Author: Bisnis.com

  • Tak Luput dari Tarif Impor AS 19%, Industri Tekstil Minta Pemerintah Benahi Regulasi

    Tak Luput dari Tarif Impor AS 19%, Industri Tekstil Minta Pemerintah Benahi Regulasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Industri tekstil bakal fokus mendorong pemerintah untuk membenahi regulasi di dalam negeri sejalan dengan pengenaan bea masuk impor 19% oleh Amerika Serikat (AS). Pengenaan tarif resiprokal ini tidak terelakkan lantaran produk tekstil tetap tidak mendapatkan pengecualian. 

    Ketua Umum Asosiasi Garment and Textile Indonesia (AGTI) Anne Patricia Sutanto menyatakan bahwa ke depan, pengusaha tekstil lebih fokus untuk mendorong pembenahan regulasi domestik agar pelaku usaha bisa lebih berdaya saing di tengah gempuran tarif AS. 

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif impor untuk produk yang dikirim dari negara-negara mitra daganganya, dengan Indonesia diganjar tarif 19%, lebih rendah dari sebelumnya yakni 32%. 

    Akan tetapi, melalui executive orders (EO) yang ditetapkan Trump, ada berbagai produk dan komoditas asli negara-negara obyek tarif impor yang dikecualikan dari tarif resiprokal. Untuk Indonesia, komoditas hasil tanaman asli seperti kakao hingga sawit (CPO) telah disepakati untuk bebas dari tarif 19%. Namun demikian, produk tekstil yang merupakan salah satu produk andalan ekspor RI ke AS, tidak luput dari bea masuk 19%. 

    “Yang kami harapkan dari pemerintah RI dari sejak April 2025 adalah fokus di pembenahan regulasi dalam negeri sehingga kami lebih bisa berdaya saing. Ini yang sebenarnya kami lebih tunggu agar 2026 benar benar bisa fokus additional market selain pasar ekspor tradisional Indonesia,” terang Anne kepada Bisnis, Minggu (28/12/2025). 

    Menurut Anne, tantangan yang dihadapi industri manufaktur di Indonesia saat ini lebih ke pembenahan dalam negeri. Bahkan, menurutnya, hal ini tidak hanya berlaku untuk industri manufaktur saja yang di antaranya mencakup tekstil. 

    “Kalau semua masukan pengusaha bisa dibenahi, saya yakin gempuran atau apapun sifatnya bisa dihadapi, karena daya saing kami meningkat,” ujarnya. 

    Untuk diketahui, pemerintah Indonesia masih akan melalukan perundingan tahap final dengan pemerintah AS terkait dengan tarif resiprokal. Sejauh ini, beberapa komoditas asli Indonesia dikecualikan dari tarif tersebut dan dikenakan bea masuk 0%, salah satunya CPO. 

    Kemenko Perekonomian, yang memimpin proses perundingan dengan pihak AS, menyebut masih akan ada pertemuan dengan pihak United States Trade Representative (USTR) pada awal tahun depan. Dengan demikian, pengenaan tarif 19% secara riil di lapangan belum langsung berlaku pada ekspor awal tahun depan. 

    “Perundingan belum tuntas 100%, ada final round bulan Januari nanti,” terang Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi kepada Bisnis, Minggu (28/12/2025). 

    Edi enggan memerinci lebih lanjut apa yang akan dibahas pada perundingan tahap terakhir Januari tahun depan. Apabila melihat pada pertemuan sebelumnya di Desember 2025, tim yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta USTR Jamieson Greer menyepakati pengecualian sawit dari bea masuk 19%. 

    Dengan demikian, sejumlah produk atau komoditas yang asli tumbuh di Indonesia seperti kakao hingga sawit dikenakan bea masuk 0%. Hal ini sebelumnya sudah tertuang dalam instruksi Presiden AS Donald Trump, atau executive orders (EO), yang diterbitkan Gedung Putih beberapa waktu lalu. 

    Sebagai informasi, EO merupakan pernyataan perintah Presiden Trump untuk memberikan pembebasan tarif atas daftar komoditas impor tertentu yang diberikan kepada suatu negara. 

    Terdapat beberapa komoditas yang sebelumnya belum masuk EO, namun harus didahului dengan pertemuan bilateral antara AS dan negara mitra apabila ingin mendapatkan pembebasan tarif. 

