara terperinci, penjualan tiket kereta api jarak jauh tercatat sebanyak 2,83 tiket 102,8% dari kapasitas 2,7 tempat duduk. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 548.932 tiket atau setara 73,7% dari total 745.056 tempat duduk.

    Okupansi kereta api jarak jauh yang melebihi angka 100%. Sebab, terdapat penumpang dinamis yaitu penumpang yang turun-naik antara stasiun awal dengan stasiun tujuan akhir.

    Selama masa Angkutan Nataru, KAI menyediakan total 3,5 juta tempat duduk pada layanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

    Secara kumulatif selama periode 18–26 Desember 2025, KAI Group secara kumulatif melayani 13,26 juta penumpang. Jumlah tersebut terdiri atas KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola KAI sebanyak 1,99 juta penumpang, diikuti KAI Commuter 9,9 juta penumpang. 

    Selanjutnya, Whoosh yang dikelola KCIC mencatat 187.368 pelanggan, KA Makassar–Parepare 10.767 pelanggan, LRT Sumsel 137.407 pelanggan, LRT Jabodebek 716.598 pelanggan, KAI Bandara 205.912 pelanggan, serta KAI Wisata 12.255 pelanggan.

    Berikut Daftar 10 Stasiun dengan Volume Pelanggan Tertinggi selama Nataru:

    1. Stasiun Pasar Senen: 230.640 pelanggan

    2. Stasiun Yogyakarta: 182.916 pelanggan

    3. Stasiun Gambir: 178.258 pelanggan

    4. Stasiun Bandung: 101.629 pelanggan

    5. Stasiun Surabaya Pasar Turi: 94.875 pelanggan

    6. Stasiun Lempuyangan: 93.970 pelanggan

    7. Stasiun Semarang Tawang: 93.189 pelanggan

    8. Stasiun Bekasi: 92.129 pelanggan

    9. Stasiun Surabaya Gubeng: 89.686 pelanggan

    10. Stasiun Purwokerto: 88.583 pelanggan

  • Pengusaha Konveksi Curhat Sulit Dapat KUR, Minta Pemerintah Turun Tangan

    Pengusaha Konveksi Curhat Sulit Dapat KUR, Minta Pemerintah Turun Tangan

    Bisnis.com, JAKARTA — Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) mengungkap pelaku usaha kecil, menengah dan mikro (UMKM) sektor konveksi masih menghadapi tantangan besar dalam hal permodalan. 

    Ketua Umum IPKB Nandi Herdiaman mengatakan program kredit usaha rakyat (KUR) dan Kredit Investasi Permanen Kecil (KIPK) yang disediakan pemerintah tidak dapat dinikmati oleh banyak pelaku usaha kecil menengah karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan. 

    “Banyak di antara kami yang tidak memiliki agunan yang cukup, tidak memiliki catatan keuangan yang rapi, dan tidak memiliki pengalaman dalam mengelola usaha yang besar,” kata Nandi dalam keterangan tertulis, Minggu (28/12/2025). 

    Pihaknya meminta pemerintah untuk menciptakan program permodalan yang tepat sasaran. Apalagi, banyak IKM yang sudah gulung tikar semenjak Covid-19 dan kalah saing dari impor ilegal. 

    Menurut Nandi, saat ini pasar sudah didukung pemerintah untuk domestik, maka dari itu pelaku sudah pasti butuh modal dan SDM yang berdaya saing.

    “Banyak di antara kami yang memiliki ide dan potensi untuk mengembangkan usaha. Namun terhambat oleh kurangnya modal,” tuturnya. 

    Pelaku usaha kecil dan menengah mengaku tidak ingin menjadi beban bagi pemerintah, tapi IKM konveksi masih membutuhkan bantuan untuk dapat mandiri.

    “Teman-teman dari Asosiasi IPKB saat ini masih mencari cara agar segi permodalan bisa didapatkan,” tuturnya. 

    Lebih lanjut, dia mendesak pemerintah dapat mempertimbangkan untuk memberikan bantuan teknis dan pelatihan kepada pelaku usaha kecil menengah, sehingga kami dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing kami di pasar global.

    “Kami berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi kami dan memberikan solusi yang tepat. Kami siap untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan industri tekstil dan konveksi di Indonesia,” pungkasnya. 

  • Sebanyak 1.882 Napi High Risk Pindah ke Nusakambangan

    Sebanyak 1.882 Napi High Risk Pindah ke Nusakambangan

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mencatat total ada 1.882 warga binaan yang telah dipindahkan ke penjara Super Maximum dan Maximum Security di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

    Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas, Mashudi mengatakan ribuan orang yang dipindahkan ke lapas Maximum Security itu merupakan warga binaan dengan kategori risiko tinggi.

    “Sampai dengan menjelang tutup tahun ini total sudah 1.882 warga binaan high risk seluruh Indonesia kami pindahkan ke Nusakambangan,” ujar Mashudi dalam keterangan tertulis, Minggu (28/12/2025).

    Dia mengatakan 1.882 warga binaan ini tidak dipindahkan secara sekaligus, namun dilakukan secara bertahap. Teranyar, Kementerian Imipas telah memindahkan 130 warga binaan risiko tinggi ke Nusakambangan menjelang pergantian tahun.

    Mshudi menyebutkan 130 warga binaan itu berasal dari wilayah Jambi, Riau dan Banten. Mereka kemudian ditempatkan di lapas berbeda.

    Secara terperinci sebanyak 5 orang di Lapas Batu, 31 orang di Lapas Karanganyar, 17 orang di Lapas Besi, 30 orang di Lapas Gladakan, 17 orang di Lapas Narkotika dan 30 orang di Lapas Ngaseman. 

    “Pemindahan warga binaan high risk ke Lapas Super Maximum dan Maximum Security di Nusakambangan salah satunya bertujuan untuk men-Zero kan gangguang keamanan dan ketertiban,” imbuhnya.

    Adapun, Mashudi berharap 1.882 warga binaan yang ditempatkan di lapas Maximum Security ini bisa merubah perilakunya jika nanti kembali ke masyarakat.

    ”Dan yang juga sangat penting adalah perubahan perilaku warga binaan kami dapat lebih baik dan menyadari kesalahannya sampai nanti kembali lagi ke masyarakat sebagai warga negara yang baik,” pungkasnya.