    Pada Jumat (26/12/2025), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun menegaskan bhawa produk tekstil yang notabenenya adalah andalan ekspor RI ke AS akan tetap dikenai tarif 19%. Sebab, tekstil tidak masuk dalam komoditas asli yang ditanam di Indonesia. 

    “Tekstil kan bukan dari akar. Jadi semua yang sumber daya alam berbasis tropical [bebas tarif 19%]. Kalau produk manufaktur kan bukan sumber daya alam,” ujarnya kepada wartawan di Mal Pondok Indah, Jakarta. 

  • Daftar UMK Banten 2026 di 8 Kabupaten & Kota: Cilegon Tertinggi

    Daftar UMK Banten 2026 di 8 Kabupaten & Kota: Cilegon Tertinggi

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menetapkan besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2026 untuk 8 wilayah.

    Gubernur Banten Andra Soni menetapkan kebijakan tersebut dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) No. 703/2025 tertanggal 24 Desember 2025.

    “Besaran kenaikan tersebut merupakan hasil rekomendasi rapat Dewan Pengupahan Provinsi Banten serta usulan dari pemerintah kabupaten/kota,” kata Andra dalam keterangan resmi Pemprov Banten, dikutip pada Minggu (28/12/2025).

    Lebih lanjut, Kota Cilegon tercatat sebagai daerah dengan UMK tertinggi yakni Rp5.469.923, sedangkan Kabupaten Lebak merupakan yang terendah dengan besaran Rp3.330.011.

    Selain itu, Pemprov Banten juga menetapkan besaran upah minimum sektoral kabupaten/Kota (UMSK) untuk sejumlah sektor di lima wilayah, kecuali Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang.

    Terdapat pula ketetapan besaran upah minimum provinsi (UMP) serta upah minimum sektoral provinsi (UMSP) dalam beleid terpisah.

    Sementara itu, UMP Banten tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp3.100.881, naik 6,74% dari upah minimum tahun sebelumnya.

    “Sementara UMSP mencakup lima kategori usaha dengan total 95 kelompok Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia [KBLI] lima digit,” demikian dijelaskan dalam keterangan yang sama.

    Berikut daftar UMK 2026 di seluruh kabupaten/kota di Banten:

    Kota Cilegon: Rp5.469.923 (naik 6,67%)
    Kota Tangerang: Rp5.399.406 (naik 6,50%
     Kota Tangerang Selatan: Rp5.247.870 (naik 5,50%)
     Kabupaten Tangerang: Rp5.210.377 (naik 6,31%)
     Kabupaten Serang: Rp5.178.521 (naik 6,61%)
     Kota Serang: Rp4.665.927,94 (naik 5,61%)
     Kabupaten Pandeglang: Rp3.360.078 (naik 4,79%)
     Kabupaten Lebak: Rp3.330.011 (naik 4,97%)

  • KAI Pastikan Kesiapan Stasiun Jatake, Target Beroperasi Januari 2026

    KAI Pastikan Kesiapan Stasiun Jatake, Target Beroperasi Januari 2026

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan kesiapan pengoperasian Stasiun Jatake yang berlokasi di Kelurahan Jatake–Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. 

    Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan stasiun baru di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2026, seiring rampungnya tahapan finalisasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

    Menurutnya, pembangunan Stasiun Jatake merupakan bagian dari strategi penguatan layanan transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta. Perseroan mencatat jumlah pengguna Commuter Line lintas Rangkasbitung terus tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

    Pada 2022, jumlah pengguna tercatat sebanyak 43,31 juta orang, lalu meningkat menjadi 62,08 juta pengguna pada 2023. Tren kenaikan berlanjut pada 2024 dengan 69,99 juta pengguna, serta mencapai 70,49 juta pengguna sepanjang Januari–November 2025.

    “Stasiun Jatake dihadirkan untuk mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat di kawasan yang berkembang pesat. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung mobilitas harian yang lebih tertata dan efisien,” ujar Bobby dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).

    Adapun, Stasiun Jatake dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan. Stasiun ini dibangun di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi.

    Berlokasi di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, Stasiun Jatake dilengkapi peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter. Stasiun tersebut diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan fasilitas Stasiun Jatake dirancang untuk menunjang kebutuhan pengguna Commuter Line secara menyeluruh. Di dalam area stasiun tersedia ruang aktivitas penumpang, zona komersial, serta perkantoran KAI.

    Sementara itu, area luar stasiun dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi. Anne menyebut Stasiun Jatake diproyeksikan menjadi simpul layanan baru sekaligus penggerak aktivitas ekonomi kawasan sekitar.

    Dari sisi layanan, Stasiun Jatake akan melayani Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Penambahan stasiun ini diharapkan memperkuat distribusi penumpang dan meningkatkan kelancaran perjalanan masyarakat.

    Hingga akhir November 2025, progres pembangunan Stasiun Jatake telah mencapai 98,56%, mencakup prasarana dan fasilitas pendukung. Saat ini, KAI bersama DJKA Kemenhub tengah melakukan berbagai uji prasarana dan kesiapan operasional guna memastikan aspek keselamatan dan keamanan sebelum stasiun resmi melayani pengguna.

  • Lengkap! Daftar UMP 2026 di 38 Provinsi, Berlaku Mulai 1 Januari

    Lengkap! Daftar UMP 2026 di 38 Provinsi, Berlaku Mulai 1 Januari

    Bisnis.com, JAKARTA — Para Gubernur di sejumlah wilayah di Indonesia telah menetapkan besaran upah minimum provinsi (UMP) 2026 masing-masing daerahnya pada Rabu (24/12/2025) lalu.

    Sebanyak 36 dari 38 gubernur telah secara resmi mengumumkan besaran UMP 2026 di provinsi masing-masing, kecuali Aceh dan Papua Pegunungan.

    Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan bahwa Aceh akan kembali menggunakan besaran UMP 2025 yang sebesar Rp3.685.616 untuk tahun depan, mengingat pemulihan atas situasi bencana yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

    Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kemnaker, Indah Anggoro Putri.

    “Hanya Aceh yang pakai UMP 2025 [untuk tahun depan],” kata Indah saat dihubungi Bisnis, Sabtu (27/12/2025).

    Sementara itu, Papua Pegunungan dikabarkan akan secara resmi mengumumkan besaran UMP 2026 pada akhir Desember 2025 atau awal Januari 2026, karena tengah menunggu SK Gubernur.

    Namun demikian, berdasarkan data rekap UMP 2026 yang diterima Bisnis, UMP Papua Pegunungan 2026 disepakati sebesar Rp4.508.714. Besaran ini naik sekitar 5,2% dari UMP tahun sebelumnya yang senilai Rp4.285.850.

    Adapun, Provinsi Papua Tengah memutuskan bahwa besaran UMP 2026 tidak naik dari sebelumnya, alias tetap sebesar Rp4.285.848. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Papua Tengah Frest James berujar bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil analisis kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan terkini.

    Dengan demikian, dari 38 provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta menjadi daerah dengan nilai UMP 2026 tertinggi sebesar Rp5.729.876. Di sisi lain, besaran UMP 2026 Jawa Barat yang senilai Rp2.317.601 menjadi yang terendah.

    Berikut daftar UMP 2026 di 38 provinsi Indonesia:

    DKI Jakarta: Rp5.729.876, naik 6,17%
    Papua Pegunungan: Rp4.508.714, naik 5,2% (belum diumumkan)
    Papua Selatan: Rp4.508.100, naik 5,19%
    Papua: Rp4.436.283, naik 3,51%
    Papua Tengah: Rp4.285.848 (tetap)
    Kepulauan Bangka Belitung: Rp4.035.000, naik 4,09%
    Sulawesi Utara: Rp4.002.630, naik 6,02%
    Sumatra Selatan: Rp3.942.963, naik 7,1%
    Sulawesi Selatan: Rp3.921.088, naik 7,21%
    Kepulauan Riau: Rp3.879.520, naik 7,06
    Papua Barat: Rp3.841.000, naik 6,25%
    Riau: Rp3.780.495, naik 7,74%
    Kalimantan Utara: Rp3.775.243, naik 5,45%
    Papua Barat Daya: Rp3.766.000, naik 4,2%
    Kalimantan Timur: Rp3.762.431, naik 5,12%
    Kalimantan Selatan: Rp3.725.000, naik 6,54%
    Kalimantan Tengah: Rp3.686.138, naik 6,12%
    Aceh: Rp3.685.616 (tetap)
    Maluku Utara: Rp3.510.240, naik 3%
    Jambi: Rp3.471.497, naik 7,32%
    Gorontalo: Rp3.405.144, naik 5,69%
    Maluku: Rp3.334.490, naik 6,14%
    Sulawesi Barat: Rp3.315.934, naik 6,81%
    Sulawesi Tenggara: Rp3.306.496, naik 7,58%
    Sumatra Utara: Rp3.228.949, naik 7,9%
    Bali: Rp3.207.459, naik 7,04%
    Sumatra Barat: Rp3.182.955, naik 6,3%
    Sulawesi Tengah: Rp3.179.565, naik 9,08%
    Banten: Rp3.100.881, naik 6,74%
    Kalimantan Barat: Rp3.054.552, naik 6,12%
    Lampung: Rp3.047.734, naik 5,35%
    Bengkulu: Rp2.827.250, naik 5,89%
    Nusa Tenggara Barat (NTB): Rp2.673.861, naik 2,73%
    Nusa Tenggara Timur (NTT): Rp2.455.898, naik 5,45%
    Jawa Timur: Rp2.446.881, naik 6,11%
    DI Yogyakarta (Jogja): Rp2.417.495, naik 6,78%
    Jawa Tengah: Rp2.327.386, naik 7,28%
    Jawa Barat: Rp2.317.601, naik 5,77%

  • Long March 8A Luncurkan Satelit Internet

    Long March 8A Luncurkan Satelit Internet

    Bisnis.com, JAKARTA — Roket Long March 8A meluncurkan satelit internet milik China, Jumat (26/12/2025) pukul 07:26 waktu setempat atau 06:26 WIB.

    Melansir laman China in Space Minggu (28/12/2025) roket ini lepas landas dari Commercial Launch Pad 1 di Wenchang Commercial Space Launch Site, Hainan, menuju orbit rendah Bumi dengan membawa kelompok terbaru satelit GuoWang.

    Dalam peluncuran tersebut, Long March 8A mengangkut kelompok ke-17 satelit GuoWang, yang terdiri dari sembilan satelit. Seluruh satelit dikembangkan oleh China Academy of Space Technology. Dengan misi ini, lembaga tersebut untuk pertama kalinya berhasil menempatkan lebih dari 100 wahana antariksa ke orbit dalam satu tahun kalender.

    Total satelit GuoWang yang telah berada di ruang angkasa kini mencapai 136 unit. Konstelasi ini dioperasikan oleh China Satellite Network Group, perusahaan milik negara yang bertujuan membangun jaringan internet berbasis satelit. 

    Pada tahap awal, layanan GuoWang difokuskan untuk kebutuhan di dalam negeri China, sebelum diperluas ke cakupan global. China menyiapkan ekspansi besar untuk jaringan satelit ini dalam beberapa tahun mendatang. Pada 2026, ratusan satelit tambahan direncanakan diluncurkan, diikuti peningkatan jumlah peluncuran pada 2027 dan seterusnya. 

    Mulai 2028, ribuan satelit diproyeksikan ditempatkan setiap tahun guna memperkuat dan memperluas jaringan internet satelit tersebut. Satelit GuoWang menggunakan teknologi propulsi listrik karena beroperasi di orbit lebih dari 1.000 kilometer di atas permukaan Bumi. 

    Satelit-satelit ini dilengkapi panel surya sebagai sumber energi dan dirancang untuk mendukung operasional jangka panjang di orbit. Peluncuran kali ini menjadi misi keenam Long March 8A sepanjang tahun ini, meskipun sebelumnya diperkirakan roket tersebut baru akan kembali terbang pada 2026. 

    Optimalisasi proses persiapan memungkinkan peluncuran tetap dilakukan, dengan waktu persiapan hanya sekitar delapan hari. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan China dalam menjalankan peluncuran antariksa berfrekuensi tinggi.

    Pengembang roket, China Academy of Launch Vehicle Technology, menilai Long March 8A telah membuktikan keandalan dan fleksibilitasnya sebagai roket kelas menengah. Dengan infrastruktur yang ada, Long March 8A diproyeksikan mampu meluncur belasan kali dalam setahun, dan ke depan ditargetkan menjadi tulang punggung peluncuran satelit China.

    Long March 8A merupakan versi pengembangan dari Long March 8 yang dirancang lebih efisien dari sisi biaya. Roket ini mampu membawa muatan hingga hampir 10 ton ke orbit rendah Bumi. Saat ini, Long March 8A dioperasikan dari Wenchang Space Launch Site dan Wenchang Commercial Space Launch Site di Provinsi Hainan.

  • Wisata Cipanas Padat Pengunjung, Polisi Terapkan One Way di Garut

    Wisata Cipanas Padat Pengunjung, Polisi Terapkan One Way di Garut

    Bisnis.com, GARUT — Kepolisian Resor (Polres) Garut memberlakukan sistem one way atau satu arah selama libur Natal dan Tahun Baru pada Minggu (28/12/2025). Hal ini dilakukan karena Arus kunjungan wisata ke kawasan Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat, melonjak sejak dimulainya Operasi Lilin Lodaya 2025. 

    Operasi Lilin diketahui merupakan kode pengamanan yang dilakukan Polri setiap tahun pada momentum Natal dan Tahun Baru. Operasi ini berlangsung selama 14 hari mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. 

    Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto mengatakan, sejak dimulainya Operasi Lilin Lodaya, jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Cipanas tercatat mencapai 21.691 orang.

    Angka itu, kata Yugi, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berlibur ke Garut pada masa Natal dan Tahun Baru.

    “Selama pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya, tercatat lebih dari 21 ribu pengunjung datang ke Cipanas. Ini tentu berdampak pada peningkatan volume kendaraan di jalur wisata,” kata Yugi di Garut, Minggu (28/12/2025).

    Dia memerinci, kendaraan yang memasuki kawasan tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi. Tercatat sebanyak 2.003 unit kendaraan roda dua, 3.482 kendaraan roda empat, serta 46 unit bus yang membawa rombongan wisatawan. 

    Lonjakan ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan kemacetan pada akses utama menuju Cipanas, khususnya dari arah Leles hingga Tarogong.

    Untuk mengurai kepadatan, pihak kepolisian memberlakukan sistem one way dari arah Leles menuju Tarogong dan Cipanas. Rekayasa ini dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan.

    “Mulai hari ini kami terapkan one way dari Leles ke Tarogong atau Cipanas. Tujuannya agar arus kendaraan lebih lancar dan tidak terjadi penumpukan di titik-titik rawan macet,” ujarnya.

    Yugi menjelaskan, penerapan one way dilakukan dengan menempatkan personel di sejumlah persimpangan dan titik pengaturan untuk memastikan pengguna jalan mengikuti arah yang telah ditentukan. 

    Selain itu, petugas juga disiagakan di sekitar objek wisata guna memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat.

    Menurut dia, rekayasa lalu lintas akan terus dievaluasi setiap saat. Jika terjadi peningkatan volume kendaraan atau perubahan situasi, kepolisian siap menyesuaikan pola pengaturan arus demi menjaga kelancaran dan keselamatan.

    “Kami lakukan pemantauan secara berkala. Apabila diperlukan, skema pengaturan akan diubah sesuai kondisi di lapangan selama Operasi Lilin Lodaya 2025 berlangsung,” katanya.

    Polres Garut juga mengimbau kepada para wisatawan dan pengguna jalan agar mematuhi rambu serta arahan petugas. Masyarakat diminta tetap mengutamakan keselamatan, menjaga jarak, dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum bepergian.

    “Kami harap kerja sama dari seluruh pengguna jalan. Ikuti petunjuk petugas agar perjalanan menuju Cipanas tetap aman dan nyaman,” ucap Yugi.

  • Menkeu Revisi Aturan Penjualan SUN di Pasar Perdana Domestik, Fintech Cs Bisa jadi Mitra

    Menkeu Revisi Aturan Penjualan SUN di Pasar Perdana Domestik, Fintech Cs Bisa jadi Mitra

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.94/2025 tentang Penjualan Surat Utang Negara dengan Cara Pengumpulan Pemesanan di Pasar Perdana Domestik. 

    Beleid itu menyelaraskan dua aturan sebelumnya yakni PMK No.27/2020 tentang Penjualan Surat Utang Negara Ritel di Pasar Perdana Domestik dan PMK No.128/2012 tentang Penjualan Surat Utang Negara dalam Valuta Asing di Pasar Perdana Domestik dengan cara Bookbuilding.

    Kedua aturan itu dicabut dan dinyatakan tidak berlaku saat PMK No.89/2025 diundangkan yakni pada 24 Desember 2025. “Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” demikian bunyi pasal 26 PMK tersebut, dikutip Minggu (28/12/2025). 

    Untuk diketahui, pada PMK No.27/2020, pemerintah mengatur ihwal penjualan SUN kepada investor ritel di pasar perdana domestik. Pemesanan pembelian bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, secara langsung kepada pemerintah melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi. 

    Kedua, secara tidak langsung kepada pemerintah melalui mitra distribusi. Adapun mitra distribusi itu meliputi bank, perusahaan efek, perusahaan teknologi finansial atau fintech, serta penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PPMSE). 

    Sementara itu, PMK No.128/2012 mengatur tata cara penjualan SUN dalam valuta asing (valas) di pasar perdana domestik dengan cara bookbuilding. Metode itu dilakukan melalui agen penjual yang nantinya mengumpulkan pemesanan pembelian dalam periode penawaran yang telah ditentukan. Calon agen penjual itu meliputi bank atau perusahaan efek.

    Dengan demikian, pemerintah kini bisa menerbitkan SUN dalam bentuk rupiah maupun valas di pasar perdana domestik dengan cara pengumpulan pemesanan.

    Mitra distribusinya kini meliputi bank, perusahaan efek, perusahaan fintech dan PPMSE, yang bisa melakukan bookbuilding. Hal tersebut diatur dalam pasal 4 ayat (1) PMK No.94/2025.

    Sebelumnya pada pasal 2, diatur bahwa Menkeu menerbitkan SUN di pasar perdana domestik dalam bentuk SUN yang diperdagangkan atau yang tidak diperdagangkan. Bentuknya juga dalam mata uang rupiah atau valas. Penerbitannya dilakukan dengan cara bookbuilding alias pengumpulan pemesanan. 

    Kemudian, pasal 3 mengatur bahwa pemesanan pembelian SUN bisa dilakukan secara tidak langsung melalui sarana/media elektronik Mitra Distribusi atau dengan melakukan Pemesanan Pembelian di kantor-kantor pelayanan atau gerai penjualan Mitra Distribusi; dan/atau secara langsung melalui Sistem Elektronik Mitra Distribusi secara dalam jaringan (online) dan seketika (realtime) ke Sistem Elektronik yang disediakan oleh Kementerian Keuangan. 

    “Mitra Distribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memiliki kemampuan untuk melayani Pemesanan Pembelian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1),” demikian bunyi pasal 4 ayat (2). 

    Adapun mengenai persyaratan untuk menjadi mitra distribusi, PMK terbaru itu mengatur bahwa bank, perusahaan efek, perusahaan fintech maupun PPMSE yang ingin menjadi mitra penjualan SUN harus memiliki kemampuan untuk menjangkau investor yang lebih luas. 

    Sebelumnya, pada PMK No.27/2020, calon investor yang harus bisa dijangkau hanya investor ritel. “Memiliki kemampuan untuk menjangkau investor termasuk investor ritel,” bunyi pasal 5 ayat (1) huruf d. 

    Kemudian, pemerintah akan melakukan pemilihan terhadap bank, perusahaan efek, perusahaan fintech serta PPMSE yang akan menjadi calon mitra distribusi. Pemilihan dilakukan bagi calon mitra distribusi yang melakukan bookbuilding secara langsung maupun tidak langsung. 

  • Daftar UMK Jabar 2026 di 27 Wilayah: Bekasi Nyaris Tembus Rp6 Juta

    Daftar UMK Jabar 2026 di 27 Wilayah: Bekasi Nyaris Tembus Rp6 Juta

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah menetapkan besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2026 untuk 27 wilayah.

    Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi meneken penetapan tersebut dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 561/Kep.862-Kesra/2025.

    “UMK di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat tahun 2026 ditetapkan berdasarkan rekomendasi bupati/wali kota yang sesuai dengan regulasi tentang upah minimum,” demikian keterangan resmi Humas Jabar, dikutip pada Minggu (28/12/2025).

    Lebih lanjut, Kota Bekasi tercatat sebagai daerah dengan UMK Jawa Barat tertinggi di 2026, yakni Rp5.999.443, sedangkan Kabupaten Pangandaran merupakan yang terendah dengan besaran Rp2.351.250.

    Di samping itu, Pemprov Jabar telah menetapkan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) di 12 kabupaten/kota. Hal ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 561.7/Kep.863-Kesra/2025.

    Besaran UMSK tertinggi juga berlaku di Kota Bekasi, yakni Rp6.028.033. Sementara itu, UMSK terendah di Jawa Barat berlaku di Kabupaten Cirebon dengan besaran Rp2.882.366.

    “Seluruh pengusaha yang telah memberikan upah lebih tinggi dari ketentuan UMSK dilarang mengurangi atau menurunkan upah pekerjanya,” pungkas keterangan tersebut.

    Adapun, ketetapan UMK dan UMSK di Jawa Barat ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2026. Keputusan ini berlaku untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

    Berikut daftar lengkap UMK Jawa Barat 2026:

    Kota Bekasi: Rp5.992.932
    Kabupaten Bekasi: Rp5.938.885
    Kabupaten Karawang: Rp5.886.852
    Kota Depok: Rp5.522.662
    Kota Bogor: Rp5.437.203
    Kabupaten Bogor: Rp5.161.769
    Kabupaten Purwakarta: Rp5.052.856
    Kota Bandung: Rp4.737.678
    Kota Cimahi: Rp4.090.568
    Kabupaten Bandung Barat: Rp3.990.428
    Kabupaten Bandung: Rp3.972.202
    Kabupaten Sumedang: Rp3.949.855
    Kabupaten Sukabumi: Rp3.893.201
    Kabupaten Subang: Rp3.737.482
    Kabupaten Cianjur: Rp3.338.359
    Kota Sukabumi: Rp3.192.807
    Kota Tasikmalaya: Rp2.980.336
    Kabupaten Indramayu: Rp2.910.254
    Kabupaten Cirebon: Rp2.880.798
    Kota Cirebon: Rp2.878.646
    Kabupaten Tasikmalaya: Rp2.871.874
    Kabupaten Majalengka: Rp2.595.368
    Kabupaten Garut: Rp2.472.227
    Kabupaten Ciamis: Rp2.373.643
    Kabupaten Kuningan: Rp2.369.379
    Kota Banjar: Rp2.361.777
    Kabupaten Pangandaran: Rp2.351.250

  • Core Prediksi Biaya Pemulihan Bencana Aceh dan Sumatra Capai Rp77,4 Triliun

    Core Prediksi Biaya Pemulihan Bencana Aceh dan Sumatra Capai Rp77,4 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA — Estimasi biaya rehabilitas dan rekonstruksi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akibat banjir dan longsor diperkirakan melebihi hitung-hitungan sementara pemerintah yakni senilai Rp51,8 triliun. 

    Untuk diketahui, pada rapat terbatas Kabinet Merah Putih bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh, Minggu (7/12/2025) lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat berdasarkan perhitungan Kementerian PU bahwa estimasi kebutuhan anggaran pemulihan ketiga provinsi terdampak bencana ekologis itu senilai Rp51,8 triliun. 

    Namun demikian, kajian terbaru yang dilakukan oleh Center of Reform on Economics (CORE) menemukan bahwa biaya pemulihan infrastruktur di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat itu akan melebihi estimasi pemerintah. 

    Biaya pemulihannya diperkirakan mencapai Rp77,4 triliun, atau Rp20 triliun lebih tinggi dari estimasi pemerintah. Biaya itu juga 30 kali lipat lebih tinggi dari biaya pencegahan yang dikeluarkan per tahun untuk reforestasi dan peremajaan perkebunan.

    “Angka ini belum termasuk kerugian non-fisik dari lumpuhnya aktivitas ekonomi rumah tangga, trauma psikis, dan ketertinggalan pendidikan anak-anak di daerah terdampak,” demikian bunyi salah satu temuan utama kajian bertajuk ‘Konsekuensi Ekonomi di Balik Duka Sumatera’ yang diterbitkan CORE, Minggu (28/12/2025). 

    Adapun estimasi kebutuhan biaya pemulihan Rp77,4 triliun itu berdasarkan data kerusakan infrastruktur fisik yang dirilis oleh BNPB per 15 Desember 2025. CORE mencatat bahwa estimasi itu boleh jadi di bawah angka riil karena perkembangan di lapangan yang masih dinamis. 

    Kebutuhan biaya pemulihan versi CORE itu pun sudah lebih tinggi dibandingkan dana yang sudah disiapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa senilai Rp60 triliun. Dana itu disebut berasal dari penyisiran dini yang dilakukan pada APBN 2026. 

    “Karena itu CORE menilai alokasi Rp60 triliun tidak akan cukup untuk memulihkan Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” bunyi kajian tersebut. 

    Di sisi lain, estimasi kebutuhan biaya Rp77,4 triliun itu hanya sebatas komponen kerugian fisik. Namun, kerugian nonfisik diperkirakan membutuhkan biaya pemulihan yang tidak kalah besar. Kerugian ini meliputi dampak bencana terhadap produktivitas tenaga kerja dan lumpuhnya aktivitas ekonomi lokal. 

    Salah satu fokus kerugian nonfisik ini adalah biaya besar untuk mengejar ketertinggalan anak dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, perbaikan infrastruktur fisik yang tidak maksimal, maupun keterbatasan dalam pengiriman guru, tenaga kesehatan dan relawan diperkirakan bakal memengaruhi proses pemulihan trauma anak-anak hingga remaja. 

    Tidak hanya itu, pemulihan fisik dan nonfisik di ketiga provinsi dikhawatirkan berjalan lambat akibat belum adanya penetapan status bencana nasional. Hal ini termasuk belum dibukanya akses terhadap bantuan internasional. 

    “CORE menilai, semakin lamban pemerintah dalam merespons bencana, semakin lama pula proses pemulihan ekonominya sehingga dampak terhadap ekonomi nasional akan semakin besar,” demikian salah satu hasil kajian tersebut. 

    Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim bahwa anggaran untuk penanggulangan bencana Sumatra cukup. Untuk itu, dia menampik sejumlah aspirasi untuk mengalihkan sejumlah pos anggaran besar, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk mengatasi dampak bencana ekologis itu. 

    “Kan bencana anggarannya sejauh ini sudah cukup. Sudah ada [anggarannya]. Tak perlu memindahkan anggaran MBG,” kata Purbaya saat ditemui wartawan di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Kamis (24/12/2025). 

  • Momen Nataru, 465.535 Penumpang Manfaatkan Moda Transportasi Kereta Api di Daop 4 Semarang

    Momen Nataru, 465.535 Penumpang Manfaatkan Moda Transportasi Kereta Api di Daop 4 Semarang

    Bisnis.com, SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat kenaikan jumlah penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tercatat, ada 465.535 penumpang di Daop 4 Semarang pada 18-26 Desember 2025.

    “Jumlah tersebut terdiri dari volume keberangkatan sebanyak 231.307 penumpang dan volume kedatangan sebanyak 234.228 penumpang,” jelas Luqman Arif, Manajer Hubungan Masyarakat KAI Daop 4 Semarang, dikutip Minggu (28/12/2025).

    Luqman menjelaskan bahwa volume keberangkatan tertinggi tercatat pada 24 Desember 2025 dengan 32.156 penumpang. Sementara itu, volume kedatangan penumpang tertinggi tercatat pada 25 Desember 2025 dengan 32.560 penumpang.

    Tingginya volume pergerakan pelanggan ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat, khususnya pada masa libur panjang seperti Natal. “Selain faktor keamanan dan kenyamanan, kemudahan akses dari dan menuju stasiun juga dapat menjadi alasan utama tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api,” ujarnya.

    Tingginya jumlah penumpang KA di Daop 4 Semarang, kata Luqman, menunjukkan peran strategis kereta api sebagai moda transportasi publik. Selain mendukung mobilitas penduduk, kereta api juga ikut mendukung aktivitas pariwisata yang diharapkan mampu berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Arus penumpang KA yang tinggi di Daop 4 Semarang melalui moda kereta api mendorong peningkatan perputaran ekonomi, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga UMKM di sekitar destinasi wisata dan kawasan stasiun,” kata Luqman.

    Kepadatan volume penumpang diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir tahun. Untuk itu, KAI Daop 4 Semarang mengimbau kepada para pelanggan untuk merencanakan dengan baik perjalanannya dan segera memesan tiket KA jika hendak bepergian dengan moda tersebut pada masa libur panjang kali ini.

    “Saat ini masih tersedia ribuan tiket KA dari Daop 4 ke berbagai tujuan favorit seperti Jakarta, Purwokerto, Surabaya, Solo, dan Bandung,” jelas Luqman dalam siaran pers